Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 2

PENELITIAN OPERASIONAL

ASTA ARJUNOARWAN HATTA


22117311
Fungsi Tujuan/Max: Z = 60X1 + 30X2 + 20X3
Contsraint/Fungsi Kendala: 8X1 + 6X2 + X3 ≤ 48
4X1 + 2X2 + 1,5X3 ≤ 20
2X1 + 1,5X2 + 0,5X3 ≤ 8
X2 ≤5
X1, X2, X3 ≥0
Penyeleseian menggunakan metode simplex.
Metode simplex merupakan metode yang biasanya digunakan untuk
memecahkan setiap permasalahan pada pemrograman linier yang kombinasi
variabelnya terdiri dari tiga variable atau lebih. Syarat untuk metode simplex adalah
model program linier harus diubah ke dalam suatu bentuk umum yang dinamakan
“bentuk baku” (standard form). Sifat bentuk baku sendiri yaitu:
1. Semua batasan adalah persamaan (dengan tidak ada negative pada sisi
kanan)
2. Semua variable tidak ada yang bernilai negatif
3. Fungsi tujuan dapat berupa minimasi atau maksimasi.
Semua fungsi tujuan dan fungsi kendala harus ditambahkan slack variable terlebih
dahulu:

Metode Simplek :
Fungsi Tujuan: Z – 60X1 – 30X2 – 20X3 – 0S1 – 0S2 – 0S3 – 0S4 = 0
Constraint/Fungsi Kendala: 8X1 + 6X2 + X3 + S1 + 0S2 + 0S3 + 0S4 = 48
4X1 + 2X2 + 1,5X3 + 0S1 + S2 + 0S3 + 0S4 = 20
2X1 + 1,5X2 + 0,5X3 + 0S1 + 0S2 + S3 + 0S4 = 8
0X1 + X2 + 0X3 + 0S1 + 0S2 + 0S3 + S4 =5
Pembuatan table simpleks (1):
Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK
Dasar
Z -60 -30 -20 0 0 0 0 0
S1 8 6 1 1 0 0 0 48
S2 4 2 1,5 0 1 0 0 20
S3 2 1,5 0,5 0 0 1 0 8
S4 0 1 0 0 0 0 1 5
Iterasi 1: Menentukan Kolom Kunci (Kolom yang mempunyai keofisien fungsi
tujuan yang bernilai negatif terbesar)
Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK
Dasar
Z -60 -30 -20 0 0 0 0 0
S1 8 6 1 1 0 0 0 48
S2 4 2 1,5 0 1 0 0 20
S3 2 1,5 0,5 0 0 1 0 8
S4 0 1 0 0 0 0 1 5

Menentukan Baris Kunci: Nilai Indeks yang terkecil (positif). Nilai indeks adalah nilai
NK F.Pembatas dibagi dengan Nilai Kolom kunci F.Pembatas.
Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK Indeks
Dasar
Z -60 -30 -20 0 0 0 0 0 -
S1 8 6 1 1 0 0 0 48 6
S2 4 2 1,5 0 1 0 0 20 5
S3 2 1,5 0,5 0 0 1 0 8 4
S4 0 1 0 0 0 0 1 5 -

Angka kunci = 2
Perubahan-perubahan Nilai Baris:
Nilai Baris Kunci Baru = Nilai Baris Kunci Lama / Angka Kunci
2 1,5 0,5 0 0 1 0 8 /2

1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4

Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK
Dasar
Z
S1
S2
X1 1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4
S4
Nilai Baris Baru = Baris Lama – (Nilai baris kunci baru x angka kolom kunci baris
ybs))
Untuk Baris Z:
-60 -30 -20 0 0 0 0 0
1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4 × (-60)

-60 -30 -20 0 0 0 0 0


-60 -45 -15 0 0 -30 0 -240 dikurang

0 15 -5 0 0 30 0 240

Untuk Baris S1:


8 6 1 1 0 0 0 48
1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4 × (8)

8 6 1 1 0 0 0 48
8 6 2 0 0 4 0 32 dikurang

0 0 -1 1 0 -4 0 16

Untuk Baris S2:


4 2 1,5 0 1 0 0 20
1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4 × (4)

4 2 1,5 0 1 0 0 20
4 3 1 0 0 2 0 16 dikurang

0 -1 0,5 0 1 -2 0 4

Untuk Baris S4 :
0 1 0 0 0 0 1 5
1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4 × (0)

0 1 0 0 0 0 1 5
0 0 0 0 0 0 0 0 dikurang

0 1 0 0 0 0 1 5
Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK
Dasar
Z 0 15 -5 0 0 30 0 240
S1 0 0 -1 1 0 -4 0 16
S2 0 -1 0,5 0 1 -2 0 4
X1 1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4
S4 0 1 0 0 0 0 1 5

Iterasi 2: Menentukan Kolom Kunci


Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK
Dasar
Z 0 15 -5 0 0 30 0 240
S1 0 0 -1 1 0 -4 0 16
S2 0 -1 0,5 0 1 -2 0 4
X1 1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4
S4 0 1 0 0 0 0 1 5

Menentukan Baris Kunci


Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK Indeks
Dasar
Z 0 15 -5 0 0 30 0 240 -
S1 0 0 -1 1 0 -4 0 16 16
S2 0 -1 0,5 0 1 -2 0 4 8
X1 1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4 16
S4 0 1 0 0 0 0 1 5 -

Angka kunci = 0,5


Perubahan Nilai Baris:
Nilai Baris Kunci Baru = Nilai Baris Kunci Lama / Angka Kunci
0 -1 0,5 0 1 -2 0 4 / 0,5

0 -2 1 0 2 -4 0 8
Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK
Dasar
Z
S1
X3 0 -2 1 0 2 -4 0 8
X1
S4

Nilai Baris Baru = Baris Lama – (koefisien pada kolom kunci × Nilai Baris Kunci
Baru)
Untuk Baris Z:
0 15 -5 0 0 30 0 240
0 -2 1 0 2 -4 0 8 × (-5)

0 15 -5 0 0 30 0 240
0 10 -5 0 -10 20 0 -40 dikurang

0 5 0 0 10 10 0 280

Untuk Baris S1:


0 0 -1 1 0 -4 0 16
0 -2 1 0 2 -4 0 8 × (-1)

0 0 -1 1 0 -4 0 16
0 2 -1 0 -2 4 0 -8 dikurang

0 -2 0 1 2 -8 0 24

Untuk Baris X1 :
1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4
0 -2 1 0 2 -4 0 8 × (0,25)

1 0,75 0,25 0 0 0,5 0 4


0 -0,5 0,25 0 0,5 -1 0 2 dikurang

1 1,25 0 0 -0,5 1,5 0 2


Untuk Baris S4 :
0 1 0 0 0 0 1 5
0 -2 1 0 2 -4 0 8 × (0)

0 1 0 0 0 0 1 5
0 0 0 0 0 0 0 0 -

0 1 0 0 0 0 1 5

Variabel
X1 X2 X3 S1 S2 S3 S4 NK
Dasar
Z 0 5 0 0 10 10 0 280
S1 0 -2 0 1 2 -8 0 24
X3 0 -2 1 0 2 -4 0 8
X1 1 1,25 0 0 -0,5 1,5 0 2
S4 0 1 0 0 0 0 1 5

Hasil iterasi 2 menunjukan keofisien tujuan tidak ada yang bernilai negatif sehingga
penyeleseian linier dengan metode simpleks sudah mencapai nilai optimum dengan
hasil:
X1 = 2, X2 = 0, X3 = 8 dan Z maksimum = 280
Hal yang sama juga dilakukan penyeleseian masalah dengan menggunakan bantuan
software Ms.Excel dengan bantuan tools solver dihasilkan sebagai berikut:

Variabel
X1 X2 X3
C1 8 6 1 <= 48
C2 4 2 1.5 <= 20
C3 2 1.5 0.5 <= 8
C4 0 1 0 <= 5
F.Tujuan 60 30 20
Variabel 2 0 8
Max 280

Substitusi ke fungsi tujuan :


Z = 60X1 + 30X2 + 20X3
280 = 60 (2) + 30 (0) + 20 (8)
280 = 120 + 0 + 160
280 = 280 (terbukti)