Anda di halaman 1dari 5

TEORI CONVENTION CENTRE SUB

2A
Pengertian Convention Centre Tujuan dan Fungsi Convention Centre Peraturan Bangunan Setempat
a) Garis Sepadan Bangunan (GSB)
Convention Centre terdiri dari dua kata yang masing-masing memiliki Tujuan
Dalam pasal 13 UU No. 28 tahun 2002, Garis Sepadan Bangunan
arti tersendiri. Berikut ini adalah pengertian dari setiap kata tersebut ( · Memecahkan masalah dalam organisasi dalam bentuk pertemuan
data diunduh pada tanggal 11 Pebruari 2018 dari Ardyawan merupakan garis yang membataskan jarak bebas minimum dari sisi
agar saling berbagi pendapat. terluar sebuah masa bangunan terhadap batas lahan yang dibangun.
Mahendara. Convention dan Exhibition di Semarang :
· Memberi wadah kegiatan komunikasi untuk setiap kelompok atau b) Koefisien Dasar Bangunan (KDB)
pelaku yang membutuhkannya. Adalah luas total maksimal lantai dasar bangunan dibandingkan
1 Convention
· Tempat untuk berbagi ilmu dalam kegiatan seminar ataupun workshop. dengan luas lahan.
Menurut Fred Lawson (1981 : 2 ) Convention didenisikan · Meningkatkan kualitas pariwisata di suatu daerah dengan menarik c) Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
sebagai pertemuan oleh orang – orang untuk sebuah tujuan atau atau mengundang banyak pengunjung dari luar kota sehingga juga Adalah angka perbandingan jumlah luas seluruh lantai bangunan
untuk bertukar pikiran, berupa pendapat dan informasi dari sebagai ajang promosi kota setempat. terhadap luas perpetakan atau luas tapak.
sesuatu perhatian atau permasalahan bersama dari sebuah
Fungsi d) Ke nggian Bangunan (KB)
kelompok.

Sedangkan Kata Convention menurut Dirjen Pariwisata adalah · Sebagai media komunikasi untuk sebuah kelompok untuk Civitas pengguna Convention Centre
kegiatan berupa pertemuan antar kelompok (negarawan, membahas permasalahan, memprensentasikan karya/ produk,
9
untuk bertukar pikiran dan saling tukar menukar informasi.
usahawan, cendikiawan, dan sebagainya) untuk membahas 1) Peserta
masalah – masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama · Memberi kemudahan dalam segala pihak dalam melakukan
kegiatan konvensi dengan memberikan wadah untuk kegiatan · Pejabat Pemerintah meliputi delegasi pemerintah baik dalam
konvensi. maupun luar negeri yang mengunjungi suatu konvensi dan
2 Centre pameran.
· Usahawan di bidang konvensi biasanya datang dalam
Menurut Cyril M. Harris dalam bukunya yang berjudul Dictionary
of Architecture and Construction (1975 : 94 ) bahwa Centre Tinjauan Perancangan Convention Centre bentuk seminar produk. Dan dalam bidang eksibisi datang
dalam pameran promosi produk.
adalah core atau inti dari sebuah konstruksi.
Dalam merancang Convention Centre terdapat beberapa hal yang · Cendekiawan dan profesional meliputi ilmuan dan
Centre menurut Oxford Dictionary (1991) diartikan sebagai titik perlu di perhatikan yaitu : sebagainya, dalam acara konvensi mereka datang guna
tengah dari tempat atau sekelompok bangunan sehingga membahas suatu permasalah sains dan atau membagi ilmu
membentuk poin inti dari sebuah jalan atau area; bagian inti mereka dalam seminar dan sejenisnya.
Lokasi dan Pencapaian
untuk beraktitas; pusat konsentrasi atau titik dari penyebaran. · Peserta umum peserta ini biasanya datang dalam acara
berupa konser pertunjukan musik maupun kebudayaan.
Menurut Fred Lawson (1981; hal.158) percencanaan lokasi dan pencapaian
Dalam bidang eksibisi, mereka datang untuk sekedar melihat
ke bangunan harus memenuhi beberapa syarat yaitu :
pameran.
a) Lokasi berdekatan dengan jalan utama dan lalu lintas yang lancar 2) Masyarakat umum
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Convention b) Berdekatan dengan hotel berbintang dan perkantoran
Centre adalah suatu tempat atau wadah yang didalamnya terdapat · Penyelenggara disebut Organizing Comitee yang merupakan
c) Memiliki sistem lalu lintas dengan lebar jalan yang cukup lebar induk atau sponsor dari penyelenggara acara beserta
berbagai kegiatan khusus atau sebagai pusat kegiatan pertemuan
guna mengakomodir para pelaku kegiatan. Pertemuan atau meeting d) Pintu masuk harus terlihat jelas dan mudah dikenali kepanitiaannya.
itu dapat berupa rapat, seminar, workshop, dan lain sebagainya e) Pintu masuk harus mempunyai fasilitas bag drop yang dapat dilalui · Pengelola pada umumnya bangunan seperti ini dikelola oleh
mobil dan taksi. pihak swasta. Mereka mengelola dalam bidang perawatan
bangunan, kelancaran operasional, dan administrasi.

JUDUL: NO KETERANGAN NAMA GAMBAR: NO. LBR: JML. LBR: DOSEN KOORDINATOR: MAHASISWA:
Ir. I G N Anom Rajendra, M.Sc., PhD

MATA KULIAH:
STUDIO PERANCANGAN SKALA: TGL: DOSEN PEMBIMBING:
UNIVERSITAS UDAYANA ARSITEKTUR 5 G.A.M Suar ka, ST, MEngSc, PhD
FAKULTAS TEKNIK SEMESTER GENAP
JURUSAN ARSITEKTUR TAHUN AJARAN
2017/2018
TEORI CONVENTION CENTRE SUB
2A
Perencanaan Banquet Hall dan Ballroom
Tinjauan ruang Convention Centre Zero Encirclement
Bentuk ini biasa disebut “End Stages” yang memiliki stages dikelilingi Banquet hall adalah ruangan yang digunakan untuk kepentingan
Perencanaan ruang Auditorium posisi audience. Bentuk ini muncul karena pilihan struktur shell. lain dalam suatu acara. Misal untuk rapat, untuk ruang VIP atau
untuk menjamu tamu – tamu penting dalam event. Dalam
Menurut Roderick Ham (1974; hal. 17-23) bentuk auditorium dan mendesain Banquet hall dan Ballroom perlu memperhatikan
hubungannya dengan panggung adalah sebagai berikut: beberapa hal di bawah ini:

360 Encirclement
o
Lokasi
Jenis ini memiliki letak panggung yang dikelilingi oleh audiensi di Perletakan banquett hall harus dekat dengan dapur untuk pelayanan
semua sudutnya. Pintu masuknya berada di bawah atau sejajar banquet serta dapat dilalui untuk pelayanan lobbi.
panggung. Bentuk ini di Indonesia diaplikasikan pada panggung –
panggung tradisional seperti pendopo yang berada di tengah Penataan tempat duduk Auditorium Desain Banquet Hall
Sistem Tradisional Desain bangquet hall dapat dibagi sesuai dengan kebutuhan. Desain
banquet hall harus menciptakan suasana menyenangkan. Untuk itu
Tempat duduk disusun terbagi menjadi beberapa baris. Terdapat jalur
disarankan untuk meninggikan langit – langit 4 – 6 meter agar hawa
sirkulasi diantara pemisahan tempat duduknya.
di dalam ruangan sejuk, dan untuk dinding dan lantai diberi hiasan –
hiasan sesuai dengan tema atau kebudayaan setempat.

Perencanaan Pencahayaan

210 – 220 Encirclement Menurut Lawson (1981;hal. 201), sistem pencahayaan dapat dibagi
Posisi tempat duduk mengelilingi 2/3 dari panggung. dua yaitu:
a. Pencahayaan Langsung
Pemasangan pencahayaan pada langit – langit auditorium
yang berukuran besar. Umumnya menggunakan pencahayaan
Sistem Kon nental vertikal dengan sudut maksimal 10 derajat.
Sistem tempat duduk yang dapat mengefisiensi ruang sehingga dapat di masuki b. Pencahayaan Tak Langsung
pengunjung lebih banyak dari sistem tradisional. Bentuk pencahayaan ini biasanya melingkar juga digunakan
untuk memecah pencahayaan di daerah khusus. Pencahayaan
yang melingkar dapat mengurangi tingkat kekontrasan.

180 Encirclement
Bentuk ini digunakan pada jaman romawi kuno, posisi Perencanaan Simultaneus Interpretation System (SIS)
audience berada tepat di depan panggung. Bentuk ini dikenal
Menurut Lawson (1981; hal. 229), SIS pada Conven on Centre dibagi
dengan sebutan “thrust stages”
ga jenis antara lain:
90 Encirclement
a. Cable on hired-wired system
Bentuk ini mirip dengan kipas, pandangan seluruh audience b. Induc on Loop system
terfokus pada panggung. Bentuk ini eksibel dengan back c. Infrared System
ground screen.

JUDUL: NO KETERANGAN NAMA GAMBAR: NO. LBR: JML. LBR: DOSEN KOORDINATOR: MAHASISWA:
Ir. I G N Anom Rajendra, M.Sc., PhD

MATA KULIAH:
STUDIO PERANCANGAN SKALA: TGL: DOSEN PEMBIMBING:
UNIVERSITAS UDAYANA ARSITEKTUR 5 G.A.M Suar ka, ST, MEngSc, PhD
FAKULTAS TEKNIK SEMESTER GENAP
JURUSAN ARSITEKTUR TAHUN AJARAN
2017/2018
KAJIAN FASILITAS SEJENIS ` SUB
2A

MONARCH HOTEL AND CONVENTION CENTRE KONSEP BANGUNAN MONARCH HOTEL AND CONVENTION
CENTRE

Lokasi : Sheikh Zayed Road, Dubai,


United Arab Emirated.

Arsitek : RTJM , RTKL


Tinggi Banguan : 142.6 m2
Jumlah lantai : 34 lantai
Jumlah basement : 2 lantai
Jumlah kamar Hotel : 240 kamar
Fungsi Bangunan : Sebagai tempat menginap sun shading
dan sebagai tempat pertemuan ( mix uses )

Deskripsi Objek :
Monarch Dubai adalah hotel bintang 5 yang,terletak strategis di dekat Dubai International Financial
Centre (DIFC) dan Dubai World Trade Centre.
Menawarkan
The Monarch Dubai Hotel Tower menawarkan pemandangan panorama Dubai City dan Teluk Arab yang pemandangan pusat kota
indah. Hotel ini juga memiliki 15 ruang pertemuan berteknologi maju, pusat bisnis yang lengkap dan coup de dubai
grace - A Grand Ballroom yang mencerminkan kemewahan yang tak terlukiskan yang dapat menampung
lebih dari 550 tamu.Hotel ini juga merupakan rumah bagi 5 restoran ternama termasuk masakan dari
Jepang, India dan Eropa, Hotel ini bersebelahan dengan Dubai International Convention Center yang
merupakan Convention Centre terbesar di Dubai, sehingga mudah diakses dari Hotel ini.

JUDUL: NO KETERANGAN NAMA GAMBAR: NO. LBR: JML. LBR: DOSEN KOORDINATOR: MAHASISWA:
Ir. I G N Anom Rajendra, M.Sc., PhD

MATA KULIAH:
STUDIO PERANCANGAN SKALA: TGL: DOSEN PEMBIMBING:
UNIVERSITAS UDAYANA ARSITEKTUR 5 G.A.M Suar ka, ST, MEngSc, PhD
FAKULTAS TEKNIK SEMESTER GENAP
JURUSAN ARSITEKTUR TAHUN AJARAN
2017/2018
KAJIAN FASILITAS SEJENIS ` SUB
2A

MONARCH HOTEL AND CONVENTION CENTRE

Kajian Exterior dan Interior

Lobby Meeting room


Pespektif Hotel

Luxury Room Ballroom


Entrance Masuk

Rooftop Bar Spa Room Conference room

JUDUL: NO KETERANGAN NAMA GAMBAR: NO. LBR: JML. LBR: DOSEN KOORDINATOR: MAHASISWA:
Ir. I G N Anom Rajendra, M.Sc., PhD

MATA KULIAH:
STUDIO PERANCANGAN SKALA: TGL: DOSEN PEMBIMBING:
UNIVERSITAS UDAYANA ARSITEKTUR 5 G.A.M Suar ka, ST, MEngSc, PhD
FAKULTAS TEKNIK SEMESTER GENAP
JURUSAN ARSITEKTUR TAHUN AJARAN
2017/2018
DATA EKSISTING SITE ` SUB
2A

Lokasi Site 2

Site 2 terletak
pada bagian
timur, dengan
luasan tanah
kira-kira
70.125 m2

Lokasi site berada di kabupaten Lombok tengah yaitu


pada Jalan Mandalika Putri Nyale. Dimana pada
daerah ini merupakan kawasan ITDC ( Indonesian
Tourism Development Centre )

Lokasi Site 1 Lokasi Site 3

Site 3 terletak
Site 1 terletak pada bagian
pada bagian timur, dengan
s e l a t a n , luasan tanah
dengan luasan kira-kira 104.
tanah kira-kira 361 m2
72.578 m2

JUDUL: NO KETERANGAN NAMA GAMBAR: NO. LBR: JML. LBR: DOSEN KOORDINATOR: MAHASISWA:
Ir. I G N Anom Rajendra, M.Sc., PhD

MATA KULIAH:
STUDIO PERANCANGAN SKALA: TGL: DOSEN PEMBIMBING:
UNIVERSITAS UDAYANA ARSITEKTUR 5 G.A.M Suar ka, ST, MEngSc, PhD
FAKULTAS TEKNIK SEMESTER GENAP
JURUSAN ARSITEKTUR TAHUN AJARAN
2017/2018