Anda di halaman 1dari 7

Pengertian Reboisasi (go green)

Adalah penanaman kembali hutan yang telah di tebang (tandus, gundul). Reboisasi berguna untuk
meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun
kembali habitat dan ekosistem alam, mencegah pemanasan global dengan menangkap karbo dioksida dari
udara, serta dimanfaatkan hasilnya (terutama kayu).

Sebab-Sebab Kenapa Harus Melakukan Reboisasi

1. Melestarikan sumber daya alam

Unsur tata lingkungan biofisik yang nyata dan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan manusia demi
mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maka tindakan eksploitasi harus harus disertai dengan
norma-norma pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam.

2. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan hidup harus menjadi perhatian yang serius di erra saat ini, meningkatnya kegiatan
industri seperti pertambangan telah banyak mengganggu ekosistem hidup. Maka dari itu kita harus
melakukan reboisasi (go green).

3. Untuk meningkatkan Sumber Daya Alam dan Melestarikan

4. Untuk melestarikan hutan dan mencegah adanya banjir

Cara-Cara Melakukan Reboisasi

Pengolahan sumber daya alam mencakup beberapa upaya yang dilakukan secara terpadu dan bertahap.
Upaya ini disebut sebagai upaya terpadu karena dalam pengelolahan terhadap beberapa kegiatan yang
dilakukan bersama-sama yaitu melakukan reboisasi. Berikut cara-cara melakukan reboisasi :

1. Pemanfaatan lingkungan

2. Pengendalian lingkungan

3. Pengawasan lingkungan
4. Kegiatan pemuluhan

5. Dan kegiatan pengembangan lingkungan

Setelah semua itu dilakukan, baru kita melakukan reboisasi atau yang biasa kita sebut dengan penanaman
pohon (GO GREEN).

Manfaat Reboisasi

1. Mencegah keseimbangan alam

2. Mencegah terjadinya banjir

3. Mencegah global warming

Perkembangan Reboisasi di Lingkungan Sekitar

Sejauh ini yang kita lihat disekitar kita, sudah banyak yang melakukan penanaman pohon, seperti di
sekolah-sekolah atau pun di tempat lain. Usaha melestarikan lingkungan dari pengaruh dampak
pembangunan adalah salah satu usaha yang perlu dijalankan. Pengolahan lingkungan yang baik dapat
mencegah kerusakan lingkungan akibat suatu pembangunan proyek. Pengolahan yang baik menjaga
ekosistem dengan mencegah berlangsungnya pembangunan, sebab pembangunan itu perlu untuk
meningkatkan kualitas hidup manusia. Jadi, yang penting disini adalah membangun dengan berdasarkan
wawasan lingkungan bukan membangun yang berdasarkan wawasan ekonomi semata saja. Sesuai dengan
dampak yang di duga akan terjadi, maka di tetapkan cara pengelolahan yang akan dilakukan agar tepat
guna. Teknologi yang akan digunakan, ditentukan berdasarkan prinsif efektif, efisien dan biaya murahan
agar dapat ditanggung dari hasil proyek tanpa harus menderita kerugian. Tujuan dari pengelolahan
lingkungan disini terutama mencegah kemunduran populasi sumber daya alam yang dikelola dan sumber
daya alam lainnya yang ada disekitarnya dan mencegah pencemaran limbah /polutan yang
membahayakan. Maka dari itu mulai sekarang mari kita jaga lingkungan hidup ini dengan cara tingkatkan
penanaman pohon (GO GREEN).

PENGERTIAN REBOISASI DAN PENGHIJAUAN


Pengertian dan definisi reboisasi dan penghijauan ditinjau dari aspek rehabilitasi atau pemulihan lahan kritis,
sebenarnya istilah dan arti kata ini hampir sama. Perbedaan arti kedua istilah tersebut pada "sasaran
lokasi" dan "kesesuaian jenis tanaman" yang ditanam pada masing-masing lokasi kegiatan.

Reboisasi merupakan kegiatan penghutanan kembali kawasan hutan bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong
yang terdapat di dalam kawasan hutan (Manan 1978). Reboisasi meliputi kegiatan permudaan
pohon, penanaman jenis pohon lainnya di area hutan negara dan area lain sesuai rencana tata guna lahan yang
diperuntukkan sebagai hutan. Dengan demikian, membangun hutan baru pada area bekas tebang habis, bekas tebang
pilih, atau pada lahan kosong lain yang terdapat di dalam kawasan hutan termasuk reboisasi (Kadri dkk, 1992).

Penghijauan merupakan kegiatan penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan, terutama pada tanah milik
rakyat dengan tanaman keras, misalnya jenis-jenis pohon hutan, pohon buah, tanaman perkebunan, tanaman penguat
teras, tanaman pupuk hijau, dan rumput pekan ternak. Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat dipulihkan,
dipertahankan, dan ditingkatkan kembali kesuburannya. (Manan 1976; Supriyanto,1984). Menurut (Kadri dkk,
1992) upaya yang termasuk dalam rangkaian kegiatan penghijauan, yang sudah disebutkan berupa pembuatan
bangunan pencegah erosi tanah, misalnya pembuatan sengkedan (teras) dan bendungan (check dam) yang dilakukan
pada area di luar kawasan hutan.

A. Rencana Teknis Tahunan Reboisasi


Pembuatan tanaman reboisasi GN RHL/Gerhan secara umum mengacu pada Rencana Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang
secara teknis menggunakan DAS sebagai unit perencanaan.
Secara hierarkhis pembuatan tanaman reboisasi didasarkan kepada Rencana RHL tingkat National jangka panjang (>15 tahun),
yaitu Rencana Umum RHL Jangka Panjang pada DAS Prioritas, Rencana RHL 5 (Lima) Tahun dan Rencana Tahunan RHL.
Penerapan lokasi areal reboisasi mengacu kepada Rencana RHL 5 Tahun yang dijabarkan dalam Rencana Teknik Tahunan (RTL
RLKT Sub DAS dan Masterplan RHL Kabupaten/Kota) yang kemudian dituangkan dalam Rencana GN RHL/Gerhan 5 Tahunan.
Selanjutnya disusun RTT Reboisasi dengan dilakukan pengecekan lapangan (Ground survey) dan masukan berbagai pihak terkait
sehingga menjadi rencana definitif lokasi/areal pembuatan tanaman.
Dari setiap lokasi yang ditetapkan pada RTT Reboisasi ini disusun Rancangan Teknis )rencana tapak/bestek) Pembuatan
Tanaman Reboisasi sebagai acuan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
B. Penyusunan Rancangan
Rancangan pembuatan tanaman reboisasi GN RHL/Gerhan disusun menurut hamparan pada rencana lokasi (tapak/site) yang
ditetapkan menurut blok, petak dan anak petak dalam kawasan.
Rancangan Penanaman Reboisasi minimal memuat:
1. Lokasi rencana penanaman reboisasi,
2. Luas areal rencana penanaman (He),
3. Rencana kegiatan dan biaya,
4. Peta lokasi/situasi,
5. Peta rancangan

Reboisasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa

Reboisasi (bahasa Inggris: reforestation) adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul).
Reboisasi berguna untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara,
membangun kembali habitat dan ekosistem alam, mencegah pemanasan global dengan menangkap karbon dioksida dari
udara, serta dimanfaatkan hasilnya (terutama kayu). Salah contoh upaya reboisasi yang menarik adalah prakarsa
pemerintah Kabupaten Garut yang dimulai pada tahun 2009: meminta setiap pengantin baru untuk menanam 10 pohon dan
50 pohon bagi pasangan yang bercerai [1].

Pentingnya reboisasi dalam kehidupan

Dalam garis besar Reboisasi bermakna penghijauan kembali hutan ataupun lahan kosong yang gundul. Kita pikir
pada zaman seperti ini tumbuhan akan semakin lestari tapi tarnyata tidak, orang-orang sekarang bahkan sama sekali
tidak peduli dengan lingkungan dan kelestarian alam.
Coba saja kita lihat di sekeliling kita, banyak sekali orang-orang yang tidak mempedulikan lingkungan sekitarnya,
banyak contohnya yang dapat kita lihat sekarang ini. Tidak ada lagi orang-orang yang membiarkan hutan lestari, tapi
mereka malah melakukan penebangan-penebangan liar secara berlebihan, tidak hanya mengakibatkan berkurangnya
daerah resapan air, abrasi, dan bencana alam seperti erosi dan banjir tetapi juga mengakibatkan hilangnya pusat
sirkulasi dan pembentukan gas karbondioksida dan oksigen yang di perlukan manusia untuk kelangsungan
hidupnya. Dan kemudian malah hasil hutanya di ekspor ke negara-negara lain. Apakah itu sebuah contoh yang baik
untuk di tiru??
Seharusnya sebagai warga negara Indonesia kita merasa malu, karena Indonesia merupakan negara kawasan hutan
terlebat di dunia. Miskinnya kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan bagi orang-orang tersebut harus di
tingkatkan secara khusus di zaman yang sedang gencarnya membicarakan tentang global warming, karena
pendidikan lingkungan yang biasanya dilakukan sudah tidak mampu lagi untuk menyadarkan manusia-manusia
serakah tersebut yang cenderung mengorbankan kepentingan orang banyak demi kepentingan pribadi dan
keluarganya.Tapi, sekarang kenyataan yang dapat kita lihat berbeda drastis dengan apa yang di katakan sebelumnya.
Pada saat ini, sering kita lihat di televisi atau mungkin di sekitar kita fenomena banjir di mana-mana. Banjir yang
terjadi ini bukanlah karena faktor alam semata, tetapi karena ulah dan perilaku manusia sendiri. Kerusakan
lingkungan alam dan atau kurangnya lingkungan hijau dapat menjadi salah satu sebab terjadinya banjir. Tindakan
reboisasi atau penghijauan juga dapat menjadi cara untuk mencegah banjir. Sebagian orang menyangka bahwa
program penghijauan bukanlah suatu amalan yang mendapatkan pahala di sisi Allah, sehingga di antara mereka
yang bermalas-malasan mendukung program tersebut. Demi menepis persangkaan yang salah ini, kali ini saya akan
mengulas pentingnya penghijauan menurut tuntunan Nabi Saw. Beserta dalilnya.
Rasulullah Saw. Bersabda: “ Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya kecuali
tiga perkara yaitu: sedekah jariyah ( yang mengalir pahalanya), ilmu yang di manfaatkan, dan anak shaleh yang
mendo’akan kebaikan baginya.”
Penghijauan atau reboisasi merupakan amalan shaleh yang mengandung banyak manfaat bagi manusia di dunia dan
untuk membantu kebaikan akhirat manusia. Tanaman dan pohon yang di tanam oleh seorang muslim memiliki
banyak manfaat,sepeti pohon itu bisa menjadi perlindungan bagi manusia dan hewan yang lewat, buah dan daunnya
terkadang bisa dimakan, batangnya bisa dibuat menjadi berbagai macam peralatan, akarnya bisa mencegah
terjadinya erosi dan banjir, daunnya bisa menyejukkan pandangan bagi orang yang melihatnya, dan pohon juga bisa
menjadi pelindung dari tiupan angin , membantu kesehatan lingkungan dalam mengurangi polusi udara, dan masih
banyak lagi manfaat tanaman dan pohon yang tidak sempat kita sebutkan di kembaran sempit ini.
Sebenarnya Reboisasi adalah rasa kepedulian kita terhadap alam, alam Indonesia yang seluas dan sebesar ini apabila
tidak di rawat, di jaga, dan di manfaatkan sebaik-baiknya maka suatu saat akan mengalami kerusakan dan banyak
permasalahan terhadap alam ini. Sebagai generasi muda ataupun generasi penerus bangsa, kita harus dan wajib
menjaga dan melestarikan alam ya g menjadi kehidupan dan nafas kita ini.
Bagaimana cara kita membenahi dan memperbaiki alam kita yang rusak ini? Salah satunya adalah dengan cara
Reboisasi atau penanaman kembali. Yang bertujuan untuk memulihkan dan meningkatkan kembali produktifitas
kawasan hutan yang kondisinya rusak, gundul dan kritis serta tidak produktif, yaitu dengan cara menanam pohon-
pohon agar dapat berfungsi secara optimal sebagai salah satu unsur yang menyimpan banyak air serta sebagai
perlindungan terhadap alam lingkungan yang ada di Negara kita.
Ayoo.. generasi bangsa tingkatkan rasa kepedulianmu terhadap tanah air kita ini. Dengan menciptakan Reboisasi
yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun
kembali habitat dan ekosistem alam, mencegah pamanasan global dengan menyerap karbondioksida dari udara, serta
dimanfaatkan hasil hutannya untuk kepentingan yang sebaik-baiknya.
Banyak manfaat dari Reboisasi yang dapat kita ambil, yaitu di antaranya dengan reboisasi kita dapat mengurangi
Global Warming, mencegah terjadinya Tanah longsor, mencegah terjadinya Banjir, menjaga keseimbangan alam,
mencegah terjadinya kerusakan hutan, dan yang paling penting adalah untuk memulihkan kembali fungsi lahan atau
hutan yang rusak.
Ingat generasi muda tidak ada satupun hal yang tidak dapat kita lakukan tanpa kita mau berusaha untuk
melakukannya, jaga dan rawatlah bumi pertiwi kita sebaik-baiknya. Jangan sampai ada pemberontak,perusuh,
bahkan orang-orang asing yang datang untuk merusak dan menguasai alam Indonesia kita ini. Tetap semangat dan
bersatulah untuk membentuk Indonesia yang Asri dan lestari.

Lingkungan di sekitar kita termasuk hutan, tanah, air serta udara perlu dijaga demi keberlanjutan sumberdaya alam yang tetap

lestari menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan manusia. Pengertian Lingkungan yang dimaksudkan

adalah komponen-komponen lingkungan yang di dalamnya terdapatlingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Kerusakan

lingkungan memberi dampak kepada ekosistem darat maupun laut serta mahluk hidup di dalamnya.

Lingkungan yang rusak tidak menyediakan lagi kondisi habitat yang sesuai bagi kehidupan mahluk hidup. Mahluk hidup

seperti hewan akan berpindah mencari suatu tempat yang ideal agar kebutuhan hidupnya seperti makanan, minum dan ruang

hidup dapat terpenuhi.

Gambar. Kerusakan Lingkungan akibat Ulah Manusia


Penyebab utama kerusakan lingkungan pertama adalah akibat ulah manusia dan yang kedua akibat alam, dalam hal ini bencana

alam. Tetapi penyebab akibat ulah manusia sangat tinggi dan besar pengaruhnya dibandingkan kejadian oleh alam yang tidak

setiap hari terjadi.

Negara-negara maju menaruh perhatian terhadap kerusakan lingkungan yang berdampak pada perubahan iklim global.

Perubahan iklim global menyebabkan meningkatnya suhu bumi akibat akumulasi emisi gas di atmosfir atau yang sering dikenal

dengan Global Warming. Sebagai negara berkembang Indonesia menghadapi masalah kerusakan lingkungan yang memberi

dampak negatif bagi kesejahteraan manusia. Kerusakan lingkungan akibat ulah manusia membawa bencana, penyakit, serta

kerugian harta dan jiwa.

Di seluruh dunia, hutan-hutan alami sedang dalam krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup didalamnya terancam punah. Dan
banyak manusia dan kebudayaan yang menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Tapi tidak semuanya
merupakan kabar buruk. Masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan menyelamatkan mereka yang hidup dari
hutan.Hutan purba dunia sangat beragam. Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal-jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara,
hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Bersama, mereka menjaga sistem lingkungan yang penting bagi
kehidupan di bumi. Mereka mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Mereka
membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar yang jika tidak tersimpan akan berkontribusi
pada perubahan iklim.

Hutan-hutan purba ini adalah rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan-baik secara fisik
maupun spiritual.

Hutan-hutan ini juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang di dunia. Yang berarti ratusan ribu
tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan jutaan serangga-masa depan mereka juga tergantung pada hutan-hutan purba.

Hutan-hutan purba yang menakjubkan ini berada dalam ancaman. Di Brazil saja, lebih dari 87 kebudayaan manusia telah hilang;
pada 10 hingga 20 tahun kedepan dunia nampaknya akan kehilangan ribuan spesies tanaman dan binatang. Tapi ada kesempatan
terakhir untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan orang-orang serta spesies yang tergantung padanya.

Pengertian dan definisi dari kerusakan hutan adalah berkurangnya luasan areal hutan karena kerusakan ekosistem hutan yang

sering disebut degradasi hutanditambah juga penggundulan dan alih fungsi lahan hutan atau istilahnya deforestasi. Studi CIFOR

(International Forestry Research) menelaah tentang penyebab perubahan tutupan hutan yang terdiri dari perladangan berpindah,

perambahan hutan, transmigrasi, pertambangan, perkebunan, hutan tanaman, pembalakan dan industri perkayuan. Selain itu

kegiatan illegal logging yang dilakukan oleh kelompok profesional atau penyelundup yang didukung secara illegal oleh oknum-

oknum. Pembukaan areal hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit ditunding sebagai salah satu penyebab kerusakan hutan.

Hutan yang didalamnya terdapat beranekaragam jenis pohon dirubah menjadi tanaman monokultur, menyebabkan

hilangnya biodiversitas dan keseimbangan ekologis di areal tersebut. Beberapa jenis satwa yang menjadikan hutan tersebut

sebagai habitatnya akan berpindah mencari tempat hidup yang lebih sesuai. Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit

pada areal hutan tropis merupakan salah satu pemicu terjadinya kebakaran hutandan berdampak negatif terhadap emisi gas rumah

kaca.