Anda di halaman 1dari 52

Musyawarah Gugusdepan

Musyawarah Gugusdepan disingkat Mugus adalah pemegang kekuasaan


tertinggi di setiap Gugusdepan Gerakan Pramuka.

Ketentuan Mugus

1. Mugus diadakan setiap 3 tahun sekali.

2. Diantara dua waktu Mugus jika ada hal-hal yang bersifat mendesak dan
luar biasa dapat diadakan Mugus Luar Biasa.

3. Mugus dan Mugus Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh sekurang-
kurangnya dua pertiga dari jumlah utusan.

4. Yang berhak hadir dalam Mugus terdiri atas:

a) Ketua Gudep.

b) Para Pembina Satuan.

c) Para Pembantu Pembina Satuan.

d) Perwakilan Majelis Pembimbing Gudep.

e) Perwakilan Dewan Penegak.

f) Perwakilan Dewan Pandega.

5. Pada Mugus dan Mugus Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu
suara.

6. Penyampaian usul dan materi Mugus dan Mugus Luar Biasa:

Materi atau bahan tertulis Mugus disiapkan oleh Ketua Gudep selambat-
lambatnya 2 (dua) minggu sebelum waktu pelaksanaan Mugus dan
disampaikan kepada semua peserta yang berhak hadir dalam Mugus.

7. Keputusan Mugus dan Mugus Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan
AD dan ART Gerakan Pramuka, Keputusan Munas, Musda, Mucab, Musran,
dan Keputusan Kwarnas, Kwarda, Kwarcab dan Kwarran.

8. Pimpinan Mugus adalah Presidium yang dipilih oleh Mugus yang jumlahnya
gasal.

9. Sampai dengan serah terima jabatan Ketua Gudep, Ketua Gudep lama
berstatus demisioner

Persiapan Mugus

Langkah-langkah persiapan Mugus adalah sebagai berikut:

1. Menyusun laporan pertanggungjawaban Gudep sesuai dengan ketentuan


yang berlaku.

2. Menyampaikan bahan tertulis Mugus termasuk visi dan misi Gudep yang
akan dicapai selama 3 tahun.

3. Menyusun rencana kerja untuk mencapai visi dan misi.

4. Menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua


Gudep.

5. Menghimpun usul-usul dan saran dari peserta

Acara Mugus

1. Acara Pokok Mugus adalah:

a) Laporan pertanggungjawaban Ketua Gudep selama masa


baktinya, termasuk pertanggungjawaban keuangan.

b) Menetapkan rencana kerja gudep termasuk visi dan misi. untuk


masa bakti berikutnya.

c) Memilih Ketua Gudep untuk masa bakti berikutnya.

d) Pelantikan Ketua Gudep terpilih oleh Ketua Presidium Mugus.

2. Acara laporan pertanggungjawaban Gudep termasuk laporan


pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.

3. Laporan pertanggungjawaban keuangan Gudep selama masa baktinya


yang dibuat oleh Ketua Gudep dengan bantuan seorang ahli administrasi
keuangan, sebelum diajukan pada Mugus diteliti dan disyahkan oleh Badan
Pemeriksa Keuangan Gudep (BPKG).

Tatacara Pemilihan Ketua Gudep


1. Penetapan Calon

a) Selambat-lambatnya 3 minggu sebelum Mugus, Ketua Gudep sudah


menyampaikan nama-nama yang akan mencalonkan diri sebagai Ketua
Gudep dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan kepada semua yang berhak
hadir dalam Mugus.

b) Yang berhak menjadi calon Ketua Gudep adalah:

(1) Para Pembina satuan di gudep tersebut.

(2) Para Pembantu Pembina di gudep tersebut.

(3) Ketua Gudep yang akan berakhir masa baktinya.

c) Yang berhak menjadi calon Anggota BPKG adalah:

(1) Anggota Mabigus

(2) Pembina dan Pembantu Pembina Satuan

2. Pemilihan dan Pengambilan Keputusan dalam Mugus

a) Mufakat

Keputusan Mugus diupayakan dengan sungguh-sungguh berdasarkan


musyawarah untuk mufakat.

b) Pemungutan suara

Jika tidak dicapai mufakat, Mugus mengambil keputusan dengan pemungutan


suara yang caranya sebagai berikut:

(1) Lisan, pemilih menyebut nama calon.

(2) Tertulis dan rahasia, pemilih menuliskan nama calon di kertas


pemungutan suara, lalu dilipat sehingga tulisan nama tidak terlihat
siapapun atau rahasia.

(3) Keputusan syah apabila calon memperoleh lebih dari seperdua


jumlah suara yang hadir.

c) Pelantikan

Pelantikan dilaksanakan segera setelah terpilih Ketua Gudep oleh Ketua


Presidium.
MUSYAWARAH GUGUSDEPAN PUTRA-PUTRI
16.116 – 16.117 / 16.118 – 16.119
PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI
ACARA :

1. Acara yang pertama pembukaan.


2. Dirangkai acara yang ke dua gema kalam Ilahi.
3. Lagu Indonesia Raya dan Himne Satya Dharma Pramuka merupakan acra kami yang ke tiga.
4. Acara yang ke empat pembacaan surat keputusan dan tata tertib sidang.
5. Sambutan merupakan acara kami yang ke lima.
6. Acara yang ke enam Sidang Pleno I.
7. Acara yang ke tujuh Sidang Pleno II.
8. Dirangkai acara yang ke delapan Do’a.
9. Dan di penghujung acara yakni Penutup.

 Acara yang pertama pembukaan. Marilah kita buka acara pada siang hari ini dengan bacaan ummul
Qur’an ( ‘ala hadihin niyah as-sholihah AL-FATIHAH).
 Memasuki acara yang kedua yakni gema kalam ilahi. Kepada Kak. Qurotu A’yuni kepadanya
dipersilahkan.
 Acara yang ke tiga lagu Indonesia Raya dan Himne Satya Dharma Pramuka. Kepada Novia Triani
kepadanya dipersilahkan.
 Dirangkai acara yang ke empat pembacaan surat keputusan dan tata tertib sidang kepada pimpinan
sidang kami persilahkan.
 Memasuki acara yang ke lima Sambutan kepada ketua panitia Kak. Mahmud Rofi’i kepadanya
dipersilahkan.
 Acra yang ke enam sidang pleno pertama kepada yang bertugas kami persilahkan.
 Memasuki acara yang ke tujuh sidang pleno ke dua kepada yang bertugas kami persilahkan.
 Dirangkai acara yang ke delapan yakni do’a kepada (……………………………..) kepadanya
dipersilahkan.
 Acara demi acara telah kita laksanakan tibalah kita di penghujung acara yakni penutup. Marilah kita
tutup acara kita dengan bacaan HAMDALAH….

Cukup sekian dari kami apabila ada kurang lebihnya kami mohon maaf wakhiron WASSALAMU’ALAIKUM WR.
WB.
MUSYAWARAH GUGUSDEPAN PUTRA-PUTRI
116.16 – 116.17 / 116.18 – 116.19
PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI
MASA BHAKTI 2009 – 2012
KEPUTUSAN GUGUSDEPAN PUTRA-PUTRI
16.116 – 16.117 / 16.118 – 16.119
PONOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI
NOMOR : 01 TAHUN 2012
TENTANG
SUSUNAN PANITIA PENYELENGGARA
MUSYAWARAH GUGUSDEPAN
Gugusdepan Putra Putri Pondok Full Day “SUNAN AMPEL”
MENIMBANG : 1. Bahwa musyawarah Gugusdepan Pondok Full Day “SUNAN AMPEL”
merupakan mekanisme tahunan yang diselenggarakan dalam rangka menyusun program kerja Gugusdepan
masa bhakti berikutnya.
2. Bahwa untuk kelancaran penyelenggaraan perlu dibentuk panitia /
sangga kerja yang bertugas merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan ditetapkan surat
keputusan ini.
MENGINGAT : 1. Undang-undang republic Indonesia nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan pramuka.
2. Keputusan kwartir nasional gerakan pramuka nomor 203 tahun 2009 tentang anggaran rumah tangga BAB VII
pasal 43.
MEMPERHATIKAN : 1. Rencana kerja Gugus Depan masa Bhakti 2009 – 2012.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN
Pertama : Penyelenggaraan musyawarah Gugus Depan Pondok Full Day “SUNAN
AMPEL”.
Kedua : Susunan Panitia Sebagaimana terlampir.
Ketiga : Panitia bertanggung jawab kepada Gugus Depan dan berkewajiban melaporkan
hasil penyelenggaraannya.
Keempat : Biaya pelaksanaan ditanggung pengasuh Pondok Full day “SUNAN AMPEL”.
Dan penggunaaan biaya sudah harus dilaporkan 10 hari setelah kegiatan
selesai.
Kelima : keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kesalahan akan diadakan perbaikan dan penyempurnaan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Bangorejo Banyuwangi
Pada tanggal : September 2012.

GUGUSDEPAN PUTRA PUTRI


16.116 – 16.117 / 16.118 – 16.119
KETUA PEMBINA
M. ROISUL FADLI
TATA TERTIB
MUSYAWARAH GUGUSDEPAN PUTRA-PUTRI
116.16 – 116.17 / 116. 18 – 116.19
PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI
TAHUN 2012
BAB I
KEDUDUKAN, ACARA, DASAR, DAN TUJUAN
Pasal 1
KEDUDUKAN

1. Musyawarah Gugusdepan Pondok Full Day “SUNAN AMPEL” merupakan kekuasaan tertinggi dari
gerakan pramuka yang ada di Pondok Full Day “SUNAN AMPEL”.
2. Hasil Musyawarah Gugusdepan Pondok Full Day “SUNAN AMPEL” merupakan acuan Gugusdepan
masa bhakti berikutnya.

Pasal 2
ACARA
Acara musyawarah ini terdiri atas :

1. Membahas dan mengesahkan rencana Gugusdepan Pondok Full Day “SUNAN AMPEL” masa bhakti
berikutnya.
2. Memilih ketua Gugusdepan baru masa bhakti 2012 – 2015.
3. Menyusun struktur organisasi Gugusdepan mas bhakti 2012 – 2015.
4. Membacakan rencana program kerja masa bhakti yang akan datang.

Pasal 3
DASAR
Laporan disusun atas dasar :

1. Keputusan kwartir nasional gerakan pramuka nomor 203 tahun 2009 tentang anggaran rumah tangga
BAB VII pasal 43.
2. Keputusan kwartir nasional gerakan pramuka nomor 203 tahun 2009 tentang anggaran rumah tangga
BAB IX pasal 94.

Pasal 4
TUJUAN
Tujuan disusunnya laporan ini adalah :

1. Reformasi Gugusdepan Pondok Full Day “SUNAN AMPEL” yang baru.

BAB II
PESERTA, HAK SUARA DAN HAK BICARA, CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN, DAN PENUTUP

Pasal 1
PESERTA
Musyawarah Gugusdepan ini dihadiri oleh :

1. Peserta :
1. Perwakilan Pembina Satuan putra putri Pondok Full Day “SUNAN AMPEL”.
2. Perwakilan Dewan Ambalan putra putri Pondok Full Day “SUNAN AMPEL”.
3. Ustad dan ustadzah Pondok Full Day “SUNAN AMPEL”.
4. Peninjau :
2. Ketua Gugusdepan masa bhakti 2009 – 2012.
3. Pembina Gugusdepan.
1. Penasihat Musyawarah Gugusdepan adalah Pembina Gugusdepan yang mendapatkan
mandat dari Gugusdepannya.

Pasal 2
HAK SUARA DAN HAK BICARA

1. Setiap peserta Musyawarah Gugusdepan masing-masing berhak satu suara dan satu hak bicara.
2. Peninjau dan Penasihat mempunyai hak bicara atas permintaan sidang dan tidak mempunyai hak
suara.

Pasal 3
CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Keputusan sidang diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat.


2. Apabila tidak dicapai mufakat, maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.
3. Suara terbanyak adalah sekurang-kurangnya setengah dari jumlah peserta yang hadir ditambah 1
(satu) suara.

Pasal 4
PENUTUP
Peserta Musyawarah harus mematuhi tata tertib yang ada. Terima kasih.
RENCANA PROGRAM KERJA
GUGUSDEPAN PUTRA-PUTRI
116.16 – 116.17 / 116. 18 – 116.19
PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI
I. PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam. Semoga Gugusdepan Putra-Putri Pondok Full Day
“SUNAN AMPEL” dapat melaksanakan tugas sebagai wadah pendidikan kepramukaan dan sebagai wadah
pembentuk generasi muda yang selalu siap dan sedia. Dijadikan motor pembangunan pada era moderenisasi
saat ini dan sebagai penerus tongkat estafet dan kelajuan tugas demi meningkatkan serta memperluas segala
hasil usaha pelaksana Gugusdepan. Program ini dilaksanakan untuk mengarahkan pelaksananya ke sosok
generasi penerus bangsa yang berjiwa pramuka dan mengerti serta memahami arti Dhasa Dharma yang
sesungguhnya.
II. MAKSUD DAN TUJUAN

1. A. MAKSUD

Maksud disusunnya program iniuntuk dijadikan dasar dan arah kegiatan-kegiatan Gugusdepan Pondok Full Day
“SUNAN AMPEL” masa bhakti 2012-2015.

1. B. TUJUAN

Tujuan disusunnya program ini untuk mempermudah terselenggaranya kegiatan Gugusdepan masa bhakti 2012-
2015 dan tercapainya tujuan dari kegiatan tersebut.
III. DASAR
Keputusan kwartir nasional gerakan pramuka nomor 203 tahun 2009 tentang anggaran rumah tangga BAB VII
pasal 43.

1. Keputusan kwartir nasional gerakan pramuka nomor 203 tahun 2009 tentang anggaran rumah tangga
BAB IX pasal 102.
2. Keputusan kwartir nasional gerakan pramuka nomor 203 tahun 2009 tentang anggaran rumah tangga
BAB VII pasal 43.

IV. PROGRAM KERJA


v Program kerja induk tehnik kepramukaan. Mengadakan :

 Musyawarah Gugusdepan.
 Rapat Kerja Gugusdepan.

 Orientasi Santri Baru.


 Latihan pramuka pada setiap hari selasa.
 Pelantikan Dewan Ambalan dan Dewan Galang.

v Bidang administrasi dan keuangan

1. Bidang administrasi
v Menyelenggarakan administrasi, penetapan dan pengarsipan surat keputusan pengurus tentang pengukuhan
susunan pengurus atau panitia.
v Mengadakan tata usaha Gugusdepan.

1. Bidang keuangan

¬ Menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja Gugusdepan.


¬ Melaksanakan pembukuan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
v Bidang perlengkapan dan logistic
Mengadakan :
- Inventarisasi Gugusdepan dan kegiatan kepramukaan.
- Perawatan inventaris pramuka dan Gugusdepan.
SUSUNAN KEPANITIAAN
MUSYAWARAH GUGUSDEPAN PUTRA-PUTRI
PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI
MASA BHAKTI 2009-2012

Penaggung Jawab : Kak. Roisul Fadli


Ketua Panitia : Kak. Mahmud Rofi’i
Sekretaris : Kak. Binti Rahmawatul R.
Bendahara : Kak. Nifaatul Husna
v Seksi-seksi
Protokoler : Kak. M. Nailul Hamam
Kak. Ummu Arimatul A.
Kak. Yazid Al-Bastomi
Kak. Qurrotul A’yun
Dekorasi dan Dokumentasi : Kak. Ahmad Salim R.
Kak. Brofit Saptariati
Kak. Mahfud Azizi
Kak. Imro’atul Husna
Konsumsi : Kak. M. Roisul Fadli
Kak. Syamsul Alimi
Kak. Nailul Wafiroh
Kak. Siti Nurul Hasanah
Perlengkapan : Kak. Zainulloh Lafi
Kak. Lutfi azizi
Kak. Bayu Gilang R.

JADWAL KEGIATAN
MUSYAWARAH GUGUSDEPAN PUTRA PUTRI
116.16 – 116.17 / 116. 18 – 116.19
PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI

NO WAKTU JENIS KEGIATAN KETERANAGAN


1 ….. – 13.30 Peserta datang Peserta
2 13.30 – 14.20  Pembukaan. MC
 Gema wahyu ilahi. Kak. Qurotul A’yuni
 Lagu Indonesia Raya dan Himne Satya Kak. Novia Triani
Dharma Pramuka. Kak. Mahmud Rofi’i
 Sambutan Ka. Panitia

3 14.20 – 14.40 Sidang Pleno I : Team formatur


Ka. Gudep baru
 Pemilihan ketua Gudep baru.
 Penyusunan struktur pengurus Gudep
sekaligus penyusunan program kerja.

4 14.40 – 15.00 Sidang Pleno II : Notulen


Ka. Gudep baru
 Pembacaan hasil sidang pleno I Ka. Gudep lama dan pengurus
 Pembacaan rencana program kerja. Gudep baru
 Pelantikan dan serah terima jabatan

5 15.00 – selesai  Do’a (……………………….)


 Penutup MC

IKRAR GUGUSDEPAN PUTRA PUTRI


PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI

1. Siapkah kakak sekalian membatu Gugusdepan dengan ikhlas dan sepenuh hati.
2. Siapkah kakak sekalian menjadi pengurus Gugusdepan dengan giat dan tanggung jawab.
3. Siapkah kakak sekalian berjanji.

BERJANJI DENGAN SEPENUH HATI


‫بسم هللا الرحمن الرحيم‬
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang

1. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad utusan Allah.
2. Demi Allah aku berjanji dengan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan,
Negara Tri Satya dan Dhasa Dharma Pramuka.
3. Sanggup membantu Gerakan Pramuka di Pondok Full Day “Sunan Ampel” dengan giat dan tanggung
jawab.
4. Sanggup membantu Gugusdepan di Pondok Full day “Sunan Ampel” dan snggup menerima sangsi
apabila di kemudian hari melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Gerakan Pramuka
dan atas kebijakan pondok.

Bangorejo,………..September 2012
Yang menyatakan ikrar

Ka. Gugusdepan baru


SERAH TERIMA JABATAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan menyerahkan dengab seikhlas-ikhlasnya jabatan
pengurus Gugusdepan putra-putri Pondok Full Day “Sunan Ampel”.
Gugusdepan putra-putri
Masa bhakti 2009-2012
Ketua pengurus Gugusdepan
M. Roisul Fadli

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menerma dengan sepenuh hati atas diserahkannya
jabatan pengurus Gugusdepan putra Pondok Full Day “Sunan Ampel”.
Gugusdepan putra
Masa bhakti 2012 – 2015
Ketua pengurus Gugusdepan Baru
______

SERAH TERIMA JABATAN

Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan menyerahkan dengab seikhlas-ikhlasnya jabatan
pengurus Gugusdepan putra-putri Pondok Full Day “Sunan Ampel”.
Gugusdepan putra-putri
Masa bhakti 2009-2012
Ketua pengurus Gugusdepan
M. Roisul Fadli

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menerma dengan sepenuh hati atas diserahkannya
jabatan pengurus Gugusdepan putri Pondok Full Day “Sunan Ampel”.
Gugusdepan putri
Masa bhakti 2012 – 2015
Ketua pengurus Gugusdepan Baru
______

SUSUNAN PENGURUS
GUGUSDEPAN PUTRA 116.17 / 116.19
PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI
MASA BHAKTI 2012 – 2015
Ketua :……………………………..
Sekretaris :……………………………..
Bendahara :……………………………..

 Bidang-bidang

TEKHNIK KEPRAMUKAAN PERLENGKAPAN DAN LOGISTIK


1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
SUSUNAN PENGURUS
GUGUSDEPAN PUTRI 116.16 / 116.18
PONDOK FULL DAY “SUNAN AMPEL”
BANGOREJO BANYUWANGI
MASA BHAKTI 2012 – 2015
Ketua :……………………………..
Sekretaris :……………………………..
Bendahara :……………………………..

 Bidang-bidang

TEKHNIK KEPRAMUKAAN PERLENGKAPAN DAN LOGISTIK


1. 1.
2. 2.
3. 3.
4. 4.
5. 5.
6. 6.
PELAKSANAAN MUSYAWARAH GUGUS DEPAN
undefinedundefined

A. UPACARA PEMBUKAAN MUGUS.


Undangan semua pengurus Gudep (dari ketua sampai seksi-seksi), perwakilan golongan
SGTD, Komite semua pembina, mulai dari ketua sampai anggota, Kwaran, Ketua atau
pengurus
Acara :
1. Pengantar oleh pembawa acara
Contoh teks pembawa acara Musyawarah Gugus Depan

Assalamu’alaikum Wr., Wb.


Selamat datang dan terima kasih kami ucapkan kepada seluruh tamu undangan yang bersedia
meluangkan waktunya untuk menghadiri Musyawarah Gugus Depan pada hari ini.
Yang terhormat Majelis Pembimbing Gugus Depan, Bpk/ibu......
Yang terhormat Kakak-kakak Penggurus Gugus Depan
Yang kami hormati pembina Gugus Depan, Bpk/ ibu...
Yang kami hormati tamu undangan yang menyempatkan waktu untuk menghadiri Mugus
Dan yang kami sayangi dan kami banggakan perwakilan peserta didik golongan ....
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat, taufik,
hidayah serta inayahnya kepada kita semua sehingga dapat menghadiri Mugus pada hari ini.
Saya selaku pembawa acara akan membacakan susunan acara Mugus pada hari ini. Pertama
pembukaan:
1. Menyanyikan lagu Indonesia Raya Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya bangunlah raganya
Untuk Indonesia raya
Indonesia raya merdeka merdeka
Tanahku negeriku yang ku cinta
Indonesia raya merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia raya

diteruskan dengan Hening Cipta oleh pembina upacara(Ka Mabigus)

Hening Cipta
Dengan seluruh angkasa raya memuji
Pahlawan negara
Nan gugur remaja diribaan bendera
Bera nusa bangsa
Kau ku kenang wahai bunga putra bangsa
Harga jasa kau cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka

2. Laporan persiapan oleh ketua panitia Mugus


Contoh laporan Ketua Panitia Mugus
Assalamu’alaikum Wr., Wb.
Yang terhormat Majelis Pembimbing Gugus Depan, Bpk/ibu......
Yang terhormat Kakak-kakak Penggurus Gugus Depan
Yang kami hormati pembina Gugus Depan, Bpk/ ibu...
Yang kami hormati tamu undangan yang menyempatkan waktu untuk menghadiri Mugus
Dan yang kami sayangi dan kami banggakan perwakilan peserta didik golongan ....
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat, taufik,
hidayah serta inayahnya kepada kita semua sehingga dapat menghadiri Mugus pada hari ini.
Saya selaku ketua panitia akan melaporkan terkait dengan pelaksanaan Mugus pada hari ini
Musyawarah Gugus Depan dilaksanakan di...
Yang diikuti oleh Mabigus, Komite Sekolah, Pembina Gugus Depan, serta perwakilan peserta
didik. Kegiatan Mugus Ini dilaksanakan dengan 4 tahapan yakni sidang pleno I, II, dan III
serta evaluasi

3. Sambutan diteruskan pembukaan Mugus oleh Ka Pembina


Assalamu’alaikum Wr., Wb.
Yang terhormat Majelis Pembimbing Gugus Depan, Bpk/ibu......
Yang terhormat Kakak-kakak Penggurus Gugus Depan
Yang kami hormati pembina Gugus Depan, Bpk/ ibu...
Yang kami hormati tamu undangan yang menyempatkan waktu untuk menghadiri Mugus
Dan yang kami sayangi dan kami banggakan perwakilan peserta didik golongan ....
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karunianya kepada kita, sehingga
kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat wal afiat. Sholawat serta salam semoga
selalu tercurah kepada junjungan kita nabi agung Muhammad SAW.
Kakak-kakak yang saya hormati,
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, pertama saya ingin mengucapkan selamat datang
kepada seluruh hadirin peserta Musyawarah gugus pada taun ini.
Melalui kegiatan musyawarah gugus ini semoga mampu meningkatkan kinerja dan prestasi
gugus depan ... Sehingga gugus depan .... mampu memberi kebanggaan bagi masyarakat.
Dalam kepengurusan yang akan datang semoga kinerja gugus depan ...mampu menjadi
teladan bagi.....gugus depan gugus depan laing di lingkungan kita.
Selamat bermusyawarah semoga menghasilkan hal terbaik bagi gugus depan kita.
Wassalamualaikum wr.wb.

4. Doa penutup(dapat diteruskan Hymne Pramuka)


Assalamualaikum wr.wb
Hadirin yang berbahagia mari kita sejenak berdoa dan menundukan kepala semoga
pelaksanaan Mugus tahun ini diridhoi Allah SWT.
Bissmillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahhirobbil alamin
Hamdasyakirin hamdannaimin hamdayyuafiihi ni ammahu wa yu kafi ummaziddah
Ya rabbana lakalhamdu kama yam bighili jalaaliwajhikalkarimi waadzimi sulthonik
Ya allah ya rabbal alamin,
Mudahkanlah kami dalam menjalankan mugus ini
Semoga mendapatkan hasil yang terbaik bagi semuanya,
Robbana atina fiddunya hasanah
Wafill a khiroti hasanah
Waqina adzabannar.
Amiin
Wassalamualaikum wr.wb
Hymne Pramuka
Kami.. pramuka Indonesia
Manusia pancasila
Satyaku kuidarmakan
Darmaku ku baktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah airku
Kami jadi pandumu
5. Istirahat (tamu undangan meninggalkan tempat)
Pembawa acara : “Demikianlah rangkaian acara pembukaan musyawarah gugus depan, tamu
undangan diperkenankan meninggalkan tempat undangan”.
6. Dengan demikian upacara pembukaan musyawarah telah dibuka

B. SIDANG PLENO I
Sidang Pleno pertama dipimpin oleh Pimpinan Sidang dengan agenda :
1. Memilih pemimpin mugus tiga orang presidium sidang secara demokratis.
Pimpinan sidang memimpin jalannya sidang dengan agenda pemilihan presidium sidang yang
dipilih oleh peserta persidangan. Presidium sidang bertugas untuk memimpin jalannya sidang
Pleno kedua. Peserta Persidangan diharapkan mematuhi Presidium Sidang serta segala
aktifitas harus seijin presidium sidang.
2. Pimpinan sidang diserahkan kepada pimpinan presidium
Pimpinan presidium mengkondisikan peserta sidang untuk mengikuti sidang selanjutnya
yanki sidang pleno 2 yang akan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan
periode sebelumnya.

C. SIDANG PLENO II
1. Laporan pertanggungjawaban Pengurus Gudep dilanjutkan tanggapan dari peserta Mugus
dan pengesahan laporan tersebut.
Pimpinan sidang membuka sidang pleno 2 dan pembuka agenda sidang pleno 2 dengan
agenda laporan pertanggungjawaban Pengurus Gudep. Pimpinan sidang mempersilahkan
Pengurus Gudep membacakan laporan pertanggungjawabannya dihadapan peserta sidang.
Setelah pembacaan selesai dilanjutkan tanggapan peserta mugus dan dilanjutkan tanya jawab.
Setelah tanya jawab berakhir, pimpinan sidang mengambil alih sidang laporan
pertanggungjawaban untuk menetapkan diterima atau ditolaknya laporan
pertanggungjawaban oleh peserta sidang.
2. Penetapan komisi Mugus yaitu komisi program dan komisi organisasi. Sidang dipecah
menjadi dua kelompok komisi.
Pimpinan sidang membagi peserta sidang menjadi 2 komisi, komisi program dan komisi
organisasi. Peserta sidang diperbolehkan untuk memilih komisi yang akan diikutinya.
Pimpinan sidang 2 dan 3 mendampingi sidang masing masing komisi.
3. Setiap komisi menetapkan ketua, sekretaris dan pelapor
Masing-masing komisi menentukan ketua komisi, sekretaris komisi dan pelapor hasil
kesepakatan dari sidang komisi yang dilaksanakan. Pemilihan berdasarkan kesepakatan
anggota komisi masing masing komisi sidang.
4. Komisi program membahas rencana kegiatan tiga tahun ke depan komisi organisasi
menetapkan formatur untuk menentukan kriteria pengurus Gudep dan memilih Ka Gudep
baru. (Sidang komisi didampingi oleh presidium)

D. SIDANG PLENO III


1. Laporan hasil sidang komisi oleh pelapor(ditanggapi)
Dalam sidang pleno 3 hasil sidang dari masing-masing komisi disampaikan kepada seluruh
peserta sidang oleh pelapor. Laporan tersebut bisa ditanggapi oleh peserta sidang diluar
komisi. Komisi pelapor memberikan penguatan terhadap hasil sidang komisinya.
2. Penetapan hasil Mugus
Pemimpin sidang 1 kembali melanjutkan sidang pleno dengan membacakan hasil
kesepakatan sidan. Penetapan hasil mugus juga membahas dan menentukan ketua gudep
terpilih yang ditentukan peserta sidang. Ketua Gudep terpilih berdasarkan kriteria yang telah
ditentukan sidang komisi organisasi dalam sidang pleno 2. Kesepakatan sidang tersebut
ditandatangani oleh 3 presidium sidang.
3. Pelantikan ketua Gudep oleh ketua presidium Mugus
Pelantikan ketua Gudep oleh presidium sidang diikuti penandatanganan berita acara oleh
presidium sidan, ketua periode sebelumnya dan ketua terpilih.

EVALUASI DAN PENJELASAN

1. Tugas formatur menyusun kelengkapan pengurus gudep berdasarkan ktriteria. Paling lambat
satu bulan ke depan.
2. Selama pengurus demisioner, masih melanjutkan tugasnya sampai pengurus baru dilantik
oleh Mabi/Kwaran.
3. Panitia Mugus mengadakan rapat evaluasi dan pertanggungjawaban aatas tugasnya,
kemudian panitia Mugus dinyatakan bubar

SUSUNAN ACARA
MUSYAWARAH GUGUS DEPAN (MUGUS) 02.070-071
DAN MUSYAWARAH AMBALAN RAMA - SHINTA
PANGKALAN SMA NEGERI 1 SEMARANG
TAHUN 2011
Hari Sabtu, 2 Februari 2011 :

13.00-13.30 : Peserta datang


13.30-14.30 : Upacara Pembukaan
14.30-15.30 : Sidang Pendahuluan :
- Pengesahan Tata Tertib Mugus & MA
- Pembentukan dan Pengesahan Presidium
15.30-16.00 : Jamaah Shalat Ashar
16.00-17.30 : Sidang Pleno I :
- Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Periode 2010-2011
- Tanggapan atas laporan pertanggungjawaban
- Pengesahan laporan pertanggungjawaban
17.30-18.15 : Istirahat
18.15-18.30 : Jamaah Shalat Maghrib
18.30-19.30 : Makan Malam
19.30-20.00 : Jamaah Shalat Isya’
20.00-22.00 : Sidang Pleno II :
- Pembentukan Komisi dan Tim Perumus
- Sidang Komisi-Komisi
- Sidang Tim Perumus
- Pengesahan Hasil Sidang Komisi
22.00-24.00 : Mimpi Indah

Ahad, 3 Februari 2011 :

00.00-03.00 : Mimpi Indah


03.00-04.15 : Shalat Qiyamul lail/Shalat Malam
04.15-04.30 : Jamaah Shalat Subuh
04.30-05.30 : Olah raga
05.30-07.00 : Istirahat, Mandi dan sarapan pagi
07.00-09.00 : Sidang Pleno III :
- Pemilihan Pengurus Periode 2011-2012
- Pelantikan Pengurus Baru oleh Ka. Mabigus
- Serah Terima jabatan
09.00-10.00 : Upacara Penutupan

Salatiga, 29 Januari 2011


Pembina Gudep 02.070 Pembina Gudep 02.071

Dwi Utomo Nova N, S.Pd. Agus Dhani, S.Pd.


NTA. 1132020700002 NTA. 11320207100004

TATA TERTIB MUSYAWARAH GUGUS DEPAN


TATA TERTIB SIDANG
MUSYAWARAH PRAMUKA PENEGAK PUTERI PUTERA
AMBALAN SOEKARNO-FATMAWATI GUDEP 02101-02102
PANGKALAN SMA NEGERI 2 KOTA MOJOKERTO

BAB I
NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT

Pasal 1
Nama
Kegiatan ini dinamankan Musyawarah Pramuka Penegak Puteri Putera Ambalan Soekarno-
Fatmawati gudep 02101-02102 Pangkalan SMA Negeri 2 Kota Mojokerto masa bhakti 2012-2013

Pasal 2
Waktu dan Tempat
Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto dilaksanakan pada hari Minggu,
tanggal 15 Oktober 2013

BAB II
KEDUDUKAN DAN WEWENANG

Pasal 3
Kedudukan
Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto merupakan musyawarah anggota
penegak gerakan Pramuka SMA Negeri 2 Kota Mojokerto dan merupakan keputusan tertinggi dalam
musyawarah penegak

Pasal 4
Dasar Kegiatan
Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto mempunyai Dasar Kegiatan,
antara lain:
1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 tentang gerakan Pramuka.
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 tahun 2004 tentang Anggaran Dasar Gerakan
Pramuka.
3. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 086 tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga
Gerakan Pramuka.
4. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 080 tahun 1988 tentang Pola Mekanisme dan
Pembinaan Pramuka Penegak Pandega.
5. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 043 tahun 2002 tentang sistem Pendidikan dan
Pelatihan Pramuka Penegak Pandega.
6. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 314 tahun 2010 tentang Petunjuk Penyelenggaraan
Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega.
7. Program Kerja Dewan Ambalan Gugus Depan 2101-2102 pangkalan SMA Negeri 2 Kota Mojokerto
tahun 2012-2013.
8. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

BAB III
PERSONIL

Pasal 5
Peserta
Peserta Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto adalah seluruh Dewan
Ambalan masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto,seluruh calon Dewan Ambalan SMA
Negeri 2 Kota Mojokerto dan alumni Dewan Ambalan SMA Negeri 2 Kota Mojokerto.
Pasal 6
Peninjau
Peninjau Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto adalah alumni Dewan
Ambalan SMA Negeri 2 Kota Mojokerto.

Pasal 7
Penasehat
Penasehat Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negerti 2 Kota Mojokerto adalah pemangku
adat Ambalan.

Pasal 8
Narasumber
Narasumber Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto adalah anggota
Dewan Kerja Cabang yang mendapat mandate dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota
Mojokerto atau bisa digantikan oleh Pembina dan atau Majelis pembimbing Gugus Depan.

BAB IV
KUORUM

Pasal 9
Kuorum
1. Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto dinyatakan sah apabila
mencapai kuorum yakni dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah peserta yang hadir.
2. Apabila dalam pasal 9 ayat 1 tidak tercapai, maka Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA
Negeri 2 Kota Mojokerto ditunda 1x15 menit.
3. Keputusan–keputusan sidang dalam Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota
Mojokerto dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah dari jumlah peserta yang hadir.
4. Apabila pasal 9 ayat 3 tidak tercapai, maka selanjutnya sidang akan ditunda 1x10 menit
selanjutnya dinyatakan sah.

BAB V
JENIS, PIMPINAN, DAN PESERTA SIDANG

Pasal 10
Jenis Sidang
Jenis persidangan dalam Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto adalah:
1. Sidang Pendahuluan
2. Sidang Pleno I
3. Sidang Pleno II
4. Rapat Komisi
5. Sidang Pleno III
6. Sidang Tambahan

Pasal 11
Pimpinan Sidang
1. Pimpinan Sidang Pendahuluan Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto
adalah 3 orang pengurus Dewan Ambalan SMA Negeri 2 Kota Mojokerto masa bhakti 2012-2013.
2. Pimpinan sidang Pleno Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto adalah
pimpinan Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto yang disebut Presidium.
3. Syarat menjadi presidium Muspanitera masa bhakti 2012-2013 mencakup:
- Yang pernah membantu Program Kerja Dewan Ambalan.
- Memiliki nilai baik pada pelatihan menjadi bantara.
- Bisa berbicara Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
- Bisa mengatur jalannya rapat.
4. Presidium Muspanitera masa bhakti 2012-2013 adalah 3 orang dipilih, meliputi 2 orang penegak
bantara kelas XI dan 1 orang penegak kelas XII.
5. Rapat komisi dipimpin oleh ketua komisi yang di tunjuk langsung.

Pasal 12
Peserta Sidang
1. Sidang Pendahuluan diikuti oleh seluruh peserta, peninjau, penasehat, dan narasumber
Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto.
2. Sidang pleno diikuti oleh seluruh peserta, peninjau, penasehat, dan narasumber Muspanitera masa
bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto.
3. Rapat Komisi diikuti oleh seluruh peserta, peninjau, penasehat, dan narasumber Muspanitera
masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto.

BAB VI
HAK, KEWAJIBAN, DAN SANKSI

Pasal 13
Hak Suara
1. Hak suara adalah hak yang dimiliki peserta untuk diperhitungkan dalam perhitungan suara apabila
dilaksanakan pengambilan keputusan dengan cara pemungutan suara.
2. Setiap peserta yang menjadi pengurus Dewan Ambalan dan calon pengurus Dewan Ambalan
memiliki hak suara, sedangkan penasehat, peninjau, dan narasumber tidak mempunyai hak suara.

Pasal 14
Hak Bicara
1. Hak bicara adalah hak yang dimiliki untuk menyampaikan suara, usul, dan pendapat.
2. Setiap peserta, peninjau, penasehat dan narasumber Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA
Negeri 2 Kota Mojokerto memiliki hak bicara.
3. Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto dapat meminta nasehat,
pendapat, dan saran kepada penasehat apabila dianggap perlu.

Pasal 15
Hak Pilih dan Dipilih
1. Hak pilih adalah hak yang dimiliki oleh peserta Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2
Kota Mojokerto yang dibagi menjadi 2 yaitu Hak dipilih dan Hak memilih
a. Hak dipilih adalah hak yang dimiliki oleh Calon Dewan Ambalan masa bhakti 2012-2013 untuk
dipilih
b. Hak memilih adalah hak yang dimiliki oleh Dewan Ambalan masa bhakti 2012-2013 untuk memilih

Pasal 16
Kewajiban
Seluruh peserta, penasehat, peninjau, dan narasumber berkewajiban untuk mematuhi peraturan dan
tata tertib Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto yang telah tertulis.

Pasal 17
Sanksi
Setiap peserta, penasehat, peninjau, dan narasumber yang tidak mematuhi hak dan kewajiban akan
diberi sanksi yang pertama adalah diperingatkan secara lisan, yang kedua adalah dicabut haknya dan
yang terakhir dipersilahkan untuk meninggalkan ruang sidang.

BAB VII
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PROSEDUR PEMBICARAAN

Pasal 18
Pengambilan Keputusan
1. Pengambilan keputusan dalam Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto
dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila tidak tercapai mufakat, maka silakan dilakukan pembicaraan informalm (lobbying)
3. Apabila tidak tercapai mufakat, maka dilakukan pemungutan suara, yakni pengambilan keputusan
berdasarkan suara terbanyak (votting)
4. Suara terbanyak adalah sekurang-kurangnya lebih dari setengah dari jumlah peserta yang hadir.

Pasal 19
Prosedur Pembicaraan
1. Pembicaraan tingkat pertama dilaksanakan dalam Sidang Pleno.
2. Pembicaraan tingkat kedua dilaksanakan dalam Rapat Komisi.

BAB VIII
KETUA DAN WAKIL
DEWAN AMBALAN SMA NEGERI 2 KOTA MOJOKERTO

Pasal 20
Syarat-syarat Ketua dan Wakil Ketua
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Pramuka aktif di Gugus Depan
3. Siswa SMA Negeri 2 Kota Mojokerto
4. Mampu berkomunikasi dengan semua orang
5. Sehat jasmani dan rohani
6. Sudah dikukuhkan menjadi Pramuka Penegak Bantara
7. Memiliki loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap organisasi Pramuka
8. Mengutamakan organisasi Pramuka diantara organisasi-organisasi lain di lingkungan Sekolah
9. Benar-benar menerapkan prinsip-prinsip dasar, maupun aturan-aturan yang telah ditetapkan, baik
di SK Gerakan Pramuka maupun AD/ART Gerakan Pramuka dalam menjalankan organisasi Pramuka
10. Pernah mengikuti kegiatan tingkat daerah, cabang, atau ranting, minimal pernah menjadi sangga
kerja ditinggkat Gugus Depan

Pasal 21
Mekanisme Pemilihan
1. Peserta Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto yang berhak memilih
adalah Calon Dewan Ambalan kelas XI dan Dewan Ambalan dan yang berhak dipilih adalah Calon
Dewan Ambalan kelas XI
2. Pemilihan ketua dan Wakil Ketua dipilih secara langsung.

BAB IX
FORMATUR

Pasal 22
Formatur
1. Anggota tim Formatur secara keseluruhan berjumlah 5 orang yang dipilih melalui sidang
Muspanitera
2. Anggota formatur dari Dewan Ambalan, Dewan Kehormatan, Pemangku Adat SMA Negeri 2 Kota
Mojokerto dan Alumni yang bersedia ditentukan dalam sidang Muspanitera
3. Tim formatur bertugas menentukan Pradana melalui sidang Pradana Putra dan Pradana Putri pada
Rapat Komisi
4. Keputusan formatur bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
Pasal 23
Masa Tugas
Formatur Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota Mojokerto bertugas untuk:
1. Memberikan pertanyaan sehubungan dengan program kerja dan lain-lain untuk Calon Ketua dan
Calon Wakil Ketua yang telah terpilih
2. Masa tugas Formatur adalah selama Muspanitera masa bhakti 2012-2013 SMA Negeri 2 Kota
Mojokerto sampai dengan terbentuknya Dewan Kerja Ambalan dan beserta Program Kerja yang telah
disahkan

BAB X
PENUTUP
Pasal 24
Hal lain yang belum diatur dalam Muspanitera akan ditentukan Presidium dengan persetujuan
peserta sidang, beserta peninjau, penasehat, dan narasumber.

Pimpinan Sidang Pendahuluan

........................... ............................. ............................

TATA TERTIB SIDANG MUSYAWARAH AMBALAN

TATA TERTIB
MUSYAWARAH AMBALAN ( MUBAL )
K.H. MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT
SMK AL – GHIFARI BANYURESMI

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

1. Musyawarah Ambalan K.H Mustafa Kamil - R.A Lasminingrat Gudep Kab.Garut 14-141 & 14-142 SMK Al-Ghifari
Banyuresmi yang selanjutnya disingkat MUBAL merupakan Musyawarah tertinggi dalam organisasi.
2. MUBAL diselenggarakan oleh pengurus / Dewan Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT pada
tanggal 20 s.d 21 Oktober 2012 bertempat di SMK Al-Ghifari Banyuresmi.
3. MUBAL diikuti oleh peserta sebagai mana diatur dalam BAB IV Pasal 6 tata tertib ini.
4. MUBAL dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah lebih satu dari jumlah peserta yang telah
ditetapkan.
BAB II
KELENGKAPAN SIDANG DAN KETENTUAN SIDANG

Pasal 2
KELENGKAPAN SIDANG

Untuk melaksanakan sidang dibutuhkan beberapa kelengkapan, seperti :

1. Pimpinan Sidang
Pimpinan sidang adalah orang yang bertindak memimpin persidangan, ia wajib mengatur jalannya persidangan. Seorang
pemimpin sidang dituntut untuk bersikap adil dan bijaksana dalam menyikapi pendapat-pendapat yang berkembang dalam
persidangan. Ditangannyalah kesepakatan-kesepakatan dalam persidangan ditetapkan.
Jumlah pimpinan sidang haruslah berjumlah ganjil, karena adakalanya forum membutuhkan suara pimpinan sidang dalam
pengambilan keputusan, jumlah minimal 3 orang dan maksimal berapapun asalkan ganjil dan sesuai kesepakatan peserta
sidang. Pimpinan sidang memiliki hak yang sama dengan peserta sidang.

2. Peserta Sidang
Peserta sidang adalah orang yang memiliki kepentingan untuk bersidang, berkewajiban untuk mengikuti dan menjaga
kelancaran jalannya persidangan (mentaati tata tertib). Peserta sidang berhak mengajukan pertanyaan, pernyataan, penolakan
dan meminta penjelasan, klarifikasi mengenai suatu hal. Selain itu peserta sidang berhak pula untuk menggunakan suaranya
dalam pengambilan keputusan. Dengan kata lain segala sesuatu dapat terjadi dalam persidangan asalkan atas kesepakatan
peserta sidang, karena segala keputusan ada ditangan peserta sidang.
3. Peninjau
Peninjau adalah orang yang hadir dalam persidangan kecuali peserta dan pimpinan sidang. Peninjau memiliki kewajiban
yang sama dengan peserta sidang. Peninjau memiliki hak yang sama dengan peserta sidang. Tetapi peninjau tidak dapat
menggunakan hak suaranya dalam pengambilan keputusan.

4. Palu Sidang
Palu sidang adalah palu yang digunakan untuk menetapkan suatu keputusan, palu sidang merupakan nyawa dari persidangan,
karena walaupun keputusan telah disepakati, tidak akan sah apabila tidak ada palu sidang untuk menetapkannya.

5. Draft Sidang
Draft sidang adalah draft yang berisi permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dalam persidangan.

6. Lembar Konsideran
Lembar konsideran adalah kertas yang berisi lembaran keputusan-keputusan apa saja yang akan diambil dalam persidangan.

Pasal 3
KETENTUAN SIDANG

Dalam persidangan ada beberapa ketentuan mendasar yang harus dipahami oleh pimpinan, peserta dan peninjau sidang,
diantaranya :

1. Serah Terima Pimpinan Sidang


Dalam serah terima tersebut kedua belah pihak berdiri berhadapan, kemudian pihak yang menyerahkan mengetuk palu
sidang kemeja 1 (satu) kali kemudian berkata “dengan mengucapkan Bismillahirrohmannirrahim palu sidang saya
serahkan” atau “dengan ini palu sidang saya serahkan”. Kemudian pihak penerima menerima palu sidang lalu mengetuk
palu sidang kemeja 1 (satu) kali lalu berkata“dengan mengucapkan Bismillahirrohmannirrahim palu sidang saya
terima” atau “dengan ini palu sidang saya terima”. Selanjutnya sidang dapat dilanjutkan kembali.

2. Penggunaan Palu Sidang


a. Cara mengetuk palu sidang
Cara mengetuk palu sidang adalah palu sidang diangkat setinggi kurang lebih 10-15 cm dari meja dengan sudut kemiringan
kira-kira 50°-60°, kemudian diketuk dengan suara kira-kira dapat terdengar oleh seluruh orang yang hadir.

b. Jumlah ketukan
1) 1 (satu) kali ketukan :
a) serah terima pimpinan sidang
b) Mensahkan keputusan sementara,
c) pencabutan skorsing sidang (jangka pendek),
d) tinjauan kembali

2) 2 (dua) kali ketukan :


a) Menskorsing sidang (jangka lama)
b) pencabutan skorsing sidang (jangka lama)

3) 3 ( tiga ) kali ketukan :


a) pembukaan dan penutupan sidang (ceremonial) secara resmi dan keseluruhan
b) pembukaan dan penutupan sedang pleno
c) pengesahan ketetapan keputusan konsideran (ketetapan hasil sidang)
d) Mensahkan keputusan akhir sidang,

4) Ketukan berulang-ulang : Menenangkan peserta sidang (forum)

3. Interupsi

Interupsi adalah menyela atau meminta waktu kepada pimpinan sidang untuk berbicara dan menemukakan pendapat. Dalam
persidangan, umumnya terdapat beberapa jenis tingkatan interupsi, yaitu :

a. Interupsi point of order : digunakan untuk berbicara (mengemukakan pendapat) bersifat umum mengenai
suatu hal, juga dapat digunakan untuk bertanya dan meminta kejelasan atau jika terdapat disfungsi peserta
sidang (termasuk petugas” sidang) yang dianggap mengganggu jalannya persidangan.

b. Interupsi Point of information : digunakan apabila ingin memberikan suatu informasi yang berkaitan dengan
permasalahan yang sedang dibahas atau untuk menyampaikan informasi tambahan yang dianggap membantu
maupun informasi yang sifatnya tehnis. Interupsi ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari yang pertama.
c. Interupsi point of clarification : digunakan apabila ingin mengklarifikasi suatu permasalahan atau jika terdapat
penyampaian pendapat atau informasi yang butuh klarifikasi. Interupsi ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi
dari yang kedua.

d. Interupsi point of privillage : digunakan apabila akan mengajukan ketersinggungan terhadap seseorang
ataupun sesuatu hal atau jika terdapat pendapat yang terlalu menyudutkan pihak tertentu, diluar substansi
permasalahan. Interupsi ini memiliki tingkatan yang tertinggi, dengan kata lain siapapun yang
mengajukan interupsi ini harus lebih diperhatikan.

4. Skorsing
Skorsing adalah pengambilan waktu rehat dalam persidangan untuk keperluan tertentu, misalkan terjadi dead lock
(kebuntuan) dalam persidangan dan untuk meencairkan suasana diamblilah langkah skorsing. Lamanya skorsing ditentukan
oleh pimpinan sidang atas persetujuan peserta sidang dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Skorsing terbatas,
Skorsing yang lama waktunya ditentukan, contohnya 2×2,5 menit, 2×5, 2×10 menit, dan seterusnya tergantung
kebutuhannya. Untuk skorsing terbatas ini lazimnya diawali dengan perkataan “skorsing 2x…menit
dibuka” atau apabila waktu skorsing yang disepakati terhitung lama boleh juga menggunakan “skorsing
sampai…dibuka”.

b. Skorsing tak terbatas,


Skorsing diambil disebabkan oleh suatu hal darurat yang terjadi dalam persidangan, sehingga menyebabkan
lamanya waktu skorsing tidak dapat ditentukan. Lazimnya diawali dengan perkataan “skorsing untuk waktu
yang tidak terbatas dibuka”.

5. Pembekuan Sidang
Langkah yang diambil apabila sidang, dikarenakan suatu hal terus menerus mengalami kebuntuan ( dead lock terus-
menerus) dan setelah melalui jalan skorsing tak terbataspun tetap saja mengalami kebuntuan. Bila hal ini terjadi, pimpinan
sidang atas persetujuan peserta sidang berhak membekukan sidang, dengan catatan ini adalah langkah terakhir yang diambil
setelah semua usaha yang dilakukan tetap tidak membuahkan hasil. Apabila hal ini dilaksanakan (sidang dibekukan), maka
secara otomatis organisasi yang bersangkutan pun akan ikut membeku.

BAB III
PIMPINAN, TUGAS DAN WEWENANG

Pasal 4
PIMPINAN

1. Pimpinan MUBAL adalah pengurus / Dewan Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT masa
bakti 2011 - 2012.
2. Pimpinan MUBAL bertanggung jawab atas terselenggaranya MUBAL.
3. Pimpinan MUBAL membentuk panitia yang terdiri dari panitia pengarah dan panitia pelaksana / sangga kerja
4. Panitia pengarah adalah unsur dalam MUBAL yang berfungsi merancang materi pelaksana MUBAL, mengkaji informasi
dan aspirasi yang berkembang dalam dinamika MUBAL yang membantu pimpinan MUBAL dalam mengambil kebijakan-
kebijakan yang dianggap perlu demi lancar, tertib, sukses dan berkualitasnya penyelenggaraan MUBAL
5. Panitia Pelaksana / Sangga Kerja adalah unsur panitia MUBAL yang berfungsi menyiapkan pelaksanaan dan teknis
penyelenggaraan MUBAL.

Pasal 5
TUGAS DAN WEWENANG

MUBAL memiliki tugas dan wewenang untuk :


1. Menetapkan / Mengubah Peraturan Dasar Organisasi (PDO) Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT
2. Menetapkan / Menbentuk serta Menjaga Adat Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT
3. Menetapkan / Mengubah Garis-garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A
LASMININGRAT
4. Menetapkan hasil laporan pertanggungjawaban pengurus lama dan membentuk pengurus baru.

BAB IV
QUORUM, PESERTA DAN PENINJAU

Pasal 6
QUORUM

1. MUBAL ini dianggap sah apabila dihadiri oleh setengah lebih satu dari jumlah peserta yang sah
2. Sidang komisi dianggap sah apabila dihadiri oleh setengah lebih satu dari jumlah peserta yang sah.
3. Apabila point 1 dan 2 tidak tercapai maka sidang di Skorsing selama 1 X 5 Menit dan sidang dibuka kembali tanpa
memperhatikan quorum dengan kesepakatan bersama.

Pasal 7
PESERTA DAN PENINJAU

1. Peserta MUBAL terdiri dari :


a. Panitia / Sangga Kerja MUBAL
b. Dewan Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT
c. Pengurus / Dewan Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT masa bakti 2011 - 2012.
d. Anggota ambalan yang sudah dilantik menjadi anggota ambalan.
2. Peninjau MUBAL adalah tamu Undangan atau pihak-pihak terkait yang disahkan oleh Pengurus / Dewan Ambalan K.H
MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT.

Pasal 8

1. Setiap peserta dan peninjau diberikan tanda pengenal MUBAL dan Wajib dipakai selama MUBAL berlangsung.
2. Panitia / Sangga Kerja dan Petugas Keamanan yang ditunjuk oleh panitia berhak mencegah kehadiran peserta, peninjau dan
atau orang perorangan yang masuk dalam sidang apabila tidak termasuk sebagai peserta atau peninjau yang sah.

Pasal 9

Hak dan kewajiban peserta dan peninjau adalah sebagai berikut :


1. Setiap peserta dan peninjau berkewajiban mentaati tata tertib MUBAL
2. Setiap peserta sidang mempunyai hak bicara dan hak suara
3. Setiap Peninjau hanya memiliki hak bicara
4. Setiap peserta dan peninjau hanya boleh bicara setelah mendapat izin dari presidium sidang.
5. Setiap peserta mendapat perlakuan yang sama dari presidium sidang
6. Setiap peserta hanya boleh keluar setelah mendapat izin dari presidium sidang.

Pasal 10

Sanksi-sanksi
1. Sanksi diberikan kepada peserta yang melanggar tata tertib
2. Sanksi berupa peringatan, pencabutan hak suara atau dikeluarkan dari sidang oleh pimpinan sidang atas persetujuan
quorum.

BAB V
TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 11

1. Keputusan diambil secara musyawarah mufakat.


2. Apabila ketentuan pada point 1 tidak tercapai maka keputusan dapat diambil secara pemungutan suara terbanyak (Votting)
3. Keputusan yang berdasarkan pada pemungutan suara ini dianggap sah apabila disetujui oleh suara terbanyak
4. Apabila hasil pemungutan suara berimbang maka dilakukan lobbying selama 1 X 5 menit, apabila masih berimbang maka
keputusan ini diambil secara musyawarah mufakat
5. Pemungutan suara dilakukan secara lisan atau tulisan.

Pasal 12

Seluruh pelaksanaan sidang harus dicatat dalam berita acara persidangan yang berisi :
1. Waktu, tempat dan tanggal persidangan
2. Jenis persidangan (pleno, komisi, sub. Komisi atau rapat pimpinan MUBAL)
3. Presidium / Pimpinan sidang
4. Jumlah peserta yang menanda tangani daftar hadir
5. Kesimpulan keputusan Sidang

BAB VI
PERSIDANGAN DAN MUSYAWARAH

Pasal 13

Musyawarah dan rapat-rapat MUBAL terdiri dari :


1. Sidang pleno merupakan persidangan yang dihadiri oleh seluruh peserta MUBAL dan terbagi dalam 4(empat) tahap
persidangan, yaitu :
a. Sidang pleno I membahas agenda acara dan tata tertib serta pemilihan presidium sidang.
b. Sidang pleno II membahas Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus, Pandangan Umum dan Pernyataan Demisioner.
c. Sidang pleno III membahas Pembagian, Pembahasan dan Pengesahan sidang komisi
d. Sidang pleno IV membahas tata cara pemilihan Pradana ambalan K.H MUSTAFA KAMIL – R.A LASMININGRAT SMK
Al-Ghifari Banyuresmi.
2. Rapat-rapat pimpinan MUBAL dan Panitia MUBAL
3. Sidang komisi dibagi dalam 3 (tiga) Komisi, yaitu :
a. Sidang Komisi A membahas Peraturan Dasar Organisasi (PDO) Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A
LASMININGRAT SMK Al-Ghifari Banyuresmi
b. Sidang Komisi B membahas Adat Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A LASMININGRAT SMK Al-Ghifari
Banyuresmi
c. Sidang Komisi C membahas Garis-garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) Ambalan K.H MUSTAFA KAMIL - R.A
LASMININGRAT SMK Al-Ghifari Banyuresmi

BAB VII
PRESIDIUM / PIMPINAN SIDANG

Pasal 14

1. Presidium / Pimpinan sidang pleno terdiri dari 3 (Tiga) orang, yaitu seorang ketua berada ditengah yang didampingi oleh
seorang sekretaris samping kanan dan seorang anggota samping kiri.
2. Sidang pleno pertama dipimpin oleh presidium sidang sementara yaitu panitia pengarah.
3. Sidang pleno selanjutnya dipimpin oleh presidium sidang yang dipilih peserta MUBAL
4. Peserta utusan MUBAL berhak dipilih menjadi presidium sidang
5. Sidang komisi dipimpin oleh pimpian sidang komisi yang dipilih oleh anggota komisi yang terdiri dari ketua, sekretaris dan
anggota.
6. Pimpinan sidang komisi berhak mengatur jalannya sidang komisi dengan tidak menyimpang dari peraturan dan ketentuan
yang telah disepakati dan disahkan dalam sidang pleno.

Pasal 15

Tugas, hak dan kewajiban Presidium / Pimpinan sidang yaitu :


1. Memimpin jalannya sidang agar tertib untuk mencapai mufakat
2. Berusaha mempertemukan pendapat-pendapat yang berbeda, menyimpulkan pembicaraan dan menundukan persoalan yang
sebenarnya serta mengembalikan jalannya sidang kepada pokok pembicaraan.

3. Hak dan Kewajiban Presidium / Pimpinan sidang yaitu :


a. Mengatur urutan pembicaraan
b. Mengatur dan menertibkan pembicara
c. Menetapkan waktu bagi pembicara
d. Menyimpulkan pembicaraan-pembicaraan
e. Mengumumkan tiap-tiap hasil keputusan yang diambil.

Pasal 16

Apabila oleh karena sesuatu dan hal lain pimpinan sidang memandang perlu untuk membicarakan masalah-masalah yang
perlu dirundingkan atau harus berkonsultasi maka sidang di skorsing / di pending.

BAB VIII
KETENTUAN TAMBAHAN

Pasal 17

1. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan ditentukan kemudian oleh pimpinan MUBAL atau presidium sidang
berdasarkan musyawarah mufakat
2. Tata tertib ini berlaku sejak waktu dan tanggal ditetapkan

Ditetapkan di : Banyuresmi
Pada tanggal : 20 Oktober 2012
Waktu : Pukul 11.55 WIB

PIMPINAN SIDANG
Ketua, Sekretaris, Anggota,
ttd ttd ttd

(Suminar) (Syarif firmansyah hudaya) (Indriyani)

CONTOH PROPOSAL MUGUS


(Musyawarah Gugus Depan)
PROPOSAL
MUGUS
(Musyawarah Gugus Depan)

SMA Negeri 1 Ponggok


2010/2011
1. Pendahuluan :

Pramuka merupakan ekstrakulikuler yang paling diminati siswa. Selain itu dalam Pramuka juga
dikenal dengan adanya kerja sama yang baik dalam tim. Untuk mengembangkan kerja sama antar
siswa siswi SMA Negeri 1 Ponggok. Kami selaku anggota pramuka kelas XI yang tersusun dalam
Ambalan Jendral Sudirman dan Dewi Sartika SMA Negeri 1 Ponggok bermaksud mengadakan kegiata
PTA untuk menyambut kehadiran siswa kelas X.

2. Latar Belakang :

Kegiata yang kami laksanakan adalah untuk menarik minat siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler
Pramuka di SMA Negeri 1 Ponggok. Selain itu kegiatan ini juga dilaksanakan untuk memperkentakl
pengetahuan siswa dalam kePramukaan khususnya dalam hal penempatan Dasa Dharma dan Tri
Satya.

3. Tujuan :

Kegiatan PTA yang akan dilaksanakan bertujuan untuk:


 Menarik minat siswa dalam ekstrakulukuler Pramuka

 Memberikan penjelasan tentang struktur Ambalan SMA Negeri 1 Ponggok

 Memperdalam wawasan siswa tentang kePramukaan

 Menanamkan nilai nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma dan Tri Satya

4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan:

Hari/tanggal : Minggu ,16 Januari 2011

Tempat : Lab. IPA SMA Negeri 1 Ponggok

Waktu : 07.00-14.15

5. Sasaran :

a. Siswa siswi yang mengikuti ekstra pramuka

b. Dewan Ambalan SMA N1 Ponggok 2009/2010

6. Acara / Kegiatan :

 PEMBUKAAN

 SIDANG PLENO 1 : a. Pembentukan Presidium

b. Penyerahan Pimpinan Sidang

c. Pembahasan dan Pengesahan TATIB

 SIDANG KOMISI : a. Pembentukan Komisi


b. Sidang Komisi : 1. Organisasi

2. Program

3. Adat

 SIDANG PLENO 2 : a. Laporan Sidang Komisi


b. Pengesahan Hasil Sidang 3 Komisi

 SIDANG PLENO 3 :
a. Pembacaan laporan pertanggung jawaban AMBALAN 2009/2010

b. Pemilihan Pradana Pradani

c. Penutupan sidang Pleno

7. Susunan Kepanitiaan:

Penanggung Jawab : Drs. Slamet

Ketua Panitia : Nanang Pujiatmoko


Wakil Ketua : Feri Erwanto

Sekertaris : Dewi Mar’atus S.

Bendahara : Septian M

Seksi konsumsi : Fiki Zuhairina

8. Rencana Anggaran :

No. Nama Alat Harga

1. Surat edaran dan Proposal Rp. 20.000

2. Konsumsi @Rp. 1500X60 Rp. 90.000

3. Konsumsi undangan @Rp. 10.000X4 Rp. 40.000

4. JUMLAH Rp. 150.000

PENUTUP :

Demikianlah proposal kegiatan MUGUS SMA Negeri 1 Ponggok ini kami buat. Atas segala dukungan
dan partisipasi dari semua pihak kami ucapkan terima kasih. Semga acara ini dapat berjalan dengan
lancar dengan ridlo Alloh SWT.

Ponggok, 16 Januari 2010

Ketua Panitia Wakil Ketua

Nanang P Feri E

Sekertaris

Dewi M.S

BAGAIMANA CARANYA MENJADI ANGGOTA PRAMUKA ?

PRAMUKA SIAGA GOLONGAN USIA 7 - 10 TAHUN :


 Datang ke Gugusdepan menyatakan ingin menjadi Pramuka.

 Diterima di Perindukan Siaga dengan status sebagai tamu Perindukan.


 Mengikuti latihan di perindukan berpakaian bebas. Kalau memakai seragam
Pramuka belum boleh memakai tutup kepala, tanda pelantikan dan setangan
leher.
 Menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Siaga Mula, status sebagai
calon Pramuka Siaga.
 Apabila telah menyelesaikan SKU dan lulus, maka calon Pramuka Siaga berhak
dilantik oleh pembina Siaga. Pelantikan dilaksanakan dengan upacara dan
setelah calon siaga mengucapkan janji Dwi Satya, ia berhak menggunakan tutup
kepala, setangan leher dan tanda pelantikan.
 Setelah dilantik ia berstatus sebagai Pramuka Siaga Mula dan menjadi anggota
Gerakan Pramuka yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang
dikeluarkan oleh Kwartir cabang.
 Tugas selanjutnya ialah melanjutkan kecakapan umumnya dan meraih
kecakapan khusus sebanyak-banyaknya sebelum batas usia Siaga berakhir.
 Apabila ia telah menjadi Pramuka Siaga disuatu gugusdepan, karena sesuatu hal
ingin pindah ke gugusdepan lain caranya adalah :
 Minta surat keterangan pindah dan keluar dari Gugusdepan yang di tuju.
 Menyerahkan surat keterangan tersebut kepada Pembina Gugusdepan yang di
tuju.
 Setelah diproses dan diterima dalam suatu upacara maka nomor Gugusdepan
yang lama dilepas dan diganti nomor Gugusdepan yang baru, demikian pula
Kartu Tanda Anggotanya.
 Pramuka Siaga yang usianya telah lewat dari 10 tahun oleh Pembinanya akan di
lepas dalam suatu upacara dan pindah ke golongan Pramuka Penggalang.

MENJADI PRAMUKA PENGGALANG, GOLONGAN USIA 11-15 TAHUN.

Dari Pramuka Siaga dalam satu Gugusdepan.

 Setelah dilepas dari Perindukan, ia diantar oleh Pembinanya diserahkan kepada


Pembina Penggalang melalui Upacara. Setelah diterima ditempatkan di suatu
regu dengan status sebagai Tamu.
 Mengikuti latihan dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat
Penggalang Ramu. Pakaian yang dikenakan yaitu boleh memakai seragam pada
saat menjadi Pramuka Siaga status sebagai calon Penggalang Ramu.
 Setelah berhasil lulus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum. Penggalang
Ramu, ia dilantik oleh Pembinanya dalam suatu Upacara dengan mengucapakan
janji Tri Satya dan disemati dengan Tanda Tutup Kepala Penggalang, Tanda
Kecakapan Umum Penggalang Ramu serta mendapat Kartu Tanda Anggota
berstatus Pramuka Penggalang.
 Selanjutnya ia berhak meningkatkan kecakapan umumnya dan meraih
kecakapan khusus sebanyak-banyaknya serta mengikuti berbagai kegiatan
Pramuka Penggalang sampai batas usia Penggalang berakhir.

Dari Pramuka Penggalang dalam satu Gugusdepan .

 Menyerahkan surat keterangan pindah dari Gugusdepannya.


 Diterima dalam suatu upacara ditempatkan dalam suatu regu berstatus sebagai
Tamu.
 Mengikuti latihan dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) tingkat
Penggalang Ramu . Pakaian yang dikenakan yaitu boleh memakai seragam
pada saat menjadi Pramuka Siaga status sebagai calon Penggalang Ramu.
 Setelah berhasil lulus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Penggalang
Ramu, ia dilantik oleh Pembinanya dalam suatu upacara dengan mengucapkan
janji Tri Satya dan disemati Tanda Tutup Kepala Penggalang Kecakapan Umum
Penggalang Ramu serta mendapat Kartu Tanda Anggota berstatus Pramuka
Penggalang.
 Selanjutnya ia berhak meningkatkan Kecakapan umumnya dan meraih
kecakapan khusus sebanyak-banyaknya serta mengikuti sebagai kegiatan
Pramuka penggalang sampai batas usia penggalang berakhir.

Dari anak Remaja yang belum pernah menjadi pramuka Siaga.

 Datang ke Gugusdepan dan menyatakan minat menjadi Pramuka.


 Diterima dan ditempatkan di pasukan dengan status Tamu.
 Mengikuti latihan rutin di pasukan dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum
(SKU) Penggalang Ramu serta berstatus sebagai calon Penggalang Ramu.
Pakaian bebas rapi dan apabila memakai seragam pramuka belum boleh
mengenakan tutup kepala, setangan leher dan tanda pelantikan.
 Bila berhasil menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Ramu, ia akan dilantik
oleh Pembinanya melalui Upacara. Mengucapakan janji Tri Satya dan setelah itu
disemati Tanda Pelantikan, Tanda Kecakapan Umum, tutup kepala dan setangan
leher. Ia telah syah menjadi anggota Gerakan Pramuka kelompok peserta didik
dan akan mendapat Kartu Tanda Anggota (KTA).
 Selanjutnya ia wajib meningkatkan kecakapan umum di atasnya dan meraih
kecakapan khusus sebanyak-banyaknya serta mengikuti berbagai kegiatan
penggalang sampai batas usia penggalang berakhir.
 Pramuka Penggalang yang usianya lebih dari 15 tahun oleh pembinanya akan
dilepas dalam suatu upacara dan pindah ke golongan Pramuka Penegak.

PRAMUKA PENEGAK, GOLONGAN USIA 16 - 20 TAHUN.

Dari Pramuka Penggalang dalam satu Gugusdepan.

 Diserahkan oleh Pembinanya dan diterima oleh Pembina Penegak dalam suatu
upacara, ia berstatus sebagai Tamu Ambalan.
 Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU)
Penegak Bantara berstatus sebagai calon Penegak Bantara.
 Setelah berhasil menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak
Bantara, ia akan dilantik oleh Pembinanya dalam suatu Upacara dan
mengucapakn janji Tri Satya. Disemati Tanda Kecakapan Umum (TKU) Bantara,
Tanda Topi Penegak dan akan mendapat Kartu Tanda Anggota berstatus
Pramuka Penegak.
 Selanjutnya wajib meningkatkan kecakapan umumnya dan meraih berbagai
kecakapan khusus serta mengikuti kegiatan kepenegakan sampai batas usia
Penegak berakhir.

Dari Pramuka Penggalang dari lain Gugusdepan.


 Menyerahkan Surat keterangan pindah dari Gugusdepanya.
 Diterima dalam suatu Upacara ditempatkan disalah satu Sangga berstatus
sebagai Tamu Ambalan.
 Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU)
Penegak Bantara berstatus sebagai Calon Penegak Bantara.
 Setelah berhasil menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Penegak Bantara ia
akan dilantik oleh pembinanya dalam suatu upacara dan mengucapakn janji Tri
Satya. Disemati Tanda Kecakapan Umum (TKU) Bantara, Tanda Topi Penegak
dan akan mendapat Kartu Tanda Anggota berstatus Pramuka Penegak.
 Dari remaja/pemuda yang belum pernah jadi Pramuka.
 Datang ke Gugusdepan menyatakan minatnya menjadi Pramuka.
 Diterima dan ditempatkan di Ambalan melalui upacara dengan status Tamu
Ambalan.
 Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Penegak
Bantara.
 Setelah selesai dan berhasil ia akan dilantik oleh pembinanya dalam suatu
upacara serta mengucapkan janji Tri Satya, setelah itu disemati Tanda
Pelantikan, Tutup Kepala, Setangan Leher dan Tanda Kecakapan Umum
Bantara.
 Selanjutnya wajib meningkatkan Kecakapan Umumnya dan meraih berbagai
kecakapan khusus serta mengikuti kegiatan Kepenegakan sebelum batas usia
Penegak Berakhir.
 Pramuka Penegak yang usianya lewat 20 tahun oleh Pembinanya akan dilepas
dalam suatu upacara dan pindah ke golongan Pramuka Pandega.
PRAMUKA PANDEGA, GOLONGAN USIA 21 - 25 TAHUN.

Dari Pramuka Penegak dalam satu Gugusdepan.

 Diserahkan pembinanya, diterima oleh pembina Pandega dalam suatu Upacara


menjadi Tamu Racana.
 Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum berstatus
calon Pandega.
 Setelah berhasil menyelesikan Syarat Kecakapan Umum (SKU), ia dilantik oleh
pembinanya dalam suatu upacara menjadi Pandega dan disemati Tanda
Kecakapan Umum Pandega dan Tanda Topi Pandega serta akan mendapat
Kartu Tanda Anggota sebagai Pramuka Pandega.
 Selanjutnya wajib meningkatkan kecakapannya, ikut membina di Gugusdepan
dan meraih berbagai kecakapan khusus untuk bekal bakti di masyarakat juga
mengikuti kegiatan ke Pandegaan.

Dari Penegak Gugusdepan lain.

 Menyerahkan surat keterangan pindah dari Gugusdepannya.


 Diterima dalam suatu upacara sebagai tamu Racana.
 Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum berstatus
calon Pandega.
 Setelah berhasil menyelesaikan (SKU), ia di lantik oleh pembinanya dalam suatu
upacara menjadi Pandega dan disemati Tanda Kecakapan Umum Pandega dan
Tanda Topi Pandega serta akan mendapat Kartu Tanda Anggota sebagai
Pramuka Pandega.
 Selanjutnya wajib meningkatkan kecakapannya, ikut membina di Gugusdepan
dan meraih berbagai kecakapan khusus untuk bekal bakti di masyarakat juga
mengikuti kegiatan ke Pandegaan.

Dari Pemuda yang belum pernah menjadi Pramuka.

 Datang ke Gugusdepan dan menyatakan niatnya menjadi Pramuka.


 Diterima dalam Racana dengan upacara dan berstatus sebagai Tamu Racana.
 Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Pandega.
 Bila tidak berhasil ia dilantik menjadi Pramuka Pandega dalam Upacara dengan
mengucapkan janji Tri Satya, setelah itu disemati Tanda Pelantikan, Tutup
Kepala, Setangan Leher dan Tanda Kecakapan Umum Pandega serta akan
mendapat Kartu Tanda Anggota sebagai Pramuka Pandega.
 Selanjutnya wajib meningkatkan kecakapannya dan membantu melatih di
Gugusdepan serta meraih berbagai kecakapan khusus untuk bekal bakti kepada
masyarakat.
 Mengikuti berbagai kegiatan Kepandegaan.
 Apabila usianya telah lewat dari usia Pandega ia akan dilepas oleh Pembinanya
untuk berkarya dan berbakti pada masyarakat melalui upacara pelepasan.
Contoh Berita Acara Pelantikan

BERITA ACARA PELANTIKAN

DEWAN AMBALAN YUDHISTIRA - SURYAWATI

GUGUS DEPAN 21063 - 21064 SMK CITRA MUTIARA

MASA BHAKTI TAHUN 2012 - 2013

Adik - Adik sekalian !

Sebelum saya melantik dan mengukuhkan Adik-adik sebagai Pengurus Dewan


Ambalan Yudhistira-Suryawati, saya perlu menegaskan bahwa Dewan Ambalan adalah suatu wadah
pengorganisasian kegiatan Penegak di gugus depan yang mengatur aktifitas kegiatan dan kehidupan
sehari – hari Ambalan.

Untuk itu sebelum pelantikan ini saya akan mengajukan beberapa pertanyaan yang saya
minta Adik-adik untuk memberikan jawaban dengan tegas, dengan suka dan rela yang dilandasi
Satya dan Darma Pramuka Indonesia.

Pertama : Dewan Ambalan hakikatnya adalah Pengurus Satuan Penegak yang dengan sukarela dan aktif dalam
kegiatan kepramukaan di Ambalan.

Bersediakan Adik-adik untuk menjadi Pengurus Dewan Ambalan Yudhistira-Suryawati ?

…………………………………………( jawaban : Besedia )

Kedua : Trisatya dan Dasadarma adalah kode etik setiap Anggota Gerakan Pramuka.

Bersediakah Adik-Adik menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari ?

…………………………………………( jawaban : Besedia )

Ketiga : Sebagai perwujudan kesediaan Adik-adik.

Bersediakah Adik-adik secara sukarela dan dengan hati yang tulus iklas mengucapkan Janji Pramuka :
TRISATYA ?

…………………………………………( jawaban : Besedia )

Sebelum mengucapkan janji saya persilahkan Adik-adik berdo’a, memohon kehadirat


Tuhan Yang Maha Esa agar apa yang akan Adik-adik Ikrarkan mendapat ridho dan selalu
mendapatkan bimbingan-Nya.

Berdo’a saya persilahkan………………………………………….selesai.


Kemudian peganglah ujung Sang Merah Putih dan letakan pada detak jantung Adik-adik sebagai
tanda bahwa selama jantung masih berdetak mudah-mudahan Adik-adik akan selalu ingat akan
tugas dan kewajiban selaku Pengurus Ambalan/ Racana.

Selanjutnya ikutilah ucapan saya :

TRISATYA

Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :

- Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan


mengamalkan Pancasila.

- Menolong sesama hidup dan ikutserta membangun masyarakat.

- Menepati Dasadarma.

Atas dasar Janji Satya yang Adik-adik ucapkan dengan disertai kesanggupan untuk
melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Pengurus Dewan Ambalan Yudhistira-Suryawati. maka
dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya melantik dan mengukuhkan Adik-adik sebagai Pengurus
Dewan Ambalan Yudhistira-Suryawati.

Selesai.

Serang Baru, ……. Januari 2012

Yang melantik:

Pembina Pramuka SMK Citra Mutiara

(………………………………………)

Yang dilantik :

Pradana Putra Pradana Putri

(………………………………………) (………………………………………)
TATA TERTIB MUSYWARAH AMBALAN OCTEAM SCOUT YANG KE-4
KETETAPAN
AMBALAN OCTEAM SCOUT MAKASSAR
PANGKALAN SMK NEGERI 5 MAKASSAR
NOMOR : 01/K-04/12/2010
Tentang
PERATURAN DAN TATA TERTIB MUSAM KE - 4
AMABALAN OCTEAM SCOUT
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
MUSYAWARAH KE–04 Ambalan octeam scout dengan senantiasa mengharap Rahmat
dan Ridho Allah SWT setelah :
MENIMBANG : bahwa dalam melaksanakan musyawarah ambalan perlu adanya tata
tertib
MENGINGAT :1. Anggaran Dasar gerakan pramuka.
2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
MEMPERHATIKAN :
Usulan dan tanggapan peserta sidang.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
Pertama : menetapkan tata tertib musyawarah ambalan octeam scout makassar
Kedua : jika terdapat kekeliruan di dalamnya maka, dapat ditinjau ulang sebagai mana
mestinya.
Ketiga : Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Benteng sumbo opu


Pada Tanggal : 25 desember 2010
Waktu : 22.00 wita

Presidium Musyawarah Ke-04 octeam Tahun 2010


Benteng sumbo opu, 25 desember 2010

Ketua
Aswar haeruddin

anggota Sekertaris

Rifki Imran Ikhra

PERATURAN DAN TATA TERTIB


MUSYAWARAH PENEGAK /AMBALAN
BAB I
NAMA, KEDUDUKAN DAN WEWENANG

Pasal 1
Nama

Musyawarah Ambalan, yang disingkat MUSAM

Pasal 2
Kedudukan

Musyawarah Ambalan berkedudukan sebagai forum pertemuan tertinggi bagi Pramuka


Penegak untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak di Gugusdepan.

Pasal 3
Wewenang

Wewenang Musyawarah Ambalan adalah :


1. Mengevaluasi pelaksanaan fungsi dan tugas pokok Pengurus Dewan Ambalan masa
bakti sebelumnya
2. Menyusun Rencana Kerja Pramuka Penegak di gugus depan
3. Menetapkan Adat Ambalan
4. Membentuk kepengurusan Dewan Ambalan Berikutnya

BAB II
WAKTU DAN TEMPAT

Pasal 4
Waktu

Pada Tanggal 25 – 26 desember 2010

Pasal 5
Tempat

Rumah adat bantaeng, benteng sumbo opu

BAB III
DASAR

Pasal 6
Dasar
Dasar pelaksanaan Musyawarah Penegak / Ambalan adalah :
1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor : 080 Tahun 1988 tentang Pola
dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega..
4. Program Kerja Gugusdepan

BAB IV
PERSONIL

Pasal 7
Peserta

Peserta Musyawarah Ambalan adalah :


1. Pengurus Dewan Ambalan sebelumnya.
2. Anggota Pramuka Penegak yang berada di gugusdepan bersangkutan.

Pasal 8
Penasihat

Penasihat Musyawarah Ambalan adalah Pembina dan Pembantu Pembina yang


memahami dan memantau perkembangan Ambalan yang mendapat mandat dari
gugusdepan.

Pasal 9
Peninjau

Peninjau Musyawarah Ambalan adalah :


1. Pembina, Pembantu Pembina dan/atau Ikatan Purna Bakti yang memahami dan
memantau perkembangan Ambalan yang mendapat mandat dari gugusdepan serta
Pengurus Dewan Ambalan yang berasal dari gugusdepan yang diundang.
2. Dewan Kerja Ranting, Dewan Kerja Cabang dan Dewan Kerja Daerah serta Pramuka
Penegak lainnya yang berasal dari gugusdepan lain yang diundang khusus.

BAB V
KUORUM

Pasal 10
Kuorum
(1) Musyawarah Ambalan dinyatakan sah apabila mencapai kuorum, yakni dihadiri oleh
lebih dari 1/2 (setengah) dari jumlah per utusan yang seharusnya hadir.
(2) Apabila pasal 10 ayat 1 tidak tercapai, maka Musyawarah Ambalan ditunda selama 2
x 10 menit dan selanjutnya dianggap sah.
(3) Sidang-sidang dalam Musyawarah Ambalan dinyatakan sah apabila dihadiri oleh
lebih dari setengah dari jumlah peserta yang seharusnya hadir.
(4) Apabila pasal 10 ayat 3 tidak tercapai maka sidang-sidang ditunda selama 1 x 15
menit dan selanjutnya dianggap sah.

BAB VI
JENIS, PIMPINAN DAN PESERTA SIDANG

Pasal 11
Jenis Sidang

Jenis persidangan dalam Musyawarah Ambalan adalah


1. Sidang Pendahuluan
2. Sidang Pleno
3. Sidang-sidang Komisi
a. Komisi A : Penjelasan Kep. 080 Tahun 1988, Keorganisasian dan Tata Cara
Pemilihan Pengurus Dewan Ambalan
b. Komisi B : Rencana Kerja dan Pola Pembinaan
c. Komisi C : Penyusunan Adat Ambalan
4. Sidang Tim Perumus

Pasal 12
Pimpinan Sidang

(1) Pimpinan Sidang Pendahuluan Musyawarah Ambalan adalah 3 (tiga) orang


Pengurus Dewan Ambalan masa bakti Sebelumnya.
(2) Pimpinan Sidang Pleno Musyawarah Ambalan adalah Pimpinan Musyawarah
Ambalan yang disebut Presidium.
(3) Presidium Musyawarah Ambalan berjumlah 3 (tiga) orang, yang dipilih dari dan oleh
Peserta Musyawarah Ambalan dengan komposisi sebagai berikut :
a. 1 (satu) orang peserta dari unsur Pengurus Dewan Ambalan, yang mendapat mandat
dari Pengurus Dewan Ambalan
b. 2 (dua) orang peserta dari unsur Dewan Ambalan (diutamakan yang duduk sebagai
pemimpin sangga/kepala bidang).
(4) Sidang Komisi dipimpin oleh seorang Ketua dan seorang Sekretaris Komisi yang
dipilih dari anggota komisi.
(5) Sidang Tim Perumus dipimpin oleh seorang Ketua dan seorang Sekretaris yang
dipilih dari seorang anggota Tim Perumus.

Pasal 13
Peserta Sidang

(1) Sidang Pendahuluan Musyawarah Ambalan diikuti oleh seluruh peserta, Penasihat
dan Peninjau Musyawarah Ambalan.
(2) Sidang Pleno Musyawarah Ambalan diikuti oleh seluruh peserta, Penasihat dan
Peninjau Musyawarah Ambalan.
(3) Sidang Komisi Musyawarah Ambalan diikuti oleh peserta, Penasihat dan Peninjau
yang mendapat pengesahan dari Sidang Pleno.
(4) Sidang Tim Perumus Musyawarah Ambalan diikuti anggota Tim Perumus yang
disahkan melalui Sidang Pleno, yang terdiri dari Ketua Komisi, Sekretaris Komisi dan
Presidium.

BAB VII
HAK DAN KEWAJIBAN

Pasal 14
Hak Suara

(1) Hak suara adalah hak yang dimiliki perutusan untuk diperhitungkan dalam
perhitungan suara apabila dilaksanakan pengambilan keputusan dengan cara
pemungutan suara.
(2) Setiap perutusan memiliki satu hak suara. Penasihat dan Peninjau tidak memiliki hak
suara.

Pasal 15
Hak Bicara

(1) Hak bicara adalah hak yang dimiliki untuk menyampaikan saran, usul dan pendapat.
(2) Setiap peserta Musyawarah Ambalan mempunyai hak bicara.
(3) Penasihat Musyawarah Ambalan mempunyai hak bicara atas persetujuan Sidang.
(4) Musyawarah Ambalan dapat meminta nasihat, petunjuk dan saran kepada Penasihat
apabila dipandang perlu.
(5) Peninjau Musyawarah Ambalan tidak mempunyai hak bicara.

Pasal 16
Hak Pilih
Hak pilih adalah hak yang dimiliki peserta Musyawarah Ambalan untuk dipilih dan
memilih.

Pasal 17
Kewajiban

Seluruh Peserta, Penasihat dan Peninjau berkewajiban mematuhi Tata Tertib


Musyawarah Ambalan.

BAB VIII
PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Pasal 18
Pengambilan Keputusan

1. Setiap pengambilan keputusan dalam Musyawarah Ambalan sedapat¬dapatnya


dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat.
2. Apabila tidak tercapai mufakat, maka sidang ditunda selama 2 x 15 menit untuk
mengadakan pembicaraan informal (lobbying).
3. Apabila tidak tercapai mufakat, maka dilakukan melalui pemungutan suara, yakni
keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

TATA CARA MUBAL

A. Sidang Pendahuluan.

Dalam melaksanakan musyawarah. peserta sebelumnya menentukan siapakah yang akan memimpin dalam
sidang Pendahuluan. Biasanya dalam sidang ini dipimpin oleh Pradana/ Ketua Racana atau pengurus lainnya
yang ditunjuk.

Dalam sidang Pendahuluan memiliki agenda acara :

- Menetapkan tata tertib dan agenda acara.

- Memilih dan menetapkan pimpinan Sidang- sidang selanjutnya/ bisa membentuk semacam Presidium. (
Biasanya dipilih 3 orang. Terdiri 1 orang ketua dan 2 orang anggota )
B. Persidangan.

1. Rapat Pleno. ( Pertama )

Dalam rapat ini dipimpin oleh pimpinan sidang yang telah ditetapkan/ Presidium.

Agenda acaranya :

- Mendengarkan laporan Pertanggungjawaban Pradana/ Ketua Racana / Pengurus ambalan selama masa
baktinya.

- Melakukan Evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

- Mensyahkan laporan Pertanggungjawaban Ambalan/ Racana lama.

2. Rapat Pleno ( Kedua )

Dalam Sidang Pleno ini membahas antara lain :

1. Pembagian Bidang – bidang/ komisi yang dibentuk untuk menyusun rencana/ program kerja.

2. Melaksanakan Rapat – Rapat komisi / masing masing bidang

Bidang/ komisi tersebut misalnya dapat terdiri dari :

a. Komisi Organi sasi dan keuangan.

Membicarakan struktur pengurus / Dewan yang akan dibentuk disesuikan dengan kebutuhan. Termasuk
didalamnya Dewan Kehornatan. Dalam komisi ini juga menetapkan tata cara pemilihan Pradana dan pengurus
Dewan ambalan/ Ketua Racana dan pengurus Dewan Racana.

Menetapkan sistem administrasi dan besarnya iuran anggota dll.


b. Komisi Kegiatan.

Yaitu menyusun rencana / program kerja yang akan datang. Bentuk kegiatan maupun latihan rutin yang akan
dilaksanakan.

c. Komisi Adat / sandi / pusaka Ambalam – Racana.

Di komisi ini biasanya membicarakan peninjauan kembali Adat/ Sandi / Pusaka Ambalan/ Racana apakah masih
relevan dan sesuai dengan perkembangan di lingkungan Ambalan/ Racana.

3. Rapat Pleno ( Ketiga )

Di sidang ini berisi agenda acara antara lain :

a. Mendengarkan dan menanggapi laporan hasil rapat komisi/ masing –masing bidang.

b. Mensyahkan hasil rapat dari masing masing bidang/ komisi.

c. Membentuk tim Perumus. Tim Perumus ini bertugas menyusun seluruh hasil keputusan dari rapat- rapat
komisi.

d. Mengadakan Pemilihan Pengurus Ambalan/ Racana setelah mendengarkan hasil dari rapat tim perumus sub
komisi organisasi/ keuangan.

Dalam Pemilihan Pengurus Dewan Ambalan/ Racana dapat dilakukan berbagai macam cara misalnya :

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dan dilanjutkan dengan melengkapi susunan pengurusnya.

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dan membentuk tim formatur. Tim Formatur adalah tim
yang bertugas menyusun pengurus dengan masa tugas dan jangka waktu tertentu. Tim Formatur ini dipimpin
oleh Pradana / Ketua Racana Terpilih.

- Pemilihan seluruh pengurus dewan ambalan/ racana diserahkan kepada tim Formatur.

- Pemilihan secara langsung Pradana/ Ketua Racana dilaksanakan dalam waktu tertentu dilaksanakan secara
langsung. umum, bebas dan rahasia oleh seluruh anggota ambalan/ racana.
C. Sidang Penutup

Dalam agenda ini yang dilaksanakan antara lain :

- Membacakan seluruh hasil dan kesimpulan selama sidang. Dan sekaligus mensyahkannya.

- Menyerahkan hasil tim perumus kepada Pradana/ Ketua Racana terpilih untuk menyelesaikan tugas
tugasnya. mis. Tugas tim formatur dll ( apabila pemilihan dilaksanakan dalam acara saat itu )

- Menutup sidang.

Musyawarah Ambalan/ Racana (Bag.II)

Berikut ini salah satu contoh agenda acara yang dibuat dalam rangka musyawarah Ambalan/ Racana. Agenda acara ini juga
dibicarakan dalam sidang pendahuluan.

NO
PIMPINAN
AGENDA ACARA WAKTU KETERANGAN
RAPAT

Up.Pembukaan

1 Musyawarah Panitia/ Petugas 15 Menit Dibuka Oleh Kakak Pembina


Sidang Pendahuluan

1.Tata Tertib

sidang

Aturan selama bersidang, agenda acara, cara


ambil keputusan/ suara jumlah komisi dlm
sidang dll.
2

Pradana/ Ketua
60 Menit
Racana

Presidium 3 orang, terdiri 1 ketua dan 2 anggota.

Dilanjutkan penyerahan palu sidang

2. Pemilihan Presidium

Persidangan

a. Sidang Pleno I Presidium 30 Menit

3
1. Mendengarkan Laporan
Pertanggung jawaban Pengurus Pradana/ Ketua racana membacakan isi materi
lama pertangungjawaban.

2. Tangapan peserta Peserta memberi tanggapan/ solusi.


musyawarah 30 Menit
Pengurus lama berikan jawaban/ argumentasi.

Apabila sdh diketemukan persamaan pendapat dan


peserta sidang menyetujui, maka presidium dapat
mengesahkan laporan pertanggung jawaban.

Dilanjutkan penyerahan Laporan pertajwbn.


Kepada presidium

Presidium membuka rapat pleno II dan membagi


peserta sidang menjadi beberapa komisi. Jumlah
komisi sesuai dengan tata tertib sidang.

Tiap komisi memilih ketua, sekretaris, dan


pelapor.

Tiap komisi ber musyawarah sesuai bidangnya,


b. Sidang Pleno II mis. Kom. Organisasi dan keuangan, Kom.
Program kegiatan, Kom. Adat./Sandi dst
Presidium 10 Menit

Presidium membuka Pleno III

Rapat Komisi

Masing masing Dibacakan oleh pelapor. Presidium Memberikan


Ketua Komisi kesempatan kpd pst sidang unt. Menanggapi.

60 Menit
Tehnis memberikan tanggapan boleh setelah
semua komisi melaporkan atau dibahas setelah
tiap komisi melaporkan

Hasil rapat komisi disyahkan setelah peserta


sidang menyetujui.
Tim perumus bertugas menyempurnakan hasil
rapat komisi yang sdh dibahas. Anggota Tim
perumus dapat terdiri semua ketua komisi

Dan memilih ketua, sekretaris serta pelapor.


c. Sidang Pleno III

Peserta sidang lainnya istirahat atau dpt digunakan


Presidium melobi calon pengurus

45 Menit

1. Mendengarkan laporan masing- Tehnis pemilihan sesuai hasil rapat komisi bidang
masing komisi. organisasi.

Bilamana ada tim formatur maka ditetapkan siapa


sajakah yang menjadi anggota tim formatur,
Jumlah tim formatur ( Ganjil ) dan masa baktinya.

Presidium menutup rapat pleno III

2. Mengesahkan hasil rapat


komisi.

3. Membentuk tim perumus dan


memberikan kesempatan tim
perumus untuk rapat.

15 Menit
4. Pemilihan Pradana/ Ketua
Racana

30 Menit

Sidang Penutup

a. Membacakan seluruh hasil dan


4 Presidium 15 Menit Presidium Menyerahkan hasil seluruh materi
kesimpulan selama sidang.
sidang kepada Pradana/ Ketua Racana terpilih
untuk menyelesaikan tugas tugasnya.

Presidium menyerahkan kembali palu sidang


kepada Pradana/ Ketua Racana Terpilih.

b. Menutup Sidang.

Upacara Penutupan
15 Menit
5 Musyawarah Panitia/ Petugas Ditutup oleh Kakak Pembina

Agenda acara di atas merupakan contoh bentuk musyawarah yang sering dilaksanakan dalam Ambalan/ Racana. Para
Penegak dan Pandega dapat pula menyusun agenda sidang sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan. Ukuran waktu
adalah relatif, bisa lebih cepat atau bahkan molor. Untuk itu peserta musyawarah harus disiplin menepati waktu dalam
mengikuti kegiatan tersebut.

Ada beberapa catatan dalam penyelengaraan musyawarah :

1. Bila agenda acara sidang seperti di atas maka dapat dilakukan dalam waktu 1 hari ( pagi s/d siang – sore )

2. Apabila memilih Opsi dibentuk tim Formatur dalam penyusunan Pengurus maka setelah Musyawarah Ambalan/ Racana
dapat pula dilanjutkan dengan rapat tim Formatur dan ditetapkan hasilnya, kemudian dilanjutkan dengan acara pelantikan.

3. Agar Penyelenggaran musyawarah berjalan dengan lancar maka perlu persiapan – persiapan sebelumnya., antara lain
menyusun draf – draf apa saja yang akan dibahas. Misalnya draf tata tertib/ agenda sidang, draf bahan sidang komisi-
komisi/ bidang dll. Bila perlu menyusun draf atau format SK pengesahan masing-masing sidang/ rapat.

4. Selamat melaksanakan Musyawarah Ambalan/ Racana.


BAB IX
LAIN-LAIN

Pasal 19
Masa berlaku
Tata Tertib ini berlaku sejak disahkan oleh Musywarah Ambalan, sampai Musyawarah
Ambalan berakhir.

Pasal 20
Tambahan

Hal-hal yang belum diatur dalam Tata Tertib ini akan diatur kemudian dengan
persetujuan sidang.

Presidium Sidang Pendahuluan

Ketua
Aswar Haeruddin

sekertaris
imran ikhra setiawan

anggota
rifki