Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM PILOT PLANT

Falling Film Evaporator


Dosen Pembimbing : Rispiandi ST., MT.

Kelompok/Kelas : 12 / 3A-TKPB

Anggota : 1. Siti Nur fitriyani (151424031)

2. Ulwi Aliatur R (151424032)

Tanggal Praktikum : 15 November 2017

Tanggal Pengumpulan Praktikum : 23 November 2017

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV

TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

TAHUN 2017
DAFTAR ISI

BAB I ...................................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ................................................................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................................... 3
1.2 Tujuan Praktikum ................................................................................................................ 3
BAB II .................................................................................................................................................... 4
LANDASAN TEORI ............................................................................................................................ 4
BAB III................................................................................................................................................... 7
METODOLOGI PERCOBAAN.......................................................................................................... 7
3.1 Alat dan Bahan ...................................................................................................................... 7
3.2 Prosedur Kerja ...................................................................................................................... 7
BAB IV ................................................................................................................................................... 9
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN ............................................................................... 9
4.1 Data Pengamatan .................................................................................................................. 9
4.2 Hasil Perhitungan ............................................................................................................... 10
4.3 Grafik ................................................................................................................................... 12
4.4 Pembahasan ............................................................................................................................... 14
BAB V .................................................................................................................................................. 19
KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................................................... 19
5.1 Kesimpulan .......................................................................................................................... 19
5.2 Saran .................................................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 20
LAMPIRAN......................................................................................................................................... 21
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Falling Film Evaporator adalah suatu jenis alat untuk meningkatkan konsentrasi suatu
larutan dengan mekanisme evaporasi. Alat ini telah lama digunakan misalnya pada produksi
pupuk organik, proses desalinasi, industri kertas, dan bubur kertas, industri bahan pangan dan
bahan biologi, dan lain-lain. Peningkatan konsentrasinya dilakukan dengan penguapan
pelarutnya yang umumnya air. Proses ini ini sering digunakan untuk penguapan larutan kental,
larutan sensitif terhadap panas, larutan yang mudah terdekomposisi, dan penguapan perbedaan
temperatur rendah.
Falling film evaporator memiliki waktu tertahan yang pendek, dan menggunakan gravitasi
untuk mengalirkan liquida yang melalui pipa. Pada saat sekarang ini falling film evaporator
sangat meningkat penggunaanya di dalam proses industri kimia untuk memekatkan fluida
terutama fluida yang sensitive terhadap panas (misalnya sari buah dan susu), karena waktu
tertahan pendek cairan tidak mengalami pemanasan berlebih selama mengalir melalui
evaporator.
1.2 Tujuan Praktikum
a. Mengoperasikan peralatan Falling Film Evaporator pemanasan langsung maupun tidak
langsung .
b. Menghitung eisfiensi pada pemanasan secara langsung maupun secara tidak langsung
c. Menghitung koefisien perpindahan panas pada pemanasan secara langsung maupun
tidak secara langsung
d. Menghitung nilai steam ekonomi (SE) pada pemanasan secara langsung
BAB II

LANDASAN TEORI

Falling film Evaporator adalah salah satu jenis alat untuk proses evaporasi yang
diklasifikasikan dalam kelas long tube vertical evaporator (LTVE) bersama-sama dengan
climbing film evaporator (CFE). Sedangkan berdasarkan tipe pemanasan dapat diklasifikasikan
ke dalam sistem pemanasan dipisahkan oleh dinding pertukaran panas, yaitu jenis kolom
calandria shell and tube. FFE memiliki efektivitas yang baik untuk :

a. Pengentalan larutan-larutan yang jernih


b. Pengentalan larutan berbusa
c. Pengentalan larutan-larutan yang korosif
d. Beban penguapan yang tinggi
e. Temperatu operasi yang rendah
Prinsip falling film evaporator adalah mengatur agar seluruh permukaan evaporator
terbasahi secara continue, dan film yang dihasilkan mempunyai ketebalan yang seragam.
Sehingga distributor umpan yang akan dipakai harus didesain secara tepat. Berbagai cara
distribusi umpan, dibuat untuk menjamin keseragaman tebal film, antara lain memakai
distributor tipe overflow weir, peletakan evaporator harus benar-benar tegak.

Proses penguapan dalam FFE

Umpan dimasukan melalui bagian atas kolom dan secara grafisional. Jika vakum tidak
dioperasikan turun dan membasahi dinding bagian dalam kolomm dan dinding bagian luar
tabung-tabung penukar panas dan dalam kolom sebagian lapisan tipis (film). Maka panas yang
diberi medium pemanas didalam penukar panas dan dipakai untuk memanaskan larutan
mencapai titik temperatur diatasnya. Sehingga didalam kolom evaporator akan terdapat
campuran larutan pada temperatur penguapan pelarut atau lebih sedikit lebih rendah/tinggi dan
uap pelarut. Karena temperatur oada bagian bawah kolom , maka sistem pada kolom tersebut
akan mengalami evakuasi (pengosongan) yang dalam arti sebenarnya terjadi penurunan
tekanan sehingga konsisi seperti vakum terjadi oleh karena campuran tersebut akan terhisap
menuju tangki pemisah dimana bagian campuran yang berupa larutan produk yang lebih berat
dan pekat turun menuju tangki pengumpul produk sedangkan uap pelarut menuju kondenser di
kondensasikan dan turun ke tangki pengumpul distilat.

Proses penguapan berlangsung pada kalandria shell and tube. Di dalam kalandria tersebut
terdapat tabung berjumlah tiga, umpan masuk didistribusi ke masing-masing tube kemudian
membentuk lapisan tipis pada selimut bagian dalam tube. Sementara pemanas berada di luar
tube, bahan umpan yang turun secara gravitasi menyerap panas maka terjadi penguapan pelarut
sehingga keluar dari kalandria terdiri dari dua fasa (fasa uap pelarut dan larutan pekat)
kemudian dipisahakan di evaporator. Penguapan yang terjadi akan berada di bawah titik didih
air atau pelarut lain dalam kondisi curah. Penguapan akan memerlukan kalor yang lebih sedikit
untuk umpan yang memang sedikit karena umpan mengalir dalam bentuk lapisan tipis (film).
Berikut ini skematik falling film evaporator secara umum.

Gambar 1. FFE

Keuntungan yang lebih dari falling film evaporator ialah sangat terbatasnya waktu
tinggal dari liquid. Waktu tinggal di dalam tube terhitung dalam satuan detik, membuatnya
ideal juga untuk produk-produk yang sensitif akan poanas seperti susu, sari buah, obat-obatan
dan lain sebagainya. Berrikut adalah contoh aplikasi falling film evaporatorpada industri susu.
Gambar 2. FFE di industri susu

Pada dasarnya evaporator adalah alat dimana pertukaran panas terjadi. Laju perpindahan
panas dinyatakan dalam persamaan umum :

Q = U A dT

dengan U = koefisien keseluruhan perpindahan panas dalam sistem.

Berikut ini ialah skematik dari falling film evaporator yang ada di Laboratorium Pilot Plant
Jurusan Teknik Kimia Polban.
T7
m1
Tangki
umpan
T1
ms
FFE
T6

T8 T14
kondensor
md
kondensat T10 m3
T12
T11 m2

tangki tangki
produk pengumpul
distilat

Gambar 3. FFE di Laboratorium Pilot Plant Jurusan Teknik Kimia Polban


BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
1. Peralatan FFE skala Pilot Plant
2. Air umpan
3. Ember
3.2 Prosedur Kerja
3.2.1 Kalibrasi Laju Alir

Timbang berat ember kosong

Atur bukaan pompa pada 100 lt/jam

Tampung air yang keluar selama 1 menit

Timbang ember yang berisi air

Ulangi langkah 2-4 untuk bukaan pompa yang lain

3.2.2 Pemanasan Langsung

Katup V2, V4, V5, V6, dan V8 tertutup penuh dan katup yang terbukanya V3 dan
V10 dan pembuangan dibawah stream trap

Mengaduk dan memasukkan pewarna kedalam air ketangki umpan.

Ambil sampel +/- 100 ml. Lalu nyalakan pengendali


Menekan tombil 1 sampai lampu SP-W menyala, tobol lo sampai lampu kuning N
menyala s-1 dan s-2 (out-4) sampai angka 9%

Menekan tombol 13 sampai lampu menyala, 12,1 dan 12 (SP-W) sampai angka
ditampilkan 4 menunjukkan P 1 bar gauge. Tekan tombol 13 sampai warna hijau
mati

Menekan tombol 8 lampu merah menyala (PV-k) menyala, tampilan 4 sekarang


menunjukkan tekanan operasi sebenarnya. Menekan tombol pompa umpan. Lampu
hijau menyala

Mengatur laju alir umpan 10 lt/jam setelah umpan melewati kalandria, menekan
tombol 10 sampai lampu kuning mati. Mulai pencatatan waktu 0 menit

Setelah 30 menit, catat TI 1, TI 4, TI 6, TI 10, TI 11 dan Tkondensor keluar, P


operasi kukus. AMbil produk (sampel) dan distilat (sampel). Lakukan dengan
interval waktu berbeda dan laju alir umpan berbeda

3.2.3 Pemanasan Tidak Langsung

Katup V4 dan V10 ditutup penuh, katup yang dibuka sementara lalu ditutup V6,
V10 katup utama V5, V6, V7 dan V8, V9 dan pembuangan bawah steam trap

Larutan umpan sama seperti umpan saat pemanasan langsung. Menyalakan


pengendali, pompa sentrifugal air isian pemanasan

Menekan tombol dan lampu hijau (SP-W) menyala, tombol 10 lampu kuning N
menyala, tombol s-1 dan s-2 (out 4) sampai menunjukkan angka -9%
BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan


4.1.1. Kalibrasi
Tabel 4.1 Kalibrasi

m1 kg/menit m1 kg/menit
NO Q(L/h)
(kalibrasi) (rata-rata)
1 3.84 3.81
100
3.78
2 3.96 4.02
150
4.08
3 5.28 5.22
200
5.16
4 6.12 6.18
250
6.24
5 7.08 7.14
300
7.2

4.1.2. Pemanasan Secara Langsung


Tabel 4.2 Data pengamatan FFE pada pemanasan secara langsung

m1 m2 (larutan ms
Tekanan m3
Q (L/h) (kalibrasi) pekat) (kondensat) T7 (°C) T11 (°C)
(bar)
(kg/menit) (kg/menit) (kg/menit) (kg/menit)
0.25 100 3.81 2.88 0.93 0.800 25.4 93
0.25 150 4.02 3.72 0.3 0.400 49,6 96
0.25 200 5.22 4.32 0.9 0.340 79.4 98
0.25 250 6.18 5.28 0.9 0.320 60.8 94
0.25 300 7.14 6.24 0.9 0.360 83.1 98
0.5 100 3.81 3.12 0.69 0.280 61.5 97
0.5 150 4.02 3.72 0.3 0.280 70.5 96
0.5 200 5.22 4.56 0.66 0.320 78.8 95
0.5 250 6.18 5.16 1.02 0.260 72.6 92
0.5 300 7.14 6.6 0.54 0.350 77.5 93
0.75 100 3.81 2.52 1.29 0.380 72.3 92
0.75 150 4.02 3.6 0.42 0.360 52.3 98
0.75 200 5.22 4.92 0.3 0.300 63.2 94
0.75 250 6.18 5.52 0.66 0.360 74.8 89
0.75 300 7.14 6.84 0.3 0.420 74.2 90
1 100 3.81 2.52 1.29 0.440 62.2 92
1 150 4.02 3.72 0.3 0.360 68.8 97
1 200 5.22 3.48 1.74 0.480 68.4 92
1 250 6.18 5.88 0.3 0.460 78.7 98
1 300 7.14 6 1.14 0.420 82.8 90

4.1.3. Pemanasan Secara Tidak Langsung


Tabel 4.3 Data pengamatan FFE pada pemanasan secara tidak langsung

m (laju
m1 Keb.
Tekanan alir air T11
Q (L/h) (kalibrasi) T4 (°C) T7 (°C) T8 (°C) steam
(bar) sirkulasi) (°C)
Kg/menit (kg/mnt)
m3/h

0.1 100 11 3.81 98.3 37 112.6 73.5 0.26

0.1 150 11 4.02 109.6 74.1 123.6 84 0.22

0.1 200 11 5.22 110.6 72.2 125.4 84 0.18

0.1 250 11 6.18 111.4 48.5 125.8 84 0.18

0.1 300 11 7.14 108.3 63.8 122.9 77 0.24

0.2 100 11 3.81 112.5 76.9 126.9 87 0.24

0.2 150 11 4.02 113.3 56.2 127.4 87.5 0.18

0.2 200 11 5.22 111.3 44 126 83 0.22

0.2 250 11 6.18 109.7 31.8 124.5 78 0.18

0.2 300 11 7.14 107.4 37.3 122.3 72 0.28

0.3 100 11 3.81 108.9 59.4 123.6 82 0.27

0.3 150 11 4.02 111.4 61.4 126 85 0.2

0.3 200 11 5.22 111.5 47.8 125.8 83 0.2

0.3 250 11 6.18 111.2 35.8 126.7 81 0.2

0.3 300 11 7.14 110.3 44.6 125.6 75 0.22

4.2 Hasil Perhitungan


4.2.1. Pemanasan Secara Langsung
Tabel 4.4 Hasil perhitungan FFE pada pemanasan secara langsung
m1
Tekanan U
Q (L/h) (kalibrasi) Ƞ (%) SE
(bar) (watt/m2°K)
(kg/menit)
0.25 100 3.81 775.819 760.54 1.163

0.25 150 4.02 1100.968 525.46 0.750

0.25 200 5.22 612.750 774.44 2.647

0.25 250 6.18 728.840 450.38 2.813

0.25 300 7.14 622.538 896.14 2.500

0.5 100 3.81 662.474 363.52 2.464

0.5 150 4.02 794.280 397.78 1.071

0.5 200 5.22 602.367 503.39 2.063

0.5 250 6.18 594.437 344.46 3.923

0.5 300 7.14 672.660 511.74 1.543

0.75 100 3.81 518.374 445.93 3.395

0.75 150 4.02 842.751 384.04 1.167

0.75 200 5.22 929.865 328.96 1.000

0.75 250 6.18 584.488 413.31 1.833

0.75 300 7.14 793.867 486.88 0.714

1 100 3.81 524.402 426.61 2.932

1 150 4.02 763.146 406.86 0.833

1 200 5.22 510.077 495.52 3.625

1 250 6.18 779.044 597.37 0.652

1 300 7.14 489.677 499.74 2.714

4.2.2. Pemanasan Secara Tidak Langsung


Tabel 4.5 Hasil perhitungan FFE pada pemanasan secara tidak langsung

Laju m1
Tekanan U
alir (kalibrasi) Ƞ (%)
(bar) (watt/m2.K)
(Kg/h) Kg/h

0.1 100 3.81 5.304 17709.8


0.1 150 4.02 1.551 22819.2
0.1 200 5.22 2.270 22690.5
0.1 250 6.18 8.310 17052.2
0.1 300 7.14 3.521 19751.5
0.2 100 3.81 1.458 23348.9
0.2 150 4.02 4.868 17965.6
0.2 200 5.22 7.554 16569.2
0.2 250 6.18 10.523 14870.0
0.2 300 7.14 9.070 15272.2
0.3 100 3.81 3.195 19782.0
0.3 150 4.02 3.544 19684.0
0.3 200 5.22 7.009 16635.5
0.3 250 6.18 9.830 15977.6
0.3 300 7.14 7.738 16178.9

4.3 Grafik
4.3.1. Pemanasan Secara Langsung
PE N G A RUH LA JU A LI R UMPA N T E RHA DA P E F I SI E N SI
Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

1200.000

1000.000

800.000
EFISIENSI

600.000

400.000

200.000

0.000
0 50 100 150 200 250 300 350
LAJU ALIR UMPAN

Gambar 4.1 Pengaruh laju alir umpan terhadap Efisiensi


PE NG A RUH LA JU A LI R UMPA N T E RHA DA P NI LA I
KO E FI SI E N PE RPI NDA HA N PA NA S (U)
Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

1000.00
900.00
800.00
700.00
600.00
500.00
U

400.00
300.00
200.00
100.00
0.00
0 50 100 150 200 250 300 350
LAJU ALIR UMPAN

Gambar 4.2 Pengaruh laju alir umpan terhadap nilai koefisien perpindahan panas (U)
PE NG A RUH LA JU A LI R UMPA N T E RHA DA P ST EA M
E KO N O MI (SE )
Tekanan 0.25 bar Tekanan 0.5 bar Tekanan 0.75 bar Tekanan 1 bar

4.500

4.000

3.500

3.000

2.500
SE

2.000

1.500

1.000

0.500

0.000
0 50 100 150 200 250 300 350
LAJU ALIR UMPAN

Gambar 4.3 Pengaruh laju alir umpan terhadap steam ekonomi


4.3.2. Pemanasan Secara Tidak Langsung
PE NG A RUH LA JU A LI R UMPA N T E RHA DA P E FI SI E NSI
Tekanan 0.1 bar Tekanan 0.2 bar Tekanan 0.3 bar

12.000

10.000

8.000
EFISIENSI (%)

6.000

4.000

2.000

0.000
0 50 100 150 200 250 300 350
LAJU ALIR UMPAN (KG/H)

Gambar 4.4 Pengaruh laju alir umpan terhadap efisiensi


PE NG A RUH LA JU A LI R UMPA N T E RHA DA P KO E FI SI E N
PE RPI NDA HA N PA NA S
Tekanan 0.1 bar Tekanan 0.2 bar Tekanan 0.3 bar

25000.0

20000.0

15000.0
U

10000.0

5000.0

0.0
0 50 100 150 200 250 300 350
LAJU ALIR UMPAN (KG/H)

Gambar 4.5 Pengaruh laju alir umpan terhadap nilai koefisien perpindahan panas (U)

4.4 Pembahasan

Pembahasan Oleh Siti Nurfitriyani (151424031)

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut.
 Pemanasan Langsung
Pada pemanasan lansung arah aliran yang digunakan adalah co-current dimana steam
dialirkan dari bagian atas searah dengan umpan Hal ini bertujuan agar steam yang mengalir
tidak terhambat oleh kondensat steam. Apabila dilakukan dengan aliran counter-current dimana
steam dialirkan dari bawah maka kondensat akan bercamput dengan steam yang masuk.
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan dapat dilihat pada gambar 4.1
mengenai pengaruh laju alir tehadap efisensi bahwa pada setiap tekanan memiliki laju alir
optimum berbeda dimana pada tekanan 0.25 bar efisiensi yang paling tinggi adalah saat laju
alir umpan 4.02 kg/menit, pada tekanan 0.5 bar laju alir optimum adalah 4.02 kg/menit, pada
tekanan 0.75 bar tekanan adalah saat 5.22kg/menit dan pada saat tekanan 1 bar laju alir optimum
adalah 6.18 kg/menit. Efisiensi optimum diperoleh pada laju alir optimum. Laju alir yang terlalu
rendah mengakibatkan perpindahan panas yang terjadi kurang efisien. Hal tersebut dikarenakan
ketika laju alir umpan yang digunakan terlalu kecil maka tube-tube yang ada di dalam kolom
Falling Film Evaporator tidak terbasahi seluruhnya. Sedangkan jika laju alir umpan yang
digunakan terlalu besar mengakibatkan lapisan tipis yang terjadi akan semakin tebal, hal itu
akan mempengaruhi proses perpindahan panas yang terjadi.
Pada praktikum ini, nilai efisiensi yang dihasilkan lebih dari 100%. Hal ini disebabkan
terjadinya akumulasi panas. Dimana umpan yang masuk mengalami sirkulasi dari kondensat
yang keluar dari kolom Falling Film Evaporator. Sehingga umpan yang masuk memiliki suhu
yang tinggi dan ketika kontak dengan steam maka fasa uap yang terbentuk akan semakin
banyak sehingga menyebabkan pemisahan antara uap larut dan larutan pekat tidak berjalan
dengan baik, karena adanya larutan pekat yang ikut menguap bersama uap larut. Sehingga
berpengaruh pada perpindahan panas yang terjadi.
Pada gambar 4.2 koefisien perpindahan panas tertinggi koefisien perpindahan panas
yang paling tinggi adalah pada tekanan 0.25 bar dengan laju alir 7.14 kg/menit dan koefisien
perpindahan panas yang terrendah adalah saat tekanan 0.5 bar dan laju alir umpan 3.81
kg/menit. Berdasarkan teori, perpindahan panas akan sebanding dengan efisiensi. Akan tetapi
dari hasil praktikum yang telah dilakukan hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan teori. Hal
tersebut dikarenakan umpan yang masuk memiliki suhu yang berbeda beda, sehingga
mempengaruhi hasil yang diperoleh.Pada gambar 4.3 steam ekonomi tertinggi adalah saat
tekanan 0.5 bar dengan laju alir umpan 6.18 kg/menit. NIlai SE yang tinggi ini menunjukkan
bahwa pemakaian steam yang sedikit dapat memanaskan air lebih banyak.
Dari hasil yang diperoleh dapat di simpulkan bahwa pada kondisi paling optimum
dengan mempertimbangkan efesiensi, perpindahan panas dan juga steam ekonomi, adalah saat
tekanan 1 bar dan laju alir umpan 7.14 kg/menit. Hal ini karena pada kondisi tersebut efisiensi
dan steam ekonomi yang cukup baik dan perpindahan panasnya tidak terlalu rendah

 Pemanasan Tidak Langsung


Dari gambar 4.5 dapat diketahui bahwa efisiensi paling tinggi pada tekanan steam
sebesar 0.1 bar, 0.2 bar, dan 0.3 bar adalah saat laju alir 6.18 kg/menit. Pada tekanan 0.2 dan
0.3 bar saat laju alir diubah menjadi 7.14 kg/menit, efisiensi menurun dikarenakan tidak
terbentuknya lapisan tipis. Pada gambar 4.2 dapat dilihat bahwa koefisien perpindahan panas
tertinggi pada tekanan 0.1 bar adalah saat laju alir umpan 3.81 kg/menit. Berdasarkan hasil
yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa keadaan optimum dengan metode pemanasan tidak
langsung adalah saat tekanan 0.2 bar dengan laju alir umpan 6.18 kg/menit karena pada kondisi
tersebut efisiensi yang dihasilkan paling tinggi.

Pembahasan Oleh Ulwi Aliatur Rohmah (151424032)

Falling Film Evaporator adalah suatu jenis alat untuk meningkatkan konsentrasi suatu
larutan dengan cara cairan diuapkan dengan metode cairan dijatuhkan pada lapisan tipis .
Pada alat falling film evaporator ini digunakan pompa reciprocating untuk mengalirkan
umpan ke dalam kolom FFE , penggunaan pompa reciprocating ini bertujuan agar umpan
yang masuk tidak terlalu cepat sehingga proses penguapan lebih efisien , dimana jenis pompa
reciprocating ini lebih lambat dibandingkan pompa sentrifugal .
Berdasarkan praktikum kali ini terdapat 2 cara pemanasan , yaitu :
1. Pemanasan secara langsung
Pemanasan langsung ini dilakukan dengan cara cairan dan steam masuk pada kolom
FFE secara parallel . Adapun beberapa factor yang memepengaruhi proses penguapan
pada FFE dengan pemanasan secara langsung ini adalah :
 Pengaruh laju alir umpan terhadap Efisiensi .

Dilihat pada gambar 4.1 bahwa nilai effisiensi pada setiap laju alir terhadap waktu
mengalami kenaikan dan penurunan . Seharusnya secara teori efisiensi yang paling besar
pada saat laju alir yang optimum , dimana laju alir optimum itu tidak terlalu besar dan
tidak terlalu kecil . karena saat laju alir besar dan laju alir terlalu kecil ,fluida cair akan
membasahi permukaan tube tetapi tidak akan membentuk lapisan film , saat tidak
membentuk lapisan tipis inilah effisiensi akan semakin menurun. Efisiensi optimum pada
alat FFE ini tercapai bila jumlah nilai panas yang diserap oleh umpan sama dengan atau
mendekati jumlah nilai panas yang dilepas oleh steam yang digunakan

Dan pada praktikum kali ini tidak didapatkannya effisiensi dan laju alir umpan
yang optimum dikarenakan data yang diperoleh sangat melenceng dan effisiensi melebih
100% . keduanya disebabkan oleh kualitas pasokan steam yang tidak stabil ,
kemungkinan adanya kebocoran panas steam yang terjadi sepanjang perjalanan dari boiler
menuju FFE ,dan terjadinya akumulasi panas. Dimana umpan yang masuk mengalami
sirkulasi dari kondensat yang keluar dari kolom Falling Film Evaporator. Sehingga
umpan yang masuk memiliki suhu yang tinggi dan saat masuk ke dalam kolom FFE maka
yang terjadi adalah fasa uap yang terbentuk akan semakin banyak , sehingga pemisahan
antara uap larut dan larutan pekat tidak berja;an lancar hal tersebut diakibatkan oleh
larutan pekat ikut menguap sehingga berpengaruh pada perpindahan panas an effisiensi .

Efisiensi optimum pada alat FFE ini tercapai bila jumlah nilai panas yang diserap
oleh umpan sama dengan atau mendekati jumlah nilai panas yang dilepas oleh steam yang
digunakan

 Pengaruh laju alir umpan terhadap nilai koefisien perpindahan panas (U).

Koefisien perpindahan panas (U) ini menyatakan besarnya panas yang digunakan
untuk menguapkan pelarutnya . dilihat dari gambar 4.2 nilai U mengalami kenaikan dan
penurunan , dimana secara teori apabila laju alir umpan semakin tinggi maka semakin
rendah koefisien perpindahan panasnya , hal tersebut dikarenakan semakin besar laju alir
maka pelarut yang di evaporasi semakin berkurang dan perpindahan panas pun hanya
berlangsung dengan waktu singkat sehingga perpindahan panas kurang maksimal .
sehingga pada praktikum kali ini data yang di dapatkan tidak sesuai dengan teori ,
disebabkan oleh aliran umpan yang di resirkulasi dari bagian kolom residu , yang membuat
suhu umpan mengingkat yang menyebabkan perpindahan panas kurang maksimal .

 Pengaruh laju alir umpan terhadap steam ekonomi .

Pada grafik 3 pun sama hal nya seperti gambar 4.1 dan 4.2 dimana terjadi
kenaikan dan penurunan (tidak stabil) . Dimana Steam Ekonomi merupakan
perbandingan antara massa uap pelarut dan massa steam atau media pemanas lain. Hal
ini menandakan bahwa SE merupakan nilai ke-efektifan steam serta media pemanas lain
dalam menguapkan pelarut dalam umpan . semakin besar laju alir umpan , maka steam
ekonominya semakin kecil, hal ini terjadi karena dengan semakin besarnya laju alir maka
semakin besar pula kebutuhan panasnya sehingga kurang ekonomis , jika dilihat dari
gambar 4.3 beberapa kondisi menunjukan semakin besar laju alir umpan maka steam
ekonominya akan semakin besar sehingga pada proses ini bisa dikatakan kurang
ekonomis karena membutuhkan panas yang banyak untuk melakukan proses
penguapan .

Pada kondisi paling optimum dengan mempertimbangkan efesiensi, perpindahan panas dan
juga steam ekonomi, adalah saat tekanan 1 bar dan laju alir umpan 7.14 kg/menit.

2. Pemanasan secara tidak langsung


Pemanasan langsung ini dilakukan dengan cara cairan dan steam masuk pada kolom
FFE secara counter current , dimana steam tidak langsung memanaskan umpan , tetapoi
memanaskan media terlebih dahulu dan media tersebut akan memanaskan umpannya .
Adapun beberapa factor yang memepengaruhi proses penguapan pada FFE dengan
pemanasan secara tidak langsung ini adalah :
 Pengaruh laju alir umpan terhadap Efisiensi .

Dilihat pada gambar 4.5 untuk tekanan 0.2 bar dan 0.3 bar menunjukan semakin
besar nilai laju alir maka nilai effisiensi akan semakin besar , sedangkan untuk tekanan
0.1 bar menunjukan bahwa semakin besar laju alir nya nilai effisiensi kenaikan dan
penurunan , dimana secara teori seharusnya semakin besar laju alir umpan maka nilai
effisiensi akan semakin kecil , karena lapisan tipis tidak terbentuk . Dan pada praktikum
ini didapatkan nilai effisiensi pada proses pemanasan secara tidak langsung dengan nilai
yang relative kecil , hal tersebut disebabkan oleh kualitas pasokan steam yang tidak stabil
sehingga pemanasan pada media yang akan memanasakan umpan tidak optimum , dan
kemungkinan adanya kebocoran panas steam yang terjadi sepanjang perjalanan dari boiler
menuju FFE .

Keadaan optimum dengan metode pemanasan tidak langsung adalah saat tekanan
0.2 bar dengan laju alir umpan 6.18 kg/menit karena memiliki effisiensi yang paling
tinggi.

 Pengaruh laju alir umpan terhadap nilai koefisien perpindahan panas (U).

Dilihat pada gambar 4.6 untuk tekanan 0.2 bar dan 0.3 bar menunjukan laju alir
umpan semakin tinggi maka semakin rendah koefisien perpindahan panasnya , hal
tersebut dikarenakan semakin besar laju alir maka pelarut yang di evaporasi semakin
berkurang dan perpindahan panas pun hanya berlangsung dengan waktu singkat sehingga
perpindahan panas kurang maksimal .
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
1. Pada praktikum ini, nilai efisiensi yang dihasilkan lebih dari 100%. Hal ini disebabkan
terjadinya akumulasi panas. Dimana umpan yang masuk mengalami sirkulasi dari
kondensat yang keluar dari kolom Falling Film Evaporator. Sehingga umpan yang
masuk memiliki suhu yang tinggi dan ketika kontak dengan steam maka fasa uap yang
terbentuk akan semakin banyak sehingga menyebabkan pemisahan antara uap larut dan
larutan pekat tidak berjalan dengan baik, karena adanya larutan pekat yang ikut
menguap bersama uap larut. Sehingga berpengaruh pada perpindahan panas yang
terjadi.
2. Pada kondisi paling optimum dengan mempertimbangkan efesiensi, perpindahan panas
dan juga steam ekonomi, adalah saat tekanan 1 bar dan laju alir umpan 7.14 kg/menit.
Hal ini karena pada kondisi tersebut efisiensi dan steam ekonomi yang cukup baik dan
perpindahan panasnya tidak terlalu rendah
3. keadaan optimum dengan metode pemanasan tidak langsung adalah saat tekanan 0.2
bar dengan laju alir umpan 6.18 kg/menit karena pada kondisi tersebut efisiensi yang
dihasilkan paling tinggi.

5.2 Saran
1. Buka saluran vent ketika memompa umpan yang akan dialirkan kedalam kolom
FFE, setelah umpan melewati cabang pipa tutup saluran vent.
2. Jaga suhu pada pompa, air sirkulasi dari hasil kondensat membuat air umpan
menjadi panas. Air umpan yang terlalu panas akan membuat kerusakan pada
pompa.
3. Gunakan sarung tangan kain ketika memegang saluran steam dan ketika mengambil
air kondensat.
DAFTAR PUSTAKA

Fitri, Medya Ayunda. 2016. STUDI EKSPERIMENTAL FALLING FILM EVAPORATOR


PADA EVAPORASI NIRA KENTAL. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.

Tim penyusun jobsheet praktikum Pilot Plant. 2013. Falling Film Evaporator. Bandung:
Jurusan Teknik Kimia, Polban

Anonim. 2010. Judul Praktikum : Falling Film Evaporator Pemanasan Langsung.


http://matekim.blogspot.co.id/2010/05/f-f-e.html (Diakses pada 18 November 2017)

Anonim. 2012. Falling Fim Evaporator.


http://industryoleochemical.blogspot.co.id/2012/04/falling-film-evaporator.html (Diakses
pada 18 November 2017)
LAMPIRAN

 Data tambahan pada pemanasan secara langsung

Hv λ
Cp Hl
P Q T7 T11 (terhadap (terhadap Hv Hl
(kJ/Kg (terhadap λ (P+1)
(bar) (L/h) (°C) (°C) T11) T11) (P+1) (p+1)
°C) T11) kJ/kg
kJ/kg kJ/Kg
0.25 100 25.4 93 4.2 389.61 2664.03 2274.50 2684.7 443.1 2241.6
0.25 150 49.6 96 4.2 402.24 2669.12 2267.00 2684.7 443.1 2241.6
0.25 200 79.4 98 4.2 410.66 2672.52 2262.00 2684.7 443.1 2241.6
0.25 250 60.8 94 4.2 393.82 2665.73 2272.00 2684.7 443.1 2241.6
0.25 300 83.1 98 4.2 410.66 2672.52 2262.00 2684.7 443.1 2241.6
0.5 100 61.5 97 4.2 406.45 2670.82 2264.50 2692.3 466.1 2226.2
0.5 150 70.5 96 4.2 402.24 2669.12 2267.00 2692.3 466.1 2226.2
0.5 200 78.8 95 4.2 398.03 2667.43 2269.50 2692.3 466.1 2226.2
0.5 250 72.6 92 4.2 385.40 2662.34 2277.00 2692.3 466.1 2226.2
0.5 300 77.5 93 4.2 389.61 2664.03 2274.50 2692.3 466.1 2226.2
0.75 100 72.3 92 4.2 385.40 2662.34 2277.00 2700 486.4 2213.6
0.75 150 52.3 98 4.2 410.66 2672.52 2262.00 2700 486.4 2213.6
0.75 200 63.2 94 4.2 393.82 2665.73 2272.00 2700 486.4 2213.6
0.75 250 74.8 89 4.2 372.77 2657.24 2284.50 2700 486.4 2213.6
0.75 300 74.2 90 4.2 376.98 2658.94 2282.00 2700 486.4 2213.6
1 100 62.2 92 4.2 385.40 2662.34 2277.00 2706.3 504.7 2201.6
1 150 68.8 97 4.2 406.45 2670.82 2264.50 2706.3 504.7 2201.6
1 200 68.4 92 4.2 385.40 2662.34 2277.00 2706.3 504.7 2201.6
1 250 78.7 98 4.2 410.66 2672.52 2262.00 2706.3 504.7 2201.6
1 300 82.8 90 4.2 376.98 2658.94 2282.00 2706.3 504.7 2201.6

 Perhitungan efisiensi pada pemanasan secara langsung

𝑄 𝑓𝑒𝑒𝑑 𝑚1 . 𝐶𝑝 (𝑇11 − 𝑇7) + 𝑚3 . λ 𝑇11


Ƞ= =
𝑄 𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 𝑚𝑠 . λ 𝑃+1

P (bar) Q (L/h) Q feed (kJ/menit) Q steam (kJ/menit) Ƞ (%)


0.25 100 3197.02 412.08 775.82
0.25 150 1463.52 132.93 1100.97
0.25 200 2443.59 398.79 612.75
0.25 250 2906.54 398.79 728.84
0.25 300 2482.62 398.79 622.54
0.5 100 2130.58 321.61 662.47
0.5 150 1110.64 139.83 794.28
0.5 200 1853.04 307.63 602.37
0.5 250 2826.09 475.42 594.44
0.5 300 1693.04 251.69 672.66
0.75 100 3252.57 627.46 518.37
0.75 150 1721.64 204.29 842.75
0.75 200 1356.86 145.92 929.87
0.75 250 1876.35 321.02 584.49
0.75 300 1158.41 145.92 793.87
1 100 3414.19 651.06 524.40
1 150 1155.48 151.41 763.15
1 200 4479.39 878.18 510.08
1 250 1179.55 151.41 779.04
1 300 2817.39 575.36 489.68

 Perhitungan untuk menentukan nilai koefisien perpindahan panas (U) dalam pemanasan secara
langsung

𝑄 𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 ∆𝑇1− ∆𝑇2


𝑈= 𝐴 . ∆𝑇𝑚
dengan ∆𝑇𝑚 = ∆𝑇1
ln( )
∆𝑇2
𝑄𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑎𝑛 𝑘𝑔/ℎ

T=Th1
=Th2 ΔT1 ΔT2 ΔTm U
P (bar) Q (L/h)
steam (°C) (°C) (°C) (watt/m2°K)
(°C)
0.25 100 105.97 80.57 12.97 37.01093 760.5382
0.25 150 105.97 56.37 9.97 26.78433 525.4608
0.25 200 105.97 26.57 7.97 15.44724 774.4421
0.25 250 105.97 45.17 11.97 24.99944 450.3817
0.25 300 105.97 22.87 7.97 14.13472 896.1407
0.5 100 111.35 49.85 14.35 28.50791 363.5223
0.5 150 111.35 40.85 15.35 26.05254 397.7831
0.5 200 111.35 32.55 16.35 23.52772 503.3946
0.5 250 111.35 38.75 19.35 27.93625 344.4639
0.5 300 111.35 33.85 18.35 25.314 511.7357
0.75 100 116.04 43.74 24.04 32.91321 445.9295
0.75 150 116.04 63.74 18.04 36.20603 384.0383
0.75 200 116.04 52.84 22.04 35.22377 328.9563
0.75 250 116.04 41.24 27.04 33.642 413.3077
0.75 300 116.04 41.84 26.04 33.31794 486.8823
1 100 120.21 58.01 28.21 41.33499 426.6065
1 150 120.21 51.41 23.21 35.46057 406.8641
1 200 120.21 51.81 28.21 38.82175 495.5172
1 250 120.21 41.51 22.21 30.86066 597.3725
1 300 120.21 37.41 30.21 33.68184 499.7423

 Perhitungan untuk menentukan steam ekonomi (SE) pada pemanasan secara langsung
𝑚3
SE = 𝑚 𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚

P (bar) m3 =(m1-m2) (kg/menit) ms (kondensat)(kg/menit) SE

0.25 0.93 0.80 1.16


0.25 0.30 0.40 0.75
0.25 0.90 0.34 2.65
0.25 0.90 0.32 2.81
0.25 0.90 0.36 2.50
0.5 0.69 0.28 2.46
0.5 0.30 0.28 1.07
0.5 0.66 0.32 2.06
0.5 1.02 0.26 3.92
0.5 0.54 0.35 1.54
0.75 1.29 0.38 3.39
0.75 0.42 0.36 1.17
0.75 0.30 0.30 1.00
0.75 0.66 0.36 1.83
0.75 0.30 0.42 0.71
1 1.29 0.44 2.93
1 0.30 0.36 0.83
1 1.74 0.48 3.63
1 0.30 0.46 0.65
1 1.14 0.42 2.71

 Perhitungan efisiensi pada pemanasan secara tidak langsung

𝑄 𝑓𝑒𝑒𝑑 𝑚1 . 𝐶𝑝 (𝑇11 − 𝑇7)


Ƞ= =
𝑄𝑠 𝑚𝑠 . 𝐶𝑝 (𝑇8 − 𝑇4)

Teka Laju Laju


T4 T7 T8 T11 Q feed Qs
nan alir Sirkulasi Ƞ (%)
(°C) (°C) (°C) (°C) (kJ/h) (kJ/h)
(bar) (Kg/h) (kg/h)

0,1 100 11000 98.3 37 112.6 73.5 35044.38 660660 5.30445


0,1 150 11000 109.6 74.1 123.6 84 10029.10 646800 1.550571
0,1 200 11000 110.6 72.2 125.4 84 15522.19 683760 2.270123
0,1 250 11000 111.4 48.5 125.8 84 55286.28 665280 8.310227
0,1 300 11000 108.3 63.8 122.9 77 23750.50 674520 3.521096
0,2 100 11000 112.5 76.9 126.9 87 9697.21 665280 1.457614
0,2 150 11000 113.3 56.2 127.4 87.5 31708.15 651420 4.867544
0,2 200 11000 111.3 44 126 83 51302.16 679140 7.553989
0,2 250 11000 109.7 31.8 124.5 78 71950.03 683760 10.5227
0,2 300 11000 107.4 37.3 122.3 72 62435.02 688380 9.069847
0,3 100 11000 108.9 59.4 123.6 82 21698.71 679140 3.195028
0,3 150 11000 111.4 61.4 126 85 23907.74 674520 3.544408
0,3 200 11000 111.5 47.8 125.8 83 46303.49 660660 7.008671
0,3 250 11000 111.2 35.8 126.7 81 70392.67 716100 9.830006
0,3 300 11000 110.3 44.6 125.6 75 54698.11 706860 7.738182

 Perhitungan untuk menentukan nilai koefisien perpindahan panas (U) dalam pemanasan secara
tidak langsung

𝑄𝑠 ∆𝑇1− ∆𝑇2
𝑈= 𝐴 . ∆𝑇𝑚
dengan ∆𝑇𝑚 = ∆𝑇1
ln( )
∆𝑇2

Laju ΔT1=
Tekanan T11 ΔT1=(T4- U
alir T4 (°C) T7 (°C) T8 (°C) (T8- ΔTm(°C)
(bar) (°C) T7) (°C) (watt/m2.K)
(L/h) T11)(°C)

0,1 100 98.3 37 112.6 73.5 39.10 61.30 49.37 17709.85


0,1 150 109.6 74.1 123.6 84 39.60 35.50 37.51 22819.19
0,1 200 110.6 72.2 125.4 84 41.40 38.40 39.88 22690.47
0,1 250 111.4 48.5 125.8 84 41.80 62.90 51.63 17052.24
0,1 300 108.3 63.8 122.9 77 45.90 44.50 45.20 19751.46
0,2 100 112.5 76.9 126.9 87 39.90 35.60 37.71 23348.87
0,2 150 113.3 56.2 127.4 87.5 39.90 57.10 47.99 17965.63
0,2 200 111.3 44 126 83 43.00 67.30 54.25 16569.16
0,2 250 109.7 31.8 124.5 78 46.50 77.90 60.86 14869.95
0,2 300 107.4 37.3 122.3 72 50.30 70.10 59.65 15272.2
0,3 100 108.9 59.4 123.6 82 41.60 49.50 45.44 19782.04
0,3 150 111.4 61.4 126 85 41.00 50.00 45.35 19684.01
0,3 200 111.5 47.8 125.8 83 42.80 63.70 52.56 16635.54
0,3 250 111.2 35.8 126.7 81 45.70 75.40 59.32 15977.57
0,3 300 110.3 44.6 125.6 75 50.60 65.70 57.82 16178.94