Anda di halaman 1dari 6

Logic

Dalam Data INDEPENDEN

Jika ada penambahan atribut baru, tidak akan berpengaruh terhadap subset atribut relasi.

Logika database

Kebebasan data secara fisik : berhubungan dengan penyembunyian rincian struktur penyimpanan
dari aplikasi user. Saat aplikasi user ditulis, rincian dari organisasi data secara fisik tidak perlu
diperhatikan. Organisasi data apa pun dapat dipakai.

Pengertian dasar dari transparan lokasi adalah bahwa


pengguna tidak perlu mengetahui dimana data tersimpan secara
fisik, sebaliknya pengguna harus dapat berlaku secara logikal
seakan data berada di site sendiri meskipun secara fisik dapat
berada dimana saja. Transparan lokal sangat diperlukan, untuk
menyederhanakan program-program pengguna dan kegiatan di
terminal. Secara khusus memungkinkan adanya migrasi data
dari site ke site yang lain tanpa harus merubah program
ataupun kegiatan tersebut. Migrasi kadang-kadang sangat
diperlukan dalam rangka menyesuaikan terhadap kebutuhan
unjuk kerja yang lebih baik

Transparansi (2)

Jaringan

Dalam sistem terpusat, hanya satu sumber yang dipelihara user yaitu data (sistem penyimpanan).
Dalam manajemen DB terdistribusi, ada sumber kedua yagn perlu dipelihara yaitu jaringan. User
perlu dilindungi dari detail operasi jaringan. Tidak perlu ada perbedaan antara aplikasi database
yang berjalan di DB terpusat dan DB terdistribusi. Akan baik jika memiliki keseragaman dalam
operasi yang diakses. Jika ingin mengkopi sebuah file, perintah yang digunakan seharusnya sama
untuk pengkopian dalam satu mesin atau antar mesin yang terhubung dengan jaringan. Sayangnya
banyak OS untuk jaringan yang belum menyediakan transparansi ini.

Transparansi (3)

Replikasi

Data yang mudah diakses oleh user dapat ditempatkan pada mesin local user seperti mesin user
lain dengan akses data yang sama. Jika satu mesin gagal, salinan data masih ada pada lokasi mesin
yang lain dalam jaringan. Keputusan direplikasikan atau tidak, dan berapa banyak salinan dari objek
database, bergantung pada tingkatan aplikasi user. Tetapi replikasi menyebabkan masalah dalam
meng-update DB. Jika apllikasi user berorientasi pada update, sebaiknya tidak perlu ada banyak
salinan data.

Transparansi (3)

Replikasi

Sistem terdistribusi juga mempunyai kemampuan menggunakan bentuk replikasi data. Replikasi
data diperlukan
dengan alasan utama :

• Merupakan suatu cara meningkatkan unjuk kerja (aplikasi dapat beroperasi pada copy yang ada di
site sehingga mengurangi beban trafik jaringan).

• Merupakan suatu cara untuk meningkatkan ketersediaan data (availability) artinya object yang di-
access selalu tersedia sepanjang terdapat minimum satu copy.

Namun replikasi mempunyai kerugian terutama bila kita

memutakhirkan suatu fragment tabel, maka semua copy dari objek tersebut harus dimutakhirkan,
masalah propagasi, kesulitan juga akan muncul bila site yang menyimpan copy obyek bersangkutan
tidak bisa ditemukan, misalnya karena tiba-tiba ada kerusakan di dalam jaringan pada saat terjadi
replikasi.

Transparansi (4)

Fragmentasi

Fragmentasi dapat mengurangi efek negatif dari repllikasi. Setiap salinan tidak merupakan salinan
penuh tetapi hanya sebuah subset, jadi ruang yang dibutuhkan lebih sedikit dan item data lebih
sedikit untuk dipelihara. Saat objek DB difragment, masalah menangani queri user timbul. Masalah
menangani strategi memproses queri berdasarkan fragment dibandingkan relasi meskipun query
dibuat kemudian. Bentuk translasi ini disebut sebagai query global ke beberapa query fragment.

Siapa yang menyediakan


TRANSPARANSI

Penyediaan transparansi perlu melihat lapisan transparansi. Ada 3 lapisan transparansi yang
berbeda yang dapat saling menguntungkan secara eksklusif dalam penyediaan service meskipun
lebih sesuai untuk ditinjau sebagai tambahan. Tanggungjawab dalam menyediakan akses data yang
transparan adalah akses lapisan. Transparansi dimulai dari transparansi bahasa yang
menterjemahkan service yang diminta ke operasi yang dibutuhkan. Compiler atau interpreter
mengambil alih tugas dan tidak ada service transparan disediakan untuk compiler atau interpreter.
Lapis kedua adalah transparansi di level sistem operasi. Penyediaan akses transparan ke sumber
daya di level OS diperluas ke distribusi, dimana manajemen jaringan diambil alih oleh OS
terdistribusi. Sayangnya tidak semua OS memiliki manajemen jaringan ini. Lapis ketiga ada pada
DBMS. DBMS bertindak sebagai operasi yang terintegrasi dan sistem manajemen DB. Yang khas
adalah pembuatan DBMS pada komputer generalpurpose yang berjalan di beberapa OS. Pada
lingkungan ini, transparansi dan dukungan fungsi DB yang disediakan untuk perancang DBMS sangat
minimal dan khas ke operasi dasar untuk menjalankan tugas khusus.

Ilustrasi Client-Server

• Di lingkungan file-server, pemrosesan didistribusikan ke jaringan yang Local Area Network


(LAN). File-Server menunjang kebutuhan file dengan aplikasi-aplikasi dan DBMS. Aplikasi dan
DBMS bekerja pada masing-masing workstation. Permintaan file dari file-server
diilustrasikan pada gambar di atas. File-server bertindak sebagai sebuah drive hard-disk
yang dapat dipakai bersama. DBMS pada masing - masing workstation mengirimkan
permintaan ke file-server untuk seluruh data yang dibutuhkan DBMS yang disimpan di disk.

• Tujuan Transparansi

• DBMS terdistribusi
• 1. Transparansi Lokasi

• Pengguna/aplikasi tidak perlu tahu dimana data berada

• Data yang dibutuhkan otomatis diteruskan ke tempat yang tepat

• 2. Replication Transparency

• Pengguna/Aplikasi tidak ingin tahu adanya duplikasi

• 3. Transparansi Kesalahan

• Ada atau tidak setiap aksi suatu transaksi diterima

• Setiap situs memiliki pengatur transaksi

• - Ada pencatatan transaksi sebelum dan sesudah

• - Pengendali konkurensi untuk menjamin integritas data

• membutuhkan protocol yang seragam

• Standarisasi

• BASIS DATA TERDISTRIBUSI

Berdasarkan KOMPONEN
Komponen dari sistem didefinisikan bersama dengan keterkaitan antar komponen. Suatu DBMS
terdiri dari sejumlah komponen, yang masing-masing menyediakan beberapa fungsi.
Dengan kata lain
Inter-relasi antar komponen yang masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Berdasarkan FUNGSI
Penyediaan fungsi-fungsi/fasilitas-fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan user yang berbeda-
beda. Strukturnya kebanyakan berbentuk hirarkhi, sesuai klasifikasi user, contohnya ISO/OSI model.

Berdasarkan DATA
Karena data merupakan sumber daya utama yang di-manage oleh DBMS, maka pendekatan ini
menjadi pilihan yang tepat untuk melangkah lebih jauh ke proses standardisasi. Penyediaan
beberapa tipe data dan arsitektur sistem ditekankan pada penyediaan fungsi berdasarkan
klasifikasinya yang dapat menggunakan tipe-tipe data pada masing-masing klasifikasi

ANSI/SPARC Architecture

• Akhir tahun 72, the Computer and Information Processing Committee (X3) of the American
National Standards Institute (ANSI) membuat Study Group DBMS dibawah bantuan
Standards Planning and Requirements Committee (SPARC).

• Misinya adalah studi tentang kelayakan/feasibility membuat suatu standard di DBMS dan
aspek apa yang memungkinkan untuk distandardisasikan.

Arsitektur ANSI/SPARC:

• Arsitektur sistem yang berbasis organisasi data.

– Three Views of Data:

• External View
– Struktur data yang terlihat oleh user.

• Internal View

– Struktur data dalam sistem atau mesin.

– Berhubungan erat dengan organisasi data secara fisik.

– Lokasi dan mekanisme akses ke data

• Conceptual View :

– Yang menjembatani, definisi abstrak dari database. Representasi


data dan relasi antar data tanpa memperhatikan kebutuhan setiap
aplikasi atau keterbatasan media penyimpanan.

Tingkat eksternal (external level)

• Tingkat eksternal merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data. Pada tingkat ini
menggambarkan bagian basis data yang relevan bagi seorang pemakai tertentu. Tingkat
eksternal terdiri dari sejumlah cara pandang yang berbeda dari sebuah basis data. Masing-
masing pemakai merepresentasikan dalam bentuk yang sudah dikenalnya. Cara pandang
secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut, dan hubungan antar entitas
(relationship) yang diperlukan saja.

Tingkat konseptual (conceptual level)

• Tingkat konseptual merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Pada tingkat ini
menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya. Hal-
hal yang digambarkan dalam tingkat konseptual adalah:
– semua entitas beerta atribut dan hubungannya
– batasan data
– informasi semantic tentang data
– keamanan dan integritas informasi
Semua cara pandang pada tingkat eksternal berupa data yang dibutuhakan oleh pemakai
harus sudah tercakup didalam tingkat konseptual atau dapat diturunkan dari data yang ada.
Deskripsi data dari entitas pada tingkat ini hanya terdiri dari jenis data dan besarnya atribut
tanpa memperhatiakn besarnya penyimpana dalam ukuran byte.

Tingkat Internal (Internal level)

• Tingkat internal merupakan perwujudan basis data dalam computer. Pada tingakat ini
menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik didalam peralatan strorage
yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan/physical storage.

– Alokasi ruang penyimpana data dan indeks


– Deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen)
– Penempatan record
– Penempatan data dan teknik enscryption.

MODEL ARSITEKTUR DBMS TERDISTRIBUSI

SISTEM “Peer”
Dalam sistem ini, setiap rekan bertindak baik sebagai client dan server untuk menyampaikan layanan
database. Rekan-rekan berbagi sumber daya mereka dengan rekan-rekan lain dan koordinasi
kegiatan mereka.

Skema SISTEM “Peer”

- Global Konseptual Skema - Menggambarkan pandangan logis global data.

- Konseptual Skema lokal - Menggambarkan organisasi data logis pada setiap situs.

- Skema internal lokal - Menggambarkan organisasi data fisik di setiap situs.

- Eksternal Skema - Menggambarkan tampilan pengguna data.

Arsitektur SISTEM “Peer”

SISTEM “Client & Server”

Ini adalah arsitektur dua tingkat di mana fungsi tersebut dibagi menjadi server dan klien. The fungsi
server terutama meliputi manajemen data, pengolahan query, optimasi dan manajemen transaksi.
fungsi klien meliputi terutama user interface. Namun, mereka memiliki beberapa fungsi seperti
konsistensi memeriksa dan manajemen transaksi.

Arsitektur SISTEM “Multi”

Ini adalah sistem database yang terintegrasi dibentuk oleh kumpulan dua atau lebih sistem database
otonom

Skema SISTEM “Multi”


- Multi-Database View Level - Menggambarkan views beberapa pengguna yang terdiri dari subset
dari database terdistribusi yang terintegrasi.

- Multi-Database Konseptual Level - Menggambarkan multi-database yang terintegrasi yang terdiri


dari definisi struktur multi-database logis global.

- Multi-Database Tingkat internal - Menggambarkan distribusi data di situs yang berbeda dan multi-
database untuk pemetaan data lokal.

Lokal Database View Level - Menggambarkan pandangan publik data lokal.

- Database lokal Konseptual Level - Menggambarkan organisasi data lokal di setiap situs.

- Database lokal internal Level - Menggambarkan organisasi data fisik di setiap situs.