Anda di halaman 1dari 4

PENANAMAN MODAL DALAM SAHAM DAN DANA

A.PENGERTIAN INVESTASI DALAM SAHAM

Perusahaan dapat menanamkan (investasi) uangnya dalam bentuk saham perusahaan


lain. Saham- saham yang dibeli dapat dicatat sebagai investasi jangka pendek atau investasi
jangka panjang tergantung dari tujuan pembeliannya.. Investasi dalam saham yang
dikelompokkan sebagai investasi jangka panjang biasanya dilakukan dengan tujuan yaitu
untuk mengawasi perusahaan lain, untuk memperoleh pendapatan yang tetap setiap periode,
untuk membentuk suatu dana khusus, untuk menjamin kontinuitas suplai bahan baku, untuk
menjaga hubungan antar perusahaan.

B.METODE PENCATATAN INVESTASI DALAM SAHAM

SFAS 115 menyatakan bahwa metode yang digunakan tergantung dari persentase pemilikan
saham. Yang dimaksud dengan persentase pemilikan saham adalah persentase jumlah lembar
saham yang dimiliki oleh seorang investor dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar.
Persentase pemilikan dan metode pencatatannya adalalah persentase pemilikan
metode pencatatan Kurang dari 20%, metode nilai wajar ( fair value method) 20% s/d 50%,
metode equitas (equity method), lebih dari 50% dibuat laporan keuangan yang
dikonsilidasikan untuk kedua perusahaan tersebut

C. PERSENTASE KEPEMILIKAN KURANG DARI 20%

Perlakuan akuntasi atas investasi dalam saham yang persentase pemilikannya kurang dari
20% dibdakan menjadi dua yaitu : (1) Investasi dalam saham tersedia untuk dijual (available
for sale), (2) Investasi dalam saham untuk diperdagangkan (trading). Sesuai dengan
ketentuan SFAS No. 115 , perlakuan akuntasi untuk kepemilikan yang persentasenya kurang
dari 20% akan menggunakan nilai wajar (fair value method), yang menurut PSAK No. 50
didefiniskan sebagai “ jumlah yang dapat diperoleh dari pertukaran instrument keuangan
dalam transaksi antar pihak-pihak yang bebas, bukan karena paksaan atau likuidasi”. Jika
terdapat harga pasar untuk instrument tersebut, nilai wajar dihitung dengan cara mengalikan
volume saham yang diperdagangkan dengan harga pasar per unit”.

D. DIVIDEN

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham. Dividen yang
dibagi dapat berbentuk uang tunai, aktiva (selain kas dan saham sendiri), dan saham baru.
a. Dividen yang berbentuk uang. Para pemegang saham akan menerima dividen sebesar
tariff per lembar dikalikan jumlah lembar yang dimiliki. Keputusan pembagian
dividen diambil dalam rapat umum pemegang saham (RUPS).
b. Dividen yang berbentuk aktiva ( selain kas dan saham sendiri). Pemegang saham
yang menerima dividen seperti ini mencatat dalam bukunya dengan jumlah sebesar
harga pasar yang diterimanya.
c. Dividen saham (stock dividend). Dividen saham adalah penerimaan dividen dalam
bentuk saham dari perusahaan yang membagi saham. Bagi pemegang saham, dividen
seperti ini berarti penambahan jumlah lembar saham tanpa ada pengeluaran baru.
d. Penyesuaian Akhir Tahun. Setiap akhir periode, apabila nilai wajar saham yang
dimiliki oleh investor berbeda dengan harga perolehannya, maka perbedaannya akan
dicatat dalam rekening “laba atau rugi belum direalisasi”. Dalam hal nilai wajar lebih
tinggi dari harga perolehannya, maka selisihnya dicatat sebagai laba.
e. Penjualan dan pelunasan kembali saham. Penjualan saham oleh investor dan
pelunasan kembali saham oleh perusahaan emiten dapat menimbulkan laba atau rugi.
Penjualan saham dicatat oleh investor dengan mendebit kas dan mengkredit investasi
saham. Selisihnya dicatat sebagai laba atau rugi penjualan saham.

E.PERSENTASE PEMILIKAN 20% - 50%

PSAK No.15 menyatakan bahwa metode ekuitas adalah metode akuntansi yang mencatat
investasi saham sebesar harga perolehannya (cost) dan selanjutnya menyesuaikannya dengan
perubahan dalam bagian kepemilikan investor atas aktiva bersih perusahaan yang terjadi
setelah perolehan. (a) Perolehan saham seperti kepemilikan saham kurang dari 20% , saham
dapat diperoleh melalui berbagai cara seperti : dibeli tunai, melalui tukar menukar, atau dibeli
secara lumpsum. (b) Laba / rugi yang dilaporkan oleh perusahan investee. (c) Penerimaan
dividen investor yang memiliki saham 20% sampai dengan 50% akan mencatat dividen yang
diterimanya sebagai pengurang rekening investasi saham. (d) Penyesuaian akhir tahun
Apabila pada akhir tahun terdapat perbedaan antara nilai wajar dengan harga perolehannya,
dalam metode ekuitas tidak diperlukan jurnal penyesuaian.

F. PEMECAHAN SAHAM ( STOCK SPLIT-UP)

Pengurangan nilai nominal atau nilai yang dinyatakan ini dapat menambah jumlah lembar
tanpa adanya penyetoran atau kapitalisasi dari laba tidak dibagi. Kebalikan dari pemecahan
saham adalah keadaan dimana perusahaan mengurangi jumlah lembar sahamnya dengan cara
memperbesar nilai nominal atau nilai yang dinyatakan. Akibat dari pengurangan jumlah
lembar ini hanya dicatat dengan memo untuk menunjukkan perubahan jumlah lembar dan
harga pokok per lembar.

G. HAK BELI SAHAM

Hak beli saham ialah hak yang diberikan kepada para pemegang saham untuk membeli
saham baru dari perusahaan dengan harga tertentu dan dalam batas waktu tertentu. Pemberian
hak beli saham kepada pemegang saham dimaksudkan untuk memberi Kesempatan pada para
pemegang saham agar dapat mempertahankan proporsi pemilikan sahamnya. Harga
beli saham baru dengan menggunakan hak beli saham biasanya lebih rendah daripada harga
sah di bursa, perbedaan ini menyebabkan adanya nilai untuk hak beli saham.

H. NILAI TEORITIS HAK BELI SAHAM

Nilai teoritis hak beli saham adalah harga jual yang diharapkan dari hak beli saham. Nilai
teoritis ini dihitung dalam dua keaadaan yaitu : bila saham masih dijual dengan hak beli
saham dan sesudah ditinggal dimana hak beli saham menjadi milik pemilik dan saham dijual
tanpa hak beli saham.

I. PENJUALAN ATAU PELUNASANKEMBALI SAHAM

Harga perolehan saham dengan jumlah uang yang dijual atau dilunasi kembali adalah harga
perolehan yang timbul pada waktu membeli saham, disesuaikan dengan perubahan-perubahan
yang terjadi seperti pembagaian dividen saham ,pencemaran saham dan lain-lain .
Pada waktu penjualan saham atau pelunasan kembali, investor mencatat transaksi tersebut
dengan debit kas dan kreditnya rekening penanaman modal dalam saham . selisih antara
harga perolehan dengan jumlah uang yang diterima, kalau rugi dicatat kalau selisihnya laba
akan dikreditkan ke rekening laba penjualan saham atau laba pelunasan kembali saham.

K. LABA PELUNASAN SAHAM PRIORITAS

Dana pelunasan saham prioritas biasanya dibentuk untuk menarik kembali saham prioritas
yang beredar. Pada waktu saham prioritas tersebut dijual, harganya mungkin di atas nilai
nominal atau mungkin juga lebih rendah, sehingga jumlah uang yang dikeluarkan untuk
membayar kembali saham prioritas tersebut mungkin lebih besar atu lebih kecil daripada
harga jualnya dulu.
L. UANG MUKA Uang muka diperlakukan sebagai investasi jangka panjang jika tidak
akan segera diterima kembali. Uang muka seperti ini dalam neraca dicantumkan sebagai
tambahan pada penanaman modal dalam saham.

M. PEMILIKAN DALAM FIRMA Pemilikan dalam firma atau joint venture dicatat sebagai
penanaman modal dalam buku masing-masing anggota (partner). Rekening penanaman
modal dalam firma ini akan bertambah jumlahnya bila ada setoran baru ke dalam firma atau
bila firma memperoleh laba. Apabila firma menanggung kerugian atau pemilik mengambil
uang ke firma saldo rekining ini berkurang. Persentase Pemilikan Lebih dari 50%, Jika
kepemilikan saham investor lebih dari 50% dari seluruh saham beredar, maka perusahaan
investor disebut sebagai induk perusahaan. Laporan keuangan induk perusahaan (parent
company) harus dikonsolidasikan dengan laporan investee (anak perusahaan / subsidiary
company).