Anda di halaman 1dari 9

FAKULTAS : EKONOMI - BISNIS & MANAJEMEN - TEKNIK - BAHASA - DKV

Jl. Cikutra No. 204 A Bandung 40125 Telp. (022) 7275855

UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2017/2018


KODE / MATA KULIAH / SKS : / Manajemen Rantai Pasok / 3
NAMA : ADITYA MUHAMMAD NOOR SEHABUDIN
NPM : 1117124001
FAKULTAS / PROGRAM STUDI : FT/SI/S1
HARI / TANGGAL : 27 Januari 2018
WAKTU / KELAS : 15.30 – 18.00 / REGULER KELAS A-B2
DOSEN PEMBINA : Muhammad Rozahi Istambul
SIFAT UJIAN Buka Buku (online)

Perhatian : Bagi mahasiswa/i yang hasil kerjanya sama, baik sebagian atau seluruhnya maka
nilai akhirnya dibagi sebanyak jumlah jawaban yang sama.

Petunjuk A :
Suatu organisasi (pilih salah satu di bawah ini) mempunyai banyak masalah yang ada saat ini.
Persaingan sangat jelas dalam memberikan suatu harga dan manfaat bagi pelanggannya termasuk
pelayanan yang harus diberikan. Berbagai upaya perlu dilakukan dalam meningkatkan proses
bisnis yang selama ini dijalankan, perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi
target utama dalam penyelesaian masalah tersebut. Relasi bisnis yang dibangun sangat penting
dilakukan secara optimal dengan waktu pengerjaan setiap proses bisnis harus efisien dan efektif.
Pilihan jenis organisasi :
1) Rumah sakit swasta
2) Hotel
3) Restoran
4) Moda Angkutan Udara
5) Toko Elektronik
a. Analisa dan uraikan dengan jelas proses bisnis dari salah satu organisasi di atas (sesuai
pilihan anda) dengan mengasumsikan keterlibatan sebagai bagian supplier; producers;
customer/retail. (minimal 1 halaman).
b. Selanjutnya identifikasi masalah yang muncul dari masing-masing bagian sesuai proses
bisnis yang anda asumsikan (minimal sebanyak 3 identifikasi masalah untuk setiap bagian).
Petunjuk B :
Anda sebagai perancang sistem informasi selanjutnya diminta untuk mendesain sistem informasi
menggunakan prinsip dalam manajemen rantai pasok, yaitu :
c. Pilih minimal 5 teori manajemen rantai pasok dan jelaskan masing-masing mengapa
menggunakan teori tersebut dikaitkan dengan penyelesaian identifikasi masalah yang ada di atas.
d. Buatlah desain menggunakan Archimate untuk menggambarkan peran masing-masing
bagian. (proses, aplikasi, teknologi)
e. Buatlah relasi tabel antara ke-3 bagian sesuai desain aplikasi yang adan di archimate.
A. Proses Bisnis Hotel
Pada kasus yang akan saya buat ini terdapat 3 devisi yang akan saya bahas disini
dimana devisi tersebut melibatkan antara bagian produser, bagian supplier dan bagian
customer. Pada dasarnya proses bisnis pada sebuha hotel akan dibagi berdasarkan
setiap bagian yang ada seperti sebagai berikut :
 Bagian produser
Bagian produser disini berperan sebagai pembuat dari jasa penyewaan hotel itu sendiri
mulai dari pembuatan ruangan, penataan properetie, manajemen pegawai, pembuatan
jadwal jasa hotel, pemberian harga terhadap setiap jenis hotel, sampai kepada
manajemen keuangan itu sendiri.proses ini akan diatur dengan menggunakan system
ERP.
 Bagian customer
Pada bagian customer ini akan mengelola pelanggan mulai dari pemasaran produk dari
hotel itu sendiri sampai kepada pengelolaan feedback dari pelanggan terhadap ruangan
yang telah selesai di sewa. Dimana semua pengelolaan itu akan dimasukan kedalam
CRM, sebagai system yang akan dibuat nantinya.
 Bagian supplier
Pada bagian supplier disini akan mengelola tentang mitra yang menjadi penyetor
properti mulai dari pemesanan properti hotel, pengelolaan mitra, dan pengelolaan
properti. System ini akan diatur dengan menggunakan SCM.

Proses bisnis yang akan terjadi akan dimulai dari bagian produser yang membuat
jadwal untuk pembuatan jasa hotel dan memilih data properti yang akan disesuaikan
dengan tipe dari masing masing jasa hotel yang akan dibuat. Setelah data jasa ruangan
hotel terbuat maka bagian supplier akan melakukan pengadaan barang terhadap
properti yang dibutuhkan dalam pembuatan jasa tersebut. dan setelah status dari
ruangan hotel menjadi aktif atau telah selesai dibuat maka bagian customer akan
melakukan marketing atau pemasaran mulai dari menargetkan setiap pelanggan yang
sudah jadi member sampai melakukan publikasi ruangan hotel tersebut pada website
utama.
Pada bagian pemesanan pelanggan dapat melakukan booking terhadap ruangan yang
akan disewa dalama proses pembookingannya system akan melihat bentrok tidaknya
tanggal yang telah dipilih pelanggan dengan pemesanan pelanggan lain, setelah
pelanggan selesai melakukan penyewaan dan masa sewa berakhir maka pelanggan
akan melakukan chekout dan memberikan feedback yang dimana nantinya feedback
dari pelanggan akan menjadi pengolahan data dalam system DSS untuk penujang
pengambilan keputusan petinggi dalam membuat jasa pada masa yang akan datang.
Pada proses pemesanan ruangan hotel pelanggan dapat juga melakukan penambahan
properti sesuai dengan keinginan.

Dengan proses bisnis seperti diatas dapat dibuat sebuah diagram proses bisnis
menggunkan archimate. lebih jelas nya berikut adalah gambaran dari proses bisnis
yang ada pada hotel :
B. Permasalahan Pada Setiap Bagian
Dengan diterpkanya sistem diatas diharapkan dapat menyelesaikan setiap
permasalahan yang ada pada setiap bgaian diantaranya adalah :
 Bagian Produser
Permasalahan yang muncul pada bagian produser sebelum dibuatnya sebuah sistem
seperti diatas adalah :
o Pembagian pekerjaan terhadap pegawai sangat tidak menentu dan
kurang sistematis.
o Kurangnya pengukur perkiraan biaya terhadap setiap ruangan yang akan
dibuat.
o Tidak adanya data dari setiap ruangan hotel yang dibuat sehingga tidak
dapat memonitoring kerusakan properti pada setiap ruangan yang dimana
nanti datanya dapat di buat sebagai properti yang harus segera di ganti.
o Kurangnya data yang diberikan terhadap owner sebagai pertimbangan
dalam pembuatan jasa dimasa yang akan datang.
 Bagian Supplier
Permasalahan yang muncul pada bagian sipplier sebelum dibuatnya sebuah sistem
seperti diatas adalah :
o Tidak adanya pengelolaan mitra yang baik
o Proses pengadaan tidak dapat di monitoring secara realtime, seperti
status dari pengadaan apakah sudah masuk kegudang atau masih dalam
perjalanan.
o Pengolahan properti digudang tidak diketahui mulai dari jumlah barang
masuk sampai jumlah barang keluar gudang.
 Bagian Customer
Permasalahan yang muncul pada bagian sipplier sebelum dibuatnya sebuah sistem
seperti diatas adalah :
o Kurang efisiensinya pemasaran karena target tidak diketahui
o Tidak dikathuinya pendapat pelanggan terhadap jasa yang telah di
berikan
o Kurangnya service terhadap pertanyaan pertanyaan yang umum
C. 5 TEORI MANAJEMEN RANTAI PASOK
 Jenjang Integrated Supply Chain
Jenjang integrated Supply Chain terbagi menjadi empat tahapan diantaran :
o Tahap 1. Dalam tahap 1, ada semacam kesendirian dan ketidak-saling-
tergantungan fungsi misalnya antara fungsi produksi dan fungsi logistik.
Mereka melakukan program-program sendiri yang terlepas satu sama lain
(in complete isolation). Suatu contoh adalah bahwa bagian produksi yang
memikirkan bagaimana membuat barang sesuai dengan mutu yang telah
ditetapkan dalam waktu yang sudah ditetapkan sama sekali tidak mau ikut
memikirkan juga penumpukan inventory dan penggunaan ruangan
gudang.
o Tahap 2. Dalam tahap 2, perusahaan sudah mulai menyadari penting
adanya integrasi perencanaan walaupun dalam bidang yang masih
terbatas yaitu diantara fungsi internal yang paling berdekatan, misalnya
produksi dengan inventory control, purchasing dengan inventory control
dan sebagainya (functional integration).
o Tahap 3. Tahap selanjutnya yang logis diteruskan, yaitu tahap 3, adalah
integrasi perencanaan dan pengawasan atas semua fungsi yang terkait
dalam satu perusahaan (internal integration).
o Tahap 4. Tahap 4 menggambarkan tahap sebenarnya dari supply chain
integration yaitu integrasi total dalam konsep, perencanaan, pelaksanaan
dan pengawasan (manajemen) yang telah dicapai dalam tahap 3
diteruskan ke upstreams yaitu suppliers dan downstreams sampai ke
pelanggan.
Dengan diterapkanya Integrited Supply Chain maka akan dapat menyelesaikan
permasalahan untuk proses monitoring barang di gudang yang dimana nantinya bagian
supplyer dapat melihat daftar list barang yang masuk dan keluar dari gudang begitu
pula dengan bagian produser sebagai supporting data dalam pembuatan jasa bahkan
sampai mendukung daftar harga sebuah properti yang dibutuhkan hotel.
 Manajemen Strategis Lead Time
Dengan menggunakan Strategis Lead Time ini diharapkan dapat memecahkan
permasalahn yang ada pada bagian produsen dimana setiap jadwal kerja akan di
analisis se efisiensi mungkin dan akan berakibat terhadap pemberian harga terhadap
jasa ruangan hotel nantinya.
 Manajemen Arus Barang
Dengan diterapkanya sebuah sistem pada bagian ini nantinya diharapkan setiap alur
data yang berkaitan dengan barang untuk bahan produksi akan dapat diawasi secara
realtime, mulai dari jumlah yang masuk, jumlah yang keluar bahkan sampai barang
yang sudah rusak atau sudah tidak layak pakai. Selain penerapan pengawasan akan
dilakukan juga manajemen lead time yang dimana nantinya setiap request dari setiap
pelanggan akan dapat di lakukan dengan cepat, dimisalkan untuk penambahan sebuah
kursi pada penyewaan jasa ruangan dengan tipe A yang di bundle dengan 4 kursi saja
namun pelanggan menginfinkan 6 kursi. kasus seperti ini akan mudah jika adanya
sebuah sistem monitoring inventory sehingga dapat diketahui barang apa saja yang
masih ada digudang atau pada jasa lain namun sedang tidak dipakai.

 Manajemen Organisasi
Jika diterapkan sebuah teknologi pada manajemen organisasi ini maka akan sangat
memudahkan dalam komunikasi antar devisi karena keterbatasan untuk melakukan
komunikasi bisa diatasi dengan sebuat chat room yang beranggotakan setiap devisi.
Selain chatroom yang mengatur komunikasi bisa juga dibuat sebuah aplikasi PM yang
didalamnya mengatur semua aktivitas yang berhubungan engan setiap pekerjaan antar
devisi yang tentunya ini akan membuat transparansi progres kerja yang sangat bagus.

 Manajemen biaya dan nilai tambah


Pada bagian ini dapat diterapkan sebuah sistem DSS yang dimana nantinya akan
berguna untuk pengambilan keputusan terhadap cost added dan value added, DSS
disini dimaksudkan adalah sebuah pengumpulan data yang berkaitan dengan jasa yang
dibuat mulai dari rating kepuasan pelanggan terhadap jasa yang ada sampai data grafik
penyewaan terhadap suatu jasa. Data data tersebut dapat dipakai untuk menghilangkan
kegiatan yang sama sekali tidak memberikan nilai tambah dan mengefisienkan secara
optimal kegiatan yang memberikan nilai tambah. Tidak hanya disitu penerapan DSS
juga akan sangat membantu saat melakukan analisis value chain dengan banyak nya
data yang mengalir pada sebuah perusahaan maka akan semakin kompleks juga
analisis value chain yang ada. Namun dengan adanya analsis ini perusahaan dapat
mengetahui kedaan perusahaan baik itu dalam bagian marketing dimana data yang
disajikanya berupa grafik dari penjualan atau pun pada bagian lainya. Penerapan DSS
disini lebih kepada monitoring segala kegiatan yang ada pada perusahaan, sehingga
data yang dihasilkan nantinya akan sangat berguna untuk bagian manajemen.
D. ARCHIMATE HOTEL
E. RELASI TABEL JASA RUANGAN HOTEL