Anda di halaman 1dari 9

Fisioterapi dada

Fisioterapi dada merupakan tindakan melakukan postural drainage, clapping, dan vibrating
pada pasien dengan gangguan system pernapasan untuk meningkatkan efisiensi pola
pernapasan dan membersihkan jalan napas.

Tujuan fisioterapi dada adalah :

Meningkatkan efisiensi pola pernafasan


Membersihkan jalan nafas
Persiapan Mat dan Bahan :

Pot sputum berisi desinfektan


Kertas tisu
Dua balok tempat tidur (untuk postural drainage)
Satu bantal (untuk postural drainage)
Prosedur Kerja fisioterapi dada antara lain sebagai berikut :

1. Pemberian oksigen
Pemberian oksigen merupakan tindakan memberikan oksigen kedalam paru-paru melalui
saluran pernapasan dengan alat bantu oksigen. Pemberian oksigen pada pasien dapat melalui
tiga cara yaitu, : melalui kanula, nasal, dan masker.

Tujuan pemberian oksigen adalah :

 Memenuhi kebutuhan oksigen


 Mencegah terjadinya hipoksia
 Membantu kelancaran metabolisme
 Sebagai tindakan pengobatan
 Mengurangi beban kerja alat nafas dan jantung
Persiapan Alat dan Bahan :

 Tabung oksigen lengkap dengan flowmeter dan humidifier


 Nasal kateter, kanula, atau masker
 Vaselin,/lubrikan atau pelumas (jelly)
Prosedur Kerja :

 Cuci tangan
 Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
 Cek flowmeter dan humidifier
 Hidupkan tabung oksigen
 Atur posisi semifowler atau posisi yang telah disesuaikan dengan kondisi pasien
 Berikan oksigen melalui kanula atau masker
 Apabila menggunakan kateter, ukur dulu jarak hidung dengan telinga, setelah itu berikan
lubrikan dan masukkan
 Catat pemberian dan lakukan observasi pada pasien
 Cuci tangan anda
Gambar, pemberian oksigen
1. ostural drainage
merupakan tindakan dengan menempatkan pasien dalam berbagai posisi untuk mengalirkan
sekret di saluran pernafasan. Tindakan postural drainase diikuti dengan
tindakan clapping (penepukan) dan vibrating (vibrasi/getaran).
2. Clapping (penepukan)
Clapping dilakukan dengan menepuk dada posterior dan memberikan getaran (vibrasi) tangan
pada daerah tersebut yang dilakukan pada saat pasien ekspirasi

3. ibrating (menggetarkan)
Suatu tindakan yang diberikan kepada penderita dengan jalan latihan bernapas, menggetarkan
daerah dinding dada

Difusi
merupakan proses dimana partikel yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi
tinggi ke konsentrasi rendah sampai terjadi keseimbangan. Cairan dan elektrolit didifusikan
sampai menenambus membran sel. Kecepatan difusi dipengaruhi oleh ukuran molekul,
konsenrasi larutan, dan temperatur.
2. Osmosis
merupakan bergeraknya pelarut bersih seperti air, melalui membran semipermeabel dari
larutan yang berkonsentrasi lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi yang sifatnya
menarik.
3. Transpor aktif
Proses transpor aktif memerlukan energi metabolisme. Proses tranpor aktif penting untuk
mempertahankan keseimbangan natrium dan kalsium antara cairan intraseluler dan
ekstraseluler. Dalam kondisi normal, konsentrasi natrium lebih tinggi pada cairan intraseluler
dan kadar kalium lebih tinggi pada cairan ekstraseluler.

ILAI-NILAI NORMAL

Jenis cairan dan elektrolit Nilai normal dalam tubuh

- Potasium [K+] 3.5 – 5 mEq/L


- Sodium [Na+] 135 – 145 mEq/L
- Kalsium [Ca2+] 8.5 – 10.5 mg/dl (4.5 – 5.8 mEq/L)
- Magnesium [Mg2+] 1.5 – 2.5 mEq/L
- Fosfat [PO42-] 2.7 – 4.5 mg/dl
- Klorida [Cl-] 98 – 106 mEq/L
- Bikarbonat [HCO3] 24 – 28 mEq/L

Defisit Cairan
Faktor Resiko
1. kehilangan cairan berlebih (muntah, diare,dan pengisapan lambung)
tanda klinis : kehilangan berat badan
2. ketidakcukupan asupan cairan (anoreksia, mual muntah, tidak ada cairan dan depresi konfusi)
tanda klinis : penurunan tekanan darah

Kelebihan Volume Cairan (Hipervolemia)


Kelebihan volume cairan terjadi apabila tubuh menyimpan cairan dan elektrolit
dalam kompartemen ekstraseluler dalam proporsi yang seimbang. Karena adanya retensi cairan
isotonik, konsentrasi natrium dalam serum masih normal. Kelebihan cairan tubuh
hampir selalu disebabkan oleh penungkatan jumlah natrium dalam serum. Kelebihan cairan
terjadi akibat overload cairan/adanya gangguan mekanisme homeostatispada proses regulasi
keseimbangan cairan. Penyebab spesifik kelebihan cairan, antara lain :
a. Asupan natrium yang berlebihan
b. Pemberian infus berisi natrium terlalu cepat dan banyak, terutama pada klien dengan
gangguan mekanisme regulasi cairan.
c. Penyakit yang mengubah mekanisme regulasi, seperti gangguan jantung (gagal ginjal
kongestif), gagal ginjal, sirosis hati, sindrom Cushing
d. Kelebihan steroid.
Kelebihan Volume Cairan
Factor resiko :
1. Kelebihan cairan yang mengandung natrium dari terapi intravena
Tanda klinis : penambahan berat badan
2. Asupan cairan yang mengandung natrium dari diet atau obat-obatan
Tanda klinis : edema perifer dan nadi kuat

Edema
Pada kasus kelebihan cairan, jumlah cairan dan natrium yang berlebihan dalam
kompartemen ekstraselulermeningkatkan tekanan osmotik. Akibatnya, cairan keluar dari sel
sehingga menimbulkan penumpukan cairan dalm ruang interstitial (Edema). Edema yang
sering terlihat disekitar mata, kaki dan tangan. Edema dapat bersifat local atau
menyeluruh, tergantung pada kelebihan cairan yang terjadi. Edema dapat terjadi ketika
adapeningkatan produksi cairan interstisial/gangguan perpindahan cairan interstisial. Hal ini
dapat terjadi ketika:
a. Permeabilitas kapiler meningkat (mis.,karena luka bakar, alergi yang menyebabkan
perpindahan cairan dari kapiler menuju ruang interstisial).
b. Peningkatan hidrostatik kapiler meningkat (mis., hipervolemia, obstruksisirkulasi vena)
yang menyebabkan cairann dalam pembuluh darahterdorong ke ruang interstisial.
c. Perpindahan cairan dari ruangan interstisial terhambat (mis., pada blokade limfatik)
Edema pitting adalah edema yang meninggalkan sedikit depresi atau cekungan setelah
dilakukan penekanan pada area yang bengkak. Cekungan unu terjadiakibat pergerakan cairan dari
daerah yang ditekan menuju jaringan sekitar (menjauhi lokasi tekanan). Umumnya, edema jenis ini
adalah edema yang disebabkan oleh gangguan natrium. Adapun edema yang disebabkan oleh retensi
cairan hanya menimbulkan edema non pitting.
Masalah kebutuhan nutrisi
Secara umum,gangguan kebutuhan nutrisi terdiri atas kekurangan dan kelebihan
nutrisi,obesitas,malnutrisi,diabetes melitus,hipertensi,jantung koroner,kanker,anoreksia nervosa.

Kekurangan Nutrisi
kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keaadaan tidak berpuasa
(normal) atau resiko penurunan berat badan akibat ketidakcukupan asupan nutrisi untuk kebutuhan
metabolisme.

Tanda klinis :
a. Berat badan 10-20% dibawah normal.
b. Tinggi badan di bawah ideal
c. Lingkar kulit trisep lengan tengaj kurang dari 60% ukuran standar
d. Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot
e. Adanya penurunan transferin
f. Adanya penurunan albumin serum

Kemungkinan penyebab:
a. meingkatnya keburuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat penyakit infeksi atau
kanker
b. Disfagia karena adanya kelainan persyarafan
c. Penurunan absorpsi akibat penyakit crohn atau toleransi laktosa
d. Nafsu makan menurun

Kelebihan Nutrisi
Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang mempunyai resiko
peningkatan berat badan akibat asupan kebutuhan metabolisme secara berlebih.

Tanda klinis :
a. Berat badan lebih dari 10% berat ideal
b. Obesitas lebih dari 20% berat ideal
c. Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 cm pada wanita
d. adanya jumlah asupan yang berlebihan
e. aktivitas menurun atau monoton.

Kemungkinan Penyebab:
A. Perubahan pola makan
b. Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman

1.Obesitas
2.Malnutrisi
3.Diabetes Melitus
4.Hipertensi
5.Penyakit jantung koroner
6.Kanker
7.Anoreksia Hervosa
2. CIRI-CIRI URINE NORMAL
a. Jumlah dalam 24 jam ± 1.500 cc, bergantung pada banyaknya asupan
cairan
b. Berwarna orange bening, pucat tanpa endapan
c. Berbau tajam
d. Sedikit asam (pH rata-rata 6)
ILAI NILAI NORMAL Kategori tingkat kemampuan aktivitas adalah sebagai berikut : Tingkat
Aktivitas / Mobilisasi Kategori Tingkat 0 Mampu merawat diri sendiri secara penuh Tingkat 1
Memerlukan penggunaaan alat Tingkat 2 Memerlukan bantuan atau pengawasan orang lain Tingkat 3
Memerlukan bantuan, pengawasan orang lain dan peralatan Tingkat 4 Sangat tergantung dan tidak
dapat melakukan atau berpartisipasi dalam perawatan

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

ola Aktivitas Dan Latihan Menggunakan tabel aktifitas meliputi makan, mandi berpakaian, eliminasi,
mobilisaasi di tempat tidur, berpindah, ambulansi, naik tangga, serta berikan keterangan skala dari 0 –
4 yaitu : 0 : Mandiri 1 : Di bantu sebagian 2 : Di bantu orang lain 3 : Di bantu orang dan
peralatan 4 : Ketergantungan / tidak mampu

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

Pola Konsep Diri 1) Gambaran diri 2) Identitas diri 3) Peran diri 4) Ideal diri 5) Harga
diri

Invested $100 in Cryptocurrencies in 2017...You would now have $524,215: https://goo.gl/efW8Ef

Citra Tubuh (Body Image)


Body Image (citra tubuh) adalah sikap individu terhadap dirinya baik disadari maupun tidak disadari
meliputi persepsi masa lalu atau sekarang mengenai ukuran dan dinamis karena secara konstan berubah
seiring dengan persepsi dan pengalaman-pengalaman baru.

Body image berkembang secara bertahap selama beberapa tahun dimulai sejak anak belajar mengenal
tubuh dan struktur, fungsi, kemampuan dan keterbatasan mereka. Body image (citra tubuh) dapat berubah
dalam beberapa jam, hari, minggu ataupun bulan tergantung pada stimuli eksterna dalam tubuh dan
perubahan aktual dalam penampilan, stuktur dan fungsi (Potter & Perry, 2005).

b. Ideal Diri
Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia seharusnya bertingkah laku berdasarkan standar
pribadi. Standar dapat berhubungan dengan tipe orang yang diinginkan/disukainya atau sejumlah aspirasi,
tujuan, nilai yang diraih. Ideal diri akan mewujudkan cita-cita ataupun penghargaan diri berdasarkan
norma-norma sosial di masyarakat tempat individu tersebut melahirkan penyesuaian diri. Ideal diri
berperan sebagai pengatur internal dan membantu individu mempertahankan kemampuan menghadapi
konflik atau kondisi yang membuat bingung. Ideal diri penting untuk mempertahankan kesehatan dan
keseimbangan mental.

Pembentukan ideal diri dimulai pada masa anak-anak dipengaruhi oleh orang yang dekat dengan dirinya
yang memberikan harapan atau tuntunan tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu individu
menginternalisasikan harapan tersebut dan akan membentuk dari dasar ideal diri. Pada usia remaja, ideal
diri akan terbentuk melalui proses identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Pada usia yang lebih tua
dilakukan penyesuaian yang merefleksikan berkurangnya kekuatan fisik dan perubahan peran serta
tanggung jawab.

b. Harga Diri
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa banyak
kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain yaitu :
dicintai, dihormati dan dihargai. Mereka yang menilai dirinya positif cenderung bahagia, sehat, berhasil dan
dapat menyesuaikan diri, sebaliknya individu akan merasa dirinya negative, relatif tidak sehat, cemas,
tertekan, pesimis, merasa tidak dicintai atau tidak diterima di lingkungannya (Keliat BA, 2005).

Harga diri dibentuk sejak kecil dari adanya penerimaan dan perhatian. Harga diri akan meningkat sesuai
dengan meningkatnya usia. Harga diri akan sangat mengancam pada saat pubertas, karena pada saat ini
harga diri mengalami perubahan, karena banyak keputusan yang harus dibuat menyangkut dirinya sendiri.

c. Peran
Peran adalah serangkaian pola sikap perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan oleh masyarakat
dihubungkan dengan fungsi individu di dalam kelompok sosial. Setiap orang disibukkan oleh beberapa
peran yang berhubungan dengan posisi pada tiap waktu sepanjang daur kehidupannya. Harga diri yang
tinggi merupakan hasil dari peran yang memenuhi kebutuhan dan cocok dengan ideal diri.

d. Identitas Diri
Identitas diri adalah kesadaran tentang diri sendiri yang dapat diperoleh individu dari observasi dan
penilaian dirinya, menyadari bahwa individu dirinya berbeda dengan orang lain. Seseorang yang
mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan memandang dirinya berbeda dengan orang lain, dan
tidak ada duanya. Identitas berkembang sejak masa kanak-kanak, bersamaan dengan berkembangnya
konsep diri. Dalam identitas diri ada otonomi yaitu mengerti dan percaya diri, respek terhadap diri, mampu
menguasai diri, mengatur diri dan menerima diri.

Pengertian Hati
Hati merupakan salah satu organ tubuh yang sangat besar manfaat dan juga keberadaannya selain
dari kulit. Letak hati di dalam tubuh itu sendiri di dalam diafragma yaitu membrane otot yang
memisahkan antara dada dan juga perut terutama dibagian kanan atas perut dan juga dibagian
bawah tulang rusuk.

Di dalam hati terdapat beberapa bagian yaitu :

 Lobus kanan : lobus kanan lebih besar ukurannya dari pada lobus kiri hal ini di karenakan
mempunyai pebuluh darah yang banyak ketimbang lobus kiri.
 Ligamen : ligament terbagi menjadi beberapa bagian yaitu coroner,sabit dan juga bulat.
 Lobus kiri : lobus yang dalam artian gelambir ini merupakan organ yang ada di setiap sistem
pencernaan. karena ini juga lobus kanan lebih besar karena sebagai tempat untuk penyimpanan dan
juga pengolahan sedangkan lobus di bagian kiri hanya untuk tempat pembuangan zat zat yang sudah
tidak lagi digunakan.
 Kantung empedu : merupakan organ yang dgunakan untuk penyimpanan empedu yang dibutuhkan
pada sistem pencernaan. Organ ini bentuknya seperti buah pir dengan panjangnya sekitar 7 s/d 10
cm. (baca juga : Bagian-bagian Paru Paru)

Fungsi Hati Dalam Sistem Pencernaan


Sistem pencernaan ini digunakan untuk merubah makanan menjadi nutrisi nutrisi yang digunakan
atau di butuhkan untuk membangun metabolisme. Awal dari system pencernaan dimulai dengan
injesti yaitu memasukan makan ke dalam mulai mulut yang kemudian di cerna baik secara kimiawi
maupun mekanik lalu diserap untuk proses penyerapan ini sendiri ada beberapa bagian yang
berhubungan dengan hati.

Seperti sebelumnya yang sudah kita bahas bahwa hati memiliki fungsi salah satunya yaitu di dalam
system pencernaan yang dapat membantu pada bagian system pencernaan sehingga proses untuk
dapat berjalan dengan lancar.

ungsi hati di dalam sistem pencernaan terbagi menjadi beberapa bagian yaitu :

1. Mencairkan Empedu
Salah satu fungsi dari hati adalah untuk mencairkan empedu. Di dalam hati terdapat empedu yang
sangat berguna untuk membantu sistem pencernaan seperti salah satunya yaitu untuk memecahkan
lemak. Salah satu kasus dari pembahasan fungsi ini adalah ketika seseorang memakan makanan
yang berlemak maka hati akan dengan segera mengeluarkan cairan empedunya yang sangat
berguna untuk membantu asam untuk memecahkan lemak yang terdapat di dalam lambung ( sistem
pencernaan ).

2. Memproses Nutrisi
Fungsi hati yang lainnya dalam sistem ini adalah untuk dapat memproses nutrisi. Nutrisi yang di
proses ini awalnya berasal dari dalam makanan yang dimakan kemudian oleh lambung dan juga usus
halus memproses makanan tersebut sehingga ketika selesai dalam memproses makanan makan
hasil dari prosesan tersebut dimenempel di dinding usus yang kemudian bergerak menuju hati yang
dalam hati inilah sebagai pemroses nutrisi yang kemudian di salurkan pada sistem-sistem yang lain
yang memerlukan.

3. Penghasil Gula Darah


Hati salah satu fungsinya yaitu sebagai penghasil kadar gula darah ( “ glukosa “ ).Glukosa paling
anyak berada di dalam hati dan glukosa yang ada di dalam hati ini kemudian digunakan untuk proses
sistem pencernaan.

Fungsi Hati
Fungsi hati dalam arti di sini yaitu secara keseluruhan baik itu untuk system pencernaan maupun
untuk system ekskresi pada tubuh. Penjabaran mengenai fungsi hati ada disini :

1. Sebagai detoksifikasi( sebagai penawar atau penetral untuk racun ).Hati menurut fungsi ini dapat
menghilangkan racun-racun yang terdapat di dalam tubuh contohnya yaitu alcohol dan juga obat-
obatan.
2. Pembuat protein plasma , plasma darah itu sendiri berwarna bening yang terdiri dari bahan-bahan
organik dan juga anorganik seperti oksigen,hydrogen,nitrogen dan kebanyakan dari protein plasma
banyak sekali mengandung sulfur. ( baca juga : Perbedaan Pencernaan Kimiawi dan Mekanis )
3. Pengontrol sirkulasi tubuh. Setiap yang hidup pasti memiliki darah,darah ini dikontrol oleh hati seperti
arteri dan vena.
4. Dengan bantuan hermatin dapat menyempurnakan sel darah merah.
5. Membuang zat-zat yang tidak baik untuk tubuh ( zat bilirubin ) melalui system ekskresi.
6. Sebagai media untuk penyimpanan mineral yang diperlukan di dalam system peredaran darah salah
satu contohnya yaitu zat besi.
7. Sebagai pengontrol gula darah dalam artian disini menyimpan glikogen ( gula otot ) sebagai hasil
daripada pengubahan dari glukosa karena hormone insulin.
8. Hati di fungsikan sebagai pengeluar atau pemanggil protrombin dan juga fibrinogen untuk mencegah
terjadinya penggumpalan darah.
9. Menyimpan zat makanan yang sebelumnya sudah diabsorsi di dalam usus. Zat makanan ini di
simpan untuk dibutuhkan pada masa-masa tertentu.
10. Sebagai pembuang kelebihan pembuluh darah di dalam tubuh contohnya adalah kolesterol.
11. Membantu empedu dalam mencairkan empedu yang asalnya dari sel darah yang sebelumnya telah
mengalami perombakan di dalam hati yang nantinya akan mengemulsikan lemak di dalam makanan.
Perlu di ketahui bahwa empedu setiap harinya dapat menghasilkan 0.5 liter empedu, empedu juga
memiliki warna tersendiri yaitu berwarna hijau dan juga rasanya pahit.
12. Menyimpan vitamin seperti vitamin A,D,E,K. jenis vitamin ini merupakan vitamin yang larut akan
lemak. Selain itu juga, terdapat vitamin b12 dan juga menyimpan mineral. Penyimpanan vitamin yang
larut dalam lemak memiliki cadangan penyimpanan yang berbeda seperti vitamin A ( cadanganya
sekitar 1 s/d 2 tahun ), vitamin D ( cadangannya sekitar 1 s/d 4 bulan ) sedangkan untuk vitamin B12
memiliki cadangannya sekitar 1 s/d 3 tahun lamanya.

baca juga :

 Fungsi Otak Kiri


 Fungsi Otak Kanan
 Fungsi Sel Darah Merah
 Fungsi Enzim Renin

Mengenal Sistem Pencernaan


Sistem pencernaan yang kita tahu yaitu fungsinya di dalam tubuh adalah untuk mencerna makanan
sehingga menjadi halus lalu kemudian hasil akhirnya dibuang melalui dubur. Sistem pencernaan ini
menyiapkan makanan yang dapat digunakan oleh ratusan juta sel di dalam tubuh karena makanan
yang kita makan tidak dapat menyentuh sel kecuali telah di modifikasi oleh sistem pencernaan. Dari
modifikasi ( pencernaan ) ini juga bergantung pada eksorkin dan sekresi endokrin dan juga gerakan
yang berasal dari makanan melalui saluran pada sistem pencernaan. Berikut ini akan dijabarkan
sedikit bagian bagian dari system pencernaan yang nantinya akan berhubungan dengan fungsi hati
itu sendiri. ( baca juga : Fungsi Bulu Mata)

1. Mulut
Mulut digunakan sebagai alat untuk masuknya makanan yang nantinya akan di proses oleh bagian
yang lain pada system pencernaan. Masuknya makanan diawali dengan mulut atau rongga mulut lalu
kemudian selaput lender berjajar. bibir atau kata lainnya labia melindungi bagian luar dari proses
masuknya makanan sementara pipi membentuk dinding lateral, langit langit keras dan juga langit
langit yang lunak yang berbentuk anterior ataupun posterior. Makanan pertama diproses oleh gigi
terutama gigi yang berbentuk anterior.

Porsi pada makanan yang dikunyah ini ditahan dan juga dibantu oleh kelenjar saliva kemudian dalam
meninggalkan makanan bolus juga harus bisa melewati saluran pernapasan ( trakea ) dengan
berbagai mekanisme yang sulit yang biasa kita kenal adalah menelan.Dikatakan sulit disini karena
kita harus bisa memastikan bahwa makanan ini tidak masuk ke dalam tenggorokan untuk itu dilarang
berbicara ketika hendak makan.

2. Kerongkongan
Merupakan saluran pencernaan selanjutnya yang dapat di bagi menjadi beberapa struktur yaitu :

 Mukosa : lapisan yang paling dalam dan juga lembab,epitel an juga ditambah jaringan ikat kecil dan
juga otot polos.
 Submukosa : lapisan yang berbentuk lunak, mengikat pada lapisan jaringan,pembuluh darah,saraf
dan juga pembuluh limfa.
 Muskularis ekterna : lapisan dengan ciri yaitu melingkar.
 Cairan serosa : cairan yang dapat memproduksi lapisan tunggal.
3. Lambung
Tempat dari makanan itu di cerna dan sebagian dari sari sari makanan itu di serap untuk diedarkan
untuk menjadi sumber energy bagi tubuh.Lambung di bagi menjadi beberapa daerah yaitu daerah
kardia, daerah fundus dan juga pylorus.

4. Usus halus
Mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menyerap nutrisi yang sebelumnya berada di dalam
pada saat makanan tersebut di cerna,makanan ini dipecah menjadi beberapa cairan yang kemudian
masuk kedalam usus halus bersama darah.

5. Pancreas
Fungsi dari bagian system pencernaan ini adalah menghasilkan enzim pencernaan dan juga
menghasilkan beberapa hormone atau fungsi ini biasa di sebut sebagai endoktrin, selain itu juga
pancreas melalui pengeluaran glucagon dapat mengatur kadar gula di dalam darah, dapat juga
menambah kadar gula di dalam darah dengan cara mempercepat tingkat pelepasan dari hati .

6. Usus Besar
Untuk fungsinya usus besar dan juga usus kecil memiliki beberapa fungsi yang sama yaitu untuk
mencerna segala apapun yang masuk ke dalam system pencernaan, untuk usus besar itu sendiri
fungsinya adalah untuk penyerapan air dan juga limbah padat yang berada di dalam anus.

7. Rectum dan Anus


Bagian ini merupakan yang paling akhir, untuk melakukan pembuangan biasanya ada di dalam
bagian anus karena fungsi alat ini adalah mengeluarkan kotoran atau makanan yang sudah tidak
digunakan lagi yang sari sari nya sudah di ambil sedangkan untuk rectrum itu sendiri adalah ruangan
kosong yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpannya kotoran didalam tubuh yang letaknya
ada pada ujung usus besar sehingga apabila kotoran mengisi rectrum maka akan timbul rasa ingin
buang air besar.

Dari paparan atau penjelasan yang sudah saya berikan mengenai “ fungsi hati dalam sistem
pencernaan “ maka yang dapat di simpulkan dari penjelasan ini adalah hati merupakan organ vital
yang sangat bermanfaat untuk proses yang ada di dalam tubuh termasuk salah satunya adalah
sistem pencernaan. Untuk sistem pencernaan itu sendiri fungsi hati adalah untuk mencairkan empedu
sehingga dapat meminimalisir adanya kelebihan lemak yang ada di dalam tubuh kita yang
manfaatnya tidak ada.