Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN

TENTANG FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN JIWA DI


MASYARAKAT

OLEH :

1. AZURA ALHAFIJ
2. FERY
3. GETRUDIS RENDA DADI
4. JENIE KRISTINA
5. M. MIFTAHUZZUBAIDI
6. OKTAVIANUS KOPONG MITEN
7. RIDHO PUTRA
8. WAHYU ANANDA

PROGRAM PROFESI NERS KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN
MENGENAL FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN JIWA DI
MASYARAKAT

Pokok bahasan : Mengenal faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa


di Masyarakat
Sub pokok bahasan : Mendeteksi dini yang bisa mempengaruhi kesehatan
jiwa Masyarakat
Sasaran : Masyarakat RW
Hari / Tanggal :
Waktu : 30 menit
Tempat :

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan jiwa masyarakat mampu
memahami faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa
masyarakat.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 1 X 30 menit
diharapkan masyarakat mampu:
a. Menyebutkan pengertian sehat jiwa dan gangguan jiwa
b. Menyebutkan tanda dan gejala gangguan jiwa
c. Menyebutkan ciri ciri gangguan jiwa
d. Menyebutkan cara menangani gangguan jiwa di keluarga
B. Topik Dan Sub Topik
1. Topik : Mengenal faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa
Di masyarakat
2. Sub Topik : Mendeteksi dini yang bisa mempengaruhi kesehatan
Jiwa Masyarakat

C. Langkah- Langkah Kegiatan


1. Persiapan
a. Media
 Lefleat
2. Metode
a. Ceramah
b. Diskusi

D. Setting Tempat
1. Peserta duduk di dalam ruangan
2. Penyaji didepannya
Keterangan :

: Pemateri

: Masyarakat /Peserta

E. Pelaksanaan Kegiatan

NO KEGIATAN PENYULUH PESERTA WAKTU


1 Pembukaan Menyampaikan o Menjawab salam 5 menit
dan salam salam o Mendengarkan
Menjelaskan tujuan o Memberi respon
Apersepsi

2 Penyampaian o Mendengarkan 10 menit


materi Menyampaikan dan
materi: memperhatikan

 Pengertian
kesehatan jiwa
 Menyebutkan
ciri ciri
gangguan jiwa
 Tanda dan
gejala gangguan
jiwa
 Faktor yang
Penutup dan
mempengaruhi
3 salam o Menjawab 15 menit
gangguan jiwa
o Mendengarkan
 Fungsi dan tugas
o Menjawab salam
keluarga
 Cara mengatasi
pasien dengan
gangguan jiwa

 Tanya jawab
 Menyimpulkan
hasil materi
 Menyampaikan
salam

F. Evaluasi
1. Kegiatan : Jadwal, alat bantu atau media, pengorganisasian, proses
penyuluhan
2. Hasil penyuluhan : memberi pertanyaan pada pasien yang
mengikuti penyuluhan di Rw:
a. Apa pengertian sehat jiwa dan gangguan kesehatan jiwa
b. Menyebutkan faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa
c. Apa tanda dan gejala gangguan kesehatan jiwa
d. Tugas dan peran keluarga dalam menangani gangguan jiwa
MENGENAL FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI GANGGUAN
KESEHATAN JIWA DI MASYARAKAT

A. Latar Belakang
Permasalahan yang terjadi di kalangan masyarakat baik berupa
permasalahan kesehatan secara fisik maupun secara psikologis merupakan
permasalahan yang patut menjadi fokus perhatian baik bagi tenaga kesehatan
atau pun pemerintah. Salah satu permasalahan yang kini menjadi era atau tren
di masyarakat selain permasalahan secara fisik yakni permasalahan
psikologis atau disebut dengan mental disorder menjadi momok yang
menakutkan, permasalahan mental disorder sudah menjadi ancaman bagi
masyarakat.
Berdasarkan hasil study pendahuluan data Dinas Kesehatan Kabupaten
Garut tahun 2014 jumlah angka kejadian ganguan jiwa diperkirakan untuk
klien data rawat jalan dan pengobatan 1.6382 jiwa, untuk klien yang rujukan
dan konsultasi 958 jiwa, untuk klien khusus penyuluhan kesehatan warga
1.323 dan klien yang melakukan kunjungan 3.721 jiwa.

B. Pengertian kesehatan jiwa


Kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi yang memungkin
perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang
dan perkembangan itu berjalan selaras dengan orang lain. Sedangkan
gangguan kesehatan jiwa merupakan perubahan perilaku yang terjadi tanpa
alasan yang masuk akal, berlebihan, berlangsung lama dan menyebabkan
hendaya terhadap individu tsb atau orang lain.

C. Pengertian masalah psikososial


Masalah psikososial merupakan masalah psikis atau kejiwaan yang timbul
sebagai akibat terjadinya perubahan sosial.
D. Ciri-ciri orang sehat jiwa
1. Bebas dan otonomi
2. Tahan terhadap stress
3. Mampu beradaptasi dengan orang lain secara harmonis
4. Hidup produktif

E. Penyebab gangguan jiwa


Stres psikososial dan stres perkembangan yang terjadi secara terus
menerus dengan koping yang tidak efektif akan mendukung timbulnya gejala
psikotik dengan manifestasi kemiskinan, kebodohan, pengangguran, isolasi
sosial, dan perasaan kehilangan. (Yosep, 2011)
Stresor psikososial adalah setiap keadaan atau peristiwa yang
menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang sehingga orang itu
terpaksa mengadakan adaptasi atau penyesuaian diri untuk menanggulanginya.
Namun, tidak semua orang mampu melakukan adaptasi dan mengatasi stresor
tersebut, sehingga timbulah keluhan-keluhan antara lain berupa stres, cemas,
dan depresi.
Gangguan jiwa disebabkan oleh berbagai faktor berikut :
1. Suasana rumah yang tidak harmonis, seperti : tidak PD, sering
bertengkar, salah pengertian, kurang bahagia
2. Pengalaman masa kanak-kanak yang bersifat traumatik
3. Faktor keturunan
4. Perubahan/kerusakan dalam otak, seperti : infeksi, luka, perdarahan,
tumor, gangguan peredaran darah, keracunan, pemakaian alkohol
jangka panjang, kekurangan vitamin, epilapsi dan keracunan.
Faktor lain :
Individu yang tidak mendapat kesempatan dan fasilitas anggota
masyarakat yang dihargai, kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan,
ketidakamanan, persaingan yang berat dan diskriminasi sosial.
F. Ciri-ciri gangguan jiwa
1. Perubahan yang berulang dalam pikiran,
2. Mengalami penurunan daya ingat
3. Perubahan perilaku yang aneh, dll
4. Memiliki labilitas emosional
5. Menarik diri dari interaksi sosial
6. Mengabaikan penampilan dan kebersihan diri
7. Memiliki keengganan melakukan segala hal.
8. Mengalami kesulitan mengorientasikan waktu, orang dan tempat.

G. Fungsi dan tugas keluarga


1. Fungsi Keluarga
Gambaran umum tentang fungsi keluarga dalam kesehatan jiwa adalah :
a) Pendewasaan kepribadian dari para anggota keluarga
b) Pelindung dan pemberi keamanan bagi anggota keluarga
c) Fungsi sosialisasi, yaitu kemampuan untuk mengadakan hubungan
antar anggota keluarga dengan keluarga lain atau masyarakat
2. Tugas keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan :
a) Mengenal adanya penyimpangan awal sedini mungkin
b) Mengambil keputusan dalam mencari pertolongan atau bantuan
kesehatan untuk anggota keluarga
c) Memberi perawatan bagi anggota keluarga yang sakit, cacat, atau
memerlukan bantuan dan menanggulangi keadaan darurat
d) Menciptakan lingkungan keluarga yang sehat
e) Memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat

H. Fungsi keluarga dalam upaya mencegah gangguan jiwa


1. Menciptakan lingkungan yang sehat jiwa bagi anggota keluarga
2. Saling mencintai, menghargai dan mempertcayai antar anggota keluarga
3. Saling membantu dan memberi antar anggota keluarga
4. Saling terbuka dan tidak ada dikriminasi
5. Memberi pujian dan punishment sesuai dengan perilaku
6. Menghadapi ketegangan dengan tenang dan menyelesaikan masalah secara
tuntas
7. Menunjukan empati antar anggota keluarga
8. Membina hunbungan dengan masyarakat
9. Menyediakan waktu untuk kebersamaan, seperti : rekreasi bersama antar
anggota

I. Upaya perawatan klien dengan gangguan jiwa dalam keluarga


1. Mengenal adanya gangguan kesehatan sedini mungkin
2. Mengambil keputusan dalam mencari pertolongan atau bantuan kesehatan
3. Memberikan perawatan kpd anggota keluarga yang sakit, cacat maupun
yang tidak sakit tapi memerlukan bantuan
4. Menaggulangi keadaan darurat kesehatan
5. Menciptakan lingkungan keluarga yang sehat
6. Memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat

J. Upaya perawatan klien dengan gangguan jiwa di RS


1. keluarga sejak awal perlu dilibatkan dalam penatalaksanaan dan asuhan
keperawatan klien dengan gangguan jiwa
2. Metode yang digunakan untuk memberikan pendidikan kesehatan jiwa
kepada keluarga adalah : Ceramah dan tanya jawab, Diskusi kelompok,
Bermain peran.

K. Upaya Perawatan Pasien gangguan jiwa di masyarakat


1. Pasien jangan di pasung, karena memasung penderita sama artinya dengan
merampas hak hidupnya
2. Jika terlihat gangguan atau terdapat gangguan segera bawa ke puskesmas
terdekat
3. Jangan dijauhi atau dikucilkan
4. Bekali dengan berbagai keterampilan untuk meningkatkan produktifitas
5. Membawa penderita untuk kontrol rutin ke pelayanan kesehatan
DAFTAR PUSTAKA

Keliat Budi, Ana. Peran Serta Keluarga Dalam Perawatan Klien Gangguan Jiwa.
EGC. 1995
Keliat Budi, Ana dkk. Proses Keperawatan Jiwa. EGC. 1987Stuart and Sunden.
Pocket guide to psychiatric nursing. EGC.1998
http://yoseph-dmc21.blogspot.co.id/2012/06/sap-mengenal-kesehatan-jiwa-di.html
28/06/2016 21.30 WIB