Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS JURNAL PICOT

METODE PENCEGAHAN LUKA DIKUBITUS PADA PASIEN BEDREST TOTAL


MELALUI PERAWATAN KULIT DI RSU SARI MUTIARA
MEDAN TAHUN 2017

Oleh
KELOMPOK

RAMIDAH
NORHIDAYAH
FITRIYANI
ANNISA FAJRIANA
FRANSISKA L.I
M. HAJERIADI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS A
BANJARMASIN, 2018
LEMBAR PENGESAHAN
METODE PENCEGAHAN LUKA DIKUBITUS PADA PASIEN BEDREST TOTAL
MELALUI PERAWATAN KULIT DI RSU SARI MUTIARA
MEDAN TAHUN 2017

ANALISIS JURNAL PICOT


Disusun Oleh :

Ramidah
Norhidayah
Fitriyani
Annisa Fajriana
Fransiska L.I
M. Hajeriadi

Banjarmasin, Januari 2018

Mengetahui,

Preseptor Akademik Preseptor Klinik

(……………………………) (……………………………)
ANALISA JURNAL PICOT

A. SUBSTANSI PENELITIAN
1. Judul
Metode Pencegahan Luka Dikubitus Pada Pasien Bedrest Total Melalui
Perawatan Kulit Di RSU Sari Mutiara Medan Tahun 2017

2. Nama peneliti
Henny Syapitri, Laura Mariati Siregar & Daniel Ginting

3. Lokasi Penelitian
RSU Sari Mutiara Medan

4. Tahun Penelitian
2017

5. Nama Jurnal
Idea Nursing Journal Vol. VIII No.2 2017
ISSN : 2087 – 2879, e-ISSN : 2580 – 2445

B. ANALISA JURNAL (PICO)


1. Patient and Clinical Problem (P) :
Pasien tirah baring lama di RSU Sari Mutiara Medan yang berisiko
mengalami luka tekan di dengan tirah baring lama (bedrest total)

2. Intervention (I) :
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat inap di RSU
Sari Mutiara. Sampel yang dipilih pada penelitian ini adalah pasien yang
memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien yang berisiko mengalami luka tekan di
dengan tirah baring lama (bedrest total) melalui pengkajian risiko dekubitus
menggunakan skala Norton dengan skor < 14, kemudian dipilih secara acak
dan ditetapkan sebagai subjek penelitian sebesar 22 responden untuk
kelompok kontrol dan 22 responden untuk kelompok intervensi. Pada
kelompok kontrol diberikan perawatan standar sedangkan pada kelompok
intervensi diberikan perlakuan berupa pengolesan nigella sativa oil sekitar 20
ml pada bagian penonjolan tulang 1 kali sehari selama 7 hari.
3. Comparator (C) :
- Jurnal yang di analisa
Metode Pencegahan Luka Dikubitus Pada Pasien Bedrest Total Melalui
Perawatan Kulit Di Rsu Sari Mutiara Medan Tahun 2017

- Analisanya
Diketahui rata-rata derajat resiko dekubitus pada kelompok intervensi
sebelum adalah 10,86 dengan standar deviasi 0,99. Setelah dilakukan
intervensi pemberian nigella sativa oil didapatkan rata-rata derajat resiko
decubitus sebesar 7,73 dengan standar deviasi 2,93. Rata-rata selisih
derajat dekubitus pre–post test sebesar 3,13 artinya terjadi penurunan
derajat resiko dekubitus. Hasil analisis uji paired T-Test diperoleh nilai p
value adalah 0,000 (p < 0,05) sehingga H0 ditolak. Maka dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara derajat resiko
decubitus sebelum dan sesudah perawatan kulit dengan nigella sativa oil.

Diketahui rata-rata derajat resiko dekubitus pada kelompok kontrol


sebelum adalah 11,00 dengan standar deviasi 1,38. Setelah dilakukan
intervensi perawatan kulit standar didapatkan rata-rata derajat resiko
dekubitus sebesar 10,41 dengan standar deviasi 1,29. Rata-rata selisih
derajat dekubitus pre–post test sebesar 0,59 artinya terjadi penurunan
derajat resiko dekubitus. Hasil analisis uji paired T-Test diperoleh nilai p
value adalah 0,054 (p> 0,05) sehingga Ha ditolak. Maka dapat
disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara derajat
resiko dekubitus sebelum dan sesudah perawatan kulit standar.

Rata-rata derajat resiko dekubitus pada kelompok intervensi adalah 7,73


sedangkan rata-rata derajat dekubitus pada kelompok kontrol adalah10,41.
Hasil uji statistik didapatkan pvalue 0,000 (p<0,05), berarti pada alpa 5%
dapat terlihat perbedaan rata-rata derajat resiko dekubitus secara
siginifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol.

- Diskusi
Leir tahun 2010 menyatakan bahwa minyak essensial memiliki manfaat
dalam melindungi kulit terhadap penekanan dan gesekan, memberikan
hidrasi yang optimal dan mencegah anoksia sel. Asam lemak yang
terkandung di dalam minyak meningkatkan daya kohesif stratum korneum
dan mencegah terjadinya transcunaneous water loss dan proliferasi sel
yang berlebihan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa aplikasi topical
asam lemak esensial efektif dalam meningkatkan hidrasi dan elastisitas
kulit serta membantumencegah terjadinya ulkus dekubitus pada pasien
dengan status gizi buruk.

Dalam penelitian ini, kelompok intervensi yang sesudah dilakukan


intervensi pemberian nigella sativa oil terjadi penurunan derajat resiko
decubitus ketika sebelum dilakukan intervensi pemberian nigella sativa oil
tersebut. Penurunan rata-rata derajat dekubitus ini disebabkan oleh
kandungan yang terdapat dalam jintan hitam yang memberi kontribusi
dalam efek antimikroba. Jintan hitam mempunyai efek anti-bakteri karena
thymoquinone, thymol, apinene, dan pcymene dapat menghambat
pembentukan asam nukleat (RNA) dan sintesis protein (Alsawaf, 2010).
Sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberikan nigella sativa oil akan
tetapi diberikan perawatan kulit standar juga mengalami penurunan namun
tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara derajat risiko decubitus
sebelum dan sesudah dilakukan perawatan kulit standar.

Selain itu, dalam penelitian ini didapatkan hasil rata-rata derajat resiko
dekubitus pada kelompok intervensi adalah 7,73 sedangkan rata-rata
derajat dekubitus pada kelompok kontrol adalah 10,41. Hasil uji statistic
didapatkan p-value 0,000 (p<0,05), yang berarti pada alpa 5% terlihat
perbedaaan rata-rata derajat resiko dekubitus secara signifikan antara
kelompok intervensi dengan kelompok kontrol.

Dengan adanya perbedaan rata-rata derajat risiko decubitus secara


signifikan ini dapat disimpulkan bahwa perawatan kulit dengan
menggunakan nigella sativa oil lebih menurunkan derajat risiko terjadinya
decubitus dibandingkan dengan perawatan kulit standar
- Jurnal Pembanding
Pengaruh Alih Baring 2 Jam Terhadap Risiko Dekubitus dengan Varian
Berat Badan pada Pasien Bedrest Total di SMC RS Telogorejo

- Analisanya
Dengan menggunakan skala Waterlow diperoleh hasil responden yang
masuk dalam klasifikasi berisiko dengan skor 11-15 sebanyak 13 orang
(52,0%) pada kelompok dengan IMT 18.5 – 25 (normal). Responden yang
masuk dalam klasifikasi berisiko tinggi dengan skor 16 – 20 sebanyak 9
orang (39,1%) pada kelompok IMT ≥ 26 (gemuk). Selain itu, kelompok
responden yang masuk dalam klasifikasi berisiko tinggi dengan skor 21 –
101 sebanyak 11 orang (61,1%) yaitu pada kelompok dengan IMT ≤ 18
(kurus).

Pada hasil uji chi square didahului dengan cross tab didapatkan hasil
bahwa ada pengaruh Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan risiko terjadinya
decubitus.

- Diskusi
Pada pasien yang mempunyai berat badan normal mempunyai berat tubuh
yang ideal dan simpanan lemak yang tubuh normal sehingga tidak
membebani tubuh. Apabila tubuh tidak mengalami penekanan yang
berlebihan akibat berat badan maka tidak berpotensi mengalami decubitus
(Kozier, et al., 2011: 744)

Pada pasien yang gemuk mempunyai jaringan adipose yang berlebih yang
menyebabkan suplai darah ke jaringan berkurang sehingga mudah terkena
decubitus (Kozier, et al., 2011: 798)

Sedangkan pada pasien yang mempunyai berat badan dibawah normal


(kurus) mempunyai sedikit jaringan subkutan yang menutupi tonjolan
tulang sehingga tonjolan yang menahan berat badan lebih rentan terjadi
decubitus (Suzanne, Smeltzer, 2012: 406). Pernyataan ini diperkuat oleh
penelitian yang dilakukan oleh Sukmarini, et al (2010) yang menyebutkan
responden dengan IMT < 18 berisiko 0,8 kali terjadi luka tekan.
Pada hasil uji chi square didahului dengan cross tab didapatkan hasil
bahwa ada pengaruh Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan risiko terjadinya
decubitus. Hal ini disebabkan karena pada pasien yang mengalami
keterbatasan untuk mobilisasi akan mengalami bedrest total sehingga akan
berdampak mengalami tekanan. Tekanan dipengaruhi oleh berat badan
terutama pasien kurus dan gemuk. Pada saat pasien berbaring berat badan
akan berpindah pada penonjolan tulang. Tulang yang menonjol akan
mengalami tekanan yang menyebabkan suplai darah pada jaringan
sehingga jaringan akan kekurangan oksigen yang berpotensi mengalami
decubitus (Potter & Perry, 2012: 1257).

Jadi dapat disimpulkan bahwa IMT akan mempengaruhi kejadian


decubitus pada pasien dengan tirah baring lama yang mengalami bedrest
total dengan alih baring 2 jam..

4. Outcome (O)
Berdasarkan hasil penelitian mengenai efektivitas Nigela Sativa Oil untuk
mencegah terjadinya luka dekubitus pada pasien tirah baring lama di RSU
Sari Mutiara Medan, dapat disimpulkan bahwa dari 44 responden yang
mengalami dekubitus rata-rata(mean) karakteristik yang diperoleh adalah
umur, yang mengalami dekubitus rata-rata(mean) derajat dekubitus sebelum
dilakukan intervensi adalah sebesar 10,86 dan setelah dilakukan tindakan
berbagai perlakuan sebesar 7,73.

Perbedaaan rata-rata derajat decubitus sebelum dan sesudah pemberian nigella


sativa oil, hasil uji statistic p-value (p< 0,05), dapat disimpulkan ada
perbedaan yang bermakna antara derajat dekubitus sebelum dan sesudah
pemberian nigella sativa oil di RS.Sari Mutiara Medan tahun 2017.

5. Time (T)
Pengolesan nigella sativa oil sekitar 20 ml pada bagian penonjolan tulang 1
kali sehari selama 7 hari.
C. KRITIKAN JURNAL
1. Kelebihan
Salah satu hal yang harus ada di abstrak adalah kalimat pengantar tentang
alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan. Metode jenis penelitian,
populasi, tehnik sampling, variabel serta metode alasan yang digunakan. Hasil
utama yang telah diperoleh dari hasil penelitian dan kesimpulan dari hasil
penelitian. Pada jurnal ini sudah mencantumkan hal-hal yang ada diabstrak
seperti tujuan penelitian, rancangan penelitian, populasi, tehnik sampling, dan
hasil penelitian, dalam pembahasan harus ada teori, hasil penelitian harus
dikaitkan dengan teori yang relevan (apakah memperkuat atau bertentangan).
Dalam jurnal ini sudah ada dicantumkan teori yang mendukung.

2. Kekurangan
Pada penelitian ini masih ada kekurangan seperti tidak disebutkannya berapa
jumlah responden yang mengalami penurunan derajat risiko dekubitus baik itu
dari kelompok kontrol sesudah diberikan intervensi perawatan kulit standar
ataupun kelompok eksperimen sesudah diberikan intervensi perawatan kulit
dengan menggunakan nigella sativa oil.
DAFTAR PUSTAKA