Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya haturkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
ijin dan kekuatan kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan
judul “Kanker Payudara”. Meskipun banyak hambatan yang saya alami dalam proses
pengerjaannya, tapi saya berhasil menyelesaikan proposal ini tepat pada waktunya.

Tidak lupa saya sampaikan terimakasih kepada dosen Sistohistopatologi yang


telah membantu dan membimbing saya dalam membuat makalah yang baik. Saya juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi konstribusi
baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin saya berikan kepada masyarakat dari hasil
makalah ini. Karena itu saya berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang
berguna bagi kita bersama.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun proposal ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna sempurnanya proposal ini. Penulis berharap semoga proposal ini bisa
bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Kediri,17 November 2016

Penulis
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................ i

Daftar Isi ................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................ 1


B. Rumusan Masalah ....................................................................... 2
C. Tujuan ......................................................................................... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................ 3

A. Definisi Kanker Payudara ........................................................... 3


B. Jenis-Jenis kanker payudara ........................................................ 3
C. Penyebab dan Faktor Resiko kanker payudara ........................... 4
D. Pembagian Stadium Kanker ........................................................ 5
E. Tanda-tanda dan Gejala .............................................................. 6
F. Penatalaksanaan Penting ............................................................. 7
G. Pencegahan ................................................................................. 7

BAB III PENUTUP ................................................................................ 10

A. Kesimpulan ................................................................................. 10
B. Saran ........................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 11


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari sel-sel yang
terdapat pada payudara. Payudara terdiri dari lobulus-lobulus, duktus-duktus, lemak
dan jaringan konektif, pembuluh darah dan limfe. Pada umumnya kanker berasal dari
sel-sel yang terdapat di duktus, beberapa diantaranya berasal dari lobulus dan jaringan
lainnya (Carpenito Lynda Juall, 2006).
Kanker payudara merupakan keganasan yang menyerang hampir sepertiga dari
seluruh keganasan yang dijumpai pada wanita. Kanker payudara juga merupakan
penyebab kematian kedua setelah kanker leher rahim pada wanita serta menempati
insiden tertinggi dari seluruh keganasan. Setiap tahun, lebih dari satu juta kasus baru
kanker payudara didiagnosa di seluruh dunia dan hampir 400.000 orang akan
meninggal akibat penyakit tersebut. Sampai tahun 2003, kanker payudara merupakan
kanker dengan insiden tertinggi No. 2 di Indonesia dan terdapat kecenderungan dari
tahun ke tahun insiden ini meningkat, seperti halnyadinegara barat (Carpenito Lynda
Juall, 2006).
Penatalaksanaan kanker payudara telah mengalami kemajuan yang sangat pesat
yang meliputi terapi operasi, radiasi, kemoterapi, hormonal dll, akan tetapi angka
kematian dan angka kejadian kanker payudara masih tetap tinggi. Hal ini disebabkan
karena penderita kanker payudara yang datang berobat kebanyakan dalam keadaan
stadium lanjut sehingga sehingga tidak dilakukan tindakan operasi. Padahal operasi
merupakan satu-satunya terapi kanker payudara yang bersifat kuratif dalam arti masih
punya harapan sembuh (Shirley, IM. 2000).
Banyak sekali faktor resiko yang dapat menyebabkan berkembangnya kanker
payudara. Secara statistik resiko kanker payudara pada wanita meningkat pada
nullipura, menarche dini, menopause terlambat dan pada wanita yang mengalami
kehamilan anak pertama di atas usia 30 tahun. Sebanyak kurang dari 1% kanker
payudara terjadi pada usia kurang dari 25 tahun, setelah usia lebih dari 39 tahun insiden
meningkat cepat. Insiden tertinggi dijumpai pada usia 45-50 tahun. Sedangkan
penderita kanker payudara pada pria secara epidemiologi kurang dari 1% dari seluruh
kanker payudara (Shirley, IM. 2000).

B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisi dan jenis dari kanker payudara ?
2. Apa sajakah faktor resiko dari kanker payudara ?
3. bagaimana penatalaksanaan dan pencegahan dini kanker payudara ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari kanker payudara.
2. Untuk mengetahui faktor resiko dari kanker payudara.
3. Untuk mengetahui penatalaksanaan dan pencegahan kanker payudara.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Kanker Payudara


Menurut WHO, kanker adalah istilah umu untuk satu kelompok besar penyakit
yang dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Istilah lain yang digunakan adalah
tumor ganas dan neoplasma. Salah satu fitur mendefinisikan kanker adalah
pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal, dan
kemudian dapat menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain.
Prosesini disebut metastasis. Metastasis merupakan penyebab utama kematian akibat
kanker (Indrati, Rini H D. 2009).
Kanker payudara adalah keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara
kemudian tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam
kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Hal ini
terutama menyerang wanita tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria
(Indrati, Rini H D. 2009)
Umur penderita kanker payudara termuda adalah 20 sampai 29 tahun, yang
tertua adalah 80 sampai 89 tahun yang terbanyak adalah 40 tahun sampai 49 tahun dan
letak terbanyak di kuadran lateral atas. Ca mammae suatu penyakit pertumbuhan sel,
akibat adanya onkogen yang menyebabkan sel normal menjadi sel kanker pada jaringan
payudara (Indrati, Rini H D. 2009).

B. Jenis-jenis kanker payudara


Berdasarkan “The World Health Organization” (WHO) tahun 2003, kanker
payudara dibagi atas karsinoma non invasif dan invasif.
1. Karsinoma Non-invasif
Karsinoma non-invasif sering disebut juga dengan insitu breast cancer. In situ
breast cancer adalah type kanker yang mana sel kanker tetap berada dalam selubung
tempat asalnya. Jadi sel kanker tidak menyerang jaringan disekitar saluran susu atau
kelenjar air susu. Jenisnya antara lain :
a. Ductal Carcinoma In Situ
Adalah suatu sel abnormal di sepanjang saluran air susu yang tidak menyerang
jaringan sekitar payudara. Ini adalah kanker payudara stadium awal. Beberapa
ahli menganggap DCIS adalah kondisi sangat awal dari kanker. Hampir semua
wanita dengan DCIS ini bisa disembuhkan. Tapi ada juga yang berkembang
menjadi kanker payudara invasif. Karsinoma duktus in situ dapat terjadi baik
wanita pre-menopause maupun pasca-menopause biasanya pada kelompok
umur 40-60 tahun.
b. Lobular Carsinoma In Situ
Tumor ini secara klinis tidak teraba dan ditemukan pada hasil biopsi yang
dilakukan atas indikasi adanya kista atau lesi palpabel jinak lainnya. Apabila
seseorang mempunyai LCIS berarti dikemudian hari dia mempunyai resiko
untuk mempunyai kanker pada salah satu payudaranya. Pada payudara yang
terdapat LCIS bisa berubah menjadi invasif lobular breast cancer.
2. Invasif breast cancer (Kanker Payudara yang Invasif)
Invasif breast cancer adalah jenis kanker yang sel kankernya telah keluar/lepas
dari mana dia berasal,menyerang jaringan sekitar yang mendukung saluran dan
kelenjar-kelenjar payudara. Sel-sel kanker ini bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh,
seperti ke kelenjar getah bening. Jenisnya antara lain :
a. Invasif Ductal Carsinoma
Dianggap sebagai penyebab terbesar kanker payudarayang invasif (85%). Jika
seorang wanita mempunyai IDC, maka sel kanker yang berada di sepanjang
saluran air susu akan keluar dari dinding saluran tersebut dan menyerang
jaringan disekitar payudara. Sel kanker bisa saja tetap terlokalisir, berada
didekat tempat asalnya atau menyebar (metastasis) ke bagian tubuh yang lain,
terbawa oleh peredaran darah atau sistem kelenjar getah bening.
b. Invasif Lobular Carsinoma
Meskipun tidak sebanyak IDC (10%) , type ini juga mempunyai sifat yang
mirip ILC, berkembang dari kelenjar yang memproduksi susu dan kemudian
menyerang jaringan payudara disekitarnya. Juga bahkan ke tempat yang lebih
jauh dari asalnya. Dengan ILC, penderita mungkin tidak akan merasakan suatu
benjolan, yang dirasakan hanyalah adanya semacam gumpalan atau suatu
sensasi bahwa ada yang berbeda pada payudara ILC, bisa dideteksi hanya
dengan menyentuh, dan kadang juga bisa tidak terlihat dalam mammogram.

C. Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Payudara


Penyakit kanker payudara terbilang penyakit kanker yang paling umum
menyerang kaum wanita, meski demikian pria pun memiliki kemungkinan mengalami
penyakit ini dengan perbandingan 1 diantara 1000. Sampai saat ini belum diketahui
secara pasti apa yang menyebabkan kanker ini terjadi, namun beberapa faktor
kemungkinannya adalah (Indrati, Rini H D, 2009) :
a. Usia dan Jenis Kelamin
Kurang dari 1% kanker payudara timbul pada pria, dengan demikian jenis
kelamin wanita memiliki faktor resiko yang lebih besar. Seperti karsinoma lain,
bertambahnya umur juga merupakan faktor resiko yang bermakna. Sampai dengan
umur 40-45 tahun.
b. Genetik
Ada dua jenisgen (BRCA1 dan BRCA2) yang sangat mungkin sebagai resiko
sampai dengan 85%.
c. Keturunan
Jika ibu atau saudara wanita mengidap kanker payudara, maka ada
kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 3 kali lipat di bandingkan wanita lain
yang dalam keluarganya tidak ada penderita satupun.
d. Pemakaian obat-obatan / Bahan kimia
Dapat meningkatkan resiko mendapat kanker payudara.
e. Faktor reproduksi
Diantaranya periode menstruasi yang lebih lama, tidak menikah, menikah tapi
tidak mempunyai anak, melahirkan anak pertama sesudah 35 tahun, tidak pernah
menyusui anak.
f. Sering Stres
g. Pernah menderita kanker payudara.

D. Pembagian stadium kanker menurut Yayasan Kanker Payudara Indonesia, 2015


(Houghtton dkk, 2012) :
1. Stadium 0 (carcinoma in situ)
Lobular carsinoma in situ adalah sel-sel yang abnormal yang terdapat pada
kelenjar di payudara yang mempunyai resiko berkembang menjadi kanker payudara.
2. Stadium I
Stadium awal kanker payudara, ukuran tumor kurang dari 2cm dan belum
menyebar di luar payudara.
3. Stadium II
Stadium awal kanker payudara, ukuran tumor kurang dari 2cm dan telah
menyebar sampai ke kelenjar getah bening di bawah lengan, atau ukuran tumor antara 2
dan 5cm (dengan tanpa penyebaran di kelenjar getah bening dibawah lengan).
4. Stadium III
Stadium lanjut kanker payudara, ukuran tumor lebih dari 5 cm dan telah
menyebar sampai ke kelenjar getah bening di bawah lengan atau kanker berada pada
kelenjar getah bening di bawah lengan, atau kanker telah menyebar di dekat tulang
payudara atau jaringan lain disekitar payudara.
5. Stadium IV
Kanker payudara dimana telah terjadi penyebaran di luar payudara ke organ
tubuh lainnya.

E. Tanda-tanda atau Gejala


Pada awalnya kanke payudara mungkin tidak menimbulkan gejala apapun.
Benjolan mungkin terlalu kecil bagi anda untuk sadar atau menyebabkan perubahan
apapun yang tidak biasa anda lihat sendiri. Seringkali daerah abnormal tersebut
ditemukan pada screening mammogram yang mengarah ke pemeriksaan lebih lanjut
(Houghtton dkk, 2012).
Dalam beberapa kasus tanda pertama kanker payudara adalah berupa benjolan
atau massa di payudara anda atau yang ditemukan pada pemeiksaan dokter. Benjolan
yang terasa sakit, keras, dan tidak rata lebih cenderung menjadi kanker. Tetapi kadang-
kadang kanker dapat tidak keras dan bulat. Sehingga penting diperiksa oleh dokter.
Menurut American Cancer Society perubahan di luar biasanya pada payudara bisa
menjadi gejala dari kanker payudara (Houghtton dkk, 2012) :
1. Bengkak semua atau sebagian payudara.
2. Iritasi kulit atau dimpling.
3. Payudara sakit.
4. Puting susu sakit atau masuk kedalam.
5. Kemerahan atau penebalan puting susu atau kulit payudara.
6. Nipple discharge atau cairan puting selain air susu.
7. Benjolan di daerah ketiak.
F. Penatalaksanaan Penting
1. Kanker Payudara Dini
a. Terapi lokal biasanya : lumpektomi + radioterapi payudara atau masektomi
sederhana.
b. Penatalaksanaan terhadap kelenjar getah bening aksila penting pada kasus
kanker invasif (untuk penentuan stadium, prognosis dan terapi) yang biasanya
dilakukan adalah diseksi dan pengangkatan kelenjar getah bening aksila atau
pengambilan sampel kelenjar getah bening aksila dan radioterapi selektif
terhadap aksila.
c. Pencegahan terhadap penyebaran sistemik biasanya berupa terapi hormonal (
misalnya tamoksifen atau inhibitor aromatase).
d. Prognosis tergantung pada kasus KGB, ukuran tumor dan derajat histologis
secara keseluruhan angka ketahanan 10 tahun sebesar 80% (Baradero dkk,
2008).
2. Kanker Payudara Lanjut
a. Terapi lokal bertujuan untuk mengontrol rekurensi lokal-lupektomi/
masektomi/ radioterapi.
b. Matastasis jauh : radioterapi untuk meredakan nyeri akibat metastasis tulang,
terapi hormon bila reseptor estrogen positif.
c. Prognosis : buruk hanya 30-40% merespon terhadap terapi dengan ketahan
hidup rata-rata selama 2 tahun, dimana pasien yang tidak merespon biasanya
meninggal (Baradero dkk, 2008).

G. Pencegahan
Pada prinsipnya strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok
besar, yaitu pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap
epidemiolog sepakatbahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak
menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara,
pencegahan yang dilakukan antara lain berupa (Tjindarbumi D,2002) :
a. Pencegahan Primer
Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi
kesehatan karena dilakukan pada orang yang “sehat” melalui upaya menghindarkan diri
dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat.
Pencegahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara
Sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena
kanker payudara ini.
b. Pencegahan Sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk
terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal
merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan
dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami
perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari
semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus menerus pada mammografi
pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara.
Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa
pertimbangan antara lain :
 Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer
risk assessement survey.
 Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan
mammografi setiap tahun.
 Wanita normal mendapat rujukan mammagrafi setiap 2 tahun sampai
mencapai usia 50 tahun.

Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih
sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara
Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi
kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka
sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75% (Tjindarbumi D,2002).

c. Pencegahan Tersier
Pencegahan tersier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif
menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai
dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecacatan dan memperpanjang harapan
hidup penderita. Pencegahan tersier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup
penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan
pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap
ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan
kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya
berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif.

Adapun Cara mencegah kanker payudara secara umum (Tjindarbumi D,2002) :

1. Kesadaran akan payudara itu sendiri


Lebih dari 90% tumor payudara di deteksi oleh wanita itu sendiri. Perhatikan
setiap perubahan pada payudara menjadi bagian penting perawatan kesehatan wanita.
Saat ini, wanita disarankan untuk breast aware ini berarti wanita harus tahu seperti apa
payudara mereka didepan cermin, dan rasakan saat mandi atau terlentang pada periode
berbeda setiap bulan sehingga jika ada perubahan yang tidak normal dapat diketahui
segera.
2. Berikan ASI pada bayi
Beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian ASI dan
menurunnya resiko berkembangnya kanker payudara meskipun belum ada kesepakatan
yang jelas akan hal ini. Para peneliti mengklaim bahwa lebih muda dan lebih lama
seorang ibu memberikan ASI pada bayinya adalah semakin bayi. Hal ini didasari pada
teori bahwa kanker payudara berkaitan dengan hormon estrogen. Pemberian ASI secara
berkala akan mengurangi tingkat hormon tersebut.
3. Jika menemukan gumpalan segera ke dokter
Penelitian menunjukkan banyak wanita menunda untuk ke dokter jika mereka
menemukan gumpalan pada payudaranya, mereka takut memiliki kanker. Ini adalah hal
terburuk yang mereka lakukan.
4. Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga
Hal ini dianggap satu dalam 500 orang membawa gen yang dapat membuat
mereka diduga memiliki penyakit tersebut.
5. Kurangi makanan berlemak
Gaya hidup barat tertentu nampaknya dapat meningkatkan resiko penyakit.
Pertahankan asupan makanan rendah lemak, tidak melebihi 30 gram lemak per hari.
6. Konsumsi makanan bergizi
Konsumsi sayuran, buah dan minum teh hijau yang kaya antioksidan. Dan
jangan lupa berolahraga.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit degenerative yang endemic
pada wanita hampir diseluruh dunia yang disebabkan oleh berbagai macam faktor,
diantaranya faktor lifestyle dan gizi. Setiap orang di dunia ini memiliki resiko terkena
kanker payudara, walaupun wanita lebih beresiko daripada laki-laki. Oleh karena itu,
sangat diperlukan pencegahan dini dimulai dari diri sendiri dengan SADARI,
memperbaiki pola makan/gizi dan gaya hidup/lifestyle. Karena menurut penelitian
World Cancer Research Fund(WCRF) memperbaiki gizi dan lifestyle dapat mencegah
kanker payudara hingga 42%.

B. Saran
1. Menjaga kesehatan dengan mengurangi atau menjauhi faktor resiko yang
dapat menyebabkan kanker payudara.
2. Memperbaiki pola makan/ gizi serta gaya hidup.
3. Mencegah sejak dini dengan memeriksa payudara sendiri.
DAFTAR PUSTAKA

Carpenito Lynda Juall, 2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: EGC.

Grace A. Pierce & Borley R. Nell, 2003. At Glance: Ilmu Bedah. Jakarta: Erlangga.

Shirley, IM. 2000. Epidemiologi Kanker Payudara dan Pengendaliannya. Medika : 5:326-9.

Dongoes, Marylinn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk perencanaan dan
pendokumentasian perawatan px). Jakarta: EGC.

Tjindarbumi D,2002. Deteksi Dini Kanker Payudara dan Penanggulangannya. Dalam buku
Deteksi Dini Kanker. Penerbit FKUI Jakarta : 32-52.

Baradero, M. Dkk. 2008. Seri Asuhan Keperawatan pada Klien Kanker. Jakarta: EGC.

Houghtton, Andraw R and David Gray. 2012. Gejala dan Tanda Dalam Kedokteran Klinis.
Jakarta : PT Indeks.

Indrati, Rini H D. 2009. Faktor-Faktor Resiko yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Kanker
Payudara Wanita. Diakses tanggal 28 Desember 2013.