Anda di halaman 1dari 44

PENGINDERAAN JAUH TERAPAN

Koreksi Atmosfer Menggunakan Second Simulation of a Satellite Signal


in the Solar Spectrum-Vector (6SV)

KRISTINA PUTRI NRP 3514 100 010


KARISMA RIZKIKA NRP 3414 100 020
NICOLODY OFIRLA E NRP 3514 100 030
WAHYU RISTANTO NRP 3514 100 069

Dosen Pengampu
Lalu M. Jaelani, P.hD

DEPARTEMEN TEKNIK GEOMATIKA


Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa
melimpahkan rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan praktikum dan
laporan “Koreksi Atmosfer Menggunakan Second Simulation of a Satellite Signal in the Solar
Spectrum-Vector (6SV)” ini dengan lancar dan tepat sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Laporan praktikum ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Penginderaan
Jauh Terapan pada semester VII program studi S1 Teknik Geomatika ITS tahun ajaran 2017-
2018 dan untuk melaporkan hasil praktikum yang telah penulis laksanakan sebelumnya.
Laporan praktikum Penginderaan Jauh Terapan ini dapat tersusun dengan baik berkat
kerja sama seluruh pihak yang telah terlibat. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Bapak Lalu Muhamad Jaelani, S.T, M.Sc, Ph.D selaku dosen pengampu mata kuliah
Penginderaan Jauh Terapan
2. Ibu Cherie Bhekti Pribadi, S.T, M.T selaku dosen response mata kuliah Penginderaan
Jauh Terapan
3. Teman-teman Teknik Geomatika ITS yang turut membantu dalam terselesaikannya
laporan ini
4. Serta pihak-pihak lain yang telah membantu dan berperan dalam pelaksanaan
praktikum hingga penyusunan laporan ini

Demikian laporan ini kami susun, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk perbaikan penyusunan laporan-laporan
berikutnya. Terima kasih.

Surabaya, 30 Oktober 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................................ii


DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2 Maksud dan Tujuan ..................................................................................................... 2
BAB II DASAR TEORI ........................................................................................................... 3
2.1 Landsat 8 ..................................................................................................................... 3
2.2 Koreksi Radiometrik ................................................................................................... 4
2.2.1 Kalibrasi Radiometrik .......................................................................................... 4
2.2.2 Koreksi Atmosfer ................................................................................................. 5
BAB III PELAKSANAAN ....................................................................................................... 7
3.1 Alat dan Bahan ............................................................................................................ 7
3.2 Koreksi Atmosfer Data Landsat 8 (L1T) Menggunakan Second Simulation of a
Satellite Signal in the Solar Spectrum Vector (6SV) ............................................................. 7
3.2.1 Perhitungan Parameter Xa, Xb, dan Xc Melalui Website 6s.ltdri.org .................. 7
3.2.2 Koreksi Atmosfer Menggunakan Parameter Xa, Xb, dan Xc pada ENVI .......... 16
3.3 Koreksi Atmosfer Data Landsat 8 C1 ....................................................................... 21
3.4 Hasil dan Analisis...................................................................................................... 24
BAB IV PENUTUP ................................................................................................................ 28
4.1 Kesimpulan................................................................................................................ 28
4.2 Saran .......................................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 29
LAMPIRAN ............................................................................................................................. 30

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Data penginderaan jauh merupakan informasi spasial maupun spektral yang diperoleh
melalui teknologi penginderaan jauh. Sedangkan penginderaan jauh merupakan suatu ilmu dan
seni untuk memperoleh informasi tentang objek, daerah atau fenomena dengan jalan
menganalisa data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap
obyek, daerah atau gejala yang dikaji (Lillesand et al, 1979). Sedangkan menurut Curran
(1985), penginderaan jauh merupakan suatu pengukuran atau perolehan data pada obyek
dipermukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari obyek yang diamati.
Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data penginderaan jauh diantaranya adalah
satelit dan pesawat tanpa awak (LiDAR). Landsat 8 dan MODIS merupakan contoh teknologi
penginderaan jauh yang menggunakan satelit sebagai instrumen dalam proses pengambilan
informasi.
Posisi wahana atau instrumen perekam data penginderaan jauh (satelit) yang berada jauh
di atas permukaan bumi, bahkan lebih dari 100 km menyebabkan adanya faktor-faktor yang
mempengaruhi proses perekaman, yaitu distorsi akibat faktor atmosfer (efek atmosfer).
Kondisi atmosfer seperti jenis partikel, molekul, serta senyawa-senyawa dalam atmosfer yang
mempengaruhi penerimaan gelombang cahaya oleh satelit. Partikel, molekul, serta senyawa-
senyawa tersebut dapat menyerap dan memantulkan cahaya yang dipantulkan oleh objek di
permukaan bumi. Atau dengan kata lain, cahaya yang dipantulkan oleh objek di permukaan
bumi tidak dapat secara langsung diterima oleh sensor satelit, melainkan harus melewati
komponen-komponen yang ada pada sepanjang atmosfer yang dilalui oleh cahaya matahari.
Sehingga informasi yang diterima oleh sensor satelit tidak sepenuhnya merupakan informasi
yang dimiliki oleh suatu objek di permukaan bumi.
Oleh karena itu, diperlukan proses koreksi atmosfer. Koreksi atmosfer bertujuan untuk
mengoreksi efek dari atmosfer yang ada pada data citra yang terukur oleh sensor yang mana
akan mempengaruhi akurasi data citra satelit (Jaelani dkk, 2013). Dalam praktikum ini, akan
dilakukan koreksi atmosfer sederhana menggunakan parameter koreksi dari hasil simulasi
Second Simulation of a Satellite Signal in the Solar Spectrum-Vector (6SV). Dimana prinsip
utama dari koreksi atmosfer 6SV yaitu dengan memasukkan beberapa paramater mengenai
tanggal akuisisi citra, model atmosfer, model aerosol, dan visibility pada daerah penelitian
untuk mendapatkan koefisien parameter xa, xb, dan xc (Vermote, 1997).
Praktikum ini bertujuan untuk menganalisis reflektan permukaan dari data Landsat 8 (L1T)
melalui koreksi atmosfer 6SV dengan reflektan permukaan dari data citra Landsat 8 C1 yang
telah terkoreksi atmosfer. Reflektan permukaan (ρBOA) citra Landsat 8 (L1T) dihitung
menggunakan nilai xa, xb dan xc yang diperoleh dari website 6SV.

1
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari praktikum ini sebagai berikut :
1. Mengubah nilai digital number menjadi nilai reflektan TOA (ρTOA) data Landsat 8
2. Menghitung nilai reflektan permukaan data Landsat 8 (L1T) melalui koreksi atmosfer
6SV
3. Menghitung nilai reflektan permukaan data Landsat 8 C1 yang telah terkoreksi
atmosferik
4. Menganalisis perbedaan nilai reflektan permukaan data Landsat 8 (L1T) melalui
koreksi atmosfer 6SV dengan reflektan permukaan data Landsat 8 C1 yang telah
terkoreksi atmosfer

2
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Landsat 8
Landsat 8 adalah sebuah satelit observasi bumi Amerika yang diluncurkan pada
tanggal 11 Februari 2013 di Vandenberg Air Force Base, California. Awalnya disebut
Landsat Data Continuity Mission (LDCM), itu adalah sebuah kolaborasi antara NASA dan
United States Geological Survey (USGS). Satelit ini dibangun oleh Orbital Sciences
Corporation, sebagai kontraktor utama untuk misi. Instrumen pesawat ruang angkasa yang
dibangun oleh Ball Aerospace dan NASA Goddard Space Flight Center, dan peluncuran
dikontrak untuk United Launch Alliance. Selama 108 hari pertama di orbit, LDCM
menjalani checkout dan verifikasi oleh NASA dan pada 30 Mei 2013 operasi dipindahkan
dari NASA ke USGS ketika LDCM secara resmi berganti nama menjadi Landsat 8.
Satelit Landsat 8 terdiri atas 2 instrumen sensor, yaitu OLI (Operational Land
Imager) dan TIRS (Thermal Infrared Sensor). Kedua sensor ini memiliki resolusi spasial
30 meter (visible, NIR, SWIR), 100 meter (thermal), dan 15 meter (panchromatic).

Gambar 2. 1 Resolusi spasial Landsat 8


Setiap harinya Landsat 8 mampu merekam 400 scene untuk arsip data USGS,
sedangkan untuk reguler mampu merekam 725 scene. Landsat 8 memiliki trek 185 x 185
km pada ketinggian 705 km. Sehingga ketelitian kartografinya sekitar 12 m.
Landsat 8 memiliki perbedaan dengan Landsat 7, salah satunya jumlah band.
Berikut tabel perbedaan band kedua satelit tersebut :

3
Gambar 2. 2 Tabel perbedaan Landsat 7 dan Landsat 8

2.2 Koreksi Radiometrik


Koreksi radiometrik terdiri atas kalibrasi radiometrik dan koreksi atmosfer. Koreksi
atmosfer sederhana terdiri atas beberapa metode, diantaranya dalah metode DOS (Dark
Object Substraction) dan 6SV (Second Simulation of a Satellite Signal in the Solar
Spectrum-Vector).
2.2.1 Kalibrasi Radiometrik
Kalibrasi radiometrik merupakan langkah pertama dalam pengolahan data
citra satelit. Tujuan utama dari kalibrasi radiometrik adalah untuk mengubah data
pada citra yang disimpan dalam bentuk digital number (DN) menjadi radiance
dan/atau reflectance. Selain itu juga dalam kalibrasi radiometrik ini bisa mengubah
digital number menjadu brightness temperature.
Pada kalibrasi radiometrik terdapat dua cara berdasarkan data yang
diperoleh, yaitu :
1. Menggunakan gain dan offset.
Data yang diperlukan adalah radiance atau reflectance multiple rescalling
factor (GAIN) dan additive rescalling factor (OFFSET).
2. Menggunakan nilai radiance atau reflectance maksimum dan minimum.
Berikut rumus dalam proses kalibrasi radiometrik untuk konversi Digital
Number menjadi Reflectance :
Rumus :
𝜌𝜆 ′= 𝑀𝜌 × 𝑄𝑐𝑎𝑙 + 𝐴𝜌
Dimana :
ρλ' : Nilai Spektral TOA Reflectance tanpa koreksi sudut matahari
Mρ : Nilai Reflectance Multiplicative band
(REFLECTANCE_MULT_BAND_x, dimana x adalah nomor band)

4
Qcal : Nilai Digital Number band tertentu
Aρ : Nilai Reflectance Additive band tertentu
(REFLECTANCE_ADD_BAND_x , di mana x adalah nomor Band)

Nilai ρλ' bukan nilai TOA Reflectance yang sebenarnya karena tidak
mengandung koreksi sudut elevasi matahari. Berikut rumus mencari nilai TOA
Reflectance sebenarnya :
𝜌𝜆 ′
𝜌𝜆 =
sin(𝜃)
Dimana :
ρλ = Nilai TOA Reflectance sebenarnya (tanpa satuan)
 = Sudut elevasi matahari
2.2.2 Koreksi Atmosfer
Ekadinata dkk. (2008) dalam Fuazi (2015) berpendapat bahwa koreksi
atmosfer merupakan salah satu algoritma koreksi radiometrik yang relatif baru.
Koreksi ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai parameter atmosfer
dalam proses koreksi. termasuk faktor musim, dan kondisi iklim di lokasi perekaman
citra (misalnya tropis, sub-tropis, dan lainnya). Kelebihannya ada pada
kemampuannya untuk memperbaiki gangguan atmosfer seperti kabut tipis, asap, dan
lain-lain.

Gambar 2. 3 Pengaruh Atmosfer Terhadap Data Citra (Jaelani, 2016)

Gambar 2.3 memperlihatkan bahwa atmosfer mampu mempengaruhi


gelombang elektromagnetik dari matahari ke objek dan dari objek ke sensor yang
menyebabkan terjadinya kesalahan pada data citra, dimana data citra yang diperoleh
dengan data yang diinginkan tidak sama. Kesalahan tersebut dapat diminimalkan
dengan melakukan koreksi atmosfer.
Pengaruh atmosfer (noise) menurut Jaelani (2016), secara umum dibagi
menjadi dua yaitu pengaruh yang disebabkan oleh :
1. Molekul, disebut sebagai raylegh scattering
2. Partikel, disebut sebagai mie scattering atau aerosol scattering

5
A. Koreksi Atmosfer DOS (Dark Object Substraction)
Menurut Ardiansyah (2015), prinsip metode ini adalah memperbaiki nilai
radiometrik (pixel value pada citra akibat gangguan atmosfer). Jika tidak ada
atmosfer, objek berwarna gelap atau biasanya berupa air dan bayangan awan
seharusnya memiliki nilai piksel 0, apabila pada objek tersebut tidak bernilai 0 maka
nilai tersebut adalah bias.
B. Koreksi Atmosfer FLAASH
Danoedoro (2012) menyebutkan bahwa program FLAASH mengoreksi citra
dengan menekan atau menghilangkan efek uap air, oksigen, karbondioksida, metana,
ozon dan hamburan molekular maupun aerosol berdasarkan kode transfer
MODTRSN-4. Koreksi ini diterapkan pada setiap piksel.
C. Koreksi Atmosfer 6SV
6SV (Second Simulation of a Satellite Signal in the Solar Spectrum Vector)
(Vermote et al., 1997) adalah kode komputer yang secara akurat mensimulasikan
transfer radiasi elektromagnetik sinyal optik melalui atmosfer. Kode 6S adalah versi
perbaikan dari 5S, dikembangkan oleh Laboratoire d’Optique Atmospherique, yang
memungkinkan perhitungan dekat nadir (down-looking) pesawat dan satelit
pengamatan, perhitungan untuk target elevasi, kondisi permukaan non-lambertian,
penyerapan molekul (O2,O3, H2O, CH4, N2O, CO). Akurasi perhitungan Rayleigh
dan efek penghamburan aerosol didasarkan pada penggunaan pendekatan state-of-
the-art dan implementasi dari algoritma hamburan (SOS). 6S mensimulasikan
transfer radiasi atmosfer pada kisaran spektral 400-2500 nm pada resolusi spektral
2,5 nm. Namun demikian, kode 6S masih memiliki keterbatasan, dia tidak dapat
menangani spherical atmosfer dan hasilnya, itu tidak dapat digunakan untuk limb
observation. Toolbox atmosfer LUT Generator (ALG) ay 1,2 mendukung
penggunaan vektor versi terbaru kode 6S (6SV2.1) (Kotchenova et al., 2006,
Kotchenova et al., 2007, Kotchenova et al., 2008). 6SV2.1 dirilis pada Juni 2015.
Prinsip utama dari koreksi atmosfer 6SV yaitu dengan memasukkan
beberapa parameter mengenai tanggal akuisisi citra, model atmosfer, model aerosol,
dan visibility pada daerah daerah penelitian untuk mendapatkan koefisien parameter
xa, xb, dan xc (Vermote, 1997). Persamaan mtode 6SV sebagai berikut :

𝑦 = 𝑥𝑎 . 𝐿𝜆 − 𝑥𝑏
𝑎𝑐𝑟 = 𝑦(1 + 𝑐𝑥 . 𝑦)

Dimana acr adalah atmospheric correction reflectance, 𝐿𝜆 adalah nilai radian


ToA, 𝑅𝑟𝑠𝜆 adalah remote sensing reflectance, dan xa, xb, xc adalah koefisien
parameter koreksi atmosfer. citra yang sudah dikoreksi akan dibagi dengan π untuk
mendapatkan Rrs(λ) atau Reflectance Remote Sensing (satuan sr-1 ).

6
BAB III
PELAKSANAAN

3.1 Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini sebagai berikut :
a. Alat
 Laptop / PC
 Mouse
 Software ENVI 5.1
 Software BEAM VISAT
b. Bahan
 Data Landsat 8 C1 LC81190652015286LGN01 path 119 / row 65, tanggal akuisisi
13 Oktober 2015
 Data Landsat 8 L1T LC81190652015286LGN00 path 119 / row 65, tanggal
akuisisi 13 Oktober 2015
3.2 Koreksi Atmosfer Data Landsat 8 (L1T) Menggunakan Second Simulation of a
Satellite Signal in the Solar Spectrum Vector (6SV)
3.2.1 Perhitungan Parameter Xa, Xb, dan Xc Melalui Website 6s.ltdri.org
Parameter xa, xb, dan xc digunakan untuk melakukan koreksi atmosfer. Dimana
parameter-parameter tersebut diperoleh melalui proses pada website 6SV. Tahap-
tahap perhitungan parameter tersebut sebagai berikut :
1. Buka website http://6s.ltdri.org/.

2. Kemudian pilih Run 6SV dan klik Submit untuk memulai proses perhitungan
parameter.

7
3. Pilih menu Geometric Correction kemudian pilih User’s, User’s dipilih karena
website ini tidak memiliki pengolahan khusus untuk citra Landsat 8, kemudian
klik Submit.

4. Masukkan kondisi geometrik yang terdapat pada meta data citra satelit, sesuai
dengan data yang dibutuhkan. Berikut besarnmya kondisi-kondisi geometrik :
Day = 13
Month = 10
Solar Zenithal Angle = 90 – Solar elevation angle
= 90 - 65.66776213
= 24.33223787
Solar Azimuthal Angle = 92.48483736
Sensor Zenithal Angle = roll_angle : - 0.001
Sensor Azimuthal Angle = 0.06

Dimana, besarnya nilai sensor zenith angle sama dengan nilai pada istilah
ROLL_ANGLE yang ada pada metadata.

Sedangkan untuk memperoleh nilai sensor azimuth angle, perlu dilakukan


perhitungan terlebih dahulu. Dalam perhitungan ini perlukan data yang tersedia
pada metadata, berikut adalah data yang diperlukan :
CORNER_UL_LAT_PRODUCT = -6.17978
CORNER_UL_LON_PRODUCT = 110.53992
CORNER_LL_LAT_PRODUCT = -8.28830
CORNER_LL_LON_PRODUCT = 110.53778

8
Lakukan konversi nilai data koordinat diatas ke dalam format DMS (degrees,
minutes, seconds). Dengan menggunakan konversi online pada
http://www.satsig.net/degrees-minutes-seconds-calculator.htm.

Kemudian masukkan satu per satu koordinat diatas kedalam kolom Decimal
Degrees. Kemudian klik “Click to calculate” untuk melakukan proses konversi.

Sehingga akan dihasilkan hasil proses konversi sebagai berikut :

Setelah semua koordinat terkonversi, menghitung jarak antara kedua koordinat


diatas dengan menggunakan perhitungan jarak 2 koordinat online pada
http://www.fcc.gov/encyclopedia/distance-and-azimuths-between-two-sets-
coordinates. Masukkan besarnya nilai kedua koordinat yang sudah dalam
format DMS. Masukkan koordinat pertama ke kolom “Enter the Initial
Coordinates in Dagrees, Minutes, and Seconds :”. Sedangkan koordinat kedua

9
masukkan ke dalam kolom “Enter the Second Set of Coordinates in Dagrees,
Minutes, and Seconds :”

Kemudian klik Calculate.

Sehingga akan dihasilkan perhitungan jarak antar kedua koordinat sebagai


berikut :

Nilai sensor azimuth angle diperoleh dari besarnya nilai “Azimuth, Point 2 to
Point 1 : “. Misalnya pada proses ini dihasilkan besar nilai sensor azimuth angle
adalah 0,06 ˚.

5. Kemudian, masukkan semua kondisi geometrik kedalam kolom-kolom yang


ada, sebagai berikut :

10
6. Selanjutnya pilih Atmospherical Model. Pilih Atmospheric Profil dengan
Tropical, hal ini dikarenakan wilayah yang diambil pada citra berada pada
wilayah yang memiliki 2 musim. Dan tentukan Continental Model pada
Aerosol Model, hal ini dikarenakan area citra yang akan digunakan pada proses
ini merupakan daratan. Sehingga pada Atmospherical Model ini isikan dengan
kondisi objek pada citra yang digunakan.

7. Kemudian masukkan nilai horizontal visibility yang didapat dari laman


https://www.wunderground.com/history/airport/WARR/2015/10/13/DailyHist
ory.html?req_city=Surabaya&req_state=&req_statename=Indonesia&reqdb.z
ip=00000&reqdb.magic=9&reqdb.wmo=96933&MR=1

11
Untuk memperolehnya masukkan tanggal akuisisi data citra sesuai dengan
informasi pada metadata. Masukkan kedalam kolom, “change the weather
history date :”. Kemudian klik View untuk melihat hasilnya.

Sehingga akan dihasilkan sebagai berikut :

Sedangkan, nilai visibility di peroleh dari nilai yang berada dikolom Wind 
Visibility. Dimana dalam proses ini memiliki nilai visibility sebesar 8 km.

Masukkan pada Atmospheric Conditions tepatnya pada kolom kedua dengan


nilai 8.

12
8. Setelah itu pilih Target & Sensor Altitude, kemudian pilih target altitude
dengan sea level dan sensor altitude dengan satellite level lalu klik Submit.

9. Kemudian pilih Spectral Condition dan gunakan same filter function = 1, lalu
klik Submit.

10. Selanjutnya, masukkan besarnya batasan dari kanal yang akan diolah, yaitu
sesui dengan panjang gelompang sebagai berikut :

13
11. Pada Ground Reflectance pilih Homogenous Effect dan pada Directional Effect
pilih No Directional Effect, kemudian klik Submit.

12. Selanjutnya pada Input Ground Reflectance pilih sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya pada saat ini digunakan mean spectral value of green vegetation.

14
13. Kemudian pada Signals, pilih Atmospheric Corection With Lambertian
Assumption lalu pilih reflectance kemudian klik Submit.

14. Kemudian klik Result. Kemudian klik Output file untuk memperoleh hasil dari
parameter-parameter yang dibutuhkan.

15. Sehingga akan dihasilkan kurang lebih 3-4 halaman. Namun data yang dipakai
adalah data pada bagian Atmospheric Correction Result yakni nilai xa, xb, xc
sebagai berikut :

15
16. Lakukan kembali langkah-langkah diatas untuk memperoleh parameter pada
band 1-7.
3.2.2 Koreksi Atmosfer Menggunakan Parameter Xa, Xb, dan Xc pada ENVI
Koreksi atmosfer menggunakan parameter xa, xb, dan xc bertujuan untuk
mendapatkan nilai relfektan. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut :
1. Lakukan proses pemotongan terhadap citra dengan menggunakan Subset Data
from ROI’s pada toolbox

2. Kemudian pilih kanal yang berisikan band multispektral serta masukkan juga
batasan area pemotongan yang telah kita miliki dalam format .evf melalui
menu Open  EVF File. Kemudian klik OK.

3. Kemudian klik batas area yang digunakan untuk proses memotong. Serta
tentukan lokasi penyimpanan  Klik OK.

4. Setelah itu, koreksi atmosfer menggunakan metode 6SV, dilakukan dengan


menggunakan software ENVI. Pertama, lakukan proses konversi DNs ke

16
Radian menggunakan toolbox yang tersedia pada ENVI. Cari Radiometric
Calibration pada toolbox.

5. Pilih metadata yang berisikan kanal-kanal multispektral. Kemudian klik OK.

6. Tentukan parameter-parameter dalam kalibrasi radiometrik, diantaranya : tipe


kalibrasi, tipe output data, scale factor, dan lokasi penyimpanan sebagai
berikut :

Kemudian klik OK. Tunggu hingga proses kalibrasi radiometrik selesai.


7. Berikut adalah hasil dari kalibrasi radiometrik DNs to Reflectance

17
8. Kemudian hitung besarnya nilai yλ dengan menggunakan bantuan toolbox
Band Math yang tersedia pada ENVI.

9. Tuliskan formula dalam menghitung yλ sesuai dengan formula berikut :


yλ = xaλ * (Lλ) - xbλ

Dimana nilai xa dan xb merupakan parameter tiap band yang didapatkan dari
proses 6SV pada website yang telah dilakukan sebelumnya.
10. Kemudian klik OK, dan definisikan B1. Dimana, B1 merupakan band 1 yang
telah terkonversi kedalam format radian. Tak lupa tentukan juga lokasi
penyimpanannya.

18
11. Tunggu hingga proses selesai. Sehingga akan dihasilkan sebagai berikut :

12. Kemudian lakukan langkah 9 - 11 untuk band 2 - 7.


13. Setelah itu untuk mengkonversi ke dalam nilai reflektan digunakan formula
pada toolbox Bandmath sebagai berikut :
acrλ = yλ/(1+xcλ* yλ)

14. Dimana, nilai xc merupakan nilai yang didapat dari hasil perhitungan
parameter tiap bandnya.
15. Kemudian definisiakan B2, dimana B2 merupakan kanal yang merupakan
kanal hasil yλ. Dan tentukan lokasi penyimpannya juga. Lalu klik OK.

19
16. Sehingga akan dihasilkan citra dengan hasil sebagai berikut :

17. Untuk mengecek apakah proses telah benar, klik ikon . Kemudian arahkan
ke sembarang tempat, jika pada window Cursor Value kolom Data memiliki
nilai 0-1, maka dapat dikatakan proses koreksi atmosfer telah berhasil.

18. Lakukan proses 13-16 untuk band 2 hingga 7.


19. Untuk melihat hasil koreksi, lakukan Layer Stacking untuk ketujuh band yang
telah terkoreksi atmosfer
Berikut adalah hasil koreksi atmosfer untuk kombinasi band 432

20
3.3 Koreksi Atmosfer Data Landsat 8 C1
Data Landsat 8 C1 merupakan data citra yang telah terkoreksi atmosferik oleh USGS.
Dimana nilai yang dibawa oleh citra adalah nilai reflektan permukaan. Namun nilai
reflektan permukaan yang dibawa adalah bukan nilai sebenarnya, melainkan nilai reflektan
permukaan yang diberikan suatu faktor pengali (0.0001) atau faktor pembagi (x/10000).
Faktor pengali ini diberikan untuk meringkas atau memperkecil ukuran data citra yang
telah terkoreksi atmosferik, mengingat data tersebut sebenarnya berukuran besar. Oleh
karena itu, nilai reflektan permukaan bawaan tersebut harus diubah menjadi nilai reflektan
permukaan yang sebenarnya dengan mengalikan masing-masing band terhadap scale
factor. Spesifikasi reflektan permukaan dari data Landsat 8 C1 sebagai berikut :
Tabel 3. 1 Spesifikasi Reflektan Permukaan Data Landsat 8 C1

(Sumber : USGS, 2017)

21
Berikut adalah langkah-langkah dalam mengubah nilai reflektan permukaan yang
sebenarnya :
1. Buka data Landsat 8 yang telah terkoreksi atmosferik (nama file dibubuhi dengan
“_sr_”) melalui menu Data Manager, kemudian lakukan penggabungan ketujuh
band melalui menu Layer Stacking. Pilih menu Layer Stacking pada toolbox

2. Pada window Layer Stacking Parameters, klik Import dan pilih ketujuh band yang
akan digabung  OK

Pilih zona 49S dan Cubic Convolution pada kolom Resampling  tentukan nama
dan direktori hasil  OK  maka proses penggabungan akan berlangsung
3. Kemudian lakukan pemotongan citra berukuran 25 x 25 m melalui menu Subset
Data from ROIs pada toolbox. Gunakan data ROI yang sama pada pengolahan 6SV
sebelumnya.
4. Kemudian lakukan perkalian scale factor terhadap ketujuh band melalui menu
Band Math pada toolbox.

5. Pada window Band Math, masukkan formula B1 * 0.0001, dimana 0.0001 adalah
scale factor dari ketujuh band Landsat 8 C1 dan B1 adalah band 1.

22
6. Definisikan B1 kemudian tentukan nama dan direktori hasil  OK

7. Pilih menu Cursor Value untuk memastikan bahwa data telah berhasil diproses.

Gambar tersebut menunjukkan perbedaan nilai yang ditampilkan pada kolom Data,
dimana Data pada Reflectance B1 memiliki nilai yang telah dikalikan oleh scale
factor. Nilai tersebut adalah nilai reflektan permukaan yang sebenarnya.
8. Lakukan langkah 4 – 7 untuk band 2 hingga band 7 untuk menghasilkan reflektan
masing-masing band tersebut.
9. Jika perlu, lakukan penggabungan band atau Layer Stacking pada band-band yang
telah diketahui nilai reflektannya (band 1-7 yang telah dikalikan scale factor).
10. Berikut adalah tampilan RGB kombinasi band 432 reflektan permukaan yang
sebenarnya

23
3.4 Hasil dan Analisis
A. Nilai Reflektan Hasil Pengolahan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut :

Berdasarkan kedua statistik data diatas, diketahui bahwa hasil kedua koreksi atmosfer
yang dilakukan secara manual menggunakan metode 6SV dan hasil proses yang dilakukan
oleh USGS. Nilai minimal berada pada nilai -0 untuk hasil koreksi atmosfer 6SV dan 0
untuk koreksi atmosfer USGS. Sedangkan, nilai maksimal keduanya memiliki besar nilai
lebih dari 1.
Seperti yang kita ketahui bahwa nilai reflektan permukaan memiliki nilai pada kisaran
0 – 1. Rumus tersebut diaplikasikan pada band 1 sampai band 7 pada Landsat 8 L1T dan
Landsat 8 C1.Sehingga perlu dilakukan koreksi pada band-band tersebut. Rumus koreksi
tersebut sebagai berikut :

24
(BAND le 0)*0+(BAND ge 1)*1+(BAND gt 0 and BAND lt 1)*float(BAND)/1
Sehingga diperoleh reflektan pada kisaran 0 – 1 seperti yang ditampilkan pada data
statistik berikut :

Praktikum ini menghasilkan dua jenis data Landsat 8 yang telah terkoreksi atmosfer
dan membawa nilai reflektan permukaan. Reflektan permukaan yang dihasilkan oleh
proses koreksi atmosfer dengan metode 6SV berbeda dengan nilai reflektan permukaan
dari citra satelit Landsat 8 C1 yang telah terkoreksi atmosfer oleh USGS. Perbedaan
tersebut ditunjukkan pada gambar di bawah ini :

Landsat 8
L1T

Landsat 8
C1

Perbedaan tersebut bisa terjadi dalam proses perhitungan parameter xa, xb dan xc pada
website 6SV. Mengingat dalam perhitungan tersebut, dimasukkan banyak parameter-

25
parameter seperti aerosol, model atmosfer, target dan sensor altitude, dan lain-lain. Dimana
parameter-parameter tersebut mengandung kesalahan, karena parameter yang dipilih
berupa asumsi dari pengolah data.
B. Perbandingan Nilai Reflektan Landsat 8 L1T Menggunakan Metode 6SV dengan
Nilai Reflektan Landsat 8 C1 Terkoreksi Atomosfer
Diagram berikut ini menunjukkan perbandingan masing-masing band dari nilai
reflektan permukaan kedua data Landsat 8 :

Perbandingan band 1 data Landsat 8 L1T dan Landsat 8 C1

Perbandingan band 2 data Landsat 8 L1T dan Landsat 8 C1

Perbandingan band 3 data Landsat 8 L1T dan Landsat 8 C1

26
Perbandingan band 4 data Landsat 8 L1T dan Landsat 8 C1

Perbandingan band 5 data Landsat 8 L1T dan Landsat 8 C1

Histogram tersebut menunjukkan bahwa tidak ada nilai piksel yang sama dari relektan
permukaan kedua data Landsat 8.

27
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Nilai reflektan yang dihasilkan menggunakan metode 6SV berbeda dengan nilai
reflektan dari citra satelit Landsat 8 L1T yang telah terkoreksi atmosfer oleh USGS,
Perbedaan tersebut bisa terjadi dalam proses perhitungan parameter xa, xb dan xc
pada website 6SV. Mengingat dalam perhitungan tersebut, dimasukkan banyak
parameter-parameter seperti aerosol, model atmosfer, target dan sensor altitude, dan
lain-lain. Dimana parameter-parameter tersebut mengandung kesalahan, karena
parameter yang dipilih berupa asumsi dari pengolah data.
2. Perbedaan kedua nilai reflektan tersebut dinyatakan berbeda melalui histogram
yang diolah pada BEAM VISAT, histogram tersebut menunjukkan bahwa tidak ada
nilai reflektan yang sama dari kedua data citra tersebut.

4.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan
sebagai berikut :
1. Sebaiknya membaca dan memahami terlebih dahulu materi yang berhubungan
dengan koreksi atmosferik menggunakan metode 6SV sebelum melakukan
praktikum
2. Sebaiknya lebih teliti dalam memasukkan informasi-informasi untuk menghitung
parameter xa, xb dan xc.

28
DAFTAR PUSTAKA

Lilik, dkk. 2016. Analisis Pengaruh Koreksi Atmosfer Terhadap Estimasi Kandungan Klorofil-
A Menggunakan Citra Landsat 8. Jurnal Geodesi UNDIP
USGS. 2017. Product Guide : Landsat 8 Surface Reflectance Code (LASRC) Product.
Department of the Interior U.S. Geological Survey
USGS. 2014. Using the USGS Landsat 8 Product. http://landsat.usgs.gov/Landsat8_Using_
Product.php
http://6s.ltdri.org/. Diakses pada 29 September 2017 jam 10.00

29
LAMPIRAN

A. Metadata Landsat 8 L1T


GROUP = L1_METADATA_FILE
GROUP = METADATA_FILE_INFO
ORIGIN = "Image courtesy of the U.S. Geological Survey"
REQUEST_ID = "0501510136984_00014"
LANDSAT_SCENE_ID = "LC81190652015286LGN00"
FILE_DATE = 2015-10-13T06:40:22Z
STATION_ID = "LGN"
PROCESSING_SOFTWARE_VERSION = "LPGS_2.5.1"
END_GROUP = METADATA_FILE_INFO
GROUP = PRODUCT_METADATA
DATA_TYPE = "L1T"
ELEVATION_SOURCE = "GLS2000"
OUTPUT_FORMAT = "GEOTIFF"
SPACECRAFT_ID = "LANDSAT_8"
SENSOR_ID = "OLI_TIRS"
WRS_PATH = 119
WRS_ROW = 65
NADIR_OFFNADIR = "NADIR"
TARGET_WRS_PATH = 119
TARGET_WRS_ROW = 65
DATE_ACQUIRED = 2015-10-13
SCENE_CENTER_TIME = "02:41:57.2719691Z"
CORNER_UL_LAT_PRODUCT = -6.17978
CORNER_UL_LON_PRODUCT = 110.53992
CORNER_UR_LAT_PRODUCT = -6.17756
CORNER_UR_LON_PRODUCT = 112.60329
CORNER_LL_LAT_PRODUCT = -8.28830
CORNER_LL_LON_PRODUCT = 110.53778
CORNER_LR_LAT_PRODUCT = -8.28532
CORNER_LR_LON_PRODUCT = 112.61075
CORNER_UL_PROJECTION_X_PRODUCT = 449100.000
CORNER_UL_PROJECTION_Y_PRODUCT = -683100.000
CORNER_UR_PROJECTION_X_PRODUCT = 677400.000
CORNER_UR_PROJECTION_Y_PRODUCT = -683100.000
CORNER_LL_PROJECTION_X_PRODUCT = 449100.000
CORNER_LL_PROJECTION_Y_PRODUCT = -916200.000
CORNER_LR_PROJECTION_X_PRODUCT = 677400.000
CORNER_LR_PROJECTION_Y_PRODUCT = -916200.000
PANCHROMATIC_LINES = 15541
PANCHROMATIC_SAMPLES = 15221
REFLECTIVE_LINES = 7771
REFLECTIVE_SAMPLES = 7611
THERMAL_LINES = 7771
THERMAL_SAMPLES = 7611
FILE_NAME_BAND_1 = "LC81190652015286LGN00_B1.TIF"
FILE_NAME_BAND_2 = "LC81190652015286LGN00_B2.TIF"
FILE_NAME_BAND_3 = "LC81190652015286LGN00_B3.TIF"
FILE_NAME_BAND_4 = "LC81190652015286LGN00_B4.TIF"
FILE_NAME_BAND_5 = "LC81190652015286LGN00_B5.TIF"
FILE_NAME_BAND_6 = "LC81190652015286LGN00_B6.TIF"
FILE_NAME_BAND_7 = "LC81190652015286LGN00_B7.TIF"

30
FILE_NAME_BAND_8 = "LC81190652015286LGN00_B8.TIF"
FILE_NAME_BAND_9 = "LC81190652015286LGN00_B9.TIF"
FILE_NAME_BAND_10 = "LC81190652015286LGN00_B10.TIF"
FILE_NAME_BAND_11 = "LC81190652015286LGN00_B11.TIF"
FILE_NAME_BAND_QUALITY = "LC81190652015286LGN00_BQA.TIF"
METADATA_FILE_NAME = "LC81190652015286LGN00_MTL.txt"
BPF_NAME_OLI = "LO8BPF20151013021725_20151013035754.01"
BPF_NAME_TIRS = "LT8BPF20151013021331_20151013030335.01"
CPF_NAME = "L8CPF20151001_20151231.01"
RLUT_FILE_NAME = "L8RLUT20150303_20431231v11.h5"
END_GROUP = PRODUCT_METADATA
GROUP = IMAGE_ATTRIBUTES
CLOUD_COVER = 2.13
CLOUD_COVER_LAND = 2.12
IMAGE_QUALITY_OLI = 9
IMAGE_QUALITY_TIRS = 9
TIRS_SSM_POSITION_STATUS = "NOMINAL"
ROLL_ANGLE = -0.001
SUN_AZIMUTH = 92.48483736
SUN_ELEVATION = 65.66776213
EARTH_SUN_DISTANCE = 0.9979311
GROUND_CONTROL_POINTS_VERSION = 2
GROUND_CONTROL_POINTS_MODEL = 268
GEOMETRIC_RMSE_MODEL = 7.837
GEOMETRIC_RMSE_MODEL_Y = 5.957
GEOMETRIC_RMSE_MODEL_X = 5.092
GROUND_CONTROL_POINTS_VERIFY = 72
GEOMETRIC_RMSE_VERIFY = 5.120
END_GROUP = IMAGE_ATTRIBUTES
GROUP = MIN_MAX_RADIANCE
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_1 = 763.21747
RADIANCE_MINIMUM_BAND_1 = -63.02674
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_2 = 781.54395
RADIANCE_MINIMUM_BAND_2 = -64.54015
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_3 = 720.18610
RADIANCE_MINIMUM_BAND_3 = -59.47320
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_4 = 607.30145
RADIANCE_MINIMUM_BAND_4 = -50.15115
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_5 = 371.63821
RADIANCE_MINIMUM_BAND_5 = -30.69000
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_6 = 92.42304
RADIANCE_MINIMUM_BAND_6 = -7.63233
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_7 = 31.15151
RADIANCE_MINIMUM_BAND_7 = -2.57250
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_8 = 687.29816
RADIANCE_MINIMUM_BAND_8 = -56.75731
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_9 = 145.24464
RADIANCE_MINIMUM_BAND_9 = -11.99435
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_10 = 22.00180
RADIANCE_MINIMUM_BAND_10 = 0.10033
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_11 = 22.00180
RADIANCE_MINIMUM_BAND_11 = 0.10033
END_GROUP = MIN_MAX_RADIANCE
GROUP = MIN_MAX_REFLECTANCE
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_1 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_1 = -0.099980

31
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_2 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_2 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_3 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_3 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_4 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_4 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_5 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_5 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_6 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_6 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_7 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_7 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_8 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_8 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_9 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_9 = -0.099980
END_GROUP = MIN_MAX_REFLECTANCE
GROUP = MIN_MAX_PIXEL_VALUE
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_1 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_1 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_2 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_2 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_3 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_3 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_4 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_4 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_5 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_5 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_6 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_6 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_7 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_7 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_8 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_8 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_9 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_9 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_10 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_10 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_11 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_11 = 1
END_GROUP = MIN_MAX_PIXEL_VALUE
GROUP = RADIOMETRIC_RESCALING
RADIANCE_MULT_BAND_1 = 1.2608E-02
RADIANCE_MULT_BAND_2 = 1.2911E-02
RADIANCE_MULT_BAND_3 = 1.1897E-02
RADIANCE_MULT_BAND_4 = 1.0032E-02
RADIANCE_MULT_BAND_5 = 6.1392E-03
RADIANCE_MULT_BAND_6 = 1.5268E-03
RADIANCE_MULT_BAND_7 = 5.1460E-04
RADIANCE_MULT_BAND_8 = 1.1354E-02
RADIANCE_MULT_BAND_9 = 2.3993E-03
RADIANCE_MULT_BAND_10 = 3.3420E-04
RADIANCE_MULT_BAND_11 = 3.3420E-04
RADIANCE_ADD_BAND_1 = -63.03935
RADIANCE_ADD_BAND_2 = -64.55307
RADIANCE_ADD_BAND_3 = -59.48510

32
RADIANCE_ADD_BAND_4 = -50.16119
RADIANCE_ADD_BAND_5 = -30.69614
RADIANCE_ADD_BAND_6 = -7.63385
RADIANCE_ADD_BAND_7 = -2.57302
RADIANCE_ADD_BAND_8 = -56.76866
RADIANCE_ADD_BAND_9 = -11.99675
RADIANCE_ADD_BAND_10 = 0.10000
RADIANCE_ADD_BAND_11 = 0.10000
REFLECTANCE_MULT_BAND_1 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_2 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_3 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_4 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_5 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_6 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_7 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_8 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_9 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_ADD_BAND_1 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_2 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_3 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_4 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_5 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_6 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_7 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_8 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_9 = -0.100000
END_GROUP = RADIOMETRIC_RESCALING
GROUP = TIRS_THERMAL_CONSTANTS
K1_CONSTANT_BAND_10 = 774.8853
K1_CONSTANT_BAND_11 = 480.8883
K2_CONSTANT_BAND_10 = 1321.0789
K2_CONSTANT_BAND_11 = 1201.1442
END_GROUP = TIRS_THERMAL_CONSTANTS
GROUP = PROJECTION_PARAMETERS
MAP_PROJECTION = "UTM"
DATUM = "WGS84"
ELLIPSOID = "WGS84"
UTM_ZONE = 49
GRID_CELL_SIZE_PANCHROMATIC = 15.00
GRID_CELL_SIZE_REFLECTIVE = 30.00
GRID_CELL_SIZE_THERMAL = 30.00
ORIENTATION = "NORTH_UP"
RESAMPLING_OPTION = "CUBIC_CONVOLUTION"
END_GROUP = PROJECTION_PARAMETERS
END_GROUP = L1_METADATA_FILE
END

33
B. Metadata Landsat 8 C1
GROUP = L1_METADATA_FILE
GROUP = METADATA_FILE_INFO
ORIGIN = "Image courtesy of the U.S. Geological Survey"
REQUEST_ID = "0501704020895_00014"
LANDSAT_SCENE_ID = "LC81190652015286LGN01"
LANDSAT_PRODUCT_ID = "LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1"
COLLECTION_NUMBER = 01
FILE_DATE = 2017-04-03T02:39:55Z
STATION_ID = "LGN"
PROCESSING_SOFTWARE_VERSION = "LPGS_2.7.0"
END_GROUP = METADATA_FILE_INFO
GROUP = PRODUCT_METADATA
DATA_TYPE = "L1TP"
COLLECTION_CATEGORY = "T1"
ELEVATION_SOURCE = "GLS2000"
OUTPUT_FORMAT = "GEOTIFF"
SPACECRAFT_ID = "LANDSAT_8"
SENSOR_ID = "OLI_TIRS"
WRS_PATH = 119
WRS_ROW = 65
NADIR_OFFNADIR = "NADIR"
TARGET_WRS_PATH = 119
TARGET_WRS_ROW = 65
DATE_ACQUIRED = 2015-10-13
SCENE_CENTER_TIME = "02:41:57.2707730Z"
CORNER_UL_LAT_PRODUCT = -6.18250
CORNER_UL_LON_PRODUCT = 110.54263
CORNER_UR_LAT_PRODUCT = -6.18028
CORNER_UR_LON_PRODUCT = 112.60330
CORNER_LL_LAT_PRODUCT = -8.28559
CORNER_LL_LON_PRODUCT = 110.54051
CORNER_LR_LAT_PRODUCT = -8.28261
CORNER_LR_LON_PRODUCT = 112.61074
CORNER_UL_PROJECTION_X_PRODUCT = 449400.000
CORNER_UL_PROJECTION_Y_PRODUCT = -683400.000
CORNER_UR_PROJECTION_X_PRODUCT = 677400.000
CORNER_UR_PROJECTION_Y_PRODUCT = -683400.000
CORNER_LL_PROJECTION_X_PRODUCT = 449400.000
CORNER_LL_PROJECTION_Y_PRODUCT = -915900.000
CORNER_LR_PROJECTION_X_PRODUCT = 677400.000
CORNER_LR_PROJECTION_Y_PRODUCT = -915900.000
PANCHROMATIC_LINES = 15501
PANCHROMATIC_SAMPLES = 15201
REFLECTIVE_LINES = 7751
REFLECTIVE_SAMPLES = 7601
THERMAL_LINES = 7751
THERMAL_SAMPLES = 7601
FILE_NAME_BAND_1 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B1.TIF"
FILE_NAME_BAND_2 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B2.TIF"
FILE_NAME_BAND_3 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B3.TIF"

34
FILE_NAME_BAND_4 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B4.TIF"
FILE_NAME_BAND_5 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B5.TIF"
FILE_NAME_BAND_6 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B6.TIF"
FILE_NAME_BAND_7 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B7.TIF"
FILE_NAME_BAND_8 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B8.TIF"
FILE_NAME_BAND_9 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B9.TIF"
FILE_NAME_BAND_10 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B10.TIF"
FILE_NAME_BAND_11 =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_B11.TIF"
FILE_NAME_BAND_QUALITY =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_BQA.TIF"
ANGLE_COEFFICIENT_FILE_NAME =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_ANG.txt"
METADATA_FILE_NAME =
"LC08_L1TP_119065_20151013_20170403_01_T1_MTL.txt"
CPF_NAME = "LC08CPF_20151001_20151231_01.01"
BPF_NAME_OLI = "LO8BPF20151013021725_20151013035754.01"
BPF_NAME_TIRS = "LT8BPF20151013021331_20151013030335.01"
RLUT_FILE_NAME = "LC08RLUT_20150303_20431231_01_12.h5"
END_GROUP = PRODUCT_METADATA
GROUP = IMAGE_ATTRIBUTES
CLOUD_COVER = 6.31
CLOUD_COVER_LAND = 5.45
IMAGE_QUALITY_OLI = 9
IMAGE_QUALITY_TIRS = 9
TIRS_SSM_MODEL = "ACTUAL"
TIRS_SSM_POSITION_STATUS = "NOMINAL"
TIRS_STRAY_LIGHT_CORRECTION_SOURCE = "TIRS"
ROLL_ANGLE = -0.001
SUN_AZIMUTH = 92.48484309
SUN_ELEVATION = 65.66776734
EARTH_SUN_DISTANCE = 0.9979311
SATURATION_BAND_1 = "Y"
SATURATION_BAND_2 = "Y"
SATURATION_BAND_3 = "Y"
SATURATION_BAND_4 = "Y"
SATURATION_BAND_5 = "Y"
SATURATION_BAND_6 = "Y"
SATURATION_BAND_7 = "Y"
SATURATION_BAND_8 = "N"
SATURATION_BAND_9 = "N"
GROUND_CONTROL_POINTS_VERSION = 4
GROUND_CONTROL_POINTS_MODEL = 268
GEOMETRIC_RMSE_MODEL = 7.808
GEOMETRIC_RMSE_MODEL_Y = 5.976
GEOMETRIC_RMSE_MODEL_X = 5.025
GROUND_CONTROL_POINTS_VERIFY = 55
GEOMETRIC_RMSE_VERIFY = 4.078
TRUNCATION_OLI = "UPPER"

35
END_GROUP = IMAGE_ATTRIBUTES
GROUP = MIN_MAX_RADIANCE
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_1 = 763.21747
RADIANCE_MINIMUM_BAND_1 = -63.02674
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_2 = 781.54395
RADIANCE_MINIMUM_BAND_2 = -64.54015
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_3 = 720.18610
RADIANCE_MINIMUM_BAND_3 = -59.47320
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_4 = 607.30145
RADIANCE_MINIMUM_BAND_4 = -50.15115
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_5 = 371.63821
RADIANCE_MINIMUM_BAND_5 = -30.69000
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_6 = 92.42304
RADIANCE_MINIMUM_BAND_6 = -7.63233
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_7 = 31.15151
RADIANCE_MINIMUM_BAND_7 = -2.57250
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_8 = 687.29816
RADIANCE_MINIMUM_BAND_8 = -56.75731
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_9 = 145.24464
RADIANCE_MINIMUM_BAND_9 = -11.99435
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_10 = 22.00180
RADIANCE_MINIMUM_BAND_10 = 0.10033
RADIANCE_MAXIMUM_BAND_11 = 22.00180
RADIANCE_MINIMUM_BAND_11 = 0.10033
END_GROUP = MIN_MAX_RADIANCE
GROUP = MIN_MAX_REFLECTANCE
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_1 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_1 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_2 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_2 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_3 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_3 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_4 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_4 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_5 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_5 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_6 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_6 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_7 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_7 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_8 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_8 = -0.099980
REFLECTANCE_MAXIMUM_BAND_9 = 1.210700
REFLECTANCE_MINIMUM_BAND_9 = -0.099980
END_GROUP = MIN_MAX_REFLECTANCE
GROUP = MIN_MAX_PIXEL_VALUE
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_1 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_1 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_2 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_2 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_3 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_3 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_4 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_4 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_5 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_5 = 1

36
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_6 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_6 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_7 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_7 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_8 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_8 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_9 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_9 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_10 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_10 = 1
QUANTIZE_CAL_MAX_BAND_11 = 65535
QUANTIZE_CAL_MIN_BAND_11 = 1
END_GROUP = MIN_MAX_PIXEL_VALUE
GROUP = RADIOMETRIC_RESCALING
RADIANCE_MULT_BAND_1 = 1.2608E-02
RADIANCE_MULT_BAND_2 = 1.2911E-02
RADIANCE_MULT_BAND_3 = 1.1897E-02
RADIANCE_MULT_BAND_4 = 1.0032E-02
RADIANCE_MULT_BAND_5 = 6.1392E-03
RADIANCE_MULT_BAND_6 = 1.5268E-03
RADIANCE_MULT_BAND_7 = 5.1460E-04
RADIANCE_MULT_BAND_8 = 1.1354E-02
RADIANCE_MULT_BAND_9 = 2.3993E-03
RADIANCE_MULT_BAND_10 = 3.3420E-04
RADIANCE_MULT_BAND_11 = 3.3420E-04
RADIANCE_ADD_BAND_1 = -63.03935
RADIANCE_ADD_BAND_2 = -64.55307
RADIANCE_ADD_BAND_3 = -59.48510
RADIANCE_ADD_BAND_4 = -50.16119
RADIANCE_ADD_BAND_5 = -30.69614
RADIANCE_ADD_BAND_6 = -7.63385
RADIANCE_ADD_BAND_7 = -2.57302
RADIANCE_ADD_BAND_8 = -56.76866
RADIANCE_ADD_BAND_9 = -11.99675
RADIANCE_ADD_BAND_10 = 0.10000
RADIANCE_ADD_BAND_11 = 0.10000
REFLECTANCE_MULT_BAND_1 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_2 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_3 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_4 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_5 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_6 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_7 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_8 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_MULT_BAND_9 = 2.0000E-05
REFLECTANCE_ADD_BAND_1 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_2 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_3 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_4 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_5 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_6 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_7 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_8 = -0.100000
REFLECTANCE_ADD_BAND_9 = -0.100000
END_GROUP = RADIOMETRIC_RESCALING
GROUP = TIRS_THERMAL_CONSTANTS

37
K1_CONSTANT_BAND_10 = 774.8853
K2_CONSTANT_BAND_10 = 1321.0789
K1_CONSTANT_BAND_11 = 480.8883
K2_CONSTANT_BAND_11 = 1201.1442
END_GROUP = TIRS_THERMAL_CONSTANTS
GROUP = PROJECTION_PARAMETERS
MAP_PROJECTION = "UTM"
DATUM = "WGS84"
ELLIPSOID = "WGS84"
UTM_ZONE = 49
GRID_CELL_SIZE_PANCHROMATIC = 15.00
GRID_CELL_SIZE_REFLECTIVE = 30.00
GRID_CELL_SIZE_THERMAL = 30.00
ORIENTATION = "NORTH_UP"
RESAMPLING_OPTION = "CUBIC_CONVOLUTION"
END_GROUP = PROJECTION_PARAMETERS
END_GROUP = L1_METADATA_FILE
END

38
C. Hasil Pengolahan 6SV
Band 1
***************************************************************************
****
* atmospheric correction result *
* ----------------------------- *
* input apparent reflectance : 0.000 *
* measured radiance [w/m2/sr/mic] : 0.000 *
* atmospherically corrected reflectance *
* Lambertian case : -0.23689 *
* BRDF case : -0.23689 *
* coefficients xa xb xc : 0.00330 0.22467 0.22974
*
* y=xa*(measured radiance)-xb; acr=y/(1.+xc*y) *
***************************************************************************
****

Band 2
***************************************************************************
****
* atmospheric correction result
*
* -----------------------------
*
* input apparent reflectance : 0.000
*
* measured radiance [w/m2/sr/mic] : 0.000
*
* atmospherically corrected reflectance
*
* Lambertian case : -0.16617
*
* BRDF case : -0.16617
*
* coefficients xa xb xc : 0.00277 0.16079 0.20126
*
* y=xa*(measured radiance)-xb; acr=y/(1.+xc*y)
*
***************************************************************************
****

Band 3
***************************************************************************
****
* atmospheric correction result
*
* -----------------------------
*
* input apparent reflectance : 0.000
*
* measured radiance [w/m2/sr/mic] : 0.000
*
* atmospherically corrected reflectance
*
* Lambertian case : -0.09452
*

39
* BRDF case : -0.09452
*
* coefficients xa xb xc : 0.00276 0.09312 0.15873
*
* y=xa*(measured radiance)-xb; acr=y/(1.+xc*y)
*
***************************************************************************
****

Band 4
***************************************************************************
****
* atmospheric correction result
*
* -----------------------------
*
* input apparent reflectance : 0.000
*
* measured radiance [w/m2/sr/mic] : 0.000
*
* atmospherically corrected reflectance
*
* Lambertian case : -0.05872
*
* BRDF case : -0.05872
*
* coefficients xa xb xc : 0.00302 0.05828 0.12736
*
* y=xa*(measured radiance)-xb; acr=y/(1.+xc*y)
*
***************************************************************************
****

Band 5
***************************************************************************
****
* atmospheric correction result
*
* -----------------------------
*
* input apparent reflectance : 0.000
*
* measured radiance [w/m2/sr/mic] : 0.000
*
* atmospherically corrected reflectance
*
* Lambertian case : -0.02957
*
* BRDF case : -0.02957
*
* coefficients xa xb xc : 0.00426 0.02950 0.08680
*
* y=xa*(measured radiance)-xb; acr=y/(1.+xc*y)
*
***************************************************************************
****

40
Band 6
***************************************************************************
****
* atmospheric correction result
*
* -----------------------------
*
* input apparent reflectance : 0.000
*
* measured radiance [w/m2/sr/mic] : 0.000
*
* atmospherically corrected reflectance
*
* Lambertian case : -0.00857
*
* BRDF case : -0.00857
*
* coefficients xa xb xc : 0.01592 0.00857 0.03402
*
* y=xa*(measured radiance)-xb; acr=y/(1.+xc*y)
*
***************************************************************************
****

Band 7

***************************************************************************
****
* atmospheric correction result
*
* -----------------------------
*
* input apparent reflectance : 0.000
*
* measured radiance [w/m2/sr/mic] : 0.000
*
* atmospherically corrected reflectance
*
* Lambertian case : -0.00313
*
* BRDF case : -0.00313
*
* coefficients xa xb xc : 0.05073 0.00313 0.01822
*
* y=xa*(measured radiance)-xb; acr=y/(1.+xc*y)
*
***************************************************************************
****

41