Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN HASIL PRAKTEK INSTALASI LISTRIK

“SAKLAR TUKAR”

Kelompok 1 :
Kelas B1
Abi Syachrurrahman (P23138114001)
Assifa Fara Azmi (P23138114015)
Bagas Priambodo (P23138114017)

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK


POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II
PRAKTEK SAKLAR TUKAR

I. Tujuan Praktek
1. Agar mahasiswa mengetahui cara kerja saklar tukar.
2. Agar mahasiswa mengetahui cara pemasangan saklar tukar.
3. Agar mahasiswa memahami sistem instalasi listrik.

II. Teori Singkat


Saklar tukar adalah saklar yang yang dapat digunakan untuk menghidupkan
dan mematikan lampu dari tempat yang berbeda. Instalasi saklar tukar adalah
penggunaan dua buah saklar untuk meyalakan dan menghidupkan satu buah lampu
dengan cara bergantian. Rangkaian instalasi penerangan yang menggunakan saklar
tukar banyak dijumpai di hotel-hotel atau di rumah penginapan maupun di lorong-
lorong yang panjang. Sehingga saklar tukar ini dikenal juga sebagai saklar hotel
maupun saklar lorong. Tujuan dari penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan
tenaga karena penggunaan saklar ini sangat praktis.

III. Alat dan Bahan


a. MCB
b. Steker
c. Fitting
d. Lampu
e. Stop kontak
f. Saklar tukar
g. Kabel 1 rol (2 warna)
h. Penutup kabel
i. Papan percobaan
j. Toolset
k. Isolasi
IV. Rangkaian dan cara kerja
Diagram garis

Diagram kelistrikan

Cara Kerja
Prinsip kerja rangkaian di atas adalah, lampu akan menyala jika kedua saklar
berada pada posisi yang sama, misal posisi saklar berada dibagian kontak atas semua
atau kontak bawah semua. Dapat dilihat dari rangkaian diatas. Sedangkan lampu akan
padam jika posisi saklar berbeda tempat, misal satu saklar berada di kontak atas dan
satu lainnya di kontak bawah atau sebaliknya. Konsep inilah yang menyebabkan
saklar bisa dihidupkan maupun dimatikan dari arah bergantian.
 Pada kondisi saklar tukar A (S.T A) 0 dan saklar tukar B (S.T B) 0, maka arus
mengalir dari S.T A ke S.T B dan lanjut ke lampu, karena saklar tukar A dan
B terhubung.
 Pada kondisi saklar tukar A (S.T A) 0 dan saklar tukar B (S.T B) 1, maka tidak
ada arus yang mengalir, karena saklar tukar A dan B tidak terhubung.
 Pada kondisi saklar tukar A (S.T A) 1 dan saklar tukar B (S.T B) 1, maka arus
mengalir dari S.T A ke S.T B dan lanjut ke lampu, karena saklar tukar A dan
B terhubung.
 Pada kondisi saklar tukar A (S.T A) 1 dan saklar tukar B (S.T B) 0, maka tidak
ada arus yang mengalir, karena saklar tukar A dan B tidak terhubung.
V. Prosedur Praktek
a. Siapkan alat dan bahan.
b. Menentukan tempat pemasangan masing-masing komponen seperti gambar.
c. Pasang komponen sesuai gambar.
d. Sambungkan kabel fasa dan nol ke steker.
e. Kabel fasa dari steker (sumber) dihubungkan ke MCB.
f. Kabel fasa keluaran dari MCB di hubungkan ke pin 0 saklar tukar 1 dan stop
kontak.
g. Pin 3 pada saklar tukar 1 dihubungkan ke pin 3 pada saklar tukar 2.
h. Pin 1 pada saklar tukar 1 dihubungkan ke pin 1 pada saklar tukar 2.
i. Pin 0 pada saklar tukar 2 dihubungkan ke lampu dan dari lampu ke kabel 0.
j. Stop kontak mendapatkan sumber fasa dari MCB dan nol dari sumber.

VI. Kesimpulan
Saklar tukar dapat menghidupkan dan mematikan lampu satu lampu dari 2 tempat
yang berbeda.