Anda di halaman 1dari 2

A.

Kedudukan dan Peran Penerintah Daerah


1. Kewenangan Pemerintah Daerah
Kewenangan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintah menurut asas
otonomi dan tugas pembantu dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan
prinsip NKRI. Pemerintah daerah mengenai berbagai urusan pemerintahan wajib dan pilihan.
Urusan pemerintah wajib yang berkaitan dengan pelayanan meliputi pendidikan, kesehatan,
pekerjan umum, dan penataan ruang (perumahan rakyat dan kawasan permukiman),
ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat, serta sisoal. Ada pula urusan
pemerintahan wjib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, yaitu tenagan kerja,
pemberdayan perempuan, dan perlindungan anak, pangan pertahanan, lingkungan hidup,
administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat dan desa,
pengendalian penduduk dan keluaraga berencna, perhubungan komunikasi dan informatika,
koperasi, usaha kecil dan menengah, penanaman modal, kepemudaan dan olah raga, statistik,
persandian, kebudayaan, perpusatkaan, serta kearsipan. Adapun urusan pemerintahan
pilihan, yaitu kelautan dan perikanan, pariwisata, kehutanan, pertanian, energi, dan sumber
daya mineral, perdagangan, prindustrian, serta transmigrasi.
2. Daerah Khusus atau Daerah Istimewa
a. Daerah khusus Ibu Kota Jakarta
Provinsi DKI Jakarta merupakan daerah otonom yang berkedudukan sebagai ibu kota
NKRI diberikan kekhususan tugas, hak, kewajibandan atnggung jawab dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kekhususan DKI Jakarta berdasarkan UU No. 29
Tahun 2007 adalah sebagai berikut:
 Provinsi DKI Jakarta berkedudukan.
 Provinsi DKI Jakarta berperan sebagai ibu kota NKRI yang memiliki kekhususan tugas,
hak, kewajiban dan tanggung jawab tertentu dalam penyelenggaraan
pemerintahandan sebagai tempat kedudukan perwkilan negara asing serta
pusat/perwakilan lembaga internasional.
 Penyelenggaraan pemernintahan Provinsi DKI Jakarta dilaksanakn menurut asa
otonomi, asas dekonsentrasi, asas tugas pembantuan, dan kekhususan sebagai ibu
kota NKRI.
b. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
DIY secara formal dibentuk dengan UU No. 3 Tahun 1940 tentang pembentukan
Daerah Istimewa Yogyakarta. Keistimewaan kedudukan hukum yang dimiliki DIY tersebut
bersdasarkan sejarah dan hak asal-usul menurut UUD NRI Tahun 1945. Kewenangan dalam
ursan keistimewaan DIY meliputi hal-hal berikut:
 Tatacara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenangan gubernur dan wakil
gubernur. Syarat khusus kedudukan gubernur bertakhta Sultan Hamengku Buwono
dan syarat khusus calon wakil gubernur DIY bertakhta Adipati Paku Alam.
 Kelembagaan pemerintah daerah DIY diselenggarakan untuk mencapai efektivitas dan
efisiensi berdasarkan prinsiv responsibilitas, akuntabilitas, transparansi, dan
partisipasi dengan memperhatikan bentuk dan susunan pemerintahan asli.
 Kebudayaan
3. Kepala Daerah dan Perangkat Daerah
a. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah