Anda di halaman 1dari 3

Gedung Perkantoran Berkonsep Sustainable Design Dengan Aksen Green Arsitektur

Latar Belakang

Keberlanjutan adalah suatu hal yang bersifat komprehensif sehingga ia menjadi subjek yang kompleks.
hal ini sangat penting bagi semua orang karena berhubungan dengan kelangsungan hidup spesies
manusia bahkan hampir setiap makhluk hidup yang ada di planet ini.

Arsitektur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan merupakan salah satu tujuan utama manusia
untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik sebagai model utama untuk segala aktivitas mereka.
Mengingat dewasa ini kebutuhan untuk menggunakan sumber daya semakin langka dan terbatas yang
dapat ditemukan di bumi, maka harus ada perubahan besar pada pemikiran dan perilaku manusia.
Mengingat masa depan saat ini yang meragukan. Subjek yang kompleks ini tidak memiliki solusi
langsung terutama mengingat keberlanjutan adalah tujuan hidup yang harus dicapai oleh semua
orang

Dengan demikian, kami memberikan judul karya dalam Lomba Gambar Teknik yang berkonsep “”
dengan judul “Gedung Perkantoran Berkonsep Sustainable Design Dengan Aksen Green Arsitektur”
dengan berharap dapat memberikan inovasi konsep sustainable desain.

Konsep Bangunan

Green Architecture atau Green desain adalah pendekatan terhadap bangunan yang meminimalkan
dampak buruk pada kesehatan manusia dan lingkungan. Green Architect atau perancang mencoba
untuk melindungi udara, air, dan bumi dengan memilih bahan bangunan ramah lingkunan dan praktisi
konstruksi. (Roy, 2008)

Green architecture mendefinisikan pemahaman tentang arsitektur ramah lingkungan di bawah semua
klasifikasi, dan beberapa persetujuan universal, mungkin ada banyak karakteristik ini:

1. Sistem ventilasi dirancang untuk pemansan dan pendinginan yang efisien


2. Penerangan dan peralatan hemat energi
3. Perlengkapan pipa air hemat
4. Landsekap direncanakan untuk memaksimalkan energi matahari pasir
5. Kerusakan minimal pada habitat alami
6. Sumber daya alternatif seperti tenaga surya atau tenaga angin
7. Bahan nun-sintetis dan tidak beracun
8. Kayu dan batu yang diperoleh secara lokal
9. Kayu yang dipanen dengan tanggung jawab
10. Adaptif penggunaan kembali bangunan tua
11. Penggunaan penyelamatan arsitektural daur ulang
12. Penggunaan ruang yang efisien

Sementara kebanyakan bangunan Green architecture tidak memiliki semua fit ini, tujuan tertinggi
diformulasikan menjadi beberapa prinsip yaitu:

1. Hemat energi : operasi bangunan meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik
2. Working with climate : mendesain bangunan berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak
dan sumber daya yang ada
3. Limiting new Resources: mendesain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam
yang baru, agar sumber daya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang /
penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam.
4. Respect for Sie : bangunan yang akan dibangun tidak merusak kondisi tapak aslinya.
5. Respect for user: memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua
kebutuhannya
6. Holistic: mendesain bangunan dengan menerapkan 5 poin /salah satu poin diatas dalam
proses perancangan. Artinya dapat dipergunakan sesuai kebutuhan bangunan.

Pembuatan rumah hemat energi merupakan salah satu bentuk dari kegiatan Green Architecture untuk
mengurangi dampak pemanasan global. Setiap orang sudah pasti selalu mendambakan hunian yang
memancarkan suasana damai dan menyenangkan. Konsep rumah hemat energi menekankan
peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi listrik, dan material bangunan, mulai dari desain,
pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan. Desain rancang bangunan
memerhatikan banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami, sedikit
mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari.

Desain bangunan hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir,
kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, material ramah lingkungan, dan menerapkan pola hidup
hemat energi melalui pemanfaatan sumber energi alternatif, seperti angin dan cahaya alami. Atap-
atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden) dan atap surya ( atap dengan
menggunakan panel surya) yang memiliki nilai ekologis tinggi yaitu suhu udara turun, pencemaran
berkurang, dan ruang terbuka hijau bertambah.

· Sifat-Sifat Bangunan Konsep Green Architecture

a) Sustainable ( Berkelanjutan )

Berkelanjutan berarti bangunan arsitektur hijau tetap bertahan dan berfungsi seiring zaman,
konsisten terhadap konsepnya yang menyatu dengan alam tanpa adanya perubahan – perubuhan
yang signifikan tanpa merusak alam sekitar.

b) Earthfriendly ( Ramah lingkungan )

Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep arsitektur hijau apabila bangunan
tersebut tidak bersifat ramah lingkungan. Maksud tidak bersifat ramah terhadap lingkungan disini
tidak hanya dalam perusakkan terhadap lingkungan. Tetapi juga menyangkut masalah pemakaian
energi.

c) High performance building.

Fungsinya ialah untuk meminimaliskan penggunaan energi dengan memenfaatkan energi yang berasal
dari alam (Energy of nature) dan dengan dipadukan dengan teknologi tinggi (High technology
performance). Contohnya :

- Penggunaan panel surya (Solar cell) untuk memanfaatkan energi panas matahari sebagai sumber
pembangkit tenaga listrik rumahan.

- Penggunaan material–material yang dapat di daur ulang, penggunaan konstruksi–konstruksi


maupun bentuk fisik dan fasad bangunan tersebut yang dapat mendukung konsep arsitektur hijau.
1. Konsep bangunan

Bangunan ini dibangun di daerah

Di tengah pembangunan yang merata di Indonesia, serta pasar-pasar industri, maupun bangunan-
bangunan masif yang marak terjadi.