Anda di halaman 1dari 12

REBOISASI SI PERI HUTAN

(Makalah)

Disusun oleh:

Kelompok 6
Dewi Mawarni (1213023016)
Dira Ayu Annisa (1213023020)
Neng Resqi Sri Utami (1213023044)
Niken Yuni Astiti (1213023046)
Nova Dwipantara (1213023048)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...................................................................................................3


1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................3
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Fungsi dan Pengaruh Hutan Bagi Kehidupan....................................................5

2.2 Penanggulangan Kerusakan Hutan....................................................................7

2.3 Cara-Cara Melakukan Reboisasi........................................................................8

2.4 Manfaat Reboisasi..............................................................................................9

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan......................................................................................................10

3.2 Saran.................................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hutan adalah sumber penting dalam kehidupan di muka bumi. Manusia


banyak menggantungkan hidupnya pada hutan, mulai dari oksigen untuk
bernafas, air untuk diminum, dan masih banyak lagi.

Namun, seiring dengan pertambahan penduduk, industrialisasi, dan


urbanisasi banyak manusia yang tidak bertanggung jawab melakukan
penebangan pohon tanpa memperhatikan keseimbangan alam sehingga
terjadinya gangguan-gangguan yang menyebabkan bencana yang
akhirnya menyusahkan manusia itu sendiri.

Oleh sebab itu, melihat kondisi yang ada pada saat ini, makalah ini kami
buat dengan tujuan untuk memahami lebih lanjut tentang kerusakan
hutan dan penanggulangannya melalui reboisasi.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Apa pengaruh hutan bagi kehidupan ?


2. Bagaimana jika hutan mulai mengalami kerusakan ?
3. Apakah reboisasi merupakan cara terbaik untuk menanggulangi
kerusakan hutan ?
4. Bagaimana cara melakukan reboisasi ?
5. Apakah manfaat dilakukannya reboisasi ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan ditulisnya makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Mengetahui pengaruh hutan bagi kehidupan
2. Mengetahui cara-cara penanggulangan kerusakan hutan
3. Mengetahui cara-cara reboisasi
4. Mengetahui manfaat reboisasi.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 FUNGSI DAN PENGARUH HUTAN BAGI KEHIDUPAN

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh


pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan semacam ini
terdapat di wilayah-wilayah yang luas di dunia dan berfungsi sebagai
penampung karbon dioksida (carbon dioxide sink), habitat hewan, dan
merupakan salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting
(Wikipedia, 2013).

Akibat sifatnya itu, hutan memiliki beberapa fungsi bagi manusia, yaitu
sebagai berikut.

1. Makanan

Setiap makanan yang kita makan, termasuk beras adalah segala


makanan yang berasal dari hutan yang kemudian dikembangkan
sebagai bahan makanan pokok. Tanpa hutan, mungkin makanan
yang ada hanyalah hasil sintetis. Dengan adanya hutan dan segala
sumber makanan yang belum diketahui, semakin beragamlah
makanan itu. Bukan hanya apa yang diketahui sekarang. Hal ini
menunjukkan betapa besar potensi hutan yang ada sekarang.

2. Obat-obatan

Ditemukan semacam tumbuhan berbunga di daratan Afrika yang


menjadi penyelesai atas penyakit leukemia yang sangat ganas.
Ditemukan pula sebangsa pandan (Pandanus sp) yang dapat
digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Dua hal itu adalah
secuil harapan yang bisa kita dapatkan jika kita tetap melestarikan
hutan.

3. Rekreasi dan Mata Pencaharian

Kita tahu, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki hutan
paling eksotis di dunia yaitu hutan tropis. Masyarakat dunia
berbondong-bondong berkunjung ke Indonesia hanya karena ingin
melihat hutan tropis dan segala keajaibannya. Dengan potensi ini,
akan banyak lapangan kerja baru dapat terlahir dan kemiskinan
juga akan berkurang.

4. Ilmu dan Penelitian

Hutan sumber ilmu. Bukan hanya ilmu biologi, geologi, geografi,


dan klimatologi, bahkan fisika juga ada di hutan. Tanah, udara, air,
tumbuhan, dan hewan, pasti akan bermanfaat jika kita pelajari.
Untuk itu, hutan tidak akan diciptakan sia-sia untuk manusia oleh
Tuhan-Nya.

5. Udara dan Air

Udara dan air adalah dua sumber kehidupan kita. Semuanya ada di
hutan, hutan menjaganya dan hutan yang membuatnya. Maka, kita
patut berterima kasih kepada hutan. Tanpa hutan, tidak ada oksigen
dan tidak ada air (Kehutanan Indonesia, 2010).

Dapat dilihat bahwa hutan memiliki berbagai fungsi yang berguna


sehingga hutan kadang disalahgunakan oleh oknum-oknum tak
bertanggung jawab yang hanya ingin mencari keuntungan semata
dan pribadi. Akibatnya, banyak terjadi ketidakseimbangan di alam
dan munculnya berbagai bencana di kehidupan itu sendiri seperti
berikut.
1. Banjir

Kerusakan hutan dan penyusutan luas hutan mengakibatkan


berkurangnya peresapan air ke dalam tanah dan naiknya
volume air larian, yaitu air hujan yang mengalir di atas
permukaan tanah sehingga menaikkan resiko terjadinya banjir.

2. Pemanasan Global
Penyusutan luas hutan berarti menyusutnya rosot karbon
sehingga karbon yang semula tersimpan dalam biomassa hutan
cepat atau lambat kedalam atmosfer dan menaikkan kadar 𝐶𝑂2
dalam atmosfer AWQ.
3. Rusaknya Lapisan Ozon
Lapisan ozon merupakan lapisan yang melindungi bumi kita
dari radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya. Jika hutan rusak
parah, zat-zat kimia di bumi akan meningkat dan menimbulkan
rusaknya lapisan ozon. Kerusakan ini akan menciptakan
lubang-lubang pada lapisan ozon yang semakin lama semakin
membesar. Melalui lubang-lubang tersebut, sinar UV akan
menembus sampai ke bumi sehingga dapat menyebabkan
kanker kulit dan kerusakan pada tanaman-tanaman dibumi
(Prawirohatmojo, 1990:17).

2.2 PENANGGULANGAN KERUSAKAN HUTAN

Berdasarkan kondisi yang cukup menyedihkan saat ini, diperlukan suatu


langkah pasti untuk mengurangi kerusakan yang sudah terjadi akibat ulah
manusia. Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan reboisasi.

Reboisasi merupakan kegiatan penghutanan kembali kawasan hutan


bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong yang terdapat di dalam
kawasan hutan (Manan, 1978). Reboisasi meliputi kegiatan pemudaan
pohon, penanaman jenis pohon lainnya di area hutan negara dan area lain
sesuai rencana tata guna lahan yang diperuntukan sebagai hutan. Dengan
demikian, membangun hutan baru pada area bekas tebang habis, bekas
tebang pilih, atau pada lahan kosong lain yang terdapat di dalam kawasan
hutan termasuk reboisasi (Phuszy, 2012).

Reboisasi ini dipilih sebagai langkah ampuh karena merupakan cara


untuk mengembalikan populasi pohon yang telah ditebang dengan
penghijauan kembali, sehingga keseimbangan alam yang tadinya
terganggu dapat menjadi sedikit membaik walaupun dalam konteksnya
sangat sulit untuk mengembalikan keseimbangan alam seperti semula
karena pohon-pohon yang ditanam tersebut butuh waktu bertahun-tahun
untuk tumbuh menjadi besar dan mampu menjadi daerah resapan air.

2.3 CARA-CARA MELAKUKAN REBOISASI

Adapun cara-cara melakukan reboisasi adalah sebagai berikut.


a. Pemanfaatan lingkungan
Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan dedauanan
yang sudah kering untuk dijadikan pupuk kompos.
b. Pengendalian lingkungan
Menghindari membakar sampah, membuang puntung rokok,
membuat api unggun, membakar semak, membuang obor, dan lain
sebagainya yang dapat menyebabkan kebakaran hutan. Jika
menyalakan api di dekat atau di dalam hutan harus diawasi dan
dipantau agar tidak terjadi hal-hal yang lebih buruk.
c. Pengawasan lingkungan
Dengan menempatkan satuan pengaman hutan yang jujur dan
menggunakan teknologi dan persenjataan lengkap diharapkan mampu
menekan maraknya aksi pengrusakan hutan oleh oknum-oknum yang
tidak bertanggung jawab. Bagi para pelaku kejahatan hutan diberikan
sangsi yang tegas dan dihukum seberat-beratnya.
d. Kegiatan pemulihan
Para perusahaan penebang pohon harus memilih-milih pohon mana
yang sudah cukup umur dan ukuran untuk ditebang. Setelah
menebang satu pohon sebaiknya diikuti dengan penanaman kembali
beberapa bibit pohon untuk menggantikan pohon yang ditebang
tersebut.
e. Kegiatan pengembangan lingkungan
Kegiatan ini dilakukan dengan mengembangkan sarana dan prasarana
yang ditujukan untuk hutan. Misalnya dengan penambahan polisi
hutan untuk berpatroli di hutan.
f. Melakukan Reboisasi (Noor, 2006:99).

2.4 MANFAAT REBOISASI


Reboisasi dilakukan bukan sekedar trend semata dalam mengikuti
program pemerintah. Namun, reboisasi sebenarnya memiliki berbagai
manfaat yang secara tidak langsung menjaga kehidupan.

Adapun manfaat yang dihasilkan dari kegiatan reboisasi ini adalah


sebagai berikut.

1. Berpahala dengan alam


2. Menjaga keseimbangan lingkungan
3. Mencegah terjadinya banjir
4. Melestarikan sumber daya alam
5. Mengurangi pencemaran udara
6. Melindungi bumi untuk diwarisi kepada anak cucu di masa
mendatang
7. Menumbuhkan rasa kecintaan terhadap alam
8. Mengembalikan habitat asli satwa yang telah dirusak sebelumnya
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Secara pasti Indonesia akan merasakan dampak dari perubahan


lingkungan global. Bila tidak dilakukan langkah-langkah pencegahan,
setiap bentuk perubahan lingkungan di Indonesia atau di bagian manapun
di muka bumi ini yang semula hanya berskala lokal mempunyai potensi
untuk berkembang dan menimbulkan masalah regional bahkan global.
Masalah lingkungan yang aktual yang dihadapi oleh umat manusia
dewasa ini adalah pemanasan global, lubang ozon, polusi lautan-air-
tanah-udara, penurunan keanekaragaman hayati, serta penurunan kualitas
tanah dan lahan akibat penyusutan lahan hutan.

Untuk mengembalikan keseimbangan alam, perlu dilakukannya reboisasi


melalui tahap pemanfaatan lingkungan, pengendalian lingkungan,
pengawasan lingkungan, kegiatan pemulihan dan kegiatan
pengembangan dimana usaha ini memberikan manfaat yang berguna bagi
seluruh makhluk hidup dan lingkungannya.

Diperlukan kesadaran dan upaya dari seluruh penduduk bumi untuk


bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, baik
untuk kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang. Dengan
pengetahuan yang dimilikinya, manusia mempunyai kemampuan untuk
memprediksi apa yang akan terjadi di lingkungannya dan dengan
kemampuan itu seyogyanya manusia memiliki pula kekuatan untuk
mencegah hal-hal yang mungkin akan menimbulkan dampak negatif bagi
lingkungan dan kesehatannya.

3.2 Saran

Dengan adanya permasalahan di atas, diharapkan kepada para pembaca


untuk dapat lebih memperhatikan lingkungannya agar tercipta
keseimbangan alam.
DAFTAR PUSTAKA

Kehutanan Indonesia. 2010. Pentingnya Hutan Bagi Kehidupan. Diakses di


http://kehutananindonesia.wordpress.com/2010/10/21/pentingnya-hutan-
bagi- kehidupan/ pada tanggal 16 Maret 2013 pukul 13.35 WIB

Noor, Djauhari. 2006. Geologi Lingkungan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Phuszy. 2012. Pengertian Reboisasi dan Penghijauan. Diakses di


http://phuszy.blogspot.com/2012/03/pengertian-reboisasi-dan-
penghijauan.html pada tanggal 16 Maret 2013 pukul 16.45 WIB.

Prawirohatmojo, Soenardi. 1990. Hidrologi Hutan. Yogyakarta : Gajah Mada


University Press

Wikipedia. 2013. Hutan. Diakses di http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan pada


tanggal 16 Maret 2013 pukul 14.03 WIB