Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. DEFINISI

Letak sungsang adalah janin yang letaknya memanjang (membujur) dalam


rahim, kepala janin berada di fundus dan bokong dibawah (Susilawati , 2009 hlm
141)
Letak sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus
uteri dan bokong di bagian kavum uteri. Pada letak sungsang, berturut – turut lahir
bagian yang makin lama semakin besar dimulai dari lahirnya bokong, bahu,
kemudian kepala.
( Sukarni, 2014 hlm 72 )
1. KRITERIA LETAK SUNGSANG

a. Letak bokong murni (frank breech): bokong yang menjadi bagian depan,
kedua tungkai lurus keatas

b. Letak bokong kaki (complete breech): disamping bokong teraba kaki,


biasa disebut letak bokong kaki sempurna jika disamping bokong teraba
kedua kaki atau tidak sempurna jika disamping bokong teraba satu kaki

c. Letak lutut

d. Letak kaki (incomplete breech presentation): presentasi kaki (Obstetri


Patologi ; 132)

2. ETIOLOGI

Letak sungsang disebabkan oleh beberapa hal yaitu :


a. Prematuritas karena bentuk rahim relatif kurang lonjong

b. Air ketuban masih banyak dan kepala relatif besar


c. Hidramnion karena banyak anak mudah bergerak

d. Plasenta previa karena menghalangi turunya kepala ke dalam pintu atas


panggul

e. Bentuk rahim yang abnormal

f. Kelainan bentuk kepala seperti anensefalus dan hidrosefalus (Yulianti ,


2011 hlm 241)

3. PATOFISIOLOGI

Letakjanindalam uterus bergantungpada proses


adaptasijaninterhadapruangandalamuterus. Padakehamilansampaikuranglebih 32
minggu, jumlah air ketubanrelatiflebihbanyak,
sehinggamemungkinkanjaninbergerakdenganleluasa.Dengandemikianjanindapatm
enempatkandiridalampresentasikepala, letaksungsangatauletaklintang, Pada
kehamilantriwulanterakhirjanintumbuhdengancepatdanjumlah air ketuban
relative berkurang.Karenabokongdengankeduatungkaiterlipatlebihbesardari pada
kepala, makabokongdipaksauntukmenempatiruang yang lebihluas di fundus uteri,
sedangkankepalaberadaruangan yang lebihkecil di segmenbawah uterus.
Dengandemikiandapatdimengerti bahwa padakehamilanbelumcukupbulan,
frekuensiletaksungsanglebihtinggi,sedangkanpadakehamilancukupbulan,
janinsebagianbesarditemukandalampresentasi kepala. Sayangnya, beberapa fetus
tidaksepertiitu.Sebagiandarimerekaberadadalamposisi
sungsang.(https://paskalindabandur .com)
4. KOMPLIKASI PERSALINAN LETAK SUNGSANG
1) Komplikasi pada ibu
a) Perdarahan
b) Robekan jalan lahir
c) Infeksi
2) Komplikasi pada bayi
a) Asfiksia bayi, dapat disebabkan oleh :
(1) Kemacetan persalinan kepala (aspirasi air ketuban-lendir)
(2) Perdarahan atau edema jaringan otak
(3) Kerusakan medula oblongata
(4) Kerusakan persedian tulang leher
(5) Kematian bayi karena asfiksia berat
b) Trauma persalinan
(1) Dislokasi- fraktur persendian, tulang ekstremitas
(2) Kerusakan alat vital : limpa,hati,paru-paru atau jantung
(3) Dislokasi fraktur persendian tulang leher : fraktur tulang dasar
kepala;fraktur tulang kepala ; kerusakan pada mata, hidung atau
telinga;kerusakan pada jaringan otak.
c) Infeksi dapat terjadi karena :
(1) Persalinan berlangsung lama
(2) Ketuban pecah pada pembukaan kecil
(3) Manipulasi dengan pemeriksaan dalam
( Chapman, 2006)

5. MEKANISME PERSALINAN LETAK SUNGSANG


a. Garis pangkal paha masuk serong kedalam PAP. Pantat depan memutar ke
depan setelah mengalami rintangan dari otot – otot dasar panggul sehingga
terjadi retrofleksi badan untuk menyesuaikan diri dengan lengkungan
panggul
b. Pantat depan tampak lebih dulu terlihat di vulva dengan trokanter depan
sebagai hipomoklion dan laterofleksi dari badan, lahirlah pantat belakang
pada pinggir depan perineum disusul dengan kelahiran pantat depan
c. Setelah bokong lahir terjadi putaran paksi luar agar punggung berputar
sedikit ke depan sehingga bahu dapat masuk pintu panggul (PAP) dalam
ukuran serong dari pintu atas panggul
d. Setelah bahu turu, terjadilah putaran paksi dari bahu sampai ukuran
bisakrominal dalam ukuran muka belakang dari pintu bawah panggul
(PBP), oleh sebab itu punggung berputar lagi kesamping
e. Pada saat bahu akan lahir, kepala dalam keadaan fleksi masuk pintu atas
panggul dalam ukuran melintang PAP. Kepala mengadakan putaran
sehingga terdapat dibawah simpisis dan dagu sebelah belakang
f. Berturut – turut lahirlah dagu,mulut,hidung, dahi dan belakang kepala .
(Yulianti, 2011 hlm 242 )
7. PROSEDUR PERSALINAN BAYI SUNGSANG
a. Tindakan pertolongan partus sungsang
b. Lakukan periksa dalam untuk menilai besarnya pembukaan, selaput
ketuban dan penurunan bokong serta kemungkinan adanya penyulit.
c. Instruksikan pasien agar mengedan dengan benar selama ada his
d. Pimpin berulang kali hingga bokong turun kedasar panggul, lakukan
epoisiotomy saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis.
e. Melahirkan bayi
1) Cara Bracht
a. Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam secara bracht(kedua ibu
jari penolong sejajar dengan panjang paha, jari-jari yang lain
memegang daerah panggul).
b. Jangan melakukan intervensi, ikuti saja keluarnya janin
c. Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada
d. Lakukan hiperlordosis janin pada saat anguluc skapula inferior tampak
dibawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu
punggung janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan )
disesuaikan dengan lahirnya badan bayi.
e. Gerakkan ke atas hingga lahir dagu,mulut,hidung,dahi dan kepala.
f. Letakkan bayi di perut ibu, bungkus bayi dengan handuk, bersihkan
jalan nafas bayi, tali pusat dipotong.
2) Cara Klasik
Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan bracht
bahu dan tangan tidak bisa lahir
a. Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam dan dilahirkan sehingga
bokong dan kaki lahir.
b. Tali pusat dikendorkan
c. Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atas.
d. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu untuk
melahirkan bahu kiri bayi yang berada di belakang
e. Dengan tangan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu untuk
melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang
f.

8. PENATALAKSANAAN
Lakukan versi luar pada kehamilan 34-38 minggu bila syarat versi luar
terpenuhi. Bila pada persalinan masih letak sungsang singkirkan indikasi untuk
seksio sesarea. Lahirkan janin dengan perasat Bracht, bila bahu dan kepala tidak
dapat dilahirkan dengan perasat Bracht lakukan manual aid atau dibantu cunam.(
Sukarni , 2014 hlm 73)
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN
Langkah I : Pengumpulan data dasar
Pada langkah ini, kegiatan yang dilakukan adalah pengkajian dengan
mengumpulkan semua data yang di perlukan untuk mengevaluasi klien secara
lengkap. Data yang di kumpulkan antara lain:
1. Keluhan klien
2. Riwayat kesehatan klien
3. Pemeriksaan fisik secara lengkap sesuai dengan kebutuhan
4. Meninjau data laboratorium. Pada langkah ini, dikumpulkan semua
informasi yang akurat dari semua sumber yang berkaitan dengan
kondisi klien. Pada langkah ini, bidan mengumpulkan data dasar awal
secara lengkap

Langkah II : Interprestasi data dasar


Pada langkah ini, kegiatan yang dilakukan adalah menginterprestasi semua
data dasar yang telah dikumpulkan sehingga di temukan diagnosis atau masalah.
Diagnosis yang dirumuskan adalah diagnosis dalam lingkup praktik kebidanan
yang tergolong pada nomenklaturstandar diagnosis, sedangkan perihal yang
diberikan dengan pengalaman klien ditemukan dari hasil pengkajian.
Langkah III : Identifikasi diagnosis/masalah potensial
Pada langkah ini, kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial
lain berdasarkan rangkaian diagnosis dan masalah yang sudah teridentifikasi.
Berdasarkan temuan tersebut, bidan dapat melakukan antisipasi agar diagnosis/
masalah tersebut tidak terjadi. Selain itu, bidan harus bersiap-siap apabila
diagnosis/masalah tersebut benar – benar terjadi. Contoh diagnosis/masalah :
1. Potensial perdarahan post-partum, apabila diperoleh data
masalah potensial : polihidramnion, hamil besar akibat
menderita diabetes.
2. Kemungkinan Distosia bahu, apabila data yang ditemukan
adalah kehamilan besar
Langkah IV: Identifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
Pada langkah ini, yang dilakukan bidan adalah mengidentifikasi perlunya
tindakan
Segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama
dengan
Anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kondisi klien. Ada kemungkinan, data
yang
Kita peroleh memerlukan tindakan yang harus segera dilakukan oleh bidan,
senentara
Kondisi yang lain masih menunggu beberapa waktu lagi. Contohnya pada kasus
Kegawatdaruratan kebidanan, seperti perdarahan yang memerlukan tindakan KBI
dan
KBE.
Langkah V : Perencanaan asuhan yang menyeluruh
Pada langkah ini, direncanakan asuhan yang menyeluruh yang ditentukan
berdasarkan
Langkah-langkah sebelumnya. Rencana asuhan yang menyeluruh tidak hanya
Meliputi hal yang sudah teridentifikasi dari kondisi klien atau dari setiap masalah
Yang berkaitan , tetapi dilihat juga dari apa yang akan diperkirakan terjadi
selanjutnya
Apakah dibutuhkan konseling dan apakah perlu merujuk klien. Setiap asuhan
yang
Direncanakan harus disetujui oleh kedua belah pihak,yaitu bidan dan pasien
Langkah VI : Pelaksanaan
Pada langkah keenam ini, kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan
rencana
Asuhan yang sudah dibuat pada langkah ke-5 secara aman dan efesien. Jika bidan
Tidak melakukan sendiri, bidan tetap memikul tanggung jawab untuk
mengarahkan
Pelaksaannya. Dalam situasi ini, bidan harus berkolaborasi dengan tim kesehatan
Lain atau dokter. Dengan demikian, bidan harus bertanggung jawab atau
Terlaksananya rencana asuhan yang menyeluruh yang telah dibuat bersama
tersebut.
Langkah VII : Evaluasi
Pada langkah terakhir ini, yang dilakukan oleh bidan adalah :
1. Melakukan evaluasi keefektifan asuhan yang sudah diberikan,yang
mencakup pemenuhan kebutuhan, untuk menilai apakah sudah benar-
benar terlaksana/terpenuhi sesuai dengan kebutuhan yang telah
teridentifikasi dalam masalah dan diagnosis
2. Mengulang kembali dari awal setiap asuhan yang tidak efektif untuk
mengetahui mengapa proses manajemen ini tidak efektif
YAYASAN HARAPAN MAMA
AKADEMI KEBIDANAN " HARAPAN MAMA "
Jl. Medan – Batang Kuis Km. 14,5 No. 10
Telp. (061) 7381813 – 7382285 – 7381810
Sei Rotan – Deli Serdang
PROGRAM STUDY : D III KEBIDANAN

BAB III
TINJAUAN KASUS
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN Ny. W
DENGAN LETAK BOKONG

I. PENGUMULAN DATA
A. Identitas / Biodata
Nama : Ny. O Nama : Tn. Y
Umur : 28 tahun Umur : 26 tahun
Suku / Kebangsaan : Jawa/indonesia Suku / Kebangsaan : Jawa/indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
AlamatRumah : Jl. Belawan scanang Alamat Rumah : Jl. Belawan scanang
Telp. :- Telp. :-

B. Anamnese (Data Subjektif)


Tanggal : 22 November 2017 Pukul : 12.25 WIB
1. Alasan utama masuk kamar bersalin : ibu mengatakan perutnya mules sampai
ke
Pinggang
2. Tanda-tanda bersalin
Kontraksi : ada Sejak tanggal : 19-11-2017 Pukul :20.00WIB
Frekuensi : 2-3 kali/menit
Lamanya : 30 detik
Lokasi ketidaknyaman :perut
Pengeluaran Pervaginam
Darah lendir : Tidak ada
Air ketuban :Tidak ada Jumlah : - Warna : -
Darah :Tidak ada Jumlah : - Warna : -
3. Masalah-masalah khusus : Tidak ada
4. Riwayat kehamilan sekarang
- HPHT : 15 februari 2017
- Haid pada bulan sebelumnya :
- Siklus : 28 hari
- ANC : teratur
- Keluhan lain : Tidak ada
5. Riwayat imunisasi
TT1 : Tidak dilakukan TT2 : Tidak dilakukan
6. Riwayat Kehamilan, persalinan yang lalu :
Komplikasi BBL Nifas
Tgl.
Usia Jenis Penolon
No Lahir/ Keadaa Keadaa Lakt
Kehamilan Persalinan Ibu Bayi g PB/BB
Umur n n asi

39
Hamil
1. minggu SC - - Dokter - - - -
ini
3 hari

7. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir : 12.00 WIB Frekuensi : 125x/i


8. Makan dan minum terakhir pukul : 10.00 WIB
9. Buang air besarterakhirpukul : 08.00 WIB
10. Buang air kecil terakhir :12.20 WIB
11. Tidur :
12. Psikologis :
13. Keluhan :
C. Pemeriksaan fisik
1. Keadaan Umum : baik
Keadaan emosional : stabil
Kesadaran : compos mentis
2. Tanda vital
TD : 120/70 mmHg Pols : 80x/i RR :22x/i
Temp: 36,50C Tinggi badan : 157 cm
3. - Muka : tidak ada oedema pada wajah, tidak ada
cloasma
Gravidarum
4. - Mulut dan gigi : bersih, bibir lembab,gusi tidak bengkak, tidak
ada
Karang gigi, gigi tidak berlubang
- Kelenjar Thyroid : tidak ada pembekakan
- Kelenjar getah bening : tidak ada pembekakan
- Jantung :
- Paru :
- Payudara : simetris, puting susu menonjol,
hiperpigmentasi
Pada areola mamae, ada pengeluaran berupa
Kolostrum
- Punggung dan pinggang :teraba lordosis
- Posisi tulang belakang : lordosis
- Pinggang (rasa nyeri) : ada
- Extremitas atas bawah : oedema : ada
- Abdomen : pembesaran sesuai usia kehamilan, tidak ada
bekas
Luka operasi, tidak ada benjolan, terlihat
gerakan
Janin, linea nigra tampak jelas
- Palpasi uterus :
- TFU : 28 cm
- Kontraksi : Ada
- Fetus : letak : memanjang
Posisi :
Presentasi : bokong
Penurunan :3/5
Pergerakan : ada
TBBJ : 2.635 gram
- Auskultasi : DJJ : ada
Frekuensi : 125x/i
Punctummaksimum : kuadran kanan 3
jari di atas pusat
Aro-genital ( inspeksi ) :
Pemeriksaandalam
Atasindikasi : pukul : Oleh :
Dinding vagina : tidak dilakukan
Portio : tidak dilakukan
Posisiportio : tidak dilakukan
Ketuban : tidak dilakukan
Penurunankepala : 3/5
Imbangfeto pelvis :
Pembukaanserviks :
Presentasi fetus : bokong
Posisi :
Kontraksi : ada
Fetus : Letak : memanjang Presentasi : bokong
Posisi : Penurunan: 3/5
Tafsiran berat janin : 2.635 gram

2. Auskultasi
DJJ : ada
Frekuensi : 125x/i
Punctum maximum : kuadran kanan 3 jari di atas pusat
3. Ano-genital (inspeksi)
Perineum : Luka perut : tidak ada
Vulva vagina : Warna : Luka : tidak ada
Fistula : tidak ada Varices : tidak ada
Pengeluaran : Pervaginam : tidak ada Warna : tidak ada

Kelenjarbartolini : Pembengkakan : tidak ada


Haemoroid : tidak ada
Konsistensi : tidak ada
4. Pemeriksaan dalam
Atas indikasi : pukul : Oleh :
Dinding vagina :
Portio : Pembukaan serviks :
Posisi portio : Konsistensi :
Ketuban : Presentasi fetus :
Penurunan bagian terendah : Posisi :

D. UJI DIAGNOSTIK
Pemeriksaan laboratorium (jika ada indikasi albumin)
Keton :Tidak dilakukan
Haemoglobin : 10,9 gr/dl
Haemotokrit : 30 %
Leukosit : 9,5 10 3/mm
Golongan darah :B
Protein urine : Negatif (-)
KGD adrandom : 66 gr/dl
Rheus : Positif (+)
USG : Dilakukan
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH KEBUTUHAN
A. Diagnosa : Ny. W umur 24 tahun G1A0P0 usia kehamilan 39 minggu 3
hari
Janin tunggal, hidup intra uteri, letak memanjang, punggung
kiri,
Presentasi bokong.
Data dasar : Ds : ibu mengatakan perutnya mules sampai ke pinggang
Do : - HPHT : 15 Februari 2017
- VT : Tidak dilakukan
- TTV : TD :120/70 mmHg
HR : 80x/i
RR : 22x/i
Temp : 36,50C
Kontraksi : ada
DJJ : 125x/i

B. Masalah : ibu mengatakan merasa cemas menghadapi persalinan

C. Kebutuhan : motivasi ibu dan keluarga dalam menghadapi proses


persalinan
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA MASALAH POTENSIAL
Pada ibu : perdarahan
Pada bayi : asfiksia berat
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA
Sectio ceasaria
V. PERENCANAAN
1. Beritahu ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan
2. Lakukan informed consent
3. Persiapan pre operasi
4. Persiapan resusitasi
5. Beri support mental pada ibu

VI. PELAKSANAAN
1. Memberitahu kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan
dalam keadaan baik
TTV : TD : 120/70 mmHg
HR : 80x/i
RR : 22x/i
Temp : 36,50C
DJJ : ada
Frekuensi : 125x/i
2. Suami dan keluarga telah melakukan informed consent yang di setujui
3. Mempersiapkan alat pre operasi:
a. Pemasangan cairan infus RL 500 cc
b. Cukur
c. Pemasangan kateter

4. Persiapan resusitasi :
a. Tempatnya resusitasi hendaknya datar, bersih,kering,hangat dan
terang
b. 3 helai kain, kain pertama untuk mengeringkan, kain kedua untuk
Menyelimuti bayi, dan kain ketiga untuk ganjal bahu bayi
c. Alat penghisap lendir atau de lee
d. Tabung dan sungkup balon
e. Kotak alat resusitasi
f. Sarung tangan
5. Memberi support mental pada ibu dengan melibatkan keluarga dan
suami dengan mengajak berdoa dan menyerahkan diri pada Tuhan

VII. EVALUASI
1. Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan keadaan baik
dan siap menghadapi persalinan ibu tidak cemas lagi.
2. Suami dan keluarga telah menyetujui informed consent
3. Persiapan pre operasi ibu telah disiapkan
4. Persiapan resusitasi telah disiapkan
5. Ibu sudah merasa sedikit tenang dengan dukungan mental yang
diberikan
CATATAN PERKEMBANGAN

Tanggal :22 November 2017 Pukul : 11.00 WIB


S : 1. Ibu mengatakan ia melakukan operasi SC pada tanggal 21 November
2017
2. Ibu mengatakan adanya rasa nyeri pada luka operasinya
3. Ibu mengatakan ia merasa senang dengan kelahiran bayinya

O :1.Keadaanumum : baik

Tandavital : TD : 110/80mmHg

HR : 80x/i

RR : 20x/i

Temp : 37,00C

BB bayi : 2.900 gram

PB bayi : 45 cm

Jenis kelamin : perempuan

A : ibu nifas hari kedua

P : 1. Memberikan terapi obat untuk menghilangkan nyeri ibu berupa


ceterolax 1 ampul /8 jam dan ceftriaxone 1 ampul / 8 jam sebagai
antibiotic
2. Melakukan perawatan luka operasi agar luka tidak menjadi infeksi
3. Memberi penkes tentang
a. ASI Eksklusif
b. Perawatan payudara
c. Perawatan tali pusat
d. Perawatan bayi baru lahir