Anda di halaman 1dari 67

PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

BAB –V
PENDEKATAN METEDOLOGI, PROGRAM KERJA,
ORGANISASI PERSONIL SERTA TENAGA PENDUKUNG

E.1 PENDEKATAN TEKNIS DAN METODOLOGI

Dalam proses pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Rehabilitasi Jembatan Koto Tuo


ini tentunya didekati dengan teori-teori dan prosedur secara teknis. Demikian juga, akan
diterapkan metodologi dan dirancang program kerja yang tepat. Sehingga diharapkan akan
tercapai maksud dan tujuan serta sasaran pekerjaannya. Pendekatan Teknis dan metodologi
yang akan dipakai akan dijabarkan dalam Bagian/Sub Bab berikut ini.

E.1.1 PENDEKATAN TEKNIS

Sesuai dengan Kerangka Acuan Pekerjaan Perencanaan Rehabilitasi Jembatan Koto


Tuo, tujuan pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan konsep perencanaan berupa gambar
rencana dan dokumen yang terpadu. Hal ini berguna sebagai panduan atau pedoman pada
waktu pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Perencanaan teknis jembatan harus memenuhi kriteria efisien ditinjau dari aspek
biaya konstruksi, operasional dan pemeliharaan dengan mengutamakan persyaratan
kekuatan, keselamatan, kenyamanan dan keawetan serta mempertimbangkan estetika.

Dalam penyiapan perencanaan teknis jembatan yang memenuhi kriteria tersebut di


atas, Konsultan akan bekerja berdasarkan metoda, spesifikasi dan persyaratan yang lazim
digunakan di Indonesia pada umumnya dan Standar jembatan Propinsi Khususnya.

DED Jembatan pada dasarnya harus dilakukan secara sistematis dengan


menerapkan pendekatan secara SIDKOM (Survai, Investigasi, Design, Konstruksi,
Operasional dan Pemeliharaan).

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 1


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

 Survai
Pada prinsipnya tujuan survai adalah mengumpulkan dan menganalisis data dan
informasi mengenai kondisi, situasi dan karakteristik medan, antara lain :
fisiografi dan morfologi, kondisi dan karakteristik topografi, kondisi dan
karakteristik lingkungan (tata guna lahan, pemukiman, dll). Produk pelaksanaan
survai adalah peta dasar topografi (base map) yang lengkap dan teliti, yang akan
dijadikan dasar untuk perencanaan alignment dan geometri.

 Investigasi
Pada prinsipnya tujuan kegiatan investigasi adalah mengumpulkan, menganalisis
data sepanjang koridor rencana alignment, serta merumuskan parameter yang
akan digunakan untuk perencanaan (design parameters) : data yang perlu
dikumpulkan, dianalisis dan dirumuskan adalah :

 Data geoteknik untuk pemilihan tipe struktur bangunan atas dan bangunan
bawah serta perencanaan pondasi dan soil improvement/treatment.
 Data geologi teknik yang digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan
tipe struktur.
 Data hidrografi, meliputi tinggi muka air sungai (termasuk fluktuasi
permukaan air sungai pada saat pasang surut), tinggi dan karakteristik
gelombang dan arus sungai serta jenis dan karakteristik angkutan sedimen
(sediment transported). Data ini diperlukan sebagai acuan untuk menetapkan
vertical clearence, serta perencanaan bangunan pelindung pilar jembatan di
sungai.
 Data lalu lintas kapal, digunakan sebagai dasar untuk menetapkan horizontal
dan vertical clearance).
 Data kegempaan, diperlukan untuk memilih tipe struktur serta design struktur
tahan gempa untuk periode ulang yang direncanakan.
 Data lalu lintas yang direncanakan akan melewati jembatan selama design
period yang direncanakan. Data ini diperlukan untuk digunakan sebagai dasar
untuk menetapkan lembar jembatan.
 Data karakteristik air sungai, terutama karakteristik kimia air sungai yang
diperkirakan dapat merusak elemen-elemen struktur (korosi pada baja dan
beton).

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 2


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Jika kadar kimia yang diperkirakan dapat merusak elemen struktur


melampaui ambang batas, maka perlu dilakukan tindakan preventif (misalnya
penggunaan puzzolan cement untuk elemen struktur yang terendam air
sungai).

 Data tentang harga satuan bahan dan upah yang diperlukan sebagai dasar
penyusunan analisis biaya.
 Desain
Dalam menyiapkan desain, Konsultan beberapa faktor di bawah ini akan
dijadikan bahan pertimbangan, yaitu :

 Design seefisien mungkin, dengan sebanyak mungkin menggunakan bahan


dalam negeri atau bahan yang mudah didapat.
 Memenuhi kriteria kekuatan, keselamatan, kenyamanan, dan keawetan,
sekurang-kurangnya sampai umur rencana yang ditetapkan.
 Cukup lancar dan aman bagi lalu lintas kapal yang melintas di bawah
jembatan pada alur pelayaran yang direncanakan.
 Pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan dengan metoda yang mudah serta
waktu pelaksanaan yang tidak terlalu lama.
 Tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif.
 Tipe struktur secara keseluruhan cukup sesuai dengan kondisi lingkungan
sekitarnya, sehingga menimbulkan kesan yang estetis.
Untuk itu, Konsultan akan menyiapkan beberapa alternatif pra rencana, dan
selanjutnya didiskusikan dengan Pemberi Tugas untuk menetapkan rencana yang
definitive. Setelah itu Konsultan baru akan melanjutkan dengan detailed design.
Dalam penyiapan bahan diskusi, setiap alternatif desain yang diusulkan akan
dilengkapi dengan keuntungan dan kerugiannya, ditinjau dari sifat struktur,
metoda pelaksanaan, waktu pelaksanaan dan estimasi biaya.

Di samping design struktur, dalam proses desain ini Konsultan akan menyiapkan
pula Peta Pembebasan Lahan (Land Acquisition Plan Map) yang akan digunakan
sebagai acuan pelaksanaan pembebasan lahan yang memuat luas tanah yang
perlu dibebaskan, jenis dan jumlah bangunan yang perlu ganti rugi, termasuk
tanam-tumbuh.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 3


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

 Konstruksi
Proses pelaksanaan konstruksi pada hakekatnya adalah mewujudkan fisik
bangunan jembatan yang sesuai dengan bentuk, dimensi, mutu dan persyaratan
yang ditetapkan dalam dokumen pelelangan/dokumen kontrak.

Agar pelaksanaan konstruksi menghasilkan produk yang direncanakan, selam


aperiode pelaksanaan harus dilakukan proses pengendalian mutu yang ketat.

 Operasional
Proses operasional pada hakekatnya adalah proses memfungsikan bangunan
jembatan untuk lalu lintas kendaraan dengan lancar dan aman. Untuk memenuhi
kriteria ini, dalam proses desain akan diakomodir factor-faktor yang berpengaruh
terhadap kelancaran dan keamanan pemakai jalan :

 Lebar dan jumlah lajur sesuai dengan perkiraan lalu lintas yang akan lewat
dengan kecepatan rencana tertentu, sehingga terhindar terhadap kemacetan
yang disusul dengan antrian yang panjang.
 Rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan di desain dengan memadai sesuai
kebutuhan.

 Pemeliharaan
Untuk mencapai umum rencana yang ditetapkan, selama periode operasional
perlu dilakukan pemeliharaan. Agar pemeliharaan rutin dapat dilakukan dengan
metoda yang mudah, maka dalam proses desain perlu mempertimbangkan
aspek-aspek sebagai berikut :

 Memilih tipe struktur yang pemeliharaan mudah


 Memilih komponen bahan yang relatif tahan terhadap kondisi lingkungan,
misalnya galvanized steel, beton kedap air.
 Jika jalan masuk (approach) merupakan timbunan tinggi di atas lapisan yang
kompresibel, perlu dilakukan perbaikan tanah untuk menghindari penurunan
akibat proses konsolidasi.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 4


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

E.1.2 METODOLOGI

Metodologi merupakan prosedur dan metoda untuk melakukan proses kegiatan


berdasarkan pendekatan yang sistematis untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan
persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, metodologi akan melibatkan
metoda kerja, personil yang melaksanakan, peralatan yang digunakan serta ciri-ciri produk
yang dihasilkan.

Berdasarkan pengertian yang sederhana ini, Konsultan akan menyajikan metodologi


yang digunakan untuk menyiapkan Pekerjaan Perencanaan Rehabilitasi Jembatan Koto Tuo
sesuai dengan ketentuan yang disajikan dalam Kerangka Acuan Kerja.

 Lingkup Kegiatan
Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja yang diberikan, Lingkup Kegiatan Perencanaan
Rehabilitasi Jembatan Koto Tuo ini antara lain :

1. Survey/penyelidikan lapangan, yang meliputi : survey pendahuluan (


Reconnaisance), survey pengukuran dan tophografi, penyelidikan tanah dan
material , dan survey hidrologi.
2. Melakukan Kompilasi data lapangan untuk dijadikan sebagai bahan analisis teknis
lebih lanjut.
3. Melakukan analisis teknis, yang meliputi:, analisa pengukuran dan topografi,
analisa potensi lingkungan di sekitar rencana jembatan, analisa prediksi potensi
lalu lintas, analisa tanah dan material, analisa hydrologi, analisa bangunan
pelengkap jembatan, analisa perancangan jembatan dan analisa struktur
jembatan dan membuat metoda pelaksanaan dalam pelaksanaannya.
4. Pembuatan gambar desain Jembatan.
5. Menghitung besaran biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan jembatan
tesebut.
6. Pembuatan dokumen tender.
7. Pembuatan laporan kemajuan pekerjaan dan mempresentasikan hasil pekerjaan.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 5


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

1. Survey/Penyelidikan Lapangan
Kegiatan pada umumnya didahului oleh pekerjaan Persiapan. Dalam Hal ini
Survey/Penyelidikan Lapangan termasuk dalam ruang lingkup pekerjaan persiapan ini.
Beberapa pekerjaan secara khusus dijabarkan antara lain :

 Survey Pendahuluan
Survai pendahuluan ini perlu dilakukan dengan tujuan :

1. Mengumpulkan data awal sebagai upaya untuk mengenali situasi, kondisi dan
karakteristik medan pada dan di sekitar lokasi yang akan digunakan sebagai bahan
kajian dalam penyiapan DED.
Data dan informasi yang perlu dikumpulkan antara lain :

o kondisi, situasi dan karakteristik medan pada lokasi jembatan,


o tata guna lahan dan pemukiman,
o jaringan jalan eksisting disekitar rencana lokasi jembatan,
o karakteristik hirdrometri dan hidrolik sungai Kapuas pada lokasi jembatan
o jenis, dan sifat tanah pada dan disekitar rencana lokasi jembatan,
o karakteristik lalu lintas sungai
2. Menyiapkan rencana kerja survai detail : topografi, geoteknik, hidrologi.
3. Penyiapan konsep metoda pelaksanaan (construction methods dan construction
planning).
 Survey Pengukuran dan Tophografi
a. Studi alinyemen dan geometrik
o Mengidentifikasi / memperkirakan secara tepat penerapan desain geometrik
(alinemen horisontal dan vertikal) berdasarkan pengalaman dan keahlian
yang harus dikuasai sepenuhnya oleh Highway Engineer yang
melaksanakan pekerjaan ini dengan melakukan pengukuran-pengukuran
secara sederhana dan benar (jarak, azimut, kemiringan dengan helling
meter) dan membuat sketsa desain alinemen horizontal maupun vertikal
secara khusus untuk lokasi-lokasi yang dianggap sulit untuk memastikan
trase yang dipilih akan dapat memenuhi persyaratan geometrik yang
dibuktikan dengan sketsa horizontal dan penampang memanjang rencana
trase jalan.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 6


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

o Didalam penarikan perkiraan desain alinyemen horizontal dan vertikal harus


sudah diperhitungkan dengan cermat sesuai dengan kebutuhan
perencanaan untuk lokasi-lokasi : galian dan timbunan.
o Semua kegiatan ini harus sudah dikonfirmasikan sewaktu mengambil
keputusan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan anggota team yang
saling terkait dalam pekerjaan ini.
o Di lapangan harus diberi/dibuat tanda-tanda berupa patok dan tanda anjir
dengan diberi tanda bendera sepanjang daerah rencana dengan interval 50
m untuk memudahkan tim pengukuran, serta pembuatan foto-foto penting
untuk pelaporan dan panduan dalam melakukan survey detail selanjutnya.
o Dari hasil survey recon ini secara kasar harus sudah bisa dihitung perkiraan
volume pekerjaan yang akan timbul serta bisa dibuatkan perkiraan rencana
biaya secara sederhana dan diharapkan dapat mendekati final desain.
b. Studi Topografi
o Menentukan awal dan akhir pengukuran serta pemasangan patok beton
Bench Mark diawal dan akhir proyek.
o Mengamati kondisi topografi dan terrein pada dan disekitar rencana lokasi
jembatan.
o Mencatat daerah-daerah yang akan dilakukan pengukuran khusus serta
morfologi dan lokasi yang perlu dilakukan perpanjangan koridor.
o Membuat rencana kerja untuk survey detail pengukuran
o Menyarankan posisi patok Bench Mark pada lokasi/titik yang akan dijadikan
referensi.
 Penyelidikan Tanah dan Material
Kegiatan yang dilaksanakan antara lain:

o Mengamati secara visual kondisi lapangan yang berkaitan dengan


karakteristik tanah dan batuan.
o Mengamati perkiraan lokasi sumber material (quarry) sepanjang lokasi
pekerjaan.
o Memberikan rekomendasi pada Highway Engineer dan Brigde Engineer
berkaitan dengan rencana trase jalan dan rencana jembatan yang akan
dipilih.
o Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi khusus (rawan longsor, dll)

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 7


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

o Mencatat lokasi yang akan dilakukan pengeboran maupun lokasi untuk test
pit
o Membuat rencana kerja untuk tim survai detail.
 Survey Hidrologi
Pekerjaaan Survey hidrologi ini juga terkait dengan hidrometri dan hidrolika, dimana
kegiatannya meliputi :

o Mengamati kondisi terrain pada daerah tangkapan sehubungand engan


bentuk dan kemiringan yang akan mempengaruhi pola aliran.
o Mengamati tata guna lahan.
o Menginventarisasi bangunan drainase existing.
o Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting.
o Membuat rencana kerja untuk survey detail.
o Mengamati karakter aliran sungai / morfologi yang mungkin berpengaruh
terhadap konstruksi dan saran-saran yang diperlukan untuk menjadi
pertimbangan dalam perencanaan berikut.
o Mengamati karakteristik hidrometri dan hidrolik sungai Kapuas, meliputi :
kecepatan dan karakteristik aliran, benda-benda hanyutan, transportasi
sedimen (sediment transport), potensi gerusan (lateral dan local scouring)
dan longsoran tebing sungai.
Pekerjaan/Kegiatan lain yang penting dan berhubungan erat dengan DED Jembatan
yang perlu dilaksanakan pada tahap pekerjaan survey/penyelidikan lapangan yang lain:

 Studi Rencana Jembatan


o Menentukan dan memperkirakan total panjang, lebar, kelas pembebanan jembatan,
tipe konstruksi, dengan pertimbangan terkait dengan LHR, estetika, lebar sungai,
kedalaman dasar sungai, profil sungai/ada tidaknya palung, kondisi arus dan arah
aliran, sifat-sifat sungai, scouring vertikal, horizontal, jenis material bangunan atas
yang tersedia dan paling efesien.
o Menentukan dan memperkirakan ukuran dan bahan tipe abutmen, pilar, fondasi,
bangunan pengaman (bila diperlukan) dengan mempertimbangkan lebar dan
kedalaman sungai, sifat tebing, sifat aliran, endapan/sedimentasi material, benda
hanyutan, scouring yang pernah terjadi.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 8


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

o Memperkirakan elevasi muka jembatan dengan mempertimbangkan MAB (banjir),


MAN (normal), MAR (rendah) dan banjir terbesar yang pernah terjadi.
o Menentukan dan memperkirakan lokasi jembatan dengan mempertimbangkan situasi
dan kondisi sekitar lokasi, profil sungai, arah arus/aliran sungai, scouring, segi
ekonomi, sosial, estetika yang terkait dengan alinyemen jalan, kecepatan lalu lintas
rencana, jembatan darurat, pembebanan tanah timbunan dan quarry.
o Dari hasi survey recon ini secara kasar harus sudah bisa dihitung perkirakan volume
pekerjaan yang akan timbul serta bisa dibuatkan perkiraan rencana biaya secara
sederhana dan diharapkan dapat mendekati final desain.
 Koordinasi dengan Instansi Terkait
Dalam hal ini tentunya berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kota Sungai Penuh c/q Kegiatan Perencanaan Rehabilitasi/Pemeliharaan
Jembatan Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2017.

 Studi Harga Satuan dan Upah


Sebagai acuan dan dasar untuk menentukan analisa perkiraan Biaya dari Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Nantinya.

2. Kompilasi Data Lapangan


Tahap ini adalah kompilasi Data. Data yang dikumpulkan pada tahap kegiatan
pengumpulan data dan survey pendahuluan dikompilasi untuk dasar pelaksanaan analisa
data:

Data tersebut meliputi :

1. Data Pengukuran Lapangan


2. Data Pengukuran Topografi
3. Data Survey Hidrologi
4. Data Penyelidikan Tanah (Geodetic dan Geotecnik)
5. Dll

3. Analisis Data
Melakukan analisis teknis, yang meliputi:

- analisa pengukuran dan topografi,


- analisa potensi lingkungan di sekitar rencana jembatan,

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 9


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

- analisa prediksi potensi lalu lintas,


- analisa tanah dan material,
- analisa hydrologi,
- analisa bangunan pelengkap jembatan,
- analisa perancangan jembatan
- analisa struktur jembatan
- membuat metoda pelaksanaan
- Analisa Dampak Lingkungan
- Analisa Survey Topografi
Pada tahap Analisis Data, konsultan akan mematangkan Konsep Pekerjaan Perencanaan
Rehabilitasi Jembatan Koto Tuo ini yang berupa Perencanaan Jembatan Secara Detil.

a. Perencanaan Detil:
1). Tujuan
Perencanaan Detail bertujuan untuk menyiapkan dokumen rencana teknis yang
memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditentukan.

 Memenuhi kriteria kekuatan, keselamatan, kenyamanan dan keawetan


selama umur rencana (minimum)
 Efesien dalam biaya konstruksi dan pemeliharaan
2). Lingkup Perencanaan Detail
 Penetapan kelas jembatan
 Penyusunan Desain Kriteria
 Penetapan panjang, lebar dan bentang jembatan
 Pemilihan tipe struktur bangunan atas, bangunan bawah dan pondasi
 Analisis kekuatan dan stabilitas struktur bangunan atas, bangunan bawah
dan pondasi
 Proses penggambaran
 Analisis volume pekerjaan dan biaya
 Penyusunan dokumen lelang
b. Perencanaan Detil Struktur
1) Kelas Jembatan
Penentuan Kelas Jembatan ini harus didasarkan Pada Lebar Lalu Lintas yang
bersangkutan. Terdapat 2 (dua) Klasifikasi Jembatan yaitu :

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 10


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

 Kelas A; Lebar Jalur Lalu-lintas 7,00 m (lajur ganda) ditambah 1,00 m


trotoar untuk pejalan kaki dan sandaran pada kiri-kanan jembatan.
 Kelas B; lebar jalur Lalu-lintas 6.00 m (lajur ganda) ditambah 0.5 m
trotoar untuk pejalan kaki dan sandaran pada kiri-kanan jembatan.
2) Acuan
Perencanaan harus senantiasa mengacu kepada prinsip-prinsip dasar
perencanaan dan pokok-pokok perencanaan yaitu :

1. Kekuatan dan stabilitas struktur


2. Kenyamanan bagi pengguna jembatan
3. Ekonomis
4. Keawetan dan kelayakan jangka panjang
5. Kemudahan pemeliharaan
6. Estetika
7. Dampak lingkungan pada tingkat yang wajar dan cenderung minimal
Perencanaan Jembatan mengacu kepada :

o Bridge Design Code, Bridge Management System 1992 dengan revisi sebagai
berikut :
- Bagian 2, Pembebanan untuk Jembatan, SK.SNI.T-02-2005
sesuai Kepmen PU No. 498/KPTS/M/2005.
- Bagian 6, Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan,
SK.SNI.T-02-2005 sesuai Kepmen PU No. 260/KPTS/M/2004.
- Bagian 7, Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan, SK.SNI.T-
03-2005 sesuai Kepmen PU No. 498/KPTS/2005.
o Bridge Design Manual, Bridge Management System 1992.
o Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Jembatan Jalan Raya,
SK.SNI.T-14-1990-03.
o Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota, No. 038/BM/1997.
o Peraturan-peraturan lainnya yang berkaitan dengan perencanaan Jembatan
Jalan Raya.
3) Pembebanan
Analisis struktur akan dihitung berdasarkan kombinasi pembebanan
sebagaimana telah diatur dalam kriteria desain :

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 11


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

(1) Beban Primer


 Beban Lajur ”D”
Beban Lajur “D” terdiri dan beban terbagi merata (Uniformly Distributed
Load, UDL) yang digabung dengan beban garis (Knife Edge Load, KEL)
seperti tentera pada Gambar dibawah.

Beban terbagi rata (UDL) mempunyai intensitas q kPa dimana besarnya q


tergantung pada panjang total yang dibebani L seperti berikut :

L ≤, 30 m : q = 8,0 kPa (= 0,81632 ton/m2)

L >, 30m : q = 8,0 (0,5+ 15/L) kPa

Beban garis (KEL) mempunyai intensitas p KN/m harus ditempatkan tegak


lurus dan arah lalu lintas pada jembatan. Besarnya intensitas p adalah
44,0 KN/m.

Sedangkan reduksi beban lajur “D” dapat dilihat pada gambar di bawah
ini.

Beban INTENSITAS
INTENSITAS
Garis KEL P kg/m
P kN/m

Arah Lalu
Lintas
INTENSITAS
INTENSITAS
qP kPa
kia

Beban Tersebar
Merata (UDL)

Gambar.3 Beban Lajur ”D”

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 12


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

UDL Bentang
10

UDL (kPa)
6 UDL (k Pa)
4

0
0 20 40 60 80 100 120

Bentang m

Gambar 4 Beban “D” : UDL vs Panjang dibebani

5m 4-9m
50 kN 200 kN 200 kN

25 kN 100 kN 100 kN
500 mm 500 mm
125 mm 200 mm
200 mm 200 mm
2.75 m

200 mm 200 mm 200 mm

125 mm 25 kN 100 kN 100 kN


500 mm 500 mm

Gambar 5. Pembebanan Truk “T”

 Beban Truk “T”

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 13


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

 Pembebanan truk “T” terdiri dari kendaraan truk semi trailer yang
mempunyai muatan sumbu dan susunan seperti terlihat dalam
Gambar di atas. Pembebanan truk “T” ini harus ditempatkan di
tengah-tengah lajur lalu lintas rencana.
 Posisi dan penyebaran pembebanan Truck T dalam arah
melintang.
 Terlepas dari panjang jembatan atau susunan bentang, hanya
ada satu kendaraan truk “T” yang bisa ditempatkan pada satu
lajur lalu lintas rencana.
 Beban Pejalan Kaki
Intensitas beban pejalan kaki untuk jembatan jalan raya tergantung
pada ruas beban yang dipikul oleh unsur yang direncana.
Bagaimanapun lantai dan gelagar yang langsung memikul pejalan kaki
harus direncanakan untuk 5 Kpa.

 Beban Tekanan Tanah


Tekanan tanah lateral mempunyai hubungan yang tidak linear dengan
sifat-sifat beban tanah. Tekanan tanah lateral ultimate dihitung
dengan menggunakan harga nominal ws c dan . Harga-harga dari c
dan  diperoleh dari harga nominal dengan menggunakan faktor
pengurangan kekuatan KcR dan KR.

 Gaya Aliran Air


Gaya seret nominal dan gaya layan pada pilar akibat aliran air
tergantung pada kecepatan sebagai berikut :

TEF = 0,5 x Cd x Vs2 x Ad

dimana :

Vs = kecepatan air rata-rata (m/dt) untuk keadaan batas


yang ditinjau

Cd = koefisien seret

Ad = luas proyeksi pilar tegak lurus arah aliran (m2)


dengan tinggi sama dengan kedalaman air.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 14


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Bila pilar tipe dinding membutuhkan sudut dengan arah aliran, gaya
angkat melintang cukup besar akan semakin meningkat. Harga
nominal dari gaya-gaya tersebut dalam arah tegak lurus gaya seret
adalah :

TEF = 0,5 x C1 x Vs2 x A1

dimana :

Vs = kecepatan air (m/dt)

C1 = koefisien angkat

A1 = luas proyeksi pilar sejajar arah aliran (m2) dengan


tinggi sama dengan kedalaman aliran.
KOEFISIEN KOEFISIEN
PIER SHAPE SERET ANGKAT
CD CL
< 900
 A rah A liran
0.8
CL

0 0
1.4 5 0.5
A rah A liran 10 0.9
20 0.9
 >30 1.0
0.7

A rah A liran

0.7 Tidak bisa Dipakai

Tabel 1. Koefisien Seret dan Angkut untuk Bermacam-macam


Pilar

 Gaya Akibat Tumbukkan dengan Batang Kayu (Log Impact)


Gaya ini dihitung dengan anggapan bahwa batang dengan massa
minimum sebesar 2 ton hanyut pada kecepatan aliran rencana harus
bisa ditahan dengan gaya maksimum berdasarkan lendutan ekivalen
pilar dengan rumus :

Tef = M x Va2

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 15


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

dimana :

M = massa batang kayu = 2 ton

Va = kecepatan air permukaan (m/dt) pada keadaan batas


yang ditinjau

d = lendutan elastis ekuivalen

(2) Beban Sekunder


 Beban Angin (Wind Load)
Gaya angin pada bangunan atas tergantung pada luas ekuivalen yang
diambil sebagai luas padat jembatan dalam elevasi proyeksi tegak
lurus.

Gaya nominal ultimate dan gaya layar jembatan akibat angin


tergantung kecepatan angin rencana seperti berikut :

TEW = 0,0006 CW (VW)2 AbkN

dimana :

VW = kecepatan angin rencana (m/det) untuk keadaan batas


yang ditinjau

CW = koefisien seret

Ab = luas ekivalen bagian samping jembatan (m2)

 Beban Suhu
Perubahan merata dalam suhu jembatan mengakibatkan
perpanjangan atau penyusutan seluruh panjang jembatan. Gerakan
tersebut umumnya kecil di Indonesia dan dapat diserap oleh
perletakan dengan gaya cukup kecil yang disalurkan ke bangunan
bawah oleh bangunan atas.

 Beban Rem

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 16


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Pengaruh pengereman dan percepatan dari lalu lintas harus


diperhitungkan sebagai gaya dalam arah memanjang dan dianggap
bekerja pada permukaan lantai jembatan.

Gaya rem yang bekerja dipengaruhi oleh panjang struktur dan tidak
dipengaruhi oleh lebar jembatan, seperti terlihat pada tabel di bawah
ini.

Tabel 2. Tabel Gaya Rem

Panjang Struktur Gaya Rem S.L.S (KN)

L  80 250

80  L  180 2,5 (L) + 50

L  180 500

a. Catatan : Gaya Rem U.L.S adalah 2,0 gaya rem S.L.S


 Gaya Gempa
Pengaruh gempa pada jembatan sederhana dapat disimulasikan oleh
suatu beban statistik ekuivalen, sedangkan untuk jembatan besar,
rumit atau penting dapat diperlukan analisa dinamis.

Beban rencana gempa minimum diperoleh dari rumus berikut :

T eq = Kh . I . Wt , dimana

Kh = C.S

dimana :

Teq = gaya geser total dalam arah yang ditinjau (kN)

Kh = koefisien beban gempa horisontal

C = koefisien geser dasar untuk daerah waktu dan kondisi


setempat yang sesuai

I = faktor kepentingan

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 17


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

S = faktor tipe bangunan

Wt = berat total nominal bangunan yang mempengaruhi


percepatan gempa diambil sebagai beban mati
ditambah beban mati tambahan (kN)

 Gaya Gesekan
Gaya gesekan pada perletakan termasuk pengaruh kekakuan geser
dari perletakan elastomer. Gaya akibat gesekan pada perletakan
dihitung dengan menggunakan hanya beban tetap dan harga rata-rata
dari koefisien gesekan.

(3) Beban Khusus


 Gaya Sentrifugal (Centrifugal Forces)
Untuk jembatan yang mempunyai lengkung horisontal harus
diperhitungkan pembebanan lalu lintas untuk seluruh bagian
bangunan. Gaya sentrifugal harus bekerja pada permukaan lantai
dengan arah keluar secara radial dan harus sebanding dengan
pembebanan total pada suatu titik berdasarkan rumus :

V2
TR = 0,006 r TT

dimana :

TR = gaya sentrifugal yang bekerja pada bagian jembatan

TT = pembebanan lalu lintas total yang bekerja pada


bagian yang sama

V = kecepatan lalu lintas rencana.

r = jari-jari lengkungan (m)

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 18


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

 Beban Tumbukan
Penyangga jembatan dalam daerah lalu lintas harus direncanakan
agar menahan tumbukan sesaat atau dilengkapi dengan penghalang
pengamanan yang khusus direncanakan.

Tumbukan kendaraan diambil sebagai beban statis S.L.S sebesar 100


KN pada 100 terhadap garis pusat jalan pada tinggi sebesar 1,80 m.

 Beban Pelaksanaan
Beban pelaksanaan terdiri atas :

o beban yang disebabkan oleh aktifitas pelaksanaan itu sendiri.


o beban akibat adanya aksi dari lingkungan yang timbul selama
pelaksanaan.
 Gaya Apung
Permukaan air rendah dan tinggi harus ditentukan selama umur
bangunan dan digunakan untuk menghitung gaya apung.

Dalam memperkirakan pengaruh daya apung, harus ditinjau beberapa


ketentuan sebagai berikut :

o Pengaruh daya apung pada bangunan bawah (termasuk tiang) dan


beban mati bangunan atas.
o Syarat-syarat sistem ikatan dari bangunan atas.
o Syarat-syarat drainase dengan adanya rongga-rongga pada bagian
dalam supaya air bisa keluar pada waktu surut.

4) Bahan dan Kekuatan Dasar


Bagian ini membahas kekuatan bahan-bahan utama yang digunakan
untuk perencanaan struktur. Acuan yang dipergunakan adalah
referensi terakhir dari standar spesifikasi dan standar metoda
AASHTO, ASTM dan JIS.

 Beton
Penggunaan kelas beton dan kekuatan-kekuatan yang diperlukan
seperti ditunjukkan dalam dibawah ini.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 19


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

 Baja Tulangan
Jenis, ketentuan dan kekuatan leleh baja tulangan diuraikan
di Tabel dibawah ini.

 Baja Prategang
Notasi, diameter nominal dan kekuatan-kekuatan leleh dan putus
dari baja prategang seperti ditunjukkan di Tabel dibawah ini.

Tabel 3. Tabel KELAS BETON DAN PENGGUNAANNYA

Kelas
Beton Penggunaan pada Struktur

A-1 Beton Pratekan Pracetak Balok Box

A-2 Beton Pratekan Balox Box

A-3 Beton Pratekan Pracetak Balok I

A-4 Beton Pratekan Pracetak Balok U

A-5 Beton Pratekan Berongga

A-6 Beton Pratekan Pracetak Plat Berongga per unit

B-1 Plat dan Balok Silang dari Beton Pratekan Balok I

Beton Bertulang untuk lantai jembatan, Struktur pier


B-2 kolom, kontilever pierhead selain struktur jembatan
penyeberangan

B-3 Tiang pancang beton bertulang cor ditempat

B-4 Gorong-gorong pipa

Abutmen, plat injak, dinding penahan tanah, tangga pada


C-1 timbunan dan pondasi untuk tiang lampu penerangan
jalan

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 20


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

C-2 Gorong-gorong Box dan dinding sayap

C-3 Kerb

C-4 Tangga Jembatan Penyeberangan

C-5 Pier untuk jembatan penyeberangan

Dinding Penahan Tanah Tipe Gravity, Beton Trotoir,


D
Dinding Kepala

E Beton Levelling, Beton untuk pasangan batu

AA Tiang Pancang Beton Pratekan

Tipe-tipe fondasi yang lazim dilaksanakan’

Fondasi Telapak
Fondasi Dangkal
Fondasi Lajur Tiang Pra-cetak/

Tiang Pancang
Fondasi Tiang

Tiang Bor
Fondasi Dalam

Open Caisson
Fondasi Caisson
Pneumatic Caisson

Kedalaman Bearing

Layer (m) 10 20 30 40 50 > 60

Fondasi Dangkal

Pipa baja
Pondasi
Tiang
Profil H Baja

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 21


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Precast

Bore

Caisson Open
Fondasi
Pneumatic

Hal-hal yang harus di kontrol untuk berbagai fondasi adalah sebagai berikut :

Daya Dukung
Jenis Item Defleksi
Guling Geser
Horisontal
Pondasi Vertikal Horisontal

Fondasi Dangkal     

Fondasi Caisson     

Fondasi Tiang     

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 22


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Erection Type of Concrete Bridge Span Length ( m )


10 20 50 100 150 200 300
Method

I Beam

Simple Beam T Beam

Hollow Beam
Precast Beam

Continuous Beam T Beam

T Beam
Simple Beam
Composite I
Beam

Continuous Beam T Beam

Slab

Simple Beam T Beam

Box Beam
Falsework
Fixed

Slab

Continuous Beam T Beam

Box Beam

Movable Slab
Continuous Beam
Falsework T Beam

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 23


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Box Beam

Incremental
Continuous Girder Box Beam
Launching

One Hinge Rigid Box Beam


Frame
Cantilevering
Continuous Girder Box Beam

Arch
Slab
Truss

Rigid Frame
T Beam
Others Suspended Slab Br.

Cable Stayed Br.


Box Girder
Suspension Br.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 24


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

JENIS JEMBATAN BAJA

Span Length (m)


Type of Steel Bridge 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 160 170 180 190 200 250 500 1000
Simple Composite Rolled
H Beam

Simple Composite Plate


Girder

Simple Composite Box


Girder
Plate Girder

Continuous Non
Composite Plate Girder

Continuous Non
Composite Box Girder

Continuous Composite
Plate Girder

Steel Plate Deck Box


Girder

Rigid Frame

Simple Truss
Truss

Continuous (Cantilever)
Truss

Langer Girder
Type
Arch

Inversed Langer Girder

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 25


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Lohse Girder

Inversed Lohse Girder

Longer Truss

Trussed Langer Girder

Nielsen Type

Arch

Cable Stayed Bridge

Suspension Bdge

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 26


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Tabel 4. KEKUATAN BETON

Kuat Tekan Minimum 28 hari

Kelas Beton Dengan Tes Kubus Dengan Tes Silinder

(kg/cm2) (kg/cm2)

A - 1 s/d A - 4 450 400

A - 5 s/d B - 6 400 346

B - 1 s/d B - 4 350 290

C - 1 s/d C - 5 250 210

D 150 130

E 100 80

AA 600 500

Tabel 5. JENIS DAN KUAT LELEH BAJA TULANGAN

SII 0136-84 ASTM A 615

Tipe Kuat
Kuat Leleh
Grade Leleh Grade
kg/mm2
kg/mm2

Baja Polos BJTP – SR 2400 Grade 28


24 40

Baja BJTD - SD 4000 Grade 42


Bentukan 40 60

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 27


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Tabel 6. NOTASI, DIAMETER NOMINAL DAN KEKUATAN BAJA


PRATEGANG

Kuat Kuat
Notasi Diameter
Pemakaian Leleh Putus Keterangan
Nominal
kg/mm2 kg/mm2

PC Wire SWPR 1 PC Pipe 7 135 135 JIS G 3536


ASTM A 42

PC Bar SBPD PC Pipe 8 130 145 JIS G 3536


30/145 ASTM A 42

PC Wire SWPR 1 PC T-Girder 7 135 155 JIS G 3109


ASTM A 72

PC Wire SWPR 1 Diapragma 8 130 150 JIS G 3536


untuk Box ASTM A 42
Girder

PC 7 Wires Strand PC I-Girder T. 12.4 150 175 JIS G 3536


SWPR 7A dan PC ASTM A 416
Hollow

PC 7 Wires Strand PC I-Girder T. 12.7 160 190 JIS G 3536


SWPR 7B dan PC ASTM A 416
Hollow Core

PC 19 Wires Strand Diapragma T. 19.3 162 189 JIS G 3536


SWPR 19 untuk PC-I- ASTM A 416
Girder

PC 19 Wires Slab untuk T. 21.8 161 187 JIS G 3536


Strandf Box Girder ASTM A 416

PC Bar SBPR 80/95 Diapragma 23 80 95 JIS G 3536


untuk PC T- ASTM A 722

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 28


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Girder

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 29


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

Tabel 7 TEGANGAN IJIN BETON

Kelas Beton
Peruntukan
AA A1-A6 Catatan

Tegangan Ijin :

1. Tegangan Sementara sebelum kehilangan Tegangan Tekan


tegangan akibat rangkak dan susut Beton pada waktu
 batang pracetak transfer tegangan
 batang pasca tarik 240 168

154 - 176

2. Tegangan akibat Beban Layanan setelah 200 140 Fc’ = 280 – 320
terrjadi kehilangan

Tegangan Tarik Ijin :

1. Tegangan Sementara sebelum kehilangan


akibat rangkak dan susut
 tarik di zona tarik pra kompresi
 tarik di zona lain tanpa pengikatan 0
penulangan
13,3 - 14,0

2. Tegangan akibat beban layanan setelah -


terjadi kehilangan tegangan

 tarik dizona tarik prakompresi


14.9
a. Untuk batang-batang dengan
pengikatan penulangan (untuk daerah
pantai)
0
b. Untuk batang-batang tanpa
pengikatan penulangan
13,3 - 14,0
 tarik di daerah lain dengan tanpa

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 30


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

pengikatan
Tegangan Lampu akibat pengangkutan :

 Pengangkutan pasca tarik pada beban 210


layanan (tetapi tidak melebihi 0.9 fc’)
(252)

 Tegangan retak pada beban layanan 37

Tabel 8 TEGANGAN IJIN BAJA TULANGAN

Satuan : kg/cm2

Pemakaian BJTP – 24 BJTD - 40

Tegangan Ijin Tarik :

 Umum 1410 1810


 Di Bawah Air
1410 1610
 Lantai Dek
1410 1410

Tegangan Ijin Tekan 1410 1810

Tabel 9. KEKUATAN IJIN BAJA PRATEGANG

Satuan : (Kg/Cm2)

Tegangan Ijin 1 2 3 4 5 6 7 8

Prategang Awal 122 117 116 135 145 146 145 72

Setelah Prategang 108 105 102 123 133 132 131 66.5

Aplikasi Beban 93 90 87 105 114 113 112 57


Rencana

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 31


PERENCANAAN REHABILITASI JEMBATAN KOTO TUO USULAN TEKNIS

KETERANGAN :

1. PC Wire SWPR 107

2. PC Wire SWPR 108

3. PC Bar SPBD 130/145 08

4. PC-7 Wires Stand SWPR 7 AT 12.4

5. PC-7 Wires Stand SWPR 78 T. 1.2.7

6. PC-19-7 Wires Stand A Wpr 19 T 19.3

7. PC-19-7 Wires Stand SWPR 19 T. 21.8.

PC. Bar SBPR 80/95 023

5) Pemilihan Jenis Struktur


Struktur utama dari suatu jembatan terdiri dari bengunan atas, bangunan
bawah dan pondasi. Pemilihan jenis struktur utama dapat dipilih dari
beberapa alternatif yang disajikan pada Tabel dibawah ini.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 32


Tabel 10. TIPE STRUKTUR BANGUNAN ATAS JEMBATAN
PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

Tabel 11. TIPE STRUKTUR BANGUNAN BAWAH JEMBATAN

BANGUNAN TIPE TINGGI


MTARIAL KETERANGAN
BAWAH STRUKTUR MAKSIMUM (M)

Pasangan Gravity 5,0 Berat sendiri relatif


batu cukup besar

 Pile cap 2,0 Tidak ada potensi


lateral scouring
ABUTMEN
Beton  Dinding 5,0 Berfungsi sebagai
bertulang retaining structure

 Spoill 5,0
through
 Pile cap 2,0

Beton  Dinding 15,0


PIER
bertulang  Cantilever 8,0

 Portal 12,0

Tabel 12 TIPE STRUKTUR BANGUNAN BAWAH JEMBATAN

METODA TIPE UKURAN, CM


PENAMPANG KETERANGAN
KONSTRUKSI STRUKTUR MIN MAKS

TIANG  Tp. Beton Persegi 30 x 30 50 x 50  Kurang kuat


PANCANG Bertulang menahan gaya
lateral dan
momen
 PC Spun Pile Bundar D =40 D = 50  Cukup kuat
memikul momen
 TP Pipa Baja Bundar D = 40 D = 100  Kuat memikul

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 34


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

momen dan gaya


lateral
 Tipe open and
dapat menembus
1,5 – 2,0 m
kedalam lapisan
tanah keras
 TP Baja H 30 x 30 50 x 50  Kuat memikul
Profile H momen dan gaya
lateral
 Dapat menembus
lensa dan lapisan
pasir padat
setebal 2,0 – 2,5
m
 Bor Pile Bundar D = 60 D = 150  Pengecoran
dengan metode
Tremi
 Potensi segregasi
 Franki Pile Bundar D = 30 D = 50  Cukup baik untuk
priction piles

Pengaruh-pengaruh tersebut tidak diperiksa untuk beban ULS,


tetapi untuk beban SLS yang lebih kecil dan lebih sering terjadi,
dan didefinisikan sebagai beban-beban yang mempunyai 5 %
kemungkinan terlampaui dalam satu tahun.
 Syarat-Syarat Estetika
Dari sudut pandang estetika, maka harus dipilih suatu tipe
jembatan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya. Untuk
overpass, maka penampilan struktural dari bawah juga harus
dipertimbangkan.

 Syarat-Syarat Kemudahan Konstruksi

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 35


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

Pemilihan rencana harus mudah dilaksanakan. Perencanaan yang


sulit dilaksanakan dapat menyebabkan pelaksanaan proyek
terlambat dan peningkatan dalam segi biaya, sehingga sedapat
mungkin harus dihindari. Aspek pembangunan dan pemeliharaan
merupakan faktor penting dalam pemilihan tipe jembatan.
 Ekonomi Pembangunan
Perencanaan dengan biaya relatif lebih rendah dan sesuai dengan
pendanaan yang ada umumnya menjadi pilihan pertama.
Penekanan harus diberikan pada biaya umur total struktur yang
mencakup biaya pemeliharaan, dan tidak hanya pada biaya awal
konstruksi. Pada akhirnya tipe jembatan yang paling ekonomis
dipilih dari alternatif-alternatif yang memenuhi kondisi tersebut di
atas.
Untuk membandingkan biaya berbagai tipe jembatan, maka biaya
total konstruksi dari struktur bangunan atas, bangunan bawah,
dan pelaksanaan serta pemeliharaannya harus dipertimbangkan.

 Keawetan
Bahan struktural yang dipilih harus sesuai dengan lingkungan.
Bahan-bahan tersebut harus tahan terhadap pengaruh dari aspek-
aspek lingkungan yang dapat merusak kualitas struktur, seperti
pengaruh cuaca, pengaruh temperatur, dan keawetan struktur
terhadap umur rencana.

6) Perencanaan Ruang Bebas


a. Jembatan pada Sta. 0 + 200 pada ruas tersebut, bentang sungai
diperkirakan antara + 100,00 m’.
b. Jembatan pada Sta. 8 + 600 pada ruas tersebut, bentang sungai
diperkirakan antara + 20,00 m’
c. Jembatan pada Sta. 14 + 000 pada ruas tersebut, bentang sungai
diperkirakan antara + 15,00 m’
d. Jembatan pada Sta. 18 + 800 pada ruas tersebut, bentang sungai
diperkirakan antara + 20,00 m’

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 36


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

7) Persyaratan Struktural
a. Kekuatan Unsur Struktural dan Stabilitas Keseluruhan
Unsur-usur struktural dan stabilitas harus mempunyai kekuatan memadai
untuk menahan beban ULS - keadaan batas ultimate, dan struktur
sebagai kesatuan keseluruhan harus berada stabil pada pembebanan
tersebut. Beban ULS didefinisikan sebagai beban-beban yang mempunyai
5 % kemungkinan terlampaui selama umur rencana struktur.

b. Kelayanan Struktural
Struktur bangunan bawah jembatan dan pondasi harus tetap dalam
keadaan layan pada beban SLS - keadaan batas kelayanan. Hal ini berarti
bahwa struktur tidak boleh mengalami retakan, lendutan atau getaran
yang dapat mengakibatkan adanya kekhawatiran dari para pengguna
jembatan atau jembatan menjadi tidak layak untuk penggunaan atau
jembatan mempunyai pengurangan yang berarti dalam umur kelayanan.

8) Metoda Analisis Struktur


Analisis struktur jembatan akan dilakukan secara komputerisasi dengan
menggunakan perangkat lunak :
a. SAP 2000 version 7
b. STAAD Pro 2000
8)1 Analisis Stabilitas Pondasi

Tujuan

Pondasi merupakan bagian dari struktur bangunan yang berfungsi memikul


beban dan gaya-gaya yang diperhitungkan serta melimpahkan seluruh beban
dan gaya-gaya tersebut ke dalam lapisan pendukung dengan cukup kuat
tanpa terjadi deformasi atau deformasi masih dalam batas toleransi. Oleh
karena itu, tujuan dari analisis ini adalah menentukan jenis, tipe, dimensi dan
kedalaman pondasi yang memenuhi kriteria;
1) Cukup kuat memikul seluruh berat sendiri bangunan dan gaya-gaya lain
yang diperhitungkan dalam perencanaan.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 37


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

2) Tidak terjadi deformasi, baik vertikal maupun horizontal atau deformasi


tersebut masih dalam batas toleransi.
3) Jenis pondasi dapat dilaksanakan dengan relatif mudah dan tidak
menimbulkan dampak/gangguan disekitar lingkungan kerja.
Jenis Pondasi

Pada prinsipnya ada 3 jenis pondasi yang dapat digunakan untuk memikul
bangunan, yaitu :
1) Pondasi langsung
 Dapat dilaksanakan secara efektif sampai kedalaman maksimum 5 m.
 Dasar pondasi diletakkan pada lapisan dengan N>30, atau qc > 10
MPa
2) Pondasi sumuran dan open caisson
 Dapat dilaksanakan sampai kedalaman 5-10 m
 Dasar pondasi dimasukkan ke lapisan tanah keras, N≥30, atau qc≥15
MPa
3) Pondasi tiang
 Lapisan tanah pendukung terletak pada kedalaman > 10 m.
 Dapat berupa “friction pile” atau “point bearing pile”
Tipe pondasi tiang

Tergantung pada metoda pemasangannya kedalam tanah, pondasi tiang


dapat dikelompokkan menjadi 3 tipe, yaitu :
1) Tiang pancang
 Beton bertulang pracetak
 Beton prategang pracetak
 Baja
2) Biang bor (cast place)
3) Kombinasi tiang pancang dan cast place (misalnya west shell pile)
Mekanisme penyebaran beban

Jarak antara 2 tiang berdekatan pada umumnya diambil sebagai berikut :


 Bila 1,5<s<3,5D tiang diperhitungkan sebagai kelompok tiang
 Bila s>3,5D, maka tiang dalam kelompok diperhitungkan sebagai tiang
tunggal.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 38


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

Metoda Analisis

Analisis daya dukung aksial, tahanan lateral dan stabilitas pondasi tiang dapat
dilakukan dengan salah satu metoda sebagai berikut :
1) Metoda Bridge Management System
Metoda ini dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga sejak
tahun 1992.
Acuan : Brigdge Design Manual, section 8 – Design of Pile Foundations
2) Metoda Group 7.0
Analisis daya dukung aksial, tahanan lateral dan deformasi tiang akibat
pembebanan dapat dihitung secara “computerized” dengan menggunakan
metoda ini. Analisis dilakukan dengan bantuan software Group Version
7.0 yang dikembangkan oleh Ensoft, Inc. 3003 W. Howard Lane Austin
Texas, USA 78728.
3) Metoda Allpile 7.20
Seperti halnya metoda Group 7.0, metoda ini dapat digunakan untuk
analisis daya dukung aksial, tahanan lateral dan deformasi tiang secara
computerized dengan menggunakan software Allpile version 7.20 yang
dikembangkan oleh Departemen of Navy, Naval Facilities Engineering
Command, USA.
Kriteria Stabilitas

Stabilitas pondasi tiang diidentifikasi dari besarnya faktor keamanan, baik


untuk kondisi ultimate limit state maupun survice ability limit state. Besarnya
faktor keamanan :
Axial ultimate Capacity
SF   1,25
Axial ultimate Capacity
Lateral ultimate Capacity
SF   1,25
Lateral ultimate Capacity

4. Proses Penggambaran Disain Jembatan


Setelah Analisis Data telah dilakukan maka tahap selanjutnya adalah penggambaran
Disain Jembatan. Pada Proses Penggambaran ini konsultan harus senantiasa konsisten
terhadap data-data dan kerangka Acuan Kerja.

Proses Penggambaran dilakukan di kantor oleh Drafter/Drafman yang telah


berpengalaman pada DED Jembatan dengan melibatkan seluruh tim teknis tanpa terkecuali.
Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil keluaran Disain Berupa Gambar yang benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secara Teknis.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 39


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

Penggambaran merupakan kegiatan penyajian Hasil Pekerjaan Perencanaan


Rehabilitasi Jembatan Koto Tuo ini. Hasil DED Jembatan akan disajikan dalam gambar yang
memuat :

1. Umum
- Daftar gambar
- Peta lokasi
- Legenda dan notasi
- Catatan tentang denah dan profil
- Ringkasan volume pekerjaan
- Peta lokasi quarry dan borrow pit
2. Struktur
- Keterangan tentang struktur
- General view of bridge
- Bangunan atas
- Bangunan bawah
- Pondasi
- Detail elemen struktur
- Bangunan pelengkap dan pengaman

5. Perhitungan Perkiraan Biaya


5.1 Umum
Besarnya nilai perkiraan Biaya Konstruksi dari Kegiatan Pembangunan Jembatan
Propinsi ini, adalah berdasar perhitungan Detail Design Perencanaan dan hasil
survai lapangan setiap jenis pekerjaan yang mencakup volume biaya rencana
keseluruhan.

Didasarkan pula pada hasil studi analisa harga satuan dan perhitungan kuantitas
pekerjaan terhadap perencanaan struktur utama perkiraan biaya konstruksi akan
diuraikan sesuai dengan komponen pekerjaan yang dibutuhkan, biaya konstruksi
meliputi komponen-komponen utama :

 Upah dan Harga Dasar


 Analisa Harga Satuan
 Back up perhitungan kuantitas

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 40


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

5.2 Upah dan Harga Dasar


Adapun Penetapan upah dan harga dasar, ditetapkan dari data skunder dan data
primer terhadap masing masing item pekerjaan. Data Sekunder diambil dari
Jurnal Resmi Terbaru yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Dan ditambah dengan
Daftar Satuan Harga Bahan & Upah, Analisa Satuan Pekerjaan, Rekapitulasi
Analisa Pekerjaan di tingkat Propinsi. Seandainya material yang ditetapkan tidak
terdapat pada Jurnal, harga dasar akan mengacu kepada Jurnal Resmi dari
Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Journal of Building & Construction Price
(Jurnal Harga Bahan Bangunan, Konstruksi dan Interior) yang dikeluarkan oleh
Pemerintah Pusat untuk seluruh Indonesia yang terbaru. Jika pada jurnal
tersebut juga tidak tercantum harga dasar yang dimaksud akan dipakai harga
dasar yang dikeluarkan resmi oleh produsen yang bersangkutan.

5.3 Analisa Harga Satuan


Analisa Harga Satuan akan dirinci sesuai dengan Nomor Mata Pembayaran yang
dikeluarkan oleh Spesifikasi Umum dan Spesifikasi Khusus.

Pada umumnya Penomoran mata pembayaran dibedakan atas beberapa bagian


Bagian (Seksi/Bab) sesuai dengan nomor mata pembayaran yang dikeluarkan
pada Spesifikasi yang berlaku.

Adapun Komponen utama untuk menentukan Analisa Harga Satuan adalah :

a. Upah
Penetapan upah dasar tidak terlepas dari Peraturan Perundang – undangan
Bidang Ketenagakerjaan RI Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan
Sosial Tenaga Kerja PP No.14 Th 1993 Bab III Pasal-9. Dimana didalamnya
terdapat Komponen Asuransi, Transport dan Lembur. Untuk Asuransi
biasanya ditetapkan 20 % dari harga dasar, Transport dan Lembur sebesar
24 %. Upah dasar ditetapkan dari harga Satuan Terendah (UMR) atau Upah
Minimum Regional yang berlaku di daerah. Dimana harga upah tersebut akan
dikombinasikan dengan harga pasar yang berlaku pada daerah.

b. Material

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 41


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

Sesuai dengan yang diuraikan diatas Penentuan harga dasar Material adalah
berdasarkan Survei data Skunder dab data primer. Dari jurnal-jurnal resmi
yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

Selain untuk menentukan harga Royalty dari masing masing Material Quarry,
survai kelapangan juga diperlukan untuk menentukan jarak Quarry ke base
Camp yang pada akhirnya akan menentukan harga dasar material Quarry
yang dipergunakan.

Penentuan Material yang dipergunakan harus mengacu kepada Spesifikasi


Umum dan Spesifikasi Khusus yang dibuat oleh Dokument Spesialist dan
disetujui oleh Pemilik Proyek.

c. Alat
Penentuan harga dasar alat didasarkan pada data skunder yang tercantum
pada masing – masing jurnal yang telah ditentukan dan data primer
diperoleh dari survei ke masing-masing penyewaan dan produsen alat berat.

Harga satuan alat yang akan dianalisa akan dilaksanakan sesuai dengan
faktor Kapasitas, Daya dan Koefesien masing – masing alat, sesuai dengan
yang dicantumkan oleh masing-masing produsen alat. Alat yang akan
dianalisa adalah alat yang masih layak beroperasi. Seandainya alat yang
ditetapkan tidak terdapat pada pasaran umum, harga dasar akan mengacu
kepada Jurnal Resmi dari Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Journal of
Building & Construction Price (Jurnal Harga Bahan Bangunan, Konstruksi dan
Interior) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat untuk seluruh Indonesia
dan Patokan Harga Satuan Bahan dan Upah Pekerjaan Bidang Pemborongan
Provinsi Riau periode terbaru. Jika pada jurnal tersebut juga tidak tercantum
harga dasar yang dimaksud akan dipakai harga dasar yang dikeluarkan resmi
oleh produsen yang bersangkutan.

Besarnya analisa harga satuan yang dihasilkan akan diuraikan dalam uraian
analisa, Keluaran perhitungan dari masing–masing perhitungan akan
dimasukkan menurut Pay Item atau Nomor mata Pembayaran.

5.4 Back Up Quantity / Kertas Kerja Perhitungan Kuantitas

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 42


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

Back Up Perhitungan Kuantitas akan dilampirkan pada masing masing Mata


Pembayaran yang ada. Tampilan untuk masing masing Back Up Perhitungan
disesuaikan dengan kebutuhan sehingga dapat mudah dibaca dan dimengerti.

Back Up Perhitungan dibedakan secara kasar yaitu :

 Back Up Quantity yang didapat lansung dari komputer (Computerized) yaitu


seperti :
- Pembersihan Tempat Kerja
- Pekerjaan Tanah
 Kertas Kerja Perhitungan Kuantitas yang dilakukan secara Manual adalah:
- Pekerjaan Umum
- Pekerjaan Galian Struktur
- Pekerjaan Struktur Beton dan Baja
- Pekerjaan Lain-lain
- Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
6. Penyusunan Dokumen Tender & Laporan Pekerjaan
6.1 Jenis Dokumen
a. Laporan-laporan, terdiri dari :
 Laporan Bulanan
 Laporan Survey Topografi
 Laporan Survey Penyelidikan tanah
 Laporan Survey Hidrologi
 Laporan Analisa Dampak Lingkungan
 Laporan Akhir
b. Dokumen Lelang, terdiri dari :
 Instruksi Kepada Peserta Lelang (Kontraktor)
 Data Lelang
 Syarat-Syarat Umum
 Syarat-Syarat Khusus
 Spesifikasi Teknis
 Gambar-Gambar Perencanaan
 Daftar Kuantitas, Analisis Harga Satuan dan Metoda Konstruksi
 Bentuk-Bentuk Jaminan

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 43


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

6.2 Bentuk Dokumen


 Dicetak dengan ukuran kertas A4
 Semua gambar dicetak dengan ukuran A3

E.2 PROGRAM KERJA

Pekerjaan Perencanaan Rehabilitasi Jembatan Koto Tuo ini harus diselesaikan dalam
waktu 30 (tiga puluh) hari kalender atau selama 1 (satu) bulan. Agar Pelaksanaan Pekerjaan
dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan maksud, tujuan dan saran serta tepat waktu
maka konsultan akan membuat program atau rencana kerja yang matang. Program Kerja
Tersebut akan dijadwalkan seperti rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan yang disajikan
pada Bab Enam dari Dokumen Penawaran ini
Selanjutnya akan diuraikan Program kerja Konsultan Dalam Pekerjaan Perencanaan
Rehabilitasi Jembatan Koto Tuo sebagai berikut:
 MOBILISASI
Konsultan akan mengerahkan personilnya segera setelah menerima Surat
Perintah Mulai Kerja (Notice to proceed) dan akan mengadakan briefing internal.

Sesudah melaksanakan mobilisasi konsultan segera akan melaksanakan


kegiatan-kegiatan pekerjaan administratif seperti pengadaan kantor proyek
dengan segala perlengkapan dan peralatannya, serta pengadaan kendaraan
operasional.

 RAPAT PENDAHULUAN
Sesudah mobilisasi, konsultan akan mengadakan pertemuan pendahuluan
dengan Pemberi Tugas dan instansi terkait lainnya.

Pada kesempatan ini, susunan organisasi tim, metodologi pekerjaan, rencana


kerja dan jadwal pekerjaan serta job responsibility akan dipresentasikan.

Konsultan berharap mendapatkan tanggapan atas usulan ini.

 PENGUMPULAN DATA SEKUNDER


Konsultan akan membuat ringkasan kaji ulang terhadap studi terdahulu (jika
ada) untuk menentukan jadwal pembuatan analisa detail yang akan menjadi

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 44


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

pedoman. Konsultan mengumpulkan semua data dan informasi, data-data


tersebut antara lain sebagai berikut :

- Data prakiraan lalu lintas dan pertumbuhannya


- Data penyelidikan tanah
- Data topografi
- Data hidrologi
- Gambar plan dan profil
- Gambar konsep jembatan, sungai.
- Dokumen lelang tanpa gambar rencana.
- Prakiraan harga satuan.

 KAJI ULANG DATA DAN STUDI KELAYAKAN


Kaji ulang detail dari studi yang ada akan dilakukan untuk melaksanakan bagian-
bagian pekerjaan agar dapat dipertimbangkan pada pekerjaan kelengkapan
survai dan disain.

Konsep perencanaan pada basic design atau rencana teknik awal

- Potongan melintang.

- Alinemen horisontal dan vertikal

- Koridor layout ROW.

 LAPORAN PENDAHULUAN
Konsultan akan menyampaikan Laporan Pendahuluan yang berisikan antara lain
mengenai perubahan lingkup pekerjaan dan jadwal pekerjaan apabila ada,
rencana kegiatan yang meliputi seluruh masa pelaksanaan, pendekatan
pekerjaan, aspek logistik dan keuangan serta kesimpulan secara umum yang
mungkin mempengaruhi lingkup pekerjaan.

Laporan juga berisikan :

- Persiapan Pelaksanaan Kegiatan dan Metodologi yang akan digunakan.


- Hasil evaluasi dan pemahaman konsultan akan tujuan, kondisi dan latar
belakang proyek.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 45


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

- Evaluasi terhadap Data-data yang tersedia dan hasil pengamatan lapangan


serta kriteria perencanaan yang digunakan.
- Permasalahan dan rencana pemecahannya
- Usulan Perubahan Terhadap Rencana Kerja.
 SURVAI / PENYELIDIKAN LAPANGAN
Konsultan tetap akan melaksanakan survai topografi, hidrologi, geologi dan
geoteknik, memenuhi kebutuhan perencanaan survai dan penelitian lapangan
yang akan dilaksanakan harus mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas.

Jenis survai-survai adalah sebagai berikut :

- Survai topografi

- Sruvei hidrologi

- Survai geologi

- Survai goeteknik

1. Survai Topografi
Survai Topografi akan dilaksanakan untuk memperoleh peta situasi
lapangan dan mempelajari lokasi jalan dan jembatan yang direncanakan
baik di darat maupun di daerah sungai. Lokasi as jembatan yang
direncanakan tersebut akan ditentukan setelah menerima saran-saran
yang diberikan oleh tim pelaksana studi rencana pendahuluan, setelah
diadakan diskusi di lapangan.

Pekerjaan survai topografi dilakukan sepanjang lokasi as jalan dan


jembatan yang direncanakan dengan mengadakan tambahan pengukuran
detail dengan koridor tertentu sehingga tersedia data apabila perlu
dipertimbangkan pemindahan lokasi as jembatan dan re-alinyemen jalan.

Rencana koridor survai topografi mencakup :

- + 200 m dari rencana as jalan dan jembatan yang direncanakan ke


arah hulu.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 46


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

- + 200 m dari rencana as jalan dan jembatan yang direncanakan ke


arah hilir.

- + 500 m dari tepi kiri dan kanan Sungai.


Adapun rencana kerja konsultan untuk pengukuran topografi adalah
sebagai berikut:

a. Pengukuran Titik Kontrol Horizontal


- Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dengan system
poligon, dan semua titik ikat (BM) harus dijadikan sebagai titik
poligon.
- Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimum 100 m, diukur
dengan alat meteran atau dengan alat ukur secara optis atau
elektronis (EDM).
- Sudut-sudut poligon diukur dengan alat ukur theodolite dengan
ketelitian baca dalam detik. Disarankan untuk menggunakan
theodolite jenis T2 atau yang setingkat.
b. Pengukuran Titik Kontrol Vertikal
 Pengukuran ketinggian dilakukan dengan cara 2 kali
berdiri/pembacaan (double stand).
 Pengukuran sipat datar harus mencakup semua titik pengukuran
(poligon, sipat datar, dan potongan melintang) dan titik BM.
 Rambu-rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik,
berskala benar, jelas dan sama.
 Pada setiap pengukuran sipat datar harus dilakukan pembacaan
ketiga benangnya, yaitu Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT),
dan Benang Bawah (BB), dalam satuan millimeter. Pada setiap
pembacaan harus dipenuhi : 2 BT = BA + BB.
c. Pengukuran Situasi Jembatan
 Pengukuran situasi daerah sepanjang jembatan harus mencakup
semua keterangan yang ada di daerah sepanjang jalan dan
jembatan, misalnya : rumah, pohon, pohon pelindung jalan,
pinggir selokan, letak gorong-gorong serta dimensinya, tiang
listrik, tiang telepon, jembatan, batas sawah, batas kebun, arah

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 47


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

aliran air dan lain sebagainya. Untuk itu pengukuran dapat


dilakukan dengan cara Tachymetri.
 Patok KM yang ada pada tepi jalan harus diambil dan dihitung
koordinatnya. Hal ini dimaksudkan untuk memperbanyak titik
referensi pada penemuan kembali sumbu jalan yang
direncanakan.
 Pada tempat sumber material jalan yang terdapat disekitar jalur
jalan perlu diberi tanda pada peta.
d. Pengukuran Penampang Memanjang dan Melintang
 Di daerah sungai dibuat penampang untuk setiap 25 m sampai
jarak 100 m kiri-kanan sumbu jalan.
 Lebar penampang dibuat 50 m kiri-kanan ujung sungai / kepala
jembatan.
 Penampang memanjang pada sungai dibuat pada sumbu sungai.
 Pengukuran penampang pemanjang dan melintang pada jalan
pendekat jembatan (oprit) :
o Pengukuran penampang memanjang.
Pengukuran penampang memanjang adalah pengukuran
memanjang pada sumbu jalan yang ada, kecuali pada tempat
dimana kemungkinan diadakan realinyemen harus diadakan
tambahan.

Untuk pengukuran penampang memanjang ini peralatan yang


digunakan sama seperti yang dipakai untuk pengukuran
kontrol tinggi.

o Pengukuran penampang melintang


Pengukuran penampang melintang diambil setiap jarak 50 m
pada bagian jalan yang lurus dan landai dan setiap jarak 25 m
untuk daerah-daerah tikungan dan berbukit. Lebar
pengukuran harus meliputi daerah sejauh 50 m sebelah kiri-
kanan sumbu jalan pada bagian yang lurus dan 25 m kesisi
luar dan 75 m kesisi dalam pada bagian jalan yang menikung.
Titik yang perlu diperhatikan adalah tepi perkerasan, dasar

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 48


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

dan atas gorong-gorong, tepi bahu jalan, dasar dan


permukaan selokan, saluran irigasi, lantai kendaraan jembatan
dan tebing sungai atau elevasi rel kereta api serta lebar dan
tinggi jalur rel kereta api yang disarankan. Peralatan yang
digunakan untuk pengukuran situasi dapat dipergunakan
untuk pengukuran penampang melintang ini.

e. Patok-Patok
Patok beton bertulang dengan ukuran 10x10x75 cm harus ditanam
sedemikian rupa sehingga bagian patok yang ada di atas tanah adalah
kurang lebih 10 cm. Patok poligon dan profil dibuat dari kayu dengan
ukuran 5x7x60 cm. Pada patok beton dan patok kayu harus diberi
tanda BM dan nomor urut.

Untuk memperbanyak titik tinggi yang tetap, perlu ditempatkan titik


tinggi referensi pada tempat lain yang permanen dan mudah
diketemukan kembali.

Baik patok poligon maupun patok profil diberi tanda cat kuning
dengan tulisan merah yang diletakkan di sebelah kiri ke arah jalannya
pengukuran. Khusus untuk profil memanjang titik yang terletak di
sumbu jalan diberi paku dengan dilingkari cat kuning sebagai tanda.

f. Perhitungan dan Pemetaan


Titik poligon utama harus dihitung koordinatnya berdasarkan titik ikat
yang dipergunakan. Perhitungan harus berdasarkan pada metode
kwadrat terkecil.

Penggambaran titik poligon harus berdasarkan pada hasil perhitungan


koordinat. Penggambaran titik poligon tersebut sama sekali tidak
diperkenankan secara grafis.

Gambar ukur yang berupa gambar situasi harus digambar pada kertas
milimeter dengan skala 1:500 dan garis tinggi dengan interval 1,00 m.
Ketinggian titik detail harus tercantum dalam gambar ukur, begitu
pula semua keterangan yang yang penting. Titik ikat atau titik mati

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 49


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

serta titik ikat baru harus dimasukkan dalam gambar dengan diberi
tanda khusus. Ketinggian titik tersebut perlu juga dicantumkan.

g. Pengukuran Bathimetric (bila diperlukan).


Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mendapatkan data kedalaman
sungai dan data perairan sungai lainnya yang berpengaruh pada
perencanaan jembatan.

Metodologi

Survai bathimetrik ini dimaksudkan untuk mendapatkan


kenampakan topografi dasar sungai. Untuk ini diperlukan distribusi
titik atau posisi kedalaman (fix sounding) pada lokasi jembatan.
Pengambilan fix sounding ini akan disesuaikan dengan skala peta
yang diinginkan.

Langkah pertama ini adalah melakukan pengecekan kelayakan


instrument echo sounder dalam penentuan posisi dan kedalaman
dengan cara pengukuran sounding di satu titik dengan dua jalur
berbeda. Hasil pengukuran posisi kedalaman jalur pertama dan
jalur kedua harus tidak jauh berbeda.

Hal penting lainnya adalah pengukuran pasang surut yang harus


dilakukan selama satu atau dua hari sebelum proses pengukuran
sounding dilakukan dan seterusnya selama proses pengukuran
berlangsung (bila sungai mengalami pasang surut).

Data-data sounding (fix sounding) yang mempunyai posisi (x, y, z)


dan telah dikoreksikan ke chart datum, selanjutnya diplotkan
untuk interpolasi kontur di antara 2 fix sounding. Dari beberapa
interpolasi kontur tersebut selanjutnya dapat menggambarkan
kenampakan topografi dasar sungai.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 50


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

2. Survai Geologi/Geoteknik
Survai geoteknik akan dilaksanakan berdasarkan data-data dan peta-peta
geologi serta informasi-informasi kondisi lapisan tanah permukaan.

a. Penyelidikan geoteknik dilapangan


 Kedalaman minimum pemboran adalah sesuai dengan yang
ditentukan oleh KAK dimana ketentuan tersebut sudah melalui
penyelidikan sebelumnya dan menembus lapisan tanah/bantuan
yang mempunyai nilai SPT N>50.
 Pengujian penetrasi standard dilakukan setiap interval kedalaman
3.00 m.
 Undisturbed sampling dilakukan setiap interval 3.00 m, yaitu
sebelum dilakukan SPT.
 Metoda standard yang akan digunakan sebagai acuan adalah :
- SNI 03-2436-1991

- SNI 03-4153-1996

- SNI 03-4148-1996

- ASTM D2850

- ASTM D2435

 Deskripsi litologi akan dilakukan berdasarkan soil classification


yang memuat jenis dan sifat tanah serta warna.
 Hasil pemboran akan disajikan dalam bentuk bor log, yang
memuat data tentang :
- Lokasi dan elevasi permukaan lobang bor

- Elevasi muka air tanah

- Tanggal pelaksanaan pemboran

- Deskripsi tanah dan nilai SPT

- Nomor dan kedalaman undisturbed sample

- Jenis dan tipe alat bor yang digunakan

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 51


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

- Metoda pemboran.

 Contoh dari tabung penginti (core barrel) di simpan dalam peti


contoh dari kayu serta hrus ditutup dengan lapisan paraffin, guna
menjaga terhadap proses pengeringan.
b. Pengujian contoh tanah dilaboratorium.
Contoh tanah asli akan dilakukan pengujian di laboratorium dengan
menggunakan metoda yang telah dijelaskan pada Bab 4.

c. Analisis data dan penyusunan laporan


Hasil survai geologi dan geoteknik akan disajikan dalam bentuk
laporan yang berisi :

 Ruang lingkup, metoda dan pelaksanaan survai di lapangan dan


pengujian di laboratorium.
 Hasil survai lapangan dan pengujian laporan
 Analisis dan perumusan parameter design serta data geologi dan
kegempaan.
 Metode analisis :
- Bearing capacity

- Jenis, tipe dan daya dukung pondasi

- Kemantapan timbunan oprit jembatan

 Metode soil improvement tanah lembek.


d. Metode Pelaksanaan
 Pemboran dalam akan dilakukan ditengah sungai dengan
menggunakan ponton yang ditambat dengan angker yang
terbenam di dasar sungai.
 Pemboran di tengah sungai ini kemungkinan dapat mengalami
hambatan yang disebabkan factor alam (arus sungai). Hambatan
ini dapat mengakibatkan penyelesaian pemboran tidak tepat
waktu.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 52


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

 Untuk mengatasi hal ini, pelaksanaan pemboran harus dilakukan


dengan metoda kuhsus, dan dilaksanakan oleh juru bor yang
berpengalaman, di samping struktur ponton harus kuat dan stabil.
 Untuk memantau fluktuasi muka air tanah, perlu dipasang
Pisometer tipe pipa terbuka pada 3 – 4 titik. Cara pemasangan
dan pemantauan dilakukan berdasarkan SNI 03-3422-1994 dan
SNI 03-3443-1994. dengan kedua metode ini, di samping fluktuasi
muka air tanah, dapat dicatat pola besarnya tekanan air pori.

3. Penyelidikan Tanah untuk Rencana Jembatan


 Menentukan prakiraan lokasi rencana setiap bangunan bawah
jembatan dilapangan hasil studi.
 Core drilling dengan mesin bor pada setiap rencana lokasi pondasi
bangunan bawah jembatan seperti abutment, pilar, box culvert besar
dll. Pengeboran sampai kedalaman lebih dari 5 m di bawah
permukaan bed rock dan 5 m di bawah dasar sungai atau sampai
mencapai kedalaman maksimum yang ditentukan dalam KAK
sedemikian rupa sehingga data pengeboran tersebut dapat digunakan
untuk perencanaan pondasi.
 Melakukan SPT setiap interval 3 m tergantung dari jenis lapisan
tanah.
 Pengambilan undisturb sample pada setiap lapisan tanah yang
berbeda sebelum melakukan SPT.
 Mentukan koordinat dan elevasi dari setiap titik bor mesin/sondir.
 Penyelidikan tanah di laboratorium untuk contoh tanah undisturb.
 Analisa jenis tanah (disturb sample) yang di dapat dari contoh
SPT/core.
 Membandingkan nilai SPT dengan jenis tanah hasil penyelidikan
dilaboratorium dan nilai tekanan konus/gaya gesekan setempat dari
sondir.
 Memplot koordinat dan elevasi dari titik bor mesin (core drilling) dan
sondir pada gambar denah/situasi jembatan.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 53


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

 Memplot boring log serta grafik sondir pada penampang memanjang


rencana jembatan.
 Melakukan analisa stabilitas pondasi terhadap geser dan guling.
 Menentukan dan gambar tipe dan kedalaman pondasi untuk setiap
rencana bangunan bawah jembatan.
 Menggambar penampang memanjang lapisan tanah di sekitar lokasi
jembatan dan bandingkan dengan data peta geologi yang ada.
4. Survai Hidrologi
Dalam survai hidrologi ini akan dipelajari :

 Daerah aliran (catchment area) yang mempengaruhi karakteristik


dimana drainase atau aliran air yang berhubungan dengan
pembangunan jembatan.
 Perhitungan tinggi banjir maksimum dengan periode 50 tahunan.
 Perhitungan perkiraan scouring berdasarkan jenis tanah dasar sungai
dan debit serta kecepatan aliran arus sungai.
5. Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan akan dilakukan untuk mencocokan kondisi lapangan
yang ada terhadap rencana jembatan.

- Mengumpulkan informasi atau masukan apabila ada perubahan


alinemen.

- Mengidentifikasikan area-area yang belum di bebaskan tanahnya.

Hal-hal yang akan diantisipasi adalah sebagai berikut


a. Pekerjaan tanah/pekerjaan sipil
- Identifikasi kondisi tipe dan lokasi drainasi.

- Perkiraan luas areal ganti rugi tanah

- Identifikasi daerah-daerah rendah yang sering banjir atau


kemungkinan akan menerima dampak akibat pekerjaan galian dan
timbunan.

b. Jembatan

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 54


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

- Kondisi hidrogeologi seperti aliran air, kedalaman laut dan kondisi


topografi sepanjang lokasi jembatan.

- Kemungkinan bahaya penggerusan dan degradasi dasar laut

- Konformasi kondisi lapangan untuk tipe dan metoda konstruksi


pondasi

- Konformasi kondisi lapangan untuk skema bentang jembatan


sehubungan dengan tipe bangunan atas.

 RAPAT KEMAJUAN PEKERJAAN


Konsultan akan meminta pengadaan rapat dengan Pemberi Tugas untuk
menjelaskan hasil survai dan investigasi. Konsultan mengharapkan perhatian dan
komentar.

 RAPAT KOORDINASI DENGAN INSTANSI TERKAIT


Segera setelah peta konsep lay-out jembatan dibuat, maka ada beberapa hal
penting yang harus dibicarakan lagi dengan beberapa instansi terkait.

a. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat seperti : Bappeda Kota


Sungai Penuh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Sungai
Penuh, dll, untuk menentukan :

- RUTR 20 tahun kedepan yang dipengaruhi oleh rencana jembatan

- Pengembangan tata ruang pada daerah yang terpengaruh.

- Pengembangan dan perbaikan sistem jaringan jalan disekitar rencana


jembatan.

b. Koordinasi dengan Instansi Departemen Perhubungan c/q Direktorat


Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP):

- Kemungkinan pengembangan dan penambahan alur pelayaran yang


tentunya mempengaruhi ruas beban horizontal yang perlu disediakan..

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 55


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

- Kemungkinan perlindungan pondasi jembatan terhadap alur pelayaran


yang ada.

c. Koordiansi dengan instansi PLN untuk menentukan :

- Pemindahan, penggantian atau perlindungan pondasi menara SUTT yang


berdekatan atau terkena jalan/jembatan pendekat.

- Pemindahan dan penggantian tiang listrik untuk kabel udara tegangan


rendah atau tegangan menegah yang terkena Jembatan.

d. Koordinasi dengan instansi Telkom untuk menentukan :

- Pemindahan tiang penyangga yang ada di tepi jalan yang ada

- Kemungkinan pemindahan dan penggantian menara milik Telkom atau


perusahaan KSO lainnya.

- Perlindungan terhadap kabel milik Telkom.

e. Koordinasi dengan departemen, pertanian, perindustrian, perhubungan darat,


perhubungan udara, dll, untuk menentukan :

- Kemungkinan terpengaruhnya lahan dan fasilitas dari instansi yang terkait


tersebut akibat pembangunan jembatan.

 PENERAPAN HASIL SURVAI


Perencanaan teknik dilakukan berdasarkan data survai lapangan dan hasil
koordinasi serta diskusi yang telah dilakukan. Guna memenuhi KAK, evaluasi dan
analisa kelengkapan akan dilakukan pada trase jembatan sehubungan dengan
hasil survai dan investigasi.

Evaluasi pemenuhan persyaratan KAK akan meliputi :

- Data topografi dan bathimetry

- Data hidrologi

- Data geologi

- Data geoteknik

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 56


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

- Pekerjaan tanah

- Pekerjaan jembatan

Detail evaluasi adalah sebagai berikut :

1. Data Geologi/Geografi
Hasil survai geologi akan digunakan pada pekerjaan-pekerjaan yang terkait
untuk diaplikasikan dan diperiksa.

Laporan lengkap akan disampaikan kepada Pemberi Tugas

a. Laporan Survai Geologi akan mencakup hasil pemeriksaan laboratorium,


profil geologi dan deskripsi karakteristik daerah proyek dan perkiraan-
perkiraan permasalahan yang timbul.
b. Laporan Topografi akan mencakup konfirmasi bench mark baik koordinat
maupun ketinggiannya, potongan memanjang dari trase jembatan.
Alinemen horizontal dan potongan melintang trase jembatan akan
digambar.
2. Sistem Drainase
Potongan memanjang drainasi badan jembatan dan jalan pendekat yang
akan direncanakan dan dilaksanakan harus memperhitungkan run off curah
hujan dan pola aliran air tanah.

Konsultan akan merencanakan sistim drainasi untuk mencegah penetrasi dan


genangan air hujan.

Konsultan akan benar-benar mempertimbangkan ketinggian dan lokasi outlet


dan akan menentukan tipe terbaik serta lokasi-lokasi yang telap untuk
pemasangannya.

3. Konstruksi Pelindung
Apabila diperlukan pada beberapa tempat di daerah timbunan dan galian,
akan dibangun konstruksi pelindung untuk menahan badan jalan baik
timbunan ataupun galian dan melindungi badan dan jalan terhadap erosi dan
penggerusan.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 57


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

Dinding penahan tanah dari beton bertulang atau pasangan batu akan
direncanakan sebagai konstuksi pelindung.

 PERENCANAAN TEKNIS
Perencanaan teknis, antara lain meliputi perencanaan-perencanaan sebagai
berikut :

- Geometrik jembatan

- Bangunan bawah

- Bangunan atas

- Bangunan pelengkap jembatan

Pekerjaan Perencanaan dan penggambaran akan dilaksanakan berdasarkan


standar dan kriteria perencanaan metoda perencanaan, penggambaran untuk
pekerjaan tanah, pekerjaan sipil (bangunan-bangunan air dll.) jalan dan
jembatan.

a. Program Kerja Perencanaan Bangunan Atas Jembatan


a. Tentukan kebutuhan bentang untuk melintasi lebar sungai pada saat
tinggi air pasang maksimum dan gelombang maksimum ataupun pada
saat tinggi air minimum.

b. Menentukan kriteria jembatan, seperti :

- Tinggi vertical clearance minimal.

- Horizontal clearance minimal dan tidak menimbulkan effek


penyempitan jalan bagi pemakai jalan.

c. Tentukan tinggi ruang bebas minimum jembatan terhadap tinggi muka air
pasang dan gelombang maksimum.

d. Tentukan bentang-bentang standard yang akan dipakai.

e. Tentukan tipikal bentang tunggal, bentang keseluruhan.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 58


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

a. Tentukan bentang ideal berdasarkan tinggi jembatan, kemiringan talud


timbunan di depan abutment serta kemungkinan penambahan lajur.

f. Tentukan material untuk balok jembatan, seperti : beton bertulang


pracetak, beton pratekan pracetak atau baja profil.

g. Hitung gaya-gaya yang bekerja pada super structure

h. Hitung gaya-gaya dari super structure dan air ataupun benda yang
mengalir pada selat terhadap sub structure.

b. Program Kerja Perencanaan Bangunan Bawah Jembatan


a. Penentuan beban kerja pada pondasi

Beban kerja pada pondasi terdiri dari beban struktur atas, beban
gelombang maupun beban gempa. Khusus untuk beban gempa perlu
diperhitungkan juga vibrasi pada saat gempa maupun kemungkinan
peristiwaliquifaksi. Pada penentuan beban kerja dimaksudkan juga
kombinasi beban mati, beban hidup (lalu lintas dan angin) serta beban
gempa.

b. Penentuan parameter desain untuk pondasi

Parameter desain untuk pondasi meliputi kuat geser, kemampatan tanah


dan batuan serta parameter dinamik untuk analisis gempa. Parameter ini
akan ditentukan berdasarkan hasil uji laboratorium maupun dengan
menggunakan pendekatan berdasarkan korelasi empiris.

c. Pemilihan bentuk pilar dan balok jembatan yang estetis.

d. Tentukan bentuk pilar/abutment beserta pondasinya dengan


pertimbangan utama terhadap kemungkinan erosi ataupun tumbukan
oleh benda hanyutan.

e. Hitung gaya-gaya yang bekerja pada super structure

f. Hitung gaya-gaya dari super structure dan air ataupun benda yang
mengalir pada selat terhadap sub structure.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 59


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

g. Tentukan tipe pondasi yang sesuai.

h. Tentukan material dari pondasi dalam seperti : tiang pancang beton


pratekan pracetak, tiang pancang baja atau borepile.

i. Analisa jumlah/dimensi pondasi yang sesuai.

j. Analisa daya dukung dan deformasi pada pondasi


Berdasarkan alternatif yang ditentukan pada tahap sebelumnya, daya
dukung pondasi ditentukan sesuai dengan kondisi tanah dan dimensi
pondasi ditetapkan berdasarkan beben-beban kerja. Demikian pula
deformasi pondasi baik jangka pendek (saat konstruksi) maupun jangka
panjang (saat operasi) harus diperhitungkan. Keamanan pondasi ditinjau
pada tahap ini.

Untuk analisa daya dukung akan digunakan baik data parameter tanah
dari laboratorium maupun hasil uji lapangan. Beban – beban kerja tidak
boleh melampaui daya dukung tanah yang diijinkan dan di samping itu
tidak boleh melebihi deformasi yang diijikan sesuai dengan kriteria
keamanan struktur.

Dalam hal ini perbedaan settlement dapat mengakibatkan kinerja yang


buruk bagi struktur atas sehingga di samping stabilitas perlu dibatas
besarnya deformasi tersebut.

Untuk memperoleh informasi yang lebih realistis maka analisa akan


didasarkan kepada tahapan konstruksi yang dapat disimulasikan oleh
model dengan metode elemen hingga.

k. Gambar denah, potongan memanjang, potongan melintang, detail


penulangan, detail kabel prategang dan detail jembatan lainnya.

l. Gambar boring log, dan grafik sondir berdampingan dengan pondasi


bangunan bawah jembatan.

c. Program Kerja Perencanaan Geometrik Jembatan


a. Menentukan kriteria perencanaan jembatan yang berlaku

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 60


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

b. Evaluasi alignment horizontal dan vertikal yang ditetapkan pada rencana


teknik awal yang ada.

c. Evaluasi koridor ROW yang telah dibebaskan berdasarkan rencana


alignment yang ada.

 LAPORAN
Laporan yang akan disusun oleh Konsultan meliputi :

Laporan Pendahuluan

Laporan Topografi

Laporan Survey Penyelidikan Tanah

Laporan Survey Hidrologi

Laporan Analisa Dampak Lingkungan

Laporan Gambar rencana

Laporan Spektek

Laporan Study kelayakan

Laporan Survey Lalu Lintas

Laporan EE

E.1 ORGANISASI DAN PERSONIL

Pada Pekerjaan Perencanaan Rehabilitasi Jembatan Koto Tuo ini konsultan didukung
oleh tim kerja yang berisi Tenaga ahli Profesional di bidangnya. Organisasi Pelaksanaan
Pekerjaan yang melibatkan seluruh Tenaga Ahli dan personil pendukung Sebagaimana di
lampirkan pada Komposisi Tim dan Pengugasan Personil lampiran B.4, Jadwal Penugasan
Tenaga Ahli terdapat pada lampiran B.5 Dokumen Penawaran Teknis ini. Sedangkan
Struktur Organisasi Personil seperti terdapat pada Gambar berikut.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 61


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

Seluruh personil yang akan dikerahkan unutk menyelesaikan pekerjaan ini akan
melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Dalam
Dokumen Teknis ini disertakan pernyataan kesediaan personil untuk ditempatkan pada
kegiatan ini. Sesuai dengan ketetapan dalam Kerangka Acuan kerja Personil-personil yang
dimaksud beserta tugas dan tanggung jawabnya adalah :

1. Team Leader

Mempunyai sertifikat keahlian minimal Ahli Madya Teknik Jembatan yang


dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang
Jasa Konstruksi (LPJK), Ketua Tim minimal disyaratkan seorang Sarjana Teknik
Sipil Strata 1 (S.1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam
melaksanakan pekerjaan sejenis lebih diutamakan/disukai Perencanaan
Jembatan. Disyaratkan yang telah mempunyai pengalaman sebagai ketua tim
minimal selama 8 tahun dan diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga
ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Sebagai ketua tim, tugas utamanya
adalah memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim kerja dalam
pelaksanaan pekerjaan sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai.

2. Ahli Teknik Jalan Raya

Ahli Teknik Jalan Raya bertanggung jawab kepada Team Leader dalam pelaksanaan
pekerjaan. Ahli Teknik Jalan Raya harus seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1)
Jurusan Teknik Sipil lulusan universitas/perguruan tinggi negeri. atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam
melaksanakan pekerjaan dibidang konstruksi Jalan dan Jembatan, material,
pemeliharaan dan perencanaan pekerjaan jalan dan jembatan, kontrak, administrasi
kontrak yang standart, harus cukup luwes dan cukup berpengetahuan praktis agar
mencapai hasil yang efektif dilapangan sekurang-kurangnya 5 (Lima) tahun

3. Ahli Mekanika Tanah

Ahli Mekanika Tanah bertanggung jawab kepada Team Leader dalam pelaksanaan

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 62


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

pekerjaan. Ahli Mekanika Tanah harus seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1) Jurusan
Teknik Sipil / Geologi lulusan universitas/perguruan tinggi negeri. atau perguruan tinggi
swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi
luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan
dibidang konstruksi Jalan dan Jembatan, material, pemeliharaan dan perencanaan
pekerjaan jalan dan jembatan, kontrak, administrasi kontrak yang standart, harus cukup
luwes dan cukup berpengetahuan praktis agar mencapai hasil yang efektif dilapangan
sekurang-kurangnya 5 (Lima) tahun.

4. Ahli Struktur

Ahli Struktur bertanggung jawab kepada Team Leader dalam pelaksanaan pekerjaan.
Ahli Struktur harus seorang Sarjana Teknik Sipil Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Sipil
lulusan universitas/perguruan tinggi negeri. atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang
telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan dibidang
konstruksi Jalan dan Jembatan, material, pemeliharaan dan perencanaan pekerjaan
jalan dan jembatan, kontrak, administrasi kontrak yang standart, harus cukup luwes
dan cukup berpengetahuan praktis agar mencapai hasil yang efektif dilapangan
sekurang-kurangnya 5 (Lima) tahun.

5. Surveyor

Surveyor bertanggung jawab kepada Team Leader dalam pelaksanaan pekerjaan.


Surveyor harus seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Sipil/Geodesi
lulusan universitas/perguruan tinggi negeri. atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang
telah diakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan dibidang
konstruksi Jalan dan Jembatan, material, pemeliharaan dan perencanaan pekerjaan
jalan dan jembatan, kontrak, administrasi kontrak yang standart, harus cukup luwes
dan cukup berpengetahuan praktis agar mencapai hasil yang efektif dilapangan
sekurang-kurangnya 5 (Lima) tahun.

6. Cost Estimator

Quantity & Cost Estimator Engineer bertanggung jawab kepada Team Leader dalam

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 63


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

pelaksanaan pekerjaan. Quantity & Cost Estimator Engineer harus seorang Sarjana
Teknik Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Sipil lulusan universitas/perguruan tinggi negeri.
atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara
atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi dan berpengalaman dalam
melaksanakan pekerjaan dibidang konstruksi Jalan dan Jembatan, material,
pemeliharaan dan perencanaan pekerjaan jalan dan jembatan, kontrak, administrasi
kontrak yang standart, harus cukup luwes dan cukup berpengetahuan praktis agar
mencapai hasil yang efektif dilapangan sekurang- kurangnya 5 (Lima) tahun

TENAGA PENDUKUNG

a. Drafter CAD
b. Administrasi Kantor
c. Operator Komputer
d. Sopir

 FASILITAS PENDUKUNG

Ruang Kantor dan Perlengkapan

Untuk menangani pekerjaan ini dibutuhkan 1 (satu) buah kantor proyek yang
berkedudukan di Kota Sungai Penuh yang berfungsi sebagai tempat kerja sehari-hari
tim tenaga ahli dan tenaga pendukung.

Luas kantor yang dibutuhkan adalah 150 m2 untuk ruang kerja Team Leader, dan
Tenaga Ahli lainnya, serta staf pendukung, Alat-alat kerja lapangan, ruang rapat
yang sekaligus juga dapat dicadangkan sebagai ruang konsolidasi anggota tim dari
lokasi proyek.

Ruang kantor proyek tersebut dilengkapi dengan meubeler (meja, kursi, lemari,
whiteboard, filling cabinet), telepon, modem.
Komputer dan Alat-alat Tulis

Kantor proyek akan disediakan 2 (dua) unit Komputer PC dan 2 (dua) unit Notebook yang
dilengkapi dengan Modem dan printer yang menggunakan sistem jaringan, komputer untuk

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 64


PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN PADA RUAS JALAN BAGAN SIAPI API – TELUK PIYAI
USULAN TEKNIS
(JEMBATAN SUNGAI PEKAITAN) KAB. ROKAN HILIR

tenaga ahli dan komputer untuk operator yang dihubungkan dengan jaringan (hub).
Pengadaan peralatan tersebut akan dilakukan dengan cara menyewa (kecuali Notebook),
dan semua keperluan biaya untuk sewa tersebut termasuk pajak akan diperhitungkan di
dalam usulan biaya.

Alat-alat tulis (ATK) juga akan disediakan untuk kantor. Alat-alat ini akan dibeli dan
semua biaya yang diperlukan unutk pembelian tersebut akan diperhitungkan di
dalam usulan biaya.

Telepon

Kantor telah memiliki satu line telepon, dan fasilitas faximile. Namun demikian biaya
rekening telepon setiap bulan selama proyek berlangsung akan diperhitungkan
didalam usulan biaya.
Kendaraan

Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas-tugas tenaga ahli akan disediakan 1


unit kendaraan roda dua untuk kegiatan transportasi proyek yang dapat digunakan
oleh seluruh tenaga ahli.

Pengadaan kendaraan tersebut akan dilakukan dengan cara menyewa untuk jangka
waktu paling lama 4 (empat) bulan. Semua biaya untuk membayar sewa kendaraan
tersebut termasuk biaya BBM dan Pajak akan diperhitungkan di dalam usulan biaya.

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. IV- 65


DAFTAR PERALATAN PT. WANDRA CIPTA ENGINEERING CONSULTANT

H. Data Fasilitas / Peralatan / Perlengkapan yang mendukung

No. Jenis Fasilitas / Peralatan / Jumlah Kapasitas Merk & Type Tahun Kondisi Lokasi Bukti Milik /
Perlengkapan Pembuatan (%) Sekarang Sewa Beli / Sewa
1 Komputer 6 Simbadda / LG 2008 - 2014 100 Pekanbaru Milik sendiri
2 Laptop 1 Asus Zenbook UX32UD 2013 100 Pekanbaru Milik sendiri
3 Printer A4 3 Brother DCP J 125 2010 - 2012 90 - 99 Pekanbaru Milik sendiri
4 Printer A4 2 CANON 2013 90 - 99 Pekanbaru Milik sendiri
Printer A3/SCANER 1 Brother MFC-J5910DW 2013 99 Pekanbaru Milik sendiri
5
6 Kamera Digital 2 p 2012 95 Pekanbaru Milik sendiri
Dynamic Cone
DCP 1 115x20x20 2012 95 Pekanbaru Milik sendiri
7 Penetrometer/CBR
Value ( SO - 150)
8 Theodolite 1 Shokia 2001 90 Pekanbaru Milik sendiri
9 Water Pass 1 Shokia 2001 90 Pekanbaru Milik sendiri
10 Alat Komunikasi 2 Lenovo & Sony 2013 100 Pekanbaru Milik sendiri
11 Handycam 1 Sony 2010 85 Pekanbaru Milik sendiri
12 Kendaraan Roda 4 1 Opel 2003 80 Pekanbaru Milik sendiri
13 Kendaraan Roda 2 2 Honda 2012 - 2013 90 - 97 Pekanbaru Milik sendiri
14 Kendaraan Roda 2 2 Honda 2012 90 - 97 Pekanbaru Milik sendiri
15 Soil Test (Sondir) 1 5 Ton 2005 80 Pekanbaru Sewa
16 Soil Test (Bor Mesin) 1 YBM 2005 80 Pekanbaru Sewa
17 Meteran 2 50 m 2010 100 Pekanbaru Milik sendiri
18 Compass 1 Sunto 2005 80 Pekanbaru Milik sendiri
19 PLOTTER A-1 1 Hp 2008 90 Pekanbaru SEWA
20 GPS 1 Garmin 2014 90 Pekanbaru Milik sendiri

PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. V- 66


F - 66F -
66F -
PT. WANDRA CIPTA Engineering Consultant Hal. V- 67
F - 67F -
67F -