Anda di halaman 1dari 5

Praktikum Kimia Organik/Kelompok I/Semester Genap/2017 25

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Percobaan


Tabel 4.1 Data Pengamatan Pembuatan Metil Asetat
Pengamatan Hasil Pengamatan
Asam sulfat Cairan berwarna bening dengan bau
menyengat

Asam asetat Cairan berwarna bening dengan bau


yang khas

Metanol Cairan bening dan mudah menguap


Proses pencampuran metanol, Larutan bening dengan bau khas seperti
asam asetat, dan katalis asam balon dan mudah menguap
sulfat pekat

Proses pemanasan selama 15 Larutan bening dengan bau yang


menit semakin menyengat

Proses distilasi selama 1 jam Tetesan distilasi pertama terjadi setelah


19 menit dimulainya distilasi, dengan
suhu 61oC, menghasilkan larutan bening
dengan bau khas seperti balon.

Penambahan Na2CO3 Terdapat endapan butiran-butiran


Na2CO3 di bagian bawah erlenmeyer

Penambahan CaCl2 Terdapat endapan berwarna putih keruh


di dasar larutan

Penyaringan Didapatkan metil asetat berwarna


bening yang berbau seperti balon.

Reaksi Esterifikasi “Pembuatan Ester”


Praktikum Kimia Organik/Kelompok I/Semester Genap/2017 26

Tabel 4.2 Data Hasil Pembuatan Metil Asetat


Data Jumlah
Volume metil asetat 23 ml
Yield 41.22%
Densitas 0.9854
Warna Bening
Bau Seperti bau balon

Tabel 4.3 Data Pengamatan Pembuatan Metil Salisilat


Pengamatan HasilPengamatan
Asam sulfat Cairan berwarna bening dengan bau
menyengat
Asam salisilat Butiran berwarna putih
Metanol Cairan bening dan mudah menguap
Proses pencampuran metanol, asam Larutan berwarna ungu, dengan endapan
salisilat, dan katalis asam sulfat butiran asam salisilat yang belum terlarut
pekat dalam metanol, mudah menguap dan
bau khas.
Proses pemanasan selama 15 menit Larutan semakin berwarna ungu dengan
bau yang semakin menyengat
Proses distilasi Tetesan distilasi pertama terjadi setelah 2
jam 31 menit dimulainya proses distilasi,
dengan suhu 69oC.
Penambahan Na2CO3 Terbentuk dua lapisan dimana metil
salisilat berada di atas.
Penambahan CaCl2 CaCl2 mengikat air yang ada dalam metil
salisilat, sehingga terbentuk endapan
berwarna putih keruh di dasar larutan.
Penyaringan Didapat metil salisilat yang murni.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Pembahasan Pembuatan Metil Asetat

Reaksi Esterifikasi “Pembuatan Ester”


Praktikum Kimia Organik/Kelompok I/Semester Genap/2017 27

Untuk pembuatan metil asetat, digunakan sebanyak 60 ml metanol, 40 ml


asam asetat, dan 20 ml asam sulfat pekat yang berperan sebagai katalisator.
Langkah pertama yang dilakukan yaitu dengan mencampurkan 60 ml metanol, 40
ml asam asetat dan 20 ml asam sulfat. Pada proses ini, reaksi yang terjadi adalah
reaksi eksoterm, dimana kalor dilepaskan oleh sistem ke lingkungan. Batu didih
ditambahkan dengan maksud untuk meratakan panas larutan dalam erlenmeyer
sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan, batu didih juga
dimaksudkan untuk menghindari titik lewat didih larutan saat dipanaskan. Tanpa
batu didih, larutan akan menjadi superheated pada bagian tertentu yang kemudian
akan mengeluarkan uap panas yang bisa menimbulkan letupan (Arita, 2008).
Setelah mencampurkan metanol, asam asetat, dan asam sulfat, larutan
ditutup dengan alumunium foil agar tidak menguap, karena larutan merupakan
campuran zat-zat yang mudah menguap, dan didinginkan dalam suhu kamar, baru
kemudian larutan dipanaskan di dalam penangas air sambil di aduk secara
perlahan selama 15 menit. Karena reaksi eseterifikasi fischer adalah reaksi yang
akan berjalan cepat dalam suasana asam dan panas, pemanasan ini dilakukan
untuk semakin mempercepat jalannya reaksi esterifikasi (Arita, 2008).
Selanjutnya, setelah dilakukan pemanasan selama 15 menit, larutan
didinginkan dan didistilasi selama 1 jam. Distlasi merupakan proses pemisahan
suatu senyawa berdasarkan perbedaan titik didihnya. Proses distilasi ini
dimaksudkan untuk memisahkan air dari ester, dimana metil asetat yang memiliki
titik didih lebih rendah akan menguap terlebih dahulu yang kemudian
didinginkan oleh air didalam kondensor dan masuk ke dalam erlenmeyer,
sedangkan air yang memiliki titik didih lebih tinggi tidak akan menguap dan akan
tetap berada di dalam labu didih dasar bulat. Tetesan metil asetat yang pertama,
terjadi 19 menit setelah proses distilasi dimulai, pada suhu 61ºC. Hal ini terjadi
karena metil asetat memiliki titik didih 57.5ºC, sehingga pada suhu 61ºC metil
asetat sudah menguap dan didinginkan oleh air di dalam kondensor, kemudian
masuk ke dalam erlenmeyer.
Setelah proses distilasi, distilat yang didapat kemudian ditambah dengan
Na2CO3 untuk menghilangkan zat pengotor yang ada dalam metil asetat yang
telah kita dapatkan melalui proses distilasi. Na2CO3 merupakan garam yang

Reaksi Esterifikasi “Pembuatan Ester”


Praktikum Kimia Organik/Kelompok I/Semester Genap/2017 28

terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, yang memiliki sifat kimia salah satunya
adalah sebagai pembersih. Proses ini mengikuti prinsip kerja pemisahan
berdasarkan massa jenis, dimana larutan dengan massa jenis yang lebih besar
akan berada di bawah dan larutan dengan massa jenis yang lebih kecil berada di
atasnya. Pada proses ini, larutan membentuk dua lapisan dimana metil asetat
berada di lapisan atas karena metil asetat memiliki massa jenis yang lebih kecil
dari Na2CO3, yaitu sebesar 0.932 gr/ml, sedangkan Na2CO3 sebesar 3.21 gr/ml
(Pudjaatmaka, 1992).
Setelah terbentuk dua lapisan dengan metil asetat berada di atas, campuran
tersebut dipisahkan dengan menyaring campuran menggunakan kertas saring
kedalam corong pisah. Di dalam corong pisah, metil asetat ditambahkan dengan
sedikit CaCl2 anhidrat yang bertujuan untuk mengikat air yang ada dalam
kandungan metil asetat, sehingga metil asetat akan lebih murni. Sifat higroskopis
dari CaCl2 anhidrat, membuat CaCl2 anhidrat menjadi senyawa yang mampu
mengeringkan air terlarut dalam suatu senyawa, dan juga CaCl2 anhidrat telah
disetujui oleh FDA sebagai bantuan dalam kemasan untuk memastikan
kekeringan. Setelah penambahan CaCl2 anhidrat, terbentuk endapan berwarna
putih keruh, yang merupakan zat-zat pengotor sekaligus air yang diikat oleh
CaCl2 anhidrat. Metil asetat kemudian dipisahkan dari zat-zat pengotor lainnya
termasuk air dengan menggunakan corong pisah dan kertas saring, dan
dimasukkan ke dalam suatu wadah untuk kemudian diukur densitasnya.
Proses yang terakhir yaitu mengukur densitas metil asetat yang telah
didapat dengan menggunakan piknometer. Metil asetat dimasukkan ke dalam
piknometer berukuran 10 ml lalu dtimbang. Setelah ditimbang didapat beratnya
sebesar 25.530 gr. Kemudian piknometer kosong ditimbang untuk mengetahui
berat metil asetat, dan didapat beratnya sebesar 15.676 gr. Sehingga berat metil
asetat didapat adalah sebesar 9.854 gr. Massa metil asetat yang di dapat
kemudian dibagi dengan volume piknometer yaitu sebesar 10 ml, sehingga
didapat densitas metil asetat percobaan adalah 0.9845 gr/ml.

4.2.2 Pembahasan Pembuatan Metil Salisilat


Untuk sampel ke dua, digunakan asam salisilat dan metanol untuk
membuat metil salisilat dengan bantuan katalis asam sulfat. Metode percobaan

Reaksi Esterifikasi “Pembuatan Ester”


Praktikum Kimia Organik/Kelompok I/Semester Genap/2017 29

yang digunakan sama dengan metode percobaan untuk mendapatkan metil asetat
dari asam asetat dan metanol. Pertama, campurkan sebanyak 90 ml metanol, 40
gr asam salisilat, dan 18 ml asam sulfat sebagai katalis. Sama halnya saat
membuat metil asetat, reaksi yang terjadi adalah reaksi eksoterm dimana kalor
dilepaskan ke lingkungan oleh sistem. Batu didih ditambahkan dengan maksud
untuk meratakan panas yang ada pada larutan sehingga panas menjadi homogen,
dan merata pada seluruh bagian larutan. Pada sampel ini warna yang terbentuk
setelah mencampurkan asam salisilat, metanol dan asam sulfat adalah ungu muda
dengan endapan butiran asam salisilat yang belum terlarut (Arita, 2008).
Setelah mencampurkan metanol, asam salisilat, dan asam sulfat, larutan
ditutup dengan alumunium foil agar tidak menguap. Larutan ini kemudian
dipanaskan selama 15 menit sambil diaduk perlahan, agar larutan menjadi
homogen. Setelah dipanaskan, butiran asam salisilat yang tadinya tidak larut
dalam metanol dan asam sulfat menjadi larut, dan warna larutan menjadi
semakin ungu. Larutan metanol, asam salisilat dan asam sulfat didinginkan pada
suhu kamar, kemudian didistilasi selama 60 menit untuk mendapatkan metil
salisilat.
Selama proses distilasi dilakukan, terjadi kesalahan sehingga metil salisilat
tidak didapatkan. Metil salisilat diketahui memiliki titik didih yang lebih tinggi
dari metanol, sehingga nantinya metil salisilat akan menjadi produk atas distilasi,
dan metanol akan menjadi produk bawah distilasi. Akan tetapi, selama proses
distilasi, produk yang diambil untuk dilanjutkan ke proses selanjutnya adalah
produk bawah, dimana produk bawah distilasi pada proses ini adalah metanol.
Sehingga, percobaan ini tidak dapat dilanjutkan, untuk mendapatkan yield dan
densitas percobaan.

Reaksi Esterifikasi “Pembuatan Ester”