Anda di halaman 1dari 1

PEMBAHASAN

Praktikum yang dilakukan dua percobaan yaitu pembuatan kandang dan pemberian
nutrisi pada mencit (Mus musculus). Pada pembuatan kandang yang dilakukan dengan
menggunakan kaca berbentuk kubus dan kawat penutupnya sebagai wadah atau alat utama
dalam pembuatan kandang, yang harus dilakukan pertama kali adalah bak kandang mencit
dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu menggunakan air kran yang mengalir sampai bersih
untuk menghilangkan kotoran yang ada dalam bak plastik sehingga meminimalisir adanya
bakteri atau mikroba yang dapat tumbuh dan berkembang biak didalam kandang tersebut.
Selain itu, membersihkan kandang juga bertujuan supaya mencit tidak mengalami gangguan
mental atau stres karena tempat tinggalnya tidak nyaman sebelum digunakan untuk objek
penelitian. Hewan percobaan yang dipelihara untuk tujuan penelitian, umumnya berada
dalam suatu lingkungan yang sempit dan terawasi. Walaupun kehidupannya diawasi, namun
diusahakan agar proses fisiologis dan reproduksi termasuk makan, minum, bergerak, dan
istirahat tidak terganggu.
Pembersihan selesai, kemudian serutan kayu (sekam) dimasukkan ke dalam kandang
sebagai alas mencit beraktivitas, selain itu berfungsi penyerap untuk menampung kotoran
termasuk air kencing dan sisa-sisa makanan. Pemakaian sekam mempunyai tiga tujuan yaitu,
untuk menyerap kotoran, melengkapi bahan sarang, dan untuk isolasi panas. Perlakuan
selanjutnya yaitu melakukan penimbangan konsentrat (pakan mencit) sebanyak 16 gram
untuk tiga ekor mencit perhari, 2 gram untuk satu ekor mencit harus diberikan dan diganti
setiap hari (pagi dan sore) supaya pakan mencit yang diberikan selalu dalam keadaan fresh
dan bebas dari kontaminan yang berasal dari kotoran mencit ataupun yang lainnya dan
sorenya pakan mencit ditambah dengan ketimun. Mencit diberikan makanan dengan kualitas
tetap karena perubahan kualitas dapat menyebabkan penurunan berat badan dan tenaga.
Dimasukkan tiga ekor mencit ke masing-masing kandang mencit yang sudah dibuat.
Cara memegang mencit yaitu dengan memegang bagian tengah ekor mencit, lalu leher
dipegang dengan tangan kanan dan jangan terlalu ditekan, jari telujuk dan ibu jari memegang
kuduk dan jari kelingking mengempit ekor. Setelah mencit sudah didalam kandang, kandang
segera ditutup dengan menggunakan kawat yang sudah disediakan dan tidak diperkenankan
menggunakan plastik atau alat lain yang tidak terdapat lubang-lubang kecil supaya ada
ventilasi sehingga udara dapat masuk (tidak lembab) dan keluar dengan bebas pada kandang
mencit tersebut. Pemberian minum pada mencit dilakukan dengan botol yang sudah
disediakan yang diisi dengan air kran. Akan tetapi, lebih utama apabila menggunakan air
masak sebagai minuman mencit supaya air yang diminum mencit tidak mengandung
kontaminan. Air minum yang diperlukan oleh setiap ekor mencit untuk sehari berkisar antara
4-8ml. Seekor mencit mudah sekali kehilangan air sebab evaporasi tubuhnya tinggi.
Konsumsi air minum yang cukup akan digunakan untuk menjadi stabilitas suhu tubuh dan
untuk melumasi pakan yang dicerna. Air minum juga dibutuhkan untuk menekan stress pada
mencit yang dapat memicu kanibalisme (Malole & Pramono, 1989).

Dapus
Malole, M., & Pramono, C. S. (1989). Penggunaan Hewan Percobaan di Laboratorium.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Bogor: IPB.