Anda di halaman 1dari 6

IDEOLOGI PANCASILA DALAM PERSPEKTIF GLOBAL

Dosen Pengampu :
Bapak Suparman Adi Winoto

Disusun Oleh:

Kelompok 6

1. Destha Ramadanty Prasutri/160341606015


2. Khoirotul Ainiyah/160341606076
3. Livia Apriliani/160341606038

PRODI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

SEMESTER GASAL 2016/2017


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang
memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan lahir
batin yang makin baik, di dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.Pancasila yang telah
diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar
1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuan dan
kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari
kehidupan bangsa Indonesia.Pancasila disepakati sebagai sumber dari segala sumber hukum. Namun tak
sebatas itu, termasuk juga sebagai nilai budaya yang menjiwai setiap gerak langkah rakyatnya. Hal ini
diartikan bahwa kualitas akan produk hukum dan budaya ditentukan oleh seberapa jauh bangsa Indonesia
mampu memaknai atau memahami sumber dasarnya sendiri. Akan tetapi yang menjadi permasalahan saat
ini adalah semakin lama pemahaman terhadap nilai-nilai pancasila justru semakin memudar. Pengaruh
masuknya budaya asing ditengah kehidupan masyarakat yang selalu diikuti adanya penyaringan kaidah
merupakan penyebab semakin terkikisnya rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Adapun pendapat yang
menyatakan “untuk meningkatkan loyalitas masyarakat terhadap nilai-nilai pancasila pertama kali perlu
dibangun adanya rasa memiliki terhadap nilai-nilai pancasila” (sumaryati, 2005:115). Namun disisi lain,
pancasila juga dipandang sebagai ideologi yang sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa pancasila
adalah ideologi yang universal dan mampu dijadikan sebagai penopang hidup suatu bangsa. Namun sekali
lagi, adanya globalisasi membuat ideologi pancasila mulai memudar dan nilai-nilainya pun tergerus arus
globalisasi.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa hubungan Ideologi Pancasila dalam perspektif global?
2. Bagaimana peran ideologi pancasila dalam perspektif global?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui hubungan Ideologi Pancasila dalam perspektif global.
2. Untuk mengetahui peran ideologi pancasila dalam perspektif global?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Hubungan Ideologi Pancasila dalam Perspektif Global
Pancasila menempati dua kedudukan utama, yakni sebagai dasar Negara dan pandangan hidup
bangsa. Sebagai dasar Negara, Pancasila dijadikan sebagai dasar atau landasan dalam mendirikan
bangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perwujudan Pancasila sebagai dasar Negara,
ditampakkan dalam hukum nasional, dimana Pancasila harus menjadi sumber dari segala sumber hukum
yang ada di Indonesia. Sedangkan sebagai pandangan hidup bangsa (way of life.Sebagai kepribadian
bangsa, Pancasila harus menggambarkan identitas bagi kepribadian bangsa Indonesia. Konsep
kepribadian bangsa harus diberi maksa sebagai sebuah ‘komitmen bersama’ anggota masyarakat dalam
bentuk bangsa, yang diangkat dari realitas empiric (pengalaman nyata) dan akar kultural (budaya)
masyarakat yang tergambarkan pada pola-pola hidup, nilai-nilai dan moral kehidupan yang dipandang
bailk dan dapat digunakan sebagai perwujudan ‘jati diri bangsa’. Dengan demikian, kepribadian bangsa
adalah sebuah ‘label psikologis’ suatu bangsa yang tercermin dalam bentuk aktivitas dan pola tingkah
lakunya yang dapat dikenali oleh seluruh bangsa-bangsa lain. Sekalipun demikian, kenyataan di lapangan
kita masih berhadapan dengan persoalan dilematis berkaitan dengan pengalaman dan pelakonan
Pancasila. Pada umumnya bangsa Indonesia masih terbatas pada persoalan ‘tahu Pancasila’ dan belum
‘mengalami Pancasila’. Pengamalan Pancasila juga masih terbatas pada ‘wacana’ dan ‘ retorika’ daripada
menjadi suatu ‘realita’. Di sisi lain, pengalaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia,
juga sering bermasalah. Praktik kehidupan nasional lebih Nampak diwarnai oleh praktik social yang
justru semakin jauh untuk bisa dikatakan mencerminkan kepribadian nasional yang Pancasilais. Seperti
maraknya kasus kerusuhan, pertengkaran suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), penggelapan,
penyalahgunaan wewenang, kriminalitas, perbuatan amoral (pelecehan seksual, pemerkosaan, kumpul
kebo, pencabulan), dan politik uang (money politic). Hal ini menunjukkan bahwa bangsa kita belum
mengamalkan Pancasila secara benar. Pengamalan Pancasila, adalah keputusan moral yang tinggi secara
‘subyektif-individual’. Artinya mau mengamalkan Pancasila bukan karena orang lain, (karena malu, takut,
dan sungkan misalnya), akan tetapi sebagai ‘ukuran hati nurani pribadi’ bahwa apa yang diputuskan
dilandasi oleh nilai moral yang paling luhur yang telah disepakati bangsa ini.

2.2 Peran Ideologi Pancasila dalam Perspektif Global


Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sudah ditentukan oleh para pendiri negara ini
haruslah menjadi sebuah acuan dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, berbagai
tantangan dalam menjalankan ideologi pancasila juga tidak mampu untuk menggantikankan pancasila
sebagai ideologi bangsa Indonesia, pancasila terus dipertahankan oleh segenap bangsa Indonesia sebagai
dasar negara, itu membuktikan bahwa pancasila merupakan ideologi yang sejati untuk bangsa Indonesia.
Oleh karena itu tantangan di era globalisasi yang bisa mengancam eksistensi kepribadian bangsa, dan kini
mau tak mau, suka tak suka bangsa Indonesia berada di pusaran arus globalisasi dunia. Tetapi harus
diingat bahwa bangsa dan negara Indonesia tak mesti kehilangan jati diri, kendati hidup ditengah-tengah
pergaulan dunia. Rakyat yang tumbuh di atas kepribadian bangsa asing mungkin saja mendatangkan
kemajuan, tetapi kemajuan tersebut akan membuat rakyat tersebut menjadi asing dengan dirinya sendiri.
Mereka kehilangan jati diri yang sebenarnya sudah jelas tergambar dari nilai-nilai luhur pancasila. Dalam
arus globalisasi saat ini dimana tidak ada lagi batasan-batasan yang jelas antar setiap bangsa Indonesia,
rakyat dan bangsa Indonesia harus membuka diri. Dahulu, sesuai dengan tangan terbuka menerima
masuknya pengaruh budaya hindu, islam, serta masuknya kaum barat yang akhirnya melahirkan
kolonialisme.
Dalam pergaulan dunia yang kian global, bangsa yang menutup diri rapat-rapat dari dunia luar
bisa dipastikan akan tertinggal oleh kemajuan zaman dan kemajuan bangsa-bangsa lain. Bahkan, negara
sosialis seperti Uni Soviet yang terkenal anti dunia luar tidak bisa bertahan dan terpaksa membuka diri.
Maka, kini, konsep pembangunan modern harus membuat bangsa dan rakyat Indonesia membuka diri.
Dalam upaya untuk meletakan dasar-dasar masyarakat modern, bangsa Indonesia bukan hanya menyerap
masuknya modal, teknologi, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan, tetapi juga terbawa masuk nilai-nilai
sosial politik yang berasal dari kebudayaan bangsa lain. Yang terpenting adalah bagaimana bangsa dan
rakyat Indonesia mampu menyaring agar hanya nilai-nilai kebudayaan yang baik dan sesuai dengan
kepribadian bangsa saja yang terserap. Sebaliknya, nilai-nilai budaya yang tidak sesuai apalagi merusak
tata nilai budaya nasional mesti ditolak dengan tegas. Kunci jawaban dari persoalan tersebut terletak pada
Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara. Bila rakyat dan bangsa Indonesia konsisten
menjaga nilai-nilai luhur bangsa, maka nilai-nilai atau budaya dari luar yang tidak baik akan tertolak
dengan sendirinya. Cuma, persoalannya, dalam kondisi yang serba terbuka seperti saat ini justru jati diri
bangsa Indonesia tengah berada pada titik nadir. Bangsa dan rakyat Indonesia kini seakan-akan tidak
mengenal dirinya sendiri sehingga budaya atau nilai-nilai dari luar baik yang sesuai maupun tidak sesuai
terserap bulat-bulat. Nilai-nilai yang datang dari luar serta-merta dinilai bagus, sedangkan nilai-nilai luhur
bangsa yang telah tertanam sejak lama dalam hati sanubari rakyat dinilai usang. Lihat saja sistem
demokrasi yang kini tengah berkembang di Tanah Air yang mengarah kepada faham liberalisme. Padahal,
negara Indonesia seperti ditegaskan dalam pidato Bung Karno di depan Sidang Umum PBB menganut
faham demokrasi Pancasila yang berasaskan gotong royong, kekeluargaan, serta musyawarah dan
mufakat. Sistem politik yang berkembang saat ini sangat gandrung dengan faham liberalisme dan
semakin menjauh dari sistem politik berdasarkan Pancasila yang seharusnya dibangun dan diwujudkan
rakyat dan bangsa Indonesia. Terlihat jelas betapa demokrasi diartikan sebagai kebebasan tanpa batas.
Hak asasi manusia (HAM) dengan keliru diterjemahkan dengan boleh berbuat semaunya dan tak peduli
apakah merugikan atau mengganggu hak orang lain. Budaya dari luar, khususnya faham liberalisme, telah
merubah sudut pandang dan jati diri bangsa dan rakyat Indonesia. Pergeseran nilai dan tata hidup yang
serba liberal memaksa bangsa dan rakyat Indonesia hidup dalam ketidakpastian. Akibatnya, seperti
terlihat saat ini, konstelasi politik nasional serba tidak jelas. Para elite politik tampak hanya memikirkan
kepentingan dirinya dan kelompoknya semata. Dalam kondisi seperti itu sekali lagi peran Pancasila
sebagai pandangan hidup dan dasar negara memegang peranan penting. Pada akhirnya pandangan hidup
bisa diterjemahkan sebagai sebuah kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa yang diyakini
kebenarannya serta menimbulkan tekad bagi bangsa yang bersangkutan untuk mewujudkannya.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
1. Ideologi adalah suatu pandangan atau sisitem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang cara yang
terbaik, yaitu secara moral dianggap benar dan adil serta mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai
segi kehidupan.
2. Globalisasi berarti sebagai prosses terjadinya perluasan skala kehidupan manusia yang multidimensial,
dari format yang lokal dan kemudian nasional, untuk menuju formmat baru yang meliputi seluruh dataran
bumi.
3. Globalisasi dapat berdampak negetif dan positif terhadap eksistensi ideologi pancasila.
4. Cara mempelajari materi globalisasi ada dua cara, yaitu; mengevaluasi pengaruh globalisasi terhadap
kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia dan menentukan sikap terhadap pengaruh dan implikasi
globalisasi terhadap bangsa dan negara Indonesia.
5. Pancasila dimata dunia adalah ideologi yang dipandang positif dan universal.
6. Peran pacasila terhadap globalisasi adalah sebagai filter dari perubahan-perubahan yang akan menggeser
pancasila sebagai ideologi.

3.2. Saran
1. Sebagai generasi muda seharusnya kita bangga dengan keberadaan ideology pancasila. Karena pancasila
dipandang sebagai ideologi yang baik oleh berbegai tokoh dunia.

2. Dan pemerintah juga harus mengokohkan pancasila sebagai ideologi agar pancasila tidak di ambil oleh
negara lain.

DAFTAR PUSTAKA
https://shabrina717.files.wordpress.com/2015/04/ideologi-pancasila-dalam-perspektif-global.docx

http://research.amikom.ac.id/index.php/SSI/article/viewFile/5206/3361.