Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

BAHAN MAKANAN POKOK

D
I
S
U
S
U
N
OLEH:

NURUL HAYATUN

KELAS : XI IA 2

MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)


1 ACEH TIMUR
TAHUN 2018

0
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Makanan pokok adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Makanan pokok
biasanya tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh
karenanya biasanya makanan pokok dilengkapi dengan lauk pauk untuk
mencukupkan kebutuhan nutrisi seseorang dan mencegah kekurangan gizi. Makanan
pokok berbeda-beda sesuai dengan keadaan tempat dan budaya, tetapi biasanya
berasal dari tanaman, baik dari serealia seperti beras, gandum, jagung, maupun umbi-
umbian seperti kentang, ubi jalar, talas dan singkong. Roti, mi (atau pasta), nasi,
bubur, dan sagu dibuat dari sumber-sumber tersebut.
Di tempat berbeda bisa jadi makanan pokoknya berbeda pula. Di beberapa
daerah kering di Jawa dan Nusa Tenggara, ada yang menjadikan jagung sebagai
makanan pokok. Ada pula yang menjadikan olahan singkong sebagai makanan
pokok. Di Indonesia Timur lainnya, ada pula yang makanan pokoknya papeda -
semacam bubur- yang merupakan olahan tepung sagu. Ada pula yang makan ubi
sebagai makanan pokoknya.
Di belahan dunia yang lain, banyak yang menggunakan olahan gandum
misalnya roti atau mie sebagai makanan pokok. Di beberapa wilayah di Afrika,
makanan pokoknya adalah fufu dan akpu, yang merupakan olahan dari singkong. Ada
pula yang memakan semovita dari tepung beras.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah sebagai berikut:


1. Apa saja bahan makanan pokok di Indoneisa ?
2. Bagaimana komposisi bahan makanan pokok?

1
1.3 Tujuan Penulisan
Setelah menyelesaikan makalah ini mahasiswa diharapkan mampu:
1. Memahami pengertian makanan pokok
2. Mampu memahami apa saja yang termasuk bahan makanan pokok

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Makanan Pokok

Makanan pokok adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Makanan pokok
biasanya tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh
karenanya biasanya makanan pokok dilengkapi dengan lauk pauk untuk
mencukupkan kebutuhan nutrisi seseorang dan mencegah kekurangan gizi.

Makanan pokok berbeda-beda sesuai dengan keadaan tempat dan budaya,


tetapi biasanya berasal dari tanaman, baik dari serealia seperti beras, gandum, jagung,
maupun umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, talas dan singkong. Roti, mi (atau
pasta), nasi, bubur, dan sagu dibuat dari sumber-sumber tersebut.

B. Macam-Macam Makanan Pokok Di Indonesia

Makanan pokok adalah makanan yang menjadi gizi dasar. Makanan pokok
biasanya tidak menyediakan keseluruhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, oleh
karenanya biasanya makanan pokok dilengkapi dengan lauk pauk untuk
mencukupkan kebutuhan nutrisi seseorang dan mencegah kekurangan gizi.

Makanan pokok berbeda-beda sesuai dengan keadaan tempat dan budaya, tetapi
biasanya berasal dari tanaman, baik dari serealia seperti beras, gandum, jagung,
maupun umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, talas dan singkong. Roti, mi (atau
asta), nasi, bubur, dan sagu dibuat dari sumber-sumber tersebut.

1. Beras

Sebagai bahan pangan pokok bagi sekitar 90 persen penduduk Indonesia,


beras menyumbang antara 40-80 persen protein. Bagaimana dengan zat gizi lain
Gabah tersusun dari 15-30 persen kulit luar (sekam), 4-5 persen kulit ari, 12-14
persen bekatul, 65-67 persen endosperm dan 2-3 persen lembaga. Lapisan bekatul

3
paling banyak mengandung vitamin B1. Selain itu, katul juga mengandung protein,
lemak, vitamin B2 dan niasin.

Dalam pengertian sehari-hari yang dimaksud beras adalah gabah yang bagian
kulitnya sudah dibuang dengan cara digiling dan disosoh menggunakan alat pengupas
dan penggiling (huller) serta penyosoh (polisher). Gabah yang hanya terkupas bagian
kulit luarnya (sekam), disebut beras pecah kulit (brown rice).

Tujuan penggilingan dan penyosohan beras adalah untuk:

1) Memisahkan sekam, kulit ari, bekatul dan lembaga dari endosperm beras
2) Meningkatkan derajat putih dan kilap beras
3) Menghilangkan kotoran dan benda asing, serta
4) Sedapat mungkin meminimalkan terjadinya beras patah pada produk akhir.
Tinggi-rendahnya tingkat penyosohan menentukan tingkat kehilangan zat-zat
gizi.

Proses penggilingan dan penyosohan yang baik akan menghasilkan butiran


beras utuh (beras kepala) yang maksimal dan beras patah yang minimal. Beras
umumnya tumbuh sebagai tanaman tahunan. Tanaman padi dapat tumbuh hingga
setinggi 1 - 1,8 m. Daunnya panjang dan ramping dengan panjang 50 – 100 cm dan

4
lebar 2 - 2,5 cm. Beras yang dapat dimakan berukuran panjang 5 – 12 mm dan tebal 2
– 3 mm. Beras dari padi ketan disebut ketan.

Komposisi Gizi
Komposisi kimia beras berbeda-beda tergantung pada varietas dan cara
pengolahannya. Selain sebagai sumber energi dan protein, beras juga mengandung
berbagai unsur mineral dan vitamin. Sebagian besar karbohidrat beras adalah pati
(85-90 persen), sebagian kecil pentosan, selulosa, hemiselulosa dan gula. Dengan
demikian sifat fisikokimia beras terutama ditentukan oleh sifat fisikokimia patinya.

2. Jagung
Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil
karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk
Amerika tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi
sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Pada masa kini, jagung
juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah
sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk
turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai produk industri.

Dari sisi botani dan agromi, jagung merupakan tanaman model yang menarik.
Sejak awal abad ke-20, tanaman ini menjadi objek penelitian genetika yang intensif.
Secara fisiologi, tanaman ini tergolong tanaman C4 sehingga sangat efisien
memanfaatkan sinar mata hari. Dalam kajian agronomi, tanggapan jagung yang

5
dramatis dan khas terhadap kekurangan atau keracunan unsur-unsur hara penting
menjadikan jagung sebagai tanaman percobaan fisiologi pemupukan yang disuka
Sebagai makanan pokok, nilai tidak kalah dengan beras. Buktinya kini
masyarakat modern banyak yang mengkonsumsi corn flake sebagai menu
sarapannya, selain praktis dan cepat saji, zat gizinya pun juga terpenuhi.
Jagung merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam keluarga besar
rumput-rumputan (Gramineae) dan memiliki kerabat dan wrna yang beragam.
Varietas jagung yang terkenal di Indonesia adalah Jagung biji putih (jagung lokal
yang berasa manis dan jagung biji kuning. Jagung biji kuning terdapat dua jenis yaitu
jagung metro dan jagung hibrida (jagung tongkol dua).

Manfaat jagung
Jagung mudah sekali diolah menjadi pelbagai produk makanan yang bercita
rasa enak dan variatif, selama kita bisa mengkombinasi dan mengkreasikannya.
Contoh produk olahan jagung antara lain susu jagung, tepung jagung, pop corn,
tortilla, emping jagung dan lain sebagainya.

3.Gandum

Gandum (Triticum spp.) adalah sekelompok tanaman serealia dari suku padi-
padian yang kaya akan karbohidrat. Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi
tepung terigu, pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol. Pada
umumnya, biji gandum (kernel) berbentuk opal dengan panjang 6–8 mm dan

6
diameter 2–3 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras.
Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan
bagian lembaga (germ)
Sejarah dari tanaman gandum dimulai dari masyarakat prasejarah yang sudah
mengenal sifat-sifat gandum dan tanaman biji-bijian lainnya sebagai sumber makanan
dan sumber pangan bagi mereka. Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan
gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah
sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya
gandum telah ada sejak 2700 SM. (Hariadi Ihsan, 2000).
Secara morfologi, biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit
(bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Bagian kulit dari biji gandum
sebenarnya tidak mudah dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum
tetapi bagian kulit ini biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan. Pada
umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 6-8 mm dan diameter 2-3 mm.
Seperti jenis sereal lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. (Ilmi Irfan, 2010).
Lingkungan atau syarat tumbuh tanaman gandum antara lain ketinggian
tempat penanaman sekitar 400-800 meter dari permukaan laut. Tanaman gandum
dapat tumbuh baik dan berproduksi tinggi pada kisaran suhu 10-25 derajat Celcius,
fotoperiodisme yang panjang, bercurah hujan 350-1.250 mm dengan kondisi kering
pada masa pemasakan biji, sedang saat pembentukan bunga yang fertil dibutuhkan
suhu rendah. Gandum umumnya ditanam pada curah hujan makin menipis selama
sekitar sebulan. Selama sebulan, benih itu memperoleh perlakuan khusus dengan
siraman air (gembor) sehari semalam penuh, dibiarkan dua hari, dan di hari keempat
disiram lagi sehari semalam. Bulan berikutnya mulai perawatan dengan pupuk
kimiawi, menyusul pupuk kandang yang sudah ditaburkan pada bedeng sampai umur
dua bulan. Udara yang kering bersuhu rendah akan membuat biji gandum masak
secara sempurna. Gandum potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan,
khususnya pada daerah-daerah pinggiran yang kering.

7
4. Kentang
Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang
memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang
sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada
awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.

Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan


mengembangbiakkan tanaman ini pada abad XVI. Dengan cepat menu baru ini
tersebar di seluruh bagian Eropa. Dalam sejarah migrasi orang Eropa ke Amerika,
tanaman ini pernah menjadi pemicu utama perpindahan bangsa Irlandia ke Amerika
pada abad ke-19, di kala terjadi wabah penyakit umbi di daratan Irlandia yang
diakibatkan oleh jenis jamur yang disebut ergot.

5. Sagu (umbi batang)


Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang
rumbia atau "pohon sagu" (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki
karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung
sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka sehingga
namanya sering kali dipertukarkan, meskipun kedua tepung ini berbeda.
Sagu merupakan makanan pokok bagi masyarakat di Maluku dan Papua yang tinggal
di pesisir. Sagu dimakan dalam bentuk papeda, semacam bubur, atau dalam olahan
lain. Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas
dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi mi.

8
Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena diproduksi di
daerah rawa-rawa (habitat alami rumbia). Kondisi ini memiliki keuntungan ekologis
tersendiri, walaupun secara ekonomis kurang menguntungkan (menyulitkan
distribusi).

6. Umbi Umbian
Umbi adalah organ tumbuhan yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk
("pembengkakan") sebagai akibat perubahan fungsinya. Perubahan ini berakibat pula
pada perubahan anatominya. Organ yang membentuk umbi terutama batang, akar,
atau modifikasinya. Hanya sedikit kelompok tumbuhan yang membentuk umbi
dengan melibatkan daunnya. Umbi biasanya terbentuk tepat di bawah permukaan
tanah, meskipun dapat pula terbentuk jauh di dalam maupun di atas permukaan.

Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang
penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat

9
sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan
daunnya.
Namun, seringkali ubi jalar sering dianggap sebagai makanan kampungan dan
tidak bergengsi. Padahal manfaat yang dikandung ubi jalar untuk kesehatan sangat
besar. Nilai gizinya bahkan lebih tinggi dibanding kentang, dan memiliki indeks
glikemik rendah. Serat dan kandungan vitamin A pada ubi jalar pun tinggi, termasuk
juga zat besi, folat, tembaga, dan mangan.

10
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Bahwa di dalam kita membaca buku juga harus mengerti dan memahami
tentang sumber-sumber makanan pokok yang ada di alam atau khususnya yang ada di
sekitar kita. Macam-macam makanan pokok yang ada di Indonesia, yaitu; Beras,
Jagung, Ketela pohon, Ubi jalar, Talas, Sagu, Gembili, Jawawut, dan lain-lain. Beras
merupakan sumber protein, karena di dalam beras terkandung berbagai zat yang bisa
menghasilkan energi bagi tubuh manusia untuk beraktivitas.
Adapun sumber-sumber pengganti beras, yaitu; Pisang, Sukun, Ubi Alabio,
Ubi Jalar, Jagung, Ketela Pohon, dan lain-lain. Untuk saat ini ketersediaan beras di
Indonesia hamper mencukupi, walaupun Indonesia masih mengimport beras dari luar.
Rakyat Indonesia sebagian besar makanan pokoknya beras, yaitu hampir 90%.
Semakin merosotnya lahan-lahan produktif untuk pertanian, karena kurangnya
perhatian pemerintah terhadap petani, komponen-komponen produksi beras harganya
terus naik, kurangnya subsidi pemerintah terhadap petani, ini menjadi pemicu alih
fungsi lahan pertanian. Sedangkan kebutuhan beras setiap tahun terus meningkat
sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka munculah keinginan untuk
mencari sumber-sumber pangan pengganti beras yang harganya lebih terjangkau dari
pada harga beras yang terus meroket. Kurangnya teknologi dalam bidang pertanian
yang menyebabkan produksi beras merosot, yang mengakibatkan Negara Indonesia
harus mengimport beras meskipun hanya 0,36% dari total kebutuhan beras nasional.

11