Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN ANALISIS JURNAL

A. Analisis

Di rumah sakit terdapat ratusan macam obat, ratusan test dan prosedur banyak alat

dengan teknologinya, bermacam jenis tenaga profesi dan non profesi yang siap

memberikan pelayanan pasien 24 jam terus menerus. Keberagaman dan kerutinan

pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan kejadian yang

tidak diharapakan (KTD). (Depkes, 2008). Pelayanan keperawatan, merupakan pelayan

24 jam dan terus menerus, dengan jumlah tenaga keperawatan yang begitu banyak berada

di berbagai unit kerja di rumah sakit. Dalam memberikan pelayan keperawatan kepada

pasien, perawat melakukan prosedur atau tindakan keperawatan yang banyak dan dapat

menimbulkan resiko salah begitu besar. Saat ini sudah ada pelaporan kejadian di rumah

sakit, tetapi tidak dianalisis.

Perawat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya berkolaborasi dengan

dokter memberikan terapi pada pasien yang berpotensi besar melakukan kesalahan jika

tidak mempunyai tingkat pengetahuan dan kesadaran yang tinggi bahwa tindakan yang

dilakukan akan memberikan efek negatif pada pasien. Salah satu diantaranya adalah

dalam pemberian obat. Data tentang kesalahan pemberian obat (medication error) yang

dilakukan terutama pada perawat di indonesia belu dapat di temukan. Darmansjah, ahli

farmakologi FKUI menyatakan bahwa kasus pemberian obat yang tidak benar 4 maupun

tindakan meis yang diberikan (tidak perlu dilakukan tetapi di lakukan ) sering terjadi di

indonesia, hanya saja tidak terekspos media massa (Rusdiana, 2009). Perawat dalam

memberikan obat pada pasien mempunyai prinsip yang disebut dengan prinsip 6 benar

yaitu : benar pasien, benar obat, benar dosis, benar rute, benar waktu, dan benar
pendokumentasian. Jika seorang perawat kurang mempunyai pengetahuan tentang respon

obat tersebut pada pasien dan cara pemberiannya serta aspek hukum atas tindakannya,

maka tidak menutup kemungkinan kesalahan dalam pemberian obat dapat terjadi. Karena

itu pengetahuan perawat sangatlah dibutuhkan (Potter dkk, 2005).

Superfisi merupakan bagian dari fungsi directing (penggerakan atau pengarahan)

dalam funfsi managemen yang berperan untuk mempertahankan agar segala kegiatan

yang telah diprogramkan dapat dilaksanakan dengan benar dan lancar. Supervisi secara

langsung memungkinkan manager keperawatan menemukan berbagai hambatan /

permasalahan dalam pelaksaan asuhan keperawatan di ruangan dengan mengkaji secara

menyeluruh faktor – faktor yang mempengaruhinya dan bersma staff keperawatan untuk

mencari jalan pemecahannya (Suarli dkk, 2010).

Disetiap rumah sakit kemungkinan ada perawat yang melalaikan prosedur 6 benar

dalam pemberian obat injeksi, prosedur cuci tangan, dan prosedur mengidentifikasi

pasien, begitu pula dengan perawat di RSU Gunung Mariyah Tomohon. Data yang bisa

diungkapkan di RSU Gunung Maryah Tomohon belum ada, apakah karena perawat

belum sadar bahwa laporan nya akan menyelamatkan pasien, petugas dan rumah sakit

dari suatu kejadian yang tidak seharusnya terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui peran kepala ruangan melakukan supervisi perawat pelaksana dengan

menerapkan pasien safety di ruang rawat inap RSU Gunung Mariyah Tomohon

B. Judul Penelitian Yang Diapliasikan :

“PERAN KEPALA RUANGAN MELAKUKAN SUPERVISI PERAWAT

DENGAN PENERAPAN PATIEN SAFETY DI RUANG RAWAT INAP RUMAH

SAKIT”
C. SOP Aplikasi Penelitian :

1. Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah obserfational dengan desain cross

sectionalstudy, bertujuan untuk menggambarkan antara variabel lima independen

dan variabel dependen secara bersama-sama dalam periode tertentu.

2. Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanak di rawat inap ( 7 ruangan ) RSU Gunung Maryah

Tomohon. Pengambilan data dilakukan selama 4 minggu sejak tanggal 1 april

sampai dengan 30 april 2013.

3. Populasi dan Sample

Populasi adalah seluruh perawat yang bekerja diruang rawat inap RSU Maryah

Tomohon yang berjumlah 112 orang. Sampel sebanyak 68 orang yang dipilih

secara purposive sampling dan telah memenuhi kriteria inklusi yaitu perawat

elaksan DIII Keperawatan dan SPK yang bekerja di ruang rawat inap dengan

pengalaman pemberian injeksi intravena dan pada saat penelitian melakukan

pemberian injeksi intravena.

4. Instruman pengumpulan data

Sebagai alat pen gumpulan data dalam penelitian ini digunakan 3 jenis

kuisioner, kuisioner A dipakai untuk mendapatkan data karakteristik perawat

pelaksana, kuisioner B dipakai untuk mengukur peran kepala ruangan melakukan

supervisi perawat pelaksana dalam menerapkan pasien safety, Kuisioner C dipakai

mengumpulkan data untuk mengukur perawat pelaksana dalam penerapan pasien

safety. Kuisioner B dan C dibuat sendiri oleh peneliti yang terkait dengan literatur

dan telah dilakukan uji validitas dan reabilitas sebelum penelitian ini dilakukan.

Instrumen observasi prosedur pemberian injeksi digunakan instrumen evaluasi


penerapan standar asuhan keperawatan di rumah sakit. Instumen observasi

prosedur cuci tangan (WHO, 2009). Instrumen observasi identifikasi pasien

dengan benar yang dibuat sendiri oleh peneliti.

5. Analisa Data

Analisi data yang digunakan yakni analisa univariat yang ditampilakn dalam

bentuk distribusi frekuensi dan analisa bivariat untuk melihat hubungan dari tiap-

tiap variabel independen dan dependen menggunakan uji statistik korelasi pearson

dngan tingkat kemaknaan alfa ≤ 0,05, data di analisis menggunaka jasa komputer.

6. Aplikasi Hasil Penelitan

Sebagian besar responden adalah perempuan yaitu 35 orang (83,3 %)

sedangjan laki-lai sebanyak 7 orang (16,7 %). Sebagian besar responden memliki

pendidikan DIII keperawatan yaitu 23 orang (54,8 %) sedangkan pendidikan SPK

sebanyak 19 orang (45 %). Sebagtian besar responden yang bekerja 1-4 tahun

yaitu 13 orang (32,0 %) sedangkan paling sedikit bekerja selam 5-8 tahun yaitu 6

orang (14,3 %). Sebagian besar responden yang telah menikah yaitu 29 orang

(69,0 %) seangkan yang belum menikah sebanyak 3 orang (31,0 %). Sebagian

besar responden yang pernah mengikuti pelatihan yaitu 28 orang (57,1 %)

sedangkan yang belum pelatihan sebanyak 18 orang (42,9 %). Jenis pelatihan

yang banyak diikuti adalah pelatihan proses keperawatan dan dokuentasi

keperawatan (66,7 %) kemudian SAK, SPO, Pasien Safety, Pencegahan dan

pengendalian insfeksi nasokomial, BCLS (54,2 %). Sosialisasi pasien safety

adalah termasuk kebijakan strategi progran pasien safety RSU Gunung Maryah

Tomohon.

CRITICAL APPRAISAL CHECK LIST


Judul :Kepatuhan Standar Operasional Hand Hygiene Pada Perawat di Ruang Rawat
Inap Rumah Sakit
Penulis : NeilaFauzia, Anis Ansyori, Tuti Hariyanto

Critical
Point critical appraisal Ya Tidak Keterangan
Appraisal
Judul  Apakah judul memenuhi √ Judul pada jurnal ini sudah
kaidah penulisan judul memenuhi kaidah penulisan

 Apakah penulisan judul √


menggunakan tanda
tanya (?)

 Apakah penulisan judul √


menggunakan tanda seru
(!)
Penulis  Apakah nama penulis √  Nama penulis: Neila Fauzia,
dicantumkan? Anis Ansyori, Tuti Hariyanto

 Nama institusi:
 Apakah asal institusi √ Akademi Kebidanan Pidie
penulis dicantumkan? Jaya Medan, Program
Magister Manajeman RS
Fakultas Kedokteran Univ.
 Apakah asal institusi √ Brawijaya Malang
penulis sesuai dengan
topik penelitian?  Asal institusi : Univ.
Brawijaya Malang

Bidang  Apakah bidang ilmu √ bidang ilmu dicantumkan


ilmu dicantumkan dalam judul dalam jurnal dan antara latar
penelitian? belakang penulis sesuai dengan
bidang ilmu topik penulisan
 Apakah latar belakang √ (keduanya tentang kesehatan
penulis (institusi tempat dan khususnya dibagian ilmu
bekerja) sesuai dengan kesehatan)
bidang ilmu topik
penulisan?
Metodelogi  Apakah tujuan penelitian √  Tujuan penelitian yaitu
penelitian disebutkan? Untuk mengetahui kepatuhan
cuci tangan (hand hygine)
perawat di RS. Dan
mematuhi SPO yang telah
ditetapkan RS. Tujuan
ditetapkan SPO ini guna
mengurangi terjadinya
infeksi Nasokomial.
 Apakah desain penelitian √  Desain penelitian
disebutkan? menggunakan Deskriptif
Kuantitaf. Dengan
menggunakan pendektan
cross sectional

 Apakah desain penelitian √  Desain penelitian sesuai


sesuai dengan tujuan dengan tujuan penelitian
penelitian?

 Bagaimana level of √  Level of evidence dalam


evidence dalam penelitian ini
penelitian tersebut!

 Bagaimana pemilihan √  Pemilihan sampel dengan


sampel dalam penelitian menggunkan tekhnik random
tersebut! sampling atau tekhnik secara
acak kepada setiap pegawai
yang ada di RS.

 Dalam bentuk apa hasil √  Hasil penelitian disajikan


penelitian disajikan? dalam bentuk tabel dan
dinarasikan

 Apakah uji statistik yang  Analisis statistik Wilcoxon
digunakan?
Hasil  Apakah hasil penelitian √  Hasil penelitian dapat
penelitian dapat diimplementasikan diimplementasikan di
di keperawatan? keperawatan, terutama dalam
kepatuhan cuci tangan yang
telah ditetapkan SPO RS dan
harus ada kesadaran dari
individu, kelompok, dan
Lingkungan perawat di RS,
untuk mencegah terjadinya
Infeksi Nosokomial.

 Apakah ada rekomendasi √  Tidak ada rekomendasi untuk


terkait hasil penelitian? penellitian ini

Daftar  Apakah daftar pustaka √  Daftar pustaka yang


pustaka yang digunakan up to digunakan up to date dan
date? terpercaya serta sesuai
 Apakah daftar pustaka √ dengan topik jurnal karena
yang digunakan sesuai? banyak sumber referensinya
 Apakah daftar pustaka √ mulai tahun terdahulu sampai
yang digunakan dari terkini.
sumber yang dipercaya?

Kesimpulan:

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepatuhan cuci tangan terhadap

perawat sangat perlu diperhatikan sesuai dengan ketetapan SPO RS, tetapi dalam penelitian

ini juga menjelaskan bahwa pentingnya kesadaran dari Individu, Lingkungan RS. Dan dari

sampel yang digunakan peneliti sebanyak 43 perawat dengan menggunakan tekhink random

sampling hanya 36% itu artinya masuk dalam kategori cukup dengan intervalnya (30-39).

Diharapkan dengan adanya penelitian cuci tangan ini perilaku perawat dalam mencuci tangan

harus segera ditingkatkan karena untuk mengurangi pencegahan infeksi nosokomial, dan dari

pihak RS terutama PPIRS harus melakukan penyuluhan.