Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Aromaterapi merupakan metode pengobatan melalui media bau-bauan yang
berasal dari bahan tanaman tertentu. Aromaterapi sering digabungkan dengan
praktek pengobatan alternatif dan kepercayaan kebatinan yang sudah ada
sejak ribuan tahun yang lalu. Awalnya hanya terdapat dalam bentuk cairan
esensial. Seiring perkembangan zaman, ada berbagai bentuk aromaterapi,
mulai dari minyak esensial, dupa, lilin, garam, minyak pijat, dan sabun.
Sesuai bentuk-bentuknya aromaterapi dapat dipergunakan sebagai pewangi
ruangan, aroma minyak saat dipijat, berendam, bahkan untuk aroma badan
setelah mandi.
Ada berbagai jenis wewangian aromaterapi yang ada, yaitu basil, lavender,
jasmine, sandalwood, peppermint, ginger, lemon, orange, geranium, dan
masih banyak lagi. Dan setiap wangi-wangian tersebut memiliki kelebihan
positif yang bermacam-macam. Misalnya, aroma lavender dipercaya dapat
mengurangi rasa stres dan mengurangi kesulitan tidur (insomnia). Sedangkan
aroma sandalwood dapat mengurangi stress saat menstruasi dan sebagai
penunjang untuk berkonsentrasi. Aroma jasmine dapat meningkatkan gairah
seksual, kesuburan wanita, dan anti depresi.
Dengan aromaterapi yang dapat berperan dalam merelaksasikan pikiran dan
mengurangi rasa stres, hal tersebut tentunya berhubungan dengan keadaan
emosi yang lebih teratur.Keadaan emosi manusia diatur oleh otak di dalam
sistem
limbik. Sistem limbik berbeda dengan lobus limbik. Lobus limbik merupakan
kesatuan struktur yang terdiri dari archicortex (formasi hipokampalis dan
girus dentatus), paleocortex (korteks piriformis dari girus hipokampalis
anterior), mesocortex (girus cinguli). Sedangkan, sistem limbik gabungan
lobus limbik dan nuklei subkortikal, yaitu amigdala, nuklei septales,
hipotalamus, epitalamus, nukleus talamus, dan ganglia basalis. Dalam sistem

1
limbik tidak hanya mengatur tentang emosi, namun juga mengatur memori,
dan perilaku. Semuanya dapat saling berkaitan satu sama lain.

1.2. Tujuan
1.2.1. Mengetahui pengertian aromaterapi
1.2.2. Mengetahui asal-usul aromaterapi di Indonesia
1.2.3. Mengetahui tujuan aromaterapi
1.2.4. Mengetahui manfaat aromaterapi
1.2.5. Mengetahui sumber minyak atsiri
1.2.6. Mengetahui bentuk-bentuk aromaterapi
1.2.7. Mengetahui jenis-jenis aromaterapi
1.2.8. Mengetahui cara penggunaan aroamterapi
1.2.9. Mengetahui cara kerja aromaterapi
1.3. Rumusan Masalah
1.3.1. Apa pengertian aromaterapi?
1.3.2. Bagaimana asal-usul aromaterapi di Indonesia?
1.3.3. Apa tujuan aromterapi?
1.3.4. Apa manfaat aromaterapi?
1.3.5. Darimana sumber minyak atsiri?
1.3.6. Bagaimana bentuk-bentuk aromaterapi?
1.3.7. Apa saja jenis-jenis aromaterapi?
1.3.8. Bagaimana cara penggunan aromaterapi?
1.3.9. Mengetahui cara kerja aromaterapi?

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Aromaterapi


Aromaterapi didefinisikan dalam dua kata yaitu aroma yang berari wangi-
wangian fragrance dan therapy yang berarti perlakuan pengobatan, jadi
secara ilmiah diartikan sebagai wangi-wangan yang yang memiliki pengaruh
terhadap fisiologis manusia. Buchbauer menetapkan definisi universal untuk
aromaterapi, yaitu terapi menggunakan senyawa aromatik atau senyawa yang
mudah menguap (volatile) untuk mengobati, mengurangi atau mencegah
suatu penyakit, infeksi dan kegelisahan dengan cara menghirupnya.
(Muchtaridi, 2008).
Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan essential oil atau sari minyak
murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan,
membangkitkan semangat, menyegarkan serta menenangkan jiwa dan
raga.Aromaterapi memiliki manfaat yang sangat beragam, mulai dari
pertolongan pertama sampai membangkitkan rasa gembira (Hutasoit, 2002).
Aromaterapi adalah penggunaan minyak essensial konsentrasi tinggi yang
diekstraksi dari tumbuh-tumbuhan dan diberikan melalui massage, inhalasi,
dicampur ke dalam air mandi, untuk kompres melalui membran mukosa
dalam bentuk perisarium atau supositoria dan terkadang dalam bentuk
murni. Meskipun aroma memegang peranan penting dalam mempengaruhi
alam perasaan, sebenarnya zat kimia yang terkandung dalam berbagai jenis
minyak yang bekerja secara farmakologis dan kerjanya dapat ditingkatkan
dengan jenis metode pemberiannya, terutama massage (Andrew, 2009).
Kemudian Rachmi Primadiati seorang dokter ahli kecantikan dan
aromatologi mengemukakan bahwa aroma terapi itu satu teknik terapi yang
menggunakan minyak atsiri dari tumbuhan dengan cara dihirup, diminum,
dioleskan, atau dipijatkan (Lina, 2010).

3
2.2. Asal-usul Aromaterapi di Indonesia
Di Indonesia, metode pijat telah ada sejak berabad – abad yang lalu. Hal ini
terbukti dari relief yang terdapat pada Candi Borobudur pada abad ke8-9.
Ternyata pijat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam warisan budaya
Indonesia setelah berabad – abad perkembangannya, karena dalam
filosofinya pijat merupakan suatu penanaman metode kesehatan lahir batin
serta kecantikan seseorang. Pengobatan tradisional di Indonesia kebanyakan
mendapat pengaruh dari Ayuverdic dan pengobatan China. Pengobatan
tersebut bisa berpengaruh dan berkembang di Indonesia, adalah karena
pengaruh agama Hindu yang tiba di Indonesia pada sekitar abad 400 SM.
Pemimpin agama Hindu yang memperkenalkan pengobatan Ayuverdic, di
mana pengobatan yang dilakukan menggunakan minyak yang berasal dari
tanaman. Agama Budha juga memberikan pengaruh terhadap masuknya
aromaterapi di Indonesia, ketika ada biksu Budha yang mengajarkan
pengobatan tradisional China. Kemudian, pada masa Pemerintahan Kerajaan
Majapahit di Jawa Tengah, salah satu Raja, ada yang mempersunting wanita
cantik yang merupakan keturunan bangsa China. Dari situlah, seni
penyembuhan akupuntur dan refleksiologi diperkenalkan. Runtuhnya
Kerajaan Majapahit pada tahun 1450 SM, akibat kedatangan umat Muslim,
membuat penduduk Hindu berpindah ke dataran Bali, dengan membawa
pengetahuan pengobatan yang dimiliki selama di Jawa Tengah. Asal usul
tersebutlah yang menyebabkan pengobatan dan refleksiologi yang terdapat di
Jawa Tengah dan Bali menjadi hampir serupa dan historical itu pula yang
menyebabkan banyaknya produk aromaterapi yang berasal dari Bali dan
Jawa Tengah – Jogjakarta.
2.3. Tujuan Aromaterapi
Tujuan dari aromaterapi adalah untuk meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraan tubuh, pikiran, dan jiwa .Sekarang ini, semakin banyak
digunakan untuk berbagai kebutuhan kesehatan dan kecantikan, dari mulai
perawatan hingga penyembuhan (Jim, 2007).

4
2.4. Manfaat Aromaterapi
2.4.1. Membantu meringankan stress
Senyawa aromatik dari berbagai minyak esensial yang berbeda
dikenal sebagai relaksan dan bisa membantu untuk menenangkan
pikiran dan menghilangkan kecemasan. Beberapa minyak esensial
terbaik untuk menghilangkan stres adalah minyak lemon, minyak
esensial lavender, bergamot, peppermint, vetiver, dan ylang.
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa minyak lemon bisa
meningkatkan mood dan mengurangi kemarahan.
2.4.2. Antidepresan
Aromaterapi juga sangat umum digunakan untuk menghilangkan
perasaan depresi, karena efek sampingnya lebih ringan daripada
antidepresan farmasi. Sementara aromaterapi berguna untuk
pengobatan, psikiater juga tetap diperlukan untuk menilai apakah
depresi masih berlanjut atau memburuk.Minyak esensial yang
digunakan untuk mengurangi depresi yang banyak disarankan ahli
adalah minyak peppermint, chamomile, lavender, dan melati.
2.4.3. Meningkatkan memori
Alzheimer masih dianggap sebagai penyakit yang tak
tersembuhkan, namun ada cara tertentu untuk mengurangi atau
memperlambat perkembangannya. Aromaterapi juga sering
menjadi sebagai alternatif untuk pengobatan tambahan bagi pasien
demensia Alzheimer. Studi telah menunjukkan khasiat aromaterapi
pada pasien yang lebih muda dapat meningkatkan kapasitas
memori mereka dalam jangka waktu tertentu setelah
perawatan.Minyak Sage adalah minyak yang paling sering
direkomendasikan untuk efek meningkatkan memori.
2.4.4. Meningkatkan jumlah energi
Stimulan seperti kafein, nikotin, pil energi, atau zat lain bisa
menmberikan efek yang sangat merusak pada tubuh, sedangkan
diet dan olahraga juga meningkatkan kesehatan tubuh, namun
banyak orang menggunakan aromaterapi untuk memperoleh sedikit

5
rasa lebih semangat. Banyak minyak esensial yang dikenal berguna
untuk meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan energi, dan
merangsang tubuh dan pikiran tanpa efek samping yang berbahaya.
Minyak esensial yang terbaik untuk mendorong energi termasuk
lada hitam, kapulaga, kayu manis, minyak cengkeh, angelica,
melati, pohon teh, dan rosemary.
2.4.5. Penyembuhan dan pemulihan
Banyak minyak esensial yang bermanfaat untuk menstimulasi
peningkatan penyembuhan luka atau penyakit.Hal ini bisa
disebabkan oleh karena peningkatan aliran oksigen dan peredaran
darah kepada luka yang perlu disembuhkan.Sifat anti mikroba dari
minyak esensial tertentu juga bisa menjaga tubuh terlindungi
selama tahap penyembuhan. Beberapa minyak esensial yang paling
populer untuk mempercepat proses penyembuhan termasuk
lavender, calendula, rosehip, everlasting, dan minyak buckthorn.
Sejumlah orang bahkan menggunakan aromaterapi lebih dari
sekedar menyembuhkan luka, tapi juga untuk mengurangi tingkat
keparahan dan ketidaknyamanan karena masalah kulit seperti
psoriasis dan eksim.
2.4.6. Sakit kepala
Aromaterapi bisa menjadi solusi yang bagus untuk menghilangkan
sakit kepala, sekaligus mengurangi stres, kecemasan, atau untuk
mencegah sakit kepala. Beberapa minyak esensial yang terkait
dapat mengurangi sakit kepala dan migrain adalah peppermint,
eucalyptus, minyak esensial cendana, dan minyak rosemary. Pasien
juga dapat mencampur minyak ini dengan minyak pembawa dan
menyebarkannya ke kulit, kulit kepala, leher, dan pelipis. Beberapa
minyak pembawa terbaik untuk sakit kepala termasuk minyak
almond, alpukat, kelapa, aprikot, dan minyak wijen.
2.4.7. Mengatasi insomnia
Kurang tidur bisa memperburuk atau menyebabkan sejumlah
masalah medis, serta dapat menyebabkan rasa lelah dan kurang

6
berenergi.Denngan demikian, aromaterapi bisa membantu untuk
mengatasi masalah sulit tidur atau insomnia, sehingga bisa tidur
lelap dan berkualitas.Beberapa minyak esensial terbaik untuk
mengatasi gangguan insomnia termasuk lavender, chamomile,
melati, benzoin, neroli, mawar, cendana, dan minyak esensial
ylang ylang .
2.4.8. Sistem kekebalan tubuh
Sebagian besar medis mengatakan, aromaterapi bisa memberikan
peningkatan sistem kekebalan tubuh jika digunakan dengan
benar.Efek antimikroba, efek anti jamur atau antibakteri dari
minyak esensial aromaterapi dapat melindungi dari sejumlah
penyakit dan infeksi. Beberapa minyak yang paling efektif untuk
meningkatkan sistem kekebalan tubuh termasuk oregano,
kemenyan, lemon, peppermint, kayu manis, dan minyak esensial
eucalyptus.
2.4.9. Menghilangkan rasa nyeri
Analgesik yang biasa digunakan untuk mengobati rasa nyeri
memiliki banyak efek samping pada tubuh. Nyeri adalah salah
satu kondisi umum yang bisadiatasi dengan aromaterapi. Minyak
esensial termasuk lavender, chamomile, clary sage, juniper, kayu
putih, rosemary, dan minyak peppermint bisa digunakan untuk
tujuan menghilangkan rasa nyeri.
2.4.10. Pencernaan
Masalah pencernaan tertentu dapat diobati dengan aromaterapi,
seperti meringankan sembelit, gangguan pencernaan, kembung,
dan mempercepat metabolisme sehingga makanan bisa lebih cepat
dicerna.Minyak esensial jeruk biasanya yang terbaik untuk
mengobati kondisi pencernaan, termasuk lemon.Tetapi ada juga
beberapa studi yang menyarankan jahe, adas, chamomile, clary
sage, dan lavender.

7
2.5. Sumber minyak Atsiri
Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman yaitu dari daun,
bunga, buah, biji, batang atau kulit dan akar atau rhizome.
Khususnya di Indonesia telah dikenal sekitar 40 jenis tanaman penghasil
minyak atsiri, namun baru sebagian dari jenis tersebut telah digunakan
sebagai sumber minyak atsiri secara komersil. Berikut adalah daftar tanaman
atsiri penghasil minyak atsiri yang tumbuh di Indonesia :

1. Akar : Akar Wangi, Kemuning


2. Daun : Nilam, Cengkeh, Sereh Lemon, Sereh Wangi, Sirih, Mentha,
Kayu Putih, Gandapura, Jeruk Purut, Karmiem, Krangean, Kemuning,
Kenikir, Kunyit, Selasih, Kemangi.
3. Biji : Pala, Lada, Seledri, Alpukat, Kapulaga, Klausena, Kasturi,
Kosambi.
4. Buah : Adas, Jeruk, Jintan, Kemukus, Anis, Ketumbar.
5. Bunga : Cengkeh, Kenanga, Ylang-Ylang, Melati, Sedap Malam,
Cempaka Kuning, Daun Seribu, Gandasuli Kuning, Srikanta, Angsana,
Srigading.
6. Kulit Kayu : Kayu Manis, Akasia, Lawang, Cendana, Masoi, Selasihan,
Sintok
7. Ranting : Cemara Gimbul, Cemara Kipas
8. Rimpang : Jahe, Kunyit, Bangel, Baboan, Jeringau, Kencur, Lengkuas,
Lempuyang Sari, Temu Hitam, Temulawak, Temu Putri.
9. Seluruh bagian : Akar Kucing, Bandaton, Inggu, Salasih, Sudamala,
Trawas.
Minyak atsiri biasanya dinamakan menurut sumber utamanya, seperti :
1. Minyak adas (fennel/foeniculi oil)
2. Minyak cendana (sandalwood oil)
3. Minyak bunga cengkeh (eugenol oil) dan minyak daun cengkeh (leaf
clove oil)
4. Minyak kayu putih (cajuput oil)
5. Minyak bunga kenanga (ylang-ylang oil)
6. Minyak lawang

8
7. Minyak mawar
8. Minyak nilam
9. Minyak serai
2.6. Bentuk-bentuk Aromaterapi
2.6.1. Minyak essensial aromaterapi
Berbentuk cairan atau minyak. Penggunaanya bermacam – macam,
pada umumnya digunakan dengan cara dipanaskan pada
tungku.Namun bisa juga jika dioleskan pada kain atau pada saluran
udara.
2.6.2. Dupa aromaterapi
Awalnya hanya digunakan untuk acara keagamaan tertentu, namun
seiring dengan perkembangan jaman, dupa pun kini sudah menjadi
bagian dari salah satu bentuk aromaterapi. Bentuknya padat dan
berasap jika dibakar, biasanya digunakan untuk ruangan
berkukuran besar atau pada ruangan terbuka. Jenis dupa
aromaterapi ini, terdiri dari tiga jenis, yaitu dupa aroma terapi
panjang, dupa aromaterapi pendek dan dupa aromaterapi berbentuk
kerucut.
2.6.3. Lilin aromaterapi
Ada dua jenis lilin yang digunakan, yaitu lilin yang digunakan
untuk pemanas tungku dan lilin aromaterapi. Lilin yang digunakan
untuk memanaskan tungku aromaterapi tidak memiliki wangi
aroma, karena hanya berfungsi untuk memanaskan tungku yang
berisi essential oil. Sedangkan lilin aromaterapi akan mengeluarkan
wangi aromaterapi jika dibakar.
2.6.4. Minyak pijat aromaterapi
Bentuk ini memiliki wangi yang sama dengan bentuk aromaterapi
yang lain, hanya saja cara penggunaannya yang berbeda, karena ini
digunakan untuk minyak pijat .
2.6.5. Garam aromaterapi
Fungsi dari garam aromaterapi dipercaya dapat mengeluarkan
toksin atau racun yang ada dalam tubuh. Biasanya digunakan

9
dengan cara merendam bagian tubuh tertentu seperti kaki, untuk
mengurangi rasa lelah.
2.6.6. Sabun aromaterapi
Bentuknya berupa sabun padat dengan berbagai wangi
aromaterapi, namun tidak hanya sekedar wangi saja. Tapi juga
memiliki berbagai kandungan atau ekstrak dari tumbuh –
tumbuhan yang dibenamkan dalam sabun ini, sehingga sabun ini
juga baik untuk kesehatan tubuh, seperti menghaluskan kulit dan
menjauhkan dari serangga.
2.7. Jenis-jenis Aromaterapi
Wangi dan jenis yang dihasilkan aromaterapi tersebut memberikan dampak
terapis yang berbeda. Berikut dijabarkan secara singkat mengenai manfaat
dari setiap jenis :
2.7.1. Citronella
Mengurangi ketegangan, meredakan hidung tersumbat, mengatasi
insomnia, dengkur dan migran.
2.7.2. Kayu putih (Eucalyptus)
Untuk melegakan pernapasan, meringankan masalah hidung
sensitif, bronchitis, asma, batuk, pilek, demam, dan juga flu.
2.7.3. Lavender
Membantu memudahkan tidur, meredakan kegelisahan, mengatasi
masalah depresi, mengurangi perasaan ketegangan.
2.7.4. Teh hijau (Green tea)
Bermanfaat untuk memperbaiki sistem peredaran darah, membantu
mengeluarkan dahak dan membersihkan paru – paru. Juga
dipercaya untuk memperlambat penuaan.
2.7.5. Cendana (Sandalwood)
Bermanfaat untuk menghilangkan rasa cemas dan aromanya sangat
bermfaat untuk meditasi.
2.7.6. Bunga Mawar (Rose)
Untuk menciptakan suasan romantis dan penuh gairah,
memperbaiki metabolism dan sistem peredaran darah,

10
menyeimbangkan hormone, meringankan kepekaan kulit sensitif
dan alergi.
2.7.7. Bunga Kenanga (Ylang-ylang)
Berguna untuk meringankan tekanan darah tinggi, mengeluarkan
sebum pada kulit. Aroma yang menyegarkan, membangkitkan
suasana, mengurangi sakit perut, ketegangan dan menyembuhkan
sakit kepala.
2.7.8. Chammomile
Digunakan untuk menenangkan dan mengakhiri stress, membuat
tidur menjadi lebih nyenyak.
2.7.9. Dandellion
Mengobati sakit sendi, masalah ginjal dan kantung kemih,
hepatitis, penyaringan darah dan mengatasi masalah pencernaan
dan juga efektif untuk menyembuhkan sengatan lebah.
2.7.10. Thyme
Untuk mencegah flu, demam, detoksifikasi racun, mencegah
infeksi, meredakan hidung tersumbat dan alergi sinus.
2.7.11. Bunga Teratai (Lotus)
Meningkatkan vitalitas dan konsentrasi, mengurangi panas dalam,
meningkatkan fungsi limpa dan ginjal.
2.7.12. Patchoulli
Meningkatkan gairah dan semangat, meningkatkan sensualitas,
memberi efek menyenangkan dan rasa tenang, membuat tidur lebih
nyenyak, menambah daya tahan tubuh.
2.7.13. Basil
Mengurangi mengobati sakit kepala dan migran serta
meningkatkan daya konsentrasi.
2.7.14. Apel hijau (Green Apple)
Menyembuhkan mabuk dan diare, menguatkan sistem pencernaan,
menjernihkan pikiran dan meringkankan gejala panas dalam.

11
2.7.15. Lada hitam (Black Paper)
Memiliki aroma yang tajam namun berkhasiat mengurangi rasa
sakit pada otot.
2.7.16. Lemon
Membantu mengurangi stress dan anti depresi, meningkatkan
mood dan membuat rikels pikiran serta perasaan segar.
2.7.17. Vanilla
Dengan aroma lembut dan hangat mampu menenangkan pikiran.
2.7.18. Bunga Melati (Jasmine)
Sebagai aphrodisiac sensual untuk merangsang dan menciptakan
suasana romantis.
2.7.19. Strawberry
Dapat meningkatkan selera makan, mencegah penyakit jantung,
tekanan darah tinggi dan penyakit kanker.
2.7.20. Peppermint
Membasmi bakteri, virus dan parasit yang ada di pencernaan.
Melancarkan penyumbatan pada sinus, mengaktifkan produksi
minyak dikulit, menyembuhkan gatal-gatal karena kadas/kurap,
herpes, kudis karena tumbuhan beracun dan menjaga sistem
kekebalan tubuh dan menghilangkan rasa nyeri.
2.7.21. Rosemary
Menghilangkan rasa nyeri, Salah satu aroma yang manjur
memperlancar peredaran darah, menurunkan kolesterol,
mengendorkan otot, reumatik, menghilangkan ketombe,
kerontokan rambut, membantu mengatasi kulit kusam sampai di
lapisan terbawah. Mencegah kulit kering.
2.7.22. Geranium
Berkhasiat mengencangkan payudara, menopause, eksim jerawat,
pendarahan, tanda melahirkan sekaligus mencerahkan kulit.
2.7.23. Pohon Teh
Meningkatkan jumlah energy, Berperan sebagai tonik kekebalan
yang baik mengobati penyakit paru-paru, sinus, infeksi mulut,

12
infeksi jamur, cacar air, serta melindungi kulit karena radiasi bakar
selama terapi kanker.
2.7.24. Juniper
Wasir, selulit dan penghilang rasa nyeri.
2.8. Cara Penggunaan Aromaterapi
2.8.1. Inhalasi
Merupakan salah satu cara yang diperkenalkan dalam penggunaan
metode aromaterapi yang paling sederhana dan cepat. Inhalasi juga
merupakan metode yang paling tua. Aromaterapi masuk dari luar
tubuh ke dalam tubuh dengan satu tahap yang mudah, yaitu lewat
paru – paru di alirkan ke pembuluh darah melalui alveoli. Inhalasi
sama dengan metode penciuman bau, di mana dapat dengan mudah
merangsang olfactory pada setiap kali bernafas dan tidak akan
mengganggu pernafasan normal apabila mencium bau yang
berbeda dari minyak essensial. Aroma bau wangi yang tercium
akan memberikan efek terhadap fisik dan psikologis konsumen.
Cara ini biasanya terbagi menjadi inhalasi langsung dan inhalasi
tidak langsung. Inhalasi langsung diperlakukan secara
invidual,sedangkan inhalasi tidak langsung dilakukan secara
bersama-sama dalam satu ruangan.
2.8.2. Pijat
Pijat merupakan tehnik yang paling umum. Melalui pemijatan,
daya penyembuhan yang terkandung dalam minyak essensial bisa
menembus melalui kulit dan dibawa ke dalam tubuh, kemudian
akan mempengaruhi jaringan internal dan organ – organ tubuh.
Minyak essesnsial berbahaya jika dipergunakan langsung ke kulit,
maka dalam penggunaanya harus dilarutkan dulu dengan minyak
dasar seperti minyak zaitun, minyak kedelai, dan minyak tertentu
lainnya. Minyak lavender, ialah salah satu minyak yang terkenal
sebagai minyak pijat yang dapat memberikan relaksasi. Terapi
aroma yang digunakan dengan cara pijat ini merupakan cara yang
sangat digemari untuk mengjilangkan rasa lelah pada tubuh,

13
memperbaiki sirkulasi darah dan merangsang tubuh umtuk
mengeluarkan racun, serta meningkatkan kesehatan pikiran. Dalam
penggunaannya dibutuhkan dua tetes minyak essensial yang
ditambahkan dengan 1ml minyak pijat.
2.8.3. Kompres
Penggunaan melalui proses kompress membutuhkan sedikit
minyak aromaterapi. Kompress hangat dengan minyak aromaterapi
dapat digunakan untuk emnurunkan nyeri punggung dan nyeri
perut. Kompress dingin yang mengandung minyak lavender
digunakan pada bagian perineum saat persalinan.
2.8.4. Berendam
Cara ini menggunakan aromaterapi dengan cara menambahkan
tetesan minyak essensial ke dalam air hangan yang digunakan
untuk berendam. Dengan cara ini efek minyak essensial akan
membuat perasaan ( secara psikologis dan fisik ) menjadi lebih
rileks, serta dapat menghilangkan nyeri dan pegal, memberikan
efek kesehatan.
2.9. Cara Kerja Aromaterapi
Mekanisme kerja bahan aromaterapi adalah melalui sirkulasi tubuh dan
sistem penciuman. Organ penciuman merupakan satu – satunya indera perasa
dengan berbagai reseptor saraf yang berhubungan langsung dengan dunia
luar dan merupakan saluran langsung ke otak. Hanya sejumlah molekul
sudah dapat memicu impuls elektrik pada ujung saraf. Bau merupakan suatu
molekul yang mudah menguap langsung ke udara. Apabila masuk ke rongga
hidung melalui pernafasan, akan diterjemahkan oleh otak sebagi proses
penicuman. Proses penciuman terbagi menjadi :
1. Penerimaan molekul bau tersebut oleh saraf olfactory epithelium, yang
merupakan suatu reseptor yang berisi 20 juta ujung saraf.
2. Ditransmisikannya bau tersebut sebagai pesan ke pusat penciuman yang
terletak di bagian belakang hidung. Sel neuron menginterpretasi bau
tersebut dan mengantarkannya ke sistem limbik yang kemudia akan
dikirim ke hypothalamus untuk diolah. Bila minyak essensial dihirup,

14
molekul yang mudah menguap akan membawa unsure aromatic yang
terdapat dalam kandungan minyak tersebut ke puncak hidung.
3. Rambut getar yang terdapat didalam akan berfungsi sebagai reseptor.
Mengantarkan pesan elektrokimia ke pusat emosi dan daya ingat
seseorang yang selanjutnya akan mengntarkan pesan balik ke seluruh
tubuh melalui sistem sirkulasi. Pesan ayng diantar ke seluruh tubuh akan
dikonversikan menjadi suatu aksi dengan pelepasan substansi
neurokimia berupa perasaan senang, rilkes, tenang atau terangsang.

15
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Aromaterapi adalah penggunaan minyak essensial konsentrasi tinggi yang
diekstraksi dari tumbuh-tumbuhan dan diberikan melalui massage, inhalasi,
dicampur ke dalam air mandi, untuk kompres melalui membran mukosa
dalam bentuk perisarium atau supositoria dan terkadang dalam bentuk
murni. Meskipun aroma memegang peranan penting dalam mempengaruhi
alam perasaan, sebenarnya zat kimia yang terkandung dalam berbagai jenis
minyak yang bekerja secara farmakologis dan kerjanya dapat ditingkatkan
dengan jenis metode pemberiannya, terutama massage.
Tujuan dari aromaterapi adalah untuk meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraan tubuh, pikiran, dan jiwa .Sekarang ini, semakin banyak
digunakan untuk berbagai kebutuhan kesehatan dan kecantikan, dari mulai
perawatan hingga penyembuhan.
Manfaat Aromaterapi : membantu meringankan stress, antidepresan,
meningkatkan jumlah energi, penyembuhan dan pemulihan, sakit kepala,
mengatasi insomnia, menghilangkan rasa nyeri, pencernaan
Aromaterapi mempunyai berbagai macam jenis, bentuk dan cara
penggunaannya.
Mekanisme kerja bahan aromaterapi adalah melalui sirkulasi tubuh dan
sistem penciuman.
3.2. Saran
Dalam terapi komplementer khususnya aromateapi diharapkan memahami
tetntang pentingnya aromaterapi untuk kesehatan sehingga bisa diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari.
Kami sebagai penulis makalah ini berharap siapapun yang membaca makalah
ini dapat memahami tentang aromaterapi dan manfaatnya bagi tubuh.

16
DAFTAR PUSTAKA

Agusta, A. 2008.Aromaterapi Cara Sehat dengan Wewangian Alami. Jakarta :


Penebar Swadaya.

Amiarsi, D. et al. 2007. Pengaruh jenis dan perbandingan pelarut terhadap hasil
ekstraksi minyak atsiri mawar. J. Hort. 16(4):356-359.

Hutasoit, Aini S. 2008. Panduan Aromatherapy Untuk Pemula. Jakarta :


Gramedia Pustaka Utama.

Koensoemardiyah. 2010. A to Z Minyak Atsiri untuk Industri Makanan, Kosmetik,


dan Aromaterapi. Jakarta :Andi Publisher.

Rohman, A. dan I. G. Ginanjar. 2008. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta:


Pustaka Pelajar.

17