Anda di halaman 1dari 13

AKUNTANSI HOTEL

SAP 2
“Ruang Lingkup Dan Struktur Organisasi Usaha Perhotelan”
Dosen Pengampu: Dr. I Gusti Ngurah Agung Suaryana, S.E., M.Si.

Oleh:
Kelompok

I Wayan Buda Arsana 1506305004

R. Egi Pradnya Putra 1506305040

Gede Diatmika Putra 1506305077

I Putu Agus Eka Putra Astika 1506305134

I Putu Gilang Bayu Sadra Putra 1506305153

I Putu Kurnia Adhi Parwa 1506305164

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2018

1
2.1 Pengertian Hotel

Hotel merupakan suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan


usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia
makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya dimana semua pelayanan itu
diperuntukkan bagi masyarakat umum, baik mereka yang bermalam di hotel
tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki
hotel itu. Hotel merupakan usaha yang mencari laba sebagai hasil akhir aktivitas
bisnisnya. Oleh karena itu, manajemen hotel akan berupaya sedemikian rupa agar
tujuan ini pada akhir suatu periode dapat tercapai. Berbagai aktivitas dilakukan oleh
manajemen hotel untuk mencapai sasaran laba yang direncanakan, diantaranya
dengan mengadakan pelatihan bagi dan staf sehingga dapat memenuhi tingkat
layananyan diharapkan oleh tamu, mengadakan kegiatan promosi dan pemasaran,
pengendalian biaya operasional, pengendalian lingkungan fisik hotel, dan aktivitas-
aktivitas lainnya. Berikut adalah beberapa definisi hotel menurut pendapat para ahli
dan sumber lainnya :

1. Menurut Sulastiyono (2011:5), hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola


oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan
fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang melakukan perjalanan
dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan
yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.
2. Menurut Lawson (1976). Hotel merupakan Sarana tempat tinggal umum
untuk wisatawan dengan memberikan pelayanan jasa kamar, penyedia
makanan dan minuman serta akomodasi dengan syarat pembayaran.
3. Menurut pernyataan Hotel Oroprietors et all dalam Sulastiyono (2001- 5),
Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan
menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur
kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu
membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang
diterima tanpa adanya perjanjian khusus.
4. Pengertian hotel menurut SK Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi
No. KM 37/PW. 340/MPPT-86 dalam Sulastiyono (2011:6), adalah suatu

2
jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan
untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman, serta jasa
penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.
5. Pengertian hotel menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 65
Tahun 2001 tanggal 31 September 2001, yaitu:“Hotel adalah bangunan
yang khusus disediakan bagi orang untuk dapat menginap atau istirahat,
memperoleh pelayanan dan atau fasilitas lainnya dengan dipungut bayaran,
termasuk bangunan lainnya yang menyatu dikelola dan dimiliki oleh pihak
yang sama kecuali untuk pertokoan dan perkantoran”.
6. “Hotel merupakan bangunan yang menyediakan jasa kamar untuk jangka
pendek, makanan, minuman, dan jasa lain yang diperlukan dengan imbalan
pembayaran dari para tamu.” (Wikipedia 2018)
Jadi, berdasarkan beberapa definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa
hotel merupakan suatu usaha jasa yang merupakan sarana pendukung kegiatan
pariwisata, dimana pengelolaannya dilakukan secara professional dan didukung
oleh tenaga kerja yang memiliki keterampilan baik dalam bidang perhotelan, yang
mencakup pelayanan jasa kamar, penyedia makanan dan minuman, dan jasa
penunjang lainnya serta akomodasi dengan syarat pembayaran.

2.2 Jenis Dan Penggolongan Usaha Hotel

2.2.1 Jenis Hotel

Klasifikasi hotel bertujuan untuk mengelompokkan sebuah hotel kedalam


tingkatan atau kelas, berdasarkan atas suatu penilaian tertentu. Dalam
pengklasifikasian hotel suatu negara akan berbeda dengan negara lainnya. Di
Negara Indonesia pada tahun 1997, dengan keputusan Menparpostel
No.PM.10/PW.301/Pdb-77 tentang usaha dan klasifikasi hotel, ditetapkan
bahwa penilaian klasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada jumlah
kamar, fasilitas, peralatan yang tersedia, dan mutu pelayanan.Berdasarkan atas
penilaian tersebut, di Negara Indonesia hotel diklasifikasikan menjadi lima
kelas atau lima kelompok, dari hotel bintang satu hingga hotel berbintang lima,
maksud dan tujuan pengelompokan ini bertujuan untuk:

3
1. Sebagai pedoman teknis calon investor untuk memilih investasinya
dibidang usaha perhotelan apakah pada hotel berbintang atau melati.
2. Memberikan informasi kepada tamu yang akan menginap di hotel mengenai
standar fasilitas yang dimiliki oleh masing masing jenis dan tipe hotel.
3. Agar terciptanya suatu persaingan yang sehat antara pengusaha hotel.
4. Agar tercipta keseimbangan antara permintaan (supply) daa penawaran
(demand) dalam usaha perhotelan.
Seiring berkembangnya industri pariwisata di dunia, maka pesatlah
pembangunan hotel, maka dalam persaingan dan berdasarkan tolak ukur daerah
wisata ada banyak varian hotel. Jenis hotel itu sendiri terbagi atas beberapa jenis,
yaitu berdasarkan lokasi dan tempat hotel, unsur atau komponen harga kamar, tarif
hotel, jenis dan tipe tamu, lama tamu yang menginap, lama buka hotel dalam
setahun, desain dan struktur hotel, dan ukuran dan jumlah kamar.

1) Berdasarkan lokasi dan tempat hotel.

Penentuan jenis hotel tidak terlepas dari kebutuhan pelanggan dan ciri atau
sifat khas yang dimiliki wisatawan (Tarmoezi, 2000):5) Berdasarkan hal
tersebut, dapat dilihat dari lokasi dimana hotel tersebut dibangun, sehingga
dikelompokkan menjadi:

a. City Hotel.
Hotel yang berlokasi di perkotaan, biasanya diperuntukkan bagi
masyarakat yang bermaksud untuk tinggal sementara (dalam jangka
waktu pendek). City Hotel disebut juga sebagai transit hotel karena
biasanya dihuni oleh para pelaku bisnis yang memanfaatkan fasilitas
dan pelayanan bisnis yang disediakan oleh hotel tersebut.
b. Residential Hotel
Hotel yang berlokasi di daerah pinggiran kota besar yang jauh dari
keramaian kota, tetapi mudah mencapai tempat-tempat kegiatan usaha.
Hotel ini berlokasi di daerah-daerah tenang, terutama karena
diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin tinggal dalam jangka waktu
lama. Dengan sendirinya hotel ini diperlengkapi dengan fasilitas tempat
tinggal yang lengkap untuk seluruh anggota keluarga.

4
c. Resort Hotel
Hotel yang berlokasi di daerah pegunungan (mountain hotel) atau di tepi
pantai (beach hotel), di tepi danau atau di tepi aliran sungai. Hotel
seperti ini terutama diperuntukkan bagi keluarga yang ingin beristirahat
pada hari-hari libur atau bagi mereka yang ingin berekreasi.
d. Motel (Motor Hotel)
Hotel yang berlokasi di pinggiran atau di sepanjang jalan raya yang
menghubungan satu kota dengan kota besar lainnya, atau di pinggiran
jalan raya dekat dengan pintu gerbang atau batas kota besar. Hotel ini
diperuntukkan sebagai tempat istirahat sementara bagi mereka yang
melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum atau
mobil sendiri. Oleh karena itu hotel ini menyediakan fasilitas garasi
untuk mobil.
2) Berdasarhan unsur dan komponen harga kamar (plan)
a. European Plan yaitu harga kamar hanya termasuk kamar, serta
konsumsi makan dan minuman dicharge(tagih) berpisah dengan
harga kamar ( tidak termasuk harga makan)
b. American Plan yaitu harga kamar yang sudah termasuk harga
makan dan minum, dalam perkembangan saat ini american plan
terbagi atas dua bagian, yaitu Full American Plan, adalah harga
kamar sudah termasuk breakfast, lunch, dan dinner, dan Modified
Amerikan Plan, adalah harga kamar yang termasuk harga untuk
breakfast, lunch atau dinner.
3) Berdasarkan tarif atau harga hotel
a. Economy Hotel, tarif yang paling murah dan terjangkau
b. First Class Hotel, adalah hotel dengan tarif sedang (medium)
c. Deluxe Hotel, adalah hotel dengan tarif yang mahal.
4) Berdasarkan jenis dan tipe tamu
a. Family Hotel (Hotel Keluarga), yaitu hotel yang sebagian besar
tamu yang menginap adalah tamu keluarga(family guest).

5
b. Tourist Hotel (Hotel Wisata), yaitu hotel yang tamu-tamunya
kebanyakan berasal dari parawisatawan yang bertujuan untuk
berlibur.
c. Transit Hotel, yaitu hotel yang kebanyakan tamu yang menginap
dari meraka yang sedang melakukan perjalanan.
d. Cure Hotel, yaitu hotel yang kebanyakan tamu yang menginap
untuk tujuan berobat.
e. Business Hotel, yaitu hotel yang tamunya bertujuan untuk
melakukan tujuan berbisnis.
5) Berdasarkan lama tamu yang menginap
a. Transient Hotel, tamu yang minginap biasanya satu hari atau
kurangdan tamu tidak perlu menandatangai perjanjian sewa
menyewa.
b. Resident Hotel, kebanyakan tamu yang menginap sekurangnya
selama 1 bulan, dan oleh sebab itu maka tamu diwajibkan untuk
menanda tangani surat perjajian sewa menyewa yang dibuat
secara detail yang mengatur hak kewajiban kedua belah pihak.
c. Semi-Residential Hotel, merupakan kombinasi dari transient
hotel dan residential hotel, hotel seperti ini umumnya memiliki
room yang dapat disewa permalam maupun perhari.
6) Berdasarkan lama buka dalam setahun
a. Seasonal Hotel, Hotel yang buka hanya dalam kurun waktu
tertentu dalam setahu misalnya 3 bulan, 6,bulan, dan 9 bulan.
b. Year Round Hotel, hotel yang dibuka sepajang tahun.
7) Berdasarkan desain atau struktur hotel
a. Conventional Hotel, hotel yang bentuknya tinggi bertingkat
menjulang ke langit dan sering juga disebut "skycraper"
b. Bungalows Hotel, yang bentuknya "low rise", karena setiap
bangunannya berlokasi menyebar dan satu dengan yang lainya
saling berhubungan.

6
8) Berdasarkan ukuran dan jumlah kamar
a. Small Size Hotel, hotel yang ukuranya kecil dan hanya
mempunyai jumalah kamar sampai dengan 25 kamar.
b. Median Size Hotel, Hotel yang berukuran sedang dan hanya
memiliki jumlah kamar 26 s/d 100 kamar.
c. Middle Size Hotel, Hotel yang berukuran menengah, dan hanya
memiliki jumlah kamar 101 s/d 300 kamar.
d. Large Size Hotel, hotel yang berukuran besar, dan memiliki
jumlah kamar lebih dari 300 unit kamar.

2.2.2 Penggolongan Usaha Hotel

Secara praktis penggolongan hotel menurut jenis tamu yang menginap


dibedakan atas dua penggolongan yaitu hotel bisnis (business hotel) dan hotel
wisatawan (tourist hotel) yang juga dikenal dengan istilah resort hotel. Karena
pada umumnya terutama hotel menengah ke atas, juga memiliki fasilitas kamar-
kamar, dilengkapi juga fasilitas untuk meeting, atau konvensi maupun fasilitas
lainnya, misalnya banquet hall. Dengan kata lain usaha perhotelan mempunyai
beberapa kegiatan untuk menyediakan pelayanan yang baik kepada tamu.
Kegiatan utama dari usaha perhotelan adalah:

1) Menyewakan kamar atau akomodasi


2) Menjual makanan dan minuman
3) Menyewakan fasilitas dan atau menjual pelayanan-pelayanan yang
diperlukan oleh para tamu.

2.3. Sejarah Perkembangan Hotel


2.3.1. Sejarah Perkembangan Hotel di Eropa dan Amerika
Kata hotel dulunya berasal dari kata Hospitium (Bahasa latin) artinya ruang
tamu. Dalam jangka waktu lama kata Hospitium mengalami proses berubahan
pengertian dan unutk membadakan anatra Guest Room dan Masion House yang
berkembang pada saat itu, maka rumah-rumah besar disebut dengan hostel. Kata
hostel lambat laun huruf “s” pada kata hostel tersebut menghilang atau dihilangkan
orang. Sehingga kata hostel berubah menjadi hotel seperti yang dikenal sekarang.

7
Pada tahun 3000 Sebelum Masehi telah ada penginapan pertama yang
berbentuk “inn”, yaitu rumah-rumah pribadi dengan beberapa kamar yang
disediakan bagi pejalan kaki untuk istirahat atau tidur. Kemudian pada tahun 961
Sesudah Masehi, di swiss-Alpine, Augustinian Monks membangun hotel le Grand
Saint Bernard Hospice yang diperuntukkan bagi orang yang berziarah dari dan ke
Roma.

City Hotel dibangun pertama kali di New York pada tahun 1794, Tahun 1800-
an, Amerika menjadi negara pengembang usaha hotel yang utama, tapi karena
harganya mahal hanya kaum hartawan yang bisa menginap di hotel mewah bergaya
Eropa. Kemudian pada tahun 1829, Hotel Trenont House di boston Amerika yang
pertama kali melengkapi hotelnya dengan lobby dan menyediakan kamar privat
dengan pintu kamar dipasang kunci pengaman.

Pada awal 1900-an, pelayanan hotel secara profesional mulai dikembangkan


oleh Ellsworth M.Statler, seorang operator hotel di Amerika, yang melengkapi
kamar dengan kamar mandi privat dan kaca rias yang lebar. Pada pertengahan tahun
1900-an, mulai berkembangnya hotel-hotel yang dikelola oleh suatu mata rantai
pengelola usaha hotel (individu atau suatu perusahaan yang memiliki beberapa
hotel).

2.3.2. Sejarah Perkembangan Hotel Di Indonesia

Pada jaman penjajahan belanda sudah ada usaha akomodasi yang dikelola
secara komersial, tapi belum dikelola secara modern, seperti:

a) Hotel Savoy Homan di Bandung dibangun tahun 1888, kemudian


direnovasi tahun 1937 dan selesai tahun 1939
b) Hotel Preanger dibangun tahun 1897, kemudian baru pada tahun 1928
menjadi hotel yang lebih terkonsep
c) Hotel Mij De Boer (Belanda), yang diperuntukkan untuk penguasa
perkebunan dan pejabat pemerintah Belanda. Dalam rangka nasionalisasi
pada tanggal 14 Desember 1957 diambil alih Indonesia dan berganti nama
menjadi Hotal Dharma Bhakti, kemudian diubah lagi menjadi Hotel
Dharma Deli

8
d) Grand Hotel de Djokya, hotel lama di Malioboro – Yogyakarta didirikan
tahun 1908 dan beroperasi tahun 1911, kemduain setelah direnovasi diganti
menjadi Hotel Garuda.
e) Hotel Indonesia yang diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1962 untuk
menyambut Asian Games IV merupakan hotel bintang lima pertama di
Jakarta. Hotel yang sekarang berganti nama menjadi Hotel Indonesia
Kempinski Jakarta ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemda DKI
Jakarta pada tahun 1993

2.4.Struktur Organisasi Hotel dan Standart Operational Procedure


Prinsip-prinsip pengelolaan manajemen hotel pada hakikatnya sama dengan
prinsip-prinsip manajemen organisasi perusahaan pada umumnya. Prinsip-
prinsip pengelolaan manajemen hotel didasarkan pada falsafah dan gaya
manajemen yang dimiliki oleh pemilik dan manajemen hotel.

Visi merupakan suatu gambaran ideal yang ingin dicapai oleh perusahaan
dimasa mendatang. Misi adalah suatu pernyataan tentang usaha hotel. Hotel
akan menyusun sasaran-sasaran yang akan dicapai berdasarkan visi misi
tersebut dalam bentuk kebijakan-kebijakan perusahaan, seperti :

1) Pangsa pasar yang dituju


2) Jenis produk yang dihasilkan
3) Standar produk yang dihasilkan
4) Keuntungan yang ingin dicapai
5) Pola hubungan antara perusahaan dengan karyawan, pemasok,
komunitas, dan masyarakat di sekitarnya.
Struktur organisasi menunjukan suatu tingkatan hierakis, di mana dari
struktur organisasi tersebut dapat diketahui bagian-bagian yang ada di hotel,
hubungan antara bagian hotel serta hubungan antara atasan dan bawahan. Dasar
penyusunan organisasi antara satu hotel dengan hotel lain mempunyai
kesamaan, karena setiap hotel mempunyai produk layanan yang sama. Akan
tetapi bentuk dan luas organisasi hotel akan berbeda antara satu hotel dengan
hotel lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya perbedaan-
perbedaan:

9
1) Type dan jenis hotel
2) Size hotel (besar atau kecil)
3) Fisik bangunan hotel
4) Kemampuan tenaga kerja di dalamnya
5) Sistem manajemen dan pengelolaan yang diberlakukan
Struktur organisasi dirancang sesuai dengan kebutuhan hotel, semakin besar
dan lengkap fasilitasnya maka struktur organisasinya juga semakin kompleks.
Berdasarkan struktur organisasi dapat ditentukan perkiraan jumlah karyawan
yang dibutuhkan secara keseluruhan. Struktur organisasi pada hotel biasanya
disusun berdasarkan fungsionalnya. Struktur organisasi merupakan bagan
organisasi dari rantai perintah. Dari struktur organisasi karyawan dan organisasi
di dalamnya mendapatkan informasi:

1) Kedudukan dirinya dalam organisasi, dalam batas dan jalur wewenang


serta tanggung jawabnya sehingga mengurangi kebingungan karyawan
untuk mendiskusikan komplain sesuai rantai komando atau perintah.
2) Mengetahui jenjang karier yang jelas melalui hierarki yang ada dalam
jabatan-jabatan di struktur organisasi.
3) Memberi informasi tanggung jawab untuk jalur instruksi.
4) Menunjukkan jalur koordinasi dan kerja sama antar bagian melalui
departemen dan seksi-seksi yang ada dalam organisasi, juga fungsi serta
tugas masing-masing departemen dan seksi-seksi yang ada sehingga
meningkatkan efisiensi.
Dari struktur organisasi dapat dipersiapkan analisis jabatan (Job Analysis) yang
terdiri dari:

1) Uraian tugas (Job Description). Job description menggambarkan


kewajiban dari masing-masing posisi .
2) Standar manual pekerjaan (Standar operational procedure/SOP). SOP
memberikan gambaran mengenai pekerjaan atau kewajiban yang akan
dilaksanakan.
3) Spesifikasi jabatan (Job Specification)

10
Struktur jabatan yang ada di hotel, seperti:

a) Manajer: General Manajer, Resident Manajer


b) Head/Manajer Departement : Room, Food & Beverage, Accounting,
Maintenance & Engineering.
c) Chef: Kitchen, Pastry
d) Assistant manajer
e) Supervisor
f) Staff
Departemen-departemen yang ada pada usaha hotel merupakan gambaran
dasar untuk menyusun organisasi pada hotel. Adapun departemen-departemen
yang ada pada usaha hotel adalah:

Room Departement:

1) Front Office, berfungsi dalam memberikan pelayanan pada bagian


depan hotel.
2) Room Division, berfungsi dalam administrasi yang berkaitan dengan
kamar.
3) Housekeeping, berfungsi dalam masalah penyiapan dan pembersihan
kamar.
4) Reservation, berfungsi menerima reservasi dari tamu atau agen.
5) Bellboy, berfungsi memberikan pelayanan mengantar dan membantu
tamu membawa barang.
6) Operator, berfungsi memberikan pelayanan melalui telepon
Food & Beverage Departement:

a) Cook, berfungsi menyiapkan menu sesuai order dan bertugas pada F &
B produksi.
b) Steward, berfungsi membantu cook dan membersihkan peralatan di
dapur.
c) Waiter/Waitress, berfungsi memberikan pelayanan pada tamu dan
bertugas pada F & B service.

11
Accounting Departement:

a) General Cashier, berfungsi mengadministrasikan penerimaan dan


pengeluaran kas dan berbertugas pada back office.
b) Income Auditor, berfungsi melaporkan pendapatan hotel dan
bertanggungjawab atas pengendaliannya.
c) Credit, berfngsi melakukan analisa kredit dan kebutuhan modal kerja
hotel.
d) Staff (Account Receivable, Account Payable), berfungsi membantu
admistrasi piutang dan hutang.
e) Bookkeeper, berfungsi membuat penyesuaian dan memposting data
akuntansi serta menyusun laporan keuangan.
Marketing/Sales, berfungsi dalam administrasi pemasaran hotel.

Personel, berfungsi dalam administrasi karyawan hotel.

Minor Departement:

a) Operator, berfungsi memberikan pelayanan telepon.


b) Laundry, berfungsi memberikan pelayanan laundry.
c) Sport, berfungsi memberikan pelayanan fasilitas olah raga.
d) Sauna dan lain-lain.
Departemen lain yang menunjang usaha perhotelan antara lain:

a) Purchasing, berfungsi melakukan pembelian barang keperluan hotel.


b) Security, berfungsi menjaga keamanan hotel.
c) Houseman, berfungsi melakukan pembersihan daerah di luar kamar.
Wygant et. al (2008), membagi struktur organisasi dalam hotel menjadi tiga
kategori, yaitu hotel kecil, hotel sedang, hotel besar. Secara garis besar
pengelompokan ke hotel kecil, sedang, dan besar bergantung pada jumlah kamar
yang dimiliki oleh hotel.

12
DAFTAR PUSTAKA

Ikhsan, Arfan dan Ida Bagus Teddy. 2008. Sistem Akuntansi Perhotelan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sulastiyono Agus, 2002, Manajemen Penyelenggaraan Hotel, Bandung: CV


Alfabeta

Widanaputra, A.A G.P, Herkulanus Bambang Suprasto, Dodik Aryanto, MM dan


Ratna Sari. 2009. Akuntansi Perhotelan Pendekatan Sistem Informasi.
Yogyakarta: Graha Ilmu.

http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-hotel-menurut-para-
ahli.html

http://bloganakpariwisata.blogspot.co.id/2016/09/pengertian-hotel-dan-jenis-jenis-
hotel.html

http://hariannetral.com/2015/03/pengertian-hotel-sejarah-dan-klasifikasi-
hotel.html

http://madebayu.blogspot.co.id/2009/10/penggolongan-kelas-hotel-dan-
kriteria.html

13