Anda di halaman 1dari 3

Hypnobirthing; Terapi Agar Lancar Melahirkan

Dikirim oleh Evariny A. untuk HypnoBirthing®


dikunjungi: 10523 kali, 3 hari ini

Terapi hypnobirthing menjadi solusi bagi calon ibu mempersiapkan diri menyambut kehadiran jabang
bayi.

Proses persalinan yang sakit dan menguras tenaga, sering menjadi pemicu stres para calon ibu
dalam menanti masa itu. “Kalau memikirkan perkataan orang rasanya saya takut menghadapi
persalinan ini,― ungkap Mayang, 28, ibu muda yang usia kehamilannya sudah memasuki 28
minggu.
“Soalnya kan yang selama ini aku dengar, semua orang bilang proses melahirkan sakit. Apalagi
kalau anak pertama selain sakit prosesnya berlangsung lama. Bisa diatas 10 jam baru deh bayinya
keluar dari rahim sang ibu. Sungguh menyeramkan,― tambah Mayang.
Â
Mengubah Mind Set
Ketakutan Mayang tersebut kini berubah saat ia dan suami, Fajar, mengetahui adanya program
hypnobirthing di Pro V Clinic (Holistic Health Care) yang berada di kawasan Cempaka Putih, Jakarta
Pusat baru-baru ini.
Setelah 3 kali pertemuan, pasangan ini diajarkan bagaimana memenej kepanikan dengan mengubah
mind set melalui relaksasi dan hypnobirthing.
“Sekarang aku lebih percaya diri menghadapi persalinan yang tinggal menghitung hari. Kalau aku
lebih rileks semua yang diceritain orang mengenai hal yang aneh-aneh insya Allah nggak terjadi
sama aku. Pikiranku juga sengaja nggak aku fokuskan ke rasa sakitnya melahirkan tapi lebih ke
cepat-cepat ketemu bayinya,―
Saat ini selain rajin melakukan relaksasi di rumah, Mayang kian mempertebal ikatan batin dengan
bayinya dengan mengajak ngobrol. Ternyata berkomunikasi dengan bayi selama masih di dalam
kandungan sesuatu yang dianjurkan hypnobirthing.
Mayang pun mengikuti anjuran terapisnya mengajak ngobrol sang bayi, terlebih lagi belakangan
diketahui bayinya terlilit tali pusar sebanyak 2 lilitan. Pada jabang bayinya, Mayang membisikkan
kata-kata sugesti untuk melepaskan diri dari lilitan tersebut.
“Begitu ketahuan kelilit tali pusar aku sering-sering ajak babyku ngomong. Ayo nak, kamu yang
coba lepasin lilitannya, kan ibu nggak bisa bantu dari luar. Aku yakin babyku bisa karena waktu aku
mengalami kontraksi palsu dia juga mendengarkan. Ayo nak, bantuin ibu mengatasi kontraksi palsu
yang sekarang berlangsung. Karena sudah terbiasa diajak ngobrol dari dalam kandungan. Aku yakin
pas nanti dia ada di depan kita, bahasa batinnya bisa disambung lagi,― ujar Mayang lagi.
Sementara Wulan, 30, yang sedang menanti kelahiran anak kedua mengaku ikut hypnobirthing demi
untuk menghindari operasi caesar.
Wanita yang bekerja sebagai staff HRD di sebuah klinik bersalin ini diklaim dokter tidak dapat
melahirkan secara normal karena pada kehamilan kedua ini mengandung anak kembar.
“Hampir 80 persen dokter yang saya tanyakan menyarankan saya menjalani caesar saja demi
keselamatan bayinya. Tapi saya kepengen banget normal. Namanya juga usaha ya. Mumpung masih
ada waktu saya ikut hypnobirthing ini. Saya akan ajak bayi saya untuk sekuat tenaga menjalani
proses persalinan normal. Kata Bu Lanny, salah seorang pasiennya pernah berhasil
melakukannya,― ujar Wulan, penuh harap.
Â
Melenyapkan Ketakutan
Apa itu hypnobirthing? Berasal dari kata Yunani Hynos yang berarti tidur/pikiran tenang. Birthing
adalah proses kehamilan sampai melahirkan. Pertama kali dikembangkan oleh Marie Mongan sejak
tahun 1959. Hypnobirthing adalah upaya alami menanamkan niat kepikiran bawah sadar untuk
menghadapi persalinan dengan tenang dan sadar.
Menurut Lanny Kuswandi, terapis Pro V Clinic (Holistic Health Care) hypnobirthing adalah relaksasi
dengan penambahan sugesti melalui usapan. Tangan menjadi sarana untuk mengusap daerah
bawah payudara hingga perut.
Bahkan cara ini telah dilakukan oleh para ibu hamil ketika bayinya meronta dalam kandungan. Untuk
menenangkan sang bayi, biasanya ibu akan mengusap perutnya diiringi dengan membisikan
kalimat-kalimat lembut.
“Niat positif untuk ibu hamil adalah bayi tumbuh sehat jasmani dan rohani sampai kehamilan 9
bulan menghadapi proses persalinan dengan alami, nyaman dan lancar,― ungkap Lanny.
Selama ini yang terjadi, kebanyakan para ibu termakan pengalaman orang lain saat menghadapi
proses melahirkan. Padahal pengalaman setiap orang senantiasa berbeda. Misalnya saja, jika si A
menceritakan pengalaman bersalinnya berlangsung berurai air mata karena dia harus menahan rasa
sakit yang amat sangat. Maka yang biasa terjadi si B akan berpikiran bahwa nantinya dia akan
mengalami nasib serupa A.
Padahal penilaian ini tidak benar sama sekali. Yang perlu ditanamkan dalam pikiran setiap calon ibu
adalah setiap kehamilan unik dan berbeda dan setiap bayi pun dilahirkan dalam keadaan berbeda.
Lantas bagaimana menularkan pikiran positif itu pada setiap benak calon ibu-ibu? Lanny melalui
teknik relaksasi dan hypnobirthing berusaha melenyapkan segala ketakutan itu.
“Semua orang selalu mengatakan bahwa melahirkan itu sakit sekali. Padahal kalau si ibu biasa
melakukan relaksasi maka ini akan memperkecil timbulnya rasa sakit itu dan proses persalinan
berjalan lancar,― terang Lanny.         Â
Efek yang juga dirasakan, jika selama dalam kandungan bayi menerima ketenangan dan kedamaian
dari kedua orang tuanya maka itulah memorinya. Tapi yang biasa terjadi saat ini, ketika ibu dalam
keadaan hamil seringkali menghadapi stres lantaran beban pekerjaan. Bayi pun turut merasakan
tekanan tersebut.
Bahkan para ibu yang melahirkan bayi dengan menjalani terapi hypnobirthing akan tumbuh menjadi
anak yang lebih sehat, ceria dan kreatif.
“Testimoni dari para ibu mengatakan demikian. Dengan kata lain anak itu tumbuh menjadi anak
yang lebih menyenangkan orang tuanya,― lanjut Lanny.
Â
Lebih Ideal Bersama Pasangan
Hypnobirthing dianjurkan dilakukan berpasangan. Karena pada setiap proses persalinan, tidak saja
ibu yang mengalami kepanikan melainkan kaum bapak pun mempunyai perasaan serupa. Karena
bagi yang akan menjadi calon orang tua, kehadiran seorang bayi di tengah keluarga merupakan
sebuah kehidupan baru.
“Setidaknya setelah mengikuti latihan hypnobirthing ini saya dan istri sudah tidak setegang dulu
lagi. Mungkin karena ini menanti kelahiran anak pertama belakangan kita jadi stres. Tapi sekarang
lebih positif thingking, lebih tenang. Dengan program ini saya lebih berani menguide istri saya di
ruang persalinan nanti,― ujar Dudi, 36, usai menemani istrinya Thalita latihan hypnobirthing.
Sedangkan Yan, yang sedang menanti kelahiran anak ketiganya berharap ketika proses persalinan
nanti istrinya dapat menjalaninya dengan tenang. Makanya meski harus membawa serta salah satu
dari dua orang putranya, Yan antusias mendukung Nina, sang istri yang pada pertemuan ketiga
menjalani latihan hypnobirthing seorang diri.
“Kebetulan setiap proses persalinan saya selalu berada disamping istri. Rencananya pada
persalinan ketiga nanti saya juga akan mendampingi. Karena sudah dua kali ikut menyaksikan
persalinan, saya harapkan setelah ikut hypnobirthing ini istri saya bisa lebih tenang. Soalnya yang
pertama agak banyak ngeluhnya. Kedua, lumayan tenang tapi masih banyak khawatirnya,― timpal
Yan.
Meski hypnobirthing sangat dianjurkan diikuti bersama pasangan. Namun, bagi suami yang tidak
dapat mengikuti, dikatakan Lanny bukanlah sesuatu yang mutlak.
“Sebaiknya memang dilakukan berpasangan. Tapi ini pun tidak mutlak. Kalau nggak ada suami
karena tugas luar kota ibu-ibu nggak usah sedih. Kan bisa keberadaan suami bisa digantikan kakak,
ibu atau teman. Bahkan ada juga kok yang ikut hypnobirthing ini sendiri. Jadi nggak usah dijadikan
beban,― tegas Lanny lagi.
Kapan sebaiknya hypnobirthing ini dilakukan? Kata Lanny sedini mungkin, karena dengan demikian
sang ibu sepanjang kehamilannya senantiasa merasa enjoy, tidak gampang terserang stres.
Dengan rajin relaksasi ibu hamil akan mudah terhindar dari stres. Sebabnya, hypnobirthing fokusnya
lebih kepada mind and soul. Dengan kata lain mind set si ibu dalam menghadapi kehamilan hanya
dilingkupi oleh perasaan senang dan enjoy.
“Hypnobirthing melatih ibu menenangkan pikirannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kalau senam hamil fokusnya ke body and soul. Hypnobirthing justru lebih fokus pada mind and soul-
nya. Tapi sebenarnya antara senam hamil dan hypnobirthing saling menunjang,― kata Lanny.
Pada saat latihan hypnobirthing pasangan suami istri diperkenalkan dengan alat bantu sebuah
pendulum sebagai indikator untuk pancingan. Setelah terampil, tidak perlu pendulum lagi karena
lengan atau bagian tubuh tertentu dapat bergerak sesuai niat.
Jaman dulu, sebelum ada teknologi USG, di daerah-daerah pedalaman pendulum biasa digunakan
untuk mengetahui jenis kelamin bayi.
Â
Empat Langkah Hypnobirthing:
Pertama, kepala dimiringkan di atas bahu kanan kemudian diputar sampai di atas bahu kiri, kembali
ke bahu kanan sampai delapan kali hitungan. Setelah itu jari kanan di atas bahu diputar ke
belakang sebanyak delapan kali. Lalu tangan tetap di atas bahu diputar ke depan sebanyak
delapan kali pula.
Langkah kedua adalah relaksasi otot. Berbaring santai, lengan disamping kanan dan kiri, telapak
kanan menghadap atas. Lalu tegangkan telapak kaki hingga merambat ke betis, paha, pinggul dan
dada. Pundak ditarik ke atas dan kedua telapak tangan dikepal kuat. Dahi dikerutkan, lidah ditarik ke
arah langit-langit.
Langkah ketiga berupa relaksasi pernapasan. Dalam keadaan berbaring, otomatis napas akan
terdorong ke arah perut. Tarik napas panjang melalui hidung sambil hitung sampai 10 kali. Kemudian
hembuskan napas perlahan-lahan lewat mulut, lakukan 10 kali juga.
Langkah keempat adalah relaksasi pikiran. Langkah ini diwakilit indra mata. Setelah mata terpejam
sejenak, buka mata pelan-pelan sambil memandang satu titik tepat di atas mata. Makin lama kelopak
mata makin rileks, berkedip. Pada hitungan kelima mata akan menutup.
Pada saat ketiga unsur jiwa (perasaan, kemauan dan pikiran) dan raga istirahat, masukkan program
positif yang akan terekam dalam alam bawah sadar. Contoh program positif; ‘Saya dan janin di
dalam kandungan akan tumbuh sehat. Dan pada saat persalinan akan menghadapinya dengan
tenang’.
Â
Manfaat Hypnobirthing :

1. Meningkatkan kadar endorphin dalam tubuh untuk mengurangi rasa nyeri pada saat kontraksi
2. Endorphin adalah neuropeptide yang dihasilkan tubuh pada saat relaks/tenang
3. Pada saat stres endorphin terhalang oleh kortisol
4. Endorphin dihasilkan di otak dan susunan syaraf tulang belakang
5. Kondisi tenang dan damai selama hamil akan dirasakan oleh janin di dalam kandungan dan
membentuk SQ (nilai kedamaian diri)
6. Meningkatkan ikatan batin
7. Mengurangi rasa mual, muntah, pusing dll
8. Menciptakan keadaan yang seimbang sehingga pertumbuhan fisik dan jiwa bayi lebih sehat
9. Mencegah post-partum depression
10. Meningkatkan produksi ASI

Beri Nilai