Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH AKTUARIA / ASURANSI

ASURANSI KEBAKARAN

Dosen Pengampu : Dr. Wardono, M.Si.

Di SusunOleh :

Novi Destiyanto 4112314001

Sandra Dheviani 4112314017

Nova As Samhah 4112314035

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TAHUN 2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-
Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tepat waktu dan tanpa suatu
hambatan apapun. Kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan
berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini hingga dapat kami selesaikan.

Adapun makalah ini berisi tentang …Pengertian Asuransi Kebakaran dan berbagai macam
hal terkait Asuransi Kebakaran. Dimana dalam materi pembahasan tersebut kita dapat
mempelajari dan memahami sebagai bahan pembelajaran.

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini
masih terdapat kekurangan-kekurangan baik dari isi materi, segi bahasa, penyusunan, dan dari
segi lainnya. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari saudara
sekalian, supaya kedepannya menjadi lebih baik lagi.

Semarang, 12 September 2015

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Judul.. ............................................................................................................. i

Kata Pengantar ………………………………………………………………….. ii

Daftar Isi……………………………………………………………………….... iii

BAB I … Pendahuluan…………………………………………………………… 1

Latar Belakang…………………………………………………………... 1

BAB II … Pembahasan.. ............................................................................................... 4

Pengertian Asuransi Kebakaran .................................................................................. 4

Hal-hal mengenai Asuransi Kebakaran.. ....................................................................5

Kerugian yang dapat ditanggung asuransi kebakaran

Resiko yang Dikecualikan

Cara Mengasuransikan Asuransi Kebakaran

Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Kebakaran

Tips Memilih Asuransi. 7

BAB III … Penutup.. ..................................................................................................... ...9

Kesimpulan.. .................................................................................................................. ..9

Saran.. ............................................................................................................................. ..9

Daftar Pustaka.. ............................................................................................................. ...10


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kebakaran merupakan suatu musibah yang tidak diinginkan semua pihak dan
mempunyai akibat negatif bagi pihak-pihak yang terkait. Kerugian material pun pasti menjadi
salah satu akibatnya. Bagi Anda pemilik rumah tempat tinggal, seluruh barang-barang yang
terdapat di dalam rumah dapat habis terbakar, bahkan dari sisi konstruksi akan sangat mungkin
bahwa rumah tempat tinggal tersebut menjadi tidak layak untuk ditinggali. Bagi Anda yang
tergabung dalam suatu bisnis yang melibatkan gudang, pabrik, serta perkantoran juga akan
menghadapi hal yang sama, bahkan nilai kerugian menjadi lebih besar lagi karena umumnya
pada tempat tersebut terdapat barang-barang berharga berupa dokumen yang tidak dapat
tergantikan. Siapa pun Anda pasti akan terkena dampak negatif berupa kerugian finansial.
Menghadapi musibah seperti di atas Anda dapat meminimalkan risiko dengan cara
menerapkan standar dalam setiap kegiatan-kegiatan, agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat
mengakibatkan kebakaran. Tetapi walaupun sudah diatur sebaik mungkin, musibah tersebut
masih mungkin terjadi, dan yang Anda dapat lakukan adalah dengan memindahkan risiko
tersebut pada perusahaan asuransi.

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Asuransi dan Asuransi Kebakaran


Asuransi dalam bahasa Belanda dikenal dengan nama …verzekering… berarti
pertanggungan. Ada dua pihak yang terlibat dalam asuransi yaitu pihak tertanggung dan
ditanggung. Pengertian Asuransi Kebakaran adalah perjanjian yang dilakukan antara penanggung
dan pihak tertanggung yang mengasuransikan benda miliknya, Pihak yang menjadi
tertanggung akan ditanggung segala risikonya terhadap kejadian kebakaran atau kerugian
yang disebabkan karena kebakaran. Sedangkan pihak penanggung adalah perusahaan
asuransi kebakaran yang akan menanggung risiko yang dimiliki pihak pertama sesuai
perjanjian di awal kontrak. apabila terjadi kebakaran terhadap benda yang diasuransikan,
maka pihak penanggung harus membayar biaya santuan kepada pihak tertanggung sesuai dengan
yang diperjanjikan.
Dalam pengertian asuransi kebakaran, adapun benda yang biasa dijadikan barang
yang dapat ditanggung dan merupakan milik penanggung adalah berupa benda tetap
seperti bangunan rumah, bangunan bisnis yang bisa berupa pabrik atau tempat usaha.

Pengecualian
Kerugian yang dapat ditanggung asuransi kebakaran

1. Kerugian Karena Kebakaran (fire)

Kerugian yang ditanggung adalah kerugian atau kerusakan akibat dari kebakaran yang

terjadi karena kurang kehati-hatian, kesalahan pelayan, atau karyawan tertanggung, tetangga,

perampok, atau sejenisnya ataupun karena kebakaran lain sepanjang tidak dikecualikan.

Termasuk didalamnya akibat dari :

a) Menjalarnya api yang timbul sendiri ( self combustion), hubungan arus pendek (short circuit)

atau karena sifat barang itu sendiri ( inherent vice).

b) Kebakaran yang terjadi karena kebakaran benda lain yang berdekatan, yaitu kerusakan atau

berkurangnya harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan karena air dan atau alat-

alat lain ytang dipergunakan untuk menahan atau memadamkan kebakaran.

2. Kerugian Karena Petir (lightning)


Kerugian karena petir yaitu kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh petir.

Termasuk didalamnya kerugian karena kebakaran yang terjadi akibat petir yang menimpa mesin,

peralatan listrik atau elektronik dan instalasi listrik yang diasuransikan.

3. Kerugian Karena Ledakan (explosion)

Ledakakan adalah setiap pelepasan tenaga secara tiba-tiba yang disebabkan oleh

mengembang gas atau uap. Jika ledakan itu terjadi dalam bejana, yang terjadi dari reaksi kimia

maka setiap kerugian pada bejana tersebut dapat diberikan ganti rugi sekalipun dinding bejana

tidak robek terbuka. Sebaliknya,ledakan yang terjadi akaibat rendahnya tekanan dalam bejana

tidak dapat diberikan ganti rugi atau tidak dijamin. Demikian juga kerugian pada mesin

pembakar yang diakibatkan oleh ledakan didalam ruang pembakaran atau bagian tombol saklar

listrik akibat timbulnya tekanan gas, tidak dijamin.

Apabila harta benda terkena ledakan tersebut sudah di asuransikan dalam jenis asuransi

lain yang khusus untuk itu maka kerugian ledakan tersebut bukan menjadi tanggung jawab

penanggung asuransi kebakaran.

4. Kerugian karena kejatuhan Pesawat Terbang (aircralt)

Kerugian karena kejatuahn pesawat terbang adalah kerusakan yang timbul akibat

benturan fisik antara pesawat terbang atau segala sesuatu dari pesawat terbang dengan harta

benda atau kepentingan yang dipertanggungkan atau dengan bangunan yang berisikan harta

benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Dengan demikian harta benda yang dipertanggungkan yang sedang disimpan didalam

gudang ikut rusak akibat rusaknya gudang karena tertimpa pesawat terbang yang jatuh atau

benda dari pesawat terbang tetap mendapatkan ganti rugi.

5. Kerugian Karena Asap (smoke)


Kerugian yang harta benda dan atau kepentingan yang timbul akibat asap yang berasal

dari kebakaran harta benda yang dipertanggungkan. Bagian dari harta benda yang tidak terbakar

tetapi rusak akibat asap kebakaran tersebut tetap mendapat ganti rugi ( termasuk sebagian

kerugian yang dijamin melalui asuransi kebakaran).

Contoh : Benang yang disimpan didalm gudang dan di asuransikan terhadap kebakaran

terbakar sebagian tetapi sebgian lagi tidak terbakar juga tidak dapat digunakan lagi akabat

terkena asap dari kebakaran tersebut. maka kerugian yang menimpa benang yang tidak terbakar

tetap mendapat ganti rugi sesuai dengan polis asuransi .

Penyebab-penyebab kebakaran diatas biasa disebut sebagai FLEXAS, yang merupakan

singkatan dari Fire (api), Lightning (petir), Explosion (ledakan), Aircralt (pesawat terbang), dan

Smoke (asap).

D. Resiko yang Dikecualikan

Ada bebarapa resiko yang dikecualikan atau tidak ditanggung oleh asuransi kebakaran yaitu

segala kerugian dan kerusakan termasuk kerugian atau kerusakan karena kebakaran pada harta

benda dan kepentingan yang dipertanggungkan, yang :

1. Secara langsung disebabkan oleh :

a. Kebakaran atau ledakan dari api yang timbul sendiri (self combustion) atau

hubungan arus pendek (short circuit) atau sifat dari barang itu sendiri (inherent vice).

b. Pencurian dan atau kehilangan pada saat dan setelah terjadinya peristiwa yang di

asuransikan.

2. Secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh atau akibat dari :

a. Kesengajaan tertanggung, kesengajaan pelayan atau karyawan tertanggung atau

perbuatan yang disengaja oleh orang lain atas perintah tertanggung.


b. Kebakaran hutan, semak, alang-alang, dan gambut.

c. Perang, penyerbuan, aksi musuh asing, permusuhan atau kegiatan yang menyerupai

suasana perang.

d. Reaksi nuklir termasuk tetapi tidak terbatas pada radiasi nuklir, ionisasi, fusi,fisi

atau pencemaran radio aktif, tanpa memandang apakah itu terjadi didalam ataupun diluar

bangunan utama dimana disimpan harta benda atau kepentingan yang dipertanggungkan.

e. Kerusuhan, pemogokan, tertabrak kendaraan, tanah longsor, banjir, genangan air,

angin topan, badai, biaya pembersihan, kecuali bila ada penutupan perluasan jaminan khusus

untuk resiko-resiko tersebut.

f. Segala macam bentuk gangguan usaha gempa bumi, tsunami dan letusan gunung

berapi.

Syarat-syarat asuransi kebakaran

Polis asuransi kebakaran selain harus memenuhi syarat-syarat umum Pasal 256 KUHD, juga harus
rnenyebutkan syarat-syarat khusus yang hanya berlaku bagi asuransi kebakaran seperti di dalam Pasal
287 KUHD, Untuk mengetahui semua syarat umum serta syarat khusus yang harus dimuat dalam polis
asuransi kebakaran, berikut ini disajikan si kedua pasal KUHD tersebut:

(1) Hari dan tanggal kapan asuransi kebakaran itu diadakan.

(2) Nama tertanggung yang mengadakan asuransi kebakaran untuk diri sendiri atau untuk kepentingan
pihak ketiga.

(3) Keterangan yang cukup jelas mengenai benda yang diasuransikan terhadap bahaya kebakaran.

(4) Jumlah yang diasuransikan terhadap bahaya kebakaran.

(5) Bahaya-bahaya (evenemen) penyebab kebakaran yang di tanggung oleh penanggung.

(6) Waktu bahaya-bahaya (evenemen) mulai berjalan dan berakhir menjadi tanggungan penanggung.

(7) Premi asuransi kebakaran yang dibayar oleh tertanggung.


(8) Janji-janji khusus yang diadakan antara pihak-pihak dan keadaan yang perlu diketahui oleh dan untuk
kepentingan penanggung.

(9) Letak dan perbatasan benda yang diasuransikan.

(10) Pemakaian untuk apa benda yang diasuransikan.

(11) Sifat dan pemakaian gedung yang berbatasan, sejauh itu berpengaruh terhadap risiko kebakaran
yang menjadi beban penanggung.

(12) Harga benda yang diasuransikan terhadap bahaya kebakaran.

(13) Letak dan perbatasan gedung dan tempat di mana terdapat, tersimpan atau tertimbun benda
bergerak yang diasuransikan.

Dalam perjanjian asuransi sering dimuat janji-janji khusus yang dirumuskan secara tegas dalam polis,
yang lazim disebut Klausula asuransi yang maksudnya untuk mengetahui batas tanggung jawab
penanggung dalam pembayaran ganti kerugian apabila terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian.
Jenis-jenis asuransi tersebut ditentukan oleh sifat objek asuransi itu, bahaya yang mengancam dalam
setiap asuransi.

Ada 2 klausula kewajiban tertanggung yang merupakan prasyarat berlakunya ketentuan dalam asuransi
kebakaran, yaitu :

1. Kewajiban yang berkaitan dengan kepemilikan dan pengelolaan gudang

2. Mengenai penyimpanan barang-barang berbahaya terhadap api

Jika tertanggung melakukan penyimpangan atas ketentuan-ketentuan diatas, maka polis batal tanpa
pengembalian premi.

Endorsement polis adalah sebuah surat atau dokumen yang berisikan atau yang menyatakan adanya
perubahan atau penambahan / perluasan beberapa data pada polis yang telah diterbitkan, perubahan
data tersebut bisa berupa perubahan data ahli waris, perubahan data premi, perubahan tanggal efektif
polis asuransi tersebut atau perubahan-perubahan data lainnya yang berhubungan dengan polis
asuransi yang telah diterbitkan tersebut, dan perubahan data tersebut biasanya hanya akan dikenakan
biaya administrasi saja.

Jadi bila kita ambil kesimpulan dengan sederhana arti Endorsement dalam asuransi adalah sebuah
dokumen yang diterbitkan atau dibuat sebagai surat pengesahan bahwa telah terjadi perubahan data
dalam sebuah polis yang sudah diterbitkan, semoga bermanfaat.
Endorsemen KerusuhanAdalah perluasan resiko yang dapat dijamin, yaitu resiko-resiko akibat

kerusuhan yang selama ini tidak dapat dijamin.Konosemen ini jika dikehendaki ter-tanggung

bisa melekat dan merupa-kan bagian yang tak terpisahkan dari polis.Perluasan/endorsemen ini

meliputi perlindungan kerugian harta ataupun kepentingan karena :a. Kerusuhan (minimal oleh

12 orang jika belum dapat dikategorikan sebagai huru hara)b. Pemogokan (minimal oleh 12

pekerja atau separu pekerja jika jumlah semua pekerja kurang dari 24 orang) c.

Penghalangan bekerja (oleh 12 pekerja atau separuhnya jika jumlah total pekerja kurang dari

24 orang) d. Perbuatan jahat e. Pencegahan f. Penjarahan yang terjadi selama

kerusuhanEndorsemen Huru HaraAdalah perluasan jaminan yang mencakup resiko yang timbul

karena terjadinya huru hara.Perluasan jaminan disini meliputi kerugian karena : 1. Kerusuhan

2. Pemogokan 3. Penghalangan kerja 4. Perbuatan jahat6. Sabotase7. Huru hara8.

Pembangkitan rakyat9. Revolusi10. Makar11. Pencegahan12. Penjarahan

selama kerusuhan atau huru haraEndorsemen kerusuhan maupun huru hara, dapat dibatalkan

oleh pe-nanggung dan harus memberitahukan secara tertulis kepada tertanggung.Selanjutnya

penanggung bebas dari kewajiban berdasar endorsemen ini terhitung 3x24 jam sejak pengiriman

pemberitahuan, dan penanggung wajib mengembalikan premi telah di-terima untuk jangka waktu

yang belum habis secara prorata. 5. Terorisme


Kesimpulan

Asuransi Kebakaran adalah suatu asuransi atau pertanggungan yang memberikan


jaminan atas kerugian dan/atau kerusakan pada harta benda dan atau kepentingan yang
dipertanggungkan yang ditimbulkan atau disebabkan oleh adanya Kebakaran yang dijamin dalam
polis. Hal-hal mengenai asuransi kebakaran yang perlu diperhatikan adalah : polis asuransi
kebakaran,objek asuransi kebakaran,evenemen dan ganti kerugiah asuransi kebakaran,asuransi
rangkap dan perubahan risiko,janji-janj khusus.

Daftar Pustaka

Djojosoedarso, Soeisno.2003. Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko Asuransi. Jakarta : Salemba


Empat.

Fahmi, Irham. 2011. Manajemen Risiko Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Sigma. 2011. Jurus Pintar Asuransi-agar Anda Tenang, Aman, dan Nyaman. Yogyakarta:
GMedia.

http:// http://juprimarsal.blogspot.co.id/2014/05/artikel-asuransi-kebakaran.html

http:// http://hukumasuransi.blogspot.co.id/2009/01/asuransi-kebakaran.html

http://srirahmayanicaricazalacca.blogspot.co.id/2015/01/evenement.html
http:// http://www.asuransi.dkt-news.com/2014/08/asuransi-kebakaran-harta-benda.html

http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-asuransi-kebakaran.html#_

http://makalahdanskripsi.blogspot.co.id/2008/07/makalah-asuransi-kebakaran.html

https://fitriahilda.wordpress.com/pengertian-asuransi/

http://www.cari-asuransi.com/asuransi-kebakaran-rumah/

http://asuransiterbaru.blogspot.co.id/2015/09/tips-memilih-asuransi-kebakaran-
terbaik.html

https://legalbanking.wordpress.com/materi-hukum/dsar-dasar-hukum-asuransi/

http://hukumasuransi.blogspot.co.id/2009/01/asuransi-kebakaran.html?m=1

http://hal-5.blogspot.co.id/2016/10/arti-endorsement-dalam-asuransi.html?m=1

http://adifajarfhunas13.blogspot.co.id/2015/12/hukum-asuransi_74.html?m=1

http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-asuransi-kebakaran.html

http://repository.binus.ac.id/content/J0142/J014224636.ppt
https://www.scribd.com/doc/291540911/MAKALAH-asuransi-kebakaran