Anda di halaman 1dari 63

F i s i k a M o d e r n | 167

KERANGKA BAB

45.1 Interaksi Melibatkan Neutron

45.2 Fisi Nuklir

45.3 Reaktor Nuklir

45.4 Fusi Nuklir

45.6 Detektor Nuklir

45.7 Berbagai Kegunaan Nuklir

45.1 Interaksi yang Melibatkan Neutron

Fisi nuklir adalah proses yang terjadi dalam reaktor nuklir dan menghasilkan energi yang
dialirkan ke suatu pemukiman melalui lintasan transmisi listrik. Fusi nuklir berada dalam tahap
penelitian, tetapi secara komersial belum dikembangkan untuk pembangkit listrik. Pertama-tama
kita akan membahas fisi terlebih dahulu, sedangkan fusi akan dibahas di subbab 45.4.
F i s i k a M o d e r n | 168

Untuk memahami fisi nuklir dan fisika reaktor nuklir, pertama-tama kita harus
memahami bagaimana neutron berinteraksi dengan inti. oleh karena neutron adalah muatan
netral, neutron tidak akan terpengaruh gaya coulomb dan sebagai hasilnya neutron tidak akan
berinteraksi secara kelistrikan dengan elektron atau inti. Oleh karena itu, neutron dengan mudah
dapat menembus ke dalam sebuah atom dan bertumbukan dengan inti.

Neutron cepat (memiliki energi lebih dari 1 MeV) yang bergerak melalui bahan
mengalami banyak tumbukan dengan inti. Dalam setiap tumbukan, neutron akan memberikan
sebagian energi kinetiknya inti. Untuk beberapa bahan dan untuk neutron cepat tumbukannya
cenderung lenting (elastis). Bahan yang mengalami tumbukan ini disebut moderator karena
memperlambat (atau memoderasi) neutron yang berenergi tinggi denganefektif. Inti moderator
harus memiliki massa yang rendah sehingga energi kinetik yang dipindahkan dalam tumbukan
lenting akan lebih banyak. Oleh karena alasan tersebut, bahan yang didominasi oleh hidrogen,
seperti parefin dan air menjadi neutron yang baik.

Cepat atau lambat, sebagian besar neutron yang menembaki sebuah moderator atau
menjadi neutron termal, yang berada dalam kesetimbangan termal dengan bahan moderator.
Energi kinetik rata-rata untuk neutron termal pada suhu kamar diberikan oleh persamaan 21.4,

dimana persamaan tersebut bersesuaian dengan kelajuan rms neutron 2. 800 m / s. Neutron
termal memiliki distribusi kelajuan, sama halnya dengan molekul dalam sebuah wadah berisi gas
(lihat Bab 21 pada buku 2). Neutron berenergi tinggi, yang memiliki energi beberapa MeV,akan
mengalami termalisasi (energi rata-rata neutronnya akan menjadi Krata-rata) dalam waktu kurang
dari 1 ms ketika neutron mendatangi sebuah moderator.

Ketika neutron mengalami termalisasi untuk pertama kalinya dan energi neutron tersebut
cukup rendah, akan ada probabilitas yang tinggi bahwa neutron tersebut ditangkap oleh inti, yang
F i s i k a M o d e r n | 169

kemudian disertai oleh emisi sinar gamma. Reaksi penangkapan neutron daat ditulis sebagai
berikut.

(45.1)

Setelah menangkap neutron, inti berada dalam keadaan tereksitasi selama waktu yang sangat
singkat sebelum mengalami peluruhan gamma. Inti yang dihasilkan biasanya bersifat radioaktif
dan meluruh dengan emisi beta.

Laju penangkapan neutron untuk neutron yang melewati setiap apa pun bergantung pada
jenis atom dan energi neutron yang datang. Interaksi neutron dengan bahan akan bertambah
seiring berkurangnya energi neutron karena yang lambat menghabiskan waktu yang lebih lama di
daerah dekat inti sasaran.

45.2 FISI NUKLIR


Seperti yang telah kita bahas di subbab 44.2, fisi nuklir terjadi ketika inti besar, misalnya

, terbelah menjadi dua inti yang lebih kecil. Fisi terjadi ketika inti besar menangkap sebuah

neutron termal, yang dijelaskan pada langkah pertama dalam Persamaan 45,1. Absorpsi neutron
menciptakan sebuah inti yang tidak stabil dan dapat berubah ke konfigurasi energi yang lebih
rendah dengan cara membelah menjadi dua inti yang lebih kecil. Dalam reaksi seperti ini, massa
gabungan dari inti anak lebih kecil dari massa inti induk, dan perbedaan massa ini disebut defek

massa. Mengalikan defek massa dengan memberikan nilai numerik dari energi yang

dilepaskan. Energi dapat dilepaskan karena energy ikat per nukleon dari inti anak adalah sekitar
1 MeV lebih besar daripada inti induknya (lihat Gambar. 44,5).

Fisi nuklir pertama kali diamati pada tahun 1938 oleh Otto Hahn (1879-1968) dan Fritz
Strassmann (1902-1980) setelah dilakukannya penelitian oleh Fermi. Setelah menembaki
uranium dengan neutron, Hahn dan Strassmann menemukan dua hasil reaksi elemen bermassa,
F i s i k a M o d e r n | 170

menengah, yakni barium dan lanthanum, diantaranya beberapa hasil lainnya. beberapa waktu
kemudian, Lise Meitner (1878-1968) dan keponakannya Otto Frisch (1904-1979) menjelaskan
bagaimana proses tersebut terjadi. inti uranium terbelah menjadi dua pecahan yang hampir sama
disertai beberapa neutron setelah mengabsorpsi neutron. Kejadian ini sangat menarik perhatian
banyak fisikawan yang mencoba memahami hal ini, tetapi konsekuensinya sungguh sangat jauh
dan tak terduga. Hasil pengukuran menunjukan bahwa energi sekitar 200 MeV dilepaskan dalam
setiap peristiwa fisi, dan fakta ini pada saat itu akan mengubah jalannya sejarah.

Fisi dari oleh neutron termal dapat di tuliskan seperti reaksi

+ (45,2)

di mana adalah keadaan tereksitasi perantara yang bertahan selama s saja

sebelum terbelah menjadi inti bermassa menengah X dan Y, yang disebut fragmen fisi.
Dalam reaksi fisi apa pun terdapat banyak kombinasi X dan Y yang dapat memenuhi dari
kekelan energi dan kekekalan muatan. Dalam kasus uranium, sebagai contoh 90 inti anak dapa
terbentuk.

Fisi juga menghasilkan beberapa neutron, biasanya dua atau tiga. Rata-ratanya, sekitar
2,5 neutron dilepaskan per kejadian. Reaksi fisi untuk uranium adalah

+ (45,3)
F i s i k a M o d e r n | 171

Gambar 45.2 Distribusi hasil-hasil fisi


Gambar 45.1 Fisi anak inti
terhadap nomor massa untuk fisi 235U yang
ditembaki oleh neutron termal. Perhatikan
bahwa sumbu vertikalnya logaritmik.
Gambar 45.2 adalah grafik distribusi hasil-hasil fisi terhadap nomor massa A. Hasil yang paling

memungkinkan memiliki nomor massa A 95 dan A 140. Aggap hasil-hasil tersebut adalah

(dengan 56 neutron) dan ( dengan 87 neutron ). Jika inti tersebut terletak pada grafik Gambar

44.4, dapat dilihat bahwa keduanya berada di atas garis stabilitas. fragmen-fragmen ini sangat
tidak stabil akibat jumlah neutronnya yang sangat banyak, hampir secara bersamaan melepaskan
dua atau tiga neutron.

Inti uranium yang terbelah dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada suatu tetesan
air saat energi dalam jumlah berlebih ditambahkan kepadanya. (ingat kembali model tetes cairan
dari nukleus yang dijelaskan disubbab 44.3). pada awalnya, semua atom dalam tetesan memiliki
sejumlah energi namun energi ini masih belum cukup untuk membelah tetesannya. Bayangkan
kita sedang menambahkan energi pada tetesan air tersebut muai memanjang dan terkompresi
(gambar 45.2c). jika energi yang cukup telah ditambahkan, maka etesan tersebut akan bergetar
hingga amplitudo getarannya menjadi cukup besar untuk dapat membelah tetesan. Dalam inti
uranium, terjadi proses yang sama, yang dijelaskan pada gambar 45.2.
F i s i k a M o d e r n | 172

Mari kita Perkirakan energi disintegrasi Q, yang dilepas dalam proses fisi yang umum.

Dari Gambar 44.5, energi ikat per nukleon adalah sekitar 7,2 MeV untuk inti besar (A 240) dan

8,2 MeV untuk inti bermassa menengah. hal ini berarti bahwa dalam fisi, fragmen-fragmennya
akan berikatan lebih kuat dan oleh karena itu akan memiliki massa gabungan yang lebih kecil
dari pada massa inti induknya. Pengukuran massa tersebut berubah menjadi energi yang
dilepaskan saat fisi terjadi. Besar energi yang dilepaskan adalah 8.2 MeV - 7.2 MeV = 1 MeV per

nukleon.oleh Karena terdapat 235 nukleon dalam , kita perkirakan bahwa energi yang

dilepaskan per peristiwa fisi adalah

Nilai tersebut relatif besar terhadap energi yang dilepaskan dalam proses-proses kimia. sebagai
contoh, energi yang dilepaskan dalam pembakaran satu molekul oktan yang digunakan dalam
mesin bensin adalah sekitar sepersejuta energi yang dilepaskan dalam satu peristiwa fisi.

Kuis Cepat 45,1 Ketika inti mengalami fisi, dua inti anak umumnya bersifat radioaktif. Pada
proses manakah inti anak tersebut akan meluruh?
(A) peluruhan alfa (b) peluruhan beta (e -) (c) peluruhan beta (e +)
Kuis Cepat 45,2 mana sajakah reaksi fisi yang memungkinkan?

a.
b.
c.

Contoh 45.1 Energi yang dilepaskan dalam fisi 235U


Hitung energi yang dilepaskan dalam disintegrasikan Q per kejadian sebesar 208
MeV
peristiwa fisi 1.00 kg , dengan energi
Penyelesaian :
F i s i k a M o d e r n | 173

Pertama-tama kita harus mengetahui terlebih


dahulu banyaknya inti dalam 1,00 kg
uranium. Oleh karena untuk uranium A=235,
dapat kita ketahui bahwa massa molar dari
Kita ubah energi ini kedalam kWh :
isotop tersebut adalah 235 g/mol. Oleh
karena itu, jumlah inti dalam sampe ini
adalah

Energi ini cukup untuk menyalakan lampu


100 W selama 30.000 tahun ! jika energi fisi
235
dalam 1 kg U dilepaskan seketika, energi
Dengan demikian, energi disintegrasinya
ini ekuivalen dengan ledakan sekitar 20.000
adalah
ton TNT.

45.3 Reaktor nuklir


Di Bagian sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa, dalam fisi , rata-rata 2,5

neutron akan terpancarkan per kejadian. Neutron akan memicu inti lainnya untuk mengalami fisi,
dengan kemungkinan terjadinya reaksi berantai (gambar 45.3). hasil perhitungan menunjukan
bahwa jika reaksi beranta tidak dapat dikendalikan (jika reaksinya tidak terjadi secara perlahan),
maka akan terjadi ledakan, karena energi yang sangat besar dilepaskan dapat dimanfaatkan.
Sebagai contoh, di Amerika Serikat, hampir 20 %listrik yang dihasilkan setiap tahunnya berasal
dari pembangkit tenaga nuklir. Tenaga nuklir juga digunakan secara ekstensif di beberapa negara
lainnya, seperti prancis, jepang dan jerman.
F i s i k a M o d e r n | 174

Gambar 45.4

Reaktor nuklir adalah sebuah sistem yang dirancang untuk menjaga apa yang disebut
reaksi berantai berkelanjutan mandiri .proses penting ini pertama kali ditemukan pada tahun
1942 oleh Enrico Fermi dan timnya di University of Chicago, menggunakan uranium sebagai
bahan bakarnya. Dalam reaktor nuklir pertama (gambar. 45,4), Fermi meletakkan susunan grafit
(karbon) diantara elemen bahan bakarnya. Inti karbon 12 kali lebih masif daripada neutron,
tetapi setelah beberapa tumbukan dengan inti karbon, sebuah neutron diperlambat secukupnya

untuk meningkatkan kemungkinan nya bereaksi fisi dengan . Dalam rancangan ini, karbon

adalah moderator; Sebagian besar reactor moderator modern menggunakan air sebagai
moderatornya.
F i s i k a M o d e r n | 175

Sebagian besar reaktor yang beroperasi saat ini juga menggunakan uranium sebagai bahan

bakarnya. Akan tetapi secara alami, uranium hanya mengandung sekitar 0,7% isotop ,

sedangkan 99,3% sisanya adalah . Fakta ini sangatlah penting bagi operasi sebuah reaktor

karena hampir tidak pernah mengalami fisi. Bahkan lebih memungkinkan neptunium

dan plutonium. Oleh karena alasan inilah, bahan bakar reaktor harus terlebih dahulu diperkaya

secara artifisal agar mengandung setidaknya beberapa persen .

Dalam proses perlambatannya, neutron mungkin dapat ditangkap oleh inti yang tidak
mengalami fisi. Jenis yang paling umum dari kejadian ini adalah neutron yang ditangkap oleh

, yang terjadi pada 90 % uranium dalam bahan bakar. Probabilitas neutron tertangkap oleh

sangatlah tinggi ketika neutron memiliki energi kinetik tinggi dan probabilitasnya akan

sangat rendah untuk neutron dengan energi kinetik rendah. Jadi, perlambatan neutron oleh
moderator juga memiliki tujuan lain yang cukup penting, yakni membuat mereka siap bereaksi

dengan dan memperkecil peluang mereka ditangkap oeh .

Untuk dapat mencapai reaksi berantai berkelanjutan mandiri, rata-rata satu neutron yang

terpancarkan dalam setiap fisi harus dapat tertagkap oleh inti lainnya dan menyebabkan inti

tersebut mengalami fisi. Suatu Parameter yang berguna untuk menjelaskan tingkat operasi reaktor
adalah konstanta K, yang didefinisikan sebagai jumlah rata-rata neutron dari setiap
kejadian fisi yang menyebabkan kejadian fisi lainnya. Seperti yang telah kita lihat, K
memiliki nilai rata-rata 2,5 dalam fisi uranium yang tidak terkendali.

Reaksi berantai berkelanjutan mandiri dapat tercapai jika K = 1. dalam koondisi tersebut,
reaktor tersebut dikatakan kritis. Ketika K<1, reaktornya dikatakan subkritis dan reaksinya akan
sirna. Ketika K> 1, reaktornya dikatakan superkritis dan akan teradi reaksi berantai yang tak
F i s i k a M o d e r n | 176

terkendali. Dalam sebuah reaktor nuklir yang digunakan untuk menghasilkan daya kepada
sebuah pembangkit listrik, nilai K harus dijaga pada angka mendekati 1. Jika K melebihi nilai
tersebut, maka energi dalam yang dihasilkan dalam reaksi tersebut dapat melelehkan reaktornya.

Gambar 45.5 Komponen utama dari


reaktor nuklir bertekanan air.

Beberapa jenis sistem reaktor dapat mengubah energi kinetik dari fragmen-fragmen fisi
menjadi energi lain dan akhirnya dialirkan keluar dari reaktor oleh lintasan transmisi listrik.
Reaktor yang paling umum digunakan di Amerika Serikat adalah reaktor air bertekanan (Gambar.
45,5). Kita harus mempelajari reaktor ini karena peralatan utamanya adalah peralatan yang lazim
dijumpai disemua rancangan reaktor. Kejadian fisi dalam bahan bakar uranium di inti
reaktornya akan meningkatkan suhu air yang ditampung dalam loop primer yang tertutup, yang
dijaga pada tekanan tinggi sehingga air tidak akan mendidih. (Air tersebut berfungsi sebagai
moderator untuk memperlambat neutron dengan energi 2 MeV.) Air panasnya akan dipompa
keluar melalui sebuah alat penukar panas, di mana energi dalam dari air akan dikeluarkan melaui
konduksi ke air yang terkandung dalam loop sekunder. Air panas di loop sekunder akan diubah
menjadi uap, yang berfungsi menjalankan sistem turbin-generator yang menghasilkan tenaga
listrik. Air dalam loop sekunder terisolasi dari air dalam loop primer untuk mencegah
kontaminasi air sekunder dan uapnya oleh inti-inti radioaktif dari inti reaktor
F i s i k a M o d e r n | 177

Dalam reaktor apapun, sebagian kecil dari neutron yang dihasilkan dalam reaksi fisi akan
mengalami kebocoran dan keluar dari elemen bahan bakar uranium sebelum menyebabkan
kejadian fisi lainnya. Jika kebocoran fisi terlalu besar, maka reaktor akan berhenti bekerja.
Persentase kehilangan ini cukup besar jika bahan bakarnya sangat kecil karena kebocoran
tersebut adalah fungsi rasio luas permukaan terhadap volume. Oleh karena itu, sebuah ciri
penting dari rancangan reaktor adalah rasio luas permukaan terhadap volume yang optimal bagi
elemen bahan bakarnya.

Kendali Tingkat Daya


Keamanan sangatlah penting dalam pengoperasian reaktor nuklir. konstanta reproduksi K
tidak boleh naik melebihi angka 1, jadi tidak akan terjadi reaksi yang tek terkendali. Sebagai
akibatnya, rancangan reaktor harus memiliki cara untuk mengendalikan nilai K.

Gambar 45,6 Palang bagian dari reaktor inti menunjukkan batang kendali,
elemen bakar mengandung diperkaya bahan bakar, dan bahan moderat, semua
dikelilingi oleh perisai radiasi

Rancanga dasar dari sebuah reaktor nuklir ditunjukkan pada Gambar 45,6. Unsur-unsur bahan

bakarnya mengandung uranium yang telah diperkaya oleh isotop . Untuk mengendalikan

tingkat dayanya, batang kendali dimasukkan ke dalam inti reaktor. Batang ini terbuat dari
bahan yang sangat efektif dalam mengabsorpsi elektron, misalnya cadmium. Dengan mengatur
F i s i k a M o d e r n | 178

jumlah dan posisi dari batang kendali dalam inti reaktor, nilai K akan diubah-ubah dan tingkat
energi berapa pun dalam rancangan reaktornya dapat dicapai.

Keselamatan dan Pembuangan Limbah


Pada tahun 1979 terjadi kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir di Three Mile
Island di Pennsylvania dan pada tahun 1986 di reaktor Chernobyl di Ukraina. Kedua kecelakaan
ini terjadi karena kurang memadainya kendali istrumentasi dan kurangya respons terhadap
keaddan darurat. Meskipun insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun sepertiga bahan
bakarnya meleleh.

hal ini berbeda dengan insiden di Chernobyl dimana aktivitas bahan yang dilepaskan

segera setelah terjadinya insiden adalah Bq ,dan menyebabkan 135 000 orang harus

dievakuasi. Tiga puluh orang tewas dalam kecelakaan tersebut dan data dari Institusi radiologi
ukraina menunjukkan bahwa lebih dari 2.500 kematian diakibatkan oleh kecelakaan tersebut.
Pada periode 1986- 1997, terjadi peningkatan kanker tiroid pada anak sepuluh kali lipat karea
anak –anak tersebut meminum susu yang telah terkontaminasi, yang berasal dari sapi-sapi yang
memakan rumput yang terkontaminasi oleh radiasi dari insiden chernobyl. berdasarkan
kesimpulan dari konferensi internasional yang menyelidiki insiden chernobyl, penyebab utama
terjadinya kecelakaan Chernobyl yaitu rancangan reaktor yang kurang baik dan adanya
pelanggaran prosedur keamanan. Sebagian besar dari kekurangan ini telah diatasi dalam reaktor-
reaktor sejenis di Rusia dan negara –nergara disekitarnya (pecahan Uni Soviet).

Reaktor komersial dapat mencapai tingkat keamanan yang tinggi dengan cara memiliki
rancangan reaktor yang baik dan protokol operasional yang disiplin, dan jika veriabel-veriabel
tersebut tidak dapat terpenuhi maka reaktornya dapat berada dalam kondisi yang berbahaya.
Radiasi dan isiko ancaman kesehatan yang terkait dengan paparan radioaktif seperti itu
dikendalikan oleh tiga lapisan pelindung reaktor. Seandainya wadah ini pecah, bangunan
reaktornya akan bertindak sebagai wadah kedua untuk mencegah kontaminasi ke lingkungan.
F i s i k a M o d e r n | 179

Teakhir, fasilitas reatr hars berlokasi di tempat yang terpencil untuk mencegah terjadinya
kontaminasi terhadap penduduk sekitar seandainya radiasi bocor dari bangunan reaktor.

Ancaman lainnya dai reaktor fisi nuklir adalah keamanan pembuangan bahan radioaktif
ketika inti reaktor akan diganti. Limbah tersebut mengandung isotop yang sangat radioaktif
dengan waktu paruh yang sangat am adan harus ditampung dalam jangka waktu yang sangat lama
agar tidak menimbulkan kontaminasi terhadap lingkungan. Pada massa kini, pembuangan limbah
radioaktif dengan cara menyimpan limbah dalam sebuab wadah tanah iar kemudian mengubur
wadah tersebut pada kedalaman tertentu tempaknya merupakan solusi yang terbaik.

Transportasi bahan bakar reaktor dan limbah reaktor juga memberikan ancaman
tambahan. Kecelakaan selama pengiriman bahan bakar dapat menyebabkan kontaminasi dan
menyebabkan paparan radiasi bagi masyarakat. Departemen energi AS mewajibkan seluruh
wadah yang digunakan dalam pengiriman bahan abakar harus dipastikan terlebih dahulu bahwa
wadah tersebut tidak akan hancur dipastikan terlebih dahulu bahwa wadah tersebut tidak akan
hancur ketika bertumbukan dengan kecepatan tinggi

Meskipun resiko resiko yang dihadapi sangat berbahaya, namun keuntungan yang
didapatkan cukup sebanding. Sebagai contoh, pembangkit tenaga nuklir tidak menghasilkan
polusi udara da gas-gas rumah kaca, seperti yang dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan
bakar fosil, dan persediaan uranium di Bumi diprediksi lebih tahan lama jika dibandingkan
dengan persediaan bahan bakar fosi. Untuk setiap sumber energi, baik itu nuklir, air, bahan bakar
fosil, angin, ataupun sinar matahari, tesiko yang dihadapi haruslah dibandingkan dengan
keuntungan yang akan diperoleh dan dengan ketersediaan sumber energinya
45.4 Fusi Nuklir

Hati –hati 45,2


Fisi dan Fusi
Kata-kata fisi dan fusi
terdengar serupa, tapi
mereka sesuai dengan
proses yang berbeda.
Perhatikan grafik energi
pada Gambar 44.5. Ada dua
arah di mana Anda dapat
mendekati puncak grafik
sehingga energi dilepaskan:
menggabungkan dua inti
ringan, atau fusi, dan
memisahkan inti berat
menjadi dua inti yang lebih
ringan, atau fisi.
Dalam Bab 44, kita ketahui bahwa energi ikat untuk inti ringan
(A< 20) lebih kecil dari pada energi ikat untuk inti yang lebih
berat. hal ini menunjukkan suatu proses yang merupakan
kebalikan dari proses fisi. Seperti yang telah dibahas di subbab
39,9, ketika dua inti ringan digabungkan untuk membentuk inti
yang lebih berat, prosesnya ini disebut fusi nuklir. Oleh karena
massa inti akhir lebih kecil dari massa gabungan dua inti awal,
maka terdapat massa yang hilan yang disertai dengan pelepasan
energi.
Dua contoh reaksi fusi seperti itu adalah :

+
1 + + +

1 + +

Reaksi ini terjadi dalam inti sebuah bintang dan menyebabkan tercurahnya energi
dari bintang. Reaksi kedua diikuti oleh fusi hidrogen-helium atau fusi helium-
helium :

+
1 + + +

1 + + +

Reaksi fusi ini adalah reaksi dasar dalam siklus proton-proton,yang diyakini
merupakan salah satu siklus dasar yang menghasilkan energi di dalam matahari
dan bintang lainnya dimana hidrogen sangat melimpah. Sebagian besar dari
produksi energinya terjadi di bagian dalam matahari, yang suhunya mencapai 1,5
x 107 K. Oleh karena dibutuhkan suhu sedemikian tinggi untuk menghasilkan
reaksi tersebut,maka reaksi ini juga disebut reaksi fusi termonuklir. Seluruh
reaksi dalam siklus proton-proton adalah reaaaksi eksotermis. siklus tersebut
pada dasarnya adalah penggabungan empat proton untuk membentuk sebuah
partikel alfa dan dua positron

Kuis cepat 45.4 Dalam inti sebuah bintang, inti hidrogen mengalami reaksi fusi.
ketika hidrogennya telah habis, fusi inti helium dapat terjadi. Ketika helium telah
habis ,Jika bintang cukup masif, maka fusi inti yang lebih berat juga dapat terjadi.
Bayangkan sebuah reaksi fusi yang melibatkan dua inti dengan nilai A yang sama.
Untuk reaksi jenis ini manakah nilai A yang tidak memungkinkan ?

(a) 12 (b) 20 (c) 28 (d) 64


contoh 45.2 Energi yang dilepaskan dalam Fusi
hitung energi total yang dilepaskan dalam reaksi fusi dari siklus proton-proton.

Cari total energi yang dikeluarkan dalam reaksi fusi dalam siklus proton-proton.
SOLUSI
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, siklus proton-proton pada dasarnya adalah empat
proton yang melebur membentuk sebuah partikel alfa. Massa awal dari keempat proton,
berdasarkan nilai massa atom dari tabel A.3, adalah
4 (1,007 825 u) = 4,031 300 u
Perubahan massa dari sistem adalah nilai ini dikurangi massa partikel
alfa yang dihasilkan
4,031 300 u – 4,002 603 u = 0,028 697 u
Sekarang kita dapat mengkonversi perubahan massa tersebut ke dala
satuan energi :
E = 0,028 697 u X 931, 494 MeV/u = 26,7 MeV
Reaksi reaksi fusi di Bumi

Energi sangat besar yang dilepaskan dalam reaksi fusi menunjukkan peluang untuk
memanfaatkan energi tersebut untuk kehidupan. Telah dilakukan berbagai upaya untuk
memanfaatkan energi lain, salah satunya adalah pengembangan sebuah reaktor termonuklir
yang stabil dan terkendali sebuah reaktor fusi, fusi yang terkendali sering dibuat sebagai
sumber energi terhebat yang ada, karena sumber bahan bakar yang digunakan adalah air.
Sebagai contoh, jika deuterium digunakan sebagai bahan bakar, maka 0,12 g deuterium dapat
dihasilkan dari 1 galon air dengan seharga $0,04 saja. Deuterium sebanyak 0,12 g dapat
melepaskan energi sekitar 1010 J jika seluruh inti didalamnya dapat mengalami reaksi fusi.
Sebagai perbandingan, satu galon bensin dapat melepaskan energi 10 8 J dalam proses
pembakaran, dan memerlukan biaya lebih tinggi dari $0,04.

Keunggulan lainnya dari reaktor fusi adalah hasil radioaktif yang dihasilkan lebih sedikit
bila dibandingkan dengan reaktor fisi. Untuk siklus proton-proton, hasil akhir yang dihasilkan
adalah helium. Sayangnya, reaktor termonuklir yang dapat menghasilkan daya besar dalam
selang waktu yang pendek masih belum dapat direalisasikan, dan masih ada banyak kesulitan
yang harus diatasi sebelum alat tersebut dapat diciptakan.

Sebagian dari energi matahari berasal dari serangkaian reaksi dimana hidrogen diubah
menjadi helium. Akan tetap, interaksi proton-proton tidak cocok untuk digunakan dalam
reaktor fusi karena peristiwa tersebut membutuhkan suhu dan kerapatan yang sangat tinggi.
Proses ini dapat berlangsung dari matahari karena proton di bagian dalam matahari memiliki
kerapatan yang sangat tinggi.

Reaksi yang berpeluang besar untuk digunakan dalam sebuah reaktor fusi melibatkan deuterium

( ) dan tritium ( ):

1 + +

1 + + 45.5

1 + +
Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, deuterium dapat
Coulomb gaya tolak dominan digunakan dalam jumlah yang nyaris tak terbatas karena berada
untuk jarak pemisahan yang
besar antara deuteron dalam danau dan lautan kita, dan biaya yang dibutuhkan untuk
mengekstrak deuterium sangatlah murah. Sementara itu tritium
bersifat radioaktif (T1/2 = 12,3 tahun) dan mengalami peluruhan
beta menjasi 3He. Oleh karena alasan inilah, tritium tidak dijumpai
di alam dan harus dihasilkan secara buatan.

Kekuatan nuklir menarik


dominan ketika deuteron
yang berdekatan

Gambar 45.7 energi potensial sebagai fungsi dari jarak di antara dua
deuteron. Gaya tolak menolak coulomb sangat dominan pada jarak yang jauh,
dan gay anuklir dominan pada jarak dekat, dimana R berkisar di 1 fm. Jika kita
mengabaikan efek penerowongan (tunneling), dua deuteon yang akan
mengalami fusi membutuhkan energi E yang lebih besar dari pada tinggi
pembatasnya.

Salah satu permasalahan utama dalam memanfaatkan energi dari fusi nuklir adalah
bahwa gaya tolak-menolak Coulomb antara kedua intinya, yang membawa muatan positif,
harus diatasi sebelum inti-intinya dapat melebur. Energi potonsial sebagai fungsi jarak
pemisahan antara kedua deuteron (inti deuterium yang masing-masing bermuatan +e )
ditunjukkan pada Gambar 45.7 .Energi potensial bernilai positif dalam daerah r >R, di mana
gaya tolak Coulomb mendominasi. Permasalahan yang pokok disin adalah bagaimana caranya
memberikan energi kinetik yang cukup agar kedua inti dapat melampaui gaya tolak-menolak
tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menaikkan suhu bahan bakarnya menjadi sangat
tinggi (sekitar 108 K, lebih tinggi dari suhu di bagian dalam Matahari). Pada suhu ini, atom-
atom akan terionisasi dan sistemnya terdiri dari sekumpulan elektron dan inti, sering disebut
sebagai plasma.
contoh 45.3 Reaksi Fusi Dua deuteron
Jarak pemisahan antara dua deuteron haruslah sebesar 1,0 x 10-14 m agar gaya nuklir dapat melampaui gaya
tolak.
(A) Hitunglah ketinggian pembatas potensialnya akibat gaya tolak-menolak.

SOLUSI
Konseptualisasikan soal ini dengan membayangkan kedua deuteron tersebut bergerak saling mendekat. Ketika
mereka saling mendekati, gaya tolak-menolak Coulomb menjadi lebih kuat. harus dilakukan usaha untuk
mendorong serta melawan gaya tersebut, dan usaha ini muncul dalam sistem dua deuteron sebagai energi
potensial listrik. kita kategorikan soal ini sebagai soal yang melibatkan energi potensial dari sistem dua
partikel bermuatan. Untuk menganalisis persoalan ini, kita ingat kembali bahwa besarnya energi potensial
yang berkaitan dengan dua muatan yang terpisah sejauh r, dari Persamaan 25,13 (buku 2), adalah

U=ke
dimana adalah konstanta coulomb. Unutk kasus dua deuteron, q 1=q2=+e sehingga

U=ke = ke = (8.99 x 109 N . m2/C2 ) = 2.3 x J = 0.14 MeV

(B) Tntukan suhu yang dibutuhkan untuk sebuah deuteron agar dapat melewati batasan potensia, dengan

mengasumsikan energy sebesar kB T per deuteron (di mana kB adalah konstan Boltzmann).

SOLUSI
Oleh karena energi Coulomb total dari pasangan deuteron adalah 0,14 MeV, energi Coulomb per deuteron
adalah 0,07 MeV = 1.1 x 10 -14 J. dengan membuat energi ini setara dengan energi rata-rata per deuteron, kita
peroleh

kBT = 1.1 x 10-14 J

Nilai T adalah: T= = 5.6x108 K

Perhatikan bahwa suhu yang dihitung ini terlalu tinggi karena partikel dalam plasma memiliki distribusi
kelajuan Maxwellian (subbab 21.6 pada buku 2), dan oleh karena itu beberapa reaksi fusi dihaslkan oleh
partikel-partikel yang tidak memiliki energi yang cukup untuk dapat melewati batasan ini memiliki
probabilitas untuk efek penerowongan. Ketika efek ini diperhitungkan, maka suhu 4 x 10 8 K saja tampakknya
(C) Cari energi yang dilepaskan dalam reaksi deuterium-deuterium

+ +

SOLUSI
Massa satu atom deuterium adalah 2,014 102 u. jadi, massa total sebelum reaksi adalah 4.028 204 u.
setelah reaksi jumlah massa adalah 3.016049 u + 1.007 825 u = 4.023 874 u kelebihannya massanya adalah
4.028 204 u – 4.023 874 u = 0.00433 u , ekuivalen dengan energi sebesar
0.00433 u x931.494 MeV/U = 4.03 MeV
Perhatikan bahwa nilai energi tersebut konsisten dengan nilai yang telah diberikan dalam persamaan 45.4
BAGAIMANA JIKA? Misalkan tritium yang dihasilkan dari reaksi bagian (C) akan bereaksi dengan deuterium
lainnya dalam reaksi

1 + +

Berapa banyak energi yang dilepaskan dalam rangkaian dari kedua reaksi tersebut?
Jawaban Efek keseluruhan dari rangkaian kedua reaksi tersebut adalah tiga inti deuterium yang bergabung
untuk membentuk inti helium, inti hidrogen, dan neutron. Massa awalny adalah 3 (2,014 102 u) = 6,042 306 u.
Setelah reaksi, jumlah dari massanya adalah 4,002 603 u + 1,007 825 u + 1,008 665 = 6,019 093 u. Kelebihan
massanya adalah 0,023 213 u, setara dengan energi sebesar 21,6 MeV. Perhatikan bahwa nilai ini adalah jumlah
nilai Q untuk reaksi kedua dan ketiga Persamaan di 45,4.

garis hijau merupakan daya Suhu di mana laju pembangkitan daya dalam reaksi fusi apapun
hilang oleh bremsstrahlung
sebagai fungsi temperatur. yang melebihi laju kerugian dayanya disebut suhu penyalaan
kritis Tpenyalaan. Suhu ini untuk reaksi deuterium-deuterium (D-D)

adalah 4 x 108 K. Dari hubungan E kB T, suhu penyalaan

tersbut ekuivalen dengan nilai sekitar 52 keV. Suhu penyalaan


kritis untuk deuterium-tritium (D-T) reaksi adalah sekitar 4,5 x 107

gam K, atau 6 keV. Sebuah grafik daya Phasil yang dihasilkan oleh fusi
bar 45.8
terhadap suhu untuk kedua reaksi tersebut ditunjukkan pada
Gambar 45.8 Tenaga yang dihasilkan
versus suhu untuk deuterium- Gambar 45.8. garis hijau lurus mempresentasikan daya yang hilang
deuterium (D-D) dan deuterium-
tritium (D-T) fusion. ketika tingkat philang melalui mekanisme radiasi yang disebut bremsstrahlung
generasi melebihi tingkat kerugian,
pengapian terjadi. (Bagian 42,8). Dalam mekanisme hilangnya energi yang utama ini,
radiasi (terutama sinar X ) terpancarkan sebagai hasil dari
Daerah berwarna di atas kurva
tumbukan
mewakili elektron-ion
menguntungkan di dalam plasma. Perpotongan garis Philang
kondaisi untuk fusion.
dengan kurva Phasil memberikan suhu-suhu penyalaan kritisnya.

Selain adanya persyaratan suhu yang tinggi, terdapat dua parameter


kritis lainnya yang menentukan apakah reaktor termonuklir akan
berhasil atau tidak: kerapatan ion n dan waktu pengurungan t,
yang merupakan selang waktu selama energi dimasukkan ke dalam
plasma tetap berada di dalam plasma. Fisikawan Inggris JD
Lawson (1923-2008) menunjukkan bahwa kerapatan ion dan
waktupengurungan harus cukup besar untuk memastikan bahwa
lebih banyak energi fusi akan dilepaskan dari pada yang dibutuhkan

Gambar 45,9 Jumlah Lawson untuk menaikkan suhu plasma. Sebuah grafik nilai Nt yang
nt di mana output energi bersih adalah
mungkin versus suhu untuk D-T dan dibutuhkan untukk mencapai output energi untuk reaksi D-T dan
D-D reaksi fusi.
reaksi D-D pada berbagai temperatur yang berbeda ditunjukkan
pada Gambar 45,9. Hasil Nt disebut sebagai bilangan lawson dari
sebuah raksi. Kriteria lawson menyatakan bahwa output energi
neto memungkinkan untuk nilai-nilai nt yang memenuhi
persyaratan sebagai berikut:

n s/cm3 (D-T)

n s/cm3 (D-D) (45.5) kriteria lawson

Nilai-nilai ini mewakili minimum dari kurva pada Gambar 45,9.

kriteria Lawson diperoleh dengan cara membandingkan energi yang dibutuhkan untuk
menaikkan suhu sebuah plasma dengan energi yang dihasilkan oleh proses fusi. Energi E in yang
dibutuhkan untuk menaikkan suhu plasma sebanding dengan kerapatan ino n, yang dapat
dinyatakan sebagai Ein = C1 n, di mana C1 adalah suatu konstanta. Energi yang dihasilkan oleh

proses fusi sebanding dengan n2 , atau Ehasil=C2n2 . Hal ini lebih mudah dipahami dengan
mengetahui bahwa energi fusi yang dilepaskan sebanding dengan laju tumbukkan ion-ion yang
2
berinteraksi ( ) dan waktu pengurungan . Energi neto yang dihasilkan ketika Ehasil > Ein.

Ketika konstanta C1 dan C2 dihitung untuk reaksi-reaksi yang berbeda, kondisi E hasil in

menghasilkan kriteria Lawson.

Singkatnya, dua persyaratan dasar dari reaktor tenaga termonuklir adalah

 Suhu plasma harus sangat tinggi-sekitar 4,5x107K untuk reaksi D-T dan 4x 108 K untuk reaksi D-
D.
 Untuk dapat memenuhi kriteria lawson, hasil Nt harus besar. Untuk nilai n tertentu, pprobabilitas
fusi antara dua partikel bertambah seiring t bertambah. Untuk nilai t tertentu, laju tumbukkan
antara kedua inti bertambah seiring n bertambah.

Upaya yang sedang dilakukan saat ini adalah memenuhi kriteria Lawson pada suhu yang
melebihi Tpennyalaan. Meskipun kebutuhan untuk kerapatan plasma minimum telah dicapai,
masalah waktu pengurungan adalah hal yang lebih sulit. Bagaimana caranya plasma dapat
terkurung pada 1014 s/cm3 ? Dua teknik dasar yang sedang diselidiki adalah pengurungan
magnetik dan pengurungan inersia.

Pengurungan Magnetik

Banyak eksperimen plasma (fusi) yang menggunakan pengurungan magnetik untuk mengurung
plasmanya. Sebuah perangkat toroida disebut tokamak, pertama dikembangkan di Rusia,
ditunjukkan pada Gambar 45.10a. Kombinasi dua medan magnet yang digunakan untuk
mengurung dan menstabilkan plasma: (1) bidang toroidal kuat yang dihasilkan oleh arus dalam
toroidal yang melilit pada sebuah ruang hampa dan (2) medan "poloidal" lemah dihasilkan oleh
arus toroidal. Selain itu, dari mengurung plasmanya, arus toroidal digunakan untuk menaikkan
suhu.
Gambar 45,10 (a) Diagram dari
tokamak digunakan dalam skema
kurungan magnetik. (b) Interior
pandangan tertutup tokamak Fusi
Uji Reaktor (TFTR) kapal vakum
di Laboratorium Fisika Princeton
Plasma. (c) Nasional Bulat Torus
Percobaan (NSTX) yang mulai
beroperasi Maret 1999.

Gambar 45.10

Garis-garis medan magnet heliks yang dihasilkan membuat suatu spiral


yang mengelilingi plasma dan mencegah plasma agar tidak bersentuhan
dengan dinding ruang hampa udaranya. (Jika plasma menyentuh dinding
ruang hampa udara, maka suhunya akan berkurang dan pengotor-
pengotor berat pada dinding akan meracuni plasmanya dan
menyababkan hilangnyadaya yang besar.)

Salah satu terobosan besar dalam pengurungan magnetik pada 1980-an


adalah di bidang inpput energi tambahan untuk mencapai suhu penyalaan.
Eksperimen telah berhasil menunjukkan bahwa dengan menyuntikan
seberkas sinar partikel netral berenergi tinggi ke dalam plasma,
tercapainya suatu metode yang sangat efisien untuk meningkatkan
suhunya ke suhu penyalaan. Input energi berfrekuensi radio mungkin
akan diperlukan untuk plasma pada unkuran reaktor.

Ketika itu beroperasi 1982-1997, Tokamak Fusion Test Reactor (TFTR,


Gambar. 45.10b) di Princeton University melaporkan bahwa suhu ion
pusatnya adalah 510 juta derajat Celcius, 30 kali lebih panas dari bagian
pusat Matahari Nilai-nilai nt dalam TFTR untuk reaksi D-T di atas 10 13
s/cm 3 dan mendekati nilai yang dibutuhkan oleh kriteria Lawson. Pada
17
tahun 1991, laju reaksi dari fusi D-T diatas 6 x 10 per detik telah
dicapai dalam tokamak Joint European Torus (JET) di Abington, Inggris.
Salah satu generasi baru dari eksperimen fusi adalah Spherical Nasional.

Salah satu generasi baru percobaan fusi adalah Spherical Nasional Torus
Eksperimen (NSTX) di Princeton plasma Physics Laboratory dan
ditunjukkan pada Gambar 45.10c. berbeda dengan plasma tokamak yang
berbentuk donat. NSTX menghasilkan plasma berbentuk bola dan
memiliki lubang di bagian tengahnya. Keuntungan utama dari konfigurasi
bola adalah kemampuan untuk mengurung plasma pada tekanan tinggi
dalam sebuah medan magnet. Pendekatan ini dapat mengarahkan pada
perkembangan reaktor fusi yang lebih ekonomis dan lebih kecil.

Salah satu upaya kolaborasi international yang melibatkan Amerika


Serikat, Uni Eropa, Jepang, Cina, Korea Selatan, India, dan Rusia saat ini
sedang mengembangkan reaktor fusi yang disebut ITER (international
thermonuclear experimental reactor). Cina dan AS mula berpartisipasi
dalam program ini pada tahun 2003. Fasilitas tersebut akan menjawab
masalah-masalah teknologi dan ilmiah berkenaan dengan kelayakkan
tenaga fusi .rancangan dari reaktor tersebut telah diselesaikan, sedangkan
tempat dan konstruksinya masih dalam tahap negoisasi. Empat tempat
yang diajukan adalah Cadarache Preancis, Clarington Kanada, Rokkasho-
mura Jepang, dan Vandellos Spanyol. Jika alat tersebut dapat berkerja,
bilangan lawson untuk ITER akan mencapai sekitar 6 kali lebih besar dari
pada reaktor sementara yang dipegang oleh tokamak JT- 60U di Jepang.
ITER dapat menghasilkan daya 1,5 GW, dan kandungan energi dari
partikel-partikel alpha di dalam reaktor akan sangat kuat sedemikian rupa
hingga mereka dapat menjaga keberlangsungan reaksi fusinya, dan aliran
sumber energi tambahannya dapat diberhentikan ketika reaksinya telah
dimulai.

Contoh 45.4 Di dalam sebuah Reaktor fusi


Pada tahun 1998, tokamak JT- 60U di Jepang beroperasi menggunakan sebuah plasma D-T dengan
kerapatan 4,8 x 10 13 cm-3+ pada suhu (dalam satuan energi) dari 24,1 keV. Reaktor tersebut dapat
mengurung plasma didalam medan magnet selama 1,1 s.

(A) Apakah tokamak tersebut memenuhi kkriteria lawson?

Penyelesaian persamaan 45.5 menyatakan bahwa untuk sebuah plasma D-T bilangan lawson nT harus
lebih besar dari 1014 s/cm3 .untuk Jt-60 U,

= (4,8 x 1013 cm-3) (1.1 s) = 5.3 x 1013 s/cm3

Nilai ini telah mendekati kriteria lawson pada kenyataannya, para ilmuan mencatat bahwa keuntungan
daya yang dihasilkan adalah 1,25, yang menandakan bahwa reaktor dapat beroperasi diatas titik impas
dan menghasilkan energi lebih dari ynga dibutuhkan untuk menjaga plasmanya.

(B) Bagaimana perbandngan kerapatan plasma dengan kerapatan atom dalam sebuah gas ideal ketika
gas tersebut berada pada suhu dan tekanan kamar?

Penyelesaian kerapatan atom dalam sampel gas ideal dinyatakan oleh N A /V mol3 dimana NA adalah
bilangan avogadro dan v mol adalah volume molar sebuah gas ideal dengan kondisi standar, 2.24 x 10-2
m3 / mol. Jadi kerapatan gasnya adalah

=2.7 x atoms/cm3

Nilai tersebut 500 000 kali lebih besar dari pada kepadatan plasma dalam reaktor.

pengurungan Inertial

Teknik untuk mengurung plasma, yang kedua disebut pengurungan


inersia dan menggunakan sasaran D-T yang memiliki kerapatan partikel
yang sangat tinggi. Dalam skema ini, waktu pengurungannya sangat
singkat (biasanya 10 211-10 29 s), hal ini disebabkan adanya inersia
dapal partikel sehingga partikel tidak dapat bergerak bebas dari posisi
awal. Jadi, kriteria lawson dapat dipenuhi dengan cara menggabungkan
kerapatan partikel yang tinggi dengan waktu pengurungan yang sangat
Gambar 45.11
pendek.

Fusi laser adalah bentuk paling umum dari pengurungan inersia. Sebuah biji kecil
D-T bedriameter sekitar 1 mm, ditembaki secara serentak oleh beberapa
sinarlaser intesitas tingggi yang terpokus, menghasilkan pulsa energi input yang
besar dan menyebabkan permukaan biji bahan bakar menguap partikel-partikel
yang lolos menyebabkan gaya reaksi hukum ketiga pada inti biji, menghasilkan
gelombang kejut yang sangat kuat. Gelombang kejut tersebut meningkatkan Gambar 45.11 Dalam
pengurungan inersia,
tekanan dan kerapatan penyalaan, maka terjadilah reaksi fusi. anD-T bakar sekering
pelet bila dipukul oleh
Dua laboratorium fusi laser yang terkemuka dia AS terletak dii fasilitas beberapa sinar laser
intensitas tinggi secara
omega University of Rochester di New York dan difasilitas Nova, bersamaan.

Lawrence Livermore National Laboratory di Livermore, California,


fasilitas omega memfokuskan 24 sinar laser pada sasaran dan fasilitas
Nova memfokuskan 10 sinar laser menunjukkan ruang ssasaran dinov,
dan menunjukkan sasaran bijih-bijih bulatb D-T yang digunakan. Nova
mampu menyuntikkan daya sebesar 2x1014 W kedalam bijih berukuran
0,5 mm dan mencapai nt ≈ 5x1014 s/cm3 dan suhu ion 5,0 keV. Nilai
tersebut sudah mendekati nilai yang dibutuhkan untuk penyalaan D-T. Gambar 45.12

Kemajuan ini membuat Departemen Energi AS dan kelompok lainnya


untuk membuat sebuah fasilitas nasional yang akan melibatkan suatu
perangkat fusi laser dengan energi input antara 5MJ hingga 10MJ

Rancangan Reaktor Fusi

Dalam reaksi fusi D-T

Deuterium-tritium fusi.
1 + + Delapanpuluh persen dari energi
yang dilepaskan dalam
neutron 14-MeV.
partikel alpha membawa 20% dari energi dan neutron yang membawa
80% energi, atau sekitar 14 MeV. Partikel alpa karena bermuatan , akan
terabsorbsin oleh plasma dan menyababkan kenaikkan suhu plasma.
Sebalikknya, neutron 14-MeV, yang tidak bermuatan bergerak menembus
plasma dan diserap oleh bahan penyelimut disekeliling plasma dimana
energi knetik neutron akan diserap untuk menghasilkan tenaga listrik.
Sebuah diagram reaksi fusi deutroium-deutrium.

Salah satu skema adalah dengan menggunakan logam lithium cair


sebagai bahan pengabsorbsi neutron dan untuk mengedarkan lithium
dalam sebuah kumparan penukar panas yang tertutup, yang akan
menghasilkan uap dan menggerakkan turbin, seperti dalam sebuah
pembangkit tenaga listrik biasa. Gambar 45,13 (halaman 1388)
menunjukkan diagram reaktor tersebut. Diperkirakan bahwa lapisan
lithium setebal 1 m akan menangkap hampir 100% neutron dalam fusi
sebuah bijih kecil D-T.

Penangkapan neutron oleh lithium digambarkan oleh reaksi

1 + +

gambar 45.13 diagram dari reaksi fusi


3
di mana energi kinetik dari tritium bermuatan 1 H dan partikel alpha
akan diubah menjadi energi dalam dari litium cair. Keuntungan lainnya
dalam menggunakan litium sebagai media transfer energi adalah litium
yang dihasilkan dapat dipisahkan dari litium dan dikembalikan kedalam
reaktor sebagi bahan bakar.
Keuntungan dan Permasalahan dari Reaksi Fusi

Jika tenaga fusi dapat diperoleh, akan terdapat bebrapa keuntungan yang
tidak diperoleh dari reaksi fusi: (1) biaya rendah dan melimpahnya bahan
bakar (deuterium), (2) mustahilnya kecelakaan akibat reaksi yang tidak
terkendali, dan (3) bahaya radiasi yang lebih kecil. Beberapa
permasalahan yang perlu diantisipasi dan kerugian dari tenaga fusi
adalah: (1) kelangkaan lithium, (2) terbatasnya pasokan helium, yang
dibutuhkan untuk mendinginkan magnet superkonduktor yang digunakan
untuk menghasilkan medan pengurungan kuat, dan (3) kerusakan
struktural dan radioaktivitas terinduksi yang dihasilkan oleh neuron. Jika
masalah tersebut dapat diatasi dan faktor-faktor teknik perancangannya
dapat dipecahkan, maka pada abad ke 21 fusi nuklir boleh jadi merupakan
sumber emergi yang memungkinkan.
45.5 Kerusakkan Akibat Radiasi

Dalam Bab 34, kita telah mempelajari bahwa radiasi elektromagnetik berada disekitar
kita dalam bentuk gelombang radio, gelombang mikro, gelombang cahaya, dan sebagainya. Pada
bagian ini, kita akanmempelajari bentuk radiasi yang dapat menyababkan kerusakkan parah
ketika menembus bahan. Hal ini termasukka radiasi yang dihasilkan dari proses radioaktif dan
radiasi dalam bentuk partikel berenergi tinggi, seperti neutron dan proton. Bentuk-bentuk inilah
yang disebut radiasi dibagian ini dan dua bagian lainnya.

Tingkat dan jenis kerusakan tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis dan energi
radiasi dan sifat-sifat materi tersebut. Logam yang digunakan dalam struktur reaktor nuklir dapat
diperlemah oleh fluks yang tinggi dari neutro berenergi tinggi karena fluks tinggi menyebabkan
lelah logam (metal fatigue). Kerusakan di situasi seperti ini terjadi dalam bentuk perpindahan
atom, dan sering kali mengakibatkan perubahan besar dalam sifat-sifat material.

Kerusakkan akibat radiasi dalam organisme biologis biasannya disebabkan oleh efek
ionisasi dalam sel. Kegiatan normal dalam sebuah sel dapat terganggu ketika ion yang sangat
reaktif terbentuk sebagai hasil dari radiasi yang mengionisasi. Contohny, hidrogen dan hidroksil
radikal OH- yang dihasilkan dari molekul air menyebabkan reaksi kimia yang bisa
memecahkan ikatan dalam protein dan molekul vital lainnya. Selain itu, radiasi yang
mengionisasi dapat memengaruhi molekul vital secara langsung dengan cara menghilangkan
elektron dari struktur mereka. Radiasi dalam dosis tinggi sangatlah berbahaya karena kerusakkan
dalam jumlah besar pada molekul sebuah sel dapat menyebabkan sel tersebut mati. Meskipun
kematian sel tunggal bukanlah sebuah persoalan, tetapi banyak sel yang mati dapat menyababkan
kerusakkan terhadap organisme tersebut. Sel-sel yang membelah dengan cepat, seperti pada
saluran pencernaan, organ reproduksi, dan folikel rambut, biasanya sangat rentan. sel yang
selamat dari radiasi akan mengalami cacat. Sel cacat tersebut dapat menyebabkan cacat pada sel
lainnya dan mengarah padaa kanker.

Dalam sistem biologis, kerusakkan akibat radiasi biasanya dikategorikan kedalam dua
jenis: kerusakan somatik dan kerusakan genetik. Kerusakan somatik adalah kerusakkan yang
berhubungan dengan sel tubuh manapun kecuali sel reproduksi. Kerusakan genetik adalah
kerusakkan pada sel reproduksi. Kerusakan gen dalam sel reproduksi dapat menyebabkan cacat
keturunan. Hal ini penting untuk menyadari efek dari perawatan diagnostik, seperti x-ray dan
bentuk lain dari paparan radiasi, dan untuk menyeimbangkan manfaat yang signifikan dari
pengobatan dengan efek merusak.

Kerusakan yang disebabkan oleh radiasi juga tergantung pada daya penetratrasi radiasi.
Partikel alpha menyebabkan kerusakan yang parah, tetapi partikel tersebut hanya dapat
menembus bahan hingga kedalaman yang dangkal kaarena adanya interaksi kuat dengan partikel
bermuatan lainnya. Neutron tidak dapat bereaksi melalui gaya listrik sehingga dapat menembus
bahan lebih dalam dan menyebabkan kerusakkan yang signifikan. Sinar gamma adalah poton
berenergi tinggi yang dpat menyebabkan kerusakkan paling luas, tetapi biasanya akan menembus
materi tanpa berinteraksi.

Beberapa satuan pernah dan masih digunakan untuk mengukur besar atau dosis, radiasi
yang berinteraksi dengan suatu bahan

Roentgen (R) adalah besarnya radiasi ionisasi yang dihasilkan oleh muatan listrik 3,33
x10-10 c dalam 1 cm3 udara pada kondisi-kondisi standar.

Secara Ekuivalen, satuan rontgen adalah jumlah radiasi yang meningkatkan energi dari 1
kg udara oleh 8.76 x 1023 J.

Dalam banyak keperluan, roetgen telah digantikkan oleh rad (sebuah singkatan untuk
radiation absorbed dose atau dosis radiasi yang terabsorbsi):

Satu rad adalah besarnya radiasi yang meningkatkan energi dari kg bahan menyerap
oleh 1 x 10-2 J.

Meskipun rad adalah unit fisik yang sangat baik, rad bukanlah satuan yang cocok untuk
mengukur tingkat kerusakan biologis yang disebabkan oleh radiasi karena kerusakkan tidak
hanya bergantung pada banyaknya radiasi, tetapi juga pada jenis radiasinya. Sebagi contoh suatu
dosisi radiasi partikel alfa menyababkan kerusakkan 10 kali lebih dari dosis yang sama dari
sinar-x. The RBE (effectiveness atau efektivitas biologis relative) untuk jenis radiasi tertentu
adalah jumlah rad dari sinarx atau radiasi gamma yang menghasilkan kerusakan biologis
yang sama dengan 1 rad dari radiasi yang digunakan.
Faktor RBE (relative biological effectiveness atau efektivitas biologis relatif) untuk suatu
jenis radiasi tertentu adalah jumlah rad dari radiasi sinar-X atau radiasi gamma yang
menghasilkan kerusakan biologis yang sama dengan 1 rad dari radiasi yang digunakan. Faktor
RBE untuk berbagai jenis radiasi lainnya dapat dilihat dalam Tabel 45.1. Nilai-nilai dalam tabel
adalah pendekatan, karena nilai-nilai tersebut bervariasi denan energy partikel dan dengan
bentuk kerusakannya. Faktor RBE harus dianggap sebagai sebuah panduan pendekatan terhadap
efek nyata dari radiasi.

Akhirnya, rem (radiasi ekuivalen dalam manusia) adalah hasil kali dosis radiasi dalam
rad dan faktor RBE-nya:

Dosis dalam rem= Dosis di rad x RBE

Menurut definisi tersebut, 1 rem dari dua jenis radiasi maupun akan menghasilkan
kerusakan biologis yang sama. Berdasarkan Tabel 45.1, kita lihat bahwa dosis radiasi 1 rad dari
neutron cepat merepresentasikan dosis efektif sebesar 10 rem, tetapi 1 rad radiasi gamma
ekuivalen dengan dosis efektif sebesar 1 rem saja.

Radiasi tingkat rendah dari sumber-sumber alami, seperti sinar kosmik serta batuan dan
tanah radioaktif menghasilkan dosis sekitar 0,13 rem/ tahun. Radiasi tersebut disebut radiasi
latar. Radiasi latar berubah-ubah tergantung kondisi geografisnya. Factor penentu utamanya
adalah ketinggian (paparan terhadap sinar kosmis) dan geologi (gas radon yang dihasilkan oleh
beberapa susunan batuan, deposit mineral radioaktif alami).

Batas atas dari tingkat dosis yang direkomendasikan oleh pemerintah AS (selain dari
radiasi latar) adalah sekitar 0,5 rem/tahun. Banyak pekerjaan yang melibatkan tingkat radiasi
yang lebih tinggi sehingga batas atas sebesar 5 rem/tahun telah ditentukan untuk gabungan dari
paparan di semua bagian tubuh. Batas atas yang lebih tinggi lagi diizinkan untuk beberapa
bagian tubuh, seperti lengan bawah dan telapak tangan. Dosis 400 hingga 500 rem akan
mengakibatkan tingkat kematian 50% (setengah dari jumlah orang yang terpapar radiasi pada
tingkat ini akan meninggal). Bentuk paling berbahaya dari radiasi untuk sebagian besar orang
adalah menghirup atau menelan isotop radioaktif, terutama isotop dari unsure-unsur yang akan
disimpan dan diserap oleh tubuh, seperti 90Sr.

Inti dari pembahasan ini adalah pada pengukuran dosis radiasi dalam satuan-satuan
seperti rad dan rem karena satuan-satuan tersebut masih digunakan secara luas. Akan tetapi,
satuan-satuan ini secara formal telah tergantikan oleh satuan-satuan SI yang baru. Rad telah
digantikan oleh gray (Gy), yang setara dengan 100 rad. Rem telah digantikan oleh sievert (Sv),
yang setara dengan 100 rem. Tabel 45.2 merangkum satuan-satuan SI yang digunakan sekarang
dan sartuan-satuan lama yang pernah digunakan untuk merepresentasikan dosis radiasi.

45.6 Detektor Radiasi


Partikel yang melewati bahan akan berinteraksi dengan bahan tersebut dalam sejumlah
cara. Partikel tersebut dapat mengionisasi atom, tersebar dari atom, atau terabsorpsi oleh atom,
dan lain-lain. Detektor radiasi mengeksploitasi interaksi-interaksi tersebut untuk dapat mengukur
energy partikel itu sendiri. Beragam perangkat telah dikembangkan untuk mendeteksi radiasi.
Perangkat-perangkat ini digunakan untuk berbagai macam keperluan, termasuk dalam diagnosis
medis, penentuan umur secara radioaktif, pengukuran radiasi latar, serta pengukuran massa,
energi, dan momentum partikel yang di hasilkan dalam reaksi nuklir berenergi tinggi.

Pada awal abad ke-20, detector radiasi masih jauh lebih sederhana bila di bandingkan
detektor yang digunakan saat ini. Kita akan membahas tiga detektor yang pertama kali
digunakan. Sebuah emulsi fotographic (photographic emulsion) adalah contoh paling sederhana
dari detektor. Partikel bermuatan akan mengionisasi atom dalam lapisan emulsi. Jejak partikel
bersesuaian dengan titik-titik dalam emulsi dimana telah terjadi perubahan kimia.

Ketika emulsi telah dikembangkan lintasan partikelnya menjadi terlihat. Sebuah kamar kabut
mengandung gas yang telah di dinginkan hingga suhu dibawah titik kondensasi. Partikel
berenergi tinggi melewati gas akan mengionisasi gas tersebut di sepanjang lintasannya. Ion-
ionnya bertindak sebagai pusat-pusat kondensasi gas yang di dinginkan. Jejak partikel dapat
dilihat dengan mata telanjang dan bisa difoto. Medan magnet dapat diterapkan untuk
menentukan muatan partikel, begitu juga momentum dan energinya. Sebuah alat yang disebut
kamar gelembung (biasanya hidrogen cair)diciptakan pada tahun 1952 oleh D. Glaser, adalah
alatyang menggunakan cairan (biasanya cairan hydrogen) yang terjaga pada suhu dekat titik
didihnya. dipelihara di dekat titik didihnya. Ion yang dihasilkan oleh partikel bermuatan akan
meninggalkan jejak gelembung, yang kemudian bisa difoto (Gambar. 45,14)oleh karena
kerapatan gas dalamsebuah kamar kabut, maka kamar gelembung memiliki tingkat sensitivitas
yang lebih tinggi.

Detektor yang lebih baru melibatkan proses-proses yang lebih rumit. Dalam sebuah
kamar ion (Gambar. 45.15), pasangan elektron-ion dihasilkan ketika radiasi melewati gas dan
menghasilkan sinyal listrik. Dua keeping dalam ruang dihubungkan pada sebuah sumber terjaga
pada potensial listrik yang berbeda-beda. Keping positif akan menarik elektron, dan keping
negative akan menarik ion positif, menyebabkan sebuah pulsa arus yang sebanding dengan
jumlah elektron-ion dihasilkan ketika sebuah partikel melewati kamar tersebut. Ketika kamar ion
digunakan untuk mendeteksi keberadaan partikel sekaligus mengukur energinya, maka kamar hal
itu disebut pencacahan proporsional.

Pencacah Geiger (Gambar. 45,16 pada halaman 1392) adalah bentuk paling umum dari
kamar ion yang digunakan untuk mendeteksi radioaktivitas. Alat ini dianggap sebagai bentuk
dasar dari semua alat pemecahan yang menggunakan ionisasi dari medium sebagai proses deteksi
dasarnya. Pencacah Geiger terdiri dari seutas electrode kawat tipis yang dihubungkan di
sepanjang sumbu pusat sebuah tabung logam berbentuk silinder (taung ini telah diisi dengan gas
bertentangan rendah). Kawat tersebut akan menjaga potensial listrik yang putih yang tinggi
(sekitar 103 V) relative terhadap tabung.

Ketika partikel berenergi tinggi dihasilkan, misalnya dari peluruhan radioaktif, memasuki
tabung melalui jendela kecil yang berada di salah satu ujung, beberapa atom gas terionisasi.
Elektron dihapus dari atom-atom ini tertarik ke arah kawat pusat, dan, dalam proses, mereka
mengionisasi atom lain di jalan mereka. Ini berurutan hasil ionisasi di longsoran elektron yang
menghasilkan pulsa saat ini. Setelah pulsa telah diperkuat, itu baik dapat digunakan untuk
memicu counter elektronik atau dikirim ke loudspeaker yang mengklik setiap kali sebuah
partikel terdeteksi. Meskipun Geiger counter dengan mudah mendeteksi adanya partikel, energi
hilang oleh partikel di counter tidak sebanding dengan getaran saat diproduksi. Oleh karena itu,
Geiger counter tidak dapat digunakan untuk mengukur energi partikel.
Sebuah detektor semikonduktor-dioda pada dasarnya adalah sambungan p-n bias mundur.
Kita ingat kembali di Subbab 43,7 bahwa sebuah sambungan p-n melewatkan arus ketika biasnya
maju dan melarang arus untuk lewat ketika biasnya mundur. Ketika partikel berenergi tinggi
melewati sambungan, elektron akan tereksitasi ke pita konduksi dan lubang-lubang akan tercipta
dalam pita valensi. Medan listrik internal akan menyapu electron-elektronnya ke sisi positif (n)
dari sambungan dan menyapu lubang-lubangnya ke sisi negatif (p). Pergerakan elektron dan
lubang menciptakan pulsa arus yang terukur oleh pencacah elektronik. Dalam alat tersebut
biasanya durasi pulsa adalah 10-8 s

Pencacah sintilasi biasanya menggunakan bahan padat atau cair yang atom-atomnya lebih
mudah tereksitasi oleh radiasi. Atom tereksitasi akan memancarkan foton ketika atom tersebut
kembali menjadi keadaan dasar. Bahan yang biasa digunakan sebagai sintilator adalah kristal
transparan dari iodida natrium dan plastic tertentu. Jika bahan sintilator disambungkan pada
tabung fotomultiplier (photomultiplier) (Subbab 40.2), foton yang terpancarkan oleh sintilator
dapat terdeteksi dan menghasilkan sebuah sinyal listrik.

Sintilator dan detektor semikonduktor-dioda lebih sensitive bila dibandingkan dengan


pencacah Geiger terutama karena kerapatan bahan dari sintilator dan detector semikonduktor-
dioda lebih tinggi. Kedua alat tersebut mengukur energy total yang terkumpul di dalam detektor,
yang dapat sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi partikel. Selain itu, jika partikel berhenti
di dalam detektor, maka kedua alat ini dapat digunakan untuk mengukur energy total partikel.

Detektor jarak adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat secara langsung jejak
partikel bermuatan. Partikel energi tinggi yang dihasilkan dalam akselerator partikel dapat
memiliki energi mulai 109 hingga 1012 eV. Oleh karena itu, partikel tidak dapat dihentikan dan
energy mereka tidak dapat diukur dengan detector-detektor yang disebutkan di atas. Daripada
demikian, energi dan momentum dari partikel berenergi tinggi tersebut dapat di cari dari
kelengkungan lintasan partikelnya dalam medan magnet yang besar dan arahnya diketahui.

Sebuah kamar lecutan adalah alat pencacah yang terdiri atas keeping-keping konduktor
sejajar yang mampu merekam jejak dalam tiga dimensi. Keping-keping bernomor genap
dibumikan, dan keeping-keping bernomor ganjil dijaga pada potensial listrik tinggi (sekitar 10
kV). Ruang antarakepingnya mengandung gas inert pada tekanan atmosfer. Ketika partikel
bermuatan melewati kamar lecutan, atom-atom gas akan terionisasi dan menghasilkan arus serta
lecutan yang terlihat di sepanjang lintasan partikel. Percikan tersebut dapat difoto atau dideteksi
secara elektronik dan datanya dikirimkan ke sebuah komputer untuk merekonstruksi lintasannya
kemudian menetukan massa, momentum, dan energy dari partikel.

Versi kamar lecutan yang lebih baru telah dikembangkan. Sebuah kamar hanyutan
memiliki ribuan kawat bertegangan tinggi yang disusun di dalam ruang detektor, yang diisi
dengan gas. Dengan demikian, terdapat susunan dari ribuan pecahan Geiger. Ketika partikel
bermuatan melewati detektor, partikel akan mengionisasi molekul gas dan elektron yang
dikeluarkan akan dibelokkan menuju kawatbertegangan tinggi sehingga menciptakan sinyal
listrik. Sebuah komputer akan mendeteksi sinyal dan merekonstruksi lintasan yang dilalui di
dalam detektor. Kamar hanyutan bervolume besar yang canggih yang telah menyediakan hasil-
hasil yang signifikan dalam mempelajari partikel yang terbentuk dalam tumbukan antaratom
adalah Solenoidal Tracker di RHIC (STAR). (RHIC adalah ankronim dari Relativistic Heavy Ion
Collider, sebuah fasilitas di Brookhaven National Laboratory yang mulai beroperasi pada tahun
2000). Kamar hanyutan jenis ini disebut kamar proyeksi waktu (time projection chamber). Foto
dari detektor STAR dapat dilihat pada Gambar 45,17.

Figure 45.17 The STAR detector at

the Relativistic Heavy Ion Collider at

Brookhaven National Laboratory.

45.7 Berbagai kegunaan Radiasi


Aplikasi fisika nuklir telah tersebar luas dalam bidang manufaktur obat-obatan dan
biologi. Bahkan pembahasan singkat dari seluruh kemungkinannya dapat memenuhi satu buku,
dan untuk membuat buku yang terkini diperlukan revisi berkali-kali. Dibagian ini, kita akan
membahas beberapa aplikasi fisika nuklir dan teori-teori yang mendasari aplikasi tersebut.

Pelacakan
Pelacak radioaktif digunakan untuk menemukan jejak kimia yang ikut serta dalam
bermacam-macam reaksi. Salah satu kegunaan utama dari pelacak radioaktif adalah dalam dunia
obat-obatan. Misalnya, iodin, sebuah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, dapat
diperoleh dalam jumlah besar dengan cara menyantap garam beryodium dan makanan laut.
Untuk mengevaluasi kinerja tiroid, seorang pasien meminum natrium ioida radioaktif (dalam
131
jumlah yang sangat sedikit) yang mengandung I, isotop iodine yang dihasilkan secara artifisial
127
(isotop non radioaktif yang alaminya adalah I). Besarnya jumlah iodin dalam kelenjar tiroid
sebagai fungsi waktu dengan cara mengukur intensitas radiasi pada daerah leher. Berapa banyak
131
isotop I yang tetap berada dalam tiroid adalah ukuran seberapa baiknya fungsi kelenjar
tersebut.

Aplikasi yang kedua dapat dilihat pada Gambar 45,18. Sebuah solusi yang mengandung
natrium radioaktif disuntikkan ke dalam pembuluh darah di kaki, dan pada saat radioisotope
tersebut sampai ke bagian lain dari tubuh, hal ini dideteksi menggunakan suatu pencacah radiasi.
Waktu yang dibutuhkan adalah indikasi yang baik dari adanya atau tidak adanya masalah dalam
sistem peredaran darah.

Pelacak juga dapat digunakan dalam penelitian pertanian. Misalkan kita sedang meneliti
metode yang terbaik untuk memupuk sebuah tumbuhan. Elemen tertentu dalam pupuk, seperti
nitrogen, dapat ditandai (diidentifikasi) menggunakan salah satu isotop radioaktif. Pupuk tersebut
kemudian disemprotkan pada satu kelompok tumbuhan, diteteskan di tanah untuk kelompok
kedua, dan disebarkan untuk kelompok ketiga. Sebuah pencacah Geiger kemudian digunakan
untuk melacak jejak nitrogen dalam ketiga kelompok tumbuhan tersebut.
Teknik pelacakan jejak sangatlah luas, seluas apa yang dapat diciptakan oleh kecerdikan
umat manusia. Aplikasi yang di gunakan sekarang ini mulai dari memeriksa bagaimana gigi
mengabsorpsi fluoride hingga mengawasi bagaimana peralatan pembersih mengontaminasi alat-
alat pemrosesan makanan, hingga mempelajari kerusakan dalam mesin mobil. Dalam kasus
mesin mobil, bahan radioaktif digunakan dalam manufatun cincin piston, dan olinya diperiksa
radioaktivitasnya untuk menentukan jumlah ausnya cincin piston.

Analisis Bahan
Selama berabad-abad, metode standar untuk mengidentifikasi unsur-unsur dalam satu
sampel bahan adalah analisis kimia yang menentukan bagaimana bahan tersebut bereaksi dengan
bermacam-macam bahan kimia. Metode kedua yang digunakan adalah analisa spektrum, yang
menggunakan fakta bahwa ketika tereksitasi, setiap unsur memancarkan panjang gelombang
elektromagnetik yang meiliki karakteristiknya masing-masing.

Metode tersebut sekarang telah digantikan oleh metode ketiga, analisis aktivasi neutron.
Baik metode kimia maupun metode spectrum memiliki kekurangan, yaitu jika sampel yang di uji
cukup besar maka sampel tersebut harus dihancurkan terlebih dahulu agar dapat dianalisis.
Selain itu, sampel yang sangat kecil dari sebuah unsure tidak terdeteksi oleh kedua metode
tersebut. Analisis aktivasi neutron memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh kedua metode
ini.
Ketika sebuah bahan disinari (diradiasikan)oleh neutron-neutron, inti dalam bahan akan
mengabsorpsi neutron dan berubah menjadi isotop-isotop yang berbeda. Sebagian bsar isotop
65 66
tersebut bersifat radioaktif. Sebuah contoh, Cu menyerap neutron untuk menjadi Cu, yang
mengalami peluruhan beta:

Dapat disimpulkan bahwa terdapat tembaga dalam bahan karena kita ketahui bahwa 66Cu
memiliki waktu paruh 5,1 menit dan meluruh dengan emisi partikel beta yang memiliki energi
maksimum 2,63 MeV dan 1,59 MeV. Peluruhan 66Cu juga memancarkan sinar gamma 1,04
MeV-. Dengan meneliti radiasi yang terpancarkan oleh bahan, setelah bahan tersebut disinari
oleh neutron kita dapat mendeteksi unsure-unsur yang jumlahlah sangat sedikit sekalipun dalam
bahan tersebut.

Analisis aktivasi neutron digunakan secara rutin oleh beberapa industry, sebagai contoh
dalam penerbangan komersial, untuk memeriksa barang bawaan penumpang untuk melacak
adanya bahan peledak yang disembunyikan (Figur 45.21). Contoh berikut ini tidak digunakan
secara rutin. Napoleon meninggal di pulau St. Helena pada tahun 1821. Konon ia meninggal
secara wajar. Selama bertahun-tahun, terjadi kecurigaan bahwa kematiannya tidak wajar. Setelah
kematiannya, kepalanya digundul dan seutas rambutnya dijual sebagai kenang-kenangan. Pada
tahun 1961, banyaknya arsenik dalam sampel rambutnya dapat diukur menggunakan analisis
aktivasi neutron, dan banyaknya arsenic yang ditemukan tidaklah normal. (Analisis aktivasi
sangat sensitif sehingga sehelai rambutpun dapat dianalisis). Hasil analisis menunjukkan bahwa
Napoleon pernah diberi makanan yang mengandung arsenic dari waktu ke waktu. Faktanya, pola
konsentrasi arseniknya bersesuaian dengan fluktuasi penyakit yang diderita Napoleon, seperti
diketahui dari catatan sejarah.

Ahli sejarah seni menggunakan analisis aktivasi neutron untuk mendeteksi pemalsuan
karya seni. Pigmen yang digunakan dalam cat akan berubah selama berabad-abad, serta pigmen
lama dan pigmen baru akan bereaksi secara berbeda terhadap aktivasi neutron. Metode ini juga
dapat melihat karya seni yang ada di bawah lukisan yang di buat, karena lapisan cat yang
tersembunyi, dan berumur lama akan bereaksi secara berbeda terhadap aktivasi neutron jika
dibandingkan dengan reaksi lapisan permukaannya.
Terapi Radiasi
Radiasi dapat menyebabkan kerusakan sel, terutama pada sel-sel yang cepat membelah.
Oleh karena itu, hal ini sangat berguna dalam pengobatan kanker karena sel tumor dapat
dihancurkan dengan mudah. Beberapa mekanisme dapat digunakan untuk mengirimkan radiasi
60
pada tumor. Pada beberapa kasus, seberkas sinar X yang tipis atau sumber radiasi seperti Co
dapat digunakan, seperti ditunjukkan pada Figur 45.22. pada kasus-kasus lainnya, jarum
radioaktif yang runcing yang disebut seeds akan ditanamkan dalam jaringan kanker. Isotop
radioaktif 131I digunakan untuk mengobati kanker tiroid.

Pengawetan makanan
Radiasi juga bermanfaat di bidang pengawetan makanan karena paparan radiasi tingkat
tinggi dapat menghancurkan atau mengurangi bakteri dan jamur (Figur 45.23). Teknik yang
digunakan diantaranya adalah menambahkan sinar gamma, sinar electron berenergi tinggi, atau
sinarX pada makanan. Pengawetan makanan dengan cara ini dapat dilakukan dalam sebuah
wadah tertutup (untuk mencegah berkembangnya bakteri dan jamur) dan disimpan dalam jangka
waktu yang cukup lama. Hal ini terbukti tidak memengaruhi rasa dan nutrisi dari makanan yang
disinari. Keamanan dari makanan yang disinari telah diakui oleh World Health Organization
(WHO), Center for Disease Control and Prevention (CDC), US Department of Agriculture
(USDA), dan Food and Drug Administration (FDA).
RANGKUMAN

Probabilitas neutron dapat tertangkap ketika neutron bergerak melalui materi akan bertambah
jika energy neutronnya berkurang. Sebuah neutron termal adalah neutron yang bergerak lambat
dan memiliki probabilitas tinggi untuk ditangkap oleh inti dalam kejadian penangkapan
neutron:

1
0 n + AZ X → A+1 Z X* → A+1 Z X + y (45.1)

Dimana A+1 Z X* adalah inti perantara tereksitasi yang dengan cepat memancarkan foton.

Fisi nuklir terjadi ketika inti sangat berat, seperti 225U, terbelah menjadi dua fragmen fisi
yang lebih kecil. Neutron termal dapat menciptakan fisi dalam 225U;

1
0 n + 22592 U → 225 92 U* → X + Y + neutron (45.2)

236
Dimana X dan Y adalah fragmen fisi dan U* adalah keadaan tereksitasi perantaranya. Rata-
ratanya, 2,5 neutron dilepaskan setiap kejadian fisi. Fragmen-fragmen tersebut kemudian akan
mengalami rangkaian peluruhan beta dan gamma untuk beralih menjadi bermacam-macam
isotop stabil. Energy yang dilepaskan dalam setiap kejadian fisi adalah sekitar 200 MeV.

Konstanta reproduksi K adalah jumlah rata-rata neutron yang dilepaskan dari setiap
kejadian fisi yang menyebabkan kejadian fisi lainnya. Dalam sebuah reactor fisi, perlu untuk
menjaga agar K ≈ 1. Nilai K dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti geometri reactor, energy
neutron, dan probabilitas penangkapan neutron. Energy neutron akan dikurangi oleh bahan
moderator yang memperlabat neutron berenergi tinggi dan oleh karena itu meningkatkan
235
probabilitas penangkapan neutron oleh inti U lainnya. Tingkat daya dari reactor diatur
menggunakan batang kendali yang terbuat dari bahan yang sangat efektif dalam mengabsorpsi
electron.

Dalam fisika nuklir, dua inti ringan melebur untuk membentuk inti yang lebih berat dan
melepaskan energy. Hambatan utama dalam mendapatkan energy yang bermanfaat dari fusi
adalah besarnya gaya tolak-menolak Coulomb diantara inti-inti bermuatan yang terpisah pada
jarak pendek. Harus diberikan energy yang cukup pada partikel sehingga partikel dapat melewati
hambatan Coulmom tersebut. Suhu yang dibutuhkan untuk menghasilkan reaksi fusi adalah 105
K, dan pada suhu tersebutlah seluruh materi akan berubah menjadi plasma.

Dalam sebuah reactor fusi, suhu plasma hars mencapai suhu penyalaan kritis. Pada suhu
tersebut, reaksi fusi dapat menghasilkan daya yang melebihi kehilangan daya dalam sistem.
Reaksi fusi yang paling menjanjikan adalah reaksi D-T yang suhu penyalaan kritisnya 4,5 x 10 7
K. dua parameter kritis dalam rancangan reactor fusi adalah kerapatan ion n dan waktu
pengurungan t, selang waktu dalam partikel tarik menarik harus dijaga pada T > T penyalaan.
Criteria Lawson menyatakan bahwa untuk reaksi D-T, nT ≥ 1014 s/cm3.

Energy yang diabsorpsi dalam sebuah bahan akibat dari radiasi dapat diukur dengan
satuan yang disebut rad. Satu rad adalag besarnya radiasi yang menambahkan energy dari 1
kgbahan pengabsorpsi sebesar 1 x 10-2 J. dalam radiasi yang berhubungan dengan besarnya
kerusakan biologis dalam organism diukur dengan satuan rem dan merupakan hasil kali dosis
dalam rad dengan factor RBE.

Dosis dalam rem = dosis dalam rad x RBE

Dimana factor RBE (relative biological effectiveness) untuk jenis radiasi tertentu adalah
jumlah rad dari radiasi sinar X atau radiasi gamma yang menghasilkan kerusakan biologi setara
dengan 1 rad radiasi yang digunakan.
Rad dan rem secara formal telah tergantikan oleh satuan-satuan SI yang baru. Rad
digantikan oleh gray (Gy), yang setara dengan 100 rad. Rem telah digantikan oleh sievert (Sv),
yang setara dengan 100 rem.
PERTANYAAN

1. Jelaskan fungsi dari moderator dalam reactor fisi.

2. Mengapa air adalah pelindung yang lebih baik terhadap neutron dibandingkan timah atau
baja?

3. Jika sebuah inti menangkap neutron yang bergerak lambat, hasilnya akan berada dalam
keadaan yang sangat tereksitasi, dengan energy 8 MeV di atas energy keadaan dasar.
Jelaskan sumber energy eksitasi tersebut.

4. Bahasalah keunggulan dan kekurangan dari reactor fisi dari sudut pandang keamanan,
polusi, dan sumber dayanya. Buatlah sebuah perbandingan dengan daya yang dihasilkan
dari pembakaran bahan bakar fosil.

5. Mengapa reactor fusi menghasilkan limbah radioaktif yang lebih sedikit apabila
dibandingkan dengan reactor fisi?

6. Criteria Lawson menyatakan bahwa hasil kali kerapatan ion dan waktu pengurangan
harus melebihi nilai tertentu sebelum reaksi fusi dapat terjadi. Mengapa kedua parameter
tersebut dapat menentukan hasilnya?

7. Mengapa suhu yang dibutuhkan untuk fusi D-T lebih kecil bila dibandingkan dengan
suhu yang dibutuhkan untuk fusi D-D? tentukan gaya tolak-menolak Coulomb dan gaya
nuklirnya pada masing-masing kasus.

8. Factor apakah yang menyebabkan reaksi fusi sulit dicapai?

9. Bahaslah persamaan dan perbedaan antara reaksi fusi dan fisi.

10. Bahaslah keunggulan dan kekurangan dari tenaga fusi dari sudut pandang keamanan,
polusi, dan sumber dayanya.

11. Bahaslah tiga persoalan utama yang berkaitan dengan pengembangan reactor fusi
terkendali.

12. Jelaskan dua teknik yang sedang diteliti dalam upaya mendapatkan daya dari fusi nuklir.
13. Jika dua sampel radioaktif memiliki aktivitas yang terukur dalam curie, apakah mungkin
kedua sampel tersebut menyebabkan kerusakan yang sama pada sebuah medium?
Jelaskan.

14. Mengapa seorang radiolog sangat berhati-hati dalam memberikan dosis sinar X ketika
sedang memeriksa ibu hamil?

15. Rancangan tabung PM (figure 40.12) dapat menyimpulkan bahwa dinode dalam jumlah
berapapun dapat digunakan untuk memperkuat suatu sinyal yang lemah. Factor apakah
yang menurut anda dapat membatasi penguatan dalam alat ini?

16. And swift, and swift past comprehension Turn round Earth’s beauty and her might. The
heavens blaze in alternation With deep and chill and rainy right. In mighty currents
foams the ocean Up from the rock’s abyssal base. With rock and sea torn into motion In
ever-swift celestial race. And tempests bluster in a contest From sea to land, from land to
sea. In rage they forge a chain around us Of deepst meaning energy. There flamers a
lightning disaster Before the thunder, in its way. But all Your sevants honor, Master, The
gentle order of Your day.

[Dan cepat, dan cepat melampaui batas akal Berbaliklah cantiknya Bumi dan
Kekuatannya. Langit bersinar, berselang seling Dengan malam yang kelam, dingin, dan
hujan. Dengan arus-arus yang dahsyat laut bergelora, Naik dari dasar batuan yang jauh di
dalam, Mengguncangan batuan dan lautan untuk bergerak Dalam suatu perlombaan alam
yang senantiasa cepat.

Dan badai menerjang dalam suatu persaingan Dari lautan ke daratan, daratan ke lautan.
Amarah mereka melingkupi dan merantai kita Dalam makna yang paling mendalam,
energy. Di sana suatu kilat menyala-nyala. Sebelum guruh, yang akan melintas
setelahnya. Tetapi semua hamba-Mu menghormati, Tuanku, Rancangan lembut dari hari-
Mu.]

Johann Wolfgang von Goethe menulis lagu mengenai malaikat inti dalam karyanya,
Faust, setengah abad sebelum hukum kekekalan energy ditemukan. Para mahasiswa
menganggap bahwa syair ini mengandung daftar “bentuk energy” dari kinetic hingga
nuklir. Beri pendapat apakah Anda mendukung atau menentang pandangan bahwa baris-
baris syair ini mempunyai referensi yang nyata atau menyimpang untuk setiap bentuk
energi dan perpindahan energi.

45.2 FISI NUKLIR

1. pembakaran satu metrik ton ( 1000 kg batubara dapat menghasilkan energi


3,30 X 10 ¹° fisi dari satu inti uranium – 235 dapat mengasilkan energi sekitar
208 MeV . berapa massa uranium yang diperlukan untuk menghasilkan energi
yang sama dengan satu ton batu bara ?

2. cari energi yang dilepaskan dalam reaksi fisi n+ + + +3(

n ) massa atom dari hasil fisi adalah : ; 97,9127 u ; ; 134,9165 u

3. strontium – 90 adalah hasil fisi dari yang berbahaya karena strontium

bersifat radioaktif dan menggatikan kalsium dalam tulang . apakah hasil fisi

lainnya yang dihasilkan dalam fisi neutron tereduksi dari ? ( catatan :

reaksi ini dapat melepaskan dua ,tiga atau empat neutron bebas )

4. buatlah daftar reaksi nuklir yang diperlukan untukmenghasilkan dari

melalui proses penembakan neutron cepat

5. buatlah daftar reaksi nuklir yang diperlukan untukmenghasilkan dari

melalui proses penembakan neutron cepat

6. (a) reaksi fisi berikut ini adalah reaksi yang biasa terjadi dalam pembangkit

listrik tenaga nuklir n+ + + 3( n)

cari energi yang dilepaskan . massa yang diperlukan adalah :


M ( n) = 1,008 665 u

M( ) = 235,043 923 u

M( ) = 140,914 4 u

M( ) = 91,926 2 u

(b) berapa bagian dari massa awal sistem yang akan hilang ?

7. sebuah reaksi yang dianggap sebagai sumber energi adalah absorpsi sebuah
proton oleh inti boron – 11 yang akan menghasilkan tiga partikel alfa :

+ 3( )

reaksi ini sebuah kemungkinan yang menarik karena boron sangat mudah didapatkan dari lapisan
kulit bumi kekurangannya adalah inti boron dan proton harus memiliki energi kinetik yang besar
agar dapat terjadi reaksi hal ini sangat berbeda dengan permulaan dari fisi uranium oleh elektron
lambat (a) berapa besar energi yang dilepaskan dalam masing – masing reaksi ? (b) mengapa
partikel – partikel bereaksi harus memiliki energi kinetik yang besar ?

8. pembangkit listrik dengan fisi nuklir menghasilkan daya listrik 1,00 GW . asumsikan bahwa
pembangkit tersebut memiliki efisiensi total 40,0 % dan setiap fisi mengasilkan 200MeV hitunglah

massa yang diperlukan setiap harinya

9.soal Tinjauan . andaikan uranium diperkaya yang mengandung 3,40 % isotop 235 U yang
mengalami fisi digunakan sebagai bahan bakar sebuah kapal . air memberikan gaya gesek rata - rata
sebesar 1, 00 x 105 N pada kapal . berapa jauh jarak yang dapat ditempuh oleh kapal menggunakan
1kg bahan bakar tersebut ? asumsikan bahwa energi yang dilepaskan per kejadian fisi adalah 208
MeV dan mesin kapal memiliki efesiensi 20,0 %
45.3 Reaktor Nuklir

10. untuk meminilisasi kebocoran neutron dari sebuah reaktor , rasio luas permukaan
terhadap volume harus sekecil mungkin jika volume adalah V , hitunglah rasio tersebut
untuk (a0 sebuah bola , (b) sebuah kubus , dan (c) sebuah balok genjang dengan dimensi
a x a x 2a (d) manakah dari bentuk tersebut yang akan memiliki kebocoran minimum ?
manakah yang memiliki kebocoran maksimum ?

11. telah diperkirakan bahwa bumi menyimpan sekitar ton uranium alami pada

konsentrasi melebihi 100 bagian per sejuta , dimana 0,7 % nya adalah isotop

asumsikan bahwa seluruh penggunaan energi dunia ( 7 x j/s ) dihasilkan oleh fisi

dalam reaktor nuklir konvesional yang melepaskan energy 208 MeV untuk setiap

reaksi . berapa lama persediaan uranium dapat digunakan ? perrkiraan persediaan


uranium dikutip dari K.S . Deffeyes dan I.D. Macgregor. “ world uranium Resource . “
scientific American 242(1) 66 ,1980

12. jika reproduksi konstan untuk sebuah reaksi berantai dalam reaktor fisi adalah
1,000 25 dan rata –rata rentang waktu antara fisi yang berhasil adalah 1,20 ms, sebesar
factor berapakah laju reaksi dapat bertambah dalam satu menit ?

13. reaktor tenaga nuklir menghasilkan daya 3.000Mw didalam intinya . tiga bulan
kemudian setelah reaktor dimatikan , daya inti yang dihasilkan dari hasil – hasil
simpangan radioaktifnya adalah 10,0 MW . asumsikan bahwa setiap emisi
menghasilkan energi 1,00MeV cari aktifitasnya dalam beequerel tiga bulan setelah
reaktor dimatikan

45.4 FUSI NUKLIR


14. (a) sebuah generator fusi dibuat untuk mengasilkan energy 3,00 GW . tentukan laju
pembakaran bahan bakar dalam gram per jam jika digunakan reaksi D – T (b) lakukan
reaksi yang sama untuk reaksi D – D dengan asumsi bahwa hasil reaksinya terbagi

merata antara ( n ) dan ( p )

15. dua inti yang memiliki nomor atom dan saling mendekati dengan energI

total E (misalkanm mereka melebur secara spontan jika mendekati satu sama lain

dalam jarak 1,00 x m . carilah nilai minimum dari E yang dibutuhkan untuk

mengasilkan reaksi fusi dinyatakan dalam dan (b) hitunglah energi minimum

untuk reaksi fusi dengan reaksi D – D dan D – T ( reaksi pertama dan ketiga dalam
persamaan 45.4 )

16. soal tinjauan . perhatikan reaksi fusi deuterium – tr4irium dengan inti tritium

berada dalam keadaan diam : + + n

(a) misalkan inti bereaksi spontan jika permukaannya saling bersentuhan


berdasarkan persamaan 44.1 tenteukanjarak dari pendekatan terdekat dari pusat inti
(b) berapa energi potensial listrik ( dalam Ev ) pada jarak tersebut ? (c) misalkan
deuteron ditembakan pada inti tritium ( dalam keadaan diam ) yang hanya memiliki
energi untuk dapat menempuh jarak pemisahan terdekat berapa kelajuan inti
deuterium ddan tritium ketika saling bersentuhan ,jika kelajuan awal deuteron adalah

? (saran pada titik ini kedua inti memiliki kecepatan yang setara dengan kecepatan

massa pusat ) (d) gunakan metode untuk menemukan energy minimum awal yang
dibutuhkan deuteron untuk dapat melebur (e) mengapa reaksi fusi sering terjadi
pada deuteron dengan energy yang lebih rendah dibandingkan dengan energy yang
dicari dalam (d0
17. untuk memahami mengapa pengurungan plasma sangat diperlukan , perhatikan laju
dimana suatu plasma yang tidak terkurung akan hilang (a) perkirakan kelajuan rms

dari deuteron dari sebuah plasma pada 4,00 x k . (b) bagaimana jika ? perkirakan

tingkat besaran dari rentang waktu sebuah plasma akan tetap berada didalam kubus
bersisi 10cm jika pengurungan tidak dilakukan

18. dari seluruh hydrogen dalam larutan 0,030 0% massany adalah deuterium . larutan

memiliki volume 317 juta (a) jika fusi nuklir dapat terkendali dan seluruh deuterium

dalam larutan mengalami reaksi fusi menjadi berapa banyak energy (dalam joule ) yang

akan dilepaskan ? (b) bagaimana jika ? penggunaan daya diseluruh dunia adalah 7,00 x

w jika konsumsi tersebut 100 kali lipat lebih besar berapa tahun energy yang dihasilkan

dibagian (a) dapat bertahan ?

19. telah disimpulkan bahwa reactor fusi aman dari bahaya ledakan karena
energy plasma tidak cukup besar untuk mengakibatkan kerusakan (a) pada tahun

1992 , reactor TFTR mencapai suhu ion 4,0 x k , kerapatan ion 2,0 x

dan waktu pengurungan 1,4 s hitunglah besarnya energy yang disimpan

dalam plasma dari reactor TFTR (b) berapa kilogram air yang dapat didihkan

oleh energy tersebut ? ( volume plasma dari reactor adalah sekitar )

20. soal tinjauan untuk mengurung plasma stabil kerapatan energy magnetic dalam medan

magnetnya ( persamaan 32.14 ) harus melebihi tekanan 2nk dari plasma sebesar 10 kali

lipatnya asumsikan bahwa waktu pengurungan T = 1,00 S (a) gunakan kriteria lewson
untuk menentukan kecepaatan lon yang dibutuhkan untuk reaksi D- T (b) berdasarkan
criteria suhu penyalaan tentukan tekanan plasma yang diperlukan (c) tentukan besarnya
medan magnet yang diperlukan untuk mengurung plasma
21. cari besarnya inti dan yang terdapat dalam 2,00kg litium ( kelimpahan alami

adalah 7,5 % sisanya adalah

22. salah satu prediksi lama untuk masa depan adalah memiliki reactor fusi yang dapat
menghasilkan energy untuk memisahkan molekul dalam sampah menjadi atom –atom
terpisah dan lalu mengionisasikan atom –atom tersebut . bahan ini dapat dimasukkanke
dalam spectrometer massa besar sehingga sampah tersebut dapat diubah menjadi sumber
unsur – unsur isotop murni yang baru inilah tambang dimasa depan .asumsikan massa
atom rata – rata adalah 56 dan muatan rata – rata adalah 26( perkiraan ini cukup tinggi
dengan mempertimbangkan semua materi organik yang ada)pada arus 1,00 MA berapa
lama waktu yang dibutuhkan untuk memproses 1,00 metrik ton sampah ?

45.5 KERUSAKAN AKIBAT RADIASI

23 .sebuah bangunan telah terkontaminasi oleh bahan radioaktif bahan dengan waktu paruh

terlama adalah strontium - 90 ( memiliki massa atom 89, 907 7 u dan waktu paruh 29,1

tahun bahan ini sangat berbahaya karena akan menggantikan kalsium dalam tulang ) asumsikan
bahwa bangunan pada awalanya mengandung 5,00 kg bahan tersebut terdistribusi merata
( situasi yang sangat kecil kemungkinanya ) dan tingkat keamanannya sangat didefenisikan
sebagai kurang dari 10,0 peluruhan / menit ( sangat kecil bila dibandingkan dengan radiasi
latar ) berapa lama bangunan tersebut berstatus tidak aman ?

24. soal tinjauan . sumber radioaktif menghasilkan 100mrad sinar Gamma 2 MeV perjam pada
ajarak 100 m (a) berapa lama seseorang dapat bertahan pada jarak tersebut sebelum akhirnya
terakumulasi dosis 1 rem dalam tubuhnya . (b) bagaimana jika ? asumsikan sumber
radioaktifnya adalah sumber titik .pada jarak berapakah seseorang akan menerima dosis 10,0
mrad/jam ?

25 . teknisi sinar X menerima rata –rata delapan sinar X per harinya dengan disis sebesar 5 rem /
tahun (a) perkirakan dosis dalam rem per foto sinar X yang diambil (b) bagaimana
perbandingan paparan teknisi ini jika dibandingkan dengan radiasi latar tingkat rendah
26. ketika sinar gamma mendatangi sebuah bahan intensitas sinar gamma yang melewati bahan

akan bervariasi kedalaman X seiring l (x) = l dimana adalah koefisien absorpsi dan

adalah intensitas radiasi pada permukaan bahan . untuk sinar gamma 0,400 MeV didalam

timbal koefisien absorpsinya adalah 1,59 (a) tetntukan tebal paruh ( ketebalan timbale

yang dapat mengabsorpsi setengah dari sinar gamma yang datang ) (b) berapa ketebalan yang

dibutuhkan untukmengurangi radiasinya dengan faktor ?

27. seorang teknisi cerdas sedang memanaskan air untuk kopinya menggunakan sebuah mesin
sinar X jika mesin menghasilkan 10,0 rad/s berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
menaikkan suhu secangkir air sebesar 50,0 °c ?

28. soal tinjauan bahaya yang ditimbulkan sinar gamma berdosis tinggi terhadap tubuh manusia
bukan karena besarnya energy yang terabsorpsi tetapi karena sifat mengionisasi dari radiasi
sebgai ilustrasinya , hitunglah kenaikan suhu yang diakibtkan oleh dosis “mematikan” 1000
rad yang diserap hanya sebagai energy dalam gunakan kalor jenis makhluk hidup sebesar
4186 j/kg °c

29. Technetium - 99 digunakan dalam prosedur diagnosis tertentu . asumsikan

1,00 X g disuntikkan ke seorang pasien 60,0 kg dan setengah dari

sinar gamma 0,140 MeV akan terabsorpsi oleh tubuh tentukan dosis radiasi total
yang diterima pasien

30. Storntium - 90 dari proyek percobaan bom nuklir masih dapat dijumpai di

dalam atmosfer tiap peluruhan melepaskan energy 1,1 MeV kedalam

tulang seseorang yang kalsiumnya telah tergantikan oleh strontium . asumsikan

seseorang dengan berat 70,0 kg menerima 1,00 dari susu

terkontaminasi .hitunglah laju dosis yang terabsorpsi ( dalam j/kg )selama satu

tahun gunakan waktu paruh sebesar 29,1 tahun


45.6 DETEKTOR RADIASI

31. dalam suatu tabung Geiger , tengangan antar elektrodenya adalah 1,oo KV
dan pulsa arusnya menggosongkan sebuah kapasitor 5,00 pf(a) berapakah
penguatan energy dari alat ini pada elektron 0,500 MeV (b) berapa banyak
elektron yang masuk ke dalam longsoran yangdisebabkan oleh electron awal
tunggal ?

32. asumsikan sebuah tabung fotomultiplier ( figure 40.12 ) yang memiliki tujuh
denode dengan potensial 100, 200, 300,… 700 V . energy rata – rata yang
dibutuhkan untuk membebaskan sebuah electron dari permukaan dinoda adalah
10,0 eV . asumsikan bahwa hanya satu electron yang datang dan tabungnya
memiliki efisiensi 100% (a) berapa banyak electron yang akan dibebaskan pada
dinode pertama ? (b) berapa banyak electron yang terkumpul pada denode
terakhir ? (c) berapa energy yang tersedia bagi pencacah untuk setiap electron ?

33. (a) nenek anda menceritakan bagaimana ketika anak – anak , inu anda ,
bibik anda dan paman anda membanting pintu rumah secara terus – menerus
ketika mereka berlari dari rumah kehalaman belakang. rentang waktu antara
satu bantingan pintu dengan yang lain bervariasi tetapi laju rata –rata pintu tetap
konstan yaitu 38,0 /jam hingga fajar sampai menjelang malam setiap hari
selama musim panas jika laju bantingannya mendadask turun menjadi nol maka
anak itu akan menemukan sarang bayi tikus atau menemukan kegiatan lainnya
yang membutuhkan pengawasan orang dewasa. berapa lamasetelah bantingan
pintu saat orant tua akan menunggu sebelum meninggalkan pekerjaan ? jelaskan
jawaban anda (b) seorang siswa yang ingimengukur waktu partuh sebuah
radioaktif menggunakan sampel kecil pencacahab geiger tersebut menghasilkan
bunyi yang terdistribusi dalam waktu alat tersebut mencatat 372 hitungan dalam
rentang waktu 5,00menit dan 337 hitungan selama 5,00 m3nit berikutnya
tingkat latarnya rata- rata 15/menit carilah nilai yang memungkinkan untuk
waktu paruhnya ? (c) perkirakan ketidakpastian dalampenentuan waktu paruh ?
jelaskan
45.7 BERBAGAI KEGUNAAN RADIASI

34. selama pembuatan kompenen mesin baja besi radioaktif ( )

ditambhkan ke dalam massa total 0,200kgkompenan tersebut diletakan

kedalam sebuah mesin pengujian ketika aktifitas isotopnya adalah 20,0

setelah 1000 jam waktu berlalu sebagian oli yang melumasi mesin dibuang

dari mesin dan diamati mengandung yangakan menghasilkan 800

disintegrasi menit/liter oli volume total oli adalah 6,50 liter hitunglah massa

total yang hilang dari kompenen mesin /jam ( waktu paruh adalah 45,1

hari )

35. pada suatu waktu masa lalu atau masa depan anda mugkin masuk kerumah
sakit untuk melakukan pemindaian PET .PET adalah position emission

tomography dalam prosedurnya sebuah unsur radioaktif yangmengalami

disuntikan kedalam tubuh anda peralatan ini kemudian akan mendeteksi sinar
gamma yang dihasilkan dari peleyapan pasangan ketika positron dipancarkan
bertemu dengan electron dalam tubuh. andaikan anda menerima suntikan

glukosa yang mengandung atom Asumsikan oksigen terdistribusi

merata melalui 2L darah selama 5 menit . berapa tingkat besaran dari aktivitas

atom oksigen dalam 1 darah ?

36. anda ingin mengetahui berapa banyak atom isotop yang terkandung

dalam sampel bahan yang kecil anda menembaki sampel dengan neutron untuk
memastikan 1% dari inti tembaga mengabsorpsi sebuah neutron setelah
mematikan fluks neutronya dan kemudian menggunakan detector dengan
efisien tinggi untuk memantau radiasi gamma yang keluar dari sampel .

asumsikan bahwa setengah inti memancarkan sinar gamma 1,04 MeV


dalam proses peluruhan ( sebagian laiinya meluruh kebagian dasar ) jika

setelah 10 menit ( dua waktu paruh ) anda mendeteksi energy foton sebesar

MeV Pada 1,04 MeV (a) berapa banyak atom dalam sampel ? (b)

asumsikan sampelnya mengandung tembaga alami . berdasarkan daftra


kelimpahan isotop dalam table A.3 perkirakan massa total tembaga dalam
sampel

37. analisis aktivitas neutron metode analisis kimia pada tingkat isotop . ketika
sebuah sampel disinari oleh neutron atom radioaktif akan meluruh (a)
asumsikan bahwa salah satu jenis inti radioaktif dihasilkan pada laju kosntan R
dan akan meluruh secara radiaktif konvensional jika penyinaran dimulaI pada
waktu t = 0 tunjukkan bahwa jumlah atom radioaktif yang terakumulasi pada
waktu t adalah

N = ( 1 – e v ) (b) berapa jumlah maksimum atom radioaktif yang dapat

dihasilkan ?

38. bom nuklir yang dijatuhkan di hirosimah 6 agustus 1945 melepaskan

energy 5 x yang setara dengan energy yang dilepaskan 12000 ton TNT

fisi satu ini melepaskan rata – rata 208 MeV . perkirakan (a) jumlah inti

yang mengalami fisi saat bom meledak (b) massa dari

39. detonasi karbon adalah reaksi nuklir dahsyat yang secara temporer yang
menyebabkan dalam inti bintang besar terbelah saatbintang itu terlihat tua .

ledakan tersebut dihasilkan fusi karbon yang membutuhkan suhu 6 X K

untuk dapat mengatasi gaya tolak – menolak coulomb yang kuat diantara inti
karbon (a) perkirakan batasan tolak – menolak untuk fusi ini menggunakan
suhu yang dibutuhkan untuk fusi karbon ( dengan kata lain , berapa energy
kinetic rata- rata inti karbon pada 6 X K ) (b) hitunglah energy ( dalam

MeV ) yang akan dilepaskan dalam setiap reaksi “ pembakaran karbon “


berikut ini .

+ +

+ +

(c) hitunglah energy ( dalam kwh )yang dipancarkan ketika 2,00kg karbon
sepenuhnya mengalami fusi menurut reaksi yang pertama

40. soal tinjauan sebuah inti dalam keadaan diam secara spontan membelah

menjadi dua fragmen bermassa dan tunjukkan bahwa bagian energy

kinetic total yang dibawah oleh bagian adalah :

= dan bgaian adalah = dengan mengamsumsikan

bahwa koreksi relaktivistik dapat diabaikan ( jika inti induknya bergerak


sebelum peluruhan maka hasil fisi – fisinya akan tetapmebagi energy kinetic
seperti yang ditunjukkan asalkan semua diukur dengan kerangka acauan pusat
massanya dimana momentum total sistemnya nol )

41. sebuah inti yang diam secara spontan terbelah menjadi dua fragmen

utama dan (a) hitung energy diitergrasinya massa atom yang

diperlukan adalah 86,920 711 u untuk 148,934 370 u untuk dan

236, 045 562 u untuk (b) bagaimana pembagian energy disintergrasinya

dengan dua fragmen utama ,anda boleh menggunakan jawaban dari soal 40 (c)
hitung kelanjutan setiap fragmen tepat setelah fisi terjadi
42. bandingkan bagian energi yang hilang dalam reaksi fisi dengan

bagian energy yang hilang dengan fusi D –T

43. waktu paruh tritium adalah 12,3 tahun jika reasksi fusi TFTR mengandung

50,0 tritium pada kerapatan yang sama dengan 2,00 X ion /

berapa curie tritium yang berada dalam plsma ? bandingkan nilai ini dengan

cadangan fisi ( perkirakan persedian bahan yang dapat mngalami fisi ) 4 x

CI.

44. soal tinjauan sebuah neutron yang sangat lamban ( dengan kelajauan yang
diperkirakan sama dengan nol ) dapat memulai reaksi

+ + He

partikel alfanya bergerak menjauh dengan kelajuan 9,25 x m/s hitung energy kineteik inti

litium gunakan persamaan nonrelativistik

45. soal tinjauan sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir beroperasi menggunakan energy yang
dilepaskan dalam fisi nuklir untuk mengubah air 20 °c menjadi uap 400 °c berapa banyak air

secara toritis yang dapat diubah menjadi uap dengan fisi sempurna dari 1,00 g pada tingkat

200 MeV/ fisi ?

46. soal tianjauan sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi menggunakan energy
yang dilepaskan untuk mengubah air pada Tc menjadi uap pada Th berapa banyak air secara

toritis yang dapat diubah menjadi uap dengan fisi sempurna dari pada bermassa m 200

MeV/ fisi ?

47. kira – kira 1dari setiap 3 300 molekul air mengandung satu atom deuterium (a) jika semua
inti deuterium dalam 1 liter air mengalami fusi secara berpasangan menurut reaksi fusi D – D
+ + n + 3,27 MeV berapa banyak energy dalam joule yang dihasilkan ? (b)

bagaimana jika ? membakar mesin kira –kira 3,40 X J / L bandingkan energy yang diperoleh

dari fusi deuterium dalam satu liter air dengan energy daripembakaran satu liter bensin .

48. soal tijauan .bom nuklir p[ertama merupakan fisi dari massa plutonium – 239 diledakan pada
tes trinity sebelum fajar tanggal 16 juli 1945 , di alamagordo new mexsico enrico Fermi bereada
14 km jauhnya berbaring ditanah dengan bom tgersebut dibelakanganya , setelah seluruh langit
menyala dengan dengan kecerlangan yang tak terbayangkan , Fermi berdirti dan mulai
menjatuhksan lembaran – lembaran kertas ke tanah awalnya kertas –kertas jatuh pada udara
yang tenang dan hening kekaki Fermi ketika gelombang kejut lewat kira –kira 40 s setelah
ledakan kertas –kertas tersebut kemudian terbang sekitar 5 cm menjauh dari titik ledakan ( a)
asumsikan bahwa gelombang kejut dalam udara merambat sama kesegala arah tanpa absorpsi .
cari perubahan volume pada bola dengan jari –jari 14km ketika bolamengembang sebesar 5cm .

(b) cari usaha p yang dilakukan oleh udara dalam bola tersebut pada lapisan udara

berikutnya yang berada lebih jauh dari pusat . (c) asumsikan bahwa gelombang kejut membawa
energy kira –kira sepersepul;uh dari energy ledakan (d) satu ton TNT meledak melepaskan 4,2
gj energy berapa tingkat besarnya dari energy tes trinity dalam satuan ton TNT ? kemudian
tampak awan berbentukseperti jamur saat fajar menyingsing pengetahuan Fermi yang diperoleh
seketika itu juga mengenai kekuatan bomnya ternyata sesuai dengan yangdihitung berhari –hari
setelahnya menggunakan amalisis pengukuran yang sangat rumit

49. suatu pembangkit listrik tenaga nuklir menghasilkan energi dalam pada laju 3,065GW dan
menghantarkan energy keluar pembangkit dengan cara transmisi pada laju 1,000GW dari energy
energy yang terbuang 3,0 % ke atmosfer dan sisanya dibuang kesungai hukum dinegara bagian
AS melarang air kesungai dipanaskan lebih dari 3,50 °c saat dikembalikan kesungai (a) tentukan

banyaknya air pendingin yang diperlukan( dalam kg/ jam dan ) untuk mendinginkan

pembangkit tersaebut (b) asumsikan reaksi fisinya menghasilkan 7,80 X G 235U tentukan

laju pembakaran bahan bakar 235U ( dalam kg /jam )


50. polonium – 210 ( ) yang memancarka alfa digunakan dlam sumber energy nuklir

dalam sebuah pesawat luar angkasa tetntukan daya dari awal sumber tersebut asumsikan sumber

tersebut mengandung 0,155kg dan efisiensi konversi energy peluruhan radioaktif menjadi

energy ayng dihantarkan oleh trasmisi listrik adalah 1,000 %

51. uranium harus diproses untuk menghasilkan uranium yang kaya 235U untuk bom dan
pembangkit listrik . prosesnya menghasilkan sejumlah besar 238 u hampir murni sebagai hasil
sampingan yang disebut “uranium kosong “ oleh karena rapat massanya yang sangat tinggi
uranium tersebut digunakan dengan selongsong arteleri penembus pelindung (a) cari dimensi sisi

dari kubus bermassa 70,0kg (b) isotop memiliki waktu paruh 4,47 x tahun ketika

satu inti meluruh dimulailah suatu reaksi neto 8( +6 + + + cari

energy peluruhnya (c) berikan pendapat bahwa sampel radioaktif dengan laju peluruhan

memiliki daya keluaran = (d) bayangkan senuah selongsong arteleri dengan lapisan

bermassa 70,0kg cari daya keluarannya akibat radioaktivitas uranium , asumsikan selongsong
cukup tua sehingga mencapai keadaan tunak .nyatakan daya dalam joule/ tahun (e) bagaimana
jika ? seorang prajurit berusia 17 tahun dengan massa 70,0kg bekerja di dalam sebuah gudang
peluru dimana peluru banyak disimpan asumsikan paparan radiasinya terbatas hingga 5,00 /
tahun cari penyerapan energy radiasi prajurit tersebut dalam J/tahun . asumsikan bahwa factor
RBE rata – rata 1,10

52. sebuah neutron 2, 0 MeV diemisikan dalam reactor fisi jika ia kehilngan setengah energy
kinetic dalam setiap tumbukan dengan sebuah atom berapa banyak tumbukan yang dialaminya
agarmenjadi atom termal dengan energy 0,39 eV ?

53. sebuah deuteron dan sebuah triton berada dalam keadaan diam ketika mengalami fusi

menurut reaksi : + + + 17,6 MeV Tentukan energy kinetic yang diperoleh

neutron
54. sebuah kapsul yang disegel dan mengandung fospor – 32 ( ) sebuah pemancar

ditanam kedalam tumor seorang pasien . energy kinetic rata – rata dari partikel - patikel betanya
adalah 700 KeV, aktifitas awalnya adalah 5,22 MBq. tentuka dosis selama periode 10,0 hari
asumsikan partikel beta dengan massa 100g

55. (a) hitung energy yang dilepaskan jika 1,00 kg mengalami fisi sempurna dan energy

yang dilepaskan fisi adalah 200 MeV (b) hitung energy yang dilepaskan dalam reaksi fusi

deutretium – tritium + + (c) hitung energy yang dilepaskan 1,00 kg batu bara

jika setiap reaksi C + =c Menghasilkan 4,20 eV (e) tulis keuntungan dan kekurrangan

setiapmetode tersebut

56. matahari meradiasikan energy pada laju 3,77 x w jika reaksi : 4 ( +2( )

+2v+

telah mencakup semua energy yang dilepaskan hitung jumlah proton yang mengalami fusi
perdetiknya

57. perhatikan dua reaksi nukli berikut ini :

(1) A + B C+ E

(2)C+D F+G

(a) . tunjukkan bahwa untuk kedua reaksi ini Qnet = Q1 + Q2 identik dengan energy disentrigasi
untuk rasksi A+B+D E+ F+G

(b) satu reaksi dalam siklus proton – proton dalam inti matahari :

+ + +v

2v

+ e+v
+ e + +v

2v

berdasarkan bagian (a) berapa Qnet untuk reeaksi ini ?

58. misalkan sasaran dalam reactor fusi berdiameter 1,50 X m dan memiliki kecepatan

0,200g/cm 3 asumsikan bahwa setengah dari intinya 2H dan setengahnya lagi 3H (a) jika 1,00 %
dari pulsa laser berenergi 200 kj berapa suhu yang dicapai bola (b) berapa jumlah yang
dilepaskan

59. selain siklus – siklus proton yang dijelaskan dibab ini siuklus dimana energy dilepaskan
didalam bintang diubah dari hydrogen menjadi helium rangkaian reaksinya jika siklus proton

memerlukan suhu 1,5 X K berapa suhu yang diperlukan siklus karbon

60. ketika foton melewati suatu bahan intensitas I dari sinar berkurang secara eksponesial
dimana Io adalah intensitas sinar yang datang I adalah intensitas yang melewati ketebalan X
konstanta yang dikenal dengan u sebagai koefisien linier yang nilainnya bergantung pada materi
dan panjang gelombang fotonnya . ketergantungan panjang gelombang yang tidak diinginkan

oleh sinar x yang spektrumnya lebar (a) dua sinar x dengan panjang gelombang 1 dan

dengan intensitas sinar datang yang sama besar melewati keeping logam yang sama (b)
hitunglah rasio sinar yang keluar

61. bom (a) pada waktu t = 0 sebuah sampel uranium dipaparkan oleh sebuah neutron yang
menyebabkan sebanyak N0 inti mengalami fisi sampel tersenut berada dalam superkritis dengan
konstanta K > 1 tunjukkan bahwa total kumulatif fisi N

N = N0 (k n+1- 1)

jawaban kuis cepat

45.1 (a) hal ini adalah satu –satunya hasil kelompok dimana keempatnya memenuhi kondisi
bahwa nomoratom bertambah 92dan nomor massa bertambah 234
45.2 (b) menurut figure 44.4 rasio bertambah dengan naiknya Z akibatnya ketika inti berat
mengalami fisi dengandua inti yang lebih ringan cenderung terlalu banyak memiliki neutron
peluruhan beta dimana electron dikelurkan dan mengurangi jumlah neutron dan menambah
jumlah proton untuk menstabilkan inti

45.3 (a)dan (b) dalam kedua kasus ini Z dan A seimbang dalam kedua keadaan dalam reaksi (c) Z
kiri = Z kanan tetapi A kiri tidak sama dengan A kanan

45.4 (b) tumbukan neutron dengan inti moderator memperlambat gerakan neutron

45.5 (a) untuk mengurangi nilai K dibutuhkan lebih banyak neutron yang harus di absropsi
sehingga volume intireaktor harus lebih besar

45.6 (b) figure 44.5 menunjukkan bahwa kurva yang merepentasikan energy ikat per nucleon
mencapai titik tertingginya pada A = 60 akibatnya menggabungkan duabinti dengan nilai A > 60
yang sama yang mengakibatkan bertambahnya massa sehingga reaksi fusi takkan terjadi