Anda di halaman 1dari 6

Desain Kantor dan Tata Letak

Dalam praktek kedokteran gigi sehari-hari, desain tempat bekerja akan sedikit banyak
menentukan kenyamanan dari suasana bekerja dokter gigi sendiri, maupun kenyamanan pasien
yang berobat ke klinik tersebut. Dimana terdapat banyak sekali desain yang dapat dipikirkan dan
diaplikasikan oleh seorang dokter gigi pada klinik tempatnya bekerja untuk menunjang
kenyamanan serta tindakan perawatan yang akan diberikan oleh dokter gigi tersebut kepada
pasiennya.
Selanjutnya, dalam penentuan berbagai macam desain klinik kedokteran gigi, dokter
gigi juga harus memperhatikan apa yang disebut dengan ergonomis. Ergonomis itu sendiri
merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan benda-benda / elemen yang
berada di sekitarnya untuk kemudian perancangannya dapat memberikan kenyamanan serta
kebermanfaatan bagi manusia itu sendiri, sehingga fungsi dari benda-benda tersebut dapat
digunakan dengan lebih optimal dan maksimal.
Maka dari itu, sebuah klinik dokter gigi, harus memberikan desain ergomonis yang
baik agar seluruh staff dan dokter gigi nya sendiri dapat bekerja secara efektif, efsien, dan dapat
mengurangi resiko kecelakaan / ketidaknyamanan saat dilakukannya kunjungan perawatan oleh
pasnien. Dalam penentuan desain suatu klinik, terdapat beberapa unsur mendasar yang harus
diperhatikan oleh seorang dokter gigi, agar pasien serta para staffnya dapat memiliki kenyamanan
yang baik ketika bekerja / melakukan perawatan di klinik yang bersangkutan. Hal-hal tersebut
dapat terurai dalam beberapa poin seperti:
 Warna
 Cahaya
 Ac / pemanas
 Ruangan
 Perabotan / peralatan
 Akustik / musik

Dalam praktek kesehariannya, akan lebih baik untuk seorang dokter gigi juga memperhatikan
kebutuhan bagi beberapa orang penyandang disabilitas yang mungkin akan melakukan kunjungan
ke tempat praktek dokter gigi tersebut. Menurut The American with Disabilities Act, desain klinik
kedokteran gigi yang ditujukan untuk penyandang disabilitas dapat berupa Barrier – Free Office
Design yang dapat berupa:
• Menyediakan area parkir khusus • Memasang huruf timbul dan Braille pada
• Menyediakan trotoar yang dapat dilewati elevator
kursi roda • Menyediakan alarm visual dan suara
• Menyediakan akses yang landai • Memasang balok pegangan
• Pintu masuk yang lebar • Menyediakan toilet yang mudah diakses
dan digunakan

Desain Ruang Tunggu / Resepsionis


Ruang tunggu / resepsionis merupakan pintu / tempat paling pertama yang akan
dilewati oleh pasien menuju dental office yang akan memberikan kesan pertama pasien terhadap
dokter gigi dan tempat praktiknya. Sehingga, ada baiknya jika seorang dokter gigi memberikan
perhatian lebih terutama ke bagian ruang tunggu resepsionis ini karena selain ruangan praktik
dokter gigi, ruangan ini juga cukup krusial untuk diperhatikan.
Ketika seorang dokter gigi akan mendesain atau menentukan akan seperti apa ruang
tunggu pasien nantinya, dokter gigi harus memperhatikan beberapa poin penting agar pasien
merasa nyaman dengan klinik dokter gigi bersangkutan. Karena kenyamanan pasien akan
mempengaruhi sedikit banyak perasaan / alam bawha sadarnya untuk penentuan selanjutnya
apakah ia akan kembali lagi ke praktek klinik dokter gigi tersebut di kemudian hari / tidak.
Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:
 Kenyamanan ruang tunggu
 Kemudahan bagi pasien untuk melakukan registrasi / pendaftaran awal
 Jauh / dekatnya akses menuju toilet (dimana sanitasi serta jaminan kebersihan juga harus
diperhatikan tanpa mengabaikan kemudahan pasien dalam mengakses toilet tersebut)
 Variasi tempat duduk di ruang tunggu
 Terdapat seating space yang nyaman bagi pasien
 Fasilitas – fasilitas lainnya (kursi pijat, kaca dengan air mengalir, kolam ikan, TV, AC, music
yang membuat tenang, majalah / koran / bacaan lainnya, dsb)
Business Office Design
Dalam penentuan ruang kerja / ruang praktek dokter gigi, terdapat 2 hal utama yang
harus diperhatikan dan diutamakan. Yang pertama yaitu kenyamanan. Baik itu kenyamanan dari
dokter gigi sendiri yang melakukan perawatan, maupun keyamanan dari pasien yang akan
diberikan perawatan oleh dokter gigi yang akan bersangkutan. Karena kenyamanan akan
menentukan sedikit banyak keberhasilan perawatan yang terjadi didalam ruang klinik dokter gigi
tersebut. Sehingga sangatlah penting bagi seorang dokter gigi untuk bekerja dalam suasana yang
nyaman serta pasien merasa nyaman dana man ketika diberikan perawatan oelh dokter gigi yang
bersangkutan tersebut.
Hal kedua yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan sebagai point penting dalam
penentuan lokasi serta desain ruangan klinik dokter gigi adalah letak ruang praktek dokter gigi
yang terletak di tengah. Ruang praktek terletak di tengah dengan tujuan agar strategis untuk
mempermudah penjangkauan ke berbagai ruang yang lainnya. Karena ketika suatu ruang terletak
di tengah, maka letaknya akan sangat strategis untuk menjangkau ruang – ruang lainnya. Seperti
contohnya menjangkau tempat penyimpanan, ruang sterilisasi, ruang foto radiograf, dll.
Terdapat juga 5 hal yang mempengaruhi baik / tidaknya suatu ruang praktek klinik dokter gigi.
Dimana kelima faktor tersebut akan berpengaruh sangat banyak terhadap fungsi yang akan terjadi
pada ruang praktek dokter gigi. Yaitu:
 Motion economy
 Perencanaan ruang
 Kesehatan
 Keamanan
 Keselamatan
Beberapa poin prinsip yang harus diperhatikan dalam praktek kedokteran gigi juga:
 Kontrol pusat interkom diintegrasikan dengan telpon atau ditempelkan di dinding.
 Koneksi ke ruang lab, private office, ruang perawatan
 Master control untuk sistem musik, pemanas, pendingin, berada di ruang kantor
 Perlu adanya tempat untuk lemari penyimpanan supply dan kertas
 Penggunaan lateral open files
 Telpon disediakan di semua ruangan, kalau bisa handsfree
 Laci meja diatur sedemikian rupa sehingga bisa optimal penggunaannya
 Laci menggunakan sekat untuk memudahkan organisasi
 Sediakan area kecil untuk menerima telepon, menngurus asuransi, atau berbicara khusus
dengan pasien
 Prinsip waktu dan pergerakan (Jumlah dan tingkatan gerakan yang diperlukan untuk
melakukan suatu tugas yang diberikan). Diklasifikasikan lagi menurut Alabama:
 Kelas I: hanya jari yang bergerak
 Kelas II: jari dan pergelangan tangan yang bergerak
 Kelas III: jari, pergelangan tangan, dan siku yang bergerak
 Kelas IV: jari, pergelangan tangan, bahu, dan siku yang bergerak
 Kelas V: perpanjangan lengan dan perputaran torso

Zona Aktivitas / Zone of Activity


Untuk operator right handed :
1. Zona operator terletak pada posisi jarum jam 7-12
2. Zona asisten terletak pada posisi jarum jam 2-4
3. Instrument transfer zone pada posisi jarum jam 4-7
4. Static zone pada posisi jam 12-2

Untuk operator left handed,


1. Zona operator terletak pada posisi jarum jam 12-5
2. Zona asisten terletak pada posisi jarum jam 8-10
3. Instrument transfer zone pada posisi jarum jam 5-7
4. Static zone pada posisi jam 10-12
Posisi Tubuh & Isu Kesehatan pada Praktek Kedokteran Gigi
Pada tempat praktek / klinik dokter gigi, adalah penting untuk memperhatikan tempat dan posisi
duduk yang tepat selama kegiatan rutin sehari-hari pada dental office terutama untuk operator serta
karyawan-karyawan yang bekerja di dental office tersebut. Kursi yang tepat untuk asisten
administratif dental office adalah kursi dengan dasar yang luas, memilik 4-5 kastor, empuk, dan
memiliki sandaran sehingga posisi duduk dapat ergonomis dan nyaman untuk bekerja agar
menghindari posisi kerja yang dapat mengakibatkan kelainan pada tulang. Karena posisi tubuh
akan berpengaruh besar pada kesehatan karyawan-karyawan yang bekerja didalamnya. Sehingga
perlu dan sangat penting untuk menjaga agar pekerja-pekerja klinik dokter gigi tersebut terus sehat
selalu. Beberapa poin penting dalam menjaga isu kesehatan kerja yang berhubungan dengan posisi
duduk di klinik pada umumnya adalah:
1. Usahakan layar komputer tidak terlalu terang dan juga tidak terlalu gelap.
2. Jika menggunakan komputer terlalu lama, gunakan 10-15menit tiap 2-3jam untuk beistirahat
3. Duduk dengan posisi yang baik
4. Usahakan untuk berdiri setiap setengah jam.
5. Gunakan desain mouse yang ergonomis (track ball)
6. Gunakan desain kursi yang ergonomis