Anda di halaman 1dari 3

SISTEM PENDINGIN RUANGAN

Air Conditioner atau yang lebih dikenal dengan sebutan AC merupakan sistem atau mesin yang
dirancang untuk menstabilkan suhu udara dan kelembaban suatu area (yang digunakan untuk
pendinginan maupun pemanasan tergantung pada sifat udara pada waktu tertentu).

di Indonesia AC mungkin lebih akrab dengan mesin pendingin udara namun tidak demikian dinegara-
negara yang memiliki musim dingin. selain bisa mendinginkan udara AC juga bisa menjadi penghangat
dikala musim dingin.

Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan saat kita memutuskan akan menggunakan air conditioner
adalah bagaimana cara mengetahui PK AC yang sesuai dengan ruangan kita? Hal ini perlu mendapat
perhatian karena hubungannya dengan besaran pemakaian listrik yang harus kita bayar tiap bulannya.
Unit air conditioner yang terlalu besar dibanding luas ruangan akan membuat pemakaian listrik menjadi
boros, begitu juga dengan unit air conditioner yang terlalu kecil. Unit air conditioner yang terlalu kecil
dibanding luas ruangan akan membutuhkan waktu yang lama untuk mendinginkan ruangan, hal ini tentu
juga membuat tagihan listrik menjadi besar.

Ada 3 faktor yang perlu diperhatikan pada saat menentukan kebutuhan PK AC, yakni daya pendinginan
AC (BTU/hr – British Thermal Unit per hour), daya listrik (watt), dan PK compressor AC. Sebagian dari
kita mungkin lebih mengenal angka PK (Paard Kracht/Daya Kuda/Horse Power (HP)) pada AC.
Sebenarnya PK itu adalah satuan daya pada compressor AC bukan daya pendingin AC. Namun PK lebih
dikenal ketimbang BTU/hr di masyarakat awam. Lalu bagaimana cara menghitung dan menyesuaikan
daya pendingin air conditioner dengan ruangan Anda? Untuk menyiasatinya, maka kita konversi dulu PK
– BTU/hr – luas ruangan (m2).

Ada beberapa rumus cara menentukan PK AC yang sesuai untuk ruangan, saya akan menuliskan 2
diantaranya.

DAYA PENDINGIN AC BERDASARKAN PK AC

AC ½ PK = ±5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ±12.000 BTU/h
AC 2 PK = ±18.000 BTU/h
CARA 1

[Panjang Ruangan (m) x Lebar Ruangan (m) x Tinggi Ruangan/3 (m)] x 500

Contoh :

Ruangan berukuran panjang 5 m, lebar 3 dan tinggi standar 3 m. Maka hasil perkaliannya menjadi
[5 x 3 x 3]/3 x 500 = 7500. Maka setelah dicocokkan dengan spoiler diatas, angka tersebut berada
diantara 7000 dan 9000, jadi dapat digunakan AC dengan ¾ PK atau 1 PK.

Sebagai saran, sebaiknya digunakan AC berukuran 1 PK agar kerja AC tidak terlalu berat, karena bila
yang digunakan AC ¾ PK, berarti AC harus bekerja lebih berat agar dapat menyesuaikan dengan ukuran
ruangan.

CARA 2

(W x H x I x L x E) / 60 = kebutuhan BTU

W = panjang ruang (dalam feet)

H = tinggi ruang (dalam feet)

I = nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain). Nilai 18 jika
ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).

L = lebar ruang (dalam feet)

E = nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur; nilai 18 jika
menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.

1 PK = 9.000-10.000 BTU/h
1 m2 = 600 BTU/hr
3 mx = 10 kaki —> 1 m = 3.33 kaki

Contoh :

Ruang berukuran 5mx3m atau (16,5 kaki x 10 kaki), tinggi ruangan 3m (10 kaki) tidak berinsulasi, dinding
panjang menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (16,5 x 10 x 18 x 10 x 17) / 60 = 8415 BTU alias cukup
dengan AC 1 PK.

Agar air conditioner memberikan hasil yang maksimal dalam menyediakan udara yang segar berikut
beberapa tips yang dapat dilakukan:

Sesuaikan ukuran ruangan dengan kapasitas air conditioner.

Jangan diletakkan tepat di depan pintu, karena udara akan lebih mudah keluar ke ruangan lain.
Jangan letakkan air conditioner terlalu dekat dengan atap. Air conditioner mengambil udara dari atas,
maka bila terlalu dekat dengan plafon, ruang yang sempit menyebabkan udara yang masuk tidak
maksimal.

Cuci filter air conditioner 1 bulan sekali.

Lakukan pencucian evaporator AC 3 bulan sekali.

Sumber : https://tidy1823.wordpress.com/2011/12/24/347/