Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Air adalah materi di dalam kehidupan.Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri
dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari Tanpa minum air. Selain
itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada
di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadaman
kebakaran,tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang
manusia dapat juga ditularkan dan disebarkan melalui air.
Besi (Fe) adalah salah satuelemen kimiawi yang dapat ditemui pada hampir setiap tempat di
bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Senyawa besi dalam jumlah kecil di
dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh
memerlukan 7–35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Tetapi zat Fe yang melebihi dosis
yang diperlukan oleh tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan, yaitu warna kulit menjadi
hitam akibat akumulasi Fe, air minum yang mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual
apabila dikonsumsi, kadar Fe yang besar dapat merusak dinding usus, iritasi pada mata dan kulit,
kelarutan besi dalam air yang melebihi 10 mg/l akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk,
dan dapat terjadi hemokromatesis.
Makin tingginya pertumbuhan penduduk membuat berbagai pembangunan disetiap daerah
mulai digencarkan, tak jarang kawasan resapan air hujan, hutan lindung dan persawahan menjadi
korban, seperti halnya yang terjadi di salah satu Komplek Perumahan Depag perumahan kota
tangerang selatan yang dibangun diatas lahan bekas perswahan.
Sawah seringkali dibuka diatas lahan kering yang menyebabkan Fe bervalensi 2 meningkat,
terutama pada tanah yang mempunyai kandungan Fe tinggi. Tanah yang tergenang terus-menerus
menyebabkan hara Fe lebih meningkat. Sehingga menyebabkan air menjadi warna kekuningan,
padahal banyak diantara warga Komplek Perumahan Depag perumahan kota tangerang selatan
sebagai sumber air sehari-hari.

Melihat dari masalah diatas maka diperlukan suatu metode yang dapat digunakan untuk
mengurangi hingga menghilangkan kadar FE tersebut. Maka perlu dilakukan beberapa pengujian
efektivitas spray aerator yang dengan cara aerasi mampu mengurangi kadar FE dengan
penambahan kapur dan penggunaan slow sand filter dalam mengurangi flok-flok yang terbawa
oleh air.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan permasalahanya yaitu :
1. Memeriksa dan mengurangi atau menghilangkan kadar FE diKomplek Perumahan Depag
perumahan Depag, Tangerang Selatan?
2. Seberapa efektifkah penggunaan spray aerator, penambahan kapur dan slow sand filter
dalam mengurangi kadar FE diKomplek Perumahan Depag perumahan Depag,
Tangerang Selatan?
3. Menemukan metode yang efektif dan efisien dalam mengurangi kadar FE dalam air?
UJI EFEKTIVITAS SPRAY AERATOR, PENAMBAHAN KAPUR DAN
SLOW SAND FILTER DALAM MENGURANGI KADAR BESI (FE) DI
KOMPLEK PERUMAHAN DEPAG, TANGERANG SELATAN

FATHUL FITRIYAH ROSDYANI

P2.31.33.1.12.015

2DIV KESEHATAN LINGKUNGAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II

Jln. Hang Jebat III/F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan