Anda di halaman 1dari 2

Beauty and the Beast diadaptasi dari dongeng legendaris, A Tale as Old as Time, yang juga pernah dibuat

versi animasinya pada tahun 1991.


Selain sukses meraih dua piala Oscar, film arahan Gary Trousdale itu juga dinobatkan sebagai salah satu film animasi terpopuler sepanjang
masa.Tidak jauh berbeda dengan versi animasinya, jalan cerita remake Beauty and the Beast akan mengikuti perjalanan seorang gadis bernama
Belle (Emma Watson) yang hidup bersama Ayahnya, Maurice (Kevin Kline). Kebiasaan unik Belle yang suka membaca buku dan anti-sosial
membuat warga desa memandangnya sebelah mata dan menganggap Belle orang aneh. Namun pesona Belle ternyata membuat pemuda yang
terkenal jago pemburu bernama Gaston (Luke Evans) tergila-gila. Dibantu oleh sahabat karibnya, LeFou (Josh Gad), Gaston pun berusaha
mendapatkan cinta Belle dengan segala cara.

Suatu ketika, Maurice terjebak masalah. Ia ditahan oleh seorang monster hewan, Beast (Dan Stevens) di sebuah kastil. Kuda ayah Belle segera
kembali pulang seolah memberitahukan pada belle bahwa ayahnya sedang dalam bahaya. Belle tak kuasa melihat Ayahnya tersiksa, tanpa pikir
panjang ia pun rela menggantikan Maurice sebagai tahanan Beast. Awalnya Belle menganggap Beast adalah monster yang jahat. Namun seiring
waktu berjalan, Belle mulai melihat kebaikan di hati Beast. Dibantu oleh para antique mulai dari teko dan gelasnya, jam beker, piano, lemari,
tempat lilin, kemonceng yang semuanya dapat bergerak dan berbicara mereka semua merupakan kaki tangan Beast di kastilnya, keduanya lalu
mulai akrab satu sama lain. Seperti kisahnya, sebelum berubah menjadi monster, Beast adalah seorang pangeran tampan dan kaya raya. Karena
kesombongannya, Beast dikutuk oleh seorang penyihir cantik menjadi sosok buruk rupa. Sebagai syarat untuk mematahkan kutukan, Beast harus
menemukan cinta sejatinya sebelum kelopak terakhir bunga mawar jatuh. Emma Watson, definitely is the right Belle. Karakter aslinya yang sudah
menawan dari sananya dan (kebetulan) punya kebiasaan doyan membaca buku, membuat Emma seakan tak perlu bersusah-payah memainkan
karakter Belle. Hanya saja perannya ini juga mengingatkan kita dengan karakternya sebagai Hermione Granger yang pernah diperankannya dalam
francise film Harry Potter. Cantik, smart, dan pemberani. It’s so Emma!. Selain dimanjakan dengan pesona Emma Watson, kamu juga akan dihibur
dengan karakter-karakter lain yang tak kalah mencuri perhatian. Dalam versi live actionnya karakter Beast terlihat lebih menakutkan. Beast hadir
dengan tampilan lebih sangar, kuku dan taring tajam, serta suara berat yang membuat kesan Beast lebih menyeramkan terutama di awal-awal
kemunculannya. Sementara itu karakter Gaston juga sukses diperankan Luke Evans yang mampu menampilkan dengan baik sifat congkak Gaston.

Layaknya film-film live action lainnya, Beauty and the Beast tidak terlepas dari sentuhan CGI. Sayang sapuan CGI pada penampilan Beast dan
beberapa hewan terlihat kurang smooth. Filmnya juga cenderung mengangkat nuansa dark, namun cepat berganti seiring dengan perpindahan
setting cerita. Acungan jempol patut disematkan pada tim artistik dan wardrobe yang mampu menampilkan nuansa fairy tale khas Disney. Seperti
dalam film animasinya, film ini juga mengambil setting cerita di sebuah desa di Prancis. Namun jika kamu jeli, kamu pasti akan merasa aneh
dengan gaya bicara Belle yang kental dengan aksen British padahal ia tinggal di Prancis. belum lagi adegan atraks Gaston yang meludahi. Film ini
menurut saya bagus dalam namun hanya saja yang membuat saya kecewa karena dalam Fil memuat karakter LGBTdan ada adegan ciuman yang
sebaiknya dihilangkan, karena yang meonton sebagianbesar anak di bawah umur.

Di balik segala kontroversinya baik itu keindahan film dan keburukan film nyatanya Beauty and the Beast terbukti sukses menampilkan film musikal
yang indah, apalagi lagu-lagu yang ditampilkan juga sukses membuat kita bernostalgia. Sebagai catatan, jangan berharap lebih dari segi ceritanya,
karena kemasannya dibuat nyaris mirip dengan versi animasinya. Film ini pun sukses membuat kita terpesona dengan nuansa kehidupan nyata
hanya saja tidak menawarkan hal yang baru karena mengangkat dari cerita dongeng. Film ini sebenarnya baik untuk ditonton bisa kalangan usia
manapun karena film ini juga banyak memberikan pesan moral seperti menyayangi ayah setulus hati dan tidak mudah menilai seseorang dari cover
luarnya saja. Hanya saja sebaiknya jika anak yang di bawah umur hendaknya ketika menonton di awasi oleh orangtua atau bisa ketika adegan
yang tak pantas dilihat hendaknya tidak usah dilihat.

Beauty and the Beast is adapted from the legendary tale, A Tale as Old as Time, which was also made animated version in 1991.
In addition to the success of two Oscars, the film directed by Gary Trousdale was also crowned as one of the most popular
animated films of all time. far different from the animated version, the storyline remake of Beauty and the Beast will follow the
journey of a girl named Belle (Emma Watson) who lives with her father, Maurice (Kevin Kline). Belle's unique book-loving and
anti-social habits make the villagers look at him one-eyed and consider Belle a freak. But Belle charm turned out to make a well-
known youth hunter named Gaston (Luke Evans) infatuated. Assisted by his best friend, LeFou (Josh Gad), Gaston was trying to
get Belle's love by all means.

Review Text

Once, Maurice was stuck in trouble. He was arrested by an animal monster,


Beast (Dan Stevens) in a castle. The horse of Belle's father soon returned home
as if telling Belle that his father was in danger. Belle could not see his father
tormented, without thinking he was willing to replace Maurice as a prisoner of
Beast. Belle initially thought the Beast was an evil monster. But as time went on,
Belle began to see goodness in the heart of the Beast. Assisted by antique from
the teapots and glasses, clocks, pianos, cabinets, candlesticks, pyrotechnoses all
moving and talking are all accomplices of the Beast in the castle, the two of them
getting familiar with each other. Like his story, before turning into a monster,
Beast is a handsome and wealthy prince. Because of his pride, the Beast was
cursed by a beautiful wizard into an ugly figure. As a condition to break the
curse, the Beast must find his true love before the last petals of the roses fall.
Emma Watson, definitely is the right Belle. The original character that has been
captivated from nature and (coincidence) have a habit of hooked reading books,
making Emma as if no need to bother playing the character of Belle. It's just that
this role also reminds us of his character as Hermione Granger who once played
in francise film Harry Potter. Beautiful, smart, and brave. It's so Emma !. In
addition to being pampered with the charm of Emma Watson, you will also be
entertained with other characters that are not less steal the show. In the live
action version of the Beast character looks more frightening. Beast comes with a
more frightening look, fingernails and sharp fangs, and heavy sounds that make
the impression Beast more sinister, especially in the beginning of its appearance.
Meanwhile, the character Gaston also successfully played by Luke Evans who is
able to display with good pride Gaston.

Like other live action films, Beauty and the Beast can not be separated from the
touch of CGI. Unfortunately the sweep of CGI on Beast appearance and some
animals look less smooth. The film also tends to lift the feel of the dark, but
quickly change along with the displacement setting of the story. Thumbs up
should be pinned on the artistic team and wardrobe that is able to display the feel
of a typical fairy tale Disney. As in the animated film, the film also takes the
setting of a story in a village in France. But if you are observant, you will
definitely feel strange with Belle's style of thick with a British accent when he
lived in France. not to mention the spitting Gaston atrack scene. This movie I
think is good in but it's just that I'm disappointed because in Fil contains LGBT
characters and there is a kiss scene that should be removed, because that meonton
most large children under age.

Behind all the controversy both the beauty of the movie and the evil movie
Beauty and the Beast proved successful show beautiful musical films, let alone
the songs that are displayed also successfully make us nostalgic. For the record,
do not expect more in terms of the story, because the packaging is made almost
similar to the animated version. This film also successfully make us fascinated
with the nuances of real life just not offer a new thing because it raised from the
fairy tale. This film is actually good to watch can be any age because this movie
also provides many moral messages such as loving father heartfelt and not easy
to judge a person from the cover only. It's just better if the child under age should
be when watching in supervised by parents or can when the scene is not worth
seeing should not be seen