Anda di halaman 1dari 20

Secara sederhana yang dimaksud dengan klasifikasi adalah pengelompokkan.

Sebagai contoh
keanekaragaman kucing, terdapat beragam jenis kucing yang ada di duna ini, seperti kucing
domestik/lokal, anggora, persia dan masih banyak jenis lainnya atau jenis sayuran yang sangat
beragam. Dari contoh tersebut untuk memudahkan kita dalam memperlajari atau membedakan
semua jenis makhluk hidup maka dibutuhkan suatu sistem klasifikasi makhluk hidup.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup


Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan-golongan atau
unit-unti tertentu berdasarkan persamaan atau perbedaan cirinya. Tujuan dari klasifikasi ini ialah
memudahkan kita dalam mengenal , mengetahui dan mempelajari hubungan antar makhluk hidup
yang sangat beragam.

Menurut Ernst Mayr, mendefinisikan klasifikasi makhluk hidup sebagai pengaturan entitas dalam
serangkaian kelas hirarkis, dimana setiap kelas yang hampir sama atau terkait pada satu tingkat
hirarki digabungkan secara komprehensif menjadi inklusif di level kelas yang lebih tinggi.

Proses klasifikasi makhluk hidup dimulai dari pengelompokkan beberapa individu yang memiliki
persamaan ciri kedalalm satu kelompok. dan kelompok-kelompok yang terbentuk dari hasil
pengklasifikasian tersebut disebut Takson. Sistem takson pada tingkat yang paling rendah memiliki
persamaan sifat dan ciri yang paling banyak, sedangkan takson pada tingkatan yang paling tinggi
memiliki persamaan sifat dan ciri lebih sedikit. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk
hidup adlaah ilmu taksonomi.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup


Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah :

1. Mengelompokkan ciri-ciri dan persamaan yang dimiliki oleh masing masing makhluk hidup
2. Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis makhluk hidup untuk membedakan masing masing jenisnya
3. Menyederhakan objek studi
4. Mengetahui hubungan kerabat antar makhluk hidup
5. Memberi nama makhluk hidup sesua dengan jenis dan spesiesnya.

Sistem Klasifikasi
Berikut ini merupakan sistem klasifikasi yang di kemukakan oleh Robert H.Whittaker yaitu sistem
klasifikasi 5 kingdom. Menurut Robert H.Whittaker menyebutkan bahwa makhluk hidup dibedakan
menjadi kingdom Monera, Protista, Fungi (jamur), Plantae (tumbuhan), dan Animalia (hewan) .
Selain 5 kingdom tersebut, terdapat juga golongan virus, namun virus tidak termasuk dalam
golongan makhluk hidup, karena memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan makhluk hidup lainnya.

Dari 5 klasifikasi makhluk hidup diatas. Setiap kingdomnya dibagi menjadi beberapa filum (untuk
hewan) dan divisi (untuk tumbuhan), kemudian setiap filum atau divisi dibagi kembali menjadi
beberapa ordo, setiap ordo dibagi lagi menjadi beberapa famili, setiap famili dibagi lagi menjadi
beberapa genus, dan setiap genus dibagi lagi menjadi beberapa spesies (jenis). Semakin tingggi
tingkatan taksonnya, semakin sedikit persamaan ciri yang akan dijumpai.
1. Ciri-ciri Monera
Kingdom monera mengacu pada jenis mikroorganisme, yang dianggap sebagai makhluk hidup peling
primitif. Monera tidak memiliki membran inti, meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini
memiliki bahan inti berupa asam inti atau DNA. Kerajaan ini terdiri dari bakteri dan ganggang. Ahli
mikrobiologi membedakan bakteri menjadi 2 yaitu eubacteria dan archabacteria. Eubacteria adalah
kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana dan hidup
dilingkungan biasa. Sedangkanarchabacteria merupakan kelompo bakteri yang dapat hidup
dilingkungan ekstrim,misalnya pada suhu panas, didalam laut dengan kadar garam yang tinggi,
maupun ditempat yang asam.

Baca selengkapnya :
Klasifikasi, Ciri – Ciri Kingdom Monera Dan Cara Perkembangbiakannya

2. Ciri ciri Protista


Protista merupakan kingdom yang terdiri satu sel atau banyak sel dan memiliki membran
inti (organisme eukariot) serta bersel tunggal. Protista dikelompokkan menjadi tiga bagian,yaitu
Protista yang menyerupai hewan (Protozoa), protista menyerupai tumbuhan(ganggang) dan protista
menyerupai jamur. Protista dapat dijumpai dimana saja dan hampir semua jenisnya hidup di air
karena protista tidak memiliki pelindung yang dapat menjaga tubuhnya dari kekeringan.

Baca selengkapnya :
Klasifikasi , Ciri-Ciri Kingdom Protista dan Cara Perkembangbiakannya

3. Ciri-ciri Fungi
Fungi merupakan kingdom yang tidak memiliki kloroplas. Kingdom ini umumnya bersel banyak,
memiliki membran inti dan berperan sebagai dekomposer pada lingkungan.Jamur mendapatkan
makanan dengan cara parasit atau saprofit. Tubuh jamur ada terdiri dari satu sel berbentuk benang,
dengan dinding sel tersusun dari zat kitin.

Baca selengkapnya :
Klasifikasi , Ciri-Ciri Kingdom Fungi Dan Cara Perkembangbiakannya

4. Ciri-ciri Plantae
Plantae atau tumbuhan merupakan organisme yang mempunyai membran inti (Eukarotik) yang
dapat membuat makanan sendiri dan bersel banyak serta memiliki kloropas. Dalam kloropas
terkandung klorofil, maka dari itu tumbuhan melakukan fotosintesis. Plantae pada umumnya
memiliki akar, batang dan daun, kecuali lumut yang memiliki akar semu (rizoid).

Baca Selengkapnya :
Klasifikasi, Ciri – Ciri Kingdom Plantae, Dan Sistem Organ Pada Tumbuhan

5. Ciri-ciri Animalia
Animalia atau hewan merupakan organisme yang memakan makhluk hidup lain untuk kebutuhan
makanan nya. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel. Hewan ada yang tinggal di laut, di air tawar
dan di darat.

Baca selengkapnya :
Klasifikasi, Ciri-ciri Kingdom Animalia dan Cara Perkembangbiakannya

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup


Berdasarkan tujuan dan penjelasan diatas, fungsi dari klasifikasi adalah mempermudah dalam
mempelajari makhluk hidup. Klasifikasi disusun dalam bentuk bertingkat berdasarkan banyak
sedikitnya dan perbedaan yang ada pada makhluk hidup, dan tingkatan tersebut disebut dengan
Takson.

Tingkatan terkecil dari klasifikasi makhluk hidup adalah spesies, dan klasifikasi terbesar adalah
Kingdom. Penjelasannya akan di uraikan berikut ini:
1. Kingdom
Kingdom adalah tinggkatan tertinggi dalam klasifikasi makhluk hidup. Pada awalnya makhluk hidup
hanya dikelompokkan menjadi dua kingdom yaitu plantae dan animalia. Namun seiring dengan
perkembangnya pengetahuan sekarang ini makhluk hidup dikelompokkan menjadi enam kingdom,
yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia, dan virus.

2. Divisi atau Filum


Pada tahap klasifikasi kedua adalah divisi atau filum, merupakan pembagian kelompok kelompok
lebih kecil dari kingdom ke divisi/filum. Divisi merupakan sebutan untuk kelompok tumbuhan, dan
filum sebutan untuk kelompok hewan.

3. Kelas
Tahap selanjutnya setelah pengklasifikasian divisi/filum adalh kelas. Dari setiap divisi/filum dipecah
lagi menjadi kelompok kelompok kecil yang disebut dengan Kelas. Dasar dari pengelompokkannya
menggunakan sifat atau ciri-ciri umum. Misalnya divisi spermatophyta begai menjadi dua kelas yaitu
kelas dikotil dan kelas monokotil.
4. Ordo
Dari tahap pengklasifikasian kelas dipecahkan lagi untuk menjadi kelompok yang lebih kecil yang
disebut dengan Ordo. Dasar dari pengelompokkan ordo ialah sifat maupun ciri khususnya, misalnya
kelas monokotil dibedakan atas beberapa ordo, yaitu rumput-rumputan, rumput teki, jahe-jahean,
bakung-bakungan dan pandan-pandanan.

5. Famili
Selanjutnya pada tahap pengklasifikasian famili di pecah lagi menjadi kelompok yang lebih kecil.
misalnya pada ordo bakung-bakungan dipecah lagi menjadi famili lili-lilian dan amarilis.

6. Genus
Pengelompokkan selanjutnya setelah famili adalah pengklasifikasian genus. Yaitu setiap famili dapat
dibedakan lagi menjadi kelompok kecil lainnya yang disebut dengan Genus. Anggota genus memiliki
persamaan lebih banyak bila dibandingka dengan takson takson di atasnya. Misalnya famili lili-lilian
terbagi lagi menjadi, genus lili, lidah buaya, dan bawang-bawangan.

7. Spesies
Spesies merupakan tingkatan takson terendah dalam klasifikasi. Spesies merupakan bentuk bagian
pengelompokkan terkecil setelah genus. Dan setiap genus dapat memiliki beberapa spesies.
Misalnya, genus allium mempunyai dua spesies yaitu bawang merah dan bawang putih.

................................................................................................................................................................

Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom


IN BIOLOGI - ON 10:27 - 56 COMMENTS

Klasifikasi makhluk hidup didasarkan kepada pemikiran para ahli dalam


mengelompokkan makhluk hidup sesuai dengan syarat internasional. Oleh karena itu,
klasifikasi makhluk hidup yang ada sangat beragam, karena para ahli memiliki
pemikirannya masing-masing.Seperti yang kita ketahui, makhluk hidup di bumi sangat
bervariasi, coba sobat perhatikan lingkungan sekitar sobat, mungkin sangat sulit untuk
mengelompokkan makhluk hidup yang ada dalam berbagai macam golongan. Nah, pada
postingan ini akan kita pecahkan masalah tersebut, saya akan berbagi mengenai
pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pendapat ahli yang masih dipakai dalam
proses pembelajaran sampai saat ini. Baiklah tidak usah berlama-lama dengan
pendahuluan langsung saja kita ke topik utama.

A.Dasar Klasifikasi
Pengklasifikasian makhluk hidup memiliki peraturan yang berlaku secara internasional,
maka dari itu klasifikasi yang telah berlaku bukanlah bualan belaka, karena itu sudah
disetujui secara internasional. Tujuan dari klasifikasi ini adalah untuk mempermudah kita
mempelajaari tentang makhluk hidup. Dari yang sudah ada, makhluk hidup
dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri yang dimilikinya, pengelompokkan itu
dilakukan secara bertingkat, setiap tingkatan pengelompokkan itu disebut takson.
Semakin tinggi takson, semakin sedikit persamaanya. Ciri yang menjadi dasar
pengelompokkan ini adalah ciri morfologi( bentuk luar), anatomi(susunan tubuh),
fisiologi, sifat-sifat biokimia, dan genetik.

Klasifikasi Makhluk Hidup


5 Kingdom

B.Sistem Klasifikasi

Seperti yang telah saya jelaskan pada pendahuluan, sistem klasifikasi makhluk hidup
dapat berbeda sesuai dengan siapa ahli yang mengemukakannya, juga dapat mengalami
perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Disini, saya akan
membahas tentang sistem klasifikasi yang dikemukakan oleh Robert H.
Whittaker yaitu sistem klasifikasi 5 kingdom. Menurutnya, makhluk hidup dibedakan
menjadi kingdom Monera, Protista, Fungsi (jamur), Plantae (tumbuhan),
dan Animalia(hewan). Selain 5 kingdom tersebut, terdapat juga golongan Virus, Virus
tidak termasuk ke dalam golongan kingdom makhluk hidup, karena virus memiliki ciri-
ciri yang bberbeda dengan makhluk hidup lainnya.

Dari 5 klasifikasi makhluk hidup diatas.Setiap kingdomnya dibagi lagi menjadi beberapa
filum (untuk hewan) dan divisi (untuk tumbuhan), kemudian setiap filum atau divisi
dibagi lagi menajdi beberapa ordo, setiap ordo dibagi lagi menjadi beberapa famili,
setiap famili dibagi lagi menjadi beberapa genus, dan setiap genus dibagi lagi menjadi
beberapa spesies (jenis). Semakin tingggi tingkatan taksonnya, semakin sedikit
persamaan ciri yang akan dijumpai.
Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai ciri-ciri umum dari 5 kingdom berdasarkan
klasifikasi di atas:

Artikel Penunjang : Teori Asal Usul Kehidupan

1.Ciri Monera

kingdom Monera

Monera adalah kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti
(organisme prokariot). Namun, meskipun tidak memiliki membran inti, organisme ini
memiliki bahan inti, bahan inti itu berupa asam inti atau DNA. Contoh Organisme
prokariot adalah bakteri. Semua kegiatan hidup monera, seperti pertukran zat dan
pengembangbiakkan, dilakukan oleh sel itu sendiri.

2.Ciri Protista
Kingdom Protista

Protista adalah kingdom makhluk hidup yang terdiri dari satu sel atau banyak sel dan
memiliki membran inti(organisme eukariot). Segala kegiatan hidup protista dilakukan
oleh sel itu sendiri. Kegiatan hidup tersebut meliputi makan, pertukaran gas,
menanggapi rangsangan, bergerak, dan bberkembangbiak. Protista dikelompokkan
secara sederhana menjadi protista mirip hewan (protozoa) dan protista mirip tumbuhan
(alga), serta protista mirip jamur. Alga memiliki klorofil untu melkukan proses
fotosintesis sehingga bisa menghasilkan makanan senndiri, sebaliknya, protozoa tidak
memiliki klorofil sehingga tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri.Protista mirip
jamur memiliki cara reproduksi yang mirip jamur.

3. Ciri Fungi
Kingdom Fungi

Fungi atau jamur merupakan kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki kloroplas.
Tubuh jamur ada yang terdiri dari satu sel berbentuk benang, atau tersusun dari
kumpulan benang, dinding selnya tersusun dari zat kitin (seperti pada kuku manusia).
Ternyata ktin lah yang membuat jamur tidak dapat dikelompokkan menjadi tumbuhan
atau hewan.

4.Ciri Plantae (Tumbuhan)

Kingdom Plantae
Plantae atau kingdom tumbuhan adalah makhluk hidup bersel banyak yang memiliki
kloroplas. Didalam kloroplas terkandung klorofil. Oleh karena mempunyai klorofil, maka
tumbuhan melakukan fotosintesis. Sel tumbuhan termasuk eukariot (mempunyai
membran inti) dan dinding selnya tersusun dari selulosa. Tumbuhan umumnya memiliki
akar, batang, dan daun, kecuali lumut yang memiliki akar semu (rizoid).
Perkembangbiakkan tumbuhan terjadi secara kawin dan tak kawin. Perkembangbiakkan
secara kawin dilakukan oleh organ khusus yang menghasilkan sel gamet. Tumbuhan biji
sebagai hasi fertilisasi (pembuahan)

Artikel Penunjang : Pengertian, Ciri,dan Klasifikasi Kingdom Plantae

5.Ciri Animalia (Hewan)

Kingdom Animalia

Animalia adalah kingdom hewan. Sel-selnay mempunyai membran inti (eukariot) dan
tidak memiliki kloroplas. Selain itu, sle hewan tidak memiliki dinding sel, berbeda
dengan tumbuhan, hewan dapat bergerak aktif dan memiliki sistem saraf.

Artikel Penunjang : Pengertian, Ciri,dan Klasifikasi Kingdom Animalia

Sedangkan kelompok virus yang tidak termasuk kedalam 5 kingdom tersebut memiliki
ciri-ciri sebagai berikut

a.Virus hanya memiliki satu jenis protein inti (DNA saja atau RNA aja).

b.Tubuh Virus berukuran lebih kecil dari sel.

c.Reproduksi virus terjadi dengan cara mengkopi asam inti.

..................................................................................................................................................................
Apa itu Klasifikasi?
Klasifikasi adalah pengelompokan atau penggolongan makhluk hidup berdasarkan jumlah persamaan
dan perbedaan ciri anatomis, fisiologis serta kebiasaan makhluk tersebut.
Ilmu yang mempelajari pengklasifikasian makhluk hidup disebut TAKSONOMI(takson=tingkatan).
Tujuan dari taksonomi adalah :
 Menyederhanakan objek yang beranekaragam.
 Mempermudah mempelajari keanekaragaman hayati.
Klasifikasi Sistem 5 Kingdom
Klasifikasi sistem 5 kingdom yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
A. Monera, memiliki ciri - ciri :
1. Terdiri atas satu sel / uniseluler
2. Tidak mempunyai membran inti / prokariotik
3. Dinding sel kaku
4. Ada yang memiliki zat warna / plastida
5. Ada yang hidup sendiri / soliter atau berkelompok / berkoloni
6. Pernapasan dilakukan secara difusi pada permukaan sel
7. Ada yang memiliki alat gerak flagel.

Contoh dari Monera :


a. Bakteri : Escheria coli (Bakteri pada usus besar manusia), Streptomyces griceus(penghasil antibiotic
streptomisin), Azotobacter (bakteri pengikat Nitroget di perairan), Rhizobiup sp. (bakteri pengikat di
tanah), Salmonella typhii (bakteri penyebab tifus), Mycobacterium tuberculosis (Penyebab TBC).

b. Alga Hijau : Nostoc cimmune (pengikat nitrogen tanah), Anabaena azolae (bahan
pupuk),Spirullina (sumber protein), Chlorella (sumber protein).

B. Protista, memiliki ciri - ciri :


1. Bersel satu
2. Memiliki membrane inti / eukariotik
3. Habitatnya di air, tempat lembab, atau parasit
4. Hidup soliter atau berkoloni
5. Terbagi dalam delapan filum, tiga filum berupa alga bersel satu yang sederhana (Euglenophyta,
Chrysophyta, dan Dinoflagelata), dan empat filum lainnya merupakan hewan PROTOZOA
(Sarcodina, Ciliata, Flagelata, dan Sprorozoa). Filum ke delapan adalah Jamurlendir / Myxomycota.

C. Fungi / Jamur, memiliki ciri - ciri


1. Tidak berklorofil
2. Ada yang bersel satu dan ada juga yang bersel banyak / multiseluler
3. Hidup di tempat yang lembab
4. Jamur multiseluler bersekat / septum dan memiliki hifa / benang halus. Kumpulan hifa disebut
miselium.
5. Ada yang bersifat saprofit (hidup dari sisa organisme yang sudah busuk) atau parasit.
6. Reproduksinya dapat secara kawin atau tak kawin.
7. Dibagi menjadi empat kelas :
a. Phycomycota, contohnya Rhizopus stolonifer (parasit pada roti), Rhizopus oryzae (pembuat tempe)
b. Ascomycota, contohnya : Penicillium notatum / penghasil antibiotic penisilin, Aspergillus Oryzae /
jamur pembuat tempe, Aspergillus Wenti / Jamur pembuat kecap, Piedra hortai / penyebab infeksi
kepala manusia, Saccaharomyces cerevisiae / ragi pembuat roti, tape dan bir.
c. Basidiomycota, contohnya : Auricularia polytricha (jamur kuping), Volvariela volvacea (jamur
merang), Amanita muscarina (Jamur payung beracun).
d. Deutromycota, contohnya : Monila sitophila (jamur pembuat kuping). Candida albicans (jamur
penyebab penyakit kelamin).
Untuk Mengetahui lebih lanjut mengenai Jamur, silahkan buka http://falah-
kharisma.blogspot.com/2014/12/ciri-ciri-jamur_6.html
Baca Juga : Peranan Jamur Dalam Kehidupan

D. Plantae, memiliki ciri - ciri


1. Makhluk hidup bersel banyak
2. Memiliki dinding sel yang kuat
3. Berinti / eukariotik
4. Memiliki zat warna / kloroplas yang berisi klorofil / makhluk autotrof
5. Di bagi dalam 3 kelompok : Lumut / Bryophyta, paku - pakuan / Pteridophyta, dan tumbuhan biji /
Spermatophyta. Ketiga kelompok tersebut dikelompokan dalam dua kelompok besar :
a. Tumbuhan Tidak berpembuluh, dengan ciri utamanya tidak mempunyai pembuluh angkut, akar
bersifat rhizoid, belum terlihat pembagian yang jelas antar akar batang dan daun. Yang termasuk
kelompok ini adalah Bryophyta / Lumut.
b. Tumbuhan berpembuluh, dengan ciri utamanya memiliki pembuluh angkut ; akar, batang, dan daun
yang sejati disebut juga dengan tumbuhan cormus (CORMOPHYTA). Yang termasuk ke dalam
kelompok ini adalah Pteridophyta / tumbuhan paku dan Spermatophyta (tumbuhan Biji).

E. Animalia, memiliki ciri - ciri


1. Makhluk hidup bersel banyak
2. Memiliki inti sel eukariotik
3. Tidak memiliki dinding sel
4. Tidak berkloroplas, makhluk heterotrof
5. Memiliki pigmen kulit
6. Terdiri dua Filum :
a. Chordata : Vertebrata (Pisces, Amphibi, Reptil, Aves, Mamalia)
b. Achordata: Invertebrata / Avertebrata (Porifera / hewan berpori, Coelentara / hewan berongga,
Platyhelminthes / cacing pipih, Nemathelminthes / cacing gilig, Annelida / cacing beruas - ruas,
Arthoropada / hewan berbuku - buku, Mollusca / hewan lunak, Echinodermata / hewan berkulit duri )

...............................................................................................................................................................

Sistem klasifikasi 5 kingdom menurut r.h. whittaker


Diperbaharui: 5 April, 2016 | Oleh: fungsi |0

Pada 1758 Carl Linnaeus mengusulkan sistem yang telah mendominasi klasifikasi selama
berabad-abad. Linnaeus memberi setiap spesies dengan dua nama, yang menunjukkan
genus dan spesies (seperti Homo sapiens). Dia kemudian mengelompokkan genus ke
dalam famili, famili menjadi ordo, ordo ke dalam kelas, kelas menjadi filum, dan filum dalam
kingdom.

Advertisement
Linnaeus mengidentifikasi dua kerajaan: Animalia (hewan) dan Plantae (tumbuhan).
Ahli biologi yang menerima secara umum gagasan evolusi tak lama setelah publikasi
Darwin The Origin of Species dan, karena sistem klasifikasi Linnaeus ‘, mereka telah
menjelaskan sejumlah besar spesies. Meskipun fakta, taksonomi ini telah berubah
sedikit sampai tahun 1960-an.

Seorang ilmuwan Whittaker mengusulkan sistem klasifikasi lima kingdom untuk


mengelompokkan organisme hidup. Sistem 5 kingdom ini termasuk – prokariotik,
Protista, Fungi, Metaphyta dan Metazoa. Sistem ini didasarkan pada sifat kompleks
dari struktur sel, organisasi tubuh, dan evolusi sel dan cara mendapatkan makanan.

Saat ini, sistem klasifikasi yang diterima secara luas oleh para ahli biologi adalah
bahwa dirancang oleh Robert Whittaker pada tahun 1968. Skema klasifikasi
Whittaker mengakui lima kerajaan: Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
Skema klasifikasi lima kerajaan sedang digunakan umum sekarang ini.

Advertisement

R.H. Whittaker mengelompokkan organisme menjadi lima dunia berdasarkan tingkat


organisme, kondisi inti sel, dan nutrisinya. Kelima dunia tersebut adalah sebagai
berikut.

1) Kingdom Monera
Monera meliputi makhluk hidup yang sangat sederhana. Termasuk ke dalam
kingdom ini adalah bakteri dan alga biru (Cyanophyta). Monera bersifat prokariotik,
sel-selnya mempunyai nukleus atau inti sel yang tidak bermembran. Sel-selnya
membelah secara sederhana, yaitu dengan amitosis. Kromosomnya tunggal dan
berbentuk melingkar. Klorofil tersebar dan tidak terlindung oleh membran. Kerajaan
Monera meliputi bakteri dan cyanobacteria. Organisme bersel satu yang prokariotik.
Organisme prokariotik memiliki inti atau tidak organel dalam sitoplasma mereka,
hanya memiliki kromosom tunggal, memiliki ribosom kecil, dan berkembang biak
dengan fisi sederhana. Banyak organisme (disebut autotropik) dapat mensintesis
makanan sendiri, dan beberapa (disebut heterotrofik) mencerna prabentuk bahan
organik.

2) Kingdom Protista
Termasuk ke dalam kingdom ini adalah organisme yang bersel tunggal bersifat
eukariotik. Eukariotik berarti inti sel-selnya telah bermembran, meliputi protozoa dan
alga. Sistem klasifikasi ini dirintis oleh Ernst Haeckel (1834-1919).
Kingdom Monera terdiri
organisme uniseluler Prokariota. Ini termasuk organisme bersel tunggal yang dikenal
sebagai bakteri. Amggota kingdom ini adalah prokariota (organisme bersel tunggal yang
tidak memiliki inti yang terdefinisi atau organel terikat membran).

Protista berkisar dari amuba


yang bersel tunggal sampai rumput laut yang multiseluler. Protista mungkin mirip dengan
hewan, tumbuhan, atau jamur.

3) Kingdom Fungi
Kingdom ini meliputi makhluk hidup yang tidak
mempunyai klorofil, sehingga tidak dapat mensintesa makanan sendiri atau bersifat
heterotrop, ada yang bersifat parasit, ada juga yang bersifat saprofit. Termasuk di
dalamnya adalah berbagai jamur, seperti jamur merang, jamur kuping dan jamur
oncom. Protista, termasuk protozoa, alga bersel satu, dan jamur lendir. Sel-sel dari
organisme ini eukariotik. Mereka uniseluler, dan mereka mungkin autotrofik atau
heterotrofik. Organisme eukariotik memiliki nukleus dan organel dalam sitoplasma
mereka, memiliki beberapa kromosom, memiliki ribosom besar, dan berkembang
biak dengan mitosis. Sel-sel kerajaan ini eukariotik dan heterotrofik. Beberapa
spesies jamur uniseluler, sedangkan spesies lain membentuk rantai panjang sel dan
disebut jamur filamen. Suatu dinding sel mengandung kitin atau selulosa ditemukan
dalam sebagian besar anggota. Makanan diambil oleh penyerapan molekul kecil dari
lingkungan eksternal.

4) Kingdom Plantae
Kingdom ini meliputi
makhluk hidup yang mampu melakukan fotosintesis, yaitu makhluk hidup yang
mempunyai klorofil, sehingga dapat hidup tanpa mengambil energi dari organisme
lain. Makhluk itu disebut organisme autotrop. Termasuk di dalamnya adalah
Bryophyta, Pteridophyta, dan Spermatophyta. Semua sel tumbuhan eukariotik dan
autotrofik. Organisme mensintesis makanan sendiri dengan fotosintesis, dan dinding
sel mereka mengandung selulosa. Semua organisme multiseluler.

5) Kingdom Animalia

Kingdom ini meliputi


makhluk hidup eukariotik bersel banyak, bersifat heterotrop, meliputi Porifera,
Platyhelminthes, Hydrozoa, Nematoda, Rotifera, Annelida, Molusca, Arthropoda,
Echinodermata dan Chordata. Hewan tanpa tulang belakang (invertebrata) dan
dengan tulang punggung (vertebrata) yang disertakan di sini. Sel-sel yang eukariotik,
organisme yang heterotrofik. Semua hewan multisel, dan tidak memiliki dinding sel.
Dalam kerajaan Animalia, ahli biologi mengklasifikasikan organisme seperti spons,
hydras, cacing, serangga, bintang laut, reptil, amfibi, burung, dan mamalia. Bentuk
makan adalah satu di mana molekul besar dari lingkungan eksternal yang
dikonsumsi, kemudian dipecah untuk digunakan bagian dalam tubuh hewan.
Klasifikasi atau pengelompokan mahluk hidup ke dalam lima kingdom (lima
kerajaan) dikemukakan oleh R.H Whittaker pada tahun 1969. Pengklasifikasian ini
didasarkan pada ciri-ciri morfologi,anatomi dan fisiologinya. Dalam klasifikasi lima
kingdom, mahluk hidup dikelompokkan kedalam kingdom (kerajaan) monera,
protista, fungi, plantae dan animalia.
1. Kingdom Monera
Monera merupakan mahluk hidup ber sel satu (unisel) dengan inti sel tidak dilapisi
dengan membran inti (prokariotik). Kerajaan monera dibagi menjadi dua divisi yaitu
bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria)

Bakteri merupakan mahluk hidup yang berkembang biak dengan membelah diri dan
mempunyai habitat di air, tanah dan udara. Bakteri mempunyai ukuran yang sangat
kecil sehingga hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop.

Berdasarkan bentuknya, bakteri ada yang berbentuk bulat (coccus), batang (basil),
spiral dan koma (vibrio)

Bakteri mempunyai peranan yang besar bagi kehidupan manusia, diantaranya :

 Sebagai pengurai (saprovor), bersama-sama dengan jamur, bakteri


menguraikan mahluk hidup yang sudah mati untuk diubah menjadi zat
anorganik.
 Penghasil antibiotik untuk pengobatan penyakit.
 Penghasil bahan pangan, misalnya pemanfaatan bakteri untuk pembuatan
cuka, yoghurt, nata de coco.
 Pengikat N2 bebas di udara
Selain itu, ada pula bakteri yang merugikan bagi kehidupan manusia karena bakteri
tersebut merupakan penyebab penyakit pada manusia, diantaranya :

 Salmonella thyphosa, penyebab penyakit tifus


 Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TBC
 Mycobacterium leprae, penyebab penyakit lepra
 Treponema pallidum, penyebab penyakit sifilis
 Shigella dysentriae , penyebab penyakit disentri basile
 Diplococcus pneumoniae, penyebab penyakit radang paru-paru
 Vibrio cholera, penyebab penyakit kolera
2. Kingdom Protista
Protista merupakan organisme eukariotik (mempunyai lapisan membran inti sel),
uniseluler (bersel satu) yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan
menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dan protista
mirip jamur (jamur lendir/slame mold).

Protista mirip hewan (protozoa)


Berdasarkan alat geraknya protozoa dibedakan menjadi 5 kelas yaitu:

 Flagellata atau Mastigophora


Flagellata umumnya hidup di dalam air, beberapa hidup parasit pada hewan dan
manusia. Mempunyai buluh cambuk dan bentuk tubuh tetap. Berkembangbiak
dengan cara aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dengan cara
konjugasi. contoh : Euglena viridis, Volvox globator, Tripanosoma cruci.

 Ciliata
Merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar.
Silia berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima
rangsangan dari lingkungan. Habitat banyak di tempat berair. Contoh : Paramecium
sp., Balantidium coli.

 Rhizopoda/Sarcodina
Bergerak dan menangkap mangsa dengan menggunakan kaki semu (ada dua
macam yaitu lobodia dan filopodia). Hidup bebas di dalam air laut dan tawar.
Berkembangbiak dengan cara membelah biner. Contoh : Amoeba sp., Entamoeba
histolytica.

 Sporozoa
Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan
mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit.
Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri
berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung
dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada
tubuh nyamuk). Contoh : Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium
ovale penyebab penyakit malaria.

3. Kingdom Fungi

Merupakan kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara


menguraikan sisa makhluk hidup lain. Menyerupai tumbuhan namun tidak memiliki
klorofil. Ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler, memilki dinding sel yang
jelas, contoh: jamur dan ragi/khamir. Jamur multiseluler tersusun atas rangkaian
sel-sel yang membentuk benang dengan atau tanpa sekat melintang, disebut hifa.
Hifa dapat berfungsi sebagai penyerap makanan yang dilakukan
oleh miselium (kumpulan hifa ). Fungi pada umumnya bersifat saprofit (organisme
yang hidup dan makan dr bahan organik yg sudah mati atau yg sudah busuk) dan
parasit (organisme yg hidup dan mengisap makanan dr organisme lain yg
ditempelinya).
Jamur dibagi menjadi 6 divisi, yaitu Myxomycotina (jamur lendir), Oomycotina,
Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina dan Deuteromycotin.

4. Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom plantae mempunyai ciri eukariotik multiseluler, mempunyai dinding sel


yang tersusun atas selulosa, mempunyai klorofil sehingga bersifat autotrof (dapat
menghasilkan makanan sendiri).

Kingdom plantae terdiri atas divisio bryophyta (lumut), pteridophyta (paku) dan
spermatophyta (tumbuhan berbiji)

5. Kingdom Animalia

Kingdom animalia mempunyai ciri eukariotik multiseluler, bersifat heterotrof (tidak


dapat menghasilkan makanan sendiri), bergerak aktif. Berdasarkan keberadaan
tulang belakangnya dibedakan menjadi avertebrata (tidak bertulang belakang) dan
vertebrata (bertulang belakang).