Anda di halaman 1dari 3

Dasar Teori

Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman yaitu dari daun, bunga,
buah, biji, batang atau kulit dan akar atau rhizome. Berbagai macam tanaman yang
dibudidayakan atau tumbuh dengan sendirinya di berbagai daerah di Indonesia memiliki
potensi yang besar untuk diolah menjadi minyak atsiri, baik yang unggulan maupun potensial
untuk dikembangkan. Khususnya di Indonesia telah dikenal sekitar 40 jenis tanaman penghasil
minyak atsiri, namun baru sebagian dari jenis tersebut telah digunakan sebagai sumber minyak
atsiri secara komersil Kardinan, A. (2012).

Minyak atsiri digunakan sebagai bahan dasar kosmetik, parfum, aromatherapy, obat,
suplemen dan makanan. Penggunaan minyak atsiri sebagai obat dan suplemen semakin
diminati masyarakat seiring berkembangnya produk-produk herbal. Peluang usaha minyak
atsiri, Permintaan pasar untuk minyak atsiri baik di dalam negeri dan luar negeri semakin
meningkat. Industri pangan, farmasi, dan kosmetik di dalam negeri merupakan pasar produk
minyak atsiri atau turunan minyak atsiri. Potensi pasar minyak atsiri yang besar masih belum
dimanfaatkan di dalam negeri, karena di Indonesia produksi minyak atsiri masih mengolah
minyak atsiri kasar dan industri yang mengolah minyak atsiri menjadi produk turunannya
masih terbatas. Produk turunan yang dibutuhkan yang dibutuhkan oleh industri pangan, farmasi
dan kosmetik dalam negeri masih diperoleh melalui impor. Minyak atsiri merupakan salah satu
komoditas ekspor agroindustri potensial sebagai sumber devisa. Beberapa tanaman atsiri yang
menjadi unggulan dan berkembang pesat di pasar dunia diantaranya Nilam, Sereh Wangi,
Cengkeh, Jahe, Pala, Lada, Kayu Manis, Cendana, Melati, Akar Wangi, Kenanga, Kayu Putih
dan Kemukus. Nilam merupakan salah satu andalan Indonesia di pasar dunia. Bahkan
Indonesia tercatat sebagai pengekspor nilam terbesar di dunia. Namun eksport minyak atsiri
Indonesia ke pasar dunia sebagian besar adalah produk setengah jadi atau belum menjadi
turunannya atau minyak atsiri yang dimurnikan. Dengan demikian peluang usaha minyak atsiri
masih sangat besar mulai dari pertanian tanaman atsiri hingga industri pengolahan minyak
atsiri. Di Indonesia terdapat asosiasi pengusaha minyak atsiri yaitu Dewan Atsiri Indonesia (
DAI ) sehingga diharapkan sumber daya alam yang begitu besar di Indonesia dapat
dikembangkan secara maksimal untuk industri dalam negeri maupun luar negeri (Kardinan, A.
2012).
Alat dan Bahan
Alat
1. Mortar
2. Pistil
3. Tabung reaksi
4. Penangas air
5. Pengaduk
6. Pipet tetes
Bahan
1. Karet gelang
2. Plastik
3. Bunga melati
4. Alkohol 96%
5.
Cara kerja

Bunga melati direbus dengan mortar hingga halus

Ditambahkan 5 ml alkohol 96% dan diaduk hingga tercampur

Hasil gerusan dimasuykkan tabung reaksi

Tabung reaksi ditutup dengan plastik dan dirapatkan dengan karet gelang

Tabung reaksi dipanaskan pada penangas hingga mendidih selama 5 menit

Tutup plastik dibuka dan dihirup bau yang dihasilkan sampel yang sudah dipanaskan
Analisis Data
Pengujian pada praktikum ini dipanaskan ini menggunakan sampel bunga melati. Semua
bahan dihaluskan dan ditambahkan alkohol 5 ml lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
Setelah itu dipanaskan sampai mendidih selama 5 menit lalu dicium aromanya sampai aroma
bahan amatan menghilang. Pada bahan bunga melati sebelum dipanaskan berbau sangat
menyengat, kemudian setelah dipanaskan 5 menit aroma harum melati mulai menghilang dan
pada menit ke 10 aroma harum bunga melati sudah menghilang.
Pada pengujian secara mikroskopis dilakukan 2 jenis pengamatan. Pengamatan pertama
bunga melati diiris melintang kemudian diletakkan pada kaca benda kemudian ditambah
larutan sudan III sedangkan pada pengamatan kedua tanpa ditambah sudan III. Dari hasil
pengamatan pertama minyak atsiri terlihat jelas dan jumlahnya banyak, sedangkan pada
pengamatan kedua minyak atsiri tidak terlihat jelas dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan
dengan yang diberi larutan Sudan III.