Anda di halaman 1dari 13

Perancangan Struktur Baja

Kantor 4 Lantai

BAB II
PERHITUNGAN GORDING

2.1 Perhitungan Bentang Kuda-Kuda


2.1.1 Data Perencanaan
a. Bentang kuda-kuda : 16 m
b. Jarak antar kuda-kuda : 4,25 m
c. Penutup atap : Asbes
d. Berat asbes : 11 kg/m2
e. Kemiringan atap : 30o
f. Tekanan Angin : 25 kg/m2

2.1.2 Menghitungan Panjang Kuda-Kuda & Oversteak


Bentang Kuda-kuda

Gambar 2.1 Bentang Kuda-kuda


Jarak antar kuda-kuda = 4,25 m
Sudut kemiringan atap (α) = 30°

Bentang EA = = = 1,15 m

Bentang AD =

= 9,23 m
Bentang CD(Tinggi Kuda-kuda) = sin α x AD
= sin 30 x 9,23 = 4,615m

Perhitungan Gording 3
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

2.2 Perhitungan Jumlah Medan dan Jumlah Gording


Direncanakan jarak gording = 1,8475 m ≈ 1,85 m

Jadi, Jumlah medan gording =

= = 4,98 ≈ 5 medan

Jumlah gording keseluruhan = Jumlah medan gording + 1


= 5+1
= 6 buah (setengah bentang kuda-kuda)

2.3 Perencanaan Dimensi Gording


Untuk dimensi gording dicoba dengan menggunakan profil baja Lipped Channel
C 150 x 50 x 20 x 4,5 dengan data-data sebagai berikut :
 w = 6,76 kg/m
 ht = 150 mm
 b = 50 mm
 a = 20 mm
 t = 4,5 mm
 A = 1172 mm2
 Ix = 3680000 mm4
 Iy = 357000 mm4
 iy = 17,5 mm
 ix = 56,0 mm
Mutu baja : BJ 41
 Cx = 0 mm Fy : 250 Mpa
 Cy = 15,4 mm Fu : 410 Mpa
 Sx = 49000 mm³ Fr : 70 Mpa
 Sy = 10500 mm³ E : 200000 Mpa

(Nilai didapat dari tabel profil baja) μ : 0.3

Perhitungan Gording 4
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

2.4 Perhitungan Pembebanan Gording

Gambar 2.2 Pembebanan Gording


2.4.1 Peninjauan Terhadap Beban Mati
Berat gording = 9,2 kg/m
Berat penutup atap asbes = 11 kg/m² x Jarak gording = 20,35 kg/m
Berat total = 29,55 kg/m
Berat pengikat dan penggantung (10% total beban mati) = 2,95 kg/m +
Beban mati total (qD) = 32,51 kg/m

Gambar 2.3 Gaya akibat beban mati

Menghitung momen akibat beban mati (MD)


q arah x (qx) = qD x cos α
= 32,51 kg/m x cos 30o
= 32,51 kg/m x 0,866
= 28,15 kg/m
Perhitungan Gording 5
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

Momen arah x (MxD) = 1/8 x qx x L2  dimana L = Jarak antar kuda-kuda


= 1/8 x 32,51 kg/m x 4,252
= 63,56 kg.m
q arah y (qy) = qD x sin α
= 32,51 kg/m x sin 30o
= 32,51 kg/m x 0,5
= 12,25 kg.m
Momen arah y (MyD) = 1/8 x qy x (L/3)2

= 1/8 x 12,25 kg/m x ( )2

= 4,08 kg.m
(dimana L/3 = Jarak antar kuda-kuda dibagi medan trekstang, misal jumlah
trekstang setiap antar kuda-kuda = 2, sehingga medan trekstang = 3 )

2.4.2 Peninjauan Terhadap Beban Hidup


Menurut PPIUG 1983 Hal 13
a. Beban hidup terpusat = 1 kN = 100 kg (Beban Pekerja)
Menghitung momen akibat beban hidup terpusat
Momen arah x (MxL) = ¼ x (P x cos α) x L

= ¼ x (100 kg x cos 300) x 4,25

= ¼ x (100 kg x 0,866) x 4,25


= 92,11 kg.m

Momen arah y (MyL) = ¼ x (P x sin α) x (L/3)

= ¼ x (100 kg x sin 300) x (4,25/3)

= ¼ x (100 kg x 0,5) x 1,41


= 17,71 kg.m

2.4.3 Peninjauan Terhadap Beban Angin


SNI 1727-2013 gambar 27 4-1 Hal 68
Diketahui Tekanan angin (W) = 25 kg/m2 .... PPIUG 1983 Pasal 4.2.(2) hal.22

Perhitungan Gording 6
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

Gambar 2.4 Arah angin tekan dan angin hisap

y angintekan = α < 65° → (+ 0,02 α – 0,4)


y anginhisap = (- 0,4)

Tekanan tiup harus diambil minimal 25 kg/m2, kecuali yang ditentukan dalam
ayat (2), (3), dan (4), maka direncanakan tekanan angin (W) sebesar 25 kg/m2.

a. Koefisien angin tekan dan angin hisap


- Koefisien angin tekan (Wt)
C1 = (0,02 α – 0,4)
= (0,02 x 300) - 0,4
= 0,2
q tekan = C1 x Jarak Gording x W
= 0,2 x 1,85 m x 25 Kg/m²
= 9,25 kg/m
- Koefisien Angin Hisap (Wh)
C2 = - 0,4
q hisap = C2 x Jarak Gording x W
= (- 0,4) x 1,85 m x 25 Kg/m²
= - 18,5 kg/m
Menghitung momen akibat beban angin
Karena beban angin yang bekerja searah sumbu x, sehingga hanya ada Mx
- Momen akibat angin tekan (Mx) = 1/8 x Wt x L2
= 1/8 x 9,25 kg/m x 4,252

Perhitungan Gording 7
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

= 20,885 kg.m
- Momen akibat angin hisap (Mx) = 1/8 x Wh x L2
= 1/8 x (-18,5) x 4,252
= -41,77 kg.m
2.4.4 Peninjauan Terhadap Beban Hujan
- q air hujan = 40 – (0.8 x α) ( PPIUG 1983 pasal 3.2.2)
= 40 – (0.8 x 30)
= 16 kg/m2
- Beban air hujan = q air hujan x jarak antar gording
= 16 kg/m2 x 1.85 m
= 29,56 kg/m
Menghitung momen akibat beban hujan
- Momen akibat hujan arah x (Mx) = 1/8 x Wt x L2
= 1/8 x 29,56 kg/m x 4,252
= 66,74 kg.m

- Momen akibat hujan arah y (My) = 1/8 x Wt x (L/3)2


= 1/8 x 29,56 kg/m x (4,25/3)2
= 7,433 kg.m
2.5 Perhitungan Momen Berfaktor Kombinasi (Mu)
SNI 1727-2013 2.3.2 Hal 11
Rumus kombinasi beban yang digunakan adalah sebagai berikut :
 Mu = (1,4 x MD)
 Mu = (1,2 x MD) + (1,6 x ML) + (0,5 x MR)
 Mu = (1,2 x MD) + (1,6 x ML) + (0,5 x MW)
 Mu = (1,2 x MD) + (1,0 x MW) + (1,0 x ML) + (0,5 x MR)
 Mu = (1,2 x MD) + (1,0 x ME) + (1,0 x ML) + (0,2 x MS)
 Mu = (0,9 x MD) + (1,0 x MW)
 Mu = ( 0,9 x MD) + (1,0 x ME)

Dimana : MD = Momen akibat beban mati (qD)


ML = Momen akibat beban hidup (qL)
MR = Momen akibat beban hujan
Perhitungan Gording 8
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

MS = Momen akibat beban salju


MW = Momen akibat beban angin
ME = Momen akibat beban gempa

Tabel 2.1. Hasil Perhitungan Momen Berfaktor (Beban Merata)


No Kombinasi Beban Arah x Arah y
1 (1,4 x MD) 88,98 5,71
2 (1,2 x MD) + (1,6 x ML) + (0,5 x MR) 109,68 4,89
3 (1,2 x MD) + (1,6 x ML) + (0,5 x MW) 86,71 6,52
4 (1,2 x MD) + (1,0 x MW) + (1,0 x ML) + (0,5 x MR) 130,57 8,61
5 (1,2 x MD) + (1,0 x ME) + (1,0 x ML) + (0,2 x MS) 76,27 4,89
6 (0,9 x MD) + (1,0 x MW) 78,09 3,67
7 ( 0,9 x MD) + (1,0 x ME) 57,2 3,67

Tabel 2.2. Hasil Perhitungan Momen Berfaktor (Beban Terpusat)


No Kombinasi Beban Arah x Arah y
1 (1,4 x MD) 0 0
2 (1,2 x MD) + (1,6 x ML) + (0,5 x MR) 147,38 28,34
3 (1,2 x MD) + (1,6 x ML) + (0,5 x MW) 147,38 28,34
4 (1,2 x MD) + (1,0 x MW) + (1,0 x ML) + (0,5 x MR) 92,11 17,71
5 (1,2 x MD) + (1,0 x ME) + (1,0 x ML) + (0,2 x MS) 92,11 17,71
6 (0,9 x MD) + (1,0 x MW) 0 0
7 ( 0,9 x MD) + (1,0 x ME) 0 0

Jadi, dari hasil perhitungan momen berfaktor kombinasi di atas, diambail momen
yang terbesar untuk dipakai dalam perhitungan, adalah sebagai berikut:
 Untuk beban hidup terbagi rata
Mux = 130,57 kg.m
Muy = 8,61 kg.m

 Untuk beban hidup terpusat


Mux = 147,38 kg.m
Muy = 28,34 kg.m

Perhitungan Gording 9
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

2.6 Kontrol Kekuatan Profil Kanal


a. Kontrol kelangsingan
Berdasarkan SNI 1729 – 2015 Tabel B4.1b hal 19 digunakan:
- Untuk sayap profil

λ =

= 11,11

λp = 0,38 x √

= 0,38 x √

= 10,75

λr = 1,0 x √

= 1,0 x √

= 28,28

Karena λ p < λ < λr maka sayap non kompak


- Untuk badan profil

λ =

= 7,5

λp = 3,76 x √

= 3,76 x √

= 106,35
Karena λ < λp maka badan kompak

Perhitungan Gording 10
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

b. Kontrol terhadap lendutan


(Asumsi beban bekerja pada beam dengan panjang L dan memiliki 2 tumpuan
jenis sendi)
- Lendutan terhadap sumbu x
Beban merata

∆x1 =

( )
=

= 0,36 cm
Beban Terpusat

∆x2 =

= 0,188 cm
- Lendutan terhadap sumbu y
Beban merata
( )
∆y1 =

( ) ( )
=

= 0,03 cm
Beban Terpusat

∆y2 =

( )
=

= 0,04 cm

∆tot = √(∆x1+∆x2)² +(∆y1 + ∆y2)²

= √(0,36 + 0,188)² +(0,03 + 0,04)²


= 0,55
∆tot = 0,55 < L/240 = 1,77 (OK) (SNI 1729-2002 Hal 15) / (SNI 2847-2013
Tabel 9.5 b hal 71)
Perhitungan Gording 11
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

c. Kontrol terhadap Momen


Berdasarkan SNI 1729-2015 Pasal F 6 Halaman 59, dari hasil analisis
kelangsingan penampang diketahui bahwa profil yang digunakan merupakan
profil non kompak, maka berlaku :
Mp = Z.fy
- Mencari momen plastis yang bekerja pada profil
Mpx = Zx.fy
= 49 cm3 x 2500 kg/cm2
= 122500 kgcm = 1225 kg.m
Mpy = Zy. Fy
= 10,5 cm3 x 2500 kg/cm2
= 26250 kgcm= 262,5 kg.m

- Mencari momen nominal untuk sayap non kompak (SNI 1729-2015


Pasal F6 hal 60)

Mnx = [ Mpx – (Mpx – 0,7Fy.Zx)( )]

= [122500 – (122500 – 0,7. 2500. 49).( )]

= 121745 kg.cm
= 1217,45 kg.m

Mny = [ Mpy – (Mpy – 0,7Fy.Zy)( )]

= [26250 – (26250 – 0,7. 2500. 10,5).( )]

= 26088,27 kg.cm
= 260,88 kg.m

- Kontrol tegangan lentur


= Faktor Reduksi = 0,9 (SNI 1727-2015 Pasal F1.1 hal 49)
Akibat Beban Merata
+ ≤1

+ ≤1

Perhitungan Gording 12
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

0,11 + 0,036
0,15 ≤ 1

Akibat Beban Terpusat


+ ≤1

+ ≤1

0,13 + 0,12
0,25 ≤ 1 (OK)
Jadi profil aman terhadap lentur
d. Kontrol tahanan nominal lentur penampang terhadap tekuk lateral
Berdasarkan SNI 1729-2015 Pasal F 2.2 hal 51
Misalkan dipakai jarak antar sokongan lateral/sekrup cladding (L) = 50 cm
Kontrol syarat 1 terhadap Tekuk lateral ( L < Lp)

Lp = 1,76. ry √

= 1,76 x 1,75 x √

= 87,11 cm
= 0,871 m > 0,5 m (Kompak)
Karena profil pada kondisi plastis maka :
Mn = Mp (SNI 1727-2015 Pasal F2 hal 50)
Mpx = Zx.fy
= 49 cm3 x 2500 kg/cm2
= 122500 kgcm = 1225 kg.m
Mpy = Zy. Fy
= 10,5 cm3 x 2500 kg/cm2
= 26250 kgcm2= 262,5 kg.m²
- Kontrol tegangan lentur terhadap tekuk lateral
= Faktor Reduksi = 0,9 (SNI 1727-2015 Pasal F1.1 hal 49)
Akibat Beban Merata
+ ≤1

+ ≤1

Perhitungan Gording 13
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

0,12 + 0,036
0,16 ≤ 1
Akibat Beban Terpusat
+ ≤1

+ ≤1

0,13 + 0,12
0,25 ≤ 1 (OK)
Jadi profil aman terhadap Tekuk Lateral ( Lateral Buckling)

e. Kontrol Terhadap Geser


Berdasarkan SNI 1729-2015 Pasal G 3.2 hal 75
= = 7,5 mm

Karena kurang dari 260 maka nilai Kv = 5 (SNI 1729-2015 Pasal G 2 hal 73)

≤ 1,1 √

7,5 ≤ 1,1 √

7,5 mm ≤ 69,57mm (OK)

Karena ≤ 1,1 √ maka

Vn = 0,6 fy.Aw
= 0,6 x 250 x 1172
= 175800 N = 17580 kg
Berdasarkan hasil perhitungan secara manual, asumsi beban bekerja pada beam
dengan panjang Lb dan 2 tumpuan jenis sendi
Vu = Qu.l + Pu

= (32,51 + 16 + 9,25) x 4,25 + x 100

= 172,74 kg
Vu ≤ ØvVn
172,74 ≤ 0,9 x 17580
172,74 ≤ 15822
Karena Vu ≤ ØvVn maka profil aman terhadap geser
Perhitungan Gording 14
Perancangan Struktur Baja
Kantor 4 Lantai

2.7 Perhitungan Trekstang


Batang tarik trekstang berfungsi untuk mengurangi lendutan gording sekaligus
untuk mengurangi tegangan lendutan yang timbul. Beban-beban yang dipikul oleh
trekstang yaitu beban-beban yang sejajar bidang atap, maka gaya yang bekerja adalah
gaya tarik. Trekstang yang akan dipakai sebanyak dua buah trekstang.
Maka bentang trekstang:
L = jarak antar gording = 1,85
a) Pembebanan trekstang
Py1 = P.sin α
= 100. Sin 30⁰
= 50 kg
Py2 = (q1 + q2 + q3). Sin α . bentang trekstang
= (32,51 + 9,25 + 29,56) sin 30⁰ . 1,85
= 65,97 kg
Pmax = Py + Qy
= 50 + 65,97
=115,97 kg
b) Dimensi Trekstang
Pn = fy Ag Ф
1159,7 N = 250 N/mm2 x Ag x 0,9
Ag = 1159,7 / (250 x 0,9)
= 5,15 mm2
Menghitung diameter trekstang :
A = ¼ π d2
44,66 = ¼ π d2

d =√

=√

= 2,56 mm 5 mm
Jadi, diameter trekstang yang digunakan adalah 5 mm

Perhitungan Gording 15

Anda mungkin juga menyukai