Anda di halaman 1dari 21

SKENARIO

Bercak putih di lidah


Seorang pasien laki-laki berusia 43 tahun datang ke drg RSGM YARSI dengan keluhan
lidah terdapat bercak putih yang tidak terasa sakit. Pasien berusaha membersihkan bercak
tersebut dengan menyikat namun tidak dapat hilang. Pasien juga mengeluhkan bahwa lokasi
bercak berpindah tempat. Dokter gigi kemudian melakukan pemeriksaan klinis intra oral dan
menemukan lesi atrofi papilla di dorsal lidah. Dokter menduga diagnosis kerja adalah
Geographic tounge yang merupakan varian normal jaringan lunak di rongga mulut.

1
Identifikasi Kata Sulit
1. lesi : Kelainan patologis pada jaringan yang menimbulkan gejala
2. Atrofi : Penipisan mukosa atau kulit yang menyebabkan terlihatnya
pembuluh darah di jaringan
3. Pappila : Tonjolan yang berada pada permukaan atas atau punggung
lidah
4. Varian Normal : bukan merupakan suatu gambaran klinis yang tidak biasa,
tetapi ada beberapa gambaran klinis yang merupakan bukti adanya gambaran
klinis dari variasi normal rongga mult.
Pertanyaan
1. Apa saja Variasi Normal?
2. Bagaimana gambaran klinis Geographic tongue?
3. Apa etiologi Geographic tongue?
4. Bagaimana cara menetapkan diagnosis Geographic tongue?
5. Bagaimana cara penanganan Geographic tongue?
6. Bagaimana cara pencegahan Geographic tongue?
7. Apa Diagnosis banding Geographic tongue?
8. Apa prognosis dari Geographic tongue?
Jawaban
1. Fordyce granule, Hairy tongue, Fissure tongue, Makula, Torus (mandibularis dan
palatinus), Hyperpigmentasi, Geographic tongue, Linea alba, Ankyloglosia, Cheek
biting, Leukoedema, Makroglosia, Lingual varicosities, Papilitis, White sponge nevus,
Median rhomboid glositis
2. Ditandai dengan adanya area kemerahan dengan garis atau pita ke abu-abuan atau
putih yang melingkar dengan bentuk tidak teratur pada dorsal lidah. Asimtomatik,
tetapi terkadang timbul rasa terbakar atau iritasi. Karena adanya penebalan atau
penipisan papilla fungiformis dan melpas keratin superfisial dan papilla piliformis
3. Ideopatik tapi diperkirakan karena adanya faktor genetic, defisiensi nutrisi,
psikosomatik, hormonal dan infeksi jamur bakteri, alergi
4. Dapat dilakukan dengan cara menggali riwayat lesi dan melakukan pemeriksaan
klinis pada pasien

2
5. Dilakukan dengan pengobatan dan memberi larutan kumur dengan anastesi, larutan
kumur dengan antihistamin, salep atau obat kumur kortikosteroid, pemberian oabat
analgetik, dengan penjagaan OH yang baik dan edukasi pasien
6. Hindari makanan yang asam dan pedas, minuman bikarbonat, merokok, hindari
makanan yang menyebabkan mulut panas
7. Candidiasis, lichen planus.
8. Baik namun pada kasus tertentu diperlukan obat.

SKEMA

Rongga Mulut

Keadaan patologi Keadaan normal

Variasi Normal

Definisi Etiologi dan Gambaran Diagnosis Prognosis dan


predisposisi klinis dan DD penatalaksanaan

3
Sasaran belajar
LO I. Mampu memahami dan menjelaskan Variasi Normal
1.1 Definsi
1.2 Etiologi dan Predisposisi
1.3 Gambaran Klinis
1.4 Diagnosis dan differential diagnosis
1.5 Prognosis
1.6 Penatalaksanaan

LO II. Memahami dan Menjelaskan Pandangan Islam

2.1 Rasa Syukur

2.2 Memahami kenakegaragaman manusia yang di ciptakan oleh Allah

4
Pembahasan Sasaran Belajar
LO I. Mampu memahami dan menjelaskan Variasi Normal
1.1 Definisi Variasi Normal
Variasi normal rongga mulut bukan merupakan suatu gambaran klinis yang
tidak biasa, tetapi ada beberapa gambaran klinis yang merupakan bukti
adanya gambaran klinis dari variasi normal rongga mulut
1.2 Etiologi Variasi Normal
Biasanya tidak ada penyebab apapun dari variasi normal ini tetapi
kemungkinan karena adanya faktor genetik atau stress emosional
1.3 Gambaran klinis
Pada variasi normal rongga mulut menunjukkan penampakan simetris
bilateral pada lokasi atau perluasan, biasanya asimptomatik, statis atau tidak
berubah, dan merupakan variasi dari suatu jaringan normal yang akan lebih
terlihat seiring bertambahnya usia
Biasanya tidak ada penyebab apapun dari variasi normal ini tetapi
kemungkinan karena adanya faktor genetik atau stress emosional1

Klasifikasi variasi normal :

1. Torus ( palatinus dan mandibular )

- Definisi : Tonjolan tulang pada rahang, terletak pada garis tengah palatum (torus
palatinus) dan gingiva cekat lingual dari mandibular (torus mandibula).
- Etiologi dan Predisposisi : Penyebab utamanya tidak diketahui, namun teori saat ini
yang paling diterima adalah berhubungan dengan genetik. Torus diturunkan secara
autosomal dominan. Selain itu, adanya penggunaan jangka panjang phenytoin
merupakan faktor yang dapat meningkatkan ukuran torus karena phenytoin akan
mempengaruhi peningkatan hemostasis kalsium, berfungsi sebagai sebagai agen
osteogenik. Namun faktor ini bukan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan
terjadinya torus.
- Gambaran klinis : Torus mempunyai kontur yang licin, membulat, mukosanya
tampak normal atau sedikit pucat. Seringkali torus dijumpai mempunyai permukaan
yang bergelembung yang didalamnya terdiri dari tulang-tulang kortikal dengan

5
beberapa tulang spongiosa. Torus cenderung membesar perlahan dengan
bertambahnya usia, tetapi tetap tanpa gejala jika tidak terkena trauma.
- Diagnosis : Torus biasanya Nampak pada area premolar dan dapat multiple di
rongga mulut. Berdiameter 1,5 – 4 cm. torus mempunyai tempat-tempat yang
spesifik. Torus palatinus terletak di median line palatal, dan torus mendibula terletak
di sisi lingual dari alveolar, sedangkan bukal eksotosis terletak pada alveolar bagian
bukal.
- Diagnosis banding : Peripheral ossifying fibroma
- Prognosis : Prognosisnya baik. Torus biasanya disebabkan oleh trauma dan bisa
menjadi ulserasi kronis.
- Penatalaksanaan : Tidak di perlukan perwatan kecuali di dorong pertimbangan
estetik, prostodontik, psikologi atau trauma.2

2. Linea Alba

- Definisi : Linea alba merupakan Alur horizontal pada mukosa setinggi bidang
oklusal, meluas dari lip commissure sampai gigi posterior, biasanya berhubungan
dengan tekanan, iritasi friksional, atau sucking trauma. Berupa garis putih yang
lateral akibat dari hyperkeratosis trauma jaringan dari hasil gesekan gigi yang

6
berdekatan dan sesuai dengan konfigurasi gigi di daerah ini. Gesekan gigi-gigi
dapat menyebabkan perubahan-perubahan epitel yang menebal dan terdiri dari
jaringan hiperkeratotik.
- Etiologi dan Predisposisi : Frekuensi kontak geesekan dengan makanan dan gigi,
Efek dari merokok, tekstur makanan, dan penyebab iritasi lainnya, Adanya tekanan
atau isapan pada permukaan mukosa bukal gigi
- Gambaran Klinis : Lesi tampak sebagai garis putih yang lebihmenonjol
dibandingkan dengan sekitarnya. Terletak di sepanjang garis oklusi dan bersifat
asimptomatik.
- Diagnosis : Berupa garis putih yang dapat meluas komisura labialis sampai gigi
posterior. Garis putih yang lateral akibat dari hyperkeratosis trauma jatingan dari
hasil gesekan gigi yang berdekatan dan sesuai dengan konfigurasi gigi di daerah ini.
- Diagnosis Banding : Cheek biting, Candidiasis pseudomembran dan Lichen planus
tipe plak.
- Prognosis : Prognosis linea alba baik karena penderita hanya di instruksikan untuk
meningkatkan kebersihan gigi dan rongga mulut.
- Penatalaksanaan : Tidak diperlukan perwatan, hanya melakukan edukasi kepada
pasien untuk meningkatkan kebersihan gigi dan rongga mulut.3

7
3. Fordyce Granule

- Definisi: Kelenjar sebasea ektopik atau Sebaseous Choristomas (Jaringan normal


yang terdapat dalam lokasi yang abnormal) di dalam mukosa oral. Pada keadaan
normal, kelenjar sebasea ini terlihat di dalam dermal adnexa, yang berhubungan
dengan folikel rambut.
- Etiologi dari fordyce granule adalah developemental origin, dan bukan merupakan
suatu penyakit. Etiologi dan faktor pencetus penyakit Fox-Fordyce belum diketaui.
Beberapa faktor, misalnya pengaruh emosional atau hormonal, dan perubahan
kimiawi pada komponen keringan diduga berperan dalam mencetuskan penyakit
ini.
- Gambaran klinis: Fordyce granule muncul dalam bentuk papula berwarna putih
kekuningan yang multiple atau juga bias muncul sebagai papula berwarna putih,
sedikit menonjol, dan asimptomatik. Tempat predileksi penyakit ini adalah tepi
vermilion bibir atas, komisura, dan mukosa pipi.
- Diagnosis: Berdasarkan gamabaran klinis yang ditemukan
- Diagnosis banding: Lichen planus, leuokoplakia, kandidiasis
- Perawatan: Pada kasus ini sebenarnya tidak perlu dilakukan pembedahan. Namun
pada kasus dengan garis merah terang pada bibir atas mungkinharus dilakukan
pembedahan karena alas an mengganggu estetik

8
4. Hairy Tongue

- Definisi : Kelainan umum yang ditemukan, disebabkan oleh akumulasi keratin pada
papilla filiformis lidah sehingga menimbulkan gambaran seperti rambut
- Etilogi: Tidak diketahui. Faktor predisposisi yang berperan adalah kebersihan
mulut yang buruk, obat kumur yang teroksidasi, antiobiotika, merokok berlebihan,
terapi radiasi, stress emosional, infeksi bakteri, dan spesies Candida
- Gambaran klinis: Secara klinis lesi ini memiliki cirikhas berupa pemanjangan
papilla filiformis di dornal lidah, asimptomatik, kadang memanjang hingga
beberapa millimeter. Warna lesi bervariasi dari putih hingga cokelat atau hitam
- Diagnosis: Dibuat berdasarkan gambaran klinis yang ditemukan
- Diagnosis banding : Oral hairy leukoplakia dan pigmentasi papilla fungiformis
- Perawatan: Menghilangkan faktor predisposisi, menyikat lidah, dan menggunakan
bahan keratolitik lokal (asam trikloarosetat, podophyllin)

5. Cheek Biting

- Definisi : Lesi putih pada jaringan mulut yang disebabkan iritasi kronik
akibatmenyedot pipi yang berulang-ulang, menggigitnya, atau mengunyah.
- Etiologi : Terjadi pada orang yang stress/kegelisahan psikologinya sedang
bermasalah,sehingga menyebabkan bibir dan pipinya tergigit tidak sengaja.

9
- Faktor Predisposisi: Bad Habit, Gigi yang tajam atau runcing, Erupsi gigi
bungsu, Iatrogenic, Efek samping dari teeth grinding, Kelainan TMJ, Kelainan
penutupan rahang, Disfungsi otot
- Gambaran Klinis: Abrasi epithelium superficial, yang meninggalkan fragment
keputihan dengan latar belakang kemerahan. Lesi umumnya terbatas pada
mukosa labial bawah dan mukosa bukal garis oklusi
- Diagnosis : Tergantung gambaran klinis yang terlihat dan pemeriksaan secara
klinis.
- Diagnosis Banding: White Sponge Nevus dan Linea Alba.
- Prognosis: Baik.
- Perawatan : Hentikan kebiasaan buruk.4

6. Fissure Tongue

- Definisi : Suatu kondisi varian normal yang ditandai dengan adanya celah yang
dalam di dorsum lidah dan umumnya tidak ada gejala sakit.
- Etiologi: Penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, dugaan terkuat merupakan
kelainan yang diturunkan.
- Gambaran klinis: Bervariasi dalam bentuk, jumlah, kedalaman, dan panjang
serta pola dari celah tersebut, celah fissure terdapat lebih dari satu, asimtomatik.
- Diagnosis Banding : Fissure tongue cukup terlihat jelas pada tampilan klinisnya
sehingga jarang terjadi kesalahan diagnosis.

10
- Prognosis : Baik, namun pada beberapa keadaan bisa ada rasa terbakar atau
iritasi.
- Perawatan : Tidak perlu perawatan, hanya perlu menjaga Oral Hygeine agar
tidak ada debris atau makanan yang tertinggal pada celah.

7. Makula Melanotik

- Definisi : Lesi pigmentasi jinak pada rongga mulut yang ditandai dengan
meningkatnya pigmentasi melanin.
- Etiologi : post radang, trauma, tau kerusakan karena sinar matahari.
- Gambaran klinis : Dibatasi daerah yang rata, warna cokelat, hitam, biru atau
abu-abu.
- Diagnois banding: Melanoma superficial awal, amalgam tattoo, jika banyak
sindrom peutz jegher dan penyakit Addison.
- Prognosis : Baik
- Perawatan : Biopsi untuk menegakkan diagnosis definitif, tetapi tidak ada
perawatan yang diindikasikan.5

11
8. White Sponge Nevus

- Definisi : Merupakan genodermatosis yang jarang terjadi.


- Etiologi : Genetik. Penyakit diturunkan secara autosomal dominan.
- Gambaran Klinis : Tampak sebagai lesi putih disertai alur multipel dan tekstur
menyerupai spons. Lesi ini mungkin terlihat pada saat bayi lahir atau yang lebih
sering pada awal usia anak-anak. Tempat predileksi lesi ini adalah mukosa pipi
dan permukaan ventral lidah, walaupun mungkin saja terjadi di lokasi manapun
dalam mulut, bahkan di mukosa vagina ataupun rektum.
- Pemeriksaan Laboratorium : Pemeriksaan Histopatologi.
- Diagnosis Banding : Leukodema, leukoplakia, lichen planus, gigitan kronis,
diskeratosis kongenital, pachyonychia kongenital.
- Perawatan : Tidak diperlukan perawatan. 3

12
9. Median Rhomboid Glossitis

- Definisi : Merupakan suatu lesi yang jarang terjadi dan ditemukan secara
eksklusif di dorsum lidah.
- Etiologi : Diperkirakan karena kelainan perkembangan. Kemungkinan Candida
albicans juga terlibat dalam lesi ini.
- Gambaran Klinis : Lesi tampak sebagai daerah eritema berbatas jelas, berbentuk
jajaran genjang di midline dorsum lidah, di depan papilla circum vallata.
Permukaan lesi dapat halus atau berlobul.
- Diagnosis banding : Kandidiasis, limfangioma, geographic tongue, sifilis,
hemangioma, limfoma non- Hodgkin.
- Perawatan : Tidak diperlukan perawatan. 3

10. Lingual Varicositis

- Definisi : Varikositas lidah atau pelebaran vena adalah temuan umum pada orang
tua. Penyebabnya adalah penyumbatan vena oleh benda asing internal seperti
plak atau hilangnya elastisitas dinding vaskuler akibat penuaan. Keadaan ini
paling umum timbul superfisial pada permukaan ventral dari 2/3 anterior lidah
dan dapat meluas ke tepi lateralnya. Varikositas tampak sebagai pertumbuhan
noduler, berfluktuasi, merah-biru sampai ungu.

13
- Etiologi : Pembesaran pembuluh darah vena pada permukaan ventral lidah.
Penyebabnya adalah penyumbatan vena oleh benda asing internal seperti plak
atau hilangnya elastisitas dinding vaskuler akibat penuaan.
- Gambaran Klinis : Tonjolan berwarna biru pada permukaan ventral lidah.
Asimtomatis, biasanya pada usia lebih dari 60 tahun karena penurunan
elastisitas, terdapat di bibir dan mukosa bukal, bilateral.
- Prognosis : Baik
- Penatalaksanaan : Tidak ada perawatan yang diindikasikan tetapi jika berada di
bibir, dan bukan mukosa dibutuhkan surgery, cryosurgery (suatu prosedur
dimana jaringan dibekukan untuk membunuh sel-sel yang abnormal) dan
skleroterapi ( membuat vena menjadi sclerosis lalu hancur).

11. Papilitis

- Definisi : Kondisi medis di mana permukaan lidah, terutama papila fungiform,


meradang. Ini papila membesar
- Etiologi dan Faktor Predisposisi : Sensitivitas lingkungan lidah menekankan
perubahan hormonal atau fluktuasi (seperti dengan menstruasi), Gangguan
gastrointestinal, Makan jenis makanan tertentu (terutama yang bersifat asam atau
asam), Infeksi virus (terutama yang dengan virus herpes simplex). Eksim, Asma,
Alergi serbuk bunga, Merokok, Iritasi konstan lidah, Trauma atau menggigit
lidah

14
- Gambaran Klinis : Terdapat benjolan di lidah, asimptomatik
- Diagnosis Banding : Atrofi papilla
- Penatalaksanaan : Tidak ada perawatan khusus yang dilakukan, atau kadang
menggunakan obat kortikosteroid6

12. Geographic tongue

- Definisi : Geographic tongue atau eritema migran, merupakan lesi jinak yang sering
ditemukan, terutama terjadi pada lidah, jarangterjadi pada bagian mukosa mulut
lainnya.
- Etiologi : Etiologi sebenarnya masih belum diketahui, tetapi kemungkinan
berhubungan dengan stress emosional, defisiensi nutrisi, herediter, dan hormonal.
- Gambaran klinis : Terlihat bercak depapilasi eritematosa, berbatas jelas, dikelilingi
oleh tepi lesi yang berwarna putih dan lebih tinggi sedikit dibandingkan sekitarnya,
multipel, biasanya pada dorsum lidah.
- Diagnosis dan diagnosis banding : di dapat dari anamnesis dan pemeriksaan klinis.
Dari anamnesis diperoleh data-data seperti kemunculan lesi, waktu kambuh,
simptomatis atauu asimptomatis, riwayat penyakit, riwayat alergi, dan faktor
genetik. Sedangkan dari pemeriksaan klinis dapat diperoleh gambaran seperti peta
(geographic).
- Penatalaksanaan : Sebelum dilakukan perawatan, hal yang penting adalah
mengedukasi pasien bahwa kondisi geographic tongue tidak berbahaya. Ketika

15
geographic tongue yang timbul disertai rasa tidak nyaman dan ada rasa perih di lidah,
maka diberikan vitamin, obat kumur, anti anxietas, dan anti inflamasi. Jika
diperlukan pemberian obat anti inflamasi non-steroid (NSAIDs) dan topikal
kotikosteroid atau kortikosteroid sistemik.2

13. Ankyloglossia

- Definisi : Ankyloglossia atau tongue tie adalah perlekatan sebagian atau seluruh
lidah ke dasar mulut karena frenulum lingualis melekat terlalu jauh kedepan dan
terlihat pada posisi yang bervariasi, yang paling parah jika terletak pada apek lidah.
- Etiologi : Penyebab pasti pada kondisi ini belum diketahui, namun pada beberapa
kasus, penyakit ini bisa berkaitan dengan faktor genetik tertentu.
- Gambaran klinis : Dasar lidah melekat pada dasar mulut melalui frenulum yang
tebal, kencang atau pendek, menyebabkan gerakan lidah menjadi sangat terbatas.
- Diagnosis : Diagnosis pada kondisi seperti ini tidak mudah, penampakan atau
gambaran lidah saja tidak cukup untuk mendiagnosis tongu tie karena anatomi
frenulum yang bervariasi setiap individu. Beberapa ahli mengemukakan diagnosis
tongue tie berdasarkan evaluasi yang komprehensif termasuk observasi dan analisi
problem menyusui.

16
- Penatalaksanaan : Terdapat dua jenis perawatan pada ankyloglossia, yaitu dengan
cara non bedah dan bedah. Tindakan non bedah merupakan perbaikan posisi
menyusui sedangkan bedah dapat dilakukan frenotomi atau frenulotomi yaitu
tindakan pemotongan (insisi) frenulum di bawah lidah3

14. Leukodema

- Definisi : Kondisi kronis mukosa rongga mulut yang memiliki penampakan abu-
abu dan opak.
- Etiologi dan faktor predisposisi : Beberapa referensi mengatakan bahwa leukodema
merupakan hasil dari iritasi mukosa tingkat rendah yang terjadi secara berulang.
Faktor predisposisi nya korelasi dengan penggunaan tembakau atau rokok, dan juga
cheek biting.
- Gambaran klinis : Lesi berlipat-lipat dan berwarna putih sampai putih kebiru-biruan.
Penampakan awal berwarna putih keabuan pada leukodema mirip dengan
penampakan lesi awal leukoplakia. Lesi terlihat garis tepinya bercampur atau
bergabung dengan jaringan mukosa normail sekitarnya (batas diffuse). Biasanya
terjadai pada mukosa bukal secara bilateral.
- Diagnosis dan diagnosis banding : Diagnosis banding pada kondisi seperti ini adalah
leukoplakia, oral candidiasis, oral lichen planus, white sponge nevus, morsicatio
buccarum.

17
- Penatalaksanaan : Tidak ada perawatan dan tidak ada kemungkinan perubahan
menjadi keganasan.3

15. Makroglosia

- Definisi : Istilah yang dipakai untuk menunjukan ukuran lidah yang membesar
secara abnormal.
- Etiologi : Diklasifikasikan dalam 2 golongan utama, yaitu :
a. True makroglosia
Pembesaran lidah murni yang disebabkan oleh bertambahnya otot lidah dan
menimbulkan maloklusi gigi yang disebabkan tekanan lidah terhadap gigi.
b. Pseudo makroglosia
Kondisi lidah yang relatif besar, tetapi ukuran normal, karena kebiasaan
menjulurkan lidah, pembesaran tonsil, hipotonia pada lidah dan defisiensi
mandibula.
- Gambaran klinis : Ujung lidah atau tepi lidah melebihi oklusal gigi, adanya lekukan
pada tepi lidah yang menggambarkan bentuk gigi, adanya diastema, open bite,
malrelasi rahang.
- Diagnosis banding : Limfangioma

18
- Penatalaksanaan : Bergantung pada derajat keparahan dan potensi untuk
menimbulkan masalah dalam rongga mulut, makroglosia dapat ditangani dengan
tindakan bedah. 5

LO.II. Memahami dan Menjelaskan Pandangan Islam

1. Bersyukur

a. Surat Ibrahim ayat 7

ْ‫شكَرتُمْ لَئِنْ َربُّ ُكمْ تَأَذَّنَْ َو ِإذ‬


َ ْ‫ن َكفَرتُمْ َولَئِنْ ََْۖل َ ِزيدَ َّن ُكم‬ َ َ‫ل‬
َّْ ‫شدِيدْ َعذَا ِبي ِإ‬

Orang yang bersyukur, maka akan diberikan nikmat yang lebih banyak dan
berkah, sementara orang yang tidak pernah bersyukur maka ia akan diberi banyak
cobaan. Allah berfirman: “Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan:
‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, Kami pasti akan menambah nikmat
kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka sesungguhnya adzab-Ku
amatlah pedih’.”

b. Surat Al-Baqarah ayat 152

‫ل ِلي َواش ُك ُروا أَذ ُكر ُكمْ فَاذ ُك ُرونِي‬


ْ َ ‫َو‬
ِ ‫ت َكفُ ُر‬
ْ‫ون‬

19
Bahwasanya Allah akan selalu memperhatikan umatnya dan selalu
mengingatnya apabila ia selalu bersyukur. Allah berfirman: “Karenanya, ingatlah
kamu sekalian kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu dan bersyukurlah kepada-
Ku dan janganlah mengingkari nikmat-Ku.”

2. Memahami ke anekaragaman manusia yang di ciptakan oleh Allah

‫ن َخ َل ْقناك ُْم إِنَّا النَّاسُ أَيُّهَا يَا‬ َ َ ‫ّللاِ ِع ْن َُد أَك َْر َمك ُْم إِنَُّ ِلت‬
ُْ ‫عارفوا َوقَبائِ َُل شعوباُ َو َجعَ ْلناك ُْم َوأ ْنثى ذَكَرُ ِم‬ َُّ ‫ّللاَ إِنَُّ أَتْقاك ُْم‬
َُّ ُ‫ع ِليم‬
َ
ُ‫َخ ِبير‬
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu
di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)
Riwayat-Riwayat yang Berkaitan dengan Ayat ini:

Dalam beberapa riwayat Islam diceritakan bahwa suatu hari Nabi saw.
berkhutbah di Mekah dan berkata:ْ “Wahaiْ manusiaْ sesungguhnyaْ Allahْ telahْ
menghilangkan aib Jahiliyah dari pada kalian yang mengagungkan diri mereka dengan
ayah-ayah mereka. Sesungguhnya manusia itu ada dua macam yakni orang yang baik,
bertakwa dan mulia di sisi Allah kemudian orang yang jahat, celaka dan terhina di sisi
Allah. Dan manusia semuanya adalah keturunan Adam yang Allah ciptakan dari tanah,
Allah SWT berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

20
Daftar pustaka
1. Langlais P, Miler C. Atlas berwarna: kelainan rongga mulut yang lazim. Jakarta:
penerbit Hipokrates 1998.p.44-5,55-4,78-9
2. Garcia-Garcia AS, Jose Maria MG, Rafael GF, Angeles SR and Lucia OR. Current
Status of the Torus Palatinus and Torus Mandibularis. Med Oral Patol Cir Bucal, 2000.
3. Laskaris, George. Atlas Saku Penyakit Mulut. Ed. 2. – Jakarta : EGC, 2013.

4. Tyldesleyْ WR,ْ Fieldْ A,ْ Longmanْ L,ْ 2003.ْ Tyldesley’sْ Oralْ Medicineْ 5thْ edition.ْ
Oxford University Press.
5. Migliorati CA, Panagakos FS. Diagnosis and Management of Oral Lesions and
Conditions: Handbook for the Clinian. Croita, Rijeka; 2014; p.8-9.
6. Pedersen GW. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut. Jakarta. EGC,1996.

21

Anda mungkin juga menyukai