Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

Pewarnaan Kapsul Bakteri


Laporan praktikum ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Mikrobiologi yang
dibimbing oleh Ibu Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si

Oleh kelompok 5/ offering I 2016 :

Affan Wudy Alifianto (160342606222)


Hana veronica (160342606281)
Septianti amalia (160342606226)
Vitri alvia nur A (160342606261)
Wardatun Nafisah (160342606208)

The Learning University

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2018
A. Topik
Pewarnaan kapsul bakteri
B. Tujuan
1) Untuk memperoleh keterampilan melakukan pewarnaan kapsula bakteri
2) Untuk mengetahui ada tidaknya kapsula bakteri
C. Dasar Teori

Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk
diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi
untuk mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui
serangkaian pengecatan (Arrachman, 2016) Bakteri mengeluarkan lendir pada permukaan
selnya, melapisi dinding sel. jika lapisan lendir ini cukup tebal dan kompak maka disebut
kapsula. Pada beberapa jenis bakteri adanya kapsula ini menunjukkan sifat virulan.
Kapsula bakteri tidak berwarna, sehingga perlu dilakukan pewarnaan khusus agar dapat
diamati dibawah mikroskop cahaya dengan jelas (petunjuk praktikum, 2018).
Menurut Hastuti (2008) dalam Maulidyah dkk (2012) ada 2 jenis pewarnaan bakteri yaitu
:
1. pewarnaan langsung (positif) adalah pewarnaan yang dilakukan dengan memfiksasi
bakteri yang diamati. Pada pewarnaan ini ada dua zat warna yang digunakan yaitu
kristal violet yang berfungsi untuk mewarnai sel vegetatif bakteri dan CuSO4.5H2O
yang berfungsi untuk mendeteksi adanya kapsula. Apabila disekeliling sel bakteri
berwarna biru atau ungu terdapat bayangan biru muda maka berarti sel tersebut
mempunyai kapsul
2. pewarnaan tak langsung (negatif) adalah pewarnaan yang dilakukan dengan tidak
memfiksasi terlebih dahulu terhadap koloni bakteri yang diamati. Pada pewarnaan ini
digunakan zat warna yaitu tinta cina. Apabila mikroorganisme keliatan transparan
(tembus pandang) dan nampak jelas diantara medan yang gelap berarti sel bakteri
tersebut tidak mengandung kapsul. Prinsip dasar pewarnaan ini adalah adanya ikatan
ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang
disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen
selular maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan
pewarna asam dan pewarna basa. Pewarna asam dapat terjadi karena bila senyawa
pewarna bermuatan negatif. Dalam kondisi pH mendekati netral dinding sel bakteri
cenderung bermuatan negatif, sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan
ditolak oleh dinding sel, maka sel tidak berwarna. Pewarna asam ini disebut pewarna
negatif.
Zat warna asam yang bermuatan negatif lazimnya tidak digunakan untuk mewarnai
mikroorganisme, namun biasanya dimanfaatkan untuk mewarnai latar belakang sediaan
pewarnaan (Arrachman, 2016). Prosedur pewarnaan yang menghasilkan pewarnaan
mikroorganisme disebut pewarnaan positif dalam prosedur pewarnaan ini dapat
digunakan zat warna basa yang yang bermuatan positif maupun zat warna asam yang
bermuatan negatif. Sebaliknya pada pewarnaan negatif latar belakang disekeliling
mikroorganisme diwarnai untuk meningkatkan kontras dengan mikroorganisme yang
tak berwarna. Pewarnaan mencakup penyiapan mikroorganisme dengan melakukan
preparat ulas (Dwidjoseputro.1998 dalam Arrachman, 2016).
D. ALAT DAN BAHAN

Alat

- Mikroskop
- Kaca Benda
- Lampu spiritus
- Mangkuk pewarna
- Jarum inokulasi berkolong
- Korek api
- Pinset
- Kawat penyangga

Bahan

- Biakan campuran/ murni bakteri


- Tinta cina merk “Pelikan”
- Aquades steril
- Larutan Kristal Violet 0,5 %
- Larutan CuSO4, 5H2O 20%
- Kertas penghisap
- Korek api
- Alcohol
- Lisol
- Sabun cuci
- Lap
D. Cara Kerja
I. Pewarnaan Langsung/Positif

Menyediakan kaca benda bersih, lalu melewatkan di atas nyala lampu api spriritus

Meneteskan satu ose aquades steril di atas kaca benda itu

Secara antiseptik, menginokulasikan bakteri yang diperiksa di atas tetesan


aquades, meratakan perlahan-lahan dan menunggu sampai mengering

Melakukan fiksasi dengan cara melewatkan sediaan tersebut di atas nyala api
lampu spiritus dengan cepat

Meneteskan larutan kristal violet pada sediaan, kaca benda sediaan diletakkan di
atas kawat penyangga yang telah diletakkan di atas mangkuk pewarna. Menunggu
hingga 1 menit

Menjepit kaca benda sediaan dengan pinset (Kedudukan tetap di atas mangkuk
pewarna), Membilas sediaan dengan larutan CuSO4, 5H2O secara hati-hati

Mengeringkan sediaan dengan menggunakan kertas penghisap denga hati-hati


agar tidak merusak sediaan

Mengamati sediaan di atas mikroskop


II. Pewarnaan Tak Langsung/Negatif

Menyediakan kaca benda bersih, lalu melewatkan di atas nyala lampu api spriritus

Menyiapakan biakan campuran atau biakan murni bakteri, lalu menentukan koloni
bakteri yang akan diperiksa kapsulnya

Meneteskan satu ose aquades steril di atas kaca benda

Secara aseptik mengambil inokulum yang akan diperiksa, lalu meratakan perlahan-
lahan di atas tetesan aquades itu.

Membiarkan sediaan mengering tanpa difiksasi

Meneteskan setetes tinta cina merk “Pelikan” di atas sediaan tersebut, lalu
meratakan secara perlahan-lahan

Membiarkan sediaan mengering, lalu mengamati dibawah mikroskop (tanpa kaca


penutup). Sel-sel bakteri nampak transparan dengan latar belakang berwarna
hitam, sedang kapsula (bila ada) berwarna coklat muda disekeliling bakteri
E. DATA PENGAMATAN

Tabel 1. Hasil Pengamatan Pewarnaan Kapsul Bakteri.


Koloni Jenis Pewarnaan Warna Sel Vegetatif Warna Kapsula

A Pewarnaan langsung/positif Ungu Biru

Pewarnaan tak langsung/negatif Transparan Coklat muda

B Pewarnaan langsung/positif Ungu Tidak berkapsul

Pewarnaan tak langsung/negatif Transparan Tidak berkapsul

F. PEMBAHASAN

Pada praktikum kalini ini di temukan beberapa jenis bakteri dan cyanobakteri
mengeluarkan bahan-bahan yang amat berlendir dan lengket pada permukaan selnya,
melingkupi dinding sel. Bila bahan berlendir tersebut kompak dan tampak sebagai bentuk yang
pasti (bundar) atau lonjong maka disebut kapsul, akan tetapi bila tidak teratur bentuknya dan
menempelnya pada sel kurang erat, maka disebut lendir (Hadioetomo, 1990). Dengan tidak di
beri perwarna kapsul bakteri sangat sukarg b e r s i h a t a u b a h a n y a n g s u d a h
t e r l a l u l a m a sehingga kurang optimal dalam hasil peraktikum dilakukan pewarnaan
secara langsung dengan menggunakan kristal violet dan CuSO4.5H2O. Hasil positif dari
pengamatan,sel bakteri akan memunculkan warna ungu. Apabila di sekeliling sel
yang berwarna biru tua tersebut ada bayangan berwarna biru muda, maka sel bakteri tersebut
mempunyai kapsul (Hastuti. 2012).
Pewarnaan pada praktikum kali ini m e n g g u n a k a n K r i s t a l v i o l e t
m e r u p a k a n l a r u t a n y a n g y a n g m e m p u n y a i kromophore atau butir
pembawa warna yang bermuatan positif (memiliki kation) sedangkan muatan yang
berada di sekeliling bakteri bermuatan negatif ( m e m i l i k i a n i o n ) , s e h i n g g a t e r j a d i
a d a n ya t a r i k m e n a r i k a n t a r a k e d u a i o n t e r s e b u t . H a l i n i l a h y a n g
m e n y e b a b k a n b a k t e r i b e r w a r n a u n g u . D a n t e r b e n t u k n ya w a r n a b i r u
muda pada kapsula disebabkan karena kapsula ya n g d a p a t menyerap
CuSO4.5H2O.
Berdasarkan data pengamatan dan analisis data diketahui bahwa setelah
dilakukan pewarnaan secara langsung pada koloni bakteri 1 terlihat bahwa sel v e g e t a t i f
b a k t e r i b a k t e r i t e r s e b u t b e r w a r n a u n g u ya n g d i s e k e l i l i n g n ya terdapat
bayangan berwarban unggu gelap yang tidak lain merupakan kapsula. Demikian pula
pada koloni bakteri 2, s e t e l a h d i l a k u k a n p e w a r n a a n s e c a r a l a n g s u n g d a n
d i a m a t i d i b a w a h mikroskop, terlihat bahwa sel vegetatif bakteri tersebut
berwarna ungu yang d i s e k e l i l i n g n ya t e r d a p a t b a ya n g a n b e r w a r b a n b i r u
m u d a ya n g t a k l a i n bayangan berwarna biru muda tersebut merupakan kapsula.
Dalam Dwidjoseputro (1978) dijelakan bahwa kapsula
m e r u p a k a n lapiasan lendir yang cukup tebal yang menyelubungi dinding sel
seluruhnya.Lendir ini tidak mudah menghisap zat warna. Hanya dengan pewarnaan
yangk h u s u s , l a p i s a n l e n d i r i t u d a p a t d i p e r l i h a t k a n . K a p s u l a l e n d i r i n i
t i d a k berwarna, sehingga perlu dilakukan pewarnaan khusus agar dapat diamati di bawah
mikroskop (Hastuti. 2012).Lapisan lendir (kapsula) tersebut terdiri atas karbohidrat.
Pada beberapaspesies tertentu, lendir itu juga mengandung unsur N atau P. Lendir ini
bukanmerupakan bagian yang integral dari sel melainkan hasil dari pertukaran
zat.L e n d i r m e m b e r i k a n p e r l i n d u n g a n t e r h a d a p k e k e r i n g a n , s e a k a n -
a k a n merupakan suatu ‘benteng’ untuk bertahan.bolehlah dipastikan
b a h w a kebanyakan bakteri memiliki kapsula ini termasuk golongan bakteri
yangganas (virulent) (Dwidjoseputro, 1978).Berdasarkan pembahasan diatas, dapat dikatakan
bahwa koloni bakteri 1d a n 2 i n i m e r u p a k a n b a k t e r i ya g b e r s i f a t v i r u l e n k a r e n a
s a l a h s a t u f u n g s i kapsula adalah sebagai antifagosit sehingga kapsul memberikan sifat
virulen.Menurut Volk dan Wheeler (1988), kapsula melindungi bakteri dari
fagositoleh sel-sel yang berperan dalam imunitas (seperti leukosit, limfosit dan
selm a s t ) . A p a b i l a b a k t e r i i n i t i d a k b i s a d i f a g o s i t o l e h s e l - s e l t e r s e b u t ,
m a k a bakteri akan bersifat virulen,

G. KESIMPULAN
1. Ada tidaknya kapsul pada bakteri dilakukan pewarnaan secara langsung/positif
menggunakan Kristal violet & CuSO4. 5H2O untuk mewarnai sel bakteri, adanya kapsul
ditandai warna biru muda di sekitar dinding sel bakteri dan pewarnaan secara tidak
langsung/negatif untuk mewarnai latar belakang lingkungan bakteri menjadi hitam sehingga
sel tampak transparan, adanya kapsul adanya warna coklat muda di sekitar dinding sel bakteri.
2. Pada pewarnaan langsung/positif, sel bakteri dari koloni A berwarna ungu dan terdapat
warna biru pada bagian luar dinding selnya, menunjukkan bakteri memiliki kapsul. Sedang
koloni bakteri B sel vegetatif tidak terdapat warna biru muda pada bagian luar dinding selnya,
menunjukkan bahwa bakteri koloni B tidak memiliki kapsula. Pada pewarnaan tidak
langsung, sel bakteri koloni A transparan, terdapat warna coklat muda diluar dinding sel bakteri
menunjukkan bakteri tersebut memiliki kapsul. Sedang koloni B berwarna transparan, tidak
ada warna kecoklatan di luar dinding selnya. Hal ini menunjukkan bakteri koloni B tidak
berkapsul.

Rujukan
Arrachman, Khairunnisa. 2016. Mirobiologi Pewarnaan. Semarang : Universitas
Muhammadiyah Semarang

Maulidyah, hikmah, dkk. 2012. Pewarnaan Kapsula Bakteri. Malang : Universitas Negeri
Malang

Petunjuk praktikum.2018. Mikrobiologi. Malang : Universitas Negeri Malang

Dwijoseputro. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Djambatan.

Volk, W.A dan Margaret Fwheeler.1988.Mikrobiologi Dasar, diterjemahkan oleh: Markham,


M.sc.Jakarta: Erlangga.

Hadioetomo & Ratna, S. 1990. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek Teknik dan
Prosedur Laboratorium. Jakarta : Gramedia.
Hastuti, U.S. 2008. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Malang : UM Press.