Anda di halaman 1dari 3

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, kami:


Pihak Pertama: Ibu Sukartinah
Singosaren Lor WB.I/977 RT.53 RW.12
dan
Pihak Kedua: Ngadimin Yadi Mintardjo
Singosaren Lor WB.I RT.53 RW.12

Menyatakan dan menyetujui mengenai masalah batas tanah sudah mencapai kesepakatan kedua
belah pihak (pihak pertama dan pihak kedua). Pernyataan kesepakatan ini mengenai batas tanah
masing-masing atas nama 2 pihak (Pihak I/II) sesuai dengan surat tanah yang ada pada masing-
masing (Pihak I/II).
Dengan demikian surat pernyataan ini mendasari bahwa pihak pertama akan membuat/ membangun
pagar tembok pada batas tanah yang terletak pada sebelahnya milik pihak kedua, dengan tanpa
menyentuh tanah milik pihak kedua, sehingga pada saat pelaksanaan pembangunan pagar pihak
pertama, pihak kedua berhak untuk membersihkan barang-barang yang terletak pada tanah milik
pihak pertama, demi lancar pembangunan pagarnya.
Selanjutnya berhubung ada sebagian bangunan pihak kedua yang menjorok melewati batas tanah
dan berada di atas tanah pihak pertama, maka pihak pertama bersedia untuk tidak keberatan
bangunan pihak kedua tersebut berada di atas tanah pihak pertama dengan syarat: kedua belah pihak
berupaya memperbaiki dan menjaga tata cara dan etika bertetangga yang baik dan benar (adapun
sebagian contoh-contoh tata cara dan etika bertetangga terlampir pada halaman selanjutnya).
Demikian pernyataan ini kami buat, dengan tanpa paksaan dan sesuai dengan sertifikat tanah
yang ada. Dan dalam proses pembangunan pagar oleh pihak pertama sudah tidak ada lagi yang
namanya intimidasi dan segala sesuatu yang menganggu tahap pembangunan tersebut, jika
dilanggar kesepakatan ini, pihak pertama atau pihak kedua bisa dituntut ke pihak yang berwajib.

Yogyakarta, 12 Februari 2018


Yang menyatakan,
Pihak Pertama Pihak Kedua

( Ibu Sukartinah ) ( Ngadimin Yadi Mintarjo )

Saksi-saksi:
Keamanan RW 12 Ketua RT 53 Ketua RW 12

Suharyono Rusdiyanto Sunarti

Polsek Wirobrajan Kelurahan

( Joko ) ( Joko Saptono )

NB:
Pihak Kesatu dan Pihak Kedua dalam hal ini termasuk anak-anaknya.
1. Kesepakatan batas-batas tanah/bangunan dan meliputi bidang di atasnya
2. Kesepakatan standar bangunan/gudang/pagar yang aman dan tidak membahayakan tetangga
3. Kesepakatan tidak saling memakai/memanfaatkan tanah bangunan/gudang/pagar milik tetangga
4. Kesepakatan tentang cipratan air hujan (aturan pemakaian talang)
Cipratan tidak saling mengucur pada tanah/bangunan/pagar tetangga
5. Aturan kesepakatan tidak saling merusak bangunan milik tetangga baik secara langsung maupun
tidak langsung
6. Aturan kesepakatan tentang hewan peliharaan (tidak saling menimbulkan keributan, kebisingan,
kegaduhan)
7. Kesepakatan pembuangan air limbah pada tanah/area masing-masing
8. Kebersihan dan saling menjaga kebersihan dan tidak saling membikin kotor tanah bangunan

Perincian/ penjelasan/ pengembangan


1. Tidak saling memanfaatkan tanah/ bangunan/ area di atasnya seperti:
 Genting yang berada di atas pekarangan tetangga
 Antena yang menjorok ke pekarangan
 Tanaman yang menjorok/dahan dan ranting
 Dan benda-benda yang lain (kandang burung)
2. Kuat dan kokoh dan tidak membahayakan (apabila ada indikasi membahayakan segera
diinformasikan dan dilakukan perbaikan) (dibuat seaman mungkin dengan komitmen jangka
panjang waktu yang diprioritaskan)
3. Pemanfaatan bangunan tetangga: misal tidak menjemur benda apapun di tempat
tanah/bangunan/pagar tanpa seizin yang bersangkutan
4. Lengkap
5. Bangunan meliputi dinding pagar/gudang tidak menekan, mendorong bangunan tetangga
sehingga menyebabkan kerusakan, misalkan: bangunan gudang tidak permanen dan tidak
konstan sehingga menekan dan mendorong pagar dan lama-lama menimbulkan kerusakan
6. Jelas kebisingan yang ditimbulkan hewan peliharaan
7. Jelas
8. Tidak boleh dengan secara langsung/tidak langsung menimbulkan kotornya bangunan/dinding
rumah/pagar (segera dilakukan pembersihan apabila tidak ada unsur kesengajaan sehingga
diusahakan seperti sedia kala)

Kesepakatan tersebut fleksibel untuk kasus-kasus tertentu atas dasar unsur


kesengajaan/ketidaksengajaan

NB: aturan pengolahan sampah (sampah tidak boleh menimbulkan asap yang ditimbulkan batas
wajar tidak apa-apa tetapi tidak berlebihan)
1. Tata cara batas-batas tanah/bangunan dan meliputi benda yang berada di atas batas tanah
tersebut.
Perincian/penjelasan no.1 meliputi/misal:
 Blandar/ usuk/ reng/ genting/ talang yang menjorok di atas batas tanah tetangga tanpa seijin
yang bersangkutan.
 Antena (parabola) yang menjorok ke batas bawah/ atas tanah milik tetangga.
 Tanaman, dahan, ranting yang menjorok ke batas tanah milik tetangga.
 Atau benda-benda lain yang diletakkan melewati batas tanah/bangunan milik tetangga
(misal kandang burung) tanpa seijin yang bersangkutan.
 Menjemur bantal/guling/keset di atas tanah/bangunan milik tetangga tanpa seijin tetangga.
2. Tata cara pembangunan gedung/ bangunan/ gudang/ pagar yang standar (dalam artian tidak
menimbulkan keresahan dan membahayakan tetangga)
Perincian/penjelasan no.2 meliputi:
 Bangunan/ gudang/ pagar tidak menimbulkan bahaya dan keresahan dan kekhawatiran
tetangga yang terdampak.
 Bangunan tetangga tidak saling menimbulkan kerusakan pada bangunan milik tetangga yang
lain (misal: bangunan yang terus menerus menekan/mendorong bangunan milik tetangga).
Apabila ada indikasi menimbulkan kerusakan segera diinformasikan dan dikoordinasikan
untuk segera ditindaklanjuti/ diperbaiki agar tidak menimbulkan kerusakan yang tambah
parah)
3. Tata cara untuk tidak saling memakai dan atau memanfaatkan tanah/bangunan/pagar milik
tetangga tanpa seizin yang bersangkutan.
Perincian/ penjelasan no.3 meliputi:
 Pemanfaatan tanah, bangunan, pagar milik tetangga, misal: pagar tetangga tidak ditumpangi
benda-benda (blandar/usuk).
 Pagar tidak untuk menjemur pakaian dan sejenisnya tanpa seijin yang bersangkutan.
 Dinding tembok/pagar tetangga tidak dibebani barang-barang yang memberatkan dan
menimbulkan kerusakan.
4. Tata cara dan aturan tentang cipratan air hujan/air talang, cipratan air talang tidak
mengucur/mengenai tanah, bangunan, pagar milik tetangga.
5. Tata cara dan aturan tidak saling merusak (merugikan secara material dan non material)
bangunan/dinding/tembok/pagar tetangga.
Perincian no.5 serupa dengan no. 2
6. Tata cara, aturan, dan etika mengenai hewan peliharaan sehingga tidak menimbulkan kerugian,
ketentraman, kegaduhan (tidak merugikan baik fisik dan atau non fisik tetangga).
Perincian no. 6
Kerugian baik fisik/non fisik yang ditimbulkan dari kotoran/suara bising/gaduh dari hewan
peliharaan misal: angsa, anjing, ayam, kucing dan lain-lain.
7. Tata cara dan aturan pembuangan sampah/kotoran/limbah di tempat tanah masing-masing (tidak
dibuang di tanah/tempat tetangga)
8. Tata cara dan aturan tentang saling menjaga kebersihan (tidak saling mengotori tanah, fisik
bangunan termasuk pagar milik tetangga).
Tidak membuang sampah, kotoran, dan sejenisnya di atas tanah bangunan milik tetangga:
 Membuang sampah di halaman tetangga
 Meludah di pekarangan tetangga
 Membuang sisa makanan/minuman ke pekarangan tetangga
 Mengeluarkan kotoran hidung di pekarangan tetangga
 Kencing di atas tanah/bangunan tetangga
 BAB di atas/bangunan tetangga

NB: Pembakaran sampah dalam ambang batas kewajaran