Anda di halaman 1dari 1

Konstruksi Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017

tentang Penyelenggara Pemilu

A. Buku Kesatu
Bab I Pengertian Istilah :
Pasal 1 tentang ketentuan umum yang memuat defenisi opersional dari komponen dalam
undang undang ini. Pemilihan umum diartikan sebagai sarana kedaualatan rakyat untuk memilih
para pemimpin legislative maupun eksekutif baik di pusat maupn daerah yang dilakukan secara
langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Penyelenggaraan pemilu merupakan tahapan
pemilu yang dilaksanakan oleh penyelenggara pemilu sebagaimana yang disebutkan dalam
undang undang ini. Penyelenggara pemilu yang diantaranya KPU dan jajarannya, BAWASLU serta
jajarannya dan DKPP merupakan satu kesatuan fungsi dalam menjalankan kegiatan kepemiluan.
Komisi Pemilihan Umum/KPU dalam undang undang ini disebutkan sebagai lembaga
penyelenggara pemilu yang bersifat nasional, tetap dan mandiri.
Jajaran KPU terdiri dari KPU Pusat, KPU Provinsi, KPU Kab/kota, Panitia Pemilihan
Kecamatan/PPK (dibentuk oleh KPU Kab/Kota),Panitia Pemungutan Suara/PPS (dibentuk KPU
Kab/Kota), Panitia Pemilihan Luar Negeri (dibentuk oleh KPU), Kelompok Penyelenggara
Pemungutan Suara/KPPS (dibentuk PPS), Kelompok Pemungutan Suara Luar Negeri (dibentuk oleh
PPLN), Petugas Pemutakhiran Data Pemilih/ PANTARLIH dibentuk oleh PPS/PPLN. Badan Pengawas
Pemilu/ BAWASLU dalam undang undang ini didefenisikan sebagai lembaga pengawasan
penyelenggaran pemilu yang diseleuruh Indonesia. Jajaran BAWASLU terdiri dari BAWASLU
PUSAT, BAWASLU Provinsi, BAWASLU Kab/kota, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan/ PANWASLU
Kec (dibentuk oleh BAWASLU KAB/Kota, PANWASLU Kelurahan/Desa
Memuat 38 point/ayat.
Bab II Asas, Prinsip dan tujuan
 Pasal 2 Asas ( Langsung, umum, bebas , rahasia, jujur dan adil)
 Pasal 2 prinsip (11 Point _ mandiri, jujur, adil, berkepastian hokum, tertib, terbuka,
proporsinal, profesional,akuntabel,efektif dan efesien )
 Pasal 3 Tujuan ( 5 point )
 Pasal 4 tentang Disabilitas

B. Buku Kedua Penyelenggara Pemilu


Bab I KPU ,
Bagian kesatu , umum
 Pasal 6 tentang tingakatan kelembagaan KPU (8 huruf)
 Pasal 7 tentang sustainable dan independensi KPU
Bagian kedua , kedudukan ,susunan dan keanggotaan KPU
 Pasal 8 , kedudukan KPU ( 4 ayat )
 Pasal 9, Hierakie Tugas dan tanggung jawab KPU (4 ayat)
 Pasal 10, jumlah keanggotaan, dasar penetapan jumlah anggota kpu, jabatan
komisioner,komposisi keanggotaan KPU, waktu pengambilan sumpah, dan masa jabatan
 Pasal 11 , Tugas ketua KPU
 Pasal 12, Paragraph satu Tugas, wewenang, dan kewajiban kpu