Anda di halaman 1dari 22

STANDAR ETIK DAN ASFEK LEGAL

DALAM KEPERAWATAN MATERNITAS

1. Pengertian
Etika Etos (Yunani)
Berhubungan dengan pertimbangan pembuatan keputusan benar tidaknya
suatu perbuatan. Merupakan model perilaku dan standar yang diharapkan. Hal
yang berhubungan dengan pertimbangan perawatan yang mengarah ke
pertanggungjawaban moral yang mendasar asuhan keperawatan.
2. Penerapan Etika Dalam Keperawatan Maternitas
a. Terhadap Individu
 Wajib menghormati kepercayaan individu.
 Menghormati nilai, adat, kebiasaan individu.
 Memegang teguh kerahasiaan informasi individu.
b. Terhadap Praktik Keperawatan
 Bertanggung jawab melaksanakan tugas.
 Wajib memelihara standar keperawatan.
 Mempertimbangkan kemampuan individu dalam melimpahkan
tanggung jawab.
c. Terhadap Profesi
 Membantu perkembangan profesi.
 Berperan serta dalam memperbaiki standar keperawatan.
 Meciptakan dan membina kondisi kerja yang adil ditinjau dari segi
sosial dan ekonomi.
d. Terhadap Profesi Lain
 Mampu bekerjasam dengan membina hubungan baik masyarakat,
bangsa dan negara.
3. Masalah Etika Dalam Keperawatan Maternitas
a. Masalah Etika Ringan
 Membicarakan rahasia klien
 Membentak klien yang gelisah

1
 Membantu klien partus tanpa tabir
b. Masalah Etik Kompleks
 Abortus
 Amniosintesis
4. Kiat Keperawatan
Kemampuan perawat memberikan asuhan keperawatan secara konprhensif
dengan cara / pendekatan tertentu dalam upaya memberikan kepuasan dan
kenyamanan pada klien :
1. Menyusi yang peduli
2. Menyusui berbagi
3. Menyusui Tertawa
4. Menyusui Cryng
5. Menyusui adalah menyentuh
6. Menyusui membantu
 Keperawatan adalah beliefing pada orang
lain
 Keperawatan adalah diri belieping
 Keperawatan adalah percaya
 Keperawatan adalah belajar
 Keperawatan adalah menghormati
 Keperawatan mendengarkan
 Keperawatan lakukan
 Keperawatan adalah perasaan
 Keperawatan adalah menerima
5. Kebijakan Pelayanan Keperawatan Maternitas
 Memberikan pelayanan tenaga terlatih
 Meningkatkan pengetahuan kesehatan
masyarakat
 Meningkatkan penerimaan gerakan KB
 Memberikan pendidikan dukun beranak

2
 Meningkatkan system

6. Peranan Perawat Dalam Keperawatan Maternitas


Suatu perilaku yang diharapkan, yang dikaitkan dengan standar, merefleksikan
tujuan dan nilai yang dilaksanakan pada situasi tertentu.
7. Peran Perawat Dalam Asuhan Keperawatan Maternitas
Peranan atau tingkah laku perawatan yang diharapkan dan dinilai oleh
masyarakat dalm memberikan pelayanan ibu dan bayi baru lahir:
 Sebagai pelaksana keperawatan (caregiver)
 Sebagai pendidik (teacher)
 Sebagai communicator
 Sebagai penasehat (counselor)
 Sebagai researcher
 Sebagai pembela (advocate)
 Sebagai manajer
8. Linkup Peran Maternitas
 Membantu klien memperoleh kembali
kesehatannnya
 Membantu yang sehat memelihara
kesehatannya
 Membantu yang tidak bias disembuhkan
untuk mencegah masalah lebih lanjut
9. Kegiatan Dalam Keperawatan Maternitas
 Promotif
 Preventif
 Kuratif
 Rehabilitatif
10. Pelayanan Keperawatan Maternitas Terlambat
 Identifikasi risiko tinggi dan komplikasi
obstetri (provider)

3
 Pengambilan keputusan (pasien/klien dan
keluarga)
 Dating ke pusat rujukan (geografi,
transportasi)
 Penanganan di tempat rujukan (rumah sakit)
11. Falsafah Keperawatan Maternitas
1. Keperawatan maternitas
dipusatkan pada:
a. Keluarga dan
masyarakat askep yang holistic
b. Menghargai klien dan
keluargai
c. Klien, keluarga,
masyarakat berhak keperawatan yang sesuai
2. Setiap individu berhak lahir
sehat-optimal
a. Wanita hamil dan bayi
yang di kandungnya
b. Wanita pasca
persalinan beserta bayinya
3. Pengalaman: kehamilan,
persalinan, gangguan kesehatan merupakan tugas perkembangan keluarga
dan dapat menjadi krisis situasi.
4. Yakin bahwa kehamilan dan
persalinan adalah peristiwa yang normal, alamiah, partisipasi aktif
keluarga dibutuhkan untuk kepentingan kesehatan ibu dan bayi.
5. Awal kehamilan awal bentuk
interaksi keluarga.
6. Sikap, nilai, dan perilaku
sehat setiap individu dipengaruhi latar belakang, agama dan kepercayaan

4
7. Keperwawatan maternitas
berfungsi sebagai advocat/ pembela untuk melindungi hak klien
8. Mempromosikan kesehatan
merupakan tugas penting bagi keperawatan maternitas generasi penerus
9. Keperawatan maternitas
memberi tantangan bagi peran perawat dan merupakan masyarakat.
10. yakin bahwa penelitian
keperawatan dapat menambah pengetahuan dalam menigkatkan mutu
pelayanan maternitas.

5
ETIKA DALAM TINDAKAN OBSTETRI

Prinsip Dasar
1. Sejak dahulu seorang dokter menduduki tempat terkormat dalam
masyarakat dan adalah tugas dari para dokter yang tergabung dalam ikatan
profesi untuk denantiasa menjaga agar kedudukan tersebut tidak merosot.
Kedudukan terhormat dengan sendirinya membawa tanggung jawab yang
besar bagi para dokter dan ini tidak berarti bahwa perilaku dokter tidak
dipertanyakan lagi. Akhir-akhir ini masyarakat yang makin kritis sering
menyoroti profesi dokter sebagai akibat tingkah laku beberapa orang dokter,
yang di dalam maelakukan profesinya menyimpang dari nilai-nilai yang telah
di sepakati bersama oleh ikatan profesi kedokteran.
2. Sudah sejak pertengahan abad ke19 indonsia mangenal profesi dokter.
Sejak itu pula prilaku para dokter senantiasa di tuntun oleh persepsi dalam hati
nurani masing-masing mengenai nilai etis dalam menjalankan profesinya pada
waktu itu, di mana jumlah doter masih sedikit, bila seorang dokter melakukan
tindakan yang menyimpang dari norma-norma etik yang telah merupakan
kesepakatan bersama, akan turun martabatnya di taman sejawatnya.
3. Dengan bertambahnya jumlah dokter, perkembangan pesat dalam ilmu san
tknologi kedokteran yang menimbulkan masalah-msalah baru serta sorotan
yang makin tajam terhadapprofesi kedokteran,telah mendorong para dokter
untuk menentukan nilai-nilai etik yang dapat menjadi panduan bagi dokter-
dokter dalam melakukan profesinya.dari beberapa oertemuan kemudian
muncul apa yang di sebut kode etik kedokteran Indonesia. Kode etik ini secara
rasmi diakui oleh departemen kesehatan sebagai kode etik kedokteran bagi
para dokter di Indonesia (1983).dengan demikian, para dokter dalam
melakukan profesinya selain berpadu pada lapal sumpah dokter, juga pada
kode etik kedokteran.
4. Kode etik kedoteran, seperti kode etik profesi lain sebenanya adalah satu
tata cara prilaku yang telah di terima secara sukarela oleh anggota-anggotanya
yaitu satu pedoman yang telah dibuat oleh sendiri oleh profesi secara sukarela

6
dan tidak merupakan undang-undang atau peraturan pemerintah. Pada
hakikatnya dokter sendirilah yang menenukan sikap atau tindakannya, sesuai
dengan nilai-nilai etik kedokteran dan norma-norma yang berlaku dalam
msyarakat. Seorang dokter harus merasa apa yang tidak sesuai dengan nilai-
nilai kedokteran dan norma-norma yang berlaku dalam msyarakat dalam
praktek sehari-hari, ada tindakan yang menyimpang dari kode etik dan
sekaligus merupakan pelanggaran hukum, baik hukum perdata maupun.
Sebagai cotoh misalnya pada kasus kelalaian (Malpractic atau Negligence),
sehingga dokter yang bersangkutan dapat di ajukan ke pengadilan. Sebaliknya
banyak tindakan atau prilaku yang menurut KUHP tidak termasuk
pelanggaran, akan tetapi oleh profesi di anggap menyimpang dari kode etik.
5. Satjipto rahardjo, seorang ahli dalam hukum social, menyatakan bahwa
praktek kedokteran tidak berlangsung dalam ruang hampa melainkan dalam
ruang yang penuh dengan jaringan nilai, kaidah serta lalu lintas prilaku dan
pikiran manusia. Berdasarkan pernyataan terdebut diatas, maka praktek dan
perkembangan kedokteran merupakan sesuatu yang dinamis, yaitu merpakan
hasil interaksi antara dunia kedokteran yang esoterik dengan lingkungannya.
Di dalam pengrtian interaksi tersebut tersimpan berbagai bentuk proses, baik
yang bersipat harmonis maupun yang komplik.
6. Sesuai dengan sipat yang selalu sosial –kontekstual sebagai akibat dari
perkembangan ilmu dan teknologi,maka banyak hal yang bisa di
permaslahkan keculi perkembangan dalam bidang biologi medik. Para dokter
sebagai mata rantai yang melakukan penerapan hasil-hasil dari ilmu tersebut
menepti kedudukan penting, baik sebagai ahli yang menguasai teknologi
pengobatan, maupun sebagai manusia yang mempunyai hati nurani.
7. Kode etik kedokteran pada dasarnya lebih dekat dengan mral daripada
hukum. Kode etik ini mengandung pertimbangan etis yang jelas dan oleh
karenanya dekat dengan moral. Kode Ektik Kedokteran tidak hanya
merisaukan perilaku dokter semata, tetapi perilaku yang mencerminkan
keluhuran profesi dan dengan didekasi terhadap profesi tersebut. Kalau kode
etik lalu dikitkan dengan moralitas positif, hal ini disebabkan oleh karena ia

7
merupakan penerapan suatu keyakinan moral tertentu terhadap suatu profesi.
Hal ini berbeda dengan cara kerja hukum yang hanya merisukan perilaku
manusia yang menimbulkan dampak terhadap ketertiban umum. Pada saat-saat
tertentu, yaitu saat profesi kedokteran dihadapkan kepada peruban dan
tantangan baru, maka banyak sekali pemikiran etis muncul dangan kuat.
8. Tantangan bagi profesi kedokteran sekarang ini nampaknya berkaitan erat
dengan perlakuan kita terhadap manusia secara biologi. Memang tidak bisa
lain, sebab suatu kode etik profesi yang tidak mampu menuntun dunia
profesinya melewati tantangan tersebut dengan selamat menjadi tidak berarti
lagi sebagai suatu kede etik profesi. Kode Etik profesi bersifat dinamis, karma
moral disini dikaitkan dengan ilmu yang selalu berkembang. Lebih lanjut
harus disadari bahwa dari kode etik kedokteran tidak dapat diharapkan adanya
tuntunan yang persis dan rinci, oleh karenanya ia hanya dapat memberikan
tuntunan etis yang sangat umum sifatnya.
9. Dalam beberapa dasawarsa yang lalu mungkin harapan masyarakat dapat
terpenuhi, karena kondisi masyarakat masih memungkinkan dilaksanakan
kode etik kedokteran secara murni. Kini masyarakat telah berkembang
sedemikian rupa, sehingga nilai kriteria yang dipergunakan juga berubah.

ETIKA DALAM OBSTETRI OPERATIF


1. Sejarah menunjukkan bahwa nasalah eti dan medikolegal yang paling
sukar adalah yang berhubungan reproduksi manusia. Tolok ukur pelayanan
kebidanan dewasa ini tidak lagi di nilai dari kematian ibu saja, tetapi sudah
dilihat sejauh mana penurunan morbiditas maternal, bahkan ke morbiditas dan
mortalitas peritanal. Lebih dari itu, kehamilan adalah satu kondisi dimana
profesi kedokteran ikut serta. Disini ilmu kedokteran tidak hanya mengikut
sertakan seorang ibu, tetapi janin dan keluarga.
Tidaklah berkelebihan bila dikatakan bahwa dibidang kedokteran, ilmu
kebidanan memberika peluang yang berharga yang sedemikian luasnya dan
demikian beranggung jawab secara langsung bagi kesejahteraan dan
kebehagian seseorang, kelurga, masyarakat, bangsa dan negara. Ruang gerak

8
seorang ahli obstetri-ginekologi meliputi setiap tahapan kehidupan,
mencangkup generasi demi generasi, menjangkau masalah kependudukan
negaranya, sekarang dan dihari depan.
2. Dalam bidang Obstetri Operatif diharapkan agar dapat ditegakkan standar
pelayanan yang baku, yang berarti bahwa derajat kemampuan dan
keterampilan para dokter setidak-tidaknya memenuhi satu setandar tertentu,
dalam menangani kasus obstetrik.
Pembakuan prosedur mempunyai dampak yang luas, yaitu disamping
memperbaiki pelayanan obstetrik dapat juga dipakai untuk mengkaji sejauh
mana seorang dokter spesialis kebidanan sudah melaksanakan kewajiban-
kewajibannya. Prosedur penanganan kasus-kasus yang gagal, seorang dokter
menolong persalinan operatif ini, dapat membela dirinya dari tuntutan
pengadilan profesi.
3. masyarakat makin maju, informasi ilmu makin mudah dicerna oleh
masyarakat, kepuasan pelayanan kesehatan makin menjadi tuntutan
masyarakat. Sebaliknya setiap dokter tidak dapat menjamin aknan
keberhasilan pengobatan ataupun tindakannnya, lagi pula pengobatan ataupun
tindakan untuk seseorang atau satu kasus tertentu, kadang-kadang dapat
beraneka ragam, namun demikian hanya satu cara saja yang harus dipilih oleh
dokter pada waktu itu.
Dewasa ini seorang dokter dituntut untuk memenuhi standar tertentu yang
diajukan oleh perkumpulan profesinya, demi untuk pelayanan yang baik dan
merata. Ada kalanya cara yang telah dipilihnya dengan seksama masih juga
tidak berhasil. Setiap dokter dapat membuat kesalahan, namun demikian
hendaknya kesalahan tersebut cukup beralasan dan jangan sekali-kali bahwa
kesalahan tersebut akibat dari keteledoran atau tidak dianutnya prosedur
penanggulangannya.
4. Obstetri operatif sering merupakan suatu tindakan yang segera harus
dilakukan. Satu tindakan yang sangat mempengaruhi kebahagiaan keluarga,
ibu dan anknya. Kebahagiaan ibu dan anknya, bahkan nyawanya sangat
tergantung dari tindakan operasi obstetrik ini. Seorang dokter kebidanan harus

9
secara tajam menentukan diagnosisnya dan segera memilih tindakan tepat
dengan syarat-syarat yang ada pada waktu itu. Selama persalinan berlangsung
tugas seorang dokter terhadap pasien adalah memberikan pencegahan dan
pengobatan. Pada tahap awal selama persalinan berlangsung, dokter
mengamati proses-proses alami dan menentukan kapan, di mana dan
bagaimana ia dapat membatu proses alami ini.
5. Tindakan obstetrik harus selalu didasari oleh etika yang baik., pemikiran
yang jernih serta keterampilan yang baik. Tindakan dalam bidang obstetri
dengan mudah dapat melukai ibu dan anak, apalagi pada kasus yang berlarut-
larut, keluarga penderita yang menjengkelkan, dokter yang yang lelah, atau
harus menghadapi kasus yang mendadak menjadi sulit, ini semua dapat
membuat seorang dokter kehilangan kemampuannya untuk membuat
diagnosis yang tepat dan dapat membuat dokter bekerja secara tergesa-gesa,
sehingga dapat merugikan ibu atau anaknya, atau kedua-duanya. Tidak jarang
di beberapa tempat di kamar bersalin terpancang slogan dalam kata-kata
Latin” primum non nocere”, yang artinya “ yang penting jangan merugikan “
Dari para dokter kebidanan yang sudah berpengalaman sering diungkapkan
pula kata-kata Latin “ non vi sed arte” yang artinya “ jangan dengan kekuatan
tapi dengan keterampilan”. Merenung kembali apa yang telah dilakukan,
merupakan suatu tindakan yang terpuji. Mawas diri dengan menilai apakah
tindakan yang baru saja dilakukan merupakan tindakan yang terbaik. Apakah
tindakan yang sama juga akan dilakukan pada kasus yang sama, semua ini
merupakan pengalaman yang baik dan dapat meningkatkan kemampuan
perorangan.
6. Sudah menjadi kebiasaan bila terjadi keslahan, maka kesalahan tersebut
cenderung dilimpahkan pada pihak lain. Hal ini terutama terjadi bila cedera
yang dialami menimpa dirinya atau anggota keluarga yang dicintai misalnya
bayinya. Dalam obstetri penyebab tuntunan keluarga terutama tergantung dari
watak pribadi orang tua bayi, berat ringannya cedera, pribadi dokter dan
derajat pelayanan. Seorang dokter dalam kesibukannya pada waktu kelelahan

10
atau bila sedang mengalami stress secara tidak sadar dapat saja membuat
kesalahan.
7. Untuk mengurangi tuntunan keluarga dan untuk pemikiran, perlu
diperhatikan beberapa hal
a) Agar mengikut sertakan keluarga dalam pengambilan keputusan,
yang artinya agar dokter memberikan informasi mengenai keadaan ibu
yang sedang menjalani persalinan, keadaan janin dan kemajuan proses
persalinannya.
b) Perlu diinformasikan risiko proses persalinan yang untuk beberapa
keadaan cukup tinggi akibatnnya.
c) Dokumentasi dalam catatan medik yang tepat dan kronologik,
mencerminkan derajat pelayanan, catatan mana dapat menjadi titik lemah
bila tidak dicatat secara cermat, sebaliknya dapat dimanfaatkan untuk
menangkis tuduhantuduhan bila pencatatannya baik.
d) Keterampilan dan sopan santun penolong perlu diperhatikan.
8. Untuk mengurangi kemungkinan tuntutan, maka di bawah ini dicantumkan
satu daftar yang perlu dicek, apakah hal-hal tersebut sudah dilaksanakan.
a) Melayani pasien dengan ramah tamahan.
b) Kenalilah watak pasien.
c) Ambilah anamnesis yang baik.
d) Peiksalah dengan penuh kesopanan dan pengertian.
e) Lakukan prosedur yang anda terampil mengerjakan.
f) Rujuklah bila terjadi kesulitan.
g) Dikomunikasikan pada penderita dan keluarganya.
h) Pengawasan yang selalu teratur.
i) Hargailah pendapat penderita untuk menerima atau menolak
pengobatan yang akan diberikan.
9. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang dapat terjadi dalma
menjalankan pelayanan obstrettrik ysng di rekam oleh florida medical
association.
Di tinjau dari seringnya kejadian

11
a. Diagnosisi yang kurang tepat
b. Kesalahan teknik operasi
c. Kesalahan obat
d. Perlukaan pada bayi
e. Infeksi luka operasi
f. Anestasi yang kurang tepat
g. Benda asing yang tertinggal
h. Kesalahan petugas kesehatan
Di tinjau dari derajat kesalahan
a. Perlukaan pada bayi
b. Anestesi yang kurang tepat
c. Perlukaan jalan lahir
d. Kesalaha petugas kesehatan
e. Diagnosis yang kurang tepat
f. Infeksi luka operasi
g. Kesalahan teknik operasi
h. Penderita kurang puas terhadap pelayanan
Ditinjau dari segi pembiayaan (Seringnya kejadian X% kesalahan)
a. Diagnosis yang kurang tepat
b. Kesalahan teknik operasi
c. Perlukaan pada bayi
d. Anesteesi yang kurang tepat
e. Kesalahan obat

12
WANITA DALAM BERBAGAI MASA KEHIDUPAN

Setelah lahir,kehidupan wanita dapat di bagi dalam beberapa masa


bayi,masa kanak-kanak,masa pubertasmasa produksi ,masa klimaksterium,dan
masa senium.Masing-masing masa itu mempunyai kekhususan ; karma
itu,gangguan pada setiap masa tersebut juga dapat di katakan khas karma
merupakan penyimpangan dari faal yang khas pula dari masa yang bersangkutan.

1. BAYI WANITA
Pada waktu bayi lahir cukup bulan,pembentukan genitelia interna udah
selesai; jumlah folikel primordial dalam kedua ovarium telah lengkap,yakni
sebanyak 750.000 butir dan tidak bertambah lagi pada kehidupan
selanjutnya.Tuba,uterus,vagina, dan genetalia eksterna sudah terbentuk;labia
majora biasanyamenutupi labia minora lebih kelihatan.
pada minggu pertama dan kedua kehidupan di luar,bayi masih
mengalami pengaruh estrogen yang sewaktu hamil memasuki tubuh janin
melalui plasenta.karna itu uterus bayi yang baru lahir agak lebih besar dari
pada uterus anak kecil.di samping itu, estrogen itu dapat menimbulkan
pembengkakan payu dara bayi wanita maupun pria selama 10 hari pertama
dari kehidupannya;kadang-kadang malahan di sertai dengan sekresi cairan
seperti air susu.selanjutnya, pada 10 -15 % dari bayi wanita dapat timbul
perdarahan per vaginam dalam minggu-minggu pertama,yang bersifat
withdrawal bleeding.
Biasanya genitelia bayi wanita yang baru lahir itu basah karna sekresi
cairan yang jerrnih.Epitel vagina relative tebal dan pH vagina 5; setelah 2-3
minggu, epitel vagina ini menjjadi tipis dan pH naik menjadi 7.pada 1/3
bayi wanita, endoserviks tidak terhenti pada ostium uteri eksternum,tetapi
menutupi juga sebagian dari porsio servisis uteri,sehingga terdapat apa yang
di namakan pseudoerosio kongenitalis.setelah + 11/ 2 tahun,erosion hilang
dengan sendirinya.

13
Pada waktu lahir perbandingan seviks dan korpus uteri 1: 1 karena
hifertropi korpus ; setelah pengaruh estrogen tidak ada lagi,perbandingan
lambat laun menjadi 2 : 1 pada pubertas dengan pengaruh ekstrogen yang di
hasilkan sendiri oleh anak ,perbandingan berubah lagi,dan pada wanita
dewasa menjadi 1:2.
2. MASA KANAK-KANAK
Yang khas dari masa kanak-kanak ini ialah bahwa perangsangan oleh
hormone kelamin sangat kecil,dan memang kadar estrogen dan hormon
gonadotropin sangat rendah.karena itu ,alat-alat geneital pada masa ini tidak
memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai permulaan
pubertas.asiditas vagina yang rendah memudahkan terjadinya infeksi.
Apusan secret vagina memperlihatkan sel-sel parabasal.
Dalam masa kanak-kanak pengaruh hipofisis terutama terlihat pada
pertumbuhan badan.
Pada masa kana-kanak sudah nampak perbedaan antara anak pria dan
wanita,terutama dalam tingkah lakunya; tetapi perbedaan ini di tentukan
terutama oleh lingkungan dan pendidikan.
3. MASA PUBERTAS
Pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan
masa dewasa.tidak ada batas yang tajam antar akhir masa kanak-kanak dan
awal masa pubertas, akan tetapi dapat di katakana bahwa pubertas mulai
dengan awal berfungsinyas ovarium. Pubertas berakhir pada saat ovarium
sudah berfungsi dengan mantap dan teratur.
secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya cirri-cirri klamin
skunder,dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi.pubertas pada
wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih
selama 4 tahun.
Awal pubertas jelas di pengaruhi oleh bangsa,iklim,gizi,dan
kebudayaan.pada abad ini secara umum ada pergeseran permulaan pubertas
kea rah umur yang lebih muda,yang di terangkan dengan meningkatnya
kesehatan umum dan gizi.

14
Kejadian yang penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang
cepat,timbulnya ciri –ciri kelamin sekunder ,menarche,dan perubahan
psikis.apa yang primer menyebabkan mulainya pubertas belum di ketahui
ialah bahwa ovarium mulai berfungsi di bawah pengaruh homon
gonadotropin dari hipofisis,dan hormone ini di keluarkan atas pengaruh
releasing pactor dari hipotalamus.dalam ovarium folikel mulai tumbuh dan
walaupun folikel-folikel itu tidak sampai menjadi matang karna sebelumnya
mengalami etresia,namun folikel-folikel tersebut sudah sanggup
mengeluarkan estrogen.pada saat yang kira-kira bersamaan korteks kelenjar
suprarenal mulai membentuk androgen,dan hormone ini memegang peranan
dalam pertumbuhan badan.
Pengaruh peningkatan hormone yang pertama-tama nampak ialah
pertumbuhan badan anak yang lebih cepat,terutam ekstremitasnya,dan badan
lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin.walaupun ada
pengaruh hormone somatotropin,di duga bahwa pada wanita kecepatan
pertumbuhan terutama di sebabkan oleh estrogen.estrogen ini pula yang
pada suatu waktu menyebabkan penutupan garis epifisis tulang-
tulang,sehingga pertumbuhan badan berhenti.pengaruh estrogen yang lain
ialah pertumbuhan genitalia interna,genitalia eksterna,dan cirri-ciri kelamin
skunder.dalam masa pubertas genitalia interna dan genitalia eksterna lambat
laun tumbuh untuk mencapai bentuk dan sifat seperti pada masa dewasa.
Perkembangan dalam bidang rohani ialah penyesuaian diri dalam alam
terlindung serta aman menuju kea rah alam berdiri sendiri dan bertanggung
jawab;dari alam pikiran egosentrik ke alam pikiran yang lebih mateng.
4. GANGGUAN DALAM MASA PUBERTAS
Pubertas Dini ( pubertas perokok )
 Hormone gonadotropin di produksi sebelum anak berumur
8tahun,hormone ini merangsang ovarium,sehingga ciri-ciri kelamin
skunder timbul,menarche dan kemampuan reproduksi terdapat sebelm
waktunya.

15
 Pubertas dini kalau cirri-ciri skunder timbul sebelum umur 8 tahun atau
kalau sudah ada haid sebelum umur 10 tahun
 Dalam kepustakaan di kabarkan ada anak berumur 5 tahun 8 bulan =
melahirkan bayi
 Pengobatan dapat di coba dengan pemberian MPA ( Medroksi
Progesteron Acetat ) 100 mg IM tiap 14 hari = untuk mencegah haid
Pubertas Tarda
 Pubertas terlambat jika gejala-gejala pubertas baru datang antara umur
14-16 tahun
 Di sebabkan oleh paktor :Herediter, Gangguan kesehatan,kekurangan
gizi
Perdarahan Dalam Masa Pubertas
 Perdarahan banyak pada wanita usia 12 – 20 tahun di sebut
Perdarahan Jupenil ( Juvenile Bleeding )
 Terapi konserpatif medikamentosa,mis : Progesteron seperti
Norethisteron ( Primolut N ) 3X5 mg perhari atau Norethinodrel ( 2X10
mg / hr )
 Obat terus di berikan untuk 3 minggu,biarpun perdarahan sudah
berhenti
 Jika pengobatan medikamentosatidak menolong dan perdarahan
banyak terpaksa di lakukan kuretase
Masa Reproduki
 Masa yang penting bagi wanita dan berlangsung ± 33 tahun
 Terjadi ovulasi ± 450 kali,berdarah selam 1800 hari
Klimakterium dan menopause
5. MASA REPRODUKSI
Masa ini merupakan masa yang terpenting bagi wanita dan
berlangsung kira-kira 33 tahun.Haid pada masa ini paling teratur dan siklus
pada alat genital bermakna untuk memungkinkan kehamilan.Paada masa ini
terjadi ovulasi kurang lebih 450 kali,dan selama ini wanita berdarah selama

16
1800 hari.biarpun pada umur 40 tahun ke atas perempuan masih dapat di
hamilkan,fertilitas menurun cepat sesudah umur tersebut.
Karena isi buku ini sebagian besar membahas tentang fisiologi
danpatologi dalam masa reproduksi,maka pembicaraan masa reproduksi
dalam bab ini singkat saja.
6. KLIMAWKTERIUM DAN MENOVAUSE
Pengertian engenai klimakterium,menopause,dan senium berbeda-beda.
Karna itu, di kemukakan dahulu definisi-definisi yang kiranya paling masuk
akal.
1. Klimakterium (Bahasa Yunani: tangga )merupakan masa peralihan antara
masa reproduksi dan masa senium.
2. Menovause adalah haid terkhir atau saat terjadinya haid terakhir.bagian
klimakterum sebelum menovause di sebut pascamenovause.
3. Senium adalah masa sesudah pascamenovause, ketika telah tercapai
keseimbangan baru dalam kehidupan wanita, sehingga tidak ada lagi
gangguan vegetatif maupun fsikis.
a. Klimakterium
Klimakterium bukan suatu keadaan patologik, melainkan suatu
masa peralihan yang normal,yang berlangsung beberapa tahun
sebelum dan beberapa tahun sesudah monovause.Kita menjumapi
kesulitan dalam menentukan awal dan akhir klimakterium, tetapi
dapat di katakana abhwa klimakterium mulai kira-kira 6 tahun
sebelum menovause berdasarkan endokrinologik (kadar astrogen dan
kadar hormone gonedottropin naik),dan - jika ada - gejala-gejala
klinis.
Klimakterium berakhir kira-kira 6-7 tahun sesudah
menovause.pada saat ini kadar estrogen telah mencapai nilai yang
rendah yang sesuai dengan keadaan senium, dan gejala-gejala
neurovegetatif telah terhenti.dengan demikian,lamanya klimakterium
lebih kurang 13 tahun.

17
Mengenai dasarnya klimakterium dapat di katakana,bahwa
jikalau pubertas di sebabkan oleh mulainya sintesis hormon
gandotropin oleh rangsangan hormone itu.hal ini di sebabkan oleh
karna ovarium menjadi tua;boleh di anggap bahwa ovarium menjai
lebih dahulu tua dari pada alat-alat tubuh alinnya.
Proses menjadi tua sudah mulai pada umur 40 tahun.jumlah
folikel pada ovarium waktu lahr + 750000 buah;padawaktu
menovause tinggal beberapa ribu buah.tambahan pula folikel yang
tersisa ini rupanya juga lebih resisten terhadap rangsangan
gonadotropin. Dengan demikian, siklus ovarium yang terdiri atas
pertumbuhan folikel,ovulasi,dan pembentukan korpus luteum lambat
laun terhenti. Pada wanita di atas 40 tahun siklus haid untuk 25%
tidak di sertai ovulasi,jadi bersifat anovulatoar.
Pada klimakterium terdapat penurunan produksi estrogen dan
kenaikan hormon gonadotropin.kadar hormone akhir ini terus tetap
tinggi sampai kira-kira 15 tahun setelah menopause,kemudian mulai
menurun.tinggi kadar hormone ganadotropin di sebabkan oleh
berkurangnya produksi estrogen,sehingga native feedback tehadap
pproduksi gonadotropin berkurang.
Pada wanita dalam klimakterium terjadi perubahan-perubahan
tertentu,yang dapat menimbulkan gangguan-gangguan ringan atau
kadang-kadang berat.walaupun klimakterium merupakan masa
perubahan, umumnya masa itu di lalui oleh wanita-wanita tanpa
banyak keluhan;hanya pada sebagian kecil (25% pada wanita eropa,
agak kurang pada wanita Indonesia) di temukan keluhan yang kukup
berat yang menyebabkan wanita bersangkutan meminta pertolongan
dokter. Perubahan dan gangguan itu sifatnya berbeda-beda menurut
waktunya klimakterium.pada permulaan kimaktetrium kesuburan
menurun,pada masa pramenopause terjadi kelainan
perdarahan,sedangkan terutama pada masa pascamenopause terdapat
gangguan vegetatif,psikis, dan organis.

18
Gangguan negatif biasanya berupa rasa panas dengan keluarnya
keringat malam,dan perasaan jantung berdebar-debar. Dalam masa
pascamenopause, dan seterusnya dalam senium,terjadi atrofi alat-alat
genital.ovarium menjadi kecil dan dari seberat 10-12g pada wanita
dalam masa reproduksi menjadi 4g pada wanita berumur 60 tahun.
Uterus juga lambat laun mengecil dan endometrium mengalami
atrofi.biarpun demikian,uterus masih tetap dapat bereaksi terhada
pestrogen pemberian estrogen dari luar yang diikuti dengan
penghentiannya,dapat menimbulkan withdrawal bleeding. Epitel
vagina juga menipis,tetapi oleh karna masih ada estrogen,walaupun
kurang dalam klimakterium,atrofi selaput lender vagina belum
seberapa jelas,dan apus vagina memperlihatkan gambaran campuran
(spread pattern).mamma mulai menjadi lembek dan proses ini
berlangsung terus dalam senium.
Sumber estrogen dalam klimkaterium selain ovarium mungkin
juga glandula suprarenal;sumber utama dalam pascamenopause ialah
kompersi dari androstenedion.
Meabolisme sekitar menopause memperlihatkan beberapa
perubahan,misalnya hiperlipemi yang mungkin merupakan salah satu
paktor ke arah bertambahnya penyakit koroner pada masa ini.pada
wanita yang banyak merokok,yang diberi estrogen,dan yang
menderita hipertensi,kemungkinan timbulnya penyakit tersebut di
atas lebih besar lagi.
b. Menopause
Menopause ialah haid terakhir,atau saat terjadinya haid
tertkhir.diagnosis menopause dibuat setelah terdapat amenorea
sekurang-kurangnya satu tahun.berhentinya haid dapat didahului
oleh siklus haid yang lebih panjang,dengan perdarahan yang
berkurang.umur waktu terjadinya menopause di pengaruhi oleh
keturunan,kesehatan umum,dan pola kehidupan.ada kecendrungan
dewasa ini unuk terjadinya menopause pada umur yang lebih

19
tua.misalnya, pada tahun 1915 menopause di katakana terjadi sekitar
umur 44 tahun,sedangkan pada tahun 1950pada umur yang
mendekati 50 tahun.penelitian agoestina dalam tahun 1982 di
bandung menunjukkan bahwa pada umur 48 tahun,50% dari wanitsa
Indonesia telah mengalami menopause.
Menopause rupanya ada hubungan dengan menarhce. Makin
menarche terjadi,makin lambat menopause timbul;sebaliknya, makin
lambat menarche terjadi,makin cepat menopause timbul.pada abad
ini umumnya nampak bahwa menarche makin dini timbul
menopause makin lambat terjadi,sehingga masa produksi akan
semakin lebih panjang,walaupun demikian,di negar-negara maju
rupa-rupanya menarche tidak bergeser lagi ke umur yang lebih
muda; tanpaknya batas maksimal telah tercapai.
Menopause yang artificial karna operasi atau radiasi umumnya
menimbulkan keluhan yang lebih banyak di bandingkan dengan
menopause alamiah.
c. Senium
Pada senium telah tercapai keadaan keseimbangan hormonal
yang baru, sehingga tidak ada lagi gangguan vegetatif maupun
psikis, yang mencolok dalam masa ini ialah kemunduran alat-alat
tubuh dan kemampuan fisik yang mengalami proses ketuaan. Dalam
masa senium terjadi pula osteoporosis dengan intensitas berbeda
pada masing-masing wanita.Walaupun sebab-sebabnya belum jelas
betul, namun berkurangnya pengaruh hormone steroid dan
berkurangnya aktivitas osteoblast memegang peranan dalm hal ini.
Gangguan Senium
 Atropi alat-alat genetalia dan jaringan sekitarnya.
 Meningkatnya proses katabolisme protein -> jaringan yang
banyak dipengaruhi adalah tulang, otot, dan kulit.
Seperti: osteoposis, atrofi mukosa vagina, ureteritis dan sistitis

20
DAFTAR PUSTAKA

Wiknjosastro, Hanifa. (1999). Ilmu Kandungan. Edisi Kedua. EGC: Jakarta


Bari, SA, dkk.(2000) Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan
Neonatal. EGC: Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono. (2007). Ilmu Bedah Kebidanan EGC: Jakarta

21
TUGAS MAKALAH
MATERNITAS I TENTANG
 STANDAR ETIK DAN ASPEK LEGAL DALAM KEPERAWATAN
MATERNITAS
 WANITA DALAM BERBAGAI MASA KEHIDUPAN

Di Susun Oleh
YULIANA METRI DEWI
032001007096

PEMERINTAH PRODUKSI NUSA TENGGARA BARAT


DINAS KESEHATAN
AKADEMI KEPERAWATAN

22