Anda di halaman 1dari 20

DAFTAR ISI

COVER

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................................. 3

1.2 Tujuan............................................................................................................... 7

1.3 Metode Penulisan............................................................................................. 7

BAB II PERMASALAHAN

BAB III PEMBAHASAN


3.1 Pengertian Pancasila..........................................................................................9
3.2 Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa...................................................12
3.3 Pancasila sebagai Dasar Negara RI................................................................. 15

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan......................................................................................................19
4.2 Saran................................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada hakikatnya Pancasila mengandung dua pengertian pokok, yakni
sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia dan sebagai Dasar Negara Republik
Indonesia. Dari kedua pengertian pokok ini, kemudian dilahirkan atau dapat
ditarik berbagai pengertian-pengertian lainnya. Dalam berbagai pengajaran
tentang Pancasila sering disebutkan bahwa Pancasila telah ada atau lahir
bersamaan dengan adanya Bangsa Indonesia.
Segi sejarah telah mengungkapkan bahwa sebelum tumbuh kerajaan besar
di bumi Nusantara, seperti kerajaan Sriwijaya di Sumatera pada abad VII-XII dan
kerajaan Majapahit di Jawa Timur pada abad XII-XVI, kehidupan manusia yang
mendiami bumi Nusantara masa itu telah menunjukkan ciri-ciri, sikap, dan
tingkah laku yang mencerminkan penjiwaan atas sila-sila Pancasila, seperti
adanya kepercayaan manusia terhadap kekuatan gaib, baik berupa pemujaan
terhadap roh-roh halus yang bercirikan animisme dan dinamisme, maupun
kehidupan manusia Indonesia yang penuh toleransi dan suasana damai, tolong-
menolong, gotong-royong, dan bermusyawarah bagi terwujudnya kondisi
kehidupan yang aman, tenteram dan sejahtera dalam suasana kekeluargan, yang
diungkapkan dengan istilah gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta rahaja,
atau yang kini populer dengan sebutan masyarakat adil dan makmur berdasarkan
Pancasila.
Adapun mengenai istilah Pancasila sendiri juga sudah dikenal sejak
dahulu, yang dipergunakan sebagai acuan moral/etika dalam kehidupan bangsa
Indonesia sehari-hari, seperti yang terungkap dalam karya-karya pujangga besar
Indonesia semasa berdirinya kerajaan Majapahit, dan dilukiskan dalam tulisan
Empu Prapanca tentang Negara Kertagama, dan Empu Tantular dalam bukunya
Sutasoma. Dalam buku Sutasoma ini terdapat istilah Pancasila Krama
mempunyai arti Lima Dasar Tingkah laku atau Perintah Kesusilaan yang lima,
yang meliputi:

3
1. Tidak boleh melakukan kekerasan (ahimsa)

2. Tidak boleh mencuri (asteya)

3. Tidak boleh berjiwa dengki (indriya nigraha)

4. Tidak boleh berbohong (amrsawada)

5. Tidak boleh mabuk minum-minuman keras (dama)

Selain daripada itu dalam kitab Sutasoma terdapat semboyan Bhinneka


Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua yang mengandung arti meskipun agama
itu kelihatannya berbeda bentuk atau sifatnya namun pada hakikatnya satu juga,
yang kemudian menjadi motto lambang negara kita, yakni Bhinneka Tunggal Ika.
Hal tersebut mencerminkan keluhuran budaya bangsa Indonesia pada saat itu,
yang dipersepsikan dari adanya toleransi kehidupan umat beragama antara
pemeluk agama Budha dengan agama Hindu.
Secara harfiah Pancasila dapat dijabarkan dalam dua kata, yaitu Panca
yang berarti Lima, dan Sila yang berarti Dasar atau rangkaian kata tersebut
mempunyai makna Lima Dasar. Istilah “sila” juga dapat diartikan sebagai aturan
yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa, kelakuan atau perbuatan
yang menurut adab (sopan santun), akhlak, dan moral.
Setelah tenggelam dalam proses penjajahan yang berkepanjangan, maka
istilah Pancasila tersebut diangkat lagi ke permukaan oleh Bung Karno dalam
uraian pidatonya tanggal 1 Juni 1945 di muka sidang Badan Penyelidik Usaha-
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritzu Zyumbi
Tyoosakai sebagai bahan dalam merumuskan Dasar Negara Indonesia Merdeka,
sehingga sering timbul anggapan bahwa tanggal 1 Juni dipandang sebagai
lahirnya Pancasila.
Sebagai dasar negara, Pancasila kembali diuji ketahanannya dalam era
reformasi sekarang. Merekahnya matahari bulan Juni 1945, 68 tahun yang lalu

4
disambut dengan lahirnya sebuah konsepsi kenegaraan yang sangat bersejarah
bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya Pancasila.
Sebagai dasar negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya.
Pancasila memang merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata
merupakan light-star bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya,
baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat
pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai pandangan hidup
untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari, dan yang jelas tadi telah
diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia.
Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia,
terkecuali bagi mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945,
ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan
ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah
satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga,
Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima, Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus
Pancasila itu ialah, Mr Mohammad Yamin, Prof Mr Soepomo, dan Ir Soekarno.
Dapat dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari
guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena secara intrinsik
dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa yang menantang Pancasila
berarti dia menentang toleransi.
Kedua, Pancasila merupakan wadah yang cukup fleksibel, yang dapat
mencakup faham-faham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia, dan faham lain
yang positif tersebut mempunyai keleluasaan yang cukup untuk
memperkembangkan diri. Yang ketiga, karena sila-sila dari Pancasila itu terdiri
dari nilai-nilai dan norma-norma yang positif sesuai dengan pandangan hidup
bangsa Indonesia, dan nilai serta norma yang bertentangan pasti akan ditolak oleh
Pancasila, misalnya Atheisme dan segala bentuk kekafiran tak beragama akan
ditolak oleh bangsa Indonesia yang bertuhan dan ber-agama.

5
Diktatorisme juga ditolak, karena bangsa Indonesia berprikemanusiaan
dan berusaha untuk berbudi luhur. Kolonialisme juga ditolak oleh bangsa
Indonesia yang cinta akan kemerdekaan. Sebab yang keempat adalah, karena
bangsa Indonesia yang sejati sangat cinta kepada Pancasila, yakin bahwa
Pancasila itu benar dan tidak bertentangan dengan keyakinan serta agamanya.
Dengan demikian bahwa Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar
menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah
dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah
berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. Sehingga baik golongan muda
maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya
keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.
Pancasila merupakan warisan bangsa dari para pendahulu kita yang wajib
kita jaga dan kita terapkan pada kehidupan bangsa saat ini. Dengan kita menganut
dari makna yang terkandung dalam Pancasila kehidupan bangsa Indonesia akan
menjadi bangsa yang bermoral tinggi, berkeadilan dan persatuan bangsa akan
terjaga. Di dalamnya terdapat isi dan arti yaitu unsur-unsur pembentuk Pancasila
berisi tentang pentunjuk berperilaku sehari-hari dan juga mengatur dari hukum
yang berlaku di negara Indonesia.
Pancasila juga memiliki kedudukan dan fungsi yang penting bagi bangsa
Indonesia, yang mengatur segala tingkah laku dan tindakan warga negara
Indonesia, juga sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Pancasila yang digali dan
dirumuskan para pendiri bangsa adalah sebuah rasionalitas kita sebagai bangsa
yang majemuk, multi agama, multi bahasa, multi budaya, dan multi ras yang
tergambar dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika agar menjadi bangsa yang
bersatu, adil dan makmur.
Dengan memahami kedudukan Pancasila dalam bangsa ini, akan lebih
menguatkan rasa patriotisme karena jika kita mencermati isi, kedudukan, dan
fungsi Pancasila maka kita akan menemukan suatu aturan baku dan tertib yang
apabila dilakukan akan membuat Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang aman,
nyaman, dan tentram. Oleh karena itu pendidikan tentang Pancasila, terutama

6
kedudukan dan fungsinya dalam bangsa ini perlu lebih ditingkatkan supaya jiwa
Pancasila benar-benar tertanam dalam diri penerus Bangsa Indonesia supaya
tujuan bangsa ini dapat terlaksana dengan baik.
Maka dari itu untuk dapat memahami dan mengerti lebih jelas lagi tentang
fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa serta sebagai
Dasar Negara Republik Indonesia, maka dibuatlah makalah ini dengan tujuan agar
para pembaca dapat lebih faham akan kedudukan Pancasila sehingga dapat
terwujud para penerus bangsa yang memiliki jiwa Nasionalis dan Patriotisme.

1.2 Tujuan
Tujuan dari ditulisnya makalah ini adalah agar penulis dan para pembaca
dapat mengetahui serta memahami pengertian dari Pancasila, fungsi dan
kedudukan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa, serta memahami fungsi
dan kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

1.3 Metode Penulisan


Pada pembuatan makalah ini metode yang digunakan dalam
mengumpulkan data-data adalah data dari buku dan dari internet, sehingga apabila
dalam penulisan makalah ini terdapat kata-kata dan kalimat yang hampir sama
dari penulis atau sumber lain mohon dimaklumi karena ini merupakan unsur
ketidaksengajaan.

7
BAB II
PERMASALAHAN

Permasalahan yang penulis angkat dalam makalah ini adalah mengenai pengertian
dari Pancasila, kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa,
serta kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.

8
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Pancasila


Secara arti kata Pancasila mengandung arti, “panca” yang berarti lima dan
“sila” yang berarti dasar. Dengan demikian Pancasila artinya Lima Dasar. Tetapi
di sini pengertian Pancasila berdasarkan dari sejarah Pancasila itu sendiri.
Apabila kita ingin benar-benar melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945
secara murni dan konsekuan, maka kita tidak saja harus melaksanakan ketentuan-
ketentuan dalam pasal-pasal dari Batang Tubuh atau lebih dikenal isi dari UUD
1945 itu, tetapi juga ketentuan-ketentuan pokok yang termasuk dalam Pembukaan
UUD 1945. Oleh karena Pembukaan UUD 1945 (walaupun tidak tercantum dalam
satu dokumen dengan Batang Tubuh UUD 1945, seperti konstitusi (RIS) atau
UUDS 1950 misalnya), adalah bagian mutlak yang tidak dipisahkan dari
Konstitusi Republuk Indonesia Tahun 1945, Pembukaan dan Batang Tubuh
kedua-duanya telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI) pada tanggal 18 Agustua 1945.
Adapun Pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat bagian yang sangat
penting itu ialah bagian/alinea ke 4 yang berbunyi sebagai berikut: “Kemudian
dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia
itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam
suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan
berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan
Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan dan Keadilan Sosial Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia”.

9
Dalam penjelasan resmi dari Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa
dalam Pembukaan UUD 1945 terkandung empat pokok pikiran sebagai berikut:

1. Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah


Indonesia berdasar atas Persatuan;
2. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;
3. Negara Indonesia adalah Negara yang berkedaulatan rakyat dan berdasar
atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan;
4. Negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab.

Khusus bagian/alinea ke-4 dari Pembukaan UUD 1945 adalah merupakan


asas pokok Pembentukan Pemerintah Negara Indonesia. Isi bagian ke-4 dari
Pembukaan UUD 1945 itu dibagi ke dalam 4 hal, yakni:

1. Tentang hal tujuan Negara Indonesia, tercantum dalam kalimat


“Kemudian daripada itu dan seluruh tumpah darah Indonesia”, yang :
a) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia
b) Memajukan kesejahteraan umum
c) Mencerdaskan kehidupan bangsa
d) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
2. Tentang hal ketentuan diadakannya Undang-Undang Dasar tercantum
dalam kalimat yang berbunyi: “maka disusunlah Kemerdekaan
Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia”
3. Tentang hal bentuk Negara dalam kalimat: “yang terbentuk dalam suatu
susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat”
4. Tentang hal Dasar Falsafah Negara Pancasila.

Adapun Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah disahkan oleh


Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945

10
itu sebagian besar bahan-bahannya berasal dari Naskah Rancangan Pembukaan
UUD yang disusun oleh Panitia Perumus (panitia kecil) yang beranggotakan 9
orang yang diketua oleh Ir. Soekarno pada tanggal 22 Juni 1945 di Jakarta.

Di atas telah dijelaskan tentang pentingnya Pembukaan Undang-Undang


Dasar 1945. Adapun besar arti pentingnya Pembukaan Undang-Undang Daar itu
ialah karena pada aline ke-4 itu tercantum ketentuan pokok yang bersifat
fundamental, yaitu dasar falsafah Negara Republik Indonesia yang dirumuskan
dalam kata-kata berikut: ”maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia
itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Indonesia yang terbentuk dalam suatu
susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar
kepada:
a. Ketuhanan Mang Maha Esa,
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
c. Persatuan Indonesia,
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan,
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Berkenaan dengan perkataan pancasila, menurut Prof. Mr. Muhamad
Yamin (Pembahasan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia) pada halaman
437 antara lain sebagai berikut “Perkataan Pancasila” yang kini telah menjadi
istilah hukum, mula-mula ditempa dan dipakai oleh Ir. Soekarno dalam pidatonya
pada tanggal 1 Juni 1945 untuk menamai paduan sila yang lima. Perkataan itu
diambil dari peradaban Indonesia lama sebelum abad XIV. Kata kembar itu
keduanya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “panca” dan “sila” yang memiliki
arti yang berbeda. Pancasila dengan huruf i biasanya memiliki arti berbatu sendi
yang lima. Pancasila dengan huruf i yang panjang bermakna “5 peraturan tingkah
laku yang penting”.
Kata sila juga hidup dalam kata kesusilaan dan kadang-kadang juga berarti
etika. Dalam bahasa Indonesia kedua pengertian di atas dirasakan sudah menjadi
satu paduan antara sendi yang lima dengan lima tingkah laku yang senonoh. Dari

11
uraian di atas dapatlah kiranya kita menarik kesimpulan bahwa Pancasila sebagai
istilah perkataan Sanskerta yang sudah dikenal di tanah air kita sejak abad XIV.
Sedangkan Pancasila dalam bentuk formalnya sebagai dasar Falsafah Negara
Republik Indonesia baru diusulkan pada tanggal 1 Juni 1945.

3.2 Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa


Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila berarti konsepsi
dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia dalam
menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani hidup. Dalam konsepsi dasar itu
terkandung gagasan dan pikiran tentang kehidupan yang dianggap baik dan benar
bagi bangsa Indonesia yang bersifat majemuk.

• Pancasila disebut sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, karena nilai-nilai


yang terkandung dalam sila-silanya tersebut dari waktu ke waktu dan secara tetap
telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Bangsa Indonesia.

• Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa, digunakan sebagai petunjuk hidup


sehari- hari, dan digunakan sebagai penunjuk arah semua kegiatan didalam segala
bidang. Tidak boleh bertentangan dengan norma-norma kehidupan, baik norma
agama, norma kesusilaan, norma sopan santun maupun norma hukum yang
berlaku.

• Pandangan Hidup Bangsa dapat digunakan untuk mencapai hidup yang kokoh,
guna mengetahui dengan jelas ke arah mana tujuan yang ingin dicapai, karena
tanpa memiliki pandangan hidup, suatu bangsa akan terus berombang-ambing
dalam menghadapi persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri maupun
persoalan- persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat bangsa-
bangsa di dunia.

• Definisi atau batasan tentang Pandangan Hidup suatu bangsa ini pernah kita
dapati dalam buku pengantar pemahaman atas latar belakang Ketetapan No.
II/MPR/1978 tentang Pedoman Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila atau
Ekaprasetia Pancakarsa.

12
• Berdasarkan hasil Sidang Istimewa MPR-RI bulan November 1998 Ketetapan
No. II/MPR/1978 tersebut di atas telah dinyatakan dicabut dengan Ketetapan
MPR-RI No. XVIII/MPR/1998.

• Dari segi kedudukannya, Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi, yakni


sebagai cita-cita dan Pandangan Hidup Bangsa dan Negara RI, sedangkan dilihat
dari segi fungsinya Pancasila mempunyai fungsi utama sebagai Dasar Negara RI.

• Dalam pengertian ini, Pancasila disebut juga way of life, weltanschaung,


wereldbeschouwing, wereld en levens beschouwing, pandangan dunia, pandangan
hidup, pegangan hidup dan petunjuk hidup. Dalam hal ini Pancasila digunakan
sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan dalam
segala bidang. Hal ini berarti bahwa semua tingkah laku dan tindakan pembuatan
setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pencatatan dari semua sila
Pancasila. Hal ini karena Pancasila merupakan suatu kesatuan, tidak bisa
dipisahkan satu dengan yang lain, keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan
satu kesatuan organis.

Manusia yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Kuasa, dikodratkan


hidup secara berkelompok. Kelompok manusia itu akan selalu mengalami
perubahan dan perkembangan. Perkembangan manusia dari yang mengelompok
itu sampai pada suatu keadaan dimana mereka itu terjalin ikatan hubungan yang
kuat dan serasi. Ini adalah pertanda adanya kelompok manusia itu dengan cirri-ciri
kelompok tertentu, yang membedakan mereka dengan kelompok-kelompok
manusia lainya. Kelompok ini membesar dan menjadi suku-suku bangsa. Tiap
suku bangsa dibedakan oleh perbedaan nilai-nilai dan moral yang mereka patuhi
bersama. Berdasarkan hal ini kita dapat menyebutkan adanya kelompok suku
bangsa Minangkabau, Batak, Jawa, Flores, Sunda, Madura, dan lain sebagainya.
Semua suku itu adalah modal dasar terbentuknya kesadaran berbangsa dan adanya
bangsa Indonesia yang kita miliki adalah bagian dari bangsa itu sekarang ini.

Pandangan hidup merupakan wawasan atau cara pandang mereka untuk


memenuhi kehidupan di dunia dan bekal di hari akhir. Bangsa Indonesia yang

13
terdiri dari suku bangsa tersebut, meyakini adanya kehidupan di dunia dan hari
akhir. Berdasarkan hal tersebut kita menemukan persamaan pandangan hidup di
antara suku-suku bangsa di tanah air ini, ialah keyakinan mereka adanya dua
dunia kehidupan. Inilah yang menyatukan pandangan hidup bangsa Indonesia,
walaupun mereka terdiri atas berbagai suku yang berbeda.

Bangsa Indonesia yang terikat oleh keyakinan Kepada Tuhan yang Maha
Kuasa dan kuatnya tradisi sebagai norma dan nilai kehidupan dalam masyarakat
adalah tali persamaan pandangan hidup antara berbagai suku bangsa di Nusantara
ini. Pandangan hidup kita berbangsa dan bernegara tersimpul dalam falsafah kita
Pancasila. Pancasila memberikan pancaran dan arah untuk setiap orang Indonesia
tentang masa depan yang ditempuhnya. Inilah pandangan hidup bangsa Indonesia
sebagaimana tertuang dalam kelima Sila Pancasila.

Selain itu, Pandangan Hidup merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang


dimiliki, yang diyakini kebenarannya, dan menimbulkan tekad untuk
mewujudkannya. Oleh karena corak dan kepribadian bangsa berbeda-beda, maka
dalam menentukan pandangan hidup tidak bisa meniru bangsa lain, namun
disesuaikan dengan kondisi bangsa itu sendiri. Pandangan hidup suatu bangsa
belum tentu sesuai bila diterapkan oleh bangsa lain. Oleh karena itu, menentukan
pandangan hidup merupakan hak asasi yang akan menentukan
keberadaan/kekukuhan suatu bangsa.

Sebagai inti sari dari nilai budaya Indonesia, maka Pancasila merupakan
cita-cita moral bangsa yang memberikan pedoman dan kekuatan rohaniah bagi
bangsa untuk berperilaku luhur dalam kehidupan sehari-hari, dalam masyarakat,
berbangsa dan bernegara. Pancasila dipahami sebagai pedoman, pegangan, dan
petunjuk hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti:

1. Memberikan jawaban terhadap tantangan dan hambatan dalam


mewujudkan kehidupan yang baik.
2. Konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan bangsa Indonesia.

14
3. Kristalisasi nilai yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia dan
menimbulkan tekad yang mewujudkannya.

Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi arah semua kegiatan hidup.


Pancasila terpancar dalam seluruh tingkah laku insan Indonesia. Manfaat
pancasila sebagai pandangan hidup adalah sebagai berikut :

1. Menjadikan bangsa Indonesia berdiri kokoh sebagai bangsa merdeka dan


berdaulat.
2. Menjadi pedoman pemecahan permasalahan yang dihadapi.
3. Sebagai Pedoman Membangun dirinya sendiri dan hubungan dengan
bangsa lain.

3.3 Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

Dasar negara merupakan alas atau fundamen yang menjadi pijakan dan
mampu memberikan kekuatan kepada berdirinya sebuah negara. Negara Indonesia
dibangun juga berdasarkan pada suatu landasan atau pijakan yaitu Pancasila.
Pancasila, dalam fungsinya sebagai Dasar Negara, merupakan sumber kaidah
hukum yang mengatur negara Republik Indonesia, termasuk di dalamnya seluruh
unsur-unsurnya yakni pemerintah, wilayah dan rakyat. Pancasila dalam
kedudukannya seperti inilah yang merupakan dasar pijakan penyelenggaraan
negara dan seluruh kehidupan negara Republik Indonesia.

Pancasila sebagai Dasar Negara mempunyai arti menjadikan Pancasila


sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan. Konsekuensinya
adalah Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum. Hal ini
menempatkan Pancasila sebagai dasar negara yang berarti melaksanakan nilai-
nilai Pancasila dalam semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh
karena itu, sudah seharusnya semua peraturan perundang-undangan di negara
Republik Indonesia bersumber pada Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara
Republik Indonesia mempunyai implikasi bahwa Pancasila terikat oleh suatu
kekuatan secara hukum, terikat oleh struktur kekuasaan secara formal, dan

15
meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang menguasai dasar negara.
Cita-cita hukum atau suasana kebatinan tersebut terangkum di dalam empat pokok
pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 di mana keempatnya sama
hakikatnya dengan Pancasila. Empat pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945 tersebut lebih lanjut terjelma ke dalam pasal-pasal Undang-Undang
Dasar 1945. Barulah dari pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 itu diuraikan
lagi ke dalam banyak peraturan perundang-undangan lainnya, seperti misalnya
ketetapan MPR, undang-undang, peraturan pemerintah dan lain sebagainya.

Merekahnya matahari bulan Juni tahun 1945 disambut dengan lahirnya


sebuah konsepsi kenegaraan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia,
lahirnya ideologi besar Pancasila. Pancasila sebagai Dasar Negara yang berarti
Pancasila berfungsi sebagai dasar yang mengatur pemerintahan suatu negara atau
sebagai dasar aturan penyelenggaraan suatu Negara. Menurut Prof. Dr.
Notonegoro, SH. Pancasila merupakan suatu norma hukum pokok atau pokok
kaidah fundamental yang memiliki kedudukan tetap, kuat, dan tidak berubah.

Kedudukan Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum atau sebagai


sumber tertib hukum dapat dijabarkannya suatu sistem dalam sturktur fungsi
Pancasila sebagai:

1. Pancasila sebagai Dasar Negara adalah merupakan sumber dari segala


sumber hukum (sumber tertib hukum) Indonesia.
2. Pancasila merupakan asas kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam
pembukaan UUD 1945 dijabarkan dalam empat pokok pikiran.
3. Mewujudkan cita-cita sebagai dasar hukum yang tertulis maupun tidak
tertulis.
4. Pancasila mengandung norma yang mengharuskan UUD 1945 dengan isi
yang mewajibkan pemerintah dan penyelenggara negara yang lain
termasuk para penyelenggara partai dan golongan fungsional memegang
teguh cita-cita rakyat yang bermoral luhur.

16
5. Pancasila sebagi sumber semangat kebangsaan bagi UUD 1945,
penyelenggara negara, pelaksana pemerintah, termasuk penyelenggara
partai dan golongan fungsional.

Pancasila yang berisi lima nilai dasar itu ditetapkan oleh bangsa Indonesia
sebagai Dasar Negara dan Ideologi Nasional Indonesia sejak tahun 1945 yaitu
ketika ditetapkan Pembukaan UUD RI oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia. Fungsi pokok dari Pancasila sebagai Dasar Negara adalah sesuai
dengan pembukaan UUD 1945 adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum
atau sumber tertib hukum. Hal ini tertuang dalam Ketetapan MPRS No.
XX/MPRS/1996 (jo. Ketetapan MPR No. V/MPR/1973 dan Ketetapan MPRS
No.IX/MPR/1978). Di dalamnya dijelaskan bahwa sumber tertib hukum Negara
Indonesia adalah pandangan hidup, kesadaran, cita-cita hukum, dan cita-cita
moral.

Pancasila sebagai Dasar Negara dapat ditinjau dari aspek filosofis dan
yuridis. Dari aspek filosofis, Pancasila menjadi pijakan bagi penyelenggaraan
bernegara yang dikristalisasikan dari nilai-nilainya. Dari apek yuridis, Pancasila
sebagai dasar negara menjadi cita hukum (rechtside) yang harus dijadikan dasar
dan tujuan setiap hukum di Indonesia. Politik pembangunan hukum di Indonesia
dengan kerangka nilai Pancasila memiliki kaidah-kaidah penuntunnya.

Pancasila sebagai sumber dan kaidah penuntun hukum itu selanjutnya


dituangkan di dalam peraturan perundang-undangan sebagai sumber hukum
formal. Jalinan nilai-nilai dasar Pancasila dijabarkan dalam aturan dasar (hukum
dasar) yaitu UUD 1945 dalam bentuk pasal-pasal yang mencakup berbagai segi
kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Aturan-aturan dasar dalam UUD
1945 selanjutnya dijabarkan lagi dalam undang-undang dan peraturan
dibawahnya. Hieraki hukum Indonesia yang terbentuk ini berbentuk piramida
yang dapat dilihat dan sejalan dengan Stufenbautheorie (teori jenjang norma) dari
Hans Kelsen, dimana Pancasila sebagai Grundsnorm berada di luar sistem hukum,
bersifat meta yuristic tetapi menjadi tempat bergantungnya norma hukum.

17
Bahkan sebagai wujud sistem kenegaraan, maka pola dasar tata Negara RI
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dapat dilukiskan dalam skema :

TAP MPR

U U D 1945

PANCASILA

Stuktur atau susunan rumah tangga Negara Republik Indonesia demikian


mencerminkan bagaimana susuna (hirarki) nilai-nilai filosofis-ideologis menjelma
lebih lanjut menjadi Kebijaksanaan Nasional (Kebijaksanaan Negara).

Susunan tata nilai kebangsaan dan kenegaraan Indonesia berdasarkan


Pancasila dan UUD 1945 dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Pancasila (dasar Negara, filsafat Negara dan ideologi nasional) adalah


landasan idiil kenegaraan dan kebangsaan Indonesia.

2. UUD 1945 (konstitusi Negara, hukum dasar tertulis Negara) adalah


landasan sruktural dan konstitusional kenegaraan dan kebangsaan
Indonesia.

3. Tap MPR (kebijaksanaan Negara, kebijaksanaan Nasional) adalah


landasan operasioanal kenegaraan dan kebangsaan Indonesia.

Ketiga nilai ini berangkai dan mencerminkan sistem kenegaraan Republik


Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem kenegaraan Republik
Indonesia demikian dapat juga disebut sistem Demokrasi Pancasila.

18
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan makalah ini yaitu:
1. Dasar negara adalah landasan kehidupan berbangsa dan bernegara yang
keberadaannya wajib dimiliki oleh setiap negara dalam setiap detail
kehidupannya. Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar
untuk mengatur semua penyelenggaraan yang terbentuk dalam sebuah
negara, sehingga tanpa dasar negara maka suatu negara tidak memiliki
arah dan tujuan yang jelas.
2. Pancasila adalah Pandangan Hidup Bangsa dan Dasar bagi Negara
Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan salah satu alat pemersatu
bangsa. Maka bangsa Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai
perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan
bernegara, dan setiap tingkah laku serta perbuatan harus dilandasi kelima
sila Pancasila. Setiap warga negara Indonesia sangat berperan penting
dalam pengamalan Pancasila demi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia
yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
3. Kedudukan dan Fungsi Pancasila selain sebagai Pandangan Hidup Bangsa
dan Dasar Negara RI adalah :
1. Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia
2. Pancasila sebagai Cita-Cita dan Tujuan Bangsa Indonesia
3. Pancasila sebagai Falsafah Hidup yang Mempersatukan Bangsa
4. Pancasila sebagai Sumber Hukum Dasar Nasional
5. Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia
6. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara RI
7. Pancasila Sebagai Sumber Nilai

19
4.2 Saran
Dari pembahasan di atas penulis menyarankan agar kita sadar sedalam-
dalamnya bahwa Pancasila adalah Pandangan Hidup Bangsa dan Dasar
Negara Republik Indonesia serta merasakan bahwa Pancasila adalah sumber
kejiwaaan masyarakat dan Negara Republik Indonesia. Maka selayaknya
bangsa Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan
utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. Oleh karena itu
pengamalannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap
penyelenggara Negara yang secara meluas akan berkembang menjadi
pengamalan Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga
kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah.

20
DAFTAR PUSTAKA

Al Marsudi, Subandi. 2001. Pancasila dan UUD’45 dalam Paradigma Reformasi


Edisi Revisi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Kaelan. 1987. Pancasila Yuridis Kenegaraan. Yogyakarta: Liberty.

Noor Ms Bakry. 1997. Pancasila Yuridis Kenegaraan. Yogyakarta: Liberty.

Zurnelly. 2010. Filsafat Pancasila. Jakarta: Laboratorium Sosial Politik Press.

http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/05/pancasila-sebagai-pandangan-
hidup.html diakses pada tanggal 19 April 2013 pukul 18.40 WIB

http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/05/pengertian-pancasila.html diakses pada


tanggal 19 April 2013 pukul 19.25 WIB

21