Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIK

INSPEKSI SANITASI SALON

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sanitasi Tempat Tempat Umum

Disusun Oleh:
Isnny Agritasari P07133115057
Restu Putri Martasari P07133115067
Rissa Amanda Halimah P07133115069
Tawangsari Putri Ramadhan P07133115074

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN YOGYAKARTA
D-III JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
2017
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................1

B. Tujuan ...........................................................................................................2

C. Manfaat ........................................................................................................2

BAB TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Hygiene dan Sanitasi ..................................................................3

B. Sanitasi Tempat-tempat Umum ....................................................................3

C. Persyaratan Sanitasi ......................................................................................3

BAB III METODE OBSERVASI

A. Jenis ..............................................................................................................7

B. Obyek ..........................................................................................................7

C. Variabel ........................................................................................................7

D. Pengolahan Data ...........................................................................................10

BAB IV PEMBAHASAN ..............................................................................................12

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ..................................................................................................13

B. Saran ............................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................14

LAMPIRAN .....................................................................................................................15
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap aktifitas yang dilakukan oleh manusia sangat erat interaksinya dengan
tempat-tempat umum, baik untuk bekerja, melakukan interaksi sosial, belajar maupun
melakukan aktifitas lainnya. salah satunya adalah salon kecantikan. Salon kecantikan
adalah sarana pelayanan umum untuk pemeliharaan kecantikan khususnya memelihara
dan merawat kesehatan kulit, rambut dengan menggunakan kosmetik secara manual,
preparatif, aparatif, dan dekoratif tanpa tindakan operasi.
Menurut Chandra (2006), tempat-tempat umum memiliki potensi sebagai
tempat terjadinya penularan penyakit, pencemaran lingkungan ataupun gangguan
kesehatan lainnya.Kondisi lingkungan tempat-tempat umum yang tidak terpelihara
akan menambah besarnya resiko penyebaran penyakit serta pencemaran lingkungan
sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan menerapkan sanitasi lingkungan
yang baik.tempat-tempat umum perlu dijaga sanitasinya, seperti halnya transportasi
baik darat,air dan udara.Pasalnya, tempat-tempat umum itu menjadi semacam indikator
berbagai bidang, terutama sosial dan ekonomi(Rosyadi,2002).tempat-tempat
umum memiliki berbagai kegiatan yang sangat penting. Salah satu hal utama dalam
bidang sosial,tempat-tempat umum misalnya transportasi air (pelabuhan) bisa
dimanfaatkan sebagai tempat untuk memperoleh akses jalur transportasi dari satu pulau
ke pulau yang lainnya maupun dari satu negara ke negara yang lain. Dapat
dimungkinkan dari kegiatan tersebut, lingkungan pelabuhan akan tercemar dengan
mudah baik karena aktifitas manusia maupun karena faktor alam atau dari lingkungan
itu sendiri. Kondisi lingkungan yang telah tercemar dapat menimbulkan berbagai
gangguan kesehatan terutama kepada masyarakat yang sering mengakses pelabuhan.
Apabila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan terjadi permasalahan kesehatan yang
cukup serius. Standar sanitasi tempat-tempat umum dengan standar internasional
harusnya lebih baik dari manajemen sanitasi tempat-tempat umum pada umumnya guna
mengantisipasi permasalahan kesehatan lingkungan di tempat-tempat umum
Jadi sanitasi tempat-tempat sangatlah penting dijaga sanitasinya agar tidak
menimbulkan berbagai masalah kesehatan,misalnya menimbulkan penyakit berbasis
lingkungan.

B. Tujuan
Untuk mengetahui syarat kualitas salon kecantikan
C. Manfaat
1. Menjamin lingkungan kerja yang saniter
2. Melindungi pengunjung dan karyawan
3. Mencegah terjadinya penularan penyakit dan penyakit akibat kerja
4. Mencegah terjadinya kecelakaan
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Hygiene dan Sanitasi


Sanitasi adalah usaha pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan fisik
manusia yang mempengaruhi atau mungkin dipengaruhi, sehingga merugikan
perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup.
Hygiene (ilmu kesehatan) adalah ilmu yang mempelajari cara-cara yang
berguna bagi kesehatan. Secara garis besar perbedaan antara hygiene dan sanitasi
adalah terletak pada hal bahwa hygiene lebih mengarahkan keaktifannya kepada
manusia (perseorangan atau masyarakat umum, sedangkan sanitasi lebih menitik
beratkan pengendalian faktor-faktor lingkungan hidup manusia.

B. Sanitasi Tempat-tempat Umum


Definisi Tempat-Tempat Umum (TTU) adalah suatu tempat dimana umum
(semua orang) dapat masuk ke tempat tersebut untuk berkumpul mengadakan kegiatan
baik secara insidentil maupun terus menerus, (Suparlan 1977).
Jadi sanitasi tempat-tempat umum adalah suatu usaha untuk mengawasi dan
mencegah kerugian akibat dari tempat-tempat umum terutama yang erat hubungannya
dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit.
Tempat-tempat umum merupakan tempat kegiatan bagi umum yang
mempunyai tempat, sarana dan kegiatan tetap yang diselenggarakan oleh badan
pemerintah, swasta, dan atau perorangan yang dipergunakan langsung oleh masyarakat
(Adriyani, 2005).

C. Persyaratan Sanitasi
1. Persyaratan kesehatan lingkungan dan bangunan.
a. Lokasi :
1) Terhindar dari pencemaran lingkungan
2) Tidak terletak di daerah banjir
b. Lingkungan halaman :
1) Bersih
2) Tidak terdapat genangan air
3) Air mengalir dengan lancar
c. Bagian dalam :
1) Bangunan kuat, utuh, bersih, serta dapat mencegah kemungkinan
terjadinya penularan penyakit dan kecelakaan.
2) Pembagian ruang jelas sesuai dengan fungsinya, sep[erti ruang
konsultasi, ruang perawatankecantikan kulit dan rambut harus terpisah
(diberi penyekat).
3) Bangunan gedung tidak menimbulkan gangguan terhadap rumah
penduduk dan tidak mengganggu keadaan di sekitarnya.
4) Lantai : kedap air, rata, tidak licin, serta mudah dibersihkan.
5) Dinding : Dinding disebelah dalam rata, berwarna terang, serta mudah
dibersihkan.
6) Langit-langit : berwarna terang, mudah dibersihkan, tinggi minimal 2,5
m dari lantai.
7) Atap kuat, tidak bocor, tidak menjadi tempat berkembangbiaknya
serangga dan tikus.
8) Ventilasi / penghawaan :
9) Dapat menjamin pergantian udara ruangan dengan baik. Lubang
ventilasi minimal 5% luas lantai.
10) Bila lubang ventilasi tidak dapat menjamin pergantian udara dengan
baik, maka dapat digunakan peralatan ventilasi mekanis. Khusus untuk
ruang ber AC, tidak diperlukan lubang ventilasi.
11) Tersedia pencehayaan dengan intensitas yang cukup setiap ruangan,
khusus ruang pelayanan / ruang kerja intensitas cahaya minimal 150
luks dan tidak menimbulkan kesilauan.
12) Pencegahan masuknya serangga dan tikus dilengkapi lubang
penghawaan dilengkapi dengan kawat kasa penahan nyamuk dan
tikus,dan lubang pembuangan pada saluran air limbah di kamar mandi,
jamban dll., dilengkapi dengan jeruji.
13) Bila menggunakan fasilitas rak atau almari, maka sebaiknya antara
bagian antara bagian bawah rak/almari dengan lantai berjarak minimal
15 cm.
14) Penyediaan air bersih :
a) Kualitas air bersih memenuhi persyaratan sebagaimana yang
ditetapkan Menteri Kesehatan
b) Air sebaiknya diperoleh dari PDAM. Bila menggunakan sumber
air yang lain, berkonsultasi ke Dinas Kesehatan setempat.
c) Kuantitas air harus tersedia secara cukup dan berkesinambungan
sesuai dengan kebutuhan.
d) Dinding bak penampungan air harus selalu dibersihkan secara
berkala seminggu sekali. Bak penampung berupa drum atau
tempayan dilengkapi dengan penutup.
15) Pengelolaan limbah
a) Sarana pembuangan limbah tertutup, kedap air.
b) Air limbah dapat mengalir dengan lancar, kemiringan 2% – 3%
16) Tempat sampa
a) Terbuat dari bahan yang kuat, ringan, kedap air, tahan karat,
permukaan bagian dalam halus, mudah dibersihkan, dan
berpenutup.
b) Jumlah dan volume disesuaikan dengan produk sampah yang
dihasilkan setiap hari.
17) Kamar mandi dan jamban.
a) Bersih dan tidak berbau
b) Lantai miring ke arah saluran pembuang
c) Terpisah yang diperuntukkan pria dan wanita
18) Persyaratan karyawan
a) Karyawan harus berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat
keterangan sehat dari dokter.
b) Memiliki sertifikan/ijazah nasional dari Kementerian Pendidikan
Nasional sesuai kriteria salon
c) Memahami dan menerapkan etika profesi sebagai karyawan salon
d) Memakai pakaian kerja yang bersih, rapi, dan utuh
19) Peralatan kerja dan bahan
a) Alat yang berhubungan dengan kulit :
- Sisir selalu dalam keadaan bersih dan baik.
- Gunting selalu dalam keadaan bersih dan baik
- Mesin cukur selalu dalam keadaan bersih dan baik
- Tempat bedak dan sabun selalu dalam keadaan bersih dan baik
b) Handuk :
- Bersi
- Tersedia dengan jumlah yang cukup 1 orang pelanggan 1 handuk
c) Kain penutup badan:
- Bersih
- Berwarna putih/terang
- Tersedia dalam jumlah yang cukup (berjumlah rata-rata
tamu/pengunjung)
d) Bahan-Bahan
- Pisau, gunting, dll., didisinfeksi dengan bahan kimia atau air
panas
- Kosmetika / wangi-wangian diperoleh dari sumber yang
dipercaya dan bebas dari potongan rambut.
e) Lain-lain
- Tersedia minimal 1 buak kotak P3K yang berisi obat-obatan
sederhana
- Tersedia alat pemadam kebakaran.
BAB III
METODE OBSERVASI

A. Jenis : Survey
B. Obyek : Salon
C. Variabel

SALON

Salon kecantikan, kap salon dan sejenisnya adalah tempat – tempat umum yang
menetap dimana disediakan fasilitas salon kecantikan, kap salon bagi umum

Nama Salon : ...............

Alama
t : ...............

NO KOMPONEN BOBOT NILAI SKOR

I PERIJINAN (V) 10 5 50

Harus mempunyai dari instansi yang berwenang.

II LETAK (V) 5 50

Harus jauh dari sumber


pencemaran.

III BAGIAN LUAR 35 5 175

Halaman :(V)

a. Bersih, tidak terdapat sampah berserakan, genangan air dll.

Tersedia tempat pengumpulan sampah yang tertutup, kedap


b. air,

mudah dibrsihkan dan


b. Mudah diangkat.

IV BAGIAN DALAM

1. Ruang tunggu (V) 5 175

a. Tersedia tempat duduk yang bebas dari kutu busuk dan

serangga lainnya dan selalu

b. Dijaga kebersihannya.

c. Tersedia tempat abu / puntung rokok.

d. Pencahayaan 10 – 15 f.c.

e. Lubang fentilasi minimal 10 % luas lantai ruang tunggu.

Lantai dari bahan kedap air dan selalu dijaga


f. kebersihannya.

2. Ruang kerja (V)

b. Tersedia kotak sampah dan kantong pembungkus rambut

sebelum dibuang.

c. Harus tersedia tempat cuci tangan.

V ALAT KERJA DAN BAHAN 30 4 120

1. Alat – alat kerja (V)

Alat – alat kerja yang berhubungan dengan kulit seperti


a. sisir,

gunting,mesin cukur harus selalu dijaga kebersihannya

setiap kali akan dan setelah dipakai.

b. Handuk kecil tersedia banyak rata – rata tamu langganan

yang datang sehari dan


hanya

c. Dipergunakan 1 orang 1 handuk.


Kain penutup bahan berwarna putih berjumlah rata –
d. rata

tamu / pengunjung
seharinya.

Tempat bedak dan sabun harus bersih bebas dari


e. potongan

rambut.

b. Cermin harus yang bik, tidak bergelombang.

2. Bahan – bahan (V) 3 90

a. Kosmetik / wangi – wangian yang dipergunakan harus

diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya ( Saran dari

Dinas kesehatan )

Tersedia larutan untuk mendisinfeksi


b. alat – alat seperti

pisau cukur dan gunting.

VI KARYAWAN (V) 25 3 75

Pemangkas rambut / juru hias dalam keadaan sehat,


a. mempunyai

sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan

setempat dan masih berlaku.

Pemangkas / juru hias harus memeriksakan diri secara


b. berkala

selambat – lambatnya 1 ( satu ) tahun sekali.

c. Karyawan dilengkapi dengan pakaian kerja.

JUMLAH 100 735


KRITERIA :

Memenuhi Syarat : 630 - 1050

Tidak Memenuhi syarat : < 630

PETUGAS

( ................................ )

D. Pengolahan Data
1. PERIJINAN (V)
Bobot× Nilai= Skor
10×5=50
2. LETAK (V)
Bobot× Nilai= Skor
10×5=50

3. BAGIAN LUAR
Bobot× Nilai= Skor
35×5=175

4. BAGIAN DALAM
Bobot× Nilai= Skor
35×5=175

5. ALAT KERJA DAN BAHAN


Bobot× Nilai= Skor
a. Alat- alat kerja: 30×4=120
b. Bahan- bahan: 30×3=90

6. KARYAWAN (V)
Bobot× Nilai= Skor
25×3=75

Total Skor: 50+50+175+175+120+90+75=735


Persentase Skor: 735×100%=73,5%
BAB IV
PEMBAHASAN

Pada kunjungan yang telah kami lakukan pada hari Jumat tanggal 26 Mei 2017
di “Hari Salon” yang beralamat di Jalan Langensari No.1 RT.01/RW.01 Yogyakarta.
Kondisi salon tersebut saat kami berkunjung letaknya di dekat jalan raya, halaman
bersih, serta terdapat tempat sampah. Pada bagian dalam tersedia tempat duduk yang
bersih dan dapat dipindah- pindah, pencahayaan dan ventilasi sangat cukup, serta
lantai terbuat dari bahan yang kedap air dan mudah dibersihkan.
Alat- alat kerja yang digunakan seperti handuk tersedia dalam jumlah yang
cukup digunakan untuk satu orang satu handuk. Cermin tidak bergelombang serta
bedak yang digunakan langsung dituang saat digunakan, sehingga tidak ada
potongan-potongan rambut ditempat bedak. Bahan- bahan kosmetik yang digunakan
adalah bahan yang legal dari dinas kesehatan. Untuk karyawan dilengkapi pakaian
kerja pada saat berkerja.
Disana kami melakukan inspeksi sanitasi salon kecantikan. Dari hasil inspeksi
yang kami lakukan didapat total skor 735 dengan persentase 73,5 %. Berdasarkan
komponen pada form inspeksi sanitasi, yaitu: perijinan, letak, bagian luar, bagian
dalam,alat dan bahan, serta karyawan sebagian besar poin sudah memenuhi kriteria
seperti yang tertera pada form inspeksi sanitasi salon yang kami gunakan, sehingga
dengan total skor 735 dan persentase 73,5 bahwa “Hari Salon” dapat dikatakan
memenuhi syarat.
Walaupun hasilnya memenuhi syarat, namun ada poin-poin tertentu yang menjadi
masalah atau belum memenuhu syarat, seperti: sisir, gunting, dan mesin cukur hanya
disikat setelah digunakan tanpa didesinfeksi. Pemangkas atau juru rias tidak rutin
memeriksakan diri, menurut informasi mereka hanya memeriksakan diri saat sakit.
Dari permasalahan tersebut sebaiknya salon tersebut apabila membersihkan alat- alat
yang telah digunakan menggunakan larutan desinfeksi yang aman. Kemudian
pemangkas atau juru rias harus melakukan pemeriksaan secara berkala agar terhindar
dari hal- hal yang tidak diinginkan.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Dari hasil inspeksi sanitasi “Hari Salon” sebagian besar telah memenuhi
persyaratan.
2. Ada hal- hal yang perlu diperbaiki seperti membersihkan alat dengan desinfektan
dan pemeriksaan kesehatan karyawan salon dengan rutin.
B. Saran
1. Untuk membersihkan alat yang setela digunakan sebaiknya dengan desinfeksi.
2. Karyawan lebih diperhatikan dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
3. Untuk konsumen agar lebih teliti memilih salon kecantikan agar tidak berdampak
buruk setelahnya.
Daftar Pustaka

http://upa-fafa.blogspot.co.id/2014/05/sanitasi-tempat-tempat-umum.html

http://rahmakesling.blogspot.co.id/2014/03/sanitasi-salon-kecantikan.html
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai