Anda di halaman 1dari 10

Analisis Geomorfologi Tanah Lot Sebagai Potensi

Geoherritage
Muh. Mursaliin1
1
21100113130105
Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Abstract

Geomorfologi berasal dari kata “geo” yang berarti bumi, sedang kata “morfo” atau “morphe” berarti roman
muka dan “logi”yang artinya ilmu. Secara umum geomorfologi mempelajari tentang bentang alam maupun bentuk
lahan dan proses-proses yang bekerja serta hasilnya di bagian permukaan bumi ini. Objek yang dijadikan bahasan
adalah daerah pesisir pantai, yaitu tanah lot. Tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten
Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan atau 25 km arah barat Kota Denpasar. Secara astronomi terletak antara
08037’10,3” LS dan 115005’13,4” BT. Tanah Lot merupakan pantai yang ada dibagian selatan Pulau Bali dengan
tebing-tebing pantai yang curam. Kondisi tersebut karena adanya proses abrasi yang sangat aktif, sebagai akibat
kekuatan gelombang yang besar dan intensitas yang tinggi. Secara geologis batuan penyusun di Tanah Lot adalah
batuan Laharik yang tersusun oleh batupasir, batulanau dan breksi. Berdasarkan kenampakan dari pantai tanah lot,
, maka menurut Klasifikasi Pantai secara klasik Johnson (1919), pantai tanah lot termasuk dalam pantai tenggelam.
Berdasarkan keunikan kondisi geologinnya, maka tanah lot layak dijadikan geoherritage.
Keywords : Geomorfologi, Pantai, Tanah Lot

Pendahuluan oleh Thornbury, (1958), yang salah satu


konsepnya menyatakan Geologic Structure is a
Study geomorfologi merupakan studi
dominant contol factor in the evolution of
yang menitik beratkan pada bentukanlahan
landforms and is reflected in them.(struktur
penyusun konfigurasi permukaan bumi.
geoligi merupakan factor pengontrol yang
Sedangkan konfigurasi permukaan bumi
dominan didalam evolusi bentuk lahan dan
merupakan pencerminan dari intraksi proses
struktur geologi dicerminkan oleh bentuklahan).
endogen dan eksogen. Kofigurasi permukaan
bumi yang dibentuk oleh pross-proses endogen Permukaan bumi yang senantiasa
merupakan unit geomorfologi yang bersifat mengalami perubahan bantuk dari waktu-
kontruksional, yang dipengaruhi oleh factor- kewaktu swbagai akibat dari proses
faktor geologi dan topografi. geomorfologi , baik yang bersasl dari
dalam bumi (endogen), maupun proses
Kondisi geologi yang bervariasi di setiap
geomorfologi yang berasal dari luar bumi
wilayah, juga memiliki peran yang sangat besar
(eksogen). Peoses endogen tersebut sangat
bagi terbentuknya suatu bentukan lahan di
berpengaruh terhadap pembentukan struktur
wilayah tersebut. Hal ini terkait dengan
geologi antara lain berupa stuktur horizontal,
dikemukakannya konsep-konsep geomorfologi
lipatan, sesar atau blok, struktur volkan, dan Gianyar, Klungkung, Karangasem, Bangli,
pegunungan kompleks. Buleleng, Kota Madya Denpasar, yang juga
merupakan ibukota dari provinsi. Selain Pulau
Sedangkan factor topografi yang
Bali, Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulaiu
menekankan pada relief muka bumi terbentuk
kecil lainnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Nusa
setelah terjadinya proses geomorfologi tersebut,
Lembongan,Nusa Ceningan di wilayah
sehingga menghasilkan kenampakan bentang
kabupaten Klungkung. Pulau Serangan di
alam atau bentuklahan yang beragam akibat
wilayah Kota Denpasar, dan pulau Menjangan di
perubahan bentuk permukaan bumi. Proses
wilayah Kabupaten Buleleng.
tersebut menyangkut semua perubahan baik fisik
maupun kimia yang terjadi di permukaan bumi Geoheritage adalah warisan geologi yang
oleh semua tenaga yang ditimbulakan oleh terbentuk secar alami yang memiliki nilai yang
medium alami yang berada di permukaan bumi sangat tinggi dan luar biasa karena
temasuk di atmosfer, atau sering disebut tenaga- merepresentasikan rangkaian rekaman proses
tenaga geomorfologis. geologi yang saling berhubungan, sehigga secara
keilmuan merupakan bagian penting dari sejarah
Tidak ada tempat di muka bumi ini yang
dinamika bumi. Sedangkan pengertian geopark
tidak mengalami proses geomorfologi, termasuk
lebih luas lagi karena merupakan konsep
pulau Bali sendiri. Bali merupakan salah satu
pengembangan kawasan dimana beberapa
nama pulau yang terletak di gugusan pulau-pulau
potensi geoheritage yang terletak berdekatan di
sunda kecil. Secara astronomis pulau Bali
wilayah yang telah dibangun, dikelola dengan
terletak pada 8o3’40 – 8o50’48’’ Lintang Selatan
cara mengintegrasikan prinsip-prinsip konservasi
dan 114o25’40 – 115o42’40’’ Bujur Timur (peta
dan rencana tata ruang eksisting dari pemerintah
bali,). Sedangkan secara geografis pulau Bali
(Ibrahim komoo, 1993).
terletak diantara pulau Jawa di sebelah
Latar belakang dari pembuatan paper
barat yang diabatasi oleh Selat Bali, dan pulau
mengenai pantai tanah lot adalah untuk
Lombok di sebelah timur yang dibatasi oleh Selat
mengetahui kondisi daerah tanah lot berdasarkan
Lombok. Sedangkan di sebelah utara dibatasi
geomorfologi dan memberikan informasi
oleh Laut Bali, dan di sebelah selatan berbatasan
mengenai hasil bentukan morfologi apa saja yang
dengan Samudra Indonesia.
ada di tanah lot serta termasuk kedalam
Secara administrasi Pulau bali termasuk klasifikasi pantai apa berdasarkan klasifikasi
daerah administratif provinsi Bali, yang terbagi pantai klasik, Johnson 1919
menjadi delapan kabupaten dan satu kota madya,
yaitu kabupaten Jemberana, Tabanan, Badung, Tinjauan Pustaka
Pantai adalah jalur atau bidang yang oleh ayunan muka laut. Klasifikasi pantai secara
memanjang, tinggi sereta lebarnya dipengaruhi klasik dikelompokkan pantai menjadi pantai
oleh pasang surut dari air laut, yang terletak tenggelam (submergence coast), pantai naik
antara daratan dan lautan (Thornbury, 1969). (emergence coast), pantai netral, dan pantai
Pantai adalah bentuk-bentuk bentang alam yang campuran. Pantai Tenggelam (Submergence
terjadi sebagai akibat dari aktivitas air yang Coast) adalah pantai yang dibentuk karena
berada di wilayah pantai. Berbagai macam penenggelaman daratan atau naiknya muka laut.
bentuk bentang alam dijumpai di wilayah pantai, Dicirikan oleh garis garis pantai yang tidak
kebanyakan bentuk bentang alam pantai sebagai teratur, adanya pulau-pulau didepan pantai, teluk
hasil perubahan gelombang air laut. Singkapan- yang dalam, dan lembah-lembah yang turun.
singkapan batuan yang berada disepanjang pantai Contoh pantai ini adalah Pantai Ria, yaitu pantai
dikenal sebagai muka daratan (headlands) ter- yang sebelum tenggelam telah mengalami erosi
erosi, menghasilkan pasir kemudian diangkut darat terutama proses fluviatil. Pantai Fyord,
disepanjang garis pantai dan diendapkan di yaitu pantai yang sebelum tenggelam mengalami
wilayah pantai membentuk bentang alam proses glasiasi. Kenampakan pada peta topografi
tertentu. Pantai adalah jalur atau bidang yang dibedakan menjadi garis pantai tidak teratur,
memanjang, tinggi serta lebarnya dipengaruhi garis kontur berkelok-kelok tidak
oleh pasang surut dari air laut, yang terletak teratur, pantainya relative curam, ditandai
antara daratan dan lautan. Tenaga yang dengan adanya garis kontur yang relative
mempengaruhi proses pembentukan pantai, baik rapat, perkampungan disekitar pantai umumnya
secara langsung maupun tidak langsung ada tidak sejajar dengan garis pantai. Pantai Naik
beberapa macam, yaitu gelombang laut, arus (Emergence Coast) adalah pantai yang dibentuk
litoral, pasang naik dan pasang surut, tenaga es, oleh majunya garis pantai atau pun turunnya
dan kegiatan organisme laut. Faktor-faktor yang muka laut. Pantai ini dicirikan oleh garis pantai
mempengaruhi bentuk morfologi pantai tersebut yang relative lurus, relief-relief rendah,
antara lain adalah pengaruh diatropisme, tipe terbentuknya undak-undakan pantai dan gosong
batuan, struktur geologi, pengaruh perubahan pantai atau tanggul-tanggul dimuka pantai.
naik turunnya muka air laut, serta pengendapan Kenampakan pada peta topografi adalah garis
sedimen asal daratan/sungai, erosi daratan dan pantai yang relative lurus, ditandai dengan kontur
angin. yang lurus, pantai yang relative landai,
Klasiikasi pantai secara klastik yang ditunjukkan oleh garis kontur yang renggang,
dikemukakan oleh jhonson 1919 yang didasarkan jika dijumpai perkampungan umumnya relative
pada karakteristik geomorfik yang disebabkan sejajar dengan garis pantai. Pantai Netral adalah
pantai yang tidak mengalami penenggelaman Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan di
ataupun penaikan dan biasanya dicirikan oleh wilayah Kabupaten Klungkung, Pulau Serangan
adanya garis pantai yang relative lurus-lurus, di wilayah Kota Denpasar, dan Pulau Menjangan
pantainya landai dan ombak tidak besar. di Kabupaten Buleleng. Luas total wilayah
Beberapa contoh pantai ini antara lain Provinsi Bali adalah 5.634,40 ha dengan panjang
yaitu Pantai Delta, Pantai dataran fluviatil, pantai mencapai 529 km.
Pantai gunung api, Pantai terumbu karang, Pantai
Topografi Provinsi Bali merupakan
sesar. Kenampakan pada peta topografi
daerah pegunungan dan perbukitan yang meliputi
yaitu adanya delta plain, alluvial plain, biasanya
sebagian besar wilayah. Relief Pulau Bali
garis kontur renggang, bentuk garis pantainya
merupakan rantai pegunungan yang memanjang
relative lurus melengkung, sungai dimuara
dari barat ke timur. Di antara pegunungan itu
mempunyai banyak cabang, yang seolah-olah
terdapat gunung berapi yang masih aktif, yaitu
mempunyai pola sungai berbentuk pohon
Gunung Agung (3.142 m) dan Gunung Batur
(dendritik). Pantai Campuran adalah pantai yang
(1.717 m). Beberapa gunung yang tidak aktif
mempunyai kenampakan lebih dahulu terbentuk
lainnya mencapai ketinggian antara 1.000-2.000
daripada yang lain. Seperti kenampakan undak
m.
pantai, lembah yang tenggelam, yang merupakan
hasil dari naik turunnya permukaan air laut. Tanah lot ini merupakan objek wisata
Kenampakan pada peta topografi, adanya dataran yang sangat terkenal karena tanah lot merupakan
pantai, teras-teras (emergence), adanya teluk- objek yang mempunyai bongkahan tebing yang
teluk dengan kontur yang relative rapat berada ditengah pantai yang di atasnya terdapat
(submergence), perkampungan tidak teratur. pura. Bongkahan tebing tersebut pada sore hari
Batas fisik pulau Bali Utara : Laut Bali tidak dapat dinikmati secara dekat karena adanya
Timur : Selat Lombok (Provinsi Nusa Tenggara gejala alam yang disebut pasang surut. Selain itu,
Barat) Selatan : Samudera Indonesia Barat :Selat gerakan gelombangnya yang unik dan struktur
Bali (Propinsi Jawa Timur) Secara administrasi, geologinya yang menarik untuk dikaji.
Provinsi Bali terbagi menjadi delapan kabupaten Tanah Lot merupakan pantai yang ada
dan satu kota, yaitu Kabupaten Jembrana, dibagian selatan Pulau Bali dengan tebing-tebing
Tabanan, Badung, Gianyar, Karangasem, pantai yang curam seperti tebing yang terpisah
Klungkung, Bangli, Buleleng, dan Kota ini disebabkan karena faktor abrasi dan erosi
Denpasar yang juga merupakan ibukota provinsi. yang sangat tinggi oleh adanya gelombang air
Selain Pulau Bali Provinsi Bali juga terdiri dari laut.
pulau-pulau kecil lainnya, yaitu Pulau Nusa
Secara geologis batuan penyusun di terutama pada tebing sungai. Daerah ini terletak
Tanah Lot adalah batuan Laharik yang tersusun pada ketinggian antara 200-300 meter di atas
oleh batu pasir, batulanau dan breksi. permukaan laut. Tingkat erosi permukaan
tergolong kecil sampai besar, sedangkan abrasi
masih aktif untuk pegunungan berelief halus
Geologi Regional
hingga sedang
Tanah lot terletak di Desa Beraban
Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar Secara geologis batuan penyusun di
13 km barat Tabanan atau 25 km arah barat Kota Tanah Lot adalah batuan Laharik yang tersusun
Denpasar. Secara astronomi terletak antara oleh batu pasir, batulanau, breksi dan tuff yang
08037’10,3” LS dan 115005’13,4” BT. berasal dari letusan gunung batur agung. Struktur
Tanah Lot merupakan pantai yang ada geologi regional Bali dimulai dengan adanya
dibagian selatan Pulau Bali dengan tebing-tebing kegiatan di lautan selama kala Miosen Bawah
pantai yang curam yang terlihat seperti perbuit yang menghasilkan batuan lava bantal dan breksi
yang terpisah dengan daratan. yang disisipi oleh batu gamping. Di bagian
Morfologi Morfologi wilayah Provinsi selatan terjadi pengendapan oleh batu gamping
Bali terdiri dari daerah dataran rendah pantai, yang kemudian membentuk Formasi Selatan. Di
sungai, rawa, danau, dataran vulkanik, serta jalur yang berbatasan dengan tepi utaranya
dataran sendimen yang berbentuk landai dengan terjadi pengendapan sedimen yang lebih halus.
kemiringan 0-5 % dan ketinggian berkisar 0-25 Pada akhir kala Pliosen, seluruh daerah
m di atas permukaan laut. Kondisi morfologi ini pengendapan itu muncul di atas permukaan laut.
mempunyai tingkat erosi permukaan yang kecil, Bersamaan dengan pengangkatan, terjadi
dan beberapa tempat merupakan daerah abrasi pergeseran yang menyebabkan berbagai bagian
serta proses pengendapan aktif, terutama di tersesarkan satu terhadap yang lainnya.
daerah Teluk Benoa, Singaraja, dan Gilimanuk. Umumnya sesar ini terbenam oleh bahan batuan
organik atau endapan yang lebih muda. Selama
Pegunungan berelief halus sampai kasar,
kala Pliosen, di lautan sebelah utara terjadi
batuannya terdiri dari endapan vulkanik dari
endapan berupa bahan yang berasal dari endapan
Gunung Buyan - Beratan dan Gunung Batur
yang kemudian menghasilkan Formasi Asah. Di
berupa lahar yang bersifat agak kompak dan
barat laut sebagian dari batuan muncul ke atas
batuan vulkanik dari Gunung Agung berupa tufa
permukaan laut. Sementara ini semakin ke barat
dan lahar yang bersifat agak lepas. Daerah ini
pengendapan batuan karbonat lebih dominan.
mempunyai kemiringan antara 0-70 % dan
Seluruh jalur itu pada akhir Pliosen terangkat dan
beberapa tempat memiliki kemiringan terjal,
tersesarkan. Kegiatan gunungapi lebih banyak
terjadi di daratan, yang menghasilkan gunungapi menenggara (170-190o) dengan kemiringan
dari barat ke timur. Seiring dengan terjadinya dua lereng hingga cukup curam (20-50o). singkapan
kaldera, yaitu mula-mula kaldera Buyan-Bratan lain berupa jendela terdapat di baratdaya Pupuan,
dan kemudian kaldera Batur, Pulau Bali masih dengan litologi yang mirip.
mengalami gerakan yang menyebabkan
Formasi Selatan adalah formasi ini
pengangkatan di bagian utara. Akibatnya,
menempati semenanjung Selatan. Batuannya
Formasi Palasari terangkat ke permukaan laut
sebagian besar berupa batugamping keras.
dan Pulau Bali pada umumnya mempunyai
menurut Kadar, (1972) dalam K.M Ejasta, (1995)
penampang Utara-Selatan yang tidak simetris.
tebalnya berkisar 600 meter, dan kemiringa
Bagian selatan lebih landai dari bagian Utara.
menuju keselatan antara 7-10o . kandungan fosil
Stratigrafi regional berdasarkan Peta Geologi
yang terdiri dari Lepidocyclina emphalus,
Bali. Geologi Bali tergolong masih muda.
Cycloclypeus Sp, Operculina Sp, menunjukan
Batuan tertua kemungkinan berumur Miosen
berumur Miosen. Selain di semananjung selatan,
Tengah.
formasi ini juga menempati Pulau Nusa Penida.
Menurut Purbohadiwidjoyo, (1974). dan
Formasi Batuan Gunungapi Pulaki
Sandberg, (1909) dalam K.M Ejasta,(1995),
merupakan kelompok batuan ini berumur pliosin,
secara geologi pulau bali masih muda, batuan
merupakan klompok batuan beku yang umumnya
tertua berumur miosen. Secara garis besar batuan
bersifat basal, terdiri dari lava dan breksi.
di Bali dapat dibedakan menjadi beberapa satuan
Sebenarnya terbatas di dekat Pulaki. Meskipu
yaitu:
dipastikan berasal dari gunung api, tetapi pusat
Formasi Ulakan adalah formasi ini erupsinya tidak lagi dapat dikenali. Di daerah ini
merupakan formasi tertua berumur Miosen Atas, terdapat sejumlah kelurusan yang berarah barat-
terdiri dari stumpuk batuan yang berkisar dari timur, setidaknya sebagian dapat dihubungkan
lava bantal dan breksi basal dengan sisipan dengan persesaran. Mata air panas yang terdapat
gampingan. Nama formasi Ulakan diambil dari di kaki pegunungan, pada perbatasan denga jalur
nama kampung Ulakan yang terdapat di tengah datar di utara, dapat dianggap sebagai salah satu
sebaran formasi itu. indikasi sisa vulkanisme, dengan panas mencapai
470 C dan bau belerang agak keras.
Bagian atas formas ulakan adalah formasi
Surga terdiri dari tufa, nafal dan batu pasir. Formasi Prapatagung merupakan
Singkapan yang cukup luas terdapat dibagaian kelompok batuan ini berumur Pliosin,
tengah daerah aliran sungai Surga. Disini batuan menempati daerah Prapatagung di ujung barat
umumnya miring kearah selatan atau sedikit
Pulau Bali. Selai batugamping dalam formasi ini Palasari, suatu bentukan muda karena
terdapat pula batu pasir gampingan dan napal. pengungkitan endapan disepanjang tepi laut.

Formasi Asah adalah kelompok batuan Formasi batuan gunungapi kwarter pada
ini brumur Pliosen menyebar dari baratdaya kegiaan vulkanis pada kwarter menghasilkan
Seririt ke timur hingga di baratdaya Tejakula. terbentuknya sejumlah kerucut yang umumnya
Pada lapisan bawah umumnya terdiri dari breksi kini telah tidak aktif lagi. Gunungapi tersebut
yang beromponen kepingan batuan bersifat basal, menghasikan batuan tufa dan endapan lahar
lava, obsidian. Batuan ini umumnya keras karena Buyan-Beratan dan Batur, batuan
perekatnya biasanya gampingan. Dibagian atas gunungapi Gunung Batur, batuan gunungapi
tedapat lava yang kerapkali menunjjukan rongga, Gunung Agung, batuan gunungapi Batukaru,
kadang-kadang memperlihatkan lempengan dan lava dari gunung Pawon dan batuan gunungapi
umunya berbutir halus. Kerpakali Nampak dari kerucut-kerucut subresen Gunung Pohen,
struktur bantal yang menunjukan suasana Gunung Sangiang dan gunung Lesung.
pengendapan laut. Gunungapi-gunungapi tersebut dari
keseluruhannya hanya dua yang kini masih aktif
Formasi batuan gunungapi
yaitu Gunung Agung dan Gunung Batur di dalam
kuarter bawah, Kwarter di Bali di Dominasi
Kaldera Batur.
oleh batuan bersal dari kegiatan gunung api.
berdasarkan morfologinya dapat diperkirakan
bahwa bagian barat pulau Bali ditempati oleh Metodologi
bentukan tertua terdiri dari lava, breksi dan tufa. Dalam pembuatan paper, data yang
Batuan yang ada basal, tetapi sebagian terbesar diperoleh diambil dengan beberapa cara, yaitu
bersifat andesit, semua batuan volkanik tersebut dengan melakukan analisa data, dan melakukan
dirangkum ke dalam Batuan Gunungapi studi pustaka sebagai referensi.
Jemberana. Berdasarkan kedudukannya terdapat Data dianalisa berdasarkan hasil
sedimen yang mengalasinya, umur formasi ini bentukan morfologi apa saja yang ada di pantai
adalah kuarter bawah, seluruhnya merupakan tanah lot, litologi apa sebagai penyusun tanah lot,
kegiatan gunung api daratan. dan tanah lot termasuk dalam klasifikasi pantai
apa berdasarkan klasifikasi pantai klasik,
Pada daerah Candikusuma sampai Melaya
Johnson 1919.
terdapat banyak bukit rendah yang merupakan
trumbu terbentuk pada alas konglomerat dan
diatasnya menimbun longgokan kedalam formasi
Deskripsi yang menyerupai topografi karst dengan
indikator stalaktit dan stalagmit, namun
Tanah Lot merupakan pantai yang ada
sebenarnya kenampakan tersebut bukanlah
dibagian selatan Pulau Bali dengan tebing-tebing
stalagtit dan stalagmit asli. Itu adalah usaha untuk
pantai yang curam.
mengamankan Pura yang dilakukan dengan cara
Pada sisi utara dari tebing Pura Tanah Lot
Grouting, yaitu melalui pengeboran dan
terdapat kenampakan yang menyerupai topografi
menyemprotkan semen cair ke dalam lobang bor.
karst.
Secara geologis batuan penyusun di
Secara geologis batuan penyusun di
Tanah Lot adalah batuan Laharik yang tersusun
Tanah Lot adalah batuan Laharik yang tersusun
oleh batu pasir, batulanau dan breksi. Dibeberapa
oleh batu pasir, batulanau dan breksi yang berasal
tempat pada dasar tepi laut tersebut terdapat
dari gunung batur agung.
batuan yang menyerupai arang (terbakar). Hal
Berdasarkan kenampakan dari pantai
tersebut menunjukkan adanya aktivitas vulkan
tanah lot, , maka menurut Klasifikasi Pantai
yang mengeluarkan lava seperti yang sekarang
secara klasik Johnson (1919), pantai tanah lot
terjadi di Gunung Batur yang berwarna hitam.
termasuk dalam pantai tenggelam.
Akibat letusan yang besar, batuan ini bersama-
Pembahasan sama dengan lapili yang lain terlempar ke udara

Tanah Lot merupakan pantai yang ada dan mengendap dengan pola bagian bawah kasar

dibagian selatan Pulau Bali dengan tebing-tebing diikuti material yang makin halus di atasnya,

pantai yang curam. Kondisi tersebut karena endapan seperti ini sering disebut “airbone

adanya proses abrasi yang sangat aktif, sebagai deposite”. Karena pada saat pengendapan

akibat kekuatan gelombang yang besar dan terpengaruh oleh aktivitas gelombang atau arus

intensitas yang tinggi. Bukti abrasi yang kuat pantai, maka terbentuk struktur perlapisan silang-

dapat diamati dari hasil proses yang terdapat siur (cross beded).

pada tebing dan pada dasar di tepi laut. Disalah Berdasarkan kenampakan dari pantai tanah

satu bagian tebing pantai saat ini kadang-kadang lot dimana garis pantainya tidak teratur dan

terpisah dari daratan Bali. Pada tebing tersebut adanya tebing tempat pura tanah lot yang semula

terdapat bangunan Pura Tanah Lot. Semula, Pura merupakan satu daratan namun saat ini terpisah

Tanah Lot dengan daratan Bali merupakan satu karena celah hasil abrasi, Abrasi adalah proses

daratan, namun saat ini terpisah oleh celah hasil dari pengikisan pantai oleh hantaman gelombang

abrasi. air laut yang menyebabkan berkurangnya areal

Apabila diperhatikan pada sisi utara dari daratan. Coast (pantai), coast adalah daerah yang

tebing Pura Tanah Lot terdapat kenampakan masih bisa dicapai oleh air laut, maka menurut
Klasifikasi Pantasi secara klasik Johnson (1919), Referensi
maka pantai tanah lot termasuk dalam pantai
[1] Tim Asisten Geologi Dasar. Buku Panduan
tenggelam. Praktikum Geologi Dasar. 2013. Program
Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik,
Berdasarkan keunikan kondisi
Universitas Diponegoro.
geologinnya, maka tanah lot layak dijadikan [2]http://store.tempo.co/search/?category=all&
month=&year=&keyword=tanah%20lot&q=
geoherritage
&fg=&author=&ppublisher=&page=4
(diakses pada 27 November 2013, 19.06
WIB)
Kesimpulan
Pada bentang alam pantai tanah lot
terdapat kenampakan morfologi berupa tebing-
tebing pantai yang curam yang disebabkan oleh
pengaruh proses abrasi yang sangat aktif. Juga
terdapat kenampakan pseudokarst.
Kondisi tersebut karena adanya proses
abrasi yang sangat aktif, sebagai akibat kekuatan
gelombang yang besar dan intensitas yang tinggi.
Bukti abrasi yang kuat dapat diamati dari hasil
proses yang terdapat pada tebing dan pada dasar
di tepi laut.
Secara geologis batuan penyusun di
Tanah Lot adalah batuan Laharik yang tersusun
oleh batu pasir, batulanau dan breksi. Dibeberapa
tempat pada dasar tepi laut tersebut terdapat
batuan yang menyerupai arang (terbakar). Hal
tersebut menunjukkan adanya aktivitas vulkan
yang mengeluarkan lava seperti yang sekarang
terjadi di Gunung Batur yang berwarna hitam.
Berdasarkan kenampakan dari pantai
tanah lot, , maka menurut Klasifikasi Pantai
secara klasik Johnson (1919), pantai tanah lot
termasuk dalam pantai tenggelam.
Lampiran

Gambar 2. Foto Udara Tanah Lot

Gambar 1. Foto Udara Tanah Lot

Gambar 3. Foto Udara Tanah Lot Gambar 4. Foto Udara Tanah Lot