Anda di halaman 1dari 16

PERMASALAHAN LINGKUNGAN di CHINA

(Tugas Makalah Mata Kuliah PKLH)

Disusun oleh :

Dewi Mawarni (1213023016)


Dira Ayu Annisa (1213023020)
Neng Resqi Sri Utami (1213023044)
Niken Yuni Astiti (1213023046)
Nova Dwipantara (1213023048)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bumi kini semakin tua dan renta, selama jutaan tahun bahkan lebih bumi telah
menopang semua bentuk kehidupan. Pada usianya yang semakin tua, bumi pun
semakin menderita menanggung beban pencemaran, polusi, kerusakan dan
perubahan (degradasi). Para ahli mengatakan bahwa dari waktu ke waktu kualitas
lingkungan terus menurun. Kondisi ini terjadi di seluruh permukaan bumi, bumi
kini dari hari ke hari semakin rusak dan berbahaya bagi bumi itu sendiri serta
manusia yang tinggal didalamnya.

Kerusakan lingkungan hidup diakibatkan populasi manusia dan perkembangan


zaman pada awal abad 21, dalam hal ini populasi manusia mempengaruhi keadaan
alam. Semakin banyak manusia tinggal di suatu daerah maka kebutuhan hidup
juga bertambah. Dengan bertambahnya manusia yang berperan sebagai
konsumen, para produsen memproduksi produk mereka agar memenuhi
kebutuhan konsumen mereka. Sedangkan semakin banyak produk yang
dikeluarkan oleh industri, maka industri akan mengeluarkan limbah yang dibuang
ke lingkungan. Limbah inilah yang mengakibatkan kerusakan alam khususnya
pada lingkungan hidup.

Sangat miris melihat kondisi lingkungan yang semakin hari semakin


memprihatinkan. Setiap detik pencemaran berlangsung, perusakan hutan melaju,
kepunahan spesies senantiasa terjadi dan iklim pun berubah perlahan tapi pasti.
Sebuah ancaman yang nyata pun sudah diumumkan Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB), yaitu bahaya pemanasan global dan perubahan iklim dunia. Kalangan
ilmuwan mengatakan rata-rata temperature dunia akan meningkat berkisar antara
1,8 dan 4,0 derajat celcius pada abad ini.
Masalah lingkungan kini telah mewarnai kehidupan manusia, masalah ini telah
menjadi isu global yang menjadi perhatian bangsa-bangsa di dunia. Hal ini
dikarenakan, kehidupan makhluk di bumi sesungguhnya saling terkait satu dengan
yang lainnya baik tumbuh-tumbuhan, binatang, maupun manusia, saling berkait
dalam satu keutuhan lingkungan hidup. Artinya apabila terjadi gangguan terhadap
salah satu jenis makhluk, maka terjadilah gangguan terhadap lingkungan hidup
secara keseluruhan.

China merupakan salah satu negara dengan kepadatan penduduknya nomor satu di
dunia. Hal ini mengharuskan China untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup
warganya dengan cara memproduksi bahan-bahan makanan maupun barang-
barang yang dibutuhkan. China pun merupakan salah satu negara eksportir
terbesar di dunia, ini dapat terlihat dari barang-barang yang kita gunakan rata-rata
bertuliskan made in China. Hal tersebut merupakan salah satu penyebab
lingkungan di negara China semakin hari semakin memburuk akibat meruahnya
limbah-limbah industri. Namun masih ada penyebab lain kerusakan lingkungan di
China. Maka dari itu kami membahas makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang kami angkat dalam pembuatan makalah ini yaitu
jenis-jenis permasalahan lingkungan yang ada di negara China beserta penyebab
terjadinya dan dampak yang ditimbulkan dari permasalahan lingkungan tersebut.

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis
permasalahan lingkungan yang ada di negara China beserta penyebab terjadinya
dan dampak yang ditimbulkan dari permasalahan lingkungan tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN

 Jenis Permasalahan Lingkungan yang Ada di China beserta Penyebab


dan Dampak yang Ditimbulkannya

1. Pencemaran udara

China termasuk dalam salah satu negara dengan jumlah penduduk tertinggi di
dunia. Dengan semakin meningkatnya angka pertambahan penduduk, maka
semakin banyak pula masalah khususnya kesehatan yang harus dialami warga
China. Salah satu masalah yang paling sering dialami China adalah masalah
polusi udara. Menurut skala kualitas udara, “Setiap peringkat polusi di atas 300 itu
berarti udara tidak aman untuk bernapas”. Dalam kondisi tersebut, orang harus
tinggal di dalam ruangan dengan menghidupkan pemurni udara dan sebisa
mungkin mengurangi pergerakan,” demikian pedoman Kedutaan Amerika Serikat
di Beijing.

Menurut Washington Post, pada bulan Januari saja ada 19 hari ketika indeks di
Beijing melampaui ambang batas 300, dan angka di atas 500 kini sudah menjadi
hal biasa. Pada 12 Januari, angka tersebut mencapai rekor 886, hal itu sama
dengan hidup di dalam ruangan merokok. Disamping itu, industri manufaktur dan
5 juta lebih mobil di Beijing turut berkontribusi terhadap pencemaran udara yang
melumpuhkan kota itu, namun banyak ahli menyalahkan pembangkit listrik
tenaga batu bara yang menjadi kekuatan pertumbuhan perekonomian China.

Menurut New York Times, China saat ini membakar 47 persen dari batu bara
dunia, kira-kira setara dengan jumlah gabungan yang digunakan oleh semua
negara-negara lain di dunia Selain itu juga, Beijing dikelilingi oleh jaringan luas
dari pembangkit listrik tenaga batu bara.
Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa asap kendaran dan dua perusahan
minyak besar milik pemerintah China termasuk juga penyebab terjadinya hal ini.
Tingkat polusi udara di China semakin memprihatinkan. Kabut asap telah
menyelimuti 850 ribu kilometer persegi wilayah daratan China.Kota Jinan dan
Xi'an merupakan kota terparah terdampak polusi udara di China, selain sejumlah
kota lainnya seperti Beijing, Shijia-zhuang, Tianjin, Zhenzhou, dan Chendu.

Udara kotor di China sangat berbahaya bagi kesehatan manusia jika


menghirupnya. Jumlah pasien dengan gangguan pernapasan dilaporkan meningkat
tajam dalam sepekan terakhir. Konsentrasi udara kotor mencapai titik 250
mikrograms per meter kubik-nya. Ini merupakan titik berbahaya dimana
seharusnya konsentrasi udara kotor hanya berada di angka 25. Menyikapi kondisi
darurat ini, otoritas China menghimbau kepada warganya untuk mengurangi
aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker pada saat bepergian.
Pemerintah setempat juga belum dapat memastikan sampai kapan kondisi polusi
udara terburuk ini melanda China.(DNI).

Parahnya polusi udara di China sudah sampai pada tahap yang memprihatinkan
selama beberapa tahun terakhir. Diperkirakan, tingkat polusi udara di luar
ruangannya 25 kali lebih tinggi daripada batas aman di AS. Akibatnya, jutaan
orang meninggal akibat udara kotor tiap tahun.

Efek polusi udara umumnya muncul dalam populasi rapuh. Penderita asma
umumnya lebih rentan terhadap efek polusi udara di samping anak-anak yang
sangat muda dan yang tinggal di daerah tercemar untuk waktu lama. Para peneliti
menghitung bahwa materi partikel polusi merupakan faktor risiko pemicu
kematian nomor 4 terbesar di China. Di seluruh dunia, partikel polusi di China
menempati peringkat ke-7 dalam daftar risiko penyebab kematian. Diperkirakan,
polusi udara di luar ruangan menyebabkan 3,2 juta kematian orang di seluruh
dunia pada tahun 2010. Ancaman kesehatan dari polusi udara di China semakin
memburuk selama 3 tahun hingga tahun 2013 kini, terutama di kota-kota bagian
utara seperti Beijing. Kemarahan masyarakat mendesak pemerintah melakukan
pembacaan polusi per jam untuk 74 kota di China sejak awal tahun ini.

Seiring meningkatnya polusi udara, jumlah kematian prematur selepas tahun 2010
juga cenderung meningkat. Menurut laporan penelitian yang disponsori Bank
Dunia pada tahun 2007, diperkirakan sebanyak 400.000 orang meninggal karena
polusi udara di China tiap tahun atau sepertiga dari jumlah korban tahun 2010.
Pemerintah kota Beijing telah berjanji mengurangi polusi udara sebesar 15 persen
selama 3 tahun. Namun jumlah tersebut masih dianggap kecil jika dibandingkan
dengan meningkatnya penggunaan batubara oleh pabrik-pabrik di provinsi
sekitarnya.

Di India dan China, kematian akibat polusi udara merupakan yang terparah se-
Asia di mana terjadi pertumbuhan besar dalam jumlah penduduk, tingkat
konsumsi, infrastruktur dan energi. Sebaliknya di AS, polusi udara kini kurang
begitu dianggap sebagai ancaman setelah sebuah penelitian memperkirakan
jumlah kematian akibat polusi akan turun menjadi sekitar 36.000 jiwa pada tahun
2016 nanti. Menurut Environmental Protection Agency (EPA) di AS, polusi udara
luar ruangan, terutama dari ozon yang berlebih di udara, dapat memicu berbagai
masalah kesehatan seperti nyeri dada, batuk, iritasi tenggorokan dan hidung
mampet. Polusi juga dapat memperparah bronkitis, emfisema dan asma.
Berikut merupakan gambar-gambar yang menunjukkan tingginya tingkat
polusi udara di China
2. Pencemaran air
Pencemaran air adalah salah satu masalah lingkungan China yang paling parah.
Menurut para pemantau lingkungan, pencemaran itu terjadi di hampir 70 persen
sungai, danau, dan waduk di negara itu. Salah satu penyebab utamanya adalah
polusi dari industri dan walau pemerintah berusaha bertindak, banyak pabrik yang
tidak acuh. Pemerintah di provinsi Hunan menemukan sebuah perusahaan sering
melebihi standar pelepasan timbal, kadmium, dan semua logam berat lain.

Pada Januari, terjadi kecelakaan bocornya kimia benzena, senyawa yang dikenal
sebagai penyebab kanker, ke anak Sungai Huangpu (tempat bangkai babi itu
ditemukan). Menurut Wall Street Journal, lebih dari 20 orang dirawat di rumah
sakit akibat hal itu dan penduduk daerah itu terpaksa mengandalkan mobil
pemadam kebakaran untuk mendapatkan air minum yang aman. Air tanah juga
tidak lebih aman. Sekitar 60 persen dari tanah di bawah kota-kota China
dinyatakan "sangat tercemar" oleh Economist.

Desember lalu, saudara dari pengusaha Jin Zengmin meninggal karena kanker
paru-paru pada usia 35 tahun. Pengusaha dari provinsi Zhejiang menawarkan
hadiah 200.000 yuan (sekitar Rp308,5 juta) kepada pejabat lingkungan setempat
yang mau berenang di sebuah sungai terdekat, tempat Jin pernah berenang saat dia
masih kanak-kanak. Sungai itu terdapat di Kota Rui'an, Provinsi timur Zhejiang,
China. Sungai itu sekarang berwarna hitam dengan limbah dari pabrik sepatu yang
jauh berbeda dengan awal yang berwarna bening.

Pesisir China menderita pencemaran akut dengan jumlah kawasan dengan polusi
terburuk mencapai lebih dari 50 persen. SOA menyatakan kawasan laut seluas
68.000 kilometer persegi menjadi kawasan yang paling tercemar pada 2012.
Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dari 2011 yang baru sekitar 24.000
kilometer persegi. Dengan klasifikasi sangat tercemar ini, berarti sebagian besar
kawasan pesisir China tak bisa digunakan untuk berenang, beternak ikan, dan
menjadi pelabuhan. Selain itu, kawasan pesisir China juga tak cocok digunakan
untuk pengembangan industri tertentu. Fakta ini menambah panjang daftar
masalah lingkungan di China yang juga menjadi akibat sampingan meledaknya
perekonomian negeri itu dalam beberapa tahun terakhir.

"Polusi di kawasan pesisir dan kerusakan ekosistem semakin akut," kata SOA saat
merilis hasil peneliltiannya. SOA juga mencatat jumlah polutan yang dibuang ke
laut dari 72 sungai bertambah menjadi 17 juta ton sepanjang 2012. Namun, SOA
tidak memberikan data pembanding soal buangan limbah ini. Menurut China
Daily dari 17 juta limbah itu terdiri termasuk 46.000 ton logam berat, 93.000 ton
minyak, dan plastik.

Polusi yang diakibatkan limbah dari daratan dan mempengaruhi lingkungan laut
meningkat tajam. Dampak polusi ini paling dirasakan di kawasan padat penduduk
misalnya di delta sungai Yangtze dan Pearl yang juga merupakan sentra industri.
Lebih dari 80 persen pesisir Laut Bohai di China utara dipenuhi industri dan
proyek konstruksi. Kurang dari lima persen yang disisakan untuk lingkungan
hidup.

Pemimpin China pernah berjanji untuk mengambil langkah nyata mengatasi


polusi sebagai respon atas menigkatnya keresahan warga. Protes warga China
terkait masalah lingkungan meningkat hingga 30 persen sejak 1996.

Berikut gambar kondisi sungai yang ada di negara China


3. Penggurunan

China memiliki sejarah pertanian intensif selama ribuan tahun, jadi mungkin tidak
mengejutkan bahwa wilayah seluas 9,6 juta kilometer persegi dari negara itu
terkena penggurunan.

Maraknya penebangan hutan dan perkembangan pertanian menyebabkan


penggurunan, penghancuran lahan yang ditutupi vegetasi, yang menghasilkan
bentang alam terdiri dari tanah dan batu yang gersang. Sekitar 2,6 juta km persegi
dari China saat ini berada di bawah penggurunan, sekitar seperempat dari luas
daratan negara itu, tersebar di 18 provinsi, menurut kantor berita IPS. Hal ini
disebabkan China merupakan importir kayu tropis terbesardi dunia.

4. Keanekaragaman hayati

Terkait erat dengan penggundulan hutan dan penggurunan adalah masalah


hilangnya habitat dan penurunan keanekaragaman hayati karena wilayah hutan
yang luas dibuka untuk lahan pertanian, perkebunan bambu, dan kayu bakar. Hal
itu mengakibatkan hewan langka seperti panda mulai menurun populasinya
sehingga untuk melindungi populasinya, dibuatlah penangkaran untuk panda.
Selain itu, mulai punahnya burung dara di laut China. Populasinya cenderung
menurun diakibatkan semakin berkurangnya habitat alaminya, yaitu lahan basah
di kawasan pesisir. Selain itu, telurnya juga kerap diburu untuk dikonsumsi. Telur
burung itu tersaru dengan jenis burung pantai lain.

5. Pencemaran Sungai

Menurut laporan BBC, selama bertahun-tahun, individu dan kelompok telah


melancarkan kampanye untuk memaksa pemerintah mengatasi atau bahkan
mengakui tingginya tingkat penyakit kanker lambung, hati, ginjal dan usus besar
di daerah tertentu, biasanya berdekatan dengan kompleks industri berat.

Di Shangba, sebuah kota di provinsi Guangdong, sungai yang mengalir melalui


kota berubah dari warna putih menjadi oranye akibat berbagai jenis limbah
industri. Banyak pencemar sungai, seperti kadmium dan seng yang diketahui
menyebabkan kanker. Semua ikan mati, bahkan ayam dan bebek yang minum dari
sungai mati. Jika meletakkan kaki di dalam air, maka orang tersebut akan
mengalami ruam dan gatal-gatal yang mengerikan. Pada Februari tahun ini,
laporan dari kementerian lingkungan China mencatat bahwa bahan kimia dan
logam berat yang dilarang di negara-negara lain, ditemukan di seluruh Cina.
Selain itu, sebuah danau yang akan menjadi tempat penyelenggaraan kompetisi
dayung Olimpiade 2016 tiba-tiba penuh dengan ribuan bangkai ikan yang
mengambang. Penyebabnya, kekurangan oksigen.
6. Pertumbuhan kemakmuran penduduk

Tumbuhnya kemakmuran dari kelas menengah China, mendorong masyarakat


China kini mengadopsi pola konsumen gaya Barat. Kalau dulu barang-barang
seperti daging merah, anggur, dan mobil pernah dianggap kemewahan terlarang,
kini makin banyak keluarga yang mengendarai mobil mereka ke pasar untuk
membeli daging sapi tenderloin, 120 anggur baijiu (anggur putih China) dan
barang-barang konsumen lain.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, China memiliki
berbagai permasalahan lingkungan yang tiap tahunnya makin bertambah banyak.
Berbagai permasalahan tersebut di antaranya pencemaran udara, pencemaran air,
penggurunan, keanekaragaman hayati, desa kanker, dan pertumbuhan
kemakmuran penduduk.

Penyebab dari permasalahan lingkungan tersebut tentunya berasal dari perilaku


manusia itu sendiri. Tingkat pencemaran udara yang ada sudah mencapai ambang
batas 300 bahkan lebih dan hal ini makin diperburuk dengan adanya industri
manufaktur serta penggunaan mobil di Beijing. Pencemaran air pun makin terlihat
parah dengan kenyataan yang memperlihatkan bahwa di kawasan Pesisir China
sudah tidak dapat digunakan lagi untuk berenang, beternak ikan, bahkan
pelabuhan.

Permasalahan yang lain adalah terjadinya penggurunan yaitu penghancuran lahan


yang ditutupi vegetasi. Sebagai negara pengimpor kayu tropis terbesar di dunia,
China telah mengalami penggurunan sebanyak 9,6 juta km yang tidak diimbangi
dengan reboisasi. Hal inilah yang menyebabkan bentang alam hanya terdiri dari
tanah dan batu yang gersang. Keanekaragaman hayati pun mulai terkena
dampaknya. Hal ini ditunjukkan dengan makin berkurangnya populasi panda di
hutan karena banyak kawasan hutan yang dibuka untuk lahan pertanian,
perkebunan bambu, dan kayu bakar. Bahkan ribuan bangkai ikan ditemukan mati
mengambang disebabkan kekurangan oksigen karena air sungai diduga
mengandung logam kadmium dan seng sebagai logam berat pemicu kanker.

Saat ini, banyak masyarakat China yang mulai mengadopsi pola konsumen gaya
barat dengan makin banyaknya keluarga yang mengendarai mobil ke pasar hanya
untuk membeli daging sapi tenderloin, anggur putih, dan barang-barang
konsumen lainnya. Dengan mengetahui berbagai permasalahan tersebut, China
bisa dipandang sebagai negara yang belum mampu memakmurkan rakyatnya yang
berjumlah terbanyak di dunia.

3.2 Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan yaitu bahwa permasalahan lingkungan yang
ada di negara China merupakan tanggung jawab penuh seluruh warga China baik
penduduk maupun segenap pemerintahnya. Permasalahan tersebut tak dapat
hanya menjadi tanggung jawab beberapa pihak saja, tetapi juga seluruh warga
yang berada di negara tersebut. Selain itu permasalahan lingkungan ini
membutuhkan kesadaran bagi pihak-pihak terkait yang melakukan produksi
bahan-bahan kebutuhan sehari-hari untuk dapat menangani limbahnya agar tidak
mencemari sungai-sungai dan perairan sekitar di negara China.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/02/01/7/170217/Tingkat-
Polusi-di-China-Memprihatinkan diakses pada tanggal 30 April 2013 pukul 13.00
WIB

http://www.asiacalling.org/in/berita/china/958-major-factories-cause-chinas-
water-pollution-to-worsen diakses pada tanggal 30 April 2013 pukul 13.20 WIB

http://m.metrotvnews.com/read/news/2013/02/23/133111/Pengusaha-China
Tantang-Pejabat-Berenang-di-Sungai-Kotor diakses pada tanggal 30 April 2013
pukul 13.35 WIB

http://id.berita.yahoo.com/enam-masalah-lingkungan-teratas-di-cina-
125151899.html diakses pada tanggal 30 April 2013 pukul 14.00 WIB