Anda di halaman 1dari 8

 

Pengantar Antisekolah 

Pertanyaan Serba-Serbi 
Tentang Antisekolah 
 

Disusun oleh Jumaidil Awal 


Okayama-shi, Okayama-ken, Jepang 

v0.1 

15 Februari 2018   

 
 
 

Seputar Ajaran 

Apa Itu Antisekolah? 


Antisekolah adalah model pendidikan yang mengupayakan tercapainya tujuan-tujuan 
pendidikan tanpa melalui sekolah. Antisekolah memfasilitasi anak-anak untuk berkembang 
menjadi pribadi yang merdeka, mandiri, bertanggung jawab, dan mawas diri lewat 
serangkaian pembebasan secara bertahap sesuai pertumbuhan usia mereka. 

Apakah Antisekolah Bertujuan Menghapuskan Sekolah? 


Tidak, sama sekali tidak. Sebagaimana antimateri tidak pernah dimaksudkan untuk 
memusnahkan materi, antisekolah pun tidak dimaksudkan untuk memusnahkan sekolah. 
Jika antimateri adalah penyeimbang materi, maka antisekolah adalah penyeimbang 
sekolah. Antisekolah mengakomodir keluarga yang merasa tidak cocok dengan pola 
didikan dan asuhan di sekolah konvensional. Niatan ini berangkat dari kepercayaan bahwa 
hanya Tuhan-lah yang tidak boleh ada antinya di dunia ini.  

Di Mana Anak Antisekolah Belajar? 


Yang pasti bukan di sekolah. Anak-anak yang dididik lewat antisekolah akan belajar di 
tempat-tempat yang relevan. Belajar tentang teori-teori baku ilmu sains dan sosial? Mereka 
bisa ke perpustakaan. Belajar tentang moda transportasi? Mereka bisa ke terminal, stasiun, 
bandara, atau pesan ojek daring. Belajar tentang ekonomi mikro? Mereka bisa ke pasar, 
mal, dan bazar. Belajar tentang pengelolaan uang? Mereka bisa ke bank, baitul mal, dan 
pegadaian. Belajar tentang kimia terapan? Mereka bisa ke dapur. Belajar bahasa asing? 
Mereka bisa ke tempat kursus. Belajar tentang cinta? Mereka bisa dapat dari orang tua. 

Kurikulum Apa yang Digunakan? 


Dalam antisekolah, sebenarnya tidak ada batasan kurikulum tertentu yang harus 
digunakan. Anak-anak diberi kebebasan belajar, dengan ataupun tanpa panduan 
kurikulum. Orang tua pun bebas mengarahkan aktivitas belajar anak. Menggunakan 

 

 
 
panduan silabus lembaga pendidikan internasional, semisal IB dan CIE, silakan. 
Menggunakan silabus h
​ omeschooling​ lembaga tertentu juga silakan. Selama tidak sampai 
pada level “memindahkan tirani dari sekolah ke dalam rumah”, silakan. Yang penting anak 
belajar sesuai minat dan bakatnya. Namun, dalam praktik di lapangan, sering kali orang tua 
harus menyesuaikan diri dengan perundang-undangan yang berlaku. 

Nah, Itu Dia. Bagaimana Legalitas Antisekolah di 


Indonesia? 
Di Indonesia, antisekolah tidak bisa dilaksanakan secara totalitas tanpa kurikulum sama 
sekali. Antisekolah harus difasilitasi lewat layanan pendidikan berbentuk sekolahrumah 
tunggal. Legalitas sekolahrumah tunggal ini dilindungi secara berlapis oleh beberapa 
produk hukum sekaligus sebagai berikut. 

Undang-Undang 

UU No. 20 Tahun 2003​ tentang Sistem Pendidikan Nasional 

Pasal 7 
Ayat (1): Adalah hak orang tua untuk memilihkan satuan pendidikan anaknya. 
Ayat (2): Adalah kewajiban orang tua memberikan pendidikan dasar. 

Pasal 13 
Ayat (1): Pengakuan atas jalur pendidikan informal. 

Pasal 27 
Ayat (1): Pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dalam bentuk belajar mandiri. 
Ayat (2): Hasil pendidikan informal dapat diakui melalui ujian kesetaraan. 
Ayat (3): Ketentuan ujian kesetaraan diatur dalam undang-undang. 

Peraturan Pemerintah 

PP No. 17 Tahun 2010 t​ entang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan 

Pasal 86 
Ayat (1): Pengakuan atas hasil belajar mandiri dapat diakui setara dengan ijazah 
SMA/sederajat. 

 

 
 

Pasal 116 
Pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dalam bentuk belajar mandiri. 

Pasal 117 
Ayat (1): Ujian kesetaraan dilaksanakan oleh lembaga yang ditunjuk Pemerintah. 

Pasal 161 
Ayat (4): Penyelenggaraan pendidikan (termasuk ujiannya) oleh lembaga asing pada jenjang 
dikdasmen dapat diakui setara bila bekerja sama dengan sekolah berakreditasi A. 

Peraturan Menteri 

Permendikbud No. 129 Tahun 2014 ​tentang Penyelenggaraan Sekolahrumah 

Pasal 1 
Sekolahrumah Tunggal adalah layanan pendidikan berbasis keluarga yang dilaksanakan 
oleh orang tua dalam satu keluarga untuk peserta didik dan tidak bergabung dengan 
keluarga lain yang menerapkan sekolahrumah tunggal lainnya. 

Pasal 3 
Sekolahrumah dilakukan oleh keluarga dan lingkungan dengan pembelajaran mandiri. 

Pasal 6 
Ayat (1): Penyelenggara sekolahrumah tunggal wajib mendaftar ke disdik kabupaten/kota. 
Ayat (2): Kelengkapan daftar diri sekolahrumah tunggal antara lain: a) identitas orang tua 
dan anak, b) surat pernyataan bertanggung jawab dari orang tua, dan c) dokumen program 
sekolahrumah; untuk anak usia 13 tahun ke atas, juga harus disertakan surat pernyataan 
kesediaan si anak. 

Pasal 7 
Ayat (1): Kurikulum sekolahrumah harus mengacu pada kurikulum nasional. 
Ayat (2): Sekolahrumah wajib mengajarkan pendidikan agama, PPKn, dan bahasa 
Indonesia. 
 

   

 

 
 

Seputar Pelajar 

Apakah Ada Ujiannya? 


Ya, anak antisekolah tetap akan ikut ujian. Mau naik motor atau mobil, ada ujian SIM. Mau 
kerja atau cari beasiswa, ada ujian tulis dan wawancara. Mau kuliah, ada ujian masuk 
universitas seperti SBMPTN, SIMAK-UI, dan sejenisnya. Mau dapat ijazah lokal, ada ujian 
persamaan. Mau dapat ijazah internasional, ada ujian IGCSE, A-Level, dan sejenisnya. Mau 
dapat sertifikasi bahasa Inggris, ada ujian TOEFL, IELTS, dan sejenisnya. Ada berbagai 
macam ujian yang akan mereka ikuti ​tergantung​ pilihan kualifikasi yang i​ ngin​ mereka raih. 

Apakah Anak Hasil Antisekolah Bisa Kuliah?  


Dengan semakin beragamnya alternatif pendidikan tinggi hari ini, maka jawaban 
umumnya: ya, bisa kuliah. Namun, ini tentu tidak berlaku universal. Perlu dipertimbangkan 
lagi soal sertifikasi dan dokumentasi yang dibutuhkan oleh kampus tujuan anak nantinya. 
Mengapa? Agar anak dapat diarahkan mengambil ujian-ujian yang relevan semasa mereka 
berada dalam fase antisekolah. 

Apakah Anak Hasil Antisekolah Bisa Kerja dan/atau 


Membangun Bisnis?  
Sepertinya tidak akan ada yang bertanya seperti ini tapi apa salahnya saya pertegas. 
Bisa-tidaknya anak antisekolah ini bekerja atau berbisnis di masa depan nanti tentu sangat 
bergantung pada bagaimana mereka menentukan pilihan di sepanjang perjalanan 
antisekolah mereka. Tentunya bergantung pula pada bagaimana orang tua mengelola 
pendidikan antisekolah untuk anak-anak mereka. 

   

 

 
 

Seputar Pelajaran 

Mata Pelajaran Apa Saja yang Diajarkan di Antisekolah? 


Antisekolah mengajarkan mata pelajaran yang relevan bagi pemenuhan minat dan bakat 
anak serta pencapaian cita-citanya. Sebagai contoh, seorang anak antisekolah bercita-cita 
untuk menjadi juragan restoran seafood. Maka, di antisekolah, ia harus belajar aritmetika 
sosial (agar mengerti hitungan uang), pengukuran (agar mengerti timbangan bahan 
makanan), bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (dengan perhatian khusus pada bahasa 
dunia kuliner), gastronomi, pemasaran, keuangan, dan mata pelajaran lainnya yang dirasa 
relevan dalam mengasah kompetensi si anak dalam mencapai cita-cita tersebut. 

Apakah Ada Mata Pelajaran Tertentu yang Diwajibkan 


untuk Antisekolah? 
Pada dasarnya, tidak ada. Hanya mengandalkan belajar dari pengalaman hidup pun tidak 
masalah, selama anak memang tidak diarahkan untuk nantinya menekuni profesi yang 
butuh latar belakang pendidikan spesifik. Akan tetapi, ada aturan perundang-undangan 
yang harus dipatuhi. Di Indonesia, misalnya, anak antisekolah tetap harus menerima mata 
pelajaran agama, kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia. Jadi, bisa dibilang bahwa tiga 
ini adalah mata pelajaran wajib secara legal-formal. Adapun secara rasional, anak 
antisekolah tentu perlu literasi dasar sebagai modal menghadapi masa depan nanti. Maka, 
matematika, bahasa Inggris, dan ilmu komputer dasar pun menjadi wajib pula. Beda orang 
tua akan memiliki pertimbangan yang berbeda pula dan pada akhirnya menghasilkan 
daftar mata pelajaran wajib yang berbeda pula. Silakan ditentukan sendiri. Sisanya, 
biarkanlah elektif, anak sendiri yang akan memilih mereka mau belajar apa.   

 

 
 

Seputar Pengajar 

Apakah Semua Mata Pelajaran Harus Ditangani Sendiri 


oleh Orang Tua? 
Tidak, orang tua berhak melibatkan pengajar yang lebih kompeten jika dirasa perlu. 

Apakah Ada Lembaga Penyedia Pengajar Antisekolah? 


Sejauh ini belum ada dan sepertinya tidak akan ada karena kebutuhan pengajar lepas yang 
bisa diundang ke rumah untuk saat ini sudah terpenuhi oleh banyaknya tutor les privat dari 
rumah ke rumah yang menawarkan jasa mereka. 

Apakah Ada Lembaga Sertifikasi Pengajar Antisekolah? 


Sejauh ini tidak ada. Perlukah? Semoga tidak. 

   

 

 
 

Bahan Bacaan 

Al-Khalediy, Khaled. 2010. E


​ ducation and Methods of Teaching in Islam in the Era of 
Az-Zarnooji​. Baqa el Gharbiyye: Al Qasemi Arabic Language Academy. Available ​here​. 

Gatto, John T. 2009. W


​ eapons of Mass Instruction: A Schoolteacher’s Journey through the Dark 
World of Compulsory Schooling.​ Gabriola Island: New Society Publishers. 

Todd, Joseph. 2012. From Deschooling to Unschooling: Rethinking Anarchopedagogy after 


Ivan Illich ​in​ Haworth, Robert H. (Ed.). 2012. A
​ narchist Pedagogies: Collective Actions, Theories, 
and Critical Reflections on Education​. pp 69-84. Oakland: PM Press. 

Az-Zarnuji, Syaikh. 2009. T​ a’lim Muta’allim​. Terjemah Indonesia oleh Abdul Kadir Aljufri. 
Surabaya: Mutiara Ilmu. 

Teks buku-buku John Holt dari ​Archive.org​. Bisa dibeli di ​Amazon​.