Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan negara agraris yang sangat kaya akan sember daya alam. Namun,
saat ini perkembangan dunia kerja semakin ketat disertai era globalisasi yang menjadikan
persaingan dalam segala sektor ini menjadikan tuntutan yang tidak dapat dielakkan lagi.
Untuk menghadapi perkembangan ini, perusahaan perusahaan harus kreatif dan mandiri
untuk merespon dengan tepat pada setiap perubahan yang terjadi. Dalam hal ini, salah
satunya adalah sektor pertanian, Bidang pertanian sangat berperan dalam menunjang
perekonomian negara. Kondisi pertanian di Indonesia mulai bangkit seiring dengan
berjalannya waktu.
Perkembangan industri pengelolahan pertanian yang juga semakin ketat menuntut
perusahaan untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing yang kuat dan produk yang
dihasilkan atau ditawarkan sesuai dengan keinginan konsumen dalam upaya perusahaan
empertahankan kelangsungan hidupnya. Salah satu tanaman pertanian dan perkebunan yang
penting adalah tanaman teh, karena selain mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi juga
merupakan komoditas ekspor yang mampu bersaing baik di pasar lokal maupun internasional.
Teh menjadi salah satu komoditas perkebunan yang penting dari beberapa komoditas
pertanian yang ada di Indonesia. Teh sebagai salah satu komoditas yang bertahan hingga saat
ini mampu memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia melalui devisa
yang dihasilkan selain untuk menjaga fungsi hidrolis dan pengembangan agroindustri.
Perkebunan teh juga menjadi sektor usaha unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja
dalam jumlah yang besar. Salah satu tanaman pertanian dan perkebunan yang penting adalah
tanaman teh, karena selain mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi juga merupakan
komoditas ekspor.
Teh hijau merupakan teh yang tidak mengalami proses fermentasi dan banyak dikonsumsi
orang karena nilai medisnya. Teh hijau kerap digunakan untuk membantu proses pencernaan
dan juga karena kemampuannya dalam membunuh bakteri. Kandungan polifenol yang tinggi
dalam teh hijau dimanfaatkan untuk membunuh bakteri-bakteri perusak dan juga bakteri yang
menyebabkan penyakit di rongga mulut (penyakit periodontal).
Untuk mendapatkan teh hijau dengan kualitas yang baik dan konsisten sesuai dengan standar
mutu yang diminta oleh pasar serta menguntungkan, diperlukan suatu program pengolahan
yang benar, terarah dan sesuai dengan prinsip-prinsip pengolahan yang efisien dan
berkesinambungan. Proses pengolahan teh hijau ini sangat mempengaruhi hasil akhirnya.
HACCP( Hazard Analysis Critical Control Point) atau analisis bahaya titik pengendalian
kritis merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengawasi secara ketat setiap proses
pengolahan yang diangap kritis dan membahayakan keamanan produk yang dihasilkan, sejak
penerimaan bahan mentah oleh pabrik, selama proses pengolahan sampai dengan
pengemasan, penyimpanan dan distribusi. Pengawasan dilakukan untuk mengidentifikasi
kemungkinan adanya bahaya serta menentukan tahaptahap pengolahan memerlukan
pengatasan khusus.
Produk teh hijau PT. Sarana Mandiri Mukti memilik prospek yang bagus disekitar
wilayah Kepahiyang karena belum banyak perusahaan yang memproduksi teh hijau. Selain
itu proses pengolahan di PT. Sarana Mandiri Mukti baik yang memiliki Quality control yang
baik sesuai standar yang ditetapkan oleh perusahaan sehingga menghasilkan olahan teh hijau
yang berkualitas. Pengawasan yang baik sangat penting dilakukan, sehingga penulis tertarik
untuk mengetahui bagaimana pengendalian mutu yang dilakukan oleh perusahaan PT. Sarana
Mandiri Mukti.

1.2 Tujuan Magang


1. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses pengelolahan teh hijau dari awal
sampai akhir di PT. Sarana Mandiri Mukti
2. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana pengendalian mutu dari awal sampai
akhir teh hijau di PT. Sarana Mandiri Mukti.
3. Untuk mengetahui cara pemetikan teh, alat alat yang digunakan dan prinsip prinsip
kerja mesin dan peralatan yang digunakan untuk proses produksi teh hijau di PT.
Sarana Mandiri Mukti
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Teh
Teh Camellia sinensis .L merupakan salah satu tanaman minuman penyegar beverage
crop yang disukai orang karena rasa dan aromanya yang khas. Selain dapat memberikan
kesegaran, teh mempunyai banyak manfaat lain untuk tubuh, karena mengandung vitamin
(B1, B2, B6, C, K, asam folat (karoten), mineral (Mn, K, Zn, F) serta polifenol (zat
antioksidan) (Adimulya, 2006).
Tanaman teh tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan sepanjang tahun
tidak kurang dari 1500 mm. Tanaman ini memerlukan kelembaban tinggi dan suhu udara
antara 13-29,50 C. Oleh karena itu, tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi dan
pegunungan yang berhawa sejuk (Sutejo 1972). Ada dua varietas yang ditemukan dalam
Camellia sinensis, yaitu varietas sinensis dan varietas assamica. Berdasarkan pengolahannya,
teh dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu teh hijau (tidak mengalami fermentasi), teh
oolong (semi fermentasi), dan teh hitam (fermentasi penuh).
2.1.1 Teh Hijau
Teh hijau adalah jenis teh tanpa fermentasi yang proses pengolahannya terdiri dari
tiga tahap, yaitu pemanasan, penggulungan, dan pengeringan. Tahap pemanasan berupa
pelayuan daun dengan cara penguapan maupun penyangraian. Kandungan katekin dalam teh
hijau tidak boleh mengalami perubahan akibat terjadinya oksidasi enzimatis sebelum maupun
selama proses pengolahan. Oleh karena itu perlu dilakukan penginaktifan enzim polifenol
oksidase dengan cara memanaskan daun teh pada proses pelayuan. Suhu yang digunakan
berkisar antara 250-3000 C selama 10-15 menit dengan pengadukan 4-5 kali per menit agar
daun tidak hangus. Proses pelayuan juga dapat mengurangi kadar air sampai sekitar 60-70%
dan menyiapkan daun untuk digulung. Proses penggulungan bertujuan untuk membentuk
mutu secara fisik dan harus segera dilakukan setelah proses pelayuan. Sementara proses
pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air, memekatkan cairan sel daun, serta
memperbaiki bentuk gulungan (Takeo 1992).
2.2 Proses Produksi Teh Hijau
Proses pengolahan teh hijau dihasilkan dari pengolahan daun teh tanpa proses
fermentasi setelah pucuk dipetik. Seperti pada pengolahan teh hitam, pengolahan teh hijau
juga melalui beberapa tahap seperti pelayuan, penggulungan, pengeringan, dan sortasi
(Nazzarudin dan Paiman, 1993). Proses pengolahan teh hijau (Green Tea) meliputi:
2.2.1 Proses Pelayuan
Setelah penerimaan pucuk dari kebun, daun teh dihamparkan di lantai dan diaduk-
aduk untuk mengurangi kandungan air yang terbawa pada daun. Kemudian daun teh
dilayukan dengan melewatkan daun pada silinder panas sekitar 5 menit (sistem panning) atau
dilewatkan beberapa saat pada uap panas bertekanan tinggi (sistem steaming). Proses
pelayuan ini bertujuan untuk mematikan aktivitas enzim sehingga akan menghambat
timbulnya proses 11
fermentasi dan menurunkan kadar air menjadi sekitar 60 – 70 %. Suhu pelayuan
dalam drum pelayuan (hong) berkisar antara 800 C - 1000C. Kondisi panas tersebut harus
sama di sepanjang drum pelayuan. Penggunaan suhu pelayuan yang melebihi dari 100 oC
mengakibatkan terjadinya blister, yaitu terdapatnya bintik – bintik atau noda putih pada teh
kering yang dihasilkan, bahkan kecenderungan teh akan menjadi gosong akan lebih besar.
Untuk mendapatkan suhu pelayuan yang stabil, drum pelayuan seharusnya dilengkapi dengan
termometer yang dihubungkan ke termokontrol. Tinggi rendahnya panas diatur oleh termostat
(Hendrowidyatmoko, 1990).
2. Proses Pendinginan
Proses pelayuan diatas dilanjutkan dengan proses pendinginan yaitu bertujuan untuk
mendinginkan daun setelah proses pelayuan.
3. Proses Penggulungan Daun
Setelah itu daun teh digulung menggunakan mesin Jackson bertujuan untuk memecah sel –sel
daun sehingga teh yang dihasilkan mempunyai rasa lebih sepet. Proses ini hampir sama
dengan proses penggilingan pada proses pembuatan teh hitam, tetapi untuk proses pembuatan
teh hijau daun yang dihasilkan sedapat mungkin tidak remuk atau hanya tergulung. Proses
penggulungan ini berkisar 15 – 30 menit.
4. Proses Pengeringan
Proses pengeringan pertama dilakukan menggunakan ECP dryer kemudian dilanjutkan
dengan pengeringan akhir menggunakan rotary drier disebut juga repeat roll dan mesin
pengering ball tea. Proses pengeringan pertama 12
menurunkan kadar air menjadi 30 – 35 % dan akan memperpekat cairan sel,
pengeringan dilakukan pada suhu sekitar 110o C – 135oC selama 30 menit. Proses
pengeringan kedua akan memperbaiki bentuk gulungan daun, suhu yang digunakan 70 – 900
C selama 60 – 90 menit. Produk yang dihasilakan dengan kadar air 4 – 6 %. Setelah proses
pengeringan akhir kemudian dilanjutkan dengan proses sortasi. Setelah teh kering itu keluar
dari mesin pengering, maka akhirnya sampai juga pada teh yang siap untuk dipasarkan. Tapi
sebelum kita melemparkan teh tersebut ke pasaran, terlebih dahulu harus disortir atau
dibedakan jenisnya. Penjenisan ini biasanya dilakukan dengan alat pengayak yang bermacam
- macam, setelah itu masih juga diperiksa lagi dengan tangan manusia (Muljana, 1983).
2.3 Pengawasan Mutu
Pengawasan mutu adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin bahwa proses yang terjadi
akan menghasilkan produk sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Kegiatan pengawasan
mutu adalah mengevaluasi kinerja nyata proses dan membandingkan kinerja nyata proses
dengan tujuan. Hal tersebut meliputi semua kegiatan dalam rangka pengawasan rutin mulai
dari bahan baku, proses produksi hingga produk akhir. Pengawasan mutu bertujuan untuk
mencapai sasaran dikembangkannya peraturan di bidang proses sehingga produk yang
dihasilkan aman dan sesuai dengan keinginan masyarakat dan konsumen (Puspitasari, 2004).
Mutu teh sangat dipengaruhi oleh cara pengolahannya, walaupun faktor-faktor lain juga
berpengaruh (Nasution dan Wachyuddin, 1975). Faktor-faktor
tersebut antara lain, letak atau tinggi perkebunan di atas permukaan laut, pemangkasan
ranting-ranting, cara atau sistem pemetikan daun teh dan jenis daun yang diolah
(Siswoputranto, 1978).
Standar mutu teh hijau disusun berdasarkan hasil survei di daerah-daerah produksi Jawa
Barat dan Jawa Tengah oleh Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung dan Balai Penelitian
Perkebunan Bogor yang telah dilokakaryakan pada tanggal 20-21 Agustus 1976 di Pusat
Penelitian Teh dan Kina Gambung. Hasil lokakarya berupa kesimpulan yang dirangkum
dengan standar dari Federal Spesification USA (Fed. Spec. HHHT 191 H) dan mendapatkan
SP-60-1977. (Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, 1994).

2.2 Landasan Teori yang Digunakan


2.2.1 Pengertian sumber daya manusia
2.2.2 Pengertian manajemen sumber daya manusia
2.2.3 Model manajemen sumber daya manusia
2.2.4 Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia
2.3 Managemen Tempat Magang
BAB III
METODE PELAKSANAAN MAGANG

3.1 Waktu
3.2 Lokasi Pelaksanaan
3.3 Sumber Data
3.4 Analisa data
3.3 Rencana Jadwal Kegiatan Magang
BAB IV
KETERANGAN TENTANG TEMPAT MAGANG

4.1 Lokasi Perusahaan


Perkebunan teh pertama kali didirikan oleh pengusaha asal Belanda yang bernama N.V.Land
Bovus Maatschaapy pada tahun 1925 yang berkantor pusat di sumatera selatan. Pada saatitu
yang ditanam hanya kopi dan kina Kemudian baru tahun 1933 – 1936 diusahakan tanaman
budidaya teh. Sedangkan kopi dan Kina hingga kini tidak ada lagi ditanam. Pabrik teh ini didirikan
pada tahun 1935 yang lokasinya tidak jauh dari lokasi perkebunan yaitu Desa Tangsi Baru
kabawetan. Sejak berdirinya hingga sekarang perkebunan ini telah berkali-kali mengalami
perubahan baik status
4.2 Sejarah BerdirinyaPerusahaan
Perkebunan teh pertama kali didirikan oleh pengusaha asal Belanda yang bernama N.V.Land
Bovus Maatschaapy pada tahun 1925 yang berkantor pusat di sumatera selatan. Pada saatitu
yang ditanam hanya kopi dan kina Kemudian baru tahun 1933 – 1936 diusahakan tanaman
budidaya teh. Sedangkan kopi dan Kina hingga kini tidak ada lagi ditanam. Pabrik teh ini
didirikan pada tahun 1935 yang lokasinya tidak jauh dari lokasi perkebunan yaitu Desa
Tangsi Baru kabawetan. Sejak berdirinya hingga sekarang perkebunan ini telah berkali-
kali mengalami perubahan baik status kepemilikannya maupun bentuk badan Usahanya. Di
jaman pemerintahan Jepang, Perkebunan ini diambil alih oleh pemerintahan Jepang.
Meskipun demikian perkebunan ini masih dikelola dengan baik dan nama produknya yaitu
teh kabawetan. Dijaman kemerdekaan perkebunan ini diambil alih oleh pemerintah
Indonesia, tetapi akhirnya perkebunan ini terlantar. Pada tahun 1965 perkebunan ini kembali
berjalan di bawah PT. Trilingga dan pada waktu itu wilayah Kabawetan masih merupakan
bagian Propinsi Sumatera Selatan. Tidak lama perusahaan ini beroperasi akhirnya
ditinggalkan karena kondisi keuangan dan kondisi negara yang tidak mendukung. Setelah
Bengkulu menjadi Provinsi pada tahun 1968 dan terpisah dari Propinsi Sumatera Selatan dan
wilayah Kabawetan menjadi bagian dari Propinsi Bengkulu, perkebunan ini diambil alih oleh
Pemda Tingkat I Bengkulu Antara tahun 1975-1979 perkebunan ini diserahkan oleh Pemda
kepada PT. Kabawetan dan pada tahun 1980 disewakan pada PTP. XXIII, namun pada tahun
yang sama Mantan Gubernur Propinsi Bengkulu Drs. H. Abdul Chalik mengambil alih dan
mempelopori pengelolaan kembali perkebunan ini dengan mendirikan PT. Panca Mukti yang
orientsinya selain membuka kembali perkebunan teh peninggalan zaman Belanda ini juga
ditambah dengan komoditi lain yaitu tanaman Stevia Baru pada tahun 1986.

BAB II
GAMBARAN UMUM TEMPAT MAGANG
2.1. Sejarah Perusahaan
2.1.1. Latar Belakang Berdirinya Perusahaan
4.3 Visi dan Misi Perusahaan
4.4 Letak Geografis Perusahaan
4.5 Struktur Organisasi Perusahaan
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Uraian Kegiatan
Magang dilakukan selama 21 hari kerja. Magang dilakukan di perusahaan pertanian
yaitu perusahaan Kelapa sawit yang bergerak dibidang perkebunan dan pabrik kelapa
saawit. Berhubung karena magang di perusahaan tempat magang ada beberapa bagian,
maka mahasiswa magang di tempatkan di setiap bidang usaha perusahaan yaitu di bagian
Pabrik Kelapa Sawit (PKS), bagian kantor pusat dan bagian perkebunan sehingga
mahasiswa magang diharapkan mampu mengetahui cara-cara kerja di setiap bagian
tersebut.
Pada hari pertama mahasiswa magang melakukan perkenalan kepada karyawan yang
terjangkau di lingkungan PT Agricinal. Pada hari selanjutnya akan di bahas di sub bab
berikutnya.
5.1.1 Kegiatan mahasiswa magang hari ke-2 sampai hari ke-5 ( Mahasiswa magang
mempelajari tentang perencanaan karyawaan)
Selama 4 hari yaitu dari tanggal 2 Oktober-6 Oktober 2015 mahasiswa magang
mempelajari bagaimana perencanaan karyawaan di PT. Agricinal. Mahasiswa magang
dibimbing oleh karyawaan agricinal untuk mempelajari bagaimana proses perencanaan
karyawaan.
Perencanaan karyawan merupakan proses untuk mengetahui jabatan-jabatan yang
ada dalam organisasi atau perusahaan yang membutuhkan penambahan tenaga kerja. Pada
proses perencanaan juga diketahui berapa banyak jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan
dan menentukan syarat umum dan khusus untuk menarik tenaga kerja yang berkompeten
dibidang pekerjaan yang akan ditempatkan.
PT. Agricinal dalam merencakan karyawaan atau tenaga kerja dimulai dari bidang-
bidang usaha yang membutuhkan teaga kerja, misalnya dari bidang perkebunan
membutuhkan beberapa tenaga kerja maka dari bidang perkebunan melalu asisten kebun
dan manajer kebun mengajukan penambahan tenaga kerja di bagian yang dibutuhkan
kepada bagian MSDM. Dalam hal mengajukan ini bidang tersebut menentukan syarat dan
kriteria yang harus dimiliki calon tenaga kerja. Selanjutnya bidang MSDM mengeluarkan
pengumuman lowongan kerja lewat media cetak maupun media elektronik.
5.1.2 Kegiatan mahasiswa magang hari ke-6 sampai hari ke-10 (Perekrutan Tenaga
Kerja)
Kelanjutan dari proses perencanaan adalah merekrut karyawaan sesuai dengan yang
direncanakan. Pada hari ke-6 sampai hari ke-10 mahasiswa magang belajar bagaimana
proses perekrutan tenaga kerja pada PT. Agricinal. Mahasiswa magang praktik langsung
bagaimana proses perekrutan karyawaan di tingkat Karyawan Harian Lepas (KHL).
Karena pada saat magang perusahaan merekrut KHL. Pada proses ini bagian MSDM
melakukan perekrutan, dimana calon tenaga kerja mengajukan surat lamaran kepada
bagian MSDM. Tujuan dilakukan perekrutan adalah untuk menjaring tenaga kerja yang
dibutuhkan oleh organisasi atau perusahaan
Perekrutan tenaga kerja PT. Agricinal untuk karyawan harian lepas dilakukan setiap
hari. Tenaga kerja ini biasanya ditempatkan di bidang perkebunan dan bidang Pabrik
Kelapa Sawit (PKS). Sedangkan untuk tenaga kerja staf dilakukan sesuai dengan
kebutuhan perusahaan, misalnya tenaga kerja di bagian administrasi dan di bagian
lainnya.
5.1.3 Kegiatan mahasiswa magang hari ke-11 sampai hari ke-13 (Pengembangan dan
Penilaian)
Setelah belajar tentang perekrutan karyawaan, mahasiswa magang mempelajari
bagaiamana proses pengembangan dan penilaian karyawaan. Karyawaan yang sudah
direkrut dan bekerja secara berkala maka PT. Agricinal melakukan pengembangan dan
penilaian terhadap tenaga kerja. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan produtivitas
tenaga kerja. Kemudian dilakukan penilaian apakah sudah sesuai dengan yang
diharapkan, jika belum sesuai dengan apa yang diharapkan maka perlu diambil tindakan
seperti pergantian posisi ke bidang lain yang dianggap sesuai dengan kemampuan
karyawan tersebut. Jika kemampuan karyawaan tersebut sesuai dengan bidang
pekerjaannya selama dia bekerja, maka dia tetap di posisi tersebut. selebihnya jika
karyawaan tersebut memiliki kelebihan untuk di posisi kerjanya, maka perusahaan akan
mempromosikan karirnya ke posisi yang lebih tinggi.
5.1.4 Kegiatan mahasiswa magang hari ke-14 sampai hari ke-15 (Pengkompensasian
dan Perlindungan)
Pada hari ke-14 sampai hari ke -15 Mahasiswa magang belajar tentang
pengkompensasian dan perlindungan karyawaan, mahasiswa magang diajari secara umum
bagaimana cara memberikan kompensasi dan melindungi karyawaan.
PT. Agricinal memberikan kompensasi dan perlindungan kepada karyawaan guna
membalas jasa yang layak yang diberikan karyawaan kepada perusahaan. Pemberian
kompensasi dapat berupa uang melalui premi, bonus, lembur dan bonus. Sedangkan untuk
melindungi karyawaan PT. Agricinal mendaftarkan seluruh karyawaan kepada BPJS. Jika
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan atau sakit maka karyawaan dapat
menggunakan jasa BPJS. Tidak hanya BPJS karyawaan PT. Agricinal juga didaftarkan
oleh perusahaan di JAMSOSTEK, dengan ini karyawaan ada jaminan sosial tenaga kerja.
Selain pemberian Jamninan di bidang keshatan, karyawaan juga diberikan perumahan
sebagai tempat tinggal karyawaan. Jenis perumahan yang diberikan tergantung tingkat
pekerjaan karyawaan di perusahaan tersebut. Jika karyawaan masih tergolong tenaga
kerta tingkat bawah, maka tempat tinggal yang diberikan juga tergolong sederhana, dan
selanjutnya hingga tempat tinggal yang diberikan kepada karyawaan yang memiliki
tingkat pekerjaan menengah sampai tingkat pekerjaan tingkat atas.
Banyak kenikmatan dan keuntungan lainnya yang diberikan PT. Agricinal kepada
karyawaannya dalam bentuk program-program kesejahteraan karyawaan. Seperti adanya
sistim pengkreditan sapi dari perusahaan untuk dielihara karyawaan, dan lainnya. Hal ini
diberikan perusahaan, untuk menjaga dan memelihara semangat kerja dan motivasi kerja
karyawaan.
5.1.5 Kegiatan mahasiswa magang hari ke-16 (Hubungan-hubungan Kepegawaian)
Untuk memotivasi tenaga kerja, bagian MSDM PT. Agricinal memotivasi melalui
hubungan-hubungan kepegawaian. Dengan hubungan-hubungan kepegawaian ini bagian
MSDM dapat menjalankan banyak fungsi seperti memberdayakan karyawan yang
dilakukan melakukan melalui penataan pekerjaan yang baik, meningkatkan disiplin
pegawai agar mematuhi peraturan dan kebijakan-kebijakan yang ada dan melakukan
bimbingan terhadap karyawan.
5.1.6 Kegiatan mahasiswa magang hari ke-17 sampai hari ke-18 (PMKS)
Berhubung mahasiswa melaksanakan magang di Perusahaan perkebunan kelapa sawit
yang memiliki PMKS (Pabrik Minyak Kelapa Sawit) maka mahasiswa magang
berkesempatan mempelajari proses produksi kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit
yang ada di PT. Agricinal.
Proses pengolahan minyak kelapa sawit pada PT. Agricinal, Tandan Buah Segar
(TBS) sawit sampai di PMKS terlebih dahulu ditimbang di timbangan yang ada di PMKS
selanjutnya TBS di sortir. Setelah TBS di sortir buah yang sudah layak produksi (matang
dan tidak busuk) di masukkan ke Lory melalui Loading Ramp. Kapasitas masing-masing
Lory sebesar 3 ton. Setelah TBS masuk ke dalam lory selanjutnya dimasukkan kedalam
perebusan TBS, dalam satu kali perebusan, dimasukkan 10 lory. Karena kapasitas
perebusan sebesar 30 ton. Setelah di rebus, TBS dimasukkan kedalam thresher dengan
menggunakan alat bantu hosting crane. Didalam thresher buah akan
dirontokkan/dipisahkan dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). TKKS selanjutnya di
bawa ke areal tanaman dengan menggunakan alat transportasi truk. Sedangkan buah di
bawa kedalam digester pressan di sana buah akan di press sehingga menghasilkan oil dan
Nut+Fibre. Oil akan dimasukkan kedalam send trap tank kemudian dilanjutkan kedalam
Vibro separator dalam proses ini akan terjadi pemisahan minyak dengan “sampah”
selanjutnya minyak akan masuk kedalam oil tank sedangkan “sampah” akan diolah lagi
pada proses selanjutnya karena “sampah” tersebut masih terdapat kandungan minyak
yang masih dapat diambil untuk dimanfaatkan. Minyak didalam oil tank bertujuan untuk
memisahkan minyak dengan air. Dari dalam oil tank maka dapat disalurkan minyak atau
yang disebut CPO ke dalam storage tank atau tank penimbunan. Dari tank penimbunan
CPO siap untuk pasarkan.
5.1.7 Kegiatan mahasiswa magang hari ke-19 sampai hari ke-20 (Kebun)
Hari ke-19 dan hari ke-20 mahasiswa magang belajar singkat bagaimana cara
manajemen di kebun dan juga bagaimana proses perawatan tanaman. Pada proses ini
mahasiswa magang langsung ikut serta ke kebun di salah satu afdeling kebun yang ada di
Perkebunan PT. Agricinal.
Dalam belajar manajemen, mahasiswa magang mengetahui bahwa PT. Agricinal
memiliki Manager kebun yang membawahi asisten manager dan asisten-asisten kebun.
Asissten kebun membawahi mandor I, mandor I mambawahi mandor panen, mandor
perawatan dan Kerani. Selanjutnya Mandor panen dan mandor perawatan berhubungan
langsung dengan karyawaan panen dan karyawaan perawatan. Karyawaan bertanggung
jawab terhadap atasannya. Begitu juga dengan garis perintah, setiap karyawaan
memerintahkan bawahannya.
Mahasiswa magang juga mempelajari secara singkat bagaimana perawatan tanaman
kelapa sawit di perkebunan kelapa sawit. Untuk merawat kebun kelapa sawit, ditugaskan
beberapa karyawaan untuk bekerja merawat kelapa sawit seperti pengendalian gulma,
pemupukan, pengendalian hama dan perawatan lainya. Kelapa sawit yang ada di Kebun
PT. Agricinal diberikan pupuk Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang berfungsi
sebagai pupuk organik yang banyak mengandung unsur Nitrogen (N). Selain berfungsi
untuk memberikan unsur N kepada kelapa sawit TKKS tersebut berfungsi untuk
mengendalikan gulma. Karena bagian yang tertutupi oleh TKKS tidak dapat ditumbuhi
oleh gulma. Pemberian TKKS juga memberikan manfaat dalam menjaga kesuburan tanah
sehingga organisme-organisme yang ada di dalam tanah tidak rusak.
5.1.8 Kegiatan mahasiswa magang pada hari ke-21
Pada hari ke-21 yaitu hari terakhir mahasiswa magang melaksanakan magang,
mahasiswa magang menggunakan hari terakhir untuk mengucapkan terimakasih kepada
karyawaan PT. Agricinal. Sekalian dengan itu mahasiswa magang untuk izin
meninggalkan lokasi magang, karena sudah selesai melaksanakan magang
DAFTAR PUSTAKA

Adimulya, V. 2006. Analisis Produksi Teh (Camellia sinensis (L) O.Kuntze) di Kebun Jolotigo, PTPN IX,
Pekalongan, Jawa Tengah. Institut Pertanian Bogor.

Nazaruddin, Paimin FB. 1993. Pembudidayaan dan Pengolahan Teh. Penebar Swadaya. Jakarta.

Takeo, T. 1992. Green and Semi-Fermented Teas. Di dalam : KC Willson & MN Clifford, editor. Tea
Cultivation to Consumption. London : Chapman & Hall.

Sutejo, R. 1972. Teh. Jakarta : Penerbit Surungan.

Hasibuan, Melayu S.P. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.

Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia


Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ruchiat, 2003. Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia. Majalengka: STIE YPPM.

William B. Werther Jr, Keith Davis, Human Resources and Personnel Management,
McGraw Hill, 1996.