Anda di halaman 1dari 2

PROFESI GURU ADALAH AMANAH

Profesi guru adalah sebuah amanah yang harus dijalankan oleh setiap manusia yang
mendedikasikan dirinya sebagai seorang pengajar atau pendidik yang biasa kita sebut guru. Kita
ketahui bersama bahwa guru adalah pusat pembelajaran, proses belajar mengajar sukses atau
tidaknya tergantung seberapa besar profesionalnya guru dalam melakukan inovasi-inovasi
pembelajaran.

Amanah adalah sesuatu yang diberikan kepada seseorang yang dinilai memiliki
kemampuan untuk mengembannya. Artinya amanah seorang guru adalah bagaimana seorang
guru membimbing, membina, mengayomi dan memberi teladan terhadap perserta didiknya
dengan penuh keikhlasan. Kalau tidak sebagai orang tua memiliki harapan besar saat menitipkan
anak-anaknya ke pendidikan formal yaitu sekolah. Mereka menginginkan keberhasilan putra-
putri mereka baik keberhasilan dari segi kognitif (ilmu pengetahuan) maupun akhlakul karimah
(perilaku terpuji) sang anak sehingga anak-anak mereka bisa menjadi cerdas secara ilmu dan
akhlaknya. Mereka memberikan kepercayaan penuh kepada guru dalam proses pendidikan di
sekolah. Untuk itu perlu adanya guru yang amanah terhadap profesinya,
bukan menyalahgunakan amanah tersebut.

Anas bin Malik, sebagaimana dikutipkan Ahmad dalam al-Musnad-nya, meriwayatkan


bahwa Rosulullah saw bersabda, “Tidak ada iman bagi seseorang yang tidak mempunyai sifat
amanah pada dirinya, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak punya komitmen pada dirinya”.

Memang, tugas seorang pendidik tidak hanya sebatas menyampaikan materi


pembelajaran saja, bahkan ia merupakan tugas berat dan sulit, tetapi akan mudah bagi guru yang
tetap memegang teguh amanah yang diberikan. Tentunya guru yang dapat memegang teguh
amanah yang diberikan tidak bisa lepas dari karakter guru tersebut. Adapun karakter yang harus
dimiliki dan terus dimunculkan oleh seorang guru antara lain :

Pertama adalah guru harus kembali memiliki keikhlasan yang besar dalam memberikan
ilmu nya. Kedua adalah jujur, sifat jujur adalah mahkota di atas kepada seorang pendidik, jika
sifat itu hilang darinya, ia akan kehilangan kepercayaan manusia akan ilmunya dan pengetahuan-
pengetahuan yang disampaikannya kepada mereka, karena anak didik pada umumnya akan
menerima setiap yang dikatakan gurunya. Ketiga, serasi antara ucapan dan perbuatan.
Keempat, Bersikaf adil dan tidak berat sebelah. Sikap adil disini dimaksudkan adalah
mewujudkan keadilan di antara siswa, demi memasyarakatkan rasa cinta dan kasih sayang di
antara mereka. Kelima, Berakhlak mulia dan terpuji. Akhlak adalah sifat terpuji yang mesti bagi
guru untuk berhias dengannya serta menganjurkan pada anak didiknya untuk berakhlak
dengannya. Keenam, Tawadhu’ adalah akhlak terpuji yang akan menambah kehormatan dan
wibawa pada pemiliknya. Sifat ini diharapkan memantul pula kepada anak didik dan
memberikan efek pada mereka secara positif. Ketujuh, Pemberani adalah tuntutan bagi setiap
guru, mengakui kesalahan tidak akan menguranngi wibawa perilaku kesalahan, bahkan
merupakan kemuliaan bagi guru tersebut dan bukti atas sifat keberaniaannya.

Kedelapan, adalah bercanda/memiliki sense of humor yg cerdas bersama anak didiknya,


sehingga proses pembelajaran cenderung gembira dalam suasana belajar dengan tetap
mempertahankan kualitas pengajarannya. Kesembilan, adalah sabar dan menahan emosi. Sabar
adalah faktor yang kuat kesuksesan guru dan kepiawaian guru terletak pada cara meredam
amarahnya dan menundukkan/mengendurkan saraf-sarafnya. Kesepuluh, adalah menghindari
perkataan keji yang tidak pantas. Kesebelas, adalah berkonsultasi dengan orang lain.

Dari ke sebelas karakter yang telah dipaparkan di atas, nampaknya harus dikembalikan
oleh guru ke dalam jiwa atau ruhnya, karena tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa guru harus
memiliki karakter yang kuat jika ingin memegang dan menjalankan amanah tersebut yang
nantinya otomatis akan menciptakan karakter yang kuat pula dalam diri peserta didiknya,
sehingga seperti apa profesionalisme guru kita saat ini, tidak perlu dipertanyakan lagi. Dan
jadilah Guru kalau tidak ada dicari Kalau ada disenangi dan bila meninggal ditangisi.