Anda di halaman 1dari 4

BALAI REKAYASA DISAIN DAN SISTEM TEKNOLOGI

DEPUTI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI, ENERGI DAN MATERIAL


BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

Program
PEREKAYASAAN TEKNOLOGI
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOMASA

TECHNICAL NOTE
BUTIR II.B.4.a/b/c

N0. 210-1/TN/BD/BRDST-BPPT/III/2015

Menetapkan Spesifikasi
Peralatan Uji Kelembaban Relatif

WP
Biomass Drying

Dibuat oleh : Diperiksa oleh : Disetujui oleh :


Engineering Staf (ES-210) Leader (L-200) Group Leader /CE/KP

Nama : M Zulfikar E P Nama : M. Abrori Nama : Yoga Peryoga


Tanggal : 9 Maret 2015 Tanggal : 11 Maret 2015 Tanggal : 13 Maret 2015
Menetapkan Spesifikasi Peralatan Uji Kelembaban Relatif

I. Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dan dilaporkan dalam technical note ini merupakan
laporan eksplorasi tentang peralatan uji kelembaban udara.

II. Hasil
Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara kandungan kandungan
air yang dalam fasa uap. Atau dapat diartikan sebagai tingkat konsentrasi uap
air dalam udara. Angka konsentrasi ini dapat didefinisikan sebagai kelembaban
absolut, kelembaban spesifik, dan kelembaban relatif.
Kelembaban absolut adalah jumlah keseluruhan uap air yang terdapat dalam
sejumlah volume udara. Pada kelembaban absolut proses perhitungan dan
analisisnya tidak memperhitungkan kondisi suhu sekitar. Rentang kelembaban
absolut di atmosfer dari 0 – 30 gr/cm3 pada saat udara dalam kondisi jenuh
suhu 30 oC (1).
Kelembaban relatif adalah rasio perbandingan uap air pada tekanan parsial
dengan uap air pada tekanan saturasi, dan pada kondisi suhu tertentu. Pada
kelembaban relatif, faktor kandungan air dalam udara dan suhu menjadi
pertimbangan analisis.

∅   ∗
100%

Kelembaban spesifik atau biasa dikenal dengan moisture content adalah


rasio perbandingan dari massa uap air dengan massa keseluruhan udara.
Keterkaitan antara kelembaban dengan kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga
Biomasa adalah untuk menentukan kandungan air dari bahan bakar biomasa
yang dimasukkan kedalam boiler sebagai sumber uap turbin generator sehingga
dapat menghasilkan listrik. Berdasarkan Program Manual yang telah dibuat,
Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa ini menitik beratkan pada pemanfaatan
tandan kosong sawit sebagai bahan bakar.
Tandan kosong sawit memiliki kandungan air 57.5%, yang artinya setiap 1000
gram tandan kosong memiliki kandungan air sebesar 575 gram. Nilai kalori
bakar tandan kosong sawit LHV 0.19 MJ/kg dan HHV 2.44 MJ/kg, yang artinya
pada kondisi umum nilai kalori dalam tandan kosong mampu menghasilkan
(3)
energi sebesar 0.19 MJ per kg . Agar dapat digunakan sebagai bahan bakar
boiler Pembangkit Tenaga Listrik Biomas, kandungan air pada tandan kosong
minimum 30% sehingga dapat menghasilkan nilai kalori sebesar 5.57 MJ/kg (4).
Technical note ini bertujuan untuk mendapatkan spesifikasi alat uji
kelembaban relatif yang akan digunakan pada saat proses pengeringan
(penurunan moisture content) tandan kosong. Sehingga pada saat dilakukan
percobaan pengeringan tandan kosong kelapa sawit dapat diperhitungkan
tingkat efektifitas pengeringan, serta dapat dilakukan optimalisasi disain
pengering.
Beberapa instrumentasi eksplorasi sudah ditetapkan, dan sasaran sudah
ditentukan, dan telah dilakukan eksplorasi. Maka dari data lembar kerja, dapat
disimpulkan sebagai berikut spesifikasi alat uji kelembaban relatif.

Tabel 1. Spesifikasi peralatan uji kelembaban relatif


Spesifikasi umum
Kelembaban 5% sampai 95% RH
Tingkat akurasi 10% sampai 90%RH @ 23 °C (73,4°F)
(±2,5%RH) (<10%, > 90%RH @23°C (73,4°F)
(±5,0%RH)
Sensor kelembaban Sensor film polimer kapasitansi elektronik.
Durasi analisis Untuk 90% dari rentang total - 60 dtk. dengan
pergerakan 1m/d
Spesifikasi lingkungan
Operasional Suhu: -20°C sampai 60°C
Kelembaban: 0°C sampai 55°C
Penyimpanan 20°C sampai 60°C pada < 80% R.H
Spesifikasi barang
Jenis Portabel
Catu daya 4 baterai AAA
III. Referensi

1. Perry, R.H. and Green, D.W, Perry's Chemical Engineers' Handbook (7th
Edition), McGraw-Hill,ISBN 0-07-049841-5.
2. Wallace, John and Hobbs, Peter, Atmospheric Science: An Introductory
Survey, 2006, 2nd edition, Elsevier, pp. 80.
3. R. Omar, A. Idris, R. Yunus, K. Khalid, M.I. Aida Isma: Characterization of
empty fruit bunch for microwave assisted pyrolysis. Fuel 90 (2011) 1536-1544
4. Lahijani P, Zainal ZA. Gasification of palm empty fruit bunch in a bubbling
fluidized bed: a performance and agglomeration study.Bioresource
Technology. 2011;102(2):2068–2076.