Anda di halaman 1dari 5

Efek Mekanisme Sediaan

Golongan Obat Indikasi Kontraindikasi Dosis


Samping Kerja Beredar
Gentamisin Konjungtivitis Hipersensitif Pandangan 1 tetes pada golongan Danigen
, keratitis, terhadap kabur, iritasi mata yang aminoglikosida (Dankos) Tetes
keratokunjung golongan obat sementara. sakit 3 kali yang efektif untuk mata (K);
tivitis, tukak gentamisin Lebih jarang sehari. menghambat Garexin
kornea, terjadi: mata Gunakan bakteri penyebab (Global Multi
blefaritis, dan kering, nyeri berselang infeksi pada mata. Pharmalab)
sakit mata okular. minimal 10 Salep mata
lainnya yang menit. 3mg/ml; tetes
rentan mata 3mg/ml
terhadap (K);
gentamisin. Genoint (Erela)
salep mata
0.3%; tetes
mata
Isotict timact
(Fahrenheit)
tetes mata
0.3%, 0.5%
(K);
Sagestam
(Sanbe Farma)
tetes mata dan
tetes telinga
3mg/ml (K);
Ximex konigen
(Konimex) tetes
mata 0.3% (K).

Ciprofloxacin Ulkus kornea Hipersensitif Rasa Ulkus Ciprofloxacin Baquinor


yang terhadap terbakar atau kornea : 2 bekerja dengan (Sanbe Farma)
disebabkan Siprofloksasin rasa tidak tetes tiap 15 cara menghambat Tetes mata
oleh bakteri/ atau golongan enak menit subunit A pada 3mg/ml (K);
virus. Dan kuinolon lainnya. setempat, selama 6 DNA-gyrase Isotic Renator
juga untuk gatal-gatal, jam pertama, (topoisomerase) (Fahrenheit)
Konjungtivitis edema lalu 2 tetes yang merupakan tetes mata
(radang kelopak tiap 30 bagian esensial 3mg/ml (K);
selaput ikat mata, mata menit dalam proses Ximex
mata) yang berair. selama sisa sintesa DNA Cylowam
disebabkan hari pertama. bakteri. (Konimex)
oleh strain Hari kedua : Siprofloksasin Tetes mata
bakteri yang 2 tetes tiap efektif terhadap 0.3% (K).
rentan jam. Hari bakteri gram-
terhadap ke-3 sampai negatif dan gram-
ciprofloxacin hari ke-14 : positif.
atau golongan 2 tetes tiap 4
kuinolon jam.
lainnya. Konjungtivi
tis : 1-2 tetes
tiap 2 jam
selama 2
hari & 1-2
tetes tiap 4
jam selama
5 hari
berikutnya.
Kloramfenikol Blepharitis, Penderita yang Rasa pedas 1 tetes pada Kloramfenikol Cendofenicol
catarrhae, hipersensitif sementara, mata yang memiliki spektrum (Cendo) salep
conjunctivitis, terhadap laporan yang sakit 3 kali yang luas sebagai mata 1%; tetes
traumatic Kloramfenikol jarang sehari antibakteri mata 0.25%,
keratitis, mengenai gunakan sehingga dapat 0.5%, 1% (K);
trachoma, anemia berselang mengatasi infeksi Cloramidina
ulcerative aplastik; minimal 10 akibat (Armoxindo)
keratitis pasien yag menit dari mikroba/bakteri salep mata 1%
hipersensitif penggunaan patogen. (K);
terhadap obat penurun Colme
golongan tekanan (Interbat) tetes
obat ini. okular yang mata 0.5% (K);
lain. Erlamycetin
(Erela) Salep
mata 1%; tetes
mata 5mg/ml
(K);
Isotic Salmicol
(Fahrenheit)
tetes mata 0.5%
(K);
Kemicetine
(Dankos) Salep
mata 1%; Tetes
mata 10mg/ml
(K);
Reco (GMP)
tetes mata 0.5%
salep mata 1%
(K);
Spersanicol
(Novartis) salep
mata 1%, tetes
mata 5mg/ml
(K);

*Albucetine
(Cendo) salep
mata, tetes mata
(K);
*Kloramixin
(Armoxindo)
tetes mata (K)
Efek Mekanisme Sediaan
Golongan Obat Indikasi Kontraindikasi Dosis
Samping Kerja beredar
Tobramisin Terapi infeksi Hipersensitif Hipersensitif Ringan atau Antibiotika Bralifex (Sanbe
bagian luar terhadap , gatal dan sedang: 1-2 kelompok Farma) tetes
mata dan tobramisin bengkak tetes setiap 4 aminoglikosida mata (K);
adneksanya pada jam; yang larut dalam Isotic Tobryne
disebabkan kelopak Berat: 2 air dan spektrum (Fahrenheit)
bakteri yang mata, tetes per jam luas yang aktif tetes mata (K);
peka. eritema hingga terhadap bakteri Tobrex (Alcon)
konjungtiva, sembuh patogen Gram- tetes mata
toksisitas negatif dan Gram- 0.3%, salep
okular lokal positif pada mata. mata 0.3% (K)
*Bralifex Plus
(Sanbe) tetes
mata 3mg/ml
(K);
*Tobradex
(Alcon) tetes
mata, salep
mata (K)

Dibekasin/ Ulkus kornea, Hipersensitif Iritasi atau Sehari 4 x 2 Antimikroba- Dibekacin


Dibekasin Sulfat infeksi terhadap sensitisasi tetes antibakteri Meiji (Meiji)
glandula golongan tetes mata
tarsal, dibekasin 3mg/ml (K)
kordeolum,
blefaritis,
dakriosistitis,
konjungtivitis,
keratitis,
episkleritis.
Oksitetrasiklin/O Infeksi okular Hipersensitif Reaksi Oleskan Oxytetracycline Terramycin
ksitetrasiklin superfisial Alergi dalam sehari bersifat (Pfizer) salep
HCl yang 4-6 kali ke bakteriostatik mata 1% (K);
mengenai kantong dengan cara *Terracortril
konjungtiva konjungtiva menghambat (Pfizer) Salep
dan/ kornea sintesis protein mata (K)
bakteri

Sulfasetamid/ Tukak kornea, Hipersensitif Reaksi alergi 1-2 tetes aktivitas Albucid
Sulfasetamid blefaritis, terhadap dan infeksi dam diulangi antimikroba (Nicholas) tetes
Natrium blefarokonjun golongan paling dengan spektrum mata (T)
gtivitis, sulfasetamid/ sedikit 4 kali luas, dapat Albuvit
konjungtivitis sulfasetamid sehari mencegah (Cendo) tetes
kronik, natrium selama pertumbuhan dan mata 10% (T);
dakriosistitis, beberapa perkembangan Bleph-10
trakom, hari berbagai jenis Allergan
pencegahan bakteri, baik gram (Darya Varia)
infeksi pada positif maupun tetes mata (K);
abrasi kornea, gram negatif Cendocetamid
laserasi atau e (Cendo) salep
terbakar, mata 100mg/g,
pengeluaran tetes mata 10%,
benda asing 15% (T);
dari mata Dansemid
(Dankos) tetes
mata 15% (K);
*Cendocetapre
d (Cendo) tetes
mata, salep
mata (K);
*Albucetine
(Cendo) salep
mata, tetes mata
(K);

Tetrasiklin/ Infeksi Hipersensitif Pada Sehari 3-4 Menghambat Enkacyclin


Tetrasiklin HCL superfisial individu kali, sintesis protein (Kimia Farma)
oleh bakteri tertentu dioleskan bakteri dan bersifat Salep mata (K);
gram positif dapat pada bagian bakteriostatik, Erlacyclin
dan negatif, menimbulka mata yang bersifat (Erela) Salep
protozoa, n reaksi sakit menghambat baik mata (K)
virus dan alergi seperti untuk bakteri gram
ricketsia. urtikaria, positif maupun
edema bakteri gram
palpebra negatif
serta
menjadi
peka
terhadap
cahaya
(fotosensitas
i kulit)

Asiklovir Keratitis Hipersensitif Rasa pedih Sehari 5 kali Di dalam sel, Termiral
Herpes ringan dengan asiklovir (Sanbe) Salep
Simpleks sementara interval 4 mengalami mata (K)
keratopati, jam 1 cm fosforilasi menjadi
blefaritis, salep bentuk aktif
konjungtiviti ditempatkan acyclovir trifosfat
s. pada yang bekerja
kantung menghambat virus
konjungtiva herpes simplex
bawah, DNA polymerase
dilanjutkan 3 dan replikasi DNA
hari setelah virus, sehingga
sembuh. mencegah sintesa
DNA virus tanpa
mempengaruhi
proses sel yang
normal.